• Tidak ada hasil yang ditemukan

CONTOH PROPOSAL PEN KUANTITATIF

N/A
N/A
Nawab Aditya

Academic year: 2023

Membagikan "CONTOH PROPOSAL PEN KUANTITATIF"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

1

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Hipotesis Penelitian

Manfaat Penelitian

Definisi Operasional

Penelitian Sebelumnya yang Relevan

Kepemimpinan transformasional dapat meningkatkan perilaku kerja inovatif responden secara langsung, namun tidak dapat meningkatkannya melalui mediasi motivasi intrinsik. Pengaruh keadilan organisasi dan kepemimpinan kewirausahaan terhadap perilaku kerja inovatif pada pegawai pemerintah. TL dan POF berpengaruh positif terhadap BKS, oleh karena itu peningkatan TL dan persepsi guru terhadap POF dapat meningkatkan BKS guru.

Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa peningkatan TL mempunyai dampak positif terhadap persepsi guru terhadap POF. Terakhir, KSB dan POF sama-sama berpengaruh positif terhadap IWB. Oleh karena itu, organisasi harus berusaha meningkatkan persepsi KSB dan karyawan yang kuat terhadap POF untuk meningkatkan IWB di kalangan guru. Efek mediasi dari praktik HRM pada keadilan organisasi pada perilaku kerja inovatif di kalangan industri perhotelan Pakistan. Pembagian tugas yang tidak tepat, penambahan beban kerja dan tekanan untuk segera menyelesaikan tugas dapat menjadi penyebab dampak negatif terhadap perilaku kerja inovatif karyawan.

Pengaruh Keadilan Organisasi Terhadap Perilaku Kerja Inovatif Dengan Kepercayaan Organisasi Sebagai Variabel Mediasi Pada Karyawan Hotel Grand Inna Padang. Menumbuhkan perilaku kerja inovatif melalui kepemimpinan, komitmen afektif, dan keadilan organisasi: Analisis interaksi tiga arah. Hasil tersebut sesuai dengan teori memperluas dan membangun emosi positif karena komitmen afektif dan keadilan organisasi merupakan variabel yang berpengaruh.

Dalam penelitian ini peneliti ingin menguji kembali hipotesis dan mengembangkan penelitian terdahulu dengan menghubungkan variabel yaitu keadilan organisasi dengan indikator penelitian berupa keadilan distributif, keadilan prosedural dan keadilan interaksional serta gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional sebagai indikator penelitian kerja inovatif. perilaku.

Kajian Teori

  • Organizational Justice
  • Gaya Kepemimpinan Transformasional
  • Innovative Work Behavior

Keadilan organisasi pada dasarnya merupakan apresiasi kepada karyawan atas keadilan sikap yang diterima di tempat kerja (Siregar et al., 2020). Keadilan organisasi terdiri dari tiga komponen yaitu keadilan distributif (DJ), keadilan prosedural (PJ) dan keadilan interaksional (IJ) (He et al., 2014; Kerwin et al., 2015). Keadilan distributif mengacu pada keadilan jumlah dan pemberian yang dirasakan antar individu (Biswas et al., 2013; Ghosh et al., 2017).

Keadilan prosedural mengacu pada keadilan prosedur yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Campbell et al., 2013; He et al., 2014). Keadilan interaksional mengacu pada keadilan yang dirasakan dari komunikasi dan perlakuan interaktif (He et al., 2014; Karkoulian et al., 2016). Model kepemimpinan ini paling sering dikaitkan dengan isu-isu seperti penetapan arah, penataan kembali organisasi, pengembangan tenaga kerja dan kurikulum, dan keterlibatan dengan komunitas eksternal (Day et al., 2016).

Pemimpin transformasional akan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung dan kerja sama tim yang baik di tempat kerja serta fokus pada potensi pengembangan individu (Choi et al., 2015) dalam (L. Sementara itu, perilaku kerja inovatif diartikan sebagai pengembangan, pengenalan, dan penerapan yang disengaja. ide – ide baru dalam suatu pekerjaan, kelompok atau organisasi (Momeni et al., 2014) Karyawan yang terlibat dalam IWB dapat segera beradaptasi dengan situasi kerja baru dan memberikan ide orisinal untuk meningkatkan layanan dan produk (Afsar et al., 2018) & Shin , 2018) menunjukkan dalam tulisannya terdapat delapan ciri yang menunjukkan perilaku inovatif, yaitu: mencari peluang; ide muncul; berburu ide; transfer ide; perkembangan ide; kemenangan ide;.

Penelitian ini berfokus pada tiga tahap model perilaku kerja inovatif, yaitu pembangkitan ide, promosi ide, dan implementasi atau realisasi ide (Thurlings et al., 2015).

Hubungan Antar Variabel

  • Hubungan Organizational Justice dengan Innovative Work Behavior
  • Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional dengan Innovative Work
  • Hubungan Organizational Justice dan Gaya Kepemimpinan

Hubungan Keadilan Organisasional dengan Perilaku Kerja Inovatif Perilaku kerja inovatif pegawai merupakan perilaku motivasi yang didorong oleh Perilaku kerja inovatif pegawai merupakan perilaku motivasi yang didorong oleh pribadi, oleh karena itu diharapkan keadilan organisasi dapat menjadi salah satu unsur proses motivasi yang mempengaruhi inovatif. perilaku kerja (Gottman et al., 1998). Dapat dikatakan bahwa keadilan organisasi merupakan faktor motivasi penting yang mengarahkan karyawan untuk menunjukkan perilaku tertentu (Kerwin et al., 2015). Folger, 1987) mengemukakan bahwa penilaian keadilan berhubungan dengan deprivasi relatif. Aspek ketiga adalah peluang yang diartikan sebagai prognosis dari hasil yang diharapkan dapat diperoleh di masa yang akan datang.

Kepemimpinan transformasional menciptakan lingkungan yang tepat bagi tenaga kerja yang ingin terlibat dalam perilaku kerja inovatif (Masood & Afsar, 2017). Kepemimpinan transformasional dianggap sebagai faktor kunci dalam mendorong perilaku kerja inovatif karyawan dengan visi masa depan yang menarik dan positif dengan menciptakan motivasi berdasarkan asumsi yang ada dan melihat permasalahan dari sudut pandang baru untuk menghasilkan kreativitas (Bass, 2000). Oleh karena itu, motivasi yang diberikan oleh pemimpin transformasional akan memungkinkan bawahannya bekerja pada tingkat yang melebihi harapan dengan meningkatkan kemampuan karyawan dalam menghasilkan ide-ide baru dan menjadi lebih inovatif (A. Ismail et al., 2010).

Selain itu, pengaruh ideal pemimpin transformasional mendorong pengikutnya untuk meniru perilaku pemimpin dalam mencari ide-ide baru dan kreatif (Çekmecelioğlu & zbağ, 2016) dalam (Alheet et al., 2021). Selain itu, hubungan positif antara kepemimpinan transformasional dan inovasi berasal dari kemampuan pemimpin memotivasi pengikutnya untuk mengambil inisiatif dalam menghasilkan hasil yang kreatif dan inovatif (Zhang et al., 2018). Keadilan organisasi mampu meningkatkan produktivitas pegawai, perilaku kerja positif dan meningkatkan perilaku kerja inovatif di kalangan pegawai.

Hubungan positif antara keadilan organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional dapat mempengaruhi perkembangan perilaku kerja inovatif karyawan.

26

Rancangan Penelitian

Populasi dan Sampel

Hasil tersebut diperoleh dari teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik proporsional random sampling. Teknik ini merupakan teknik pengambilan sampel probabilitas di mana subjek pertama-tama dikelompokkan ke dalam klasifikasi yang berbeda seperti usia, status sosial ekonomi, atau jenis kelamin, kemudian peneliti secara acak memilih daftar akhir subjek dari strata yang berbeda. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari populasi penelitian umum yaitu guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi berjumlah 101 orang, sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 51 responden.

Metode Pengumpulan Data

  • Jenis Data
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari jurnal, buku teori dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian. Angket/kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan serangkaian pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab sehingga peneliti dapat mengetahui jawaban atas pertanyaan tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiyono dalam (Hardani et al., 2017 ) selesai. ). Pengukuran instrumen kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala likert dengan mendeskripsikan variabel-variabel yang akan diukur sebagai indikator dari variabel-variabel dalam penelitian ini.

Responden akan diberikan kuesioner tertutup, sehingga responden dapat langsung memilih alternatif jawaban dari jawaban yang diberikan dengan memberi tanda check list (✓) pada kolom variabel sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi awal berupa ringkasan masalah variabel untuk memperkuat latar belakang penelitian. Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur dengan metode tatap muka dan melalui komunikasi telepon.

Dokumentasi yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data tentang nama pegawai, visi dan misi kantor, serta data lain yang berhubungan dengan kantor seperti perangkat lunak, perangkat keras dan lain-lain.

Tabel 3.2 Kisi – kisi Wawancara
Tabel 3.2 Kisi – kisi Wawancara

Instrumen Penelitian

  • Menyusun Instrumen Penelitian
  • Skala Pengukuran
  • Uji Instrumen

Sugiyono menyatakan dalam (Hardani et al., 2017) bahwa skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial. Untuk memperoleh angket/kuesioner yang benar-benar baik dan valid maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji validitas dan reliabilitas terhadap angket yang digunakan dalam suatu penelitian. Di bawah ini dijelaskan cara menguji validitas dan reliabilitas kuesioner yang digunakan dalam penelitian.

Uji validitas digunakan untuk mengukur atau menguji item-item setiap pertanyaan dalam kuesioner yang nantinya akan diisi oleh responden. Sugiyono dalam (Hardani et al., 2017) menyatakan bahwa pengujian validitas setiap item menggunakan analisis item yaitu korelasi skor setiap item dengan skor total yaitu penjumlahan skor setiap item. Uji validitas dapat digunakan untuk memeriksa pertanyaan-pertanyaan dalam suatu kuesioner apakah isi pertanyaan tersebut valid atau tidak.

SPSS yang digunakan adalah uji validitas dengan mencari statistik R pada variabel uji. Rumus ini digunakan untuk mencari reliabilitas suatu hasil yang berupa rentang kelipatan nilai atau dalam bentuk skala. Untuk menguji reliabilitas instrumen, data hasil percobaan analisis dimana r alpha ≥ r dihitung dengan menggunakan program SPSS for Windows.

Instrumen dalam penelitian ini dapat dikatakan reliabel apabila mempunyai nilai Cronbach’s Alpha ≥ 0,6 maka item pertanyaan dapat dikatakan reliabel dan sebaliknya.

Tabel 3.4 Skor Skala Likert  Simbol  Keterangan  Skor
Tabel 3.4 Skor Skala Likert Simbol Keterangan Skor

Teknik Analisis Data

  • Analisis Statistik Deskriptif
  • Analisis Inferensial

Teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh keadilan organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap perilaku kerja inovatif guru di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi adalah dengan uji regresi linier berganda. Uji t bertujuan untuk melihat secara parsial apakah terdapat pengaruh variabel independen yaitu keadilan organisasi (X1) dan gaya kepemimpinan (X2) terhadap variabel dependen yaitu perilaku kerja inovatif (Y) guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Kepemimpinan transformasional dan perilaku kerja inovatif: peran motivasi belajar, kompleksitas tugas dan iklim inovasi.

The impact of relational leadership on employees' innovative work behavior in the IT industry of China. The impact of organizational justice on employees' innovative work behavior: Mediating role of knowledge sharing. The impact of leadership on employees' innovative work behavior in facilities management service providers in Oman.

The effect of emotional intelligence and transformational leadership on innovative work behavior with psychological empowerment as a mediating variable. The mediating effects of organizational justice HRM practices on innovative work behavior among the hotel industry of Pakistan. Knowledge exchange and person–organization effects match the relationship between transformational leadership and innovative work behavior.

Hanya saja kita sebagai guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi dituntut untuk berbeda dengan yang lain. Jadi secara keseluruhan, Insya Allah SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi adil kepada seluruh PTK (guru dan pegawai). Anda diminta memberikan penilaian mengenai pengaruh keadilan organisasi dan gaya kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif guru SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi saat menulis disertasinya.

Gambar

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu yang Relevan
Gambar 3.1 Model Penelitian
Tabel 3.1 Distribusi Populasi
Tabel 3.2 Kisi – kisi Wawancara
+4

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap organizational citizenship behavior (OCB) karyawan pada

diterapkan Kepala Sudin adalah gaya kepemimpinan konsultatif/ Sedangkan gaya kepemimpinan partisipatif dominan diterapkan ketika pemimpin berhubungan dengan pegawai

Gaya kepemimpinan transformasional yaitu pemimpin melibatkan pengikut secara keseluruhan dan bukan memaksa apa yang ia tawarkan. Dalam gaya transformasional ini

Hubungan antara Persepsi Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (Ocb) pada Guru. Universitas Mercu

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Karyawan Divisi Sumber

Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja terhadap organizational citizenship behavior OCB pada perawat Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Pekanbaru 1.4

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Organizational Citizenship Behavior dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Studi Kasus pada Karyawan Rumah Sakit Swasta

Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan transformasional dengan organizational citizenship behavior pada