• Tidak ada hasil yang ditemukan

contoh protein dan lemak

N/A
N/A
Endang Hastorini

Academic year: 2024

Membagikan "contoh protein dan lemak"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

V.     PROTEIN DAN LEMAK

A.  Pendahuluan 1.    Latar belakang

Komponen utama dalam semua sel hidup sering disebut dengan istilah protein. Berperan sebagai pembentuk struktur sel, enzim dan katalisator segala macam proses biokimia dalam sel, di samping fungsi-fungsi yang lain. Sebagian besar protein bersifat koloid hidrofil sehingga dapat diendapkan dengan dua cara : denaturasi yang reversible, denaturasi yang reversible, endapan protein dapat larut kembali dan sifatnya masih sama seperti semula, walaupun dengan keadaan yang berbeda, misalnya pengendapan larutan putih telur bila ditambah larutan pekat garam netral NaCl, MgSO4, (NH4)2SO4  atau Alkohol encer atau aseton. Yang kedua denaturasi yang non reversible.

Pada denaturasi yang non reversible, endapan protein yang terbentuk tidak dapat larut kembali. Karena struktur berhubungan dengan fungsi biologik maka jika terdapat perubahan struktur pada protein maka senyawa ini tidak menunjukkan kembali aktifitas biologiknya.

Sedangkan lemak sendiri sering disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak  esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, memlihara suhu tubuh dan sebagai pelumas. Lemak yang termasuk dalam golongan lipida mempunyai ciri khas tidak dapat larut dalam air, akan tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter, kloroform, benzen, dan sebagainya. Kerusakan lemak dan minyak yang utama adalah karena peristiwa oksidasi dan hidrolitik, baik enzimatik maupun non enzimatik.

2.    Tujuan Praktikum

Tujuan dari praktikum acara VI. Protein dan Lemak adalah sebagai berikut :

a.

    

Memahami salah satu sifat protein, yaitu denaturasi protein.

b.

    

Mengetahui Kadar Lemak pada Sampel.

3.    Waktu dan tempat praktikum

Praktikum acara IV Protein dan lemak ini dilaksanakan pada hari Senin, 17 November 2008, pukul 10.00-14.00 WIB yang bertempat di Laboratorium Biologi Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.

B.  Tinjauan Pustaka

Protein adalah zat yang dibentuk oleh sel-sel yang hidup . Protein kebanyakan merupakan senyawa yang amorph, tak berwarna, dimana ia tak mempunyai titik cair ataau titik didih yang tertentu. Protein sangat cenderung mengalami beberapa bentuk perubahan yang dinyatakan sebagai denitrasi (Hardjono,2005).

Protein merupakan makromolekul yang disusun oleh polimer asam amino yang

membentuk ikatan bersama yaitu ikatan peptid, Ikatan ini membentuk polipeptid.Protein

memegang peranan pentig dalam proses hidup. Protein merupakan komponen utama dalam

semua sel hidup.  (Anonim, 1997)

(2)

Akibat suatu denitrasi adalah hilangnya banyak sifat biologis protein. Salah satu penyebabnya adalah perubahan temperatur. Memasak putih telur nerupakan denitrasi yang tak reversibel (Fesenden,1999).

Lemak dan minyak merupakan satu dari tiga kelas utama bahan makanan selain karbohidrat dan protein. Lemak dn minyak sangat mirip satu sama laibnnya dengan bermacam-macam kegunaanya yaitu untuk menggoreng, membuat adonan dan sebagai pellengkap dalam pembuatan salad. Lemak dan minyak merupakan gugus karboksil dan merupakan suatu ester dari gliserol ( Scuetzh, 1996)

Bila protein didihkan dalam asam atau basa encer atau bila mereka dikenai kerja enzim- enzim spesifik dalam pencernaan molekul-molekulnya dihidrolisis menjadi asam-asam amino, oleh karena itu protein erupa dengan pati dan selulosa, dalam arti molekul-molekul merekadiri dari berulang molekul yang lebih sederhana (Keenan,1995).

C.   Alat, Bahan, dan Cara Kerja 1.    Alat

      Tabung Reaksi

      Erlenmeyer

      Pipet

      Soxleth

2.    Bahan

      Putih Telur

      Aquades

      Alkohol

      Amonium Sulfat Jenuh

      HCl Pekat

      Phloroglucinol

      Minyak

3.    Cara Kerja

      Denaturasi Protein

a)    Larutkan putih telur dan air, ambil 1,5 ml, panaskan dalam tabung     reaksi dengan api kecil kemudian diberi air.

b)   Ambil 1,5 ml yang lain masukkan dalam tabung reaksi, tambahkan sedikit alkohol dengan meneteskannya, amati dan tambahkan air.

c)    Ambil 1,5 ml yang lain, masukkan dalam tabung reaksi, tambahkan larutan amonium sulfat jenuh pada suhu kamar.Larutkan kembali dengan menambah air.

(3)

         Uji Kreis untuk menunjukan adanya malonaldehid sebagai produk oksidasi lipid.

a)    Campurkan 10 ml sampai dengan 10 ml phloroglicinol 0,1 % dalam eter dan 10 ml HCl pekat.kocok merata sekitar 20 detik.

b)   Jika terbentuk warna pink menunjukan telah terbentuk malonaldehid.

c)    Bandingkan dengan aroma tengik yang tercium secara organoleptik.

D.  Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan 1.    Hasil Pengamatan

Tabel 5.1 Pengamatan Denaturasi Protein

Percobaan Koagulasi

       Memanaskan 1,5 ml larutan putih telur

di tambah 4 – 5 tetes akuades

       1,5 ml larutan putih telur + alkohol + 4 –

5 tetes akuades

       1,5 larutan putih telur +

amonium sulfat jenuh

        Awal : bening

        Proses : putih pekat

        Akhir : putih keruh

        Endapan : ada di dinding

        Awal : bening

        Proses : putih keruh

        Akhir : putih keruh

        Endapan : ada

        Awal : bening

        Proses : ada endapan yang menggumpal

        Akhir : ada endapan yang memisah

        Endapan : ada endapan yang

mengambang Sumber : Laporan Sementara

Tabel 5.2 Pengamatan Uji Kreis

(4)

Percobaan Koagulasi

   10 ml minyak + 10 ml phologlucinol + 10 HCl pekat

Awal   : kuning bening

Proses : memisah tidak ada endapan ( + kloro )

Akhir : endapan memisah, atas kuning beniing, bawah putih keruh ( + HCl) Bau     : tengik seperti obat

Sumber : Laporan Sementara 2.    Analisis Hasil Pengamatan

      Pada larutan putih telur + 4-5 tetes aquades merupakan endapan denaturasi non reversible.

      Pada larutan putih telur  +  alkohol + 4-5 tetes aquades merupakan endapan denaturasi reversible.

      Pada larutan putih telur + amonium sulfat jenuh merupakan endapan denaturasi non reversible.

      Pada uji kreis sampel (minyak) + phloroglucinool + HCl merupakan endapan non reversible.

E.  Pembahasan dan Kesimpulan 1.    Pembahasan

       Protein merupakan komponen utama dalam semua mahkluk hidup. Fungsiutama dari protein adalah sebagai pembentuk sel, enzim dan juga sebagai katasisator berbagai macam proses biokimia. Protein mempunyai sifat koloid hidrofil sehingga dapat di endapkan dengan dua cara yaitu denaturasi yang reversible dan denaturasi yang non reversible.

Sampel yang digunakan dalam percobaan ini adalah putih telur yang dipanaskan, pada awal percobaan putih telur ini berwarna putih kekuningan dan tidak mengendap, setelah dipanaskan beberapa saat terdapat endapan dan berwarna putih pekat proses ini merupakan proses denaturasi yang non reversible.

Kemudian putih telur kembali dilarutkan dengan menambahkan 4 tetes air dan ditambah 4 tetes alkohol kemudian dipanaskan, warna awalnya putih dan tidak terdapat endapan. Dalam prosesnya warnanya beruabah menjadi putih keruh dan endapannya lebih besar dari percobaan I. Pada akhir pengamatan warnanya putih keruh dan terdapat gumpalan dan proses ini merupakan denaturasi yang non reversible.

 Percobaan berikutnya putih telur ditambah 4 tetes amonium sulfat dan ditambah 4 tetes akuades kemudian dipanaskan. Warna awal percobaan putih kekuningan dan tidak ada endapan. Selama proses warnanya putih keruh dan terdapat gumpalan. Warna akhir dari percobaan berubah menjadi ke warna awal dan percobaan ini merupakan denaturasi yang reversible. 

   Pada uji kreis, minyak sebanyak 10 ml ditambah 10 ml phloroglucinol dan ditambah 10 ml

HCl pekat, awal percobaan warnanya kuning bening. Pada proses warnanya, atas berwarna

bening dan bawah kuning. Pada akhir percobaan warna pada atas berwarna kuning,

(5)

sedangkan warna bawahnyaputih keruh serta tidak bisa tercampur setelah ditambah 10 ml HCl pekat. Tidak terdapat bau tengik.

a.    Pada larutan putih telur + amonium sulfat jenuh merupakan endapan denaturasi non reversible.

b.    Pada larutan putih telur + akuades merupakan endapan denaturasi non reversible.

c.    Pada lerutan putih telur + alkohol + akuades merupakan endapan denaturasi reversible karena dapat larut kembali.

d.   Endapan putih telur tidak dapat larut kembali setelah ditambah dengan akuades.

e.    Protein akan mengalami koagulasi jika dipanaskan.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden. 1999. Kimia Organik jilid 2. Erlangga. Jakarta Keenan. 1992. Kimia Untuk Universitas Jilid 2. Erlangga Jakarta S.Hardjono. 2005. Kimia Organik UGM. Press. Yogyakarta.

Scuetzh, H. 1959. A Short Course In Organik Chemistry. Houghton Miffilin Company.

Boston.

Anonim, 1997. Kimia untuk umum. Intan Pariwara. Jakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Pada percobaan yang dilakukan pada albumin, hasil uji positif sesuai dengan literatur, di mana pemberian panas membuat protein putih telur menjadi keruh dan tidak larut

Nilai indeks putih telur didapatkan dengan cara memecahkan 2 butir telur sebagai sampel dari setiap unit percobaan pada kaca datar, dilakukan pengukuran lebar dan panjang

Minyak kelapa adalah minyak yang berwarna kuning pucat sampai tidak berwarna, atau lemak semi padat berwarna putih yang diperoleh dari daging buah kelapa, digunakan secara luas

Uji atom (N) dari ke empat sampel yaitu susu sapi (kasein), putih telur (albumin), kaldu sapi, dan ektrak kacang hijau, menujukkan hasil yang positif, sesuai dengan literatur, (

Berdasarkan percobaan yang dilakukan pada larutan protein yaitu ekstrak tempe, ekstrak tauge, putih telur, dan pepton mengalami perubahan warna yaitu berubah

Hasil yang diperoleh dari data tersebut, pada tabung reaksi pertama yang berisi sampel putih telur saja, setelah dipanaskan akan mengalami perubahan bentuk larutan, dari yang

Pada percobaan kali ini dilakukan uji kelarutan protein dimana sampel yang Pada percobaan kali ini dilakukan uji kelarutan protein dimana sampel yang digunakan

berwarna kuning, dan warna kertas seni pisang Abaka berwarna putih kekuningan. Hal Ini disebabkan oleh penggunaan bahan baku yang digunakan memang mempunyai sifat yang