• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Skripsi Pendidikan Islam di IAIN Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Contoh Skripsi Pendidikan Islam di IAIN Jember"

Copied!
100
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

Bagaimana Rencana Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama dalam Membentuk Moral Terhadap Lingkungan Di Pesisir Pantai Pancer Puger Jember Tahun 2017/2018. Bagaimana Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama Diimplementasikan dalam Membentuk Moral Terhadap Lingkungan Di Pesisir Pantai Pancer, Puger, Jember Tahun 2017/2018. Bagaimana Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama dalam Membentuk Moral Terhadap Lingkungan Di Pesisir Pantai Pancer, Puger, Jember Tahun 2017/2018.

Tujuan Penelitian

ManfaatPenelitian

Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan serta memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan agama Islam (IRA). Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan untuk menambah pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tentang penelitian serta menulis karya ilmiah yang baik sebagai landasan karya ilmiah selanjutnya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan merawat alam serta sebagai masukan dalam meningkatkan akhlak yang baik terhadap lingkungan alam.

Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi menambah khasanah kepustakaan dan mewarnai nuansa keilmuan di lingkungan kampus IAIN Jember dalam wacana Pendidikan Islam.

Definisi Istilah

Penelitian ini dapat menjadi referensi untuk menambah pengetahuan tentang akhlak yang baik khususnya bagi Ikatan Relawan Penanaman Mangrove Jember. Dengan adanya kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan menjadi contoh perilaku positif para relawan mangrove dalam meningkatkan akhlaknya terhadap Allah SWT, sesama manusia dan alam dalam penerapannya dalam kehidupan, sehari-hari, hingga lingkungan sekitar. Panama Jember yang berarti Perkumpulan Relawan Penanaman Mangrove Jember yang fokus pada kegiatan penanaman mangrove dan pembibitan serta perawatan mangrove. Upaya mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu yang positif terhadap lingkungan, seperti menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan.

Sistematika Pembahasan

Bab ini membahas tentang tinjauan literatur yang memuat penelitian-penelitian terdahulu yang dilakukan oleh peneliti lain dan membahas tentang teori-teori tentang kebijakan yang dilakukan oleh Organisasi Panama Jember mengenai program rehabilitasi mangrove yang mencakup pembentukan moral terhadap lingkungan. Bab ini membahas tentang metode-metode yang digunakan peneliti, yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, sumber penelitian, sumber data, metode pengumpulan data, keabsahan data dan terakhir tahapan penelitian. Bab ini memuat inti atau hasil penelitian yang meliputi latar belakang, objek penelitian, penyajian data, analisis dan pembahasan temuan.

Merupakan bab terakhir yang memuat kesimpulan penelitian yang disertai dengan saran dari peneliti atau penulis dan diakhiri dengan kesimpulan.

KAJIAN PUSTAKA

KajianTeori

  • Program Rehabilitasi Mangrove
  • Pembentukan Akhlak Terhadap Lingkungan

Perencanaan program restorasi mangrove Organisasi Panama dalam pembentukan moral terhadap lingkungan di pesisir pantai Pancer, Puger, Jember 2017/2018. Implementasi program rehabilitasi mangrove organisasi Panama Jember dalam menciptakan moral terhadap lingkungan di pesisir pantai Pancer Puger Jember 2017/2018. Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama Dalam Pembentukan Moral Terhadap Lingkungan Di Pesisir Pantai Pancer Puger Jember Tahun 2017/2018.

Perencanaan Program Rehabilitasi Mangrove Panama Organization dalam pembentukan moral terhadap lingkungan adalah dengan melakukan pengumpulan benih mangrove dan penyemaian benih mangrove. Implementasi Program Rehabilitasi Mangrove Panama Organization dalam pembentukan moral terhadap lingkungan hidup adalah dengan menetapkan kegiatan pembuatan lokasi penanaman mangrove dan penanaman mangrove. Evaluasi Program Rehabilitasi Mangrove Panama Organization dalam pembentukan moral terhadap lingkungan melalui kegiatan penanaman kembali mangrove dan pemeliharaan tanaman mangrove.

Perencanaan program rehabilitasi mangrove Panama Organization dalam hal moralitas terhadap lingkungan di pesisir Pantai Pancer, Puger, Jember. Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama untuk menciptakan semangat terhadap lingkungan adalah dengan program rehabilitasi mangrove yang meliputi kegiatan. Kedua, pelaksanaan program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Organisasi Panama untuk membentuk moral terhadap lingkungan, yaitu dengan membuat lokasi tanaman dan tanaman.

Ketiga, mengevaluasi program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Organisasi Panama dalam menciptakan moral terhadap lingkungan, yaitu dengan melakukan penanaman kembali tanaman mangrove dan memelihara tanaman mangrove. Perencanaan Program Rehabilitasi Mangrove Organisasi Panama untuk menciptakan moral terhadap lingkungan adalah dengan mengambil bibit mangrove dan menyemai bibit mangrove. Implementasi Program Rehabilitasi Mangrove Panama Organization untuk membentuk moral terhadap lingkungan adalah dengan membuat tempat penanaman dan penanaman mangrove.

Evaluasi terhadap program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Panama Organization dalam pembentukan moral terhadap lingkungan dilakukan dengan mengevaluasi kegiatan penanaman kembali mangrove dan pemeliharaan tanaman mangrove.

Informan dan Subyek Penelittian

Teknik Pengumpulan Data

Analisis Data

Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sebelum terjun ke lapangan, di lapangan, dan setelah berada di lapangan. Bagian ini menjelaskan prosedur data yang akan dilakukan guna memberikan gambaran bagaimana peneliti melakukan pengolahan data, seperti proses penelusuran, pengorganisasian, dan pengklasifikasian data yang akan dilakukan. Analisis data kualitatif adalah suatu usaha yang dilakukan dengan cara mengolah data, mengorganisasikan data, memilahnya menjadi sesuatu yang dapat dikelola, menggabungkan data, menemukan dan menentukan sesuatu yang penting untuk dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.34.

Menurut Miles dan Huberman, analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlanjut hingga tuntas. Kegiatan analisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dibagi menjadi tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.35. Dengan reduksi, peneliti merangkum, mengambil data dasar dan penting, membuat kategorisasi berdasarkan huruf kapital, huruf kecil dan angka.

Dalam praktiknya tidak semudah ilustrasi yang diberikan, karena fenomena sosial bersifat kompleks dan dinamis, sehingga apa yang ada ketika memasuki lapangan dan setelah beberapa lama berada di lapangan akan mengalami evolusi data. Oleh karena itu, peneliti harus selalu menguji apa yang ditemukannya ketika terjun ke lapangan, yang masih bersifat hipotetis, apakah dalam pengembangan atau tidak. Jika setelah sekian lama terjun ke lapangan, ternyata hipotesis yang dirumuskan selalu didukung oleh data yang dikumpulkan di lapangan.

Grounded theory merupakan teori yang ditemukan secara induktif, berdasarkan data yang ditemukan di lapangan, kemudian diuji melalui pengumpulan data yang berkelanjutan. Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah menarik dan memverifikasi kesimpulan.

Keabsahan Data

Triangulasi sumber berarti memperoleh data dari sumber yang berbeda dengan menggunakan teknik yang sama. Teknik triangulasi yaitu pengujian kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data dari sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.44. Sumber data primer melakukan wawancara dengan ketua dan anggota organisasi Panama Jember, sedangkan data sekunder melakukan wawancara dengan masyarakat dan nelayan Pantai Pancer, Puger, Jember.

Tahap-tahap Penelitian

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Penyajian Data dan Analisis

Berdasarkan hasil penelitian akan diuraikan data yang berkaitan dengan Program Rehabilitasi Mangrove Panama Organization dalam Pembentukan Moral Lingkungan di Pesisir Pantai Pancer, Puger, Jember. Menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam dan pelestarian alam yang dilakukan oleh para relawan mangrove dapat dimaknai sebagai pembentukan moralitas terhadap lingkungan alam. Pertama, perencanaan program rehabilitasi mangrove organisasi Panama dalam pembentukan moral lingkungan yaitu dengan pengumpulan bibit mangrove dan penanaman bibit mangrove dengan meningkatnya semangat relawan untuk mengikuti kegiatan program rehabilitasi mangrove.

Dalam perencanaan program rehabilitasi mangrove yang meliputi kegiatan pengumpulan benih mangrove dan kegiatan penaburan benih mangrove, terdapat berbagai hal yang dapat membentuk semangat terhadap lingkungan yang dilakukan oleh para relawan mangrove. Jadi dapat disimpulkan bahwa perencanaan program rehabilitasi mangrove Panama Organization untuk membentuk moral terhadap lingkungan adalah dengan cara pengambilan bibit mangrove dan penyemaian bibit mangrove. Pembentukan moralitas terhadap lingkungan dapat dibentuk melalui evaluasi kegiatan penanaman kembali mangrove dan pemeliharaan tanaman mangrove.

Dalam kegiatan tersebut para relawan melakukan kegiatan penyulaman dan melanjutkan pemeliharaan tanaman mangrove yang didalamnya termasuk pembentukan moral bagi lingkungan relawan. Pembentukan moral terhadap lingkungan hidup berupa kepedulian dan pelestarian alam serta cinta dan kepedulian terhadap alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Panama Organization adalah dalam pembentukan moral terhadap lingkungan dengan membentuk moral melalui kegiatan program regenerasi tanaman mangrove dan pemeliharaan tanaman mangrove.

Implementasi program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Panama Organization dalam pembentukan moralitas terhadap lingkungan hidup yaitu berupa pendidikan moral dalam program pembuatan tempat penanaman dan penanaman mangrove dapat membentuk moralitas terhadap lingkungan hidup. Evaluasi terhadap program rehabilitasi mangrove yang dilakukan Panama Organization dalam membentuk moralitas terhadap lingkungan yaitu dengan evaluasi program berupa kegiatan penanaman kembali mangrove dan konservasi tanaman mangrove maka dapat terbentuk moralitas terhadap lingkungan. Pembentukan moralitas terhadap lingkungan hidup berlangsung dalam bentuk kepedulian dan pelestarian alam serta kasih sayang dan kepedulian terhadap alam.

Bagaimana evaluasi program restorasi mangrove dalam pembentukan moral terhadap lingkungan di pesisir Pantai Pancer Puger Jember Tahun 2017/2018.

Tabel 4.2  Hasil Temuan
Tabel 4.2 Hasil Temuan

Pembahasan Temuan

PENUTUP

Saran

Sebagai kesimpulan dari penyusunan skripsi ini, maka perlu peneliti sampaikan beberapa saran yang dapat dijadikan sebagai kontribusi khususnya bagi organisasi Panama Jember, relawan mangrove dan seluruh masyarakat di Pantai Pancer Puger Jember untuk menjaga kelestarian alam, merawat dan menjaga alam, mencintai dan menjaga alam serta menjaga kelestarian lingkungan hidup serta menjaga sungai dan laut dari sampah serta menghindari erosi air laut dengan cara menanam pohon. Mengadakan lebih banyak kegiatan dan program yang dapat menjadi wadah bagi para relawan mangrove untuk mengembangkan diri dan menghasilkan akhlak yang baik, baik kepada Allah SWT, kepada sesama dan alam. Melestarikan dan lebih melestarikan nilai-nilai dan akhlak terhadap Tuhan, terhadap manusia, dan terhadap alam agar dapat dijadikan contoh bagi masyarakat sekitar.

Pemasangan larangan penebangan pohon mangrove di kawasan hutan mangrove oleh pimpinan organisasi dan relawan mangrove. Organisasi ini merupakan perkumpulan relawan berbasis lingkungan hidup yang diberi nama ORGANISASI PANAMA JEMBER dan didirikan pada tanggal 26 Juli 2017 dengan slogan “mangrove untuk anak cucu”. Masa berlaku organisasi Panama Jember sejak berdirinya adalah tanggal 26 Juli 2017 dan sampai waktu yang tidak ditentukan.

Pengurus Organisasi Panama Jember berkedudukan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur dengan alamat sekretariat di JL. 03 Dusun Kalimalang, Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger-Kabupaten Jember dan dapat mempunyai cabang atau perwakilan di tempat lain apabila dianggap perlu oleh Badan Pengurus Panama Jember dengan persetujuan badan pendiri. Perubahan apa saja yang dapat anda lihat dari program rehabilitasi mangrove sebelum dan sesudah dalam pembentukan moral terhadap lingkungan yang dilakukan oleh organisasi Panama Jember?

Gambar

Tabel 4.2  Hasil Temuan

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh kecerdasan emosional terhadap perilaku siswa Berdasarkan dari kajian teoritis dan analisis data yang diperoleh, serta dilanjutkan dengan pengujian hipotesis, melalui tahap

Pengorganisasian pembelajaran Pendidikan Agama Islam bagi anak tunanetra Pengorganisasian pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru PAI dengan layanan secara individual, karena dari

Untuk membentuk karakter toleransi santriwati melalui panca jiwa yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari santriwati, dengan adanya kegiatan di pondok pesantren Baitul Arqom seperti

Begitu pula Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sehingga dapat memberikan perubahan yang lebih baik terhadap narapidana wanita, yang dapat

Menurut Syafaruddin dan Irwan Nasution tujuan pembelajaran yang baik adalah yang berdimensi kognitif, afektif maupun psikomotor sehingga pencapaian hasil belajar menjadi terpadu dari

Perumusan masalah harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.5 Masalah yang akan dikaji dari peneliti ini dapat

Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan salah satu guru yang mengajar di pesantren Nuris yaitu Ustad Wahyudi beliau mengatakan bahwa: “Kalau bicara tentang kejujuran kyai itu

Persamaan penelitian terdahulu meneliti tentang perlindungan kepada nasabah dalam menggunakan ATM Perbedaan penelitian terdahulu meneliti perlindungannya saja sedangkan peneliti