• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PIM III TAHUN 2014 PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI PAPUA BARAT

N/A
N/A
Gemilang Makmur .P

Academic year: 2023

Membagikan "EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PIM III TAHUN 2014 PADA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PROVINSI PAPUA BARAT"

Copied!
141
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Defenisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen sumber daya manusia mencakup seluruh kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya manusia dalam organisasi. Lebih spesifiknya menurut Nevev, yang dimaksud dengan sumber daya manusia mencakup tiga pengertian, yaitu.

Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Uraian di atas menunjukkan bahwa tujuan organisasi manajemen manusia adalah tercapainya tujuan yang diinginkan. Manajemen sumber daya manusia merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan perekrutan, penempatan, pelatihan dan pengembangan anggota organisasi.”

Konsep Pendidikan dan pelatihan

Pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses yang menghasilkan perubahan nyata dalam perilaku sasaran pelatihan. Out Put (yang dikeluarkan) adalah perubahan tingkah laku atau kemampuan peserta setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Konsep Evaluasi

Bagaimana evaluasi program pelatihan manajemen tingkat III di BPSDM Papua Barat tahun 2014 mengenai aspek reaksi (Evaluating Reaction). Bagaimana evaluasi program pelatihan manajemen tingkat III di BPSDM Papua Barat tahun 2014 ditinjau dari aspek pembelajaran (Evaluating Learning). Bagaimana evaluasi program pelatihan manajemen tingkat III di BPSDM Papua Barat tahun 2014 ditinjau dari aspek perilaku (Evaluating Behavior).

Bagaimana evaluasi program pelatihan kepemimpinan tingkat III tahun 2014 di BPSDM Papua Barat ditinjau dari aspek hasil (Outcome Evaluation). Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat menyelenggarakan fungsi yang terdiri atas:

Di bawah ini penulis akan menguraikan dan menganalisis secara mendalam proses evaluasi Program Diklat Kepemimpinan Tingkat III pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua Barat, berdasarkan aspek-aspek sebagai berikut: 1. Informan Lebih Lanjut Bapak Ir.Marthinus Salamala , MS Dat, kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Hal tersebut juga diungkapkan oleh informan Bapak Ir.Marthinus Salamala, MS, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya informan memberitahukan kepada Bapak Ir.Marthinus Salamala,MS, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Lebih lanjut informan Bapak Ir. Marthinus Smalama, Ibu Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat menyatakan demikian.

Konsep Program Diklat Kepemimpinan

Hasil Penelitian Relevan

Definisi Konsep

Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh objek yang berkaitan dengan fokus penelitian dalam hal ini Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Wawancara yaitu melakukan wawancara langsung terhadap beberapa informan kunci untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk mengetahui bagaimana Evaluasi Program Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III yang dilaksanakan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Sehubungan dengan uraian di atas, peneliti menguraikan secara rinci aspek reaksi (Evaluating Reaction) dalam evaluasi program pelatihan yang dilaksanakan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat.

Dalam melakukan evaluasi terhadap program pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia khususnya pada Diklat Kepemimpinan Tingkat III Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat, dapat dilihat dari indikator Evaluating Reaction yaitu bagaimana melakukan evaluasi terhadap reaksi peserta pelatihan untuk mengukur sejauh mana kinerja peserta pelatihan. kepuasan peserta (kepuasan pelanggan). Sehubungan dengan uraian di atas, maka peneliti akan merinci aspek reaksi (evaluasi pembelajaran) dalam evaluasi program pelatihan yang akan dilaksanakan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Selain itu, salah satu informan yaitu Bpk. Godlief Aponno, S.STP, peserta DIKLAT Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Papua Barat menjelaskan hal itu.

Sehubungan dengan uraian diatas maka peneliti akan menguraikan secara rinci aspek Perilaku Evaluasi dalam Evaluasi Program Diklat yang akan dilakukan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Berkaitan dengan uraian diatas maka peneliti akan menguraikan secara rinci aspek Evaluasi Hasil dalam evaluasi program pelatihan yang akan dilaksanakan pada badan pengembangan sumber daya manusia Provinsi Papua Barat. Berikut jumlah peserta Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III Tahun 2014 hingga 2016 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Papua Barat.

Model Berfikir

Pendekatan Penelitian Kualitatif

Yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami subjek penelitian secara holistik dan melalui deskripsi dalam bentuk kata dan bahasa, dalam konteks alam tertentu dan menggunakan metode ilmiah yang berbeda (Moleong, 2007 :6). . Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berupaya menggambarkan solusi permasalahan terkini berdasarkan data. Sesuai dengan judul “Evaluasi Program Diklat Kepemimpinan Tingkat III Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat Tahun 2014”, peneliti menggunakan metode pendekatan kualitatif untuk menguraikan, menjelaskan, menggambarkan permasalahan yang akan dibahas dengan prosesnya. evaluasi program pelatihan, dampak pelatihan, serta faktor pendukung dan perkembangan pelaksanaan pelatihan.

Desain Penelitian

Unit Analisis dan Sumber

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Ir. Marthinus Salamala, MS Guru/Instruktur 1. Drs. 2.Agustinus Warbaal, S.Sos 3.Elsinan Yokbeth Sesa, S.Sos 4.Godlief Aponno, S.STP 5.Johanis Birahy, SH.. 6.Delilla B. Mandatjan, S.Sos 7.Kudrat Patipi SE.. di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui tinjauan literatur dan dokumentasi, yaitu mempelajari informasi dalam literatur mengenai kebijakan, teori dan konsep ilmiah yang berkaitan dengan masalah penelitian yang diteliti. Selanjutnya untuk memperoleh data melalui berbagai dokumen atau arsip seperti buku, peraturan dan bahan tertulis lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti, untuk menunjang hasil penelitian.

Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data

Setelah data terkumpul, disajikan dalam bentuk hasil wawancara, dokumentasi hasil penelitian, dan deskripsi hasil observasi. Reduksi data dalam penelitian bertujuan untuk merangkum data yang telah diurutkan berupa hal-hal yang mendasar dan penting. Penyajian data merupakan hasil reduksi data yang disajikan dalam bentuk laporan yang sistematis dan mudah dibaca atau dipahami, baik secara keseluruhan maupun sebagian dalam konteks suatu pernyataan.

Pada tahap ini peneliti menarik kesimpulan tentang data yang telah direduksi secara sistematis menjadi sebuah laporan dengan cara membandingkan, menghubungkan dan memilih data yang mengarah pada pemecahan masalah.Langkah-langkah verifikasi data adalah sebagai berikut: a) Perbandingan data hasil studi dokumenter dengan informasi dari hasil, wawancara atau observasi b) Mengidentifikasi data yang berkaitan dengan fokus penelitian. Berdasarkan keterangan di atas, maka setiap tahapan proses dilakukan untuk memperoleh keabsahan data dengan cara mengkaji seluruh data yang ada dari berbagai sumber yang diperoleh dari lapangan, baik dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan lain-lain. metode wawancara didukung dengan studi dokumenter.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Lalu apa dampak dari pelatihan tersebut dan apa saja faktor pemungkin dan penghambat yang ditemukan selama proses pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Masyarakat akan belajar lebih baik jika menyikapi lingkungan belajar secara positif, apalagi jika mereka mencapai hasil yang baik berdasarkan evaluasi terhadap program pelatihan yang akan dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat. Hal tersebut diungkapkan salah satu informan yaitu Bapak Agustinus Warbaal, S.Sos selaku peserta program diklat BPSDM Papua Barat.

Dari hasil telaah dokumen dan wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa proses pembelajaran meliputi peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan bagi peserta Program Diklat Manajemen Tingkat III di BPSDM Papua Barat yang terlihat pada indikator pembelajaran. Etwiory selaku Widyaiswara di BPSDM Papua Barat, mengenai perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti pelatihan peserta Program Diklat Kepemimpinan Tingkat III di BPSDM Papua Barat sebagai berikut. Dari hasil wawancara diatas dapat dijelaskan bahwa pelatihan manajemen III. gelar di BPSDM Provinsi Papua Barat memberikan dampak positif bagi PNS yang mengikuti pelatihan.

Program Diklat Kepemimpinan Tingkat III di BPSDM Papua Barat yang dilihat dari Indikator Perilaku (Evaluating Behavior) yaitu peserta Diklat merasa sangat nyaman menerima materi (materi) pelatihan, sehingga tujuan materi dapat terkomunikasikan dengan baik dan peserta dapat mentransformasikan pengetahuan yang diperoleh dalam lingkungan kerja yang baik. Kompetensi peserta Program Diklat Kepemimpinan Tingkat III BPSDM Papua Barat pada aspek pembelajaran (Evaluating Learning) telah mampu memberikan kontribusi tambahan pengetahuan, wawasan dan meningkatkan kualitas kerja PNS (peserta diklat) sesuai dengan yang diharapkan. tujuannya, yaitu dengan mengembangkan dan menambah pengetahuan serta wawasan pelaksanaan tugas secara menyeluruh. Untuk menyelesaikan tugas akhir program Magister Sains Manajemen Sumber Daya Aparatur (MSDA), kami akan melakukan penelitian dalam penyusunan disertasi yang berjudul : “Evaluasi Program Diklat PIM III Tahun 2014 Pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat” .

Trainee Swasana Saat ini menerima materi pelatihan dari pelatih di ruangan (BPSDM) Provinsi Papua Barat. Daftar Hadir Peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan VI (Pola Baru) Tahun 2014, Badan Diklat Provinsi Papua Barat.

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Rekomendasi

Diharapkan kepada pimpinan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat dalam pelaksanaan pelatihan/pendidikan lebih meningkatkan ketersediaan sarana seperti prasarana lab komputer, sarana olah raga, kebersihan ruang pelatihan dan kebersihan ruang peserta. akomodasi. . menjaga serta meningkatkan kemampuan atau kompetensi panitia penyelenggara dan Widyaiswara khususnya dengan menggunakan metode pembelajaran terhadap materi yang diajarkan agar lebih menarik dan bervariasi guna meningkatkan reaksi positif peserta terhadap lingkungan pelaksanaan. pelatihan. Untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan pembelajaran (Learning Assessment) sehingga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan guna meningkatkan kualitas kerja PNS (peserta pelatihan) di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Papua Barat, sesuai dengan tujuan. Diharapkan kedepannya Peserta Pelatihan dapat lebih memperhatikan Asesmen Perilaku untuk menciptakan kenyamanan dalam mengikuti mata pelajaran (Materi) pelatihan dan dapat lebih mentransformasikan pengetahuan serta mengubah pola dan perilaku secara baik dan profesional melalui program proyek perubahan di bidangnya. lingkungan kerja masing-masing sesuai dengan Materi pelatihan yang diterima dapat memberikan dampak terhadap kinerja PNS di Provinsi Papua Barat.

Peraturan Kepala Negara dengan Lembaga Tata Usaha Nomor 38 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Persiapan CPNS Kelompok III. Peraturan Kepala Negara dengan Lembaga Administrasi Nomor 39 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Diklat Persiapan CPNS Golongan I dan II. Bagaimana pendapat anda terhadap pengembangan materi yang diajarkan dan penerapan praktik kepemimpinan, sangat mendukung.

Apakah Anda (peserta magang) mampu mentransfer ilmu yang diperoleh selama pelatihan ke lingkungan kerjanya? 3 Bagaimana pendapat anda (peserta), apakah setelah mengikuti pelatihan terjadi perubahan sikap untuk selalu produktif. Kegiatan pembukaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan VI di Lingkungan Pemerintahan Papua Barat Tahun 2014 yang berlangsung pada tanggal 2 September 2014 di Manokoari di Aula BPSDM Papua Barat.

Gambar

Gambar .2 Struktur Organisasi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Lampung Barat kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan

Bersama ini kami sampaikan dengan hormat, bahwa pada tahun 2022 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan Pelatihan

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Asrul (2018) dengan judul skripsi pendidikan dan pelatihan teknis pegawai negeri sipil pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yaitu pendidikan

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan Hak Asasi Manusia merupakan organisasi baru sebagai hasil pengembangan dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan

INDIKATOR KINERJA UTAMA PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG Organisasi Sub Unit : : Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Tugas Pokok : Membantu Bupati merumuskan

Hambatan Efektivitas Pelaksanaan Pendidikan Dan Pelatihan Dengan Metode Blended Learning Pada Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat 