• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI EKONOMI BISNIS SEDERHANA

N/A
N/A
Zwadika

Academic year: 2024

Membagikan " IDENTIFIKASI EKONOMI BISNIS SEDERHANA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Paper Praktikum 1 Senin, 21 Agustus 2023 Mata Kuliah: Ekonomi dan Bisnis Ekowisata

IDENTIFIKASI EKONOMI BISNIS SEDERHANA

(Studi kasus: PT. Nestlé Indonesia & PT. Hotel Indonesia Natour)

Disusun Oleh:

Kelas Praktikum Q2

Nazwa Anindika Budiansyah J1402221045

Dosen:

Dyah Prabandari, S.P., M.Si

Asisten Dosen:

Alfian Wiguna Hutama, A. Md Ilham Arief Muttaqin, A. Md

PROGRAM STUDI EKOWISATA SEKOLAH VOKASI

INSTITUT PERTANIAN BOGOR SUKABUMI

2023

(2)

Paper Praktikum 1 Senin, 21 Agustus 2023 Mata Kuliah: Ekonomi dan Bisnis Ekowisata

(3)

I. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Lokasi

Waktu pelaksanaan pembuatan paper praktikum dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Agustus 2023. Pembuatan paper praktikum ini bertempat dikediaman pribadi penulis yang berada di Jl Ciaul Pasir, Subangjaya, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan diperlukan untuk mempermudah pelaksanaan kegiatan praktikum Identifikasi Ekonomi Bisnis Sederhana. Alat dan bahan yang digunakan membantu dalam mengumpulkan informasi, menganalisis, dan menyusun paper praktikum dengan baik. Berikut ini alat dan bahan yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Alat dan Bahan

No. Alat dan Bahan Fungsi

1. Laptop Media mencari data, membuat laporan, dan

mengumpulkan tugas hasil literatur 2. Microsoft Word Software untuk membuat laporan 3. Google Scholar Media mencari sumber literatur

C.

Tahapan Kerja

Tahapan kerja pada kegiatan pembuatan paper praktikum ini dilakukan secara sistematis. Tahapan kerja tersebut mendukung kegiatan pengambilan data.

Adapun tahapan kerjanya, yaitu:

1. Mempersiapkan alat dan bahan;

2. Mencari jurnal atau artikel ilmiah yang berhubungan dengan materi;

3. Menganalisis jurnal atau artikel ilmiah tersebut;

4. Membuat paper praktikum;

5.

Mengumpulkan paper praktikum tersebut sesuai waktu yang telah di tentukan.

(4)

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Industri Barang – PT. Nestlé Indonesia

1. Perusahaan / Produsen

PT Nestlé Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam industri barang yang merupakan bagian dari Nestle Group, perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. PT Nestle Indonesia didirikan pada tahun 1971. PT Nestlé Indonesia memproduksi berbagai macam makanan dan minuman bergizi yang sudah terkenal di dunia khususnya di Indonesia. Nestlé memiliki slogan Good Food’ Good Life yang memiliki arti bahwa Nestlé berkomitmen sebagai produsen makanan dan minuman yang peduli dengan kesehatan masyarakat serta menghasilkan produk yang aman, berkualitas, bergizi dan sehat, selain itu produk yang dihasilkan dapat memuaskan konsumen agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

2. Rumah Tangga / Konsumen

Rumah tangga atau konsumen merujuk pada orang atau kelompok yang menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

Produk-produk dari PT Nestlé Indonesia meraih banyak konsumen di seluruh Indonesia. PT Nestlé memiliki produk yang banyak disukai oleh keluarga, anak- anak, remaja, hingga orang tua. Berbagai kalangan di Indonesia bisa mendapatkan produk Nestlé melalui berbagai toko. Fungsi utama konsumen adalah membuat permintaan atas produk-produk Nestlé Indonesia. Permintaan ini mendorong perusahaan untuk terus membuat dan menyediakan produk sesuai yang diinginkan konsumen. Konsumen juga memengaruhi kualitas produk. Keputusan konsumen dalam membeli produk Nestlé Indonesia mempengaruhi penjualan dan kinerja perusahaan. Konsumen adalah "suara" pasar yang bisa mempengaruhi cara perusahaan memasarkan, menentukan harga, dan keputusan bisnis lainnya.

Gambar 1 Logo dan Slogan PT Nestlé Sumber: Website realitarakyat.com

(5)

3. Aliran penawaran produksi

PT Nestlé Indonesia memiliki banyak produk berkualitas yang dibutuhkan oleh konsumen Indonesia. PT Nestlé Indonesia menawarkan banyak jenis makanan dan minuman seperti makanan sehat, makanan instan, dan produk susu.

PT Nestlé Indonesia memiliki lebih dari 2000 merek produk. PT Nestlé Indonesia mampu menyediakan lebih dari sepuluh juta produk makanan dan minuman ke pasar. Contohnya, produk susu Nestlé adalah salah satu yang paling dikenal, baik itu susu formula bayi atau susu bubuk untuk semua usia. Produk lain yang terkenal dari Nestlé Indonesia adalah mie instan, sereal, kopi, air mineral, minuman cokelat, serta berbagai makanan praktis yang enak. Nestlé Indonesia juga memiliki produk khusus untuk kebutuhan nutrisi, seperti makanan diet dan produk nutrisi untuk olahraga.

4. Aliran penerimaan sektor rumah tangga

Proses penerimaan produk merupakan langkah-langkah yang dilakukan perusahaan untuk mencapainya barang ke tangan konsumen. Langkah ini termasuk memeriksa kualitas dan jumlah barang, serta memastikan barang sesuai pesanan dan bebas cacat. Berikut merupakan aliran penerimaan barang pada produk-produk yang dimiliki oleh PT Nestle Indonesia.

a. Supplier

Supplier adalah pihak yang menyediakan bahan baku. Supplier memiliki peran penting dalam rantai pasokan untuk memastikan bahan mentah tersedia dan cocok untuk produksi. PT Nestlé Indonesia bekerja dengan tim komersial untuk mencari dan memastikan bahan baku dari seluruh dunia. Untuk bahan baku produk susu, PT Nestlé Indonesia bermitra dengan peternak sapi di Jawa Timur yang menghasilkan banyak susu setiap hari.

b. Manufacture

Manufacture adalah Langkah di mana bahan mentah dari supplier diolah menjadi barang jadi. Misalnya, dalam produk susu, bahan mentah akan diolah menjadi produk susu melalui langkah-langkah seperti pembuatan dan pengemasan. Tahapan setelah produk siap berikutnya adalah mengemasnya

Gambar 2 Produk PT Nestlé Indonesia Sumber: Website resmi nestle.co.id

(6)

dengan bahan seperti pita perekat dan aluminium foil, lalu diletakkan dalam kotak karton. Tahapan setelah melewati proses ini yaitu produk Nestlé yang sudah jadi akan dikirim ke pengecer.

c. Distribusi

PT Nestlé Indonesia menjadikan dirinya sebagai penyalur resmi untuk produk-produk yang mereka hasilkan sendiri. Setelah menyelesaikan tahap pembuatan makanan dan minuman, produk tersebut akan disalurkan oleh PT Nestlé Indonesia ke berbagai perusahaan seperti PT Cahaya Inti Putra Sejahtera (Jakarta), PT Tulus Maju (Bogor, Depok, Sukabumi), dan CV. Sinnar Luciana Jaya (Yogyakarta), serta lainnya. PT Nestlé Indonesia juga mengedarkan produknya ke supermarket, minimarket, toko, dan pedagang grosir yang memenuhi persyaratan sebagai penyalur.

d. Pengecer

PT Nestlé Indonesia masih mengandalkan penjualan pada pasar lokal di berbagai wilayah di Indonesia. PT Nestle Indonesia menjual produk mereka langsung kepada masyarakat di daerah-daerah tersebut. PT Nestlé Indonesia juga melakukan ekspor dan impor. Salah satu produk yang diekspor adalah Nescafé, produk kopi siap minum. Pada tahap penjualan langsung, PT Nestlé Indonesia bekerja dengan berbagai jenis pengecer, seperti supermarket besar (big retailer) dan juga toko-toko kecil atau warung (small retailer) untuk menjangkau konsumen.

e. Konsumen

Tahap terakhir dalam proses mengirim atau menerima barang adalah saat barang sampai ke tangan konsumen. Tahap ini dilakukan agar konsumen dapat menggunakan barang yang dibuat. Pada tahap ini, konsumen dapat langsung membeli dan menggunakan produk dari PT Nestlé Indonesia. PT Nestlé Indonesia juga menjaga komunikasi yang baik dengan konsumen untuk berbagi informasi produk, menangani masalah, dan memastikan konsumen puas.

5. Arus barang

Arus barang atau produk dari PT Nestlé Indonesia dimulai dengan penjualan yang dapat berlangsung secara langsung. Penjualan langsung terjadi saat produk Nestlé dijual langsung kepada konsumen melalui berbagai saluran, seperti toko- toko ritel, supermarket, mini market, dan juga mungkin melalui penjualan online melalui platform e-commerce. PT Nestle Indonesia juga bekerja sama dengan produsen truk dan angkutan laut untuk mempermudah pengiriman barang.

Dampak dari arus barang ini mencakup beberapa aspek. Pertama, memengaruhi rantai pasok Nestlé, di mana distribusi yang efisien dan tepat waktu diperlukan untuk memastikan produk dapat tersedia di tempat-tempat penjualan yang beragam. Kedua, arus barang ini mempengaruhi ekonomi secara

(7)

keseluruhan, menciptakan lapangan kerja dan mendukung perekonomian negara.

Konsumen akan merasakan efek dari arus barang ini dalam beberapa cara.

Pertama, ketersediaan produk di tempat-tempat penjualan memastikan konsumen dapat dengan mudah membeli produk Nestlé sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kedua, distribusi yang efisien memastikan produk tetap segar dan berkualitas saat tiba di tangan konsumen.

B. Industri Jasa – PT. Hotel Indonesia Natour

1. Perusahaan / Produsen

PT Hotel Indonesia Natour (HIN) terbentuk ketika pembangunan dan peresmian Hotel Indonesia, hotel bintang pertama di Indonesia yang dibangun dan diresmikan pada tanggal 5 Agustus 1962 oleh Presiden Republik Indonesia pertama Ir. Soekarno. Hotel Indonesia menjadi simbol modernisme dan tradisi, dibangun untuk memperlihatkan kepribadian Indonesia dan kerja sama nasional dan internasional. Hotel Indonesia Internasional dan PT Natour bergabung menjadi PT Hotel Indonesia Natour yang memperkuat dan memperluas jaringan hotel. Sejalan dengan pengembangan yang dilaksanakan, PT HIN memiliki jaringan 12 hotel di berbagai kota di Jawa, Bali, dan Sumatera.

2. Rumah Tangga / Konsumen

Konsumen yang menginap di hotel-hotel milik PT Hotel Indonesia Natour berasal dari berbagai jenis individu atau kelompok. Individu atau kelompok tersebut memiliki latar belakang dan tujuan perjalanan yang beragam, mulai dari orang yang memiliki pertemuan bisnis penting hingga mereka yang ingin menikmati pesona alam dan budaya Indonesia. Hotel-hotel PT Hotel Indonesia Natour tersebar di berbagai tempat wisata terkenal di Indonesia seperti Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Bandung. PT. Hotel Indonesia Natour memiliki berbagai cara untuk memasarkan produk agar lebuh dikenal banyak orang. PT Hotel Indonesia Natour memiliki situs web resmi, bekerja sama dengan agen perjalanan, dan menggunakan platform pemesanan online. PT Hotel Indonesia Natour juga bekerjasama dengan perusahaan seperti maskapai penerbangan dan agen perjalanan untuk membantu orang-orang menemukan hotel-hotel mereka.

Gambar 3 Logo PT. HIN Sumber: Website vanuemagz

(8)
(9)

3. Aliran penawaran jasa

PT Hotel Indonesia Natour dikenal sebagai perusahaan terkemuka di bidang hotel dan pariwisata. PT Hotel Indonesia Natour menyediakan berbagai macam tempat menginap, mulai dari hotel mewah dengan layanan terbaik, resor eksklusif tepi pantai, hingga vila pribadi untuk liburan bersama keluarga atau teman-teman.

PT Hotel Indonesia Natour juga memiliki paket liburan khusus sesuai tema dan minat pelanggan. Terdapat paket petualangan menantang, liburan romantis, dan liburan keluarga. PT Hotel Indonesia Natour juga menyediakan layanan perencanaan pernikahan dengan lokasi dan perincian istimewa. PT Hotel Indonesia Natour berfokus pada kualitas, pelayanan, dan pengalaman pelanggan, dan selalu mencoba memberikan produk terbaik di industri hotel dan pariwisata.

4. Aliran penerimaan sektor rumah tangga

PT Hotel Indonesia Natour adalah perusahaan yang mengelola perjalanan. PT Hotel Indonesia Natour menggunakan teknologi digital untuk mengembangkan bisnis perjalanan, terdapat dua platform digital yang digunakan yaitu “Jelajahin”

yang membantu individu atau kelompok membeli tiket pesawat dan kamar hotel untuk liburan pribadi, serta “HINtrip” yang membantu perusahaan memesan paket liburan untuk perjalanan bisnis. ”Jelajahin” memudahkan membeli tiket pesawat dan memesan kamar hotel untuk liburan, dan melalui ”HINtrip

perusahaan dapat memesan paket liburan untuk karyawannya yang bepergian.

5. Arus barang

PT Hotel Indonesia Natour menjalankan strategi penjualan yang mencakup kedua saluran yaitu langsung dan tidak langsung. Saluran ini memungkinkan perusahaan untuk menjangkau berbagai pasar dan pelanggan dengan cara yang berbeda, serta memberikan pengalaman yang beragam kepada konsumen. Berikut arus barang dan dampak yang dirasakan konsumen PT Hotel Indonesia.

Gambar 4. Penginapan milik PT.HIN Sumber: Website linkedin.com

(10)

a. Penjualan Langsung

Konsumen dapat mengunjungi situs web resmi PT Hotel Indonesia Natour untuk melihat pilihan kamar, fasilitas, dan paket liburan. Konsumen dapat langsung melakukan pemesanan melalui platform. Keunggulan reservasi langsung memberikan fleksibilitas dan kontrol atas pilihan konsumen. Konsumen juga dapat menghubungi pusat pemesanan telepon perusahaan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan melakukan pemesanan melalui interaksi langsung dengan perwakilan perusahaan. Reservasi langsung juga dapat dilakukan dengan pembelian langsung di properti, saat tiba di properti PT Hotel Indonesia Natour konsumen dapat melakukan pemesanan atau pembelian layanan tambahan langsung di resepsionis atau tempat pemesanan yang tersedia.

b. Penjualan Tidak Langsung

PT Hotel Indonesia Natour bekerja sama dengan agen perjalanan dan tur operator yang menjual paket liburan dan akomodasi perusahaan kepada pelanggan. Konsumen dapat merencanakan perjalanan melalui agen yang akan mengurus segala detail termasuk pemesanan akomodasi. Penjualan tidak langsung juga dapat melalui platform pemesanan online. Melalui situs web perjalanan dan aplikasi seluler, konsumen dapat melihat dan membandingkan pilihan akomodasi serta paket liburan dari PT Hotel Indonesia Natour. Konsumen dapat melakukan pemesanan secara online melalui platform yang disediakan PT. Hotel Indonesia Natour.

c. Dampak yang Dirasakan Konsumen

Konsumen dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang produk dan layanan dari PT Hotel Indonesia Natour melalui berbagai cara, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penjualan langsung, konsumen dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan, mendapatkan informasi tambahan, bertanya, dan merasa lebih terhubung. Penjualan tidak langsung, konsumen memiliki peluang untuk mencari opsi akomodasi dan paket liburan dari berbagai sumber, membantu menemukan penawaran yang cocok dengan preferensi konsumen. Konsumen akan merasa nyaman dan puas ketika memilih produk- produk dari PT Hotel Indonesia Natour sesuai dengan keinginan baik itu melalui interaksi langsung atau perantara.

(11)

III. KESIMPULAN

Praktikum identifikasi ekonomi bisnis sederhana memiliki kesimpulan yang dibuat dalam bentuk poin sebagai berikut:

1. PT. Nestlé Indonesia, bagian dari Nestlé Group, didirikan pada 1971 dan menghasilkan berbagai makanan dan minuman. Nestlé memiliki slogan "Good Food, Good Life," perusahaan ini melayani konsumen dari segala usia dan latar belakang, mulai dari keluarga hingga individu tua. Konsumen berperan penting dalam permintaan produk Nestlé, mendorong perusahaan untuk terus memenuhi keinginan mereka. Dari produk susu hingga mie instan, kopi hingga minuman coklat, PT. Nestlé menyediakan beragam produk yang diakses melalui penjualan langsung ke toko-toko, supermarket, serta e-commerce, atau melalui distributor dan grosir. Kerja sama dengan produsen truk dan angkutan laut juga membantu dalam proses pengiriman produk.

2. PT Hotel Indonesia Natour (HIN), yang terbentuk saat Hotel Indonesia diresmikan pada 5 Agustus 1962 oleh Presiden Ir. Soekarno, menjadi tempat pilihan bagi beragam konsumen dengan latar belakang dan tujuan perjalanan yang berbeda. Dari pertemuan bisnis hingga penikmat keindahan alam dan budaya Indonesia, konsumen dapat memilih dari berbagai lokasi, termasuk Jakarta, Bali, Yogyakarta, dan Bandung. Dengan situs web resmi, kerjasama agen perjalanan, serta platform pemesanan online seperti "Jelajahin" dan "HINtrip", perusahaan ini mempermudah konsumen untuk memesan akomodasi dan paket liburan sesuai tema dan minat konsumen. Melalui strategi penjualan langsung dan tidak langsung, PT HIN memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk berinteraksi langsung dengan perusahaan atau melalui agen perjalanan, dengan tujuan memberikan pengalaman yang nyaman dan memuaskan.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Adeline Oktalia, E. J. (2022). Analisis Rantai Pasok Serta Sistem ERP Dalam Kinerja Operasional PT Nestle Indonesia. Transekonomika; Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, Volume 2 ISSUE 3.

Chandra, P. (2022). Analisis Manajemen Strategi Perusahaan Nestle. Manajemen Strategi.

Limbong, G. N. (2023). Strategi Pemulihan PT Hotel Indonesia Natour (PERSERO) Pascapandemi Covid-19. IPB Repository.

R. Giovanni Kristantyo, H. S. (2016). Kajian Yuridis Terhadap Tanggung Jawab Direksi dalam Terbentuknya PT Hotel Indonesia Natour. Diponegoro Law Journal, 3.

(13)

LAMPIRAN

Lampiran 1 Jurnal PT. Nestlé Indonesia Sumber: Jurnal Universitas Internasional Batam

(14)

Lampiran 2 Jurnal PT. Nestlé Indonesia Sumber: SCRIBD

(15)

Lampiran 3 Jurnal PT. Hotel Indonesia Natour Sumber: IPB Repository

(16)

Lampiran 4 Jurnal PT. Hotel Indonesia Natour kedua Sumber: e- Jurnal Universitas Diponegoro

Referensi

Dokumen terkait

PT Kereta Api Indonesia menyediakan berbagai macam produk dan layanan yang dapat ditawarkan oleh konsumen dan disesuikan oleh kebutuhan serta kemampuan konsumen diantarannya

Konsumen non-distributor tidak dapat membeli atau memesan langsung produk MLM dari perusahaan yang bersangkutan, dengan maksud untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari harga

Jika konsumen sudah terbiasa dengan kemudahan yang diberikan, maka secara tidak langsung produk atau layanan startup akan menjadi bagian dari kehidupan konsumen.. Makin luas produk

Yoga Pratama Putra, Pengaruh Harga, Kualitas Produk, Dan Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Pada PT. Dahlia Dewantara Unit Metro. Persaingan bisnis merupakan

Dalam penelitian ini, peneliti memilih variabel kualitas layanan, selera, harga, dan variasi produk terhadap kepuasan konsumen produk Raja Tteokbokki di Pasar Mambo

Perceived service quality atau kualitas layanan yang dirasakan konsumen dalam jasa perhotelan terjadi ketika konsumen datang masuk kedalam hotel hingga

2) Layanan pemesanan dengan cara konsumen datang langsung ke perusahaan untuk mendapatkan informasi mengenai produk mengakibatkan konsumen harus menunggu giliran

2 Promosi merupakan bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang