• Tidak ada hasil yang ditemukan

Impact of BI Rate, GDP, Capital Adequacy Ratio, and Non-Performing Financing on Islamic Bank Profitability in Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Impact of BI Rate, GDP, Capital Adequacy Ratio, and Non-Performing Financing on Islamic Bank Profitability in Indonesia"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH BI RATE, PRODUK DOMESTIK BRUTO, CAPITAL ADEQUACY RATIO, DAN NON PERFORMING FINANCING TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH DI

INDONESIA

MUHAMMAD FADHLI (20131112112) [email protected]

ABSTRACT

The purpose of this research is to examine and analyze relation between independent variable of BI Rate, Gross Domestic Product, Capital Adequacy Ratio and Non Performing Financing. Sampling determined by using purposive sampling method and the observation sampling is twelve Sharia Commercial Bank. Data obtained as secondary data on quarter financial report for Sharia Commercial Bank. Start from quarter I for year 2014 to quarter IV year 2016. The analysis tools on this research is using multiple linier regression analysis, the hypothesis is based on prior research with similar topic and another supporting theory. The results from this research shows that BI Rate, Capital Adequacy Ratio, and Non Performing Financing have significantly effect on Return On Asset Sharia Commercial Bank.

While Growth of Gross Domestic Product did not significantly effect on Return On Asset Sharia Commercial Bank.

Keywords : Return On Asset, BI Rate, Capital Adequacy Ratio, and Non Performing Financing.

1. Pendahuluan

Total laba perbankan syariah diproyeksikan mencapai Rp 2,6 triliun pada akhir 2015. Kendati meningkat dibanding realiasi tahun 2014, profitabilitas industri bank syariah Tanah Air masih di bawah realisasi tahun 2013. Faktor yang melatar belakangi penurunan laba tersebut adalah biaya pencadangan yang naik dan pendapatan operasional yang tidak tumbuh signifikan. Data tersebut mengindikasikan adanya pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.

Terlihat dari tren faktor ekonomi makro yaitu Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto dari 10 tahun terkahir, serta rasio kecukupan modal yaitu Capital Adequacy Ratio dan kredit macet pada Bank Umum Syariah (Non Performing Financing) yang secara bersamaan menunjukan tren ke arah pertumbuhan ekonomi dan industri syariah yang kurang berkembang atau dapat dikatakan tidak signifikan. Tercatat dalam statistik perbankan syariah di Indonesia oleh OJK dan Badan Pusat Statistik pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan PDB dalam 10 tahun terakhir Indonesia hanya mampu mencatat kenaikan pertumbuhan signifikan pada tahun 2009- 2012, sedangkan kredit macet pada bank syariah meskipun turun dari tahun 2015, tapi masih terhitung tinggi hingga mencapai persentase 4,42% jika dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai persentase sebesar 2,22%. Diikuti dengan tingkat CAR pada bank yang ditetapkan tinggi oleh bank syariah pada tahun 2016. Sedangkan BI Rate yang ditetapkan Bank Indonesia lebih rendah dari 10 tahun terakhir. Selaras dengan faktor yang mempengaruhi Bank dari luar dan dalam Bank tersebut, profitabilitas Bank Umum Syariah pada 10 tahun terakhir yang diukur dengan Return On Asset (ROA) juga menggambarkan pertumbuhan yang dinilai tidak signifikan bahkan cenderung menurun.

(2)

Terlihat dari ROA tahun 2016 yang masih dibawah ROA Bank Syariah tahun 2012. Tergambar dalam grafik 1.2 berikut, terindikasi adanya pengaruh dari 4 faktor tersebut terhadap ROA Bank Umum Syariah:

Gambar 1.1.

Total ROA Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah 10 Tahun Terakhir

Sumber : Statistik Perbankan Syariah OJK Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan.

Sebagai lembaga yang penting dalam perekonomian maka perlu adanya pengawasan kinerja yang baik oleh regulator perbankan. Salah satu indikator untuk menilai kinerja keuangan suatu bank adalah melihat tingkat profitabilitasnya. Profitabilitas adalah kemampuan bank dalam menghasilkan laba. Laba merupakan hal yang penting bagi bank karena di dalam laba tercermin tingkat kepercayaan masyarakat kepada bank, sebagai tolok ukur tingkat kesehatan bank, tolok ukur baik buruknya manajemen bank, dapat meningkatkan daya saing dan status bank. Berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.6/23/DPNP tanggal 31 Mei 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum, terdapat delapan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas, salah satunya yaitu return on asset.

Secara teoritis ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi kinerja bank baik faktor dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) bank itu sendiri. Faktor dalam (internal) yang mempengaruhi profitabilitas meliputi produk pembiayaan bank, performance financing, kualitas aset, dan modal (Hassan, K. dalam Anto (2012). Sedangkan faktor dari luar bank menurut Fadjar dkk. (2013) meliputi kebijakan moneter, fluktuasi nilai tukar dan inflasi, volatilitas tingkat bunga, persaingan antar bank maupun lembaga keuangan nonbank dan lain-lain.

Faktor eksternal mempengaruhi kinerja perbankan salah satunya BI rate. Ketika BI rate naik maka akan mempengaruhi sektor riil terutama usaha menengah kebawah, mengingat terbatasnya dana untuk para pelaku usaha dalam melangsungkan usaha mereka, sehingga pertumbuhan ekonomi akan menurun. Apabila pertumbuhan ekonomi menurun berakibat juga pada penurunan pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan masyarakat menurun masyarakat cenderung akan memenuhi kebutuhan konsumsinya terlebih dahulu daripada memilih untuk melakukan saving atau investasi pada Bank. Dengan berkurangnya dana yang masuk pada Bank melalui dana simpanan atau dana pinjaman, maka akan berakibat turunnya profitabilitas perbankan Syariah di Indonesia.

Sahara (2013) didalam penelitiannya menyatakan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan indikator makroekonomi yang juga mempengaruhi profitabilitas perbankan. Berdasarkan Teori Pertumbuhan Ekonomi, peneliti meyakini ketika pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan PDB naik, maka akan diikuti kenaikan dari pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan masyarakan naik, maka masyarakat akan melakukan saving, sehingga tingkat permintaan untuk dana simpanan terhadap bank syariah meningkat. Dengan meningkatnya dana simpanan masyarakat pada bank syariah, maka

0 0.5 1 1.5 2 2.5

2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017

PERSENTASE

TAHUN

ROA Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah

(3)

akan mempengaruhi profitabilitas bank syariah yang juga akan meningkat.

Modal merupakan faktor penting dalam mengembangkan usaha bank. Bank Indonesia menetapkan ketentuan mengenai kewajiban penyediaan modal minimum bank sebesar 8% yang disebut Capital Adequacy Ratio (CAR). Semakin besar CAR maka semakin besar kesempatan bank dalam menghasilkan laba karena dengan modal yang besar, manajemen bank sangat leluasa dalam menempatkan dananya kedalam aktivitas investasi yang menguntungkan. Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi maka bank tersebut mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas. Tingginya rasio modal dapat melindungi deposan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bank, dan pada akhirnya dapat meningkatkan mendapatan suatu bank.

Non Performing Financing NPF lebih dikenal dengan nama Non Performing Loan (NPL) di dalam bank konvensional. NPF mencerminkan risiko pembiayaan. Semakin tinggi rasio ini, menunjukkan kualitas pembiayaan bank syariah semakin buruk. Pengelolaan pembiayaan sangat diperlukan oleh bank, mengingat fungsi pembiayaan sebagai penyumbang pendapatan terbesar bagi bank syariah.

Bertambahnya NPF akan mengakibatkan hilangnya kesempatan untuk memperoleh pendapatan dari pembiayaan yang diberikan sehingga mempengaruhi perolehan laba dan berpengaruh buruk pada ROA.

Berdasarkan pernyataan diatas menarik untuk diteliti lebih lanjut, maka peneliti mengangkat penelitian kali ini dengan judul “Pengaruh BI Rate, Produk Domestik Bruto, Capital Adequacy Ratio, dan Non Performing Financing terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia”.

2. Metode Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah laporan triwulan Bank Umum Syariah yang terdapat pada website masing-masing bank. Dalam penelitian skripsi ini menggunakan periode pengamatan selama 3 tahun menggunakan laporan keuangan triwulan yaitu triwulan I pada tahun 2014 hingga triwulan IV pada tahun 2016. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel, yang merupakan gabungan antara data crossection dan data runtut waktu (timeseries). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data laporan keuangan triwulan bank umum syariah diperoleh melalui website masing - masing bank tersebut, suku bunga Bank Indonesia yang diperoleh dari website Bank Indonesia (BI) www.bi.go.id, serta Produk Domestik Bruto yang terdapat pada data pertumbuhan PDB oleh Badan Pusat Statistik.

Model sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah salah satu teknik pengambilan sampel dalam non probability sampling dimana informasi yang dikumpulkan dari target atau kelompok tertentu dengan beberapa dasar atau pertimbangan tertentu sesuai dengan kebutuhan peneliti (Sekaran dan Bougie, 2013).

Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai variabel terikat adalah profitabilitas dengan Return On Asset (ROA) sebagai indikator pengukurannya. Menurut Prihadi (2008: 68) dan Kasmir (2012: 208) Return On Asset yaitu (ROA, laba atas asset) mengukur tingkat laba terhadap asset yang digunakan dalam menghasilkan laba tersebut, dimana persentase rasio ini dinyatakan oleh rumus sebagai berikut.

Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) yaitu merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik (Bank Indonesia). Variabel BI Rate diukur dengan skala ratio. Data operasional yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari data BI

ROA = Net Profit After Tax x 100%

Total Asset

(4)

Rate Bank Sentral Republik Indonesia periode tahun 2014-2016 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia.

Penelitian ini menggunakan Produk Domestik Bruto (PDB) sebagai variabel yang diyakini mempengaruhi ROA dari Bank Umum Syariah, PDB merupakan jumlah produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi pada suatu daerah di saat tertentu biasanya dalam kurun waktu satu tahun (Mankiw, 2007). Dalam penelitian ini variabel PDB yang digunakan adalah dalam bentuk pertumbuhan PDB rii per-tahun. Pertumbuhan PDB diukur dengan membandingkan dengan PDB kurun waktu t dengan PDB kurun waktu t-1. Data yang digunakan adalah pertumbuhan tahunan sesuai dengan data lain yang digunakan. Data langsung diambil dari BPS pertumbuhan GDP.

Data yang disediakan sudah berupa data tahunan. Pertumbuhan GDP dapat dihitung dengan rumus (BPS 2008):

𝐺𝑡 =(𝑃𝐷𝐵𝑡− 𝑃𝐷𝐵𝑡−1)

𝑃𝐷𝐵𝑡 𝑥100%

Modal merupakan faktor internal yang diyakini sangat mempengaruhi profitabilitas bank. Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio yang memperlihatkan seberapa jauh seluruh aktiva bank yang mengandung risiko (kredit, penyertaan, surat berharga, tagihan pada bank lain) ikut dibiayai dari dana modal sendiri bank disamping memperoleh dana-dana dari sumber-sumber diluar bank, seperti dana masyarakat, pinjaman (utang), dan lain-lain (Dendawijaya, 2009:121). Dendawijaya (2009:121) dan Kuncoro dan Suhardjono (2002) menyebutkan bahwa Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) bank dihitung berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003 diwajibkan setiap bank mempunyai KPMM atau CAR 8%. Menurut Undang-undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang penilaian terhadap faktor permodalan terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) menetapkan bahwa:

Menurut Surat Edaran Bank Indonesia Nomor.9/24/DPbs Tahun 2007 tentang Sistem Penilaian Kesehatan Bank berdasarkan prinsip syariah, Non Performing Financing adalah pembiayaan yang terjadi ketika pihak debitur (mudharib) karena berbagai sebab, tidak dapat memenuhi kewajiban untuk mengembalikan dana pembiayaan (pinjaman). Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 17/19/DPUM tanggal 8 Juli 2015 menginformasikan Rasio Non Performing Financing dengan perhitungan sebagai berikut:

Statistik deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan suatu data yang dilihat dari mean, median, deviasi standar, nilai minimum, nilai maksimum, sum, range, kurtosis dan kemencengan distribusi (Ghozali, 2016). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel. Ada 2 uji analisis regresi data panel yaitu, uji chow dan uji housman. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda (multiple regression) dengan menggunakan alat statistic EViews 9. Model dalam penelitian ini adalah:

Keterangan :

ROA = Return On Asset pada periode waktu t α = Konstanta

β1 β2 β3 β4 = Koefisien Regresi

BIR = BI Rate pada periode waktu t

CAR = (Modal : ATMR) x 100%

ROA𝑖,𝑡

= α + β

1 BIR𝑖,𝑡 + β2 GPDB𝑖,𝑡

+ β

3 CAR𝑖,𝑡

+ β

4 NPF𝑖,𝑡

+

ε1

(5)

GPDB = Pertumbuhan PDB pada periode waktu t CAR = Capital Aquancy Ratio pada periode waktu t NPF = Non performing financing pada periode waktu t ε1 = Error (kesalahan pengganggu).

Dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji asumsi klasik yaitu uji multikoliniearitas, uji autokorelasi, dan uji heteroskedastisitas untuk menghasilkan hasil regresi yang terbaik.

Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan metode uji Jarque-Bera. Pada angka Jarque-Bera lebih besar dari 5%, Ho tidak dapat ditolak, atau bahwa data berdistribusi normal (Winarno, 2011).

Uji multikoliniearitas dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua (atau lebih) variabel independen yang secara Bersama-sama mempengaruhi variabel independen yang lain.

Apabila nilai F hitung lebih besar dari α dan derajat kebebasan tertentu, maka model mengandung unsur multikolinearitas. Pada pengujian ini F kritis pada yang ditetapkan adalah sebesar 0.8 (Gujarati, 2007).

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam suatu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi dapat diidentifikasi dengan melakjukan uji Durbin Watson. Ketentuan yang menentukan adanya autokorelasi Apabila d berada di antara 1,54 dan 2,46 maka tidak ada autokorelasi (Winarno, 2011).

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain atau disebut sebagai varians tak sama atau nonkonstan, jika varians dari residual satu pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Ketentuan dalam pengambilan keputusan tersebut yaitu jika nilai probabilitas lebih besar dari α = 5% atau 0,05 maka dapat dikatakan tidak adanya heteroskedastisitas pada data. Apabila probabilitas lebih kecil dari α = 5% atau 0,05 maka dapat dikatakan adanya heteroskedastisitas pada data (Gujarati, 2007).

Pengujian hipotesis untuk masing-masing variabel BI Rate, Produk Domestik Bruto, Capital Adequacy Ratio, dan Non Performing Financing terhadap Profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia. menggunakan uji signifikansi parameter individual (uji t). Uji regresi parsial merupakan pengujian yang dilakukan terhadap variabel dependen atau variabel terikat (Ghozali, 2016). Adapun mengenai hipotesis-hipotesis yang dilakukan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut:

H1 : Suku bunga (BI Rate) berpengaruh negatif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

H2 : Pertumbuhan Produk Domestik Bruto berpengaruh positif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

H3 : Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap ROA bank umum syariah.

H4 : Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

Uji Koefisien Determinasi atau yang biasa disebut Adjusted R Square menunjukkan kemampuan model untuk menjelaskan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Ujian Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel independen (Winarno, 2011). Apabila nilai adjusted r square semakin mendekati 1 maka variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel-variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai adjusted r square, maka kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas.

(6)

3. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Tabel 3.1

Kriteria Pemilihan Sampel

.

Sumber : Data Sekunder yang Diolah Tabel 3.2

Statistik Deskriptif

Sumber : Output EViews diolah, 2017 Tabel 3.3

Hasil Uji Normalitas

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Kriteria Jumlah

Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal I tahun 2014 - kuartal IV tahun 2016

12

Periode Tahun 3

Jumlah Pengamatan Awal 144

Outliers (69)

Jumlah Pengamatan Setelah Outliers 75

(7)

Berdasarkan pada Gambar 3.3 adalah bahwa nilai probabilitas yang di dapat sebesar 0,211664 yang menunjukkan nilai ini lebih besar dari 5% atau 0,05. Dapat disimpulkan bahwa data tersebut menunjukkan terdistribusi secara normal dengan jumlah observasi sebanyak 75, sehingga model penelitian ini dinyatakan telah memenuhi asumsi normalitas.

Tabel 3.4

Hasil Uji Multikoliniearitas

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Berdasarkan pada Tabel 3.4 yang tertera di atas adalah bahwa koefisien korelasi antara variabel independen masih berada dibawah 0,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan model dalam penelitian ini bebas dari masalah multikolinearitas. Dapat disimpulkan bahwa masing - masing variabel independen tidak ditemukan adanya gejala multikolinearitas sehingga telah memenuhi uji asumsi klasik yang ada.

Tabel 3.5 Hasil Uji Autokorelasi

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Berdasarkan pada Tabel 3.5 yang tertera di atas adalah bahwa nilai dari Durbin-Watson (DW) dari model penelitian yang digunakan adalah sebesar 1,547017. Ketentuan yang menentukan adanya autokorelasi Apabila d berada di antara 1,54 dan 2,46 maka tidak ada autokorelasi. Dapat disimpulkan bahwa nilai DW yang ada di dalam penelitian ini diantara 1,54 dan 2,46 sehingga tidak terdapat autokorelasi dalam penelitian ini dan telah memenuhi uji asumsi klasik yang ada.

BIR GPDB CAR NPF

BIR

1 -0.416896376 0.049623834 0.066556928

GPDB

-0.416896376 1 0.096824967 -0.066312192

CAR

0.049623834 0.096824967 1 -0.256196066

NPF

0.066556928 -0.066312192 -0.256196066 1

Effects Specification

Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.827820 Mean dependent var 0.006829

Adjusted R-squared 0.800917 S.D. dependent var 0.004651

S.E. of regression 0.002075 Akaike info criterion -9.382674

Sum squared resid 0.000276 Schwarz criterion -9.042776

Log likelihood 362.8503 Hannan-Quinn criter. -9.246957

F-statistic 30.77048 Durbin-Watson stat 1.547017

Prob(F-statistic) 0.000000

(8)

Tabel 3.6

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Berdasarkan pada Tabel 3.6 adalah bahwa masing-masing variabel independen tidak memiliki nilai probabilitas signifikansi dibawah 0,05. Nilai signifikansi ketiga variabel independen tersebut adalah 0,1102 untuk BI Rate (BIR), 0,9913 untuk Pertumbuhan PDB (GPDB), 0.9510 untuk CAR, dan 0,3909 untuk NPF. Hasil output eviews menunjukan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang terkena gejala heteroskedastisitas yang berarti bahwa penelitian ini telah memenuhi uji asumsi klasik yang ada.

Tabel 3.7

Hasil Uji Chow Pada Model Penelitian

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Berdasarkan pada Tabel 3.7 yang tertera di atas adalah bahwa nilai dari probabilitas dari Chi Square adalah sebesar 0,0000. Hasil tersebut menunjukan bahwa nilai Chi Square < 0,05 atau 0,0000

< 0,05 yang berarti model yang terbaik untuk digunakan dalam penelitian adalah model fixed effect.

Tabel 3.8

Hasil Uji Housman Pada Model Penelitian

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 8.204825 (6,64) 0.0000

Cross-section Chi-square 42.789660 6 0.0000

Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled

Test cross-section random effects

Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 16.192888 4 0.0028

(9)

Berdasarkan pada Tabel 3.8 yang tertera di atas adalah bahwa nilai dari probabilitas dari Cross Section Random adalah sebesar 0,0028. Hasil tersebut menunjukan bahwa nilai Cross Section Random

< 0,05 atau 0,0028 < 0,05 yang menunjukan model yang terbaik untuk digunakan dalam penelitian ini adalah model fixed effect.

Tabel 3.9

Hasil Uji Regresi Data Panel

Sumber : Output EViews diolah, 2017.

Berikut ini merupakan hasil uji parsial yang terdapat pada Tabel 3.9 yaitu sebagai berikut:

1. Hipotesis 1: Suku bunga (BI Rate) berpengaruh negatif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

Pada tabel 3.9 diketahui bahwa BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016. Hal ini ditunjukan oleh t-statistik yang lebih kecil dibanding dengan t-tabel (- 6.017033 < 1.66691). Hasil t-hitung BI Rate sejalan dengan Ha1 yang diajukan, yaitu BI Rate berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas (ROA) bank umum syariah di Indonesia. Nilai probabilitas signifikansi variabel BI Rate menunjukkan hasil sebesar 0.0000 lebih kecil sama dengan 0,05.

2. Hipotesis 2: Pertumbuhan Produk Domestik Bruto berpengaruh positif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

Pada tabel 3.9

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016.

Hal ini ditunjukan oleh t-statistik yang lebih kecil dari t-table (-0.856742 < 1.66691) dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,514037 dan nilai probabilitas signifikansi sebesar 0,0030.

3. Hipotesis 3: Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif terhadap ROA bank umum syariah.

Pada tabel 3.9 Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016. Hal ini ditunjukan oleh t-statistik yang lebih besar dibanding dengan t-tabel, Nilai

Dependent Variable: ROA Method: Panel Least Squares Date: 06/08/17 Time: 05:35 Sample: 2014Q1 2016Q4 Periods included: 12 Cross-sections included: 7

Total panel (unbalanced) observations: 75

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

BIR -0.396401 0.065880 -6.017033 0.0000 GPDB -0.856742 0.277570 -3.086583 0.0030

CAR 0.003886 0.000689 5.639213 0.0000

NPF -0.166942 0.032451 -5.144380 0.0000

C 0.081773 0.016305 5.015348 0.0000

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.827820 Mean dependent var 0.006829 Adjusted R-squared 0.800917 S.D. dependent var 0.004651 S.E. of regression 0.002075 Akaike info criterion -9.382674 Sum squared resid 0.000276 Schwarz criterion -9.042776 Log likelihood 362.8503 Hannan-Quinn criter. -9.246957 F-statistic 30.77048 Durbin-Watson stat 1.547017 Prob(F-statistic) 0.000000

(10)

t-tabel (5.639213 > 1,66691). Nilai probabilitas signifikansi variabel CAR menunjukkan hasil sebesar 0.0000 lebih kecil sama dengan 0,05.

4. Hipotesis 4: Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif terhadap ROA bank umum syariah di Indonesia.

Non Performing Financing (NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016. Hal ini ditunjukan oleh t-statistik yang lebih kecil dibanding dengan t-tabel, Nilai t-tabel (-5.144380

< 1,66691). Hasil t-hitung NPF sejalan dengan Ha4 yang diajukan, yaitu NPF berpengaruh negatif terhadap Profitabilitas (ROA) bank umum syariah di Indonesia. Nilai probabilitas signifikansi variabel NPF menunjukkan hasil sebesar 0.0000 lebih kecil sama dengan 0,05.

Berikut ini merupakan hasil uji koefisien determinasi (R2

) yang terdapat pada Tabel 3.9 yaitu nilai dari Adjuster R-squared sebesar 0.800917. Hasil tersebut menunjukan bahwa sebesar 80.0917% BI Rate, Pertumbuhan Produk Domestik Bruto, Capital Adequacy Ratio, dan Non Performing Financing mampu mempengaruhi dan menjelaskan ROA Bank Umum Syariah di Indonesia. Sedangkan sisanya 19,9083% dipengaruhi oleh faktor lain di luar dari model penelitian ini.

4. Implikasi Manajerial

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisa Pengaruh BI Rate, Produk Domestik Bruto, Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah Periode laporan kuartal (triwulan) 2014-2016. Diperoleh hasil bahwa tiga dari empat variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap profitabilitas yang diukur dengan Return On Asset (ROA), sedangkan satu variabel independen lainnya tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah. BI Rate, dan Non Performing Financing (NPF) memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap variabel ROA bank umum syariah, Capital Adequacy Ratio (CAR) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ROA bank umum syariah, sedangkan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tidak berpengaruh terhadap ROA bank umum syariah.

Pengaruh BI Rate terhadap ROA bank umum syariah dalam penelitian ini mempunyai hasil bahwa BI Rate berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap ROA bank umum syariah. Hasil tersebut semakin menjelaskan tinjauan kepustakaan peneliti kali ini bahwa meningkatnya BI Rate akan diikuti menurunnya kondisi sektor riil terutama usaha menengah kebawah, mengingat terbatasnya dana untuk para pelaku usaha dalam melangsungkan usaha mereka, sehingga pertumbuhan ekonomi akan menurun. Apabila pertumbuhan ekonomi menurun berakibat juga pada penurunan pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan masyarakat menurun masyarakat cenderung akan memenuhi kebutuhan konsumsinya terlebih dahulu daripada memilih untuk melakukan saving atau investasi pada Bank. Dengan berkurangnya dana yang masuk pada Bank melalui dana simpanan atau bagi hasil, maka akan berakibat turunnya profitabilitas perbankan Syariah di Indonesia.

Hasil dalam penelitian ini membuktikan bahwa Capital Adequacy Ratio (CAR) mempunyai pengaruh positif terhadap ROA Bank Umum Syariah. Hal ini membuktikan tinjauan kepustakaan peneliti bahwa ketika suatu bank umum syariah yang memiliki pencadangan permodalan yang baik dan cenderung tinggi, maka akan meningkatkan kinerja dan profitabilitas dari bank umum syariah tersebut. Bank Indonesia mensyaratkan seluruh bank umum yang ada di Indonesia melakukan pencadangan modal yaitu sebesar 8% yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No.5/12/PBI/2003 tanggal 17 Juli 2003. Dengan pencadangan permodalan yang baik dari sebuah bank, maka perputaran kas dan aktiva perusahaan juga akan lebih baik, hal itu tergambarkan juga oleh penelitian kali ini dimana dari 12 bank umum syariah Indonesia tersebut, ketika memiliki CAR yang tinggi, maka akan terindikasi mempunyai ROA yang tinggi juga.

Pada variabel Non Performing Financing (NPF) dalam penelitian ini terbukti memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap variabel Return On Asset (ROA). Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi rasio NPF maka akan semakin rendah nilai profitabilitas bank yang diukur melalui ROA Bank umum syariah harus lebih selektif dalam memberikan pembiayaan untuk menghindari potensi lonjakan pembiayaan yang bermasalah. Bank umum syariah harus menurunkan tingkat NPF nya sampai dengan

(11)

5% sesuai dengan ketentuan PBI No.13/3/2011 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank. Adanya peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk dapat mengambil keputusan pemberian pembiayaan yang dapat disalurkan, sehingga dapat meminimalisir terjadinya pembiayaan bermasalah dalam bank umum syariah. Bank Umum Syariah harus selalu menjaga besarnya NPF, agar nilai NPF bank syariah tidak mencapai 5%. Dalam hal ini bank syariah harus memperbaiki kinerjanya dengan melakukan restrukturisasi pembiayaan bagi NPF bank yang nilainya diatas 5% (Infobank, 19 Agustus 2016).

Variabel yang terbukti tidak mempunyai pengaruh terhadap profitabilitas bank umum syariah yang di proksikan dengan ROA adalah Pertumbuhan Produk Domestik Bruto. Tinjauan pustaka yang diangkat oleh peneliti kali ini sebagian besar mengatakan bahwa ketika PDB pada suatu negara mengalami pertumbuhan atau kenaikan, maka akan diikuti kenaikan pendapatan pada masyarakat.

Kenaikan pendapatan masyarakat tersebut akan mendorong masyarakat untuk melakukan saving atau investasi untuk mengantisipasi perekonomian yang sedang menurun atau memiliki kepentingan yang tidak terprediksi. Masyarakat memiliki pilihan diantaranya adalah melakukan saving di bank atau melakukan investasi lainnya yang dapat meningkatkan pendapatannya tersebut. Ketika masyarakat menentukan pilihannya untuk melakukan saving di bank, maka masyarakat juga akan dihadapkan oleh pilihan akan melakukan simpanan di bank konvensional atau di bank syariah, karena perbedaan sistem dari kedua bank tersebut dimana bank konvensional memiliki bunga simpanan seperti bunga deposito, sedangkan bank syariah melarang adanya praktek riba sehingga tidak memiliki sistem bunga pada produk simpanannya.

5. Simpulan, Saran, dan Keterbatasan

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1.

BI Rate berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016.

2.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto tidak memiliki pengaruh terhadap profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016.

3. Capital Adequacy Ratio (CAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA)

Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016.

4. Non Performing Financing

(NPF) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas (ROA) Bank Umum Syariah di Indonesia periode laporan kuartal tahun 2014 hingga 2016.

Beberapa keterbatasan yang dihadapi penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data yang diambil berasal dari Bank Umum Syariah yang telah mempublikasikan laporan keuangan semesternya periode tahun 2014-2016.

2. Faktor Internal Bank yang diteliti pada penelitian ini berfokus kepada CAR dan NPF, sedangkan faktor eksternal perusahaan dalam penelitian ini adalah pendapatan nasional (Produk Domestik Bruto), dan Suku Bunga BI Rate, sehingga kurang signifikan untuk menggambarkan pengaruh keseluruhan faktor internal dan eksternal bank terhadap profitabilitas bank syariah.

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:

1. Menambahkan variabel faktor eksternal dan internal bank tidak diteliti dalam penelitian kali ini.

2. Menambah objek penelitian Bank Syariah seluruhnya yang ada di Indonesia termasuk BPR Syariah dan Unit Usaha Syariah.

3. Tidak menggunakan analisis data panel, karena mengingat daftar

outliers yang hamper

menyentuh setengah data normal yang diolah (dapat dilihat pada lampiran) oleh peneliti saat ini

untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Anto dan Wibowo, M.G. 2012.Faktor-Faktor Penentu Tingkat Profitabilitas Bank Umum Syariah Di Indonesia. Dalam Jurnal Ekonomi Islam. La_Riba Volume VI, No. 2.

Bank Indonesia (2003). Peraturan Bank Indonesia No.5/12/PBI/2003. tanggal 17 Juli 2003. Perihal Pencadangan Modal Bank Umum.

Bank Indonesia. (2004). Surat Edaran Bank Indonesia Nomor: 6/23/DPNP/2004. Perihal Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Bank Indonesia (2011). Peraturan Bank Indonesia Nomor.13/3/2011 tentang Penetapan Status dan Tindak Lanjut Pengawasan Bank.

Bank Indonesia. (2015). Nomor 17/19/DPUM tanggal 8 Juli 2015. Perihal Perhitungan Rasio Non Peforming Financing (NPF)

Dendawijaya, Lukman, (2009), Manajemen Perbankan, Ghalia Indonesia, Jakarta.

Ghozali, Imam. (2016). Aplikasi Analisis Mulitivariate Dengan Program Ibm Spss 23, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gujarati, Damodar N. (2007). Dasar - dasar Ekonometrika. Edisi ketiga jilid 2. Jakarta : Erlangga.

Kasmir. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Edisi Satu. Cetakan Ketujuh. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Kuncoro dan Suhardjono, (2002), Manajemen Perbankan (Teori dan Aplikasi), Edisi Pertama, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Mankiw, N. Gregory. (2007). Teori Makroekonomi. Edisi Keenam. Terjemahan : Imam Nurmawan.

Jakarta : Erlangga.

Otoritas Jasa Keuangan (2007-2016). Statistik Perbankan Syariah. Departemen Perizinan dan Informasi Perbankan.

Sahara, A. Y. (2013). Analisis Pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI, dan Produk Domestik Bruto Terhadap Return On Asset (ROA) Bank Syari’ah di Indonesia. Ilmu Manajemen Universitas Negeri Surabaya I (1): 149-157.

Sekaran, Uma dan Bougie, Roger. 2013. Research Methods for Business. United Kingdom: Jhon Wiley

& Sons Ltd.

Toto Prihadi. (2008). Deteksi Cepat Kondisi Keuangan : 7 Analisis Rasio Keuangan. Cetakan 1. Jakarta:

PPM.

UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Syariah. penilaian terhadap faktor permodalan terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR).

Winarno, W. W. (2011). Analisis Ekonometrika Dan Statistika Dengan Eviews. Yogyakarta: Stim Ykpn.

www.bi.go.id www.bps.go.id www.infobank.net www.ojk.go.id

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN I. Daftar Objek Penelitian.

No. Nama Bank Umum Syariah Tahun

Didirikan

1 Bank Muamalat Indonesia 1992

2 Bank Syariah Mandiri 1999

3 Bank Syariah Mega Indonesia 2004

4 Bank Syariah BRI 2008

5 Bank Syariah Bukopin 2010

6 Bank BNI Syariah 2009

7 Bank Jabar dan Banten Syariah 2010

8 Bank Panin Syariah 2009

9 Bank Victoria Syariah 2010

10 Bank BCA Syariah 2010

11 Maybank Indonesia Syariah 2010

12 Bank Tabungan Pensiunan Nasional 2014

Lampiran II. Data Seluruh Variabel.

Bank Tahun Quartal ROA CAR NPF

BANK SYARIAH MANDIRI 2014 1 0.0177 0.149 0.0265

BANK SYARIAH MANDIRI 2 0.0066 0.1494 0.039

BANK SYARIAH MANDIRI 3 0.008 0.1563 0.0423

BANK SYARIAH MANDIRI 4 0.0017 0.1481 0.0429

BANK SYARIAH MANDIRI 2015 1 0.0081 0.1512 0.0441

BANK SYARIAH MANDIRI 2 0.0055 0.1197 0.047

BANK SYARIAH MANDIRI 3 0.0042 0.1184 0.0434

BANK SYARIAH MANDIRI 4 0.0056 0.1285 0.0405

BANK SYARIAH MANDIRI 2016 1 0.0056 0.1339 0.0432

BANK SYARIAH MANDIRI 2 0.0062 0.1369 0.0374

BANK SYARIAH MANDIRI 3 0.006 0.135 0.0363

BANK SYARIAH MANDIRI 4 0.0059 0.1401 0.0313

BANK MUAMALAT 2014 1 0.0144 0.1764 0.0156

BANK MUAMALAT 2 0.0103 0.1631 0.0318

BANK MUAMALAT 3 0.001 0.1351 0.0474

(14)

BANK MUAMALAT 4 0.0017 0.1391 0.0485

BANK MUAMALAT 2015 1 0.0062 0.1461 0.0473

BANK MUAMALAT 2 0.0051 0.1491 0.0381

BANK MUAMALAT 3 0.0036 0.1371 0.0349

BANK MUAMALAT 4 0.002 0.1236 0.042

BANK MUAMALAT 2016 1 0.0025 0.121 0.0433

BANK MUAMALAT 2 0.0015 0.1278 0.0461

BANK MUAMALAT 3 0.0013 0.1275 0.0192

BANK MUAMALAT 4 0.0022 0.1274 0.014

BANK BRI SYARIAH 2014 1 0.0046 0.1415 0.0336

BANK BRI SYARIAH 2 0.0005 0.1399 0.0361

BANK BRI SYARIAH 3 0.003 0.1386 0.0419

BANK BRI SYARIAH 4 0.0008 0.1289 0.0365

BANK BRI SYARIAH 2015 1 0.0053 0.1322 0.0396

BANK BRI SYARIAH 2 0.0078 0.1103 0.0438

BANK BRI SYARIAH 3 0.008 0.1382 0.0386

BANK BRI SYARIAH 4 0.0077 0.1394 0.0389

BANK BRI SYARIAH 2016 1 0.0099 0.1466 0.039

BANK BRI SYARIAH 2 0.0103 0.1406 0.0383

BANK BRI SYARIAH 3 0.0098 0.143 0.0389

BANK BRI SYARIAH 4 0.0096 0.2063 0.0319

BANK BNI SYARIAH 2014 1 0.0122 0.1567 0.0127

BANK BNI SYARIAH 2 0.0111 0.1453 0.0136

BANK BNI SYARIAH 3 0.0111 0.1935 0.0152

BANK BNI SYARIAH 4 0.0127 0.1843 0.0104

BANK BNI SYARIAH 2015 1 0.012 0.154 0.013

BANK BNI SYARIAH 2 0.013 0.1511 0.0138

BANK BNI SYARIAH 3 0.0132 0.1538 0.0133

BANK BNI SYARIAH 4 0.0143 0.1548 0.0146

BANK BNI SYARIAH 2016 1 0.0165 0.1585 0.0159

BANK BNI SYARIAH 2 0.0159 0.1556 0.015

BANK BNI SYARIAH 3 0.0153 0.1582 0.0141

BANK BNI SYARIAH 4 0.0144 0.1492 0.0164

BANK BCA SYARIAH 2014 1 0.0086 0.2168 0.0005

BANK BCA SYARIAH 2 0.0069 0.2183 0.0004

BANK BCA SYARIAH 3 0.0067 0.3518 0.0005

(15)

BANK BCA SYARIAH 4 0.008 0.296 0.001

BANK BCA SYARIAH 2015 1 0.0071 0.2553 0.0088

BANK BCA SYARIAH 2 0.0079 0.2356 0.0058

BANK BCA SYARIAH 3 0.0086 0.366 0.0044

BANK BCA SYARIAH 4 0.01 0.343 0.005

BANK BCA SYARIAH 2016 1 0.0076 0.3916 0.004

BANK BCA SYARIAH 2 0.009 0.3793 0.0047

BANK BCA SYARIAH 3 0.01 0.371 0.003

BANK BCA SYARIAH 4 0.0113 0.3678 0.0021

MAYBANK SYARIAH 2014 1 0.0561 0.6493 0

MAYBANK SYARIAH 2 0.0236 0.6151 0.047

MAYBANK SYARIAH 3 0.0375 0.6324 0.0037

MAYBANK SYARIAH 4 0.036 0.5214 0.0429

MAYBANK SYARIAH 2015 1 -0.0263 0.5216 0.0256

MAYBANK SYARIAH 2 -0.164 0.445 0.0441

MAYBANK SYARIAH 3 -0.1059 0.4305 0.0435

MAYBANK SYARIAH 4 -0.2013 0.384 0.0493

MAYBANK SYARIAH 2016 1 -0.029 0.4657 0.0459

MAYBANK SYARIAH 2 -0.1102 0.4563 0.0239

MAYBANK SYARIAH 3 -0.1038 0.4607 0

MAYBANK SYARIAH 4 -0.0951 0.5506 0.046

BANK BJB SYARIAH 2014 1 -0.0178 0.1695 0.0332

BANK BJB SYARIAH 2 -0.0026 0.168 0.0389

BANK BJB SYARIAH 3 -0.0049 0.1551 0.0392

BANK BJB SYARIAH 4 -0.0009 0.15 0.03

BANK BJB SYARIAH 2015 1 0.0008 0.1385 0.0498

BANK BJB SYARIAH 2 0.0007 0.122 0.0478

BANK BJB SYARIAH 3 -0.0095 0.2244 0.045

BANK BJB SYARIAH 4 0.0007 0.22 0.04

BANK BJB SYARIAH 2016 1 0.009 0.2458 0.0426

BANK BJB SYARIAH 2 -0.0194 0.2093 0.1354

BANK BJB SYARIAH 3 -0.0615 0.231 0.0405

BANK BJB SYARIAH 4 -0.08 0.18 0.04

VICTORIA SYARIAH 2014 1 0.0049 0.1653 0.0374

VICTORIA SYARIAH 2 -0.0002 0.1684 0.0644

VICTORIA SYARIAH 3 -0.0152 0.2019 0.0472

(16)

VICTORIA SYARIAH 4 -0.0187 0.1527 0.0475 VICTORIA SYARIAH 2015 1 -0.0165 0.1797 0.0458

VICTORIA SYARIAH 2 0.0137 0.2039 0.0353

VICTORIA SYARIAH 3 0.0005 0.1987 0.044

VICTORIA SYARIAH 4 -0.0236 0.1614 0.0482

VICTORIA SYARIAH 2016 1 -0.0323 0.1605 0.0479

VICTORIA SYARIAH 2 -0.0746 0.1588 0.0459

VICTORIA SYARIAH 3 -0.0619 0.142 0.0382

VICTORIA SYARIAH 4 -0.0219 0.1598 0.0435

BUKOPIN SYARIAH 2014 1 0.0022 0.1124 0.0397

BUKOPIN SYARIAH 2 0.0027 0.1074 0.0386

BUKOPIN SYARIAH 3 0.0023 0.1615 0.0381

BUKOPIN SYARIAH 4 0.0027 0.148 0.0334

BUKOPIN SYARIAH 2015 1 0.0035 0.145 0.0395

BUKOPIN SYARIAH 2 0.0049 0.141 0.0247

BUKOPIN SYARIAH 3 0.0066 0.1626 0.0245

BUKOPIN SYARIAH 4 0.0079 0.1631 0.0274

BUKOPIN SYARIAH 2016 1 0.0113 0.1562 0.0234

BUKOPIN SYARIAH 2 0.01 0.1482 0.0237

BUKOPIN SYARIAH 3 0.0099 0.1506 0.0205

BUKOPIN SYARIAH 4 0.0076 0.17 0.0272

BANK MEGA SYARIAH 2014 1 0.0118 0.1528 0.0162

BANK MEGA SYARIAH 2 0.0099 0.1593 0.0181

BANK MEGA SYARIAH 3 0.0024 0.1634 0.0182

BANK MEGA SYARIAH 4 0.0029 0.1882 0.0181

BANK MEGA SYARIAH 2015 1 -0.0121 0.1562 0.0196

BANK MEGA SYARIAH 2 -0.0073 0.1654 0.0307

BANK MEGA SYARIAH 3 -0.0034 0.1781 0.0308

BANK MEGA SYARIAH 4 0.003 0.1874 0.0316

BANK MEGA SYARIAH 2016 1 0.0486 0.2222 0.0325

BANK MEGA SYARIAH 2 0.0321 0.2286 0.0303

BANK MEGA SYARIAH 3 0.0263 0.2297 0.0283

BANK MEGA SYARIAH 4 0.0263 0.2353 0.0281

BANK PANIN SYARIAH 2014 1 0.0145 0.3115 0.0094

BANK PANIN SYARIAH 2 0.0164 0.2552 0.0057

BANK PANIN SYARIAH 3 0.0182 0.2616 0.0043

(17)

BANK PANIN SYARIAH 4 0.0199 0.2569 0.0029 BANK PANIN SYARIAH 2015 1 0.0156 0.2471 0.0064

BANK PANIN SYARIAH 2 0.0122 0.2117 0.0055

BANK PANIN SYARIAH 3 0.0113 0.2144 0.0124

BANK PANIN SYARIAH 4 0.0114 0.203 0.0194

BANK PANIN SYARIAH 2016 1 0.002 0.1977 0.0169

BANK PANIN SYARIAH 2 0.0036 0.1951 0.0196

BANK PANIN SYARIAH 3 0.0042 0.1986 0.0184

BANK PANIN SYARIAH 4 0.0037 0.1817 0.0186

BTPN SYARIAH 2014 1 0.0261 3.9857 0.0068

BTPN SYARIAH 2 0.0218 2.1291 0.0174

BTPN SYARIAH 3 0.0528 0.3581 0.0036

BTPN SYARIAH 4 0.0423 0.3278 0.0087

BTPN SYARIAH 2015 1 0.0321 0.3156 0.0051

BTPN SYARIAH 2 0.0409 0.2057 0.0028

BTPN SYARIAH 3 0.0488 0.2129 0.0028

BTPN SYARIAH 4 0.0524 0.1996 0.0017

BTPN SYARIAH 2016 1 0.0698 0.2203 0.0017

BTPN SYARIAH 2 0.0757 0.2147 0.0013

BTPN SYARIAH 3 0.084 0.2382 0.0013

BTPN SYARIAH 4 0.0898 0.238 0.002

Tahun Pertumbuhan PDB (%)

2014 5

2015 4.8

2016 5

Tahun Quartal BI Rate (%)

2014

1

7.5

2

7.5

3

7.5

4

7.75

2015

1

7.5

2

7.5

3

7.5

4

7.5

2016

1

6.75

2

6.5

3

6.5

4

6.5

(18)

Lampiran III. Hasil Statistik Deskriptif.

Lampiran IV. Hasil Uji Normalitas.

Lampiran V. Hasil Uji Asumsi Klasik.

1. Hasil Uji Heteroskedastisitas.

(19)

2. Hasil Uji Multikolenearitas.

3. Hasil Uji Autokorelasi

Lampiran VI. Hasil Uji Regresi Model Penelitian.

1. Uji Chow

Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 8.204825 (6,64) 0.0000

Cross-section Chi-square 42.789660 6 0.0000

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.827820 Mean dependent var 0.006829

Adjusted R-squared 0.800917 S.D. dependent var 0.004651 S.E. of regression 0.002075 Akaike info criterion -9.382674 Sum squared resid 0.000276 Schwarz criterion -9.042776 Log likelihood 362.8503 Hannan-Quinn criter. -9.246957

F-statistic 30.77048 Durbin-Watson stat 1.547017

Prob(F-statistic) 0.000000

(20)

2. Uji Housman

3. Uji Regresi Model Penelitian.

Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled

Test cross-section random effects

Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 16.192888 4 0.0028

Dependent Variable: ROA Method: Panel Least Squares Date: 06/08/17 Time: 05:35 Sample: 2014Q1 2016Q4 Periods included: 12 Cross-sections included: 7

Total panel (unbalanced) observations: 75

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

BIR -0.396401 0.065880 -6.017033 0.0000 GPDB -0.856742 0.277570 -3.086583 0.0030

CAR 0.003886 0.000689 5.639213 0.0000

NPF -0.166942 0.032451 -5.144380 0.0000

C 0.081773 0.016305 5.015348 0.0000

Effects Specification Cross-section fixed (dummy variables)

R-squared 0.827820 Mean dependent var 0.006829 Adjusted R-squared 0.800917 S.D. dependent var 0.004651 S.E. of regression 0.002075 Akaike info criterion -9.382674 Sum squared resid 0.000276 Schwarz criterion -9.042776 Log likelihood 362.8503 Hannan-Quinn criter. -9.246957 F-statistic 30.77048 Durbin-Watson stat 1.547017 Prob(F-statistic) 0.000000

Referensi

Dokumen terkait

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK) secara positif dan signifikan terhadap Penyaluran Kredit, dan juga Tingkat Suku Bunga Kredit, Capital

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Dana Pihak Ketiga (DPK), Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Suku Bunga(BI Rate ), Inflasi dan Non Performing Loan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh positif dan signifikan Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Interest Margin (NIM), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Biaya

Alhamdulillah penelitian yang bejudul “ Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Non Performing Financing (NPF)

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi, suku bunga BI, produk domestik, bruto (PDB), Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Finance

Menurut Warjiyo (2005:435) “perilaku penawaran atau penyaluran kredit perbankan dipengaruhi oleh suku bunga, persepsi bank terhadap prospek usaha debitur dan faktor

Penelitian yang dilakukan oleh Ronny Chandra (2013) dengan judul “Analisis Pengaruh Capital Adequacy Ratio , Operational Efficiency, Non Performing Financing, Loan to Deposit