Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan: 1 Pelaksanaan sertifikasi untuk meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro, 2 Pelaksanaan sertifikasi terhadap kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro. Apa kendala pelaksanaan sertifikasi untuk meningkatkan kinerja guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian Nyayu Khodijah berjudul “Kinerja Pasca Sertifikasi Guru Madrasah dan Guru Pendidikan Agama Islam di Sumatera Selatan”. Penelitian Lesy Gustin berjudul “Pengaruh Sertifikasi Guru Terhadap Kinerja Guru (Studi Pada Guru Bersertifikat Di SD Negeri 2 Tanjung Bahagia Kelurahan Tanjung Bahagia Kecamatan Tanjung Bahagia Bandar Lampung)”.17.
Kinerja Guru
- Pengertian Kinerja Guru
- Standar Kinerja Guru Profesional
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru
- Indikator Kinerja Guru
- Kinerja Guru dalam Islam
Faktor eksternal kinerja guru adalah faktor yang berasal dari luar guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, antara lain (1) gaji; 2) sarana dan prasarana; (3) lingkungan kerja fisik; (4) kepemimpinan. Setiap hari faktor 1-4 ini akan terus mempengaruhi guru sehingga akan lebih dominan menentukan seberapa baik kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya.
اىُلَم ۡعٱ ِ
للّٱ
نىُنِم ۡؤُمۡلٱ
بۡيَغۡلٱ
ةَدَٰهَشلٱ
هيِذَلٱ ِ
اىُنَماَء ِ
اىُقَتٱ
للّٱ ِ
آَٰىُغَتۡبٱ
تَليِسَىۡلٱ
Sertifikasi Guru
- Sejarah Pelaksanaan Sertifikasi Guru
- Landasan Sertifikasi Guru
- Manfaat Sertifikasi Guru
- Mekanisme Sertifikasi Guru
- Jenis Penelitian
- Sifat Penelitian
Sertifikasi guru adalah proses uji kompetensi yang dirancang untuk mengungkap penguasaan kompetensi seseorang sebagai dasar pemberian sertifikat pendidik. Berdasarkan fatwa tersebut, Permendiknas No. 18 Tahun 2007 tentang pendidikan berkelanjutan menetapkan sertifikasi guru yang dilakukan melalui uji kompetensi guru yang dilakukan dengan penilaian portofolio. Namun masih ada transisi dalam menetapkan tujuan sertifikasi guru dalam jabatan.
Berdasarkan uraian di atas, dapat dipahami bahwa sertifikasi guru berguna untuk melindungi profesi guru, masyarakat dan lembaga. Peserta sertifikasi guru pola Pemberian Sertifikat Pendidik Langsung (PSPL), yaitu: . 3) Guru yang telah memiliki kualifikasi akademik S-2 atau S-3 dari perguruan tinggi yang terakreditasi di bidang pendidikan atau. Sertifikasi Guru Pola Penghargaan Sertifikat Guru Langsung (PSPL), Post Folio (PF) dan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) dilaksanakan oleh Rayon LPTK Penyelenggara Sertifikasi Guru yang ditunjuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Sebaliknya, jika hasil evaluasi portofolio peserta sertifikasi guru tidak memenuhi target yang ditentukan, guru yang bersangkutan menjadi peserta sertifikasi.
Sumber Data
Dasar pertimbangan penggunaan teknik snowball sampling adalah karena dengan teknik sampling ini dianggap lebih representatif baik dari segi pengumpulan data maupun dalam pengembangan data. Pengumpulan sumber data dipilih secara purposive dan merupakan snowball sampling, kemudian sumber data dipilih oleh orang-orang yang dianggap mengetahui masalah yang akan diteliti atau yang juga bertanggung jawab terhadap masalah tersebut, dan jumlahnya tidak dapat ditentukan, karena dengan sumber data yang begitu kecil, jika tidak dapat memberikan data yang lengkap, maka dicari orang lain yang dapat dijadikan sumber data. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Metro, guru dan pimpinan Madrasah MIN 1 Metro, MIN 2 Metro, MIM Hadimulyo, MI YPI Sumber Sari dan MINU yang telah tersertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro terkait permasalahan yang diteliti 2.
Data ini diperoleh dari data dokumenter berupa profil dan dokumen lain yang dapat dijadikan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Sumber sekunder adalah sumber pendukung dan pembanding yang berkaitan dengan isu. 13 Menurut sumber sekunder, mereka adalah pihak yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen. 14. Sumber data sekunder adalah data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui.
Data ini berasal dari peneliti dari guru atau staf madrasah di tempat penelitian, dokumen atau laporan yang dikumpulkan dalam arsip yang tidak dipublikasikan, buku, surat kabar, internet dan lain-lain.
Metode Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data dari suatu pengamatan dan juga pencatatan yang dilakukan secara sistematis dan terencana. Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang dipelajari baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang akan dikumpulkan. Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data dengan cara observasi langsung terhadap letak geografis madrasah, kondisi madrasah, sarana dan prasarana madrasah, dan kinerja guru sertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro.
Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data melalui wawancara atau tatap muka. Berdasarkan uraian di atas, metode wawancara adalah metode tanya jawab antara pewawancara dengan orang yang diwawancarai guna memperoleh informasi yang diinginkan.Dalam penelitian ini, penulis menggunakan wawancara bebas terbimbing, dimana pewawancara membawa kerangka pertanyaan untuk dipresentasikan. Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari Penilaian Kinerja Guru (PKG), Kepala Madrasah dan guru bersertifikat PNS dan Non PNS I di Kota Improviyah I guru di Kota Improviyah guru di Kota Improviyah. Dokumen adalah kumpulan data yang didokumentasikan dalam buku-buku yang tertulis, seperti buku induk, buku pribadi, sertifikat dan sebagainya.
Metode ini digunakan penulis untuk memperoleh data sejarah singkat madrasah, jumlah guru dan tenaga kependidikan, jumlah guru bersertifikat, jumlah siswa, jumlah rombongan belajar, hasil Penilaian Kinerja Guru yang telah bersertifikat.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Metode dokumentasi diperlukan sebagai metode pendukung untuk memperoleh data, karena dalam metode dokumentasi ini dapat diperoleh data historis dan dokumen lain yang relevan dengan penelitian ini. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data itu untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi sumber artinya memperoleh data yang berbeda melalui teknik yang sama 26 Triangulasi sumber dilakukan dalam penelitian ini yaitu perbandingan hasil peningkatan kinerja guru melalui sertifikasi yang diperoleh dari sumber data primer dengan data yang diperoleh dari sumber data sekunder.
Teknik Analisa Data
- Sejarah Singkat Kota Metro
- Letak Geografis Kota Metro
Pada masa penjajahan Belanda, kawasan Kota Metro merupakan distrik Onder Sukadana, pada tahun 1937 masuk ke dalam marga Nuban. Setelah Indonesia merdeka dan dengan disahkannya Pasal 2 Peraturan Peralihan UUD 1945, Metro Ken menjadi Kabupaten Lampung Tengah termasuk Kota Metro di dalamnya. Pada masa pemerintahan Belanda Kota Metro masih berupa hutan belantara yang merupakan bagian dari kawasan Marga Nuban yang kemudian dibuka oleh penjajah pada tahun 1936.
Nama Kota Metro sebenarnya dari bahasa Jawa “Mitro” yang artinya sahabat (berkumpulnya orang-orang yang ramah untuk menjalin persahabatan). Latar belakang etnis masyarakat Kota Metro beragam, ada yang berasal dari Jawa, Sumatera Barat, Lampung dan. Terwujudnya Kota Metro sebagai kota pendidikan dan wisata keluarga berbasis ekonomi kerakyatan berbasis pembangunan partisipatif.
Berikut daftar lembaga pendidikan swasta dan negeri untuk SD, SMP, dan SMA (PT) di Kota Metro.
Deskripsi Tempat Penelitian
- Profil MIN 1 Metro Pusat
- NSS/NSM : 11212601006/111218720005
- Profil Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU)
5 Maghfiroh, S.Pd.I Guru Kelas 6 NON PNS Nita Sari, S.Pd.I Guru Kelas NON PNS Mai Asmarasari, S.Pd Guru Kelas NON PNS.
Temuan Khusus Penelitian
- Implementasi Sertifikasi Guru dalam Peningkatan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro
- Dampak Implementasi Sertifikasi dalam Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro Ibtidaiyah Kota Metro
- Kendala Implementasi Sertifikasi dalam Meningkatan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro
Dari uraian pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa kesiapan siswa menghadapi pembelajaran berbeda-beda. Menurut beberapa siswa, metode yang digunakan oleh guru bersertifikat berbeda dengan guru lainnya, guru lebih serius dalam mengajar dan menggunakan metode yang lebih variatif. Pada kenyataannya siswa sendiri lebih memilih guru untuk mengajar dengan metode diskusi dan menggunakan media LCD, hanya saja sarana prasarana yang ada di Madresah Ibtidaiyah Kota Metro masih terbatas.
Menurut beberapa siswa, metode yang digunakan guru bersertifikat berbeda dengan guru lainnya, guru lebih serius dalam mengajar dan menggunakan metode yang lebih variatif. Peningkatan keefektifan guru juga terlihat pada nilai siswa, sehingga siswa lebih termotivasi untuk belajar. Hal ini mengurangi jumlah jam mengajar guru non sarjana, dan juga berdampak pada siswa jika guru tersebut tidak mengajar pada bidang yang bersangkutan.
Siswa yang kurang aktif membuat guru menggunakan metode seperti diskusi kelompok yang sebenarnya kurang maksimal. Berdasarkan keterangan informan di atas, terlihat bahwa aktivitas siswa di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro masih kurang. Upaya tambahan adalah menambah ruang kelas untuk meningkatkan daya tampung siswa.
Pembahasan
- Implementasi Sertifikasi dalam Peningkatan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro
- Dampak Implementasi Sertifikasi pada Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro
- Kendala yang dihadapi dalam Implementasi Sertifikasi guna Meningkatan Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro
Menurut para ahli, guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, dan membimbing siswa. Penugasan dan latihan juga sering diberikan guru untuk proses penilaian dan juga meningkatkan kemandirian siswa dalam mencari sumber belajar. Sumber ajar yang digunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran adalah buku pegangan, LKS dan lingkungan sekitar madrasah dan lingkungan siswa.
Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kota Metro sering memberikan contoh berdasarkan pengalaman atau kondisi lingkungan sekitar siswa saat menjelaskan. Dengan cara demikian, pengetahuan siswa akan mudah terbentuk, karena berdasarkan pengalaman yang mereka ketahui. Selain itu, para siswa akan dapat menggunakan pengetahuan yang diperoleh dalam pelajaran dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pembelajaran bertanya ini merangsang berkembangnya kemampuan intuitif dan kemampuan analitis siswa dalam proses pembelajaran.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti, metode pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersertifikat cukup baik, guru menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta sumber belajar yang bervariasi. Ada siswa yang aktif, namun ada juga siswa yang kurang aktif dan antusias mengikuti pembelajaran. Siswa baru aktif mencari dan menemukan sumber belajar mandiri ketika ada tugas yang diberikan oleh guru.
Sederhananya media yang digunakan belum maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana serta sumber belajar dan aktivasi siswa dalam mencari sumber belajar mandiri. Penilaian atau evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru bersertifikat di Madresah Ibtidaiyah Kota Metro cukup baik. Penilaian yang digunakan meliputi penilaian proses dan penilaian hasil Penilaian meliputi penilaian afektif, kognitif dan psikomotorik.
Program remedial dilaksanakan jika siswa tidak memenuhi KKM yang ditetapkan oleh masing-masing guru.
Implikasi
Saran-saran
Siswa lebih aktif dalam mempersiapkan dan mencari sumber belajarnya sendiri serta aktif dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, pimpinan madrasah perlu memantau dan mengevaluasi guru dan siswa untuk mendukung keberhasilan kebijakan sertifikasi guru. Sebaiknya masyarakat sendiri yang mendukung keberhasilan kebijakan sertifikasi guru dengan menciptakan kondisi dan lingkungan belajar yang kondusif.
Dalam hal ini, orang tua siswa hendaknya memberikan dukungan kepada siswa untuk meningkatkan semangat dalam belajar. Kemenag RI, Al-Quran dan Terjemahannya, Bandung: Fokus Media, 2011 Kemenag RI, Motivasi dan Etos Kerja, Jakarta: Kemenag RI, 2002. Aksara Bumi, 2005 Heri Jauhari Muchtencear2, Youkari Muchtencear2, Youth0ri Muchtencear, Imung0da8 Wahyudi, Mengupayakan profesionalisme guru, strategi praktis untuk mencapainya terlambat terjadi.
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendiknas, “Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Keprofesian Guru” Buku 2h.3 dalam database www.dadangjsn.com.