• Tidak ada hasil yang ditemukan

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) METRO "

Copied!
128
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Walaupun tugas dan kewajiban orang tua berlaku selama anak belum menikah yang dapat dilihat dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu: Bentuk pengawasan orang tua yang dimaksud adalah upaya yang dilakukan orang tua untuk memperhatikan, segala hal yang berkaitan dengan perkawinan. Kegiatan anak-anaknya setelah khitbah dicermati dengan baik. Meski sebagian orang tua telah mengawasi dan mendidik anaknya, namun hal ini tidak terjadi pada semua anak.

Orang tua memberikan kebebasan lebih kepada anaknya yang melakukan khitbah dibandingkan sebelumnya.

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat berupa tambahan informasi dan motivasi bagi orang tua untuk berperan dalam pergaulan setelah kitba sesuai dengan syariat Islam.

Penelitian Relevan

Peran orang tua dalam mengontrol pergaulan pasca dakwah di Desa Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, berbeda-beda. Prof.

Peran orang tua di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah dalam pergaulan pasca khitbah belum dilakukan secara maksimal.

LANDASAN TEORI

Orang Tua

  • Pengertian Orang Tua
  • Kedudukan Orang Tua
  • Fungsi Dan Tugas Orang Tua

Sedangkan penelitian yang dilakukan peneliti mengenai peran orang tua dalam pergaulan pasca khitbah belum pernah diteliti sebelumnya. Dalam hal ini orang tua harus menanamkan nilai-nilai agama pada anaknya, bahkan setelah khitbah. Orang tua harus melatih dan membiasakan anak bersosialisasi sesuai dengan ajaran dan norma agama.

Selain itu, Pernyataan Hak dan Kewajiban Orang Tua juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu:

Pergaulan Remaja

  • Pengertian Pergaulan Remaja
  • Dasar Hukum
  • Tata Cara Pergaulan
  • Pengertian Khitbah
  • Dasar Hukum dan Tujuan Khitbah
  • Syarat-syarat Khitbah
  • Status Hubungan Laki-laki Perempuan Pasca Khitbah Menurut

Yang menjadi objek acara adalah peristiwa yang berkaitan dengan peran orang tua dalam pergaulan remaja pasca kitba di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Dalam penelitian ini sumber data primernya adalah orang tua remaja penyampai dakwah dan remaja penyampai dakwah di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi yaitu peran orang tua dalam pergaulan setelah kitba di Kecamatan Seputih Agung.

5 Wawancara dengan Bpk. Sukarman, S.Pd dan Ny. Kastini, selaku orang tua desa Mujirahayu, kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah pada tanggal 19 Juni 2022. 6 Wawancara dengan Bapak. Sugeng, S.Pd dan Ny. Alpiyah selaku orang tua Desa Mujirahayu Lampung Tengah Kecamatan Seputih Agung pada tanggal 19 Juni 2022. 8 Wawancara dengan Bpk. Kamsir dan Ny. Paini, selaku orang tua Desa Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah pada 20 Juni 2022.

Sebagai orang tua, Anda bisa memberikan nasehat untuk bersosialisasi segera setelah khitbah agar tidak berlebihan. 9 Wawancara dengan Bpk. Senen dan Ny. Wati, selaku orang tua Desa Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah pada tanggal 20 Juni 2022. 11 Wawancara dengan Bapak. Sugeng, S.Pd dan Ny. Alpiyah, selaku orang tua Desa Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah pada 19 Juni 2022.

12 Wawancara dengan Bpk. Kamsir dan Ibu Paini, selaku orang tua Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Lampung Tengah, 20 Juni 2022. Pengendalian dan bimbingan orang tua di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah dalam hal sosialisasi anak pasca kitba dapat dilakukan dikatakan kurang.

METODE PENELITIAN

Jenis dan Sifat Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan oleh peneliti adalah penelitian lapangan yaitu penelitian yang objeknya berkaitan dengan gejala atau peristiwa yang terjadi pada kelompok masyarakat 1 Dalam penelitian lapangan, datanya tidak berupa dokumen, melainkan data yang diperoleh. langsung oleh informan. Data diperoleh langsung dari informan yaitu remaja yang pernah melakukan khitbah dan orang tua remaja yang melakukan kitbah. Penelitian lapangan ini dilakukan di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung karena banyaknya fenomena pergaulan remaja yang leluasa melakukan sosialisasi khitbah di luar ajaran Islam yang dianggap wajar oleh masyarakat, misalnya pasangan DD laki-laki dan LN perempuan. , pasangan RN pria dan TI wanita, pasangan RI pria dan wanita TA.

Berdasarkan judul dan fokus penelitian ini adalah analisis deskriptif, penelitian deskriptif analisis adalah mendeskripsikan atau memberikan gambaran mengenai objek yang diteliti melalui data atau sampel yang dikumpulkan apa adanya dan menarik kesimpulan yang berlaku umum. 2 Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, angka-angka dan bukan angka-angka kemudian dianalisis. Dengan kata lain penelitian deskriptif analisis adalah mengambil permasalahan atau memusatkan perhatian pada permasalahan sebagaimana adanya pada saat penelitian dilakukan, hasil penelitian kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulan. Sifat penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif analisis yaitu memberikan gambaran atau pemaparan hasil penelitian berdasarkan data yang diperoleh di lapangan mengenai gambaran umum desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah, pandangan remaja dan orang tua. tentang pergaulan pasca-khitbah, faktor-faktor yang membuat orang tua kurang peduli terhadap pergaulan pasca-khitbah, analisis peran orang tua dalam pergaulan pasca-khitbah.

Sumber Data

Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data.6 Sumber data sekunder adalah tempat pengumpulan data secara tidak langsung melalui media perantara. Sumber data sekunder berupa bukti-bukti, dokumen atau laporan sejarah, disusun dalam arsip terbitan dan tidak terbitan. Sumber data sekunder dapat diperoleh dari sumber yang sudah ada, biasanya diperoleh dari pustaka atau laporan penelitian terdahulu.

Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa sumber data sekunder adalah sumber data yang digunakan sebagai data pelengkap atau pendukung. Dalam penelitian ini, hasil sumber data sekunder berupa data perpustakaan seperti buku, dokumen, artikel, jurnal, skripsi yang mendukung penelitian ini.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu wawancara terstruktur atau terbimbing, wawancara tidak terstruktur atau bebas, dan wawancara semi terstruktur atau bebas terbimbing.8 Wawancara terstruktur atau terbimbing maksudnya pewawancara telah menyiapkan pertanyaan-pertanyaan tertulis yang telah dipersiapkan sebelumnya, yang didalamnya terdapat jawaban alternatif. kami siap. Wawancara tidak terstruktur atau bebas artinya peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara, melainkan pertanyaan ditentukan pada saat wawancara dan bersifat terbuka, sehingga responden mempunyai kebebasan dalam mengutarakan jawabannya. Sedangkan wawancara semi terstruktur atau bebas terbimbing adalah gabungan antara wawancara terstruktur atau terbimbing dan wawancara tidak terstruktur atau bebas.

Wawancara bebas terbimbing atau semi terstruktur, dimana peneliti mempersiapkan pokok permasalahan berupa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada saat wawancara dan juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan penjelasan yang diberikan oleh informan untuk mencakup berbagai topik yang ingin diperoleh. Syaifudin dan Ibu Tumisah, Bapak Kamsir dan Ibu Paini, Bapak Senen dan Ibu Wati. Sedangkan remajanya adalah: Linda dan Dedi, Tia dan Reno, Tika dan Rio. Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati, mengamati, dan mengamati serta mencatat perilaku secara sistematis untuk tujuan tertentu.

Dalam observasi partisipan, peneliti terlibat dalam aktivitas sehari-hari orang yang diamati atau dimanfaatkan oleh sumber penelitian, yang mana peneliti ikut serta melakukan apa yang dilakukan sumber data. Sedangkan pada observasi non partisipan, peneliti tidak terlibat dalam aktivitas orang yang diamati, melainkan hanya sebagai pengamat. Berkenaan dengan penelitian ini, peneliti menggunakan observasi non partisipan dimana peneliti sebagai pengamat akan mengamati orang tua dan remaja dalam perkumpulan remaja pasca khotbah di Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah untuk mengetahui peran orang tua dalam perkumpulan remaja pasca khotbah.

Subyek observasi adalah orang tua yaitu : Bapak Sugeng, S.Pd dan Ibu. Alpiyah, Pak. Sukarman, S.Pd dan Ny. Kastini, Ky. Oleh karena itu, metode dokumentasi yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini yaitu arsip desa Mujirahayu kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah tahun 2021 dan foto bersama narasumber pada saat wawancara digunakan untuk data terkait peran orang tua dalam penelitian ini. mendampingi remaja usai khutbah.

Teknik Analisis Data

Gambaran Umum Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih

  • Sejarah singkat Desa Mujirahayu
  • Letak Geografi Desa Mujirahayu
  • Jumlah Penduduk Desa Mujirahayu
  • Keadaan Penduduk Desa Mujirahayu
  • Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Mujirahayu

Secara geografis Desa Mujirahayu terletak di sebelah utara ibu kota kabupaten dan merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Lampung. Iklim Desa Mujirahayu sama seperti desa-desa lainnya di Indonesia mempunyai iklim atau cuaca yaitu musim kemarau dan musim penghujan, hal ini berdampak langsung terhadap pola tanaman yang ada di Desa Mujirahayu Kecamatan Seputih Agung. Penduduk Desa Mujirahayu, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah sebagian besar berpenduduk suku Jawa, yakni sebanyak 1.390 kepala keluarga.

Jumlah penduduk desa Mujirahayu semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini terjadi karena angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan angka kematian setiap tahunnya. Kabupaten lampung tengah merupakan sebuah desa agraris, dimana lingkungan alam dan tekstur tanah yang gembur dan subur menunjang kehidupan masyarakat desa mujirahayu yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, karena lingkungan sangat mempengaruhi proses kehidupan manusia. Desa Mujirahayu sangat cocok untuk bercocok tanam karena kontur tanah dan letak dataran rendah yang sangat cocok untuk bercocok tanam dimana para petaninya menanam bahan pokok seperti padi, jagung, singkong, sayur mayur dan lain-lain.

Temuan dan Pembahasan

  • Pandangan para calon pengantin yang sudah khitbah
  • Faktor-faktor Penyebab Orang Tua Kurang Peduli
  • Analisis Peran Orang Tua Terhadap Pergaulan Pasca
    • Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
    • Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
    • Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan
    • Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian

Berkaitan dengan permasalahan diatas, untuk mengetahui peran orang tua dalam mendampingi remaja pasca khitbah di desa Mujirahayu kecamatan Seputih Agung lampung tengah, peneliti melakukan wawancara. Dalam pergaulan pasca khitbah, mereka mengatakan bahwa orang tua mereka mengizinkan dan mengetahui bahwa mereka bertemu satu sama lain, mereka bebas untuk berserikat. Pandangan orang tua melihat anaknya bersosialisasi lebih leluasa dengan pasangannya setelah kitba.

Dalam mengendalikan pergaulan setelah khutbah, hendaknya orang tua melakukan hal ini demi kemaslahatan anak kelak. Selanjutnya dilakukan wawancara dengan orang tua dalam menyikapi permasalahan sosial pasca khitbah, dimana orang tua di desa Mujirahayu mempunyai pendapat berbeda. Bpk Sugeng, S.Pd dan Ny. Alpiyah, merupakan orang tua dari remaja yang pernah menyampaikan khutbah dimana Pak. Sugeng, S.Pd.

Tn. Kamsir dan Ny. Paini adalah orang tua remaja yang pernah melakukan khitbah dan berprofesi sebagai petani yang lulusan SMA. Hasil wawancara dengan Bpk. Senen dan Ny. Wati, merupakan orang tua dari remaja yang pernah berkhitbah, berprofesi sebagai petani, dan menempuh pendidikan di bangku SMP. Syaifudin dan Ibu Tumisah terlihat orang tua memberikan bimbingan dan arahan dengan memberikan nasehat kepada anak.

Seharusnya orang tualah yang paling berperan dalam menjaga kondisi akhlak anak agar terhindar dari pergaulan bebas setelah khotbah di luar syariat agama Islam. Namun peneliti menemukan adanya penyimpangan sikap orang tua dalam pengawasan dan pendidikan remaja pada masa pergaulan pasca khitbah. Tak sedikit orang tua yang memberikan kebebasan kepada anaknya untuk lebih mengenal pasangannya.

Faktor yang membuat orang tua kurang peduli terhadap sosialisasi pasca khitbah di desa Mujirahayu yaitu: latar belakang agama, pendidikan, pekerjaan.

Foto 1. Foto bersama Remaja Yang Telah Melaksanakan Khitbah (Dedi dan  Linda)
Foto 1. Foto bersama Remaja Yang Telah Melaksanakan Khitbah (Dedi dan Linda)

Gambar

Foto 2. Foto bersama Remaja Yang Telah Melaksanakan Khitbah (Reno dan  Tia)
Foto 1. Foto bersama Remaja Yang Telah Melaksanakan Khitbah (Dedi dan  Linda)
Foto 3. Foto bersama Remaja Yang Telah Melaksanakan Khitbah (Rio dan  Tika)
Foto 4. Foto bersama Orang Tua Remaja Yang Telah Melaksanakan  Khitbah (Bapak Sukarman, S.Pd dan Ibu Kastini)
+4

Referensi

Dokumen terkait

13 Sri, (Orang Tua Pekerja , desa plangkawati, kec.. pekerjaan yang dikerjakan oleh beliau adalah mengaduk seman dan mengangkat bata serta membantu yang bisa di bantu,

Berdasarkan data yang diperoleh melalui hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, maka dapat disimpulkn bahwa: Strategi Pembelajaran pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren

Kesimpulan Berdasarkan uraian dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, maka peneliti dapat menarik kesimpulan sebagai berikut : Efektivitas Program Pemberdayaan dan

Dan saat ini usia anak saya kan remaja jadi saya juga mempunyai program untuk membatasi pergaulan-pergaulan dengan teman-temannya, cara saya mengajarkan dengan memberikan keteladanan

x KATA PENGANTAR Puji syukur alhamdulillah peneliti haturkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga peneliti dapat melakukan penelitian di desa

Orang yang disebut guru adalah orang yang memiliki kemampuan merancang program pembelajaran serta mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar.2 Guru adalah

Maka, orang tua harus ikut memahami media teknologi pembelajaran.31 Pada pembelajaran daring guru hanya memberikan pembelajaran secara daring, memberikan aktivitas kepada siswa untuk

Pengaruh Pelayanan Terhadap Keputusan Memilih Produk Wadiah Pada Simpanan Idhul Fitri Khusus Hasil penelitian yang telah dilakukan mendukung hipotesis pertama bahwa variabel