PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Untuk menjelaskan pandangan Islam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi peran pedagang wanita yang bekerja di pasar Tejo Agung. Keterlibatan perempuan dalam kegiatan berdagang pada malam hari di Pasar Tejo Agung dapat didasarkan pada motif ekonomi atau motif lain seperti sosial budaya dan gender.
Fokus Masalah Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan dan sumbangan pemikiran bagi perempuan baik dalam bidang hukum keluarga maupun ilmu politik. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumbangsih informasi atau pengetahuan tentang keluarga sakinah yang menjadi tujuan pernikahan dalam rumah tangga Islam.
Penelitian yang Relevan
24Bambang Ismanto; "Wanita sebagai pencari nafkah dan dampaknya terhadap keluarga dalam perspektif hukum Islam" Tesis mahasiswa pascasarjana STAIN Jurai Siwo Metro. Laili Masitoh dengan judul “Peran Perempuan dalam Keluarga dan Relevansinya dengan UU No.
LANDASAN TEORI
Hak dan Peran Perempuan Dalam Keluarga
- Hak-Hak Kaum Perempuan
- Kelebihan Perempuan
- Tugas dan Peran Perempuan Dalam Keluarga
Sebaliknya, Aisyah, istri Nabi SAW, adalah yang memelopori perempuan dalam melakukan posisi ini. Uraian tentang kewajiban perempuan menuntut ilmu dapat dimulai dari kajian al-Qur'an tentang ilmu.
Perempuan Bekerja
- Syarat dan Batasan Perempuan Bekerja
- Perempuan Menurut Sumber Hukum Islam
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik[839] dan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." 29. Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dengan iman, niscaya Kami berikan mereka kehidupan yang baik dan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan." 56.
Faktor dan Dampak Perempuan Bekerja
- Faktor Perempuan Bekerja
- Dampak Perempuan Bekerja
Wawancara dilakukan dengan narasumber data primer yaitu Kepala Dinas Pasar Tejo Agung dan ibu-ibu pedagang Pasar Tejo Agung. Wawancara yang dilengkapi dengan observasi langsung yang penulis lakukan di lokasi penelitian menunjukkan beberapa alasan yang menjadi faktor perempuan melakukan aktivitas jual beli di pasar malam Pasar Tejo Agung Kota Metro. Wawancara yang dilengkapi dengan observasi langsung yang penulis lakukan di lokasi penelitian menunjukkan beberapa alasan yang mendorong dan memotivasi perempuan untuk melakukan kegiatan niaga di pasar malam Pasar Tejo Agung Kota Metro.
11 Hasil wawancara dengan sejumlah perempuan pedagang malam di Pasar Tejo Agung Kota Metro pada pukul 02.30 WIB tanggal 1 Mei 2018. Alasan inilah yang mendorong perempuan untuk berpartisipasi dalam ruang publik dengan kegiatan produktifnya yang berlangsung di Pasar Tejo Agung . Prinsip ketahanan ekonomi keluarga tidak sepenuhnya dapat melegitimasi keterlibatan perempuan dalam dunia usaha, khususnya perdagangan malam hingga pagi di pasar Tejo Agung Kota Metro, karena ada aspek lain yang juga sangat penting.
Faktor internal adalah faktor ekonomi dan kesetaraan gender dimana pedagang perempuan di pasar metro Tejo Agung berdagang karena ingin membantu suami dan dapat memiliki penghasilan sendiri. Faktor eksternal yaitu faktor sosial budaya dimana pedagang perempuan di pasar metro Tejo Agung termotivasi untuk berdagang karena banyaknya pedagang dari tempat tinggalnya.
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data Sekunder
Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak secara langsung menyediakan data untuk pengumpulan data, misalnya melalui orang atau dokumen lain 15 “Sumber data sekunder adalah sumber data selain sumber data primer” 16. Akibat lebih lanjut dari kedudukan sumber data tersebut secara kualitatif penelitian akan ketepatan pemilihan dan penentuan jenis sumber data menentukan kekayaan data yang diperoleh. Berdasarkan uraian di atas, dalam penelitian apapun, peneliti harus menguasai teknik pengumpulan data agar dapat menghasilkan data yang relevan dengan penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
- Metode Interview (Wawancara)
- Metode Observasi
- Metode Dokumentasi
Sedangkan pengujian kredibilitas triangulasi data, sumber data diambil dari kepala dinas pasar Tejo Agung dan para ibu pedagang pasar Tejo Agung. Pasar yang berada di pusat kota Metro kondisinya sangat kotor tidak sesuai dengan tingkat kebersihan dalam menjaga Adipura.3 2. Visi dan Misi Pasar Tejo Agung 24 Metro Timur. Pasar tradisional modern di Kecamatan Tejo Agung 24 Metro Timur saat ini masih menjalani penataan lima kali pedagang.
Umumnya pedagang di pasar Tejo Agung 24 Metro Timur merupakan pedagang yang menjual kebutuhan pokok dimana sebagian besar barang tersebut adalah makanan. Keberadaan pasar modern Tejo Agung 24 Metro Timur memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar. Di sisi lain, Islam adalah kondisi sosio-kultural yang relatif mengakomodasi perempuan untuk berdagang malam dan pasar pagi, seperti pasar Tejo Agung, yang pada gilirannya membangun tatanan kehidupan sosial baru dengan beradaptasi secara evolusioner dengan kebiasaan kolektif. .
Para pedagang perempuan di Pasar Tejo Agung kini lebih terbuka dalam interpretasi nilai-nilai budaya, mereka tidak hanya terlibat secara kuantitas dan kualitas di ranah domestik, tetapi juga aktif di ranah publik. Pemilihan aktivitas jual beli perempuan di Pasar Tejo Agung bukan hanya karena tekanan ekonomi dan sikap akomodatif dari akulturasi budaya, melainkan faktor yang relatif baru, yaitu sikap mereposisi posisi dan peran perempuan dalam manajemen.
Teknik Penjaminan Keabsahan Data
Teknik Analisa Data
- Reduksi Data
- Penyajian Data
- Penarikan Serta Pengujian Kesimpulan
Pasar Tradisional Tejo Agung 24 Metro dulunya merupakan bentuk pasar yang sederhana yaitu pasar tempat menjual hewan ternak seperti kambing dan ayam sehingga sering disebut pasar ayam. Umumnya sembako ini diambil atau disuplai dari daerah tertentu yang memproduksi barang tersebut, kata Babe Musaji Hambali, pedagang sembako di pasar Tejo Agung 24 Metro Timur. Menurut hasil observasi dan wawancara singkat, Pasar Tejo Agung 24 Metro Timur memberikan dampak bagi kehidupan perekonomian Kota Metro khususnya bagi masyarakat sekitar pasar tradisional modern Tejo Agung 24 Metro Timur.
Fenomena ini tidak sesederhana yang dibayangkan, karena peran pedagang perempuan dalam mencari nafkah di pasar Tejo Agung malam itu tidak semata-mata didasarkan pada faktor ekonomi semata, melainkan sejumlah faktor lain ikut berperan dalam tataran tertentu. itu lebih penting dari faktor ekonomi.12 Perubahan tatanan sosial dalam masyarakat juga mewarnai perubahan jam kerja/buruh perempuan. Keterlibatan perempuan dalam kegiatan perdagangan di pasar Tejo Agung juga karena keadaan memaksa yaitu perempuan memimpin sebagai kepala rumah tangga. Perspektif sosial budaya terhadap nilai-nilai perempuan menunjukkan bahwa sistem patriarki masih ada dalam budaya masyarakat pedagang, khususnya pedagang perempuan di Pasar Tejo Agung Kota Metro, dimana pekerjaan rumah tangga seperti mengasuh anak dilakukan oleh para istri dan pencari nafkah. atau pencari nafkah utama dilakukan oleh pasangan.
Adanya perbedaan persepsi akibat perubahan sosial yang terjadi menunjukkan bahwa sebagian perempuan pedagang di pasar Tejo Agung tidak setuju bahwa budaya patriarki (laki-laki memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari perempuan) adalah budaya yang diakui oleh masyarakat. keluarga ) kurang lebih setuju bahwa pekerjaan rumah tangga seperti membersihkan rumah, mengasuh anak, memasak hanyalah pekerjaan perempuan. Motivasi pedagang malam perempuan di Pasar Tejo Agung Metro, bekerja karena kondisi ekonomi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup, ingin menambah penghasilan keluarga dengan persetujuan suami, tempat kerja lebih dekat dengan upah yang lebih tinggi daripada bekerja sebagai buruh tani atau kerajinan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Temuan Umum Penelitian
- Sejarah berdirinya pasar Tejo Agung 24 Metro
- Visi dan Misi Pasar Tejo Agung 24 Metro Timur
- Letak Geografis Pasar Tejo Agung
- Jumlah Pedagang Berdasarkan Daerah
- Aktifitas Pasar Tejo Agung
Seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan kemajuan perdagangan di kota Metro, pusat perbelanjaan di kota Metro tidak mampu lagi menampung semua pedagang di pasar kota. Padahal sebelumnya, tiga bulan setelah pasar tradisional modern Tejo Agung 24 Metro diresmikan Muspida pada 1 Januari 2013, pasar masih ramai dengan pedagang, baik pedagang pindahan maupun pedagang yang sudah lama berdagang di sana. Namun belakangan pasar mulai sepi sekitar pukul 08.00 WIB dan banyak lapak yang disediakan Pemkot Metro kosong karena banyak pedagang yang pindah kembali ke Pasar Metro.
Sedangkan dilihat dari cara mereka berdagang, mereka juga memiliki karakter yang berbeda, dari pengamatan para pedagang yang berada di pasar, mereka terbagi menjadi dua; Pedagang pasar umumnya adalah pedagang yang menyuplai kebutuhan para pedagang yang sudah mapan. Namun pedagang linchak sejagat adalah pedagang yang menjual makanan siap saji seperti gorengan, warung nasi, dll.
Jika kita melihat lingkungan yang lebih luas, perbedaan antara pedagang kios dan pedagang penghubung dapat dilihat pada apa yang dijual atau diperjualbelikan. Sedangkan pedagang kios umumnya adalah pedagang besar seperti fashion, toko emas, pakaian, perhiasan remaja, dll.
Temuan Khusus Penelitian
- Faktor yang Mempengaruhi Perempuan Berdagang
- Analisis Faktor Penyebab Perempuan Berdagang
Perubahan keluarga dan lingkungan mulai melihat perempuan sebagai pelaku utama dalam organisasi ekonomi. Faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan bekerja sebagai pedagang malam di pasar Tejo Agung akan dibahas pada bagian ini dengan menggunakan pendekatan hukum keluarga Islam. Menyoal fenomena keterlibatan perempuan di ruang publik, khususnya di pasar malam, perlu ditempatkan pada posisi yang terkait dengan kodrat dan kepatutan sosial serta sesuai dengan mekashid hukum perkawinan untuk membangun satu keluarga. . yang menjaga nilai-nilai luhur Islam dan akhlak universal.
Ketersediaan sarana, prasarana umum dan fasilitas sosial yang memadai dan mudah dijangkau juga mendorong perempuan untuk memberdayakannya dalam kerangka. Sikap “lembaga keluarga” yang toleran dan terbuka, yang memberikan ruang dan izin bagi perempuan untuk bersosialisasi lebih luas, tidak kalah berpengaruhnya dengan variabel-variabel sebelumnya. Faktor ini sering disebut sebagai 'faktor kesetaraan', yang merupakan bentuk baru penguatan peran dan eksistensi perempuan vis-à-vis laki-laki.
Islam tidak melarang wanita menjadi pengusaha dan kaya karena Siti Khadijah Binti Khuwailid adalah contoh nyata dari hal ini. Peran ganda ini lepas dari peran tradisional perempuan sebagai istri dan ibu dalam keluarga, seperti menjadi pasangan dalam pasangan. Pada prinsipnya Islam tidak pernah melarang perempuan untuk bekerja dan beraktivitas di luar rumah, baik yang berkaitan dengan ibadah maupun mu'amalah pada umumnya.
Pada hakekatnya, Islam tidak melarang perempuan untuk berpartisipasi baik di ranah domestik maupun publik.
Pandangan Hukum Islam Terhadap Faktor Perempuan
KESIMPULAN