• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA - Repositori Institusi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KAJIAN PUSTAKA - Repositori Institusi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KAJIAN PUSTAKA Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja adalah semua hal yang ada di lingkungan kerja, baik itu metode kerjanya secara individu maupun perkelompok (Sedarmayanti, 2009).

(Sedarmayanti, 2009) juga mengemukakan bahwa lingkungan kerja diperusahaan terbagi ke dalam dua dimensi yaitu lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja non fisik. Lingkungan kerja fisik adalah semua yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sementara itu, lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi berkaitan dengan hubungan kerja baik hubungan dengan atasan maupun hubungan dengan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan bawahan (Sedarmayanti, 2011). Lingkungan kerja fisik diukur dengan indikator suasana kerja dan tersedianya fasilitas kerja, sedangkan untuk lingkungan kerja non fisik diukur dari indikator hubungan dengan rekan kerja. Maka dari itu lingkungan kerja sebagai tempat karyawan banyak melakukan aktivitas setiap harinya (Mardiana, 2005).

Lingkungan kerja dikatakan menduduki peran penting bagi setiap karyawan, karenanya setiap pekerja akan menghabiskan waktu ditempat kerja sehingga diharapkan lingkungan kerja juga harus terasa nyaman. Sunyoto (2012) setiap komponen penting yang berasal dari perilaku dan aktivitas para karyawan di tempat kerja adalah lingkungan kerja. Lingkungan kerja dikatakan sebagai kekuatan utama yang secara langsung dapat memberikan kinerja yang baik bagi setiap perusahaan (George R, 2006). Jadi dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya lingkungan kerja yang baik dalam meningkatkan produktivitas kerja bagi karyawan.

Nitisemito & Alex (1992) mengklasifikasikan tiga indikator di dalam lingkungan kerja: (1) suasana kerja, adalah keadaan disekitar karyawan dalam melakukan pekerjaan dengan nyaman dalam lingkungan kerja itu sendiri; (2) tersedianya fasilitas-fasilitas yang memadai guna mendukung kelengkapan kerja setiap karyawan sebagai penunjang dalam bekerja; (3) terciptanya hubungan yang baik dengan rekan kerja, hubungan yang harmonis dan kekeluargaan di tempat kerja akan mempengaruhi kinerja karyawan.

(2)

Jadi dapat ditarik kesimpulan berdasarkan definisi para ahli bahwa lingkungan kerja adalah segala hal yang mendukung aktivitas kerja karyawan yang memberikan pengaruh secara langsung maupun tidak langsung, dimana dalam lingkungan kerja tersebut terdapat fasilitas kerja yang mendukung serta adanya hubungan kerja yang baik dapat meningkatkan kerja karyawan dalam suatu perusahaan.

Disiplin Kerja

Disiplin kerja menurut (Darmawan, 2013) merupakan wujud sikap atau perilaku seseorang dalam menjalankan dan menaati peraturan yang ada dalam sebuah organisasi. Perbuatan dan tingkah laku yang taat sesuai dengan peraturan organisasi baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis adalah disiplin kerja (Sutrisno, 2016). Disiplin sebagai bentuk dari perilaku kesadaran dari diri sendiri yang muncul secara alami untuk dapat meminimalisir suatu masalah. Kesadaran dan kesediaan seseorang dalam mentaati semua pertauran yang ada di perusahaan serta norma-norma yang berlaku (S.P.Hasibuan, 2012).

Adapun indikator disiplin kerja menurut Sutrisno (2016) sebagai berikut:

kehadiran meliputi: karyawan harus datang tepat waktu, selalu mengisi daftar hadir dan menerima konsekuensi dari ketidakhadiran karyawan, waktu kerja mencakup:

ketepatan waktu datang dan pulang kerja, waktu istirahat yang cukup, karyawan wajib menaati jam kerja dan melaksanakan tugas, peraturan berpakaian meliputi:

berpenampilan bersih dan rapi, menggunakan pakaian kerja sesuai ketentuan perusahaan, disiplin pada pakaian dan atribut, peraturan melakukan pekerjaan mencakup: ketelitian dalam melakukan pekerjaan, bekerja secara efektif dan efisien, berhati-hati dalam melakukan tugas atau pekerjaan.

Jadi dapat ditarik kesimpulan berdasarkan definisi para ahli bahwa disiplin kerja adalah ketaatan dalam menjalankan peraturan tertulis maupun tidak tertulis yang berlaku di tempat kerja, disiplin kerja yang baik mencerminkan besarnya tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugas yang telah diberikan.

Produktivitas Kerja

Sutrisno (2016) produktivitas kerja adalah hasil kerja karyawan secara keseluruhan baik itu individu maupun secara kelompok baik berupa produk ataupun

(3)

jasa yang menunjukan tingkat kemampuan untuk menghasilkan output.

Produktivitas sebagai satuan ukuran kerja yang dihasilkan setingkat lebih banyak dari pada biasanya. Sehingga produktivitas merupakan perbandingan atas hasil yang didapat dengan sumber daya yang digunakan dalam bekerja (Suprapto, 2016) Produktivitas merupakan sikap mental yang ada dari setiap individu pekerja untuk selalu mencari pembaharuan terhadap apa yang sudah ada (Manullang, 2012). Sikap yang menunjukan keyakinan dari setiap orang untuk terus dapat menaikkan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya (Hariandja, 2002).

Menurut (Sutrisno, 2016) dalam pengukuran produktivitas kerja diperlukan beberapa indikator yaitu: (1) kemampuan, kemampuan setiap orang dalam menyelesaikan tugas yang diberiksn dengan mengandalkan keterampilan yang dimiliki setiap karyawan. Kemampuan mengasah tingkat profesional dalam bekerja; (2) kemampuan dalam meningkatkan hasil atau usaha yang dicapai, dapat berupa menikmati hasil atas pekerjaan yang telah tercapai; (3) semangat kerja, adanya usaha atau motivasi yang dapat menumbuhkan semngat kerja bagi karyawan; (4) melakukan pengembangan diri, berusaha memperbaiki apa yang harus diperbaiki dan mewujudkan harapan yang diharapkan agar tercapai; (5) mutu, yang berupa peningkatan dari kualitas kerja sorang karyawan dalam bekerja yang merupakan hasil; (6) efisiensi, merupakan ukuran keberhasilan berdasarkan sumber daya yang digunakan dalam mencapai hasil yang diinginkan.

Jadi dapat ditarik kesimpulan berdasarkan definisi para ahli bahwa produktivitas kerja adalah tingkat kemampuan kerja individu atau kelompok yang menunjukan adanya hasil kerja dengan waktu yang dibutuhkan dalam menghasilkan suatu barang atau jasa.

PENGEMBANGAN HIPOTESIS

Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Stephani & Wibawa (2014) menyatakan bahwa lingkungan kerja merupakan salah satu tempat pekerja untuk mengabiskan sebagian waktunya untuk menyelesaikan pekerjaannya dan beristirahat sejenak dari aktivitas bekerja.

Lingkungan kerja merupakan komponen yang berhubungan dengan suatu lembaga,

(4)

organisasi atau perusahaan yang secara langsung maupun tidak langsung akan memiliki dampak bagi perusahaan dan berpengaruh pada kinerja dari karyawan perusahaan (Purnami & Utama, 2019). Lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman akan mempengaruhi semangat kerja karyawan sehingga termotivasi untuk mencapai tujuan perusahaan (Sinaga, 2017). Hal ini membuktikan bahwa semakin baik lingkungan kerja maka semakin tinggi pula produktivitas kerja karyawan.

Selain itu lingkungan tempat kerja yang kondusif membantu kinerja kerja secara otomatis meningkatkan produktivitas (Senata et al. 2014). Hal ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Baiti, Nur et al. (2020), Panjaitan (2017), dan Kumbadewi et al. (2016) menyebutkan bahwa faktor lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Suprapto (2016) juga menyebutkan bahwa lingkungan kerja terhadap produktivitas kerja berpengaruh secara signifikan. Maka dari itu, dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

H1: Lingkungan kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja

Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja

Disiplin kerja adalah bentuk pengendalian diri karyawan dalam implementasi sebuah organisasi (Sudarma, 2014). Adanya disiplin kerja karyawan akan mampu mencapai produktivitas kerja yang maksimal, sebaliknya jika karyawan tidak disiplin maka akan mengakibatkan pekerjaan tidak sesuai dengan yang diharapkan (Baskoro, 2019). Karyawan yang bekerja secara disiplin seperti datang tepat wkatu mematuhi aturan perusahaan dan mempunyai moral yang baik dalam bekerja dapat meningkatkan produktivitas karyawan (Agustini & Dewi, 2018). Hal ini menunjukkan bahwa semakin kuatnya penerapan disiplin kerja maka produktivitas kerja karyawan juga akan semakin tinggi. Berdasarkan spenelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suprapto (2016) menyatakan bahwa disiplin kerja terhadap produktivitas kerja berpengaruh secara signifikan. Pernyataan tersebut juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh (Santoso & Ramadhan, 2020), Fiernaningsih & Herijanto (2016), dan Christian & Farida (2016) yang menemukan

(5)

bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Oleh karena itu, rumusan hipotesis sebagai berikut:

H2: Disiplin kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja

Kerangka Pemikiran Teoritis

Gambar 1. Kerangka Pemikiran X1: Lingkungan Kerja

Y: Produktivitas Kerja

X2: Disiplin Kerja

Referensi

Dokumen terkait

Budaya organisasi yang positif akan menciptakan suasana dalam lingkungan kerja yang nyaman sehingga membuat pekerja dapat terhindar dari stres kerja dimana suasana

keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk memainkan satu instrumen pilihan utama (mayor) dengan tingkat terampil dalam konteks Musik pop. KOMPETENSI DASAR INDIKATOR

Keadaan lingkungan yang tidak menentu dapat menyebabkan pengaruh pembentukan struktur organisasi yang tidak sehat terhadap karyawan. Dalam faktor lingkungan terdapat

Kondisi kerja menurut Sedarmayanti (2001) “semua keadaan yang terdapat disekitar tempat kerja yang akan mempengaruhi karyawan baik secara langsung dan tidak langsung

Dalam hal ini, seorang Pimpinan memiliki peranan yang penting dalam membangun suasana kerja yang nyaman, menyenangkan, dan suasana kerja yang kondusif sehingga

Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat

Seorang karyawan akan merasa nyaman dan tinggi loyalitasnya pada perusahaan apabila memperoleh kepuasan kerja sesuai dengan apa yang diinginkan.Menurut Robbins

5 Keamanan ditempat kerja Guna menjaga tempat dan kondisi lingkungan kerja tetap dalam keadaan aman maka perlu diperhatikan adanya keamanan dalam bekerja.Oleh karena itu faktor