Namaku Bobi, aku anak tunggal. Ayahku bekerja di perusahaan swasta dan memiliki jabatan sedangkan ibuku hanya ibu rumah tangga. Secara finansial keluargaku dapat dikatakan berlebih. Aku saja bersekolah di sekolah internasional. Aku memiliki banyak teman yang selevel denganku. Disekolah aku memang anak yang agak nakal tetapi nakal sewajarnya anak sma.
Aku sangat dekat dengan ayahku. Setiap yang aku inginkan pasti di berikan wajar saja namanya juga orang kaya. Sedangkan dengan ibuku, diriku kurang dekat. Aku sering membantah jika di beri nasihat.
Kalau di sekolah aku termasuk anak yang populer sehingga banyak teman perempuanku menyukaiku.
Dan disekolah aku memiliki sahabat bernama Dika, dia anak yang baik tapi dia anak broken home.
Kehidupanku begitu indah karena aku memiliki banyak uang dan banyak teman.
Tetapi semuanya berubah ketika ayahku dipecat dan dia tiada. Ibuku berusaha menghidupiku sendiri.
Dahulu yang biasanya ke sekolah diantar mobil mewah sekarang hanya bisa memandang sekolahan.
Teman- temanku pun menjauh dariku.
Karena ayahku telah tiada dan ibuku bekerja entah kapan ia pulang akupun menjadi anak yang liar.
Bebagai tindak kriminal sering aku lakukan dari mencopet hingga membobol rumah rumah mewah.
Kehidupanku kian hari kian memburuk. Sempat terlintas untuk bunuh diri tetapi aku tidak mau ditanya yang terlalu sulit oleh malaikat.
Hari demi hari ku lewati menerjang hujan badai.