• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Karangan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Kerangka Karangan - Spada UNS"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Kerangka Karangan

(2)

KERANGKA KARANGAN ADALAH RENCANA TERATUR TENTANG PEMBAGIAN DAN PENYUSUNAN

GAGASAN. FUNGSI UTAMANYA ADALAH MENGATUR HUBUNGAN DI ANTARA

GAGASAN-GAGASAN YANG ADA.

Melalui kerangka karangan, pengarang dapat melihat kekuatan & kelemahan dalam karangannya. Dengan cara ini pengarang dapat mengadakan

penyesuaian sebelum menulis [bandingkan dengan cetak biru].

(3)

Dalam kerangka karangan:

Merupakan rencana kerja bagaimana menyusun karangan,

Membantu penulis menggarap karangan

menjadi logis & teratur serta memungkinkan

penulis membedakan ide-ide utama dari ide-ide tambahan,

Kerangka karangan dapat mengalami

perubahan terus-menerus untuk mencapai bentuk sempurna,

Dapat berbentuk catatan sederhana, tetapi dapat juga mendetail.

(4)

Dalam proses penyusunan karangan ada tahap yang perlu dilakukan, yaitu: memilih topik,

mengumpulkan informasi, mengatur gagasan, dan menulis karangan itu sendiri. Pengaturan gagasan itulah yang dapat diumpamakan

sebagai kerangka. Jadi, di dalam kerangka

karangan terdapat strategi penempatan ide

dan gagasan.

(5)

Manfaat Kerangka Karangan:

a. Kerangka karangan akan mempermudah pengarang menuliskan karangannya, dapat mencegah mengolah pengulangan ide, serta mencegah pengarang keluar dari sasaran yang telah ditetapkan.

b. Membantu pengarang mengatur klimaks yg berbeda-beda dalam karangan.

c. Bila kerangka karangan telah rapi, berarti separuh karangan sudah “selesai” karena semua ide sudah

dikumpul, dirinci & disusun dengan teratur. Pengarang tinggal menyusun kalimat-kalimat untuk membunyikan ide/gagasannya.

d. Kerangka karangan merupakan miniatur dari keseluruhan karangan. Melalui kerangka karangan, pembaca dapat melihat intisari ide serta struktur suatu karangan.

(6)

Penulisan Karangan

(7)

1. PENGERTIAN KARANGAN

Karangan adalah

penjabaran suatu gagasan secara resmi & teratur

tentang suatu topik atau

pokok bahasan

(8)

Jenis karangan

Karangan

Fiksi

Nonfiksi

(9)

2. Tipe Karangan

 Bardasar cara penyajian pokok bahasannya:

1. Deskripsi [pelukisan]

2. Narasi [pengisahan]

3. Eksposisi [pemaparan]

4. Argumentasi [pembahasan]

5. Persuasi [pengajakan]

(10)

2.1 Karangan Deskripsi

Deskripsi berasal dari kata description dengan kata kerja to describe [melukiskan dengan

bahasa].

Karangan deskripsi merupakan karangan yang lebih menonjolkan aspek pelukisan sebuah

benda sebagaimana adanya.

Sesuai asal katanya describere [Latin] yang berarti menulis tentang, membeberkan

sesuatu hal, melukiskan sesuatu hal.

(11)

TULISAN DESKRIPSI DIMAKSUDKAN UNTUK

MENCIPTAKAN SEBUAH PENGALAMAN PADA DIRI PEMBACA, & MEMBERIKAN

IDENTITAS/INFORMASI MENGENAI OBJEK TERTENTU SEHINGGA PEMBACA DAPAT MENGENALINYA BILA PEMBACA

BERTEMU/BERHADAPAN DENGAN OBJEK TADI.

Jadi deskripsi adalah bentuk tulisan yang bertujuan

memperluas pengetahuan &

pengalaman pembaca dengan jalan melukiskan, membeberkan suatu objek sesuai dengan ciri-ciri, sifat-sifat, atau hakikat objek yang

sebenarnya.

(12)

Pendekatan:

Pendekatan

Realistis

[objektif] Impresionistis [subjektif]

(13)

2.2 Karangan Narasi

Narasi berasal dari narration: bercerita.

Karangan narasi adalah suatu bentuk tulisan yang berusaha menciptakan, mengisahkan, merangkaikan tindak tanduk, perbuatan

manusia dalam sebuah peristiwa secara kronologis atau yang berlangsung dalam suatu kesatuan waktu.

(14)

2.3 Karangan Eksposisi

Kata eksposisi dipungut dari bahasa Inggris exposition, yang berasal dari bahasa Latin yang berarti membuka atau memulai.

Karangan eksposisi merupakan wahana yang bertujuan untuk memberi tahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu.

Dalam karangan eksposisi, masalah yang dikomunikasikan terutama adalah

pemberitahuan atau informasi.

(15)

2.4 Karangan Argumentasi

Tujuan utama karangan argumentasi adalah untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu.

Syarat utama menulis karangan ini adalah penulisnya harus terampil dalam bernalar &

menyusun ide yang logis.

(16)

Ciri-ciri karangan argumentasi:

1. Mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan

mempengaruhi keyakinan pembaca agar menyetujuinya;

2. Mengusahakan pemecahan suatu masalah; dan

3. Mendiskusikan suatu persoalan tanpa

perlu mencapai satu penyelesaian.

(17)

2.5 KARANGAN PERSUASI

Dari bahasa Inggris to

persuade berarti membujuk

atau meyakinkan.

(18)

KARANGAN PERSUASI ADALAH KARANGAN YANG BERTUJUAN MEMBUAT PEMBACA PERCAYA, YAKIN, DAN TERBUJUK AKAN HAL-HAL YANG DIKOMUNIKASIKAN, YANG MUNGKIN BERUPA

FAKTA, SUATU PENDIRIAN UMUM, PENDAPAT, GAGASAN ATAUPUN PERASAAN SESEORANG.

Dalam karangan persuasi harus diperhatikan penggunaan diksi yang berpengaruh kuat terhadap emosi atau

perasaan orang lain.

Referensi

Dokumen terkait

Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga

Oleh karena itu, seorang penulis artikel jurnal harus memiliki kesadaran untuk memulai proses penyusunannya dengan menyusun kerangka karangan, dengan kerangka karangan yang

Tujuan penelitian ini adalah (1) medeskripsikan kemampuan menulis karangan deskripsi bahasa Indonesia dengan menggunakan kerangka karangan pada siswa kelas VI SD,

Dengan demikian upaya untuk meningkatkan hasil belajar dan prestasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Menyusun Kerangka Karangan Berdasarkan Gambar

eksposisi dan argumentasi. Dapat membuat karangan/pidato eksposisi. Dapat membuat karangan/pidato argumentasi 7. Dapat menyusun kerangka tajuk rencana 8. Dapat menganalisis

Klaster Pelayanan Sirkulasi dan Referensi ▪ Mengoperasikan Komputer Tingkat Dasar ▪ Menyusun Rencana Kerja Perpustakaan ▪ Membuat Laporan Kerja Perpustakaan ▪ Melakukan Layanan

4.10 Menyajikan laporan hasil percobaan penerapan prinsip-prinsip Bioteknologi konvensional berdasarkan scientific method 4.10.1 Menyusun rencana percobaan pembuatan produk

Menyusun rencana pengerjaan tugas sesuai dengan subtopik Mampu memahami semua materi pokok pada subbahasan yang bersesuaian UTS 50% 2 Memahami proses- proses utama dalam rekayasa