• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keterampilan Menulis - Teknik Sipil

N/A
N/A
ica manjalita

Academic year: 2024

Membagikan "Keterampilan Menulis - Teknik Sipil"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

KETERAMPILAN MENULIS

OLEH :

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TADULAKO

TAHUN 2024

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha kuasa lagi maha penyanyang, kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidya hnya, sehingga dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini telah di susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Terima kasih dan semoga makalah ini dijadikan bahan yang dapat dimanfaatkan dan bisa memberikan motovasi positif bagi kita semua.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI... iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1

1.1. Rumusan Masalah...2

1.2. Tujuan... 2

BAB II PEMBAHASAN 2.1. Keterampilan Menulis...3

2.2. Tujuan Menulis...3

2.3. Cara Meningkatkan Keterampilan Menulis...5

2.4. Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menulis...6

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan...7

3.2. Saran... 7

DAFTAR PUSTAKA...8

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Menurut pendapat Saleh Abbas (dalam Susi P. 2012), keterampilan menulis adalah keterampilan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan gramatikal dan penggunaan ejaan. Menurut Henry Guntur Tarigan (2008:3) keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain.

Secara sederhana, keterampilan menulis merupakan keterampilan menuangkan ide, pikiran, gagasan yang wajib dimiliki oleh setiap orang yang biasanya menggunakan bahasa tulis. Dengan memiliki keterampilan dalam menulis ini akan memudahkan untuk berkomunikasi secara tidak langsung.

Keterampilan menulis tidak diperoleh secara alamiah, melainkan melalui proses pelatihan dan pembelajaran. Untuk itu, salah satu keterampilan berbahasa yang diajarkan pada pembelajaran Bahasa Indonesia adalah pembelajaran menulis.

Keterampilan menulis ini merupakan salah satu keterampilan yang wajib dikuasai, adapun keterampilan yang lainnya, yakni keterampilan membaca, keterampilan menyimak, dan keterampilan berbicara. Keterampilan menulis ini dapat menggali potensi siswa, mengasah keterampilan bernalar, melatih berpikir sistematis, dan melatih siswa untuk mampu menulis dan berbicara dengan tersusun dan sistematis.

Melatih keterampilan menulis ini membutuhkan peran yang sedikit rumit yakni siswa harus banyak membaca referensi-referensi yang digunakan untuk menulis nantinya. Dalam

(5)

hal ini biasanya banyak siswa yang tidak terlalu suka jika disuruh banyak membaca buku seperti biasa. Menggunakan media merupakan salah satu alternatif yang bisa digunakan untuk mengajarkan.

Media yang banyak digunakan akhir-akhir ini yakni media video. Media video ini dibagi menjadi beberapa model, salah satunya yaitu media video literasi bahasa yang sudah banyak beredar pada platform-platform yang tersedia. Juga media ini sangat mudah untuk mengaksesnya.

Media video literasi bahasa ini sangat cocok digunakan dengan pembelajaran dan minat siswa-siswa pada jaman sekarang. Adanya gambar suara dan tulisan dalam media video literasi bahasa ini menjadikan banyak siswa memperhatikan apa yang sedang dipelajari dengan baik. Sehingga media ini dapat membantu dengan baik agar siswa mau untuk belajar tentang keterampilan menulis.

Pada intinya pembelajaran yang dibantu media video literasi bahasa bertujuan untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan memiliki daya tarik. Jika pendidik memnfaatkan media innovative berupa video literasi bahasa dengan baik maka siswa akan mampu menyerap segala pesan dan materi yang disampaikan dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah

Menjelaskan mengenai keterampilan menulis.

1.3 Tujuan

Mengetahui apa, bagaimana dan cara untuk meningkatkan keterampilan menulis.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

1.1. Keterampilan Menulis

Menulis merupakan aktivitas pengekspresian ide, gagasan, pikiran atau perasaan dalam lambang kebahasaan. Kegiatan ini melibatkan aspek penggunaan tanda baca dan ejaan, penggunaan diksi dan kosakata, penataan kalimat, pengembangan paragrap, pengolahan gagasan serta pengembangan model karangan.

Mendeskripsikan menulis merupakan proses penemuan dan penggalian ide-ide untuk dikespresikan, dan proses ini sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dasar yang dimiliki oleh seorang penulis.

Kemampuan menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang melibatkan aspek penggunaan bahasa dan pengolahan isi. Masalah yang berkembang sehubungan dengan kegiatan menulis adalah pengetahuan dasar terhadap performansi atau kemampuan menulis. Selain itu, aktivitas menulis merupakan bentuk perwujudan kemampuan berbahasa paling akhir dikuasai pembelajar bahasa setelah kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca.

Jika dibandingkan dengan tiga kemampuan keterampilan berbahasa lainnya, kemampuan menulis lebih sulit dikuasai meskipun yang bersangkutan penutur asli dari bahasa tersebut. Hal ini dipengaruhi oleh kemampuan menulis yang menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa yang menjadi isi karangan atau tulisan. Baik unsur bahasa maupun unsur isi, harus terjalin sedemikian rupa sehingga menghasilkan karangan yang runtut dan padu.

1.2. Tujuan Menulis

Menulis adalah keterampilan yang sangat sulit untuk dipelajari dan sangat jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam mengajarkan

(7)

keterampilan menulis guru harus jelas mengetahui tentang maksud dalam mengajarkannya.

Heaton (1988: 6-7) menyatakan bahwa menulis mempergunakan bermacam- macam tujuan pedagogis, di antaranya adalah :

 Beberapa aktivitas menulis membuat guru mampu menyajikan berbagai macam dan gaya pembelajar. Beberapa siswa khususnya siswa, yang tidak mudah belajar sendiri melalui oral practice, merasa lebih aman jika mereka diberi kesempatan untuk membaca dan menulis. Siswa seperti ini, menganggap kegiatan menulis merupakan suatu bantuan pada retensi.

 Bahasa tulis memberikan beberapa bukti terhadap kemajuan siswa dalam berbahasa. Dengan demikian, hal ini merupakan kebutuhan psikologis.

 Pengungkapan bahasa asing dilakukan melalui lebih dari satu media, terutama jika keterampilan benar-benar dipadukan dengan tepat, tampaknya lebih efektif daripada hanya mengandalkan satu-satunya media;

 Menulis memberikan berbagai macam aktivitas siswa di kelas yang dapat berfungsi sebagai aktivitas antara, setelah keterampilan oral.

Selanjutnya, Heaton (1988:135) juga membahas keterampilan yang diperlukan untuk menulis prosa yang baik ke dalam lima komponen umum atau bidang utama:

a. Pemakaian bahasa: kemampuan untuk menulis kalimat yang benar dan tepat, b. Keterampilan mekanis: kemampuan mempergunakan dengann tepat konvensi

yang khas pada tulisan –misalnya, ejaan, dan tanda baca,

c. Perlakuan isi: kemampuan berpikir secara kreatif dan mengembangkan pikiran, termasuk semua informasi yang tidak relevan,

d. Keterampilan stylistik: kemampuan untuk membentuk kalimat dan paragraf, mempergunakan bahasa secara efektif;

(8)

e. Keterampilan penilaian: kemampuan untuk menulis dalam cara yang tepat untuk maksud tertentu dengan pikiran membaca, disertai dengan kemampuan untuk memilih, mengorganisir, dan aturan informasi yang relevan.

1.3. Meningkatkan Kemampuan Menulis

Untuk meningkatkan keterampilan menulis, ada beberapa pendekatan yang bisa diambil. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan:

1. Menyediakan Latihan Rutin: Latihan menulis rutin yang mencakup berbagai jenis tulisan seperti esai, cerita pendek, dan artikel. Latihan rutin ini akan membantu memperoleh pengalaman dan meningkatkan keterampilan menulis.

2. Memberikan Umpan Balik Konstruktif: Memberikan umpan balik yang jelas dan konstruktif. Umpan balik ini harus fokus pada aspek-aspek seperti struktur, tata bahasa, dan argumen, sehingga dapat memahami kekuatan dan kelemahan tulisan.

3. Membaca Banyak: Membaca secara rutin membantu dalam memperluas wawasan, meningkatkan perbendaharaan kata, dan mempelajari berbagai gaya penulisan. Hal ini dapat mempengaruhi gaya dan kemampuan menulis secara positif.

4. Menulis dengan Tujuan: Menulis dengan tujuan tertentu, seperti menulis surat, laporan, atau proposal. Menulis dengan tujuan ini akan membantu memahami konteks dan mempraktikkan keterampilan menulis dalam situasi nyata.

5. Menggunakan Teknologi: Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran menulis dapat meningkatkan keterampilan. Dengan menggunakan alat bantu menulis digital dapat memeriksa tata bahasa dan ejaan, serta mengorganisir tulisan dengan lebih efisien.

(9)

1.4. Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menulis

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan keterampilan menulis siswa. Faktor-faktor ini termasuk:

1. Lingkungan Keluarga: Dukungan dari keluarga dalam membaca dan menulis di rumah dapat berpengaruh pada perkembangan kemampuan menulis. Membaca bersama, menyediakan buku, dan memberikan kesempatan untuk menulis secara kreatif dapat membantu dalam mengembangkan keterampilan menulis.

2. Pengajaran yang Efektif: Kualitas pengajaran menulis sangat penting. Pegajar yang terlatih dan berpengalaman dapat memberikan bimbingan yang efektif mengembangkan keterampilan menulis.

3. Motivasi dan Minat: Minat terhadap menulis dan motivasi dalam meningkatkan keterampilan dapat mempengaruhi sejauh mana dapat berkembang kemampuan menulis.

4. Penggunaan Teknologi: Kemajuan teknologi dapat memengaruhi keterampilan menulis. Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk media sosial dan penggunaan yang salah dari teknologi dapat menghambat perkembangan kemampuan menulis.

5. Latihan dan Kesempatan: Latihan yang konsisten dan kesempatan untuk menulis dalam berbagai konteks dan gaya tulisan dapat membantu dalam mengasah kemampuan menulis.

(10)

BAB III PENUTUP

2.1 Kesimpulan

Keterampilan menulis sangat kompleks dan sulit diajarkan, tidak hanya menuntut penguasaan alat retorika dan gramatikal tetapi juga membutuhkan elemen konsep dan penilaian. Maka dari itu, dalam meningkatkan keterampilan menulis diperlukan kesadaran, latihan, dan dukungan yang berkelanjutan. Penting untuk memahami bagaimana pentingnya keterampilan menulis dan menerapkan strategi-strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis.

2.2 Saran

Sebaiknya dalam melakukan kegiatan menulis, alangkah baiknya memulai dari hal hal kecil yang kemudian merambat ke kegiatan yang lebih besar agar keterampilan menulis yang dimiliki semakin terlatih dan membaik.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Budiyono, H. (2012). Pembelajaran keterampilan menulis berbasis proses menulis dan teori pemerolehan bahasa. Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra2(1).

Lestari, S. (2009). Upaya meningkatkan keterampilan menulis siswa dengan pendekatan kontekstual (Doctoral dissertation, UNS (Sebelas Maret University)).

5 Cara Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Efektif (ruangbuku.id)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) untuk mengetahui apakah penggunaan teknik Clustering efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan

Teknik akrostik sebagai strategi pembelajaran dapat membantu dalam mengoptimalkan keterampilan menulis puisi pada siswa kelas X SMAN 1 Rebang Tangkas, Way Kanan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan menulis puisi siswa sebelum diterapkannya teknik akrostik, proses penerapan teknik akrostik pada setiap siklus,

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keterampilan menulis puisi siswa sebelum diterapkannya teknik akrostik, proses penerapan teknik akrostik pada setiap siklus,

keterampilan menulis teks berita tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan hasil tes pada siklus 1, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis teks

Berdasarkan latar belakang tersebut maka akan dilakukan penelitian dengan judul Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Menggunakan Teknik Clustering Melalui Media Poster Pada Siswa

Teks ini berisi tentang keterampilan menulis teks

Makalah ini membahas tentang keterampilan matematika dan belief matematika dalam konteks pembelajaran