Maya Mutia Risva*Erna Juita**Ade Irma Suryani**
Mahasiswa Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat*
Dosen Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat**
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis serta mengungkap kejadian Kondisi Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Daerah Aliran Sungai Batang Sumpur Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh Kepala Keluarga (KK) 1998 yang bertempat tinggal di Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Sampel penelitisan ini dilakukan dengan dua cara yaitu sampel wilayah dan sampel responden. Teknik yang dilakukan yaitu proposive sampling, proposional random sampling, dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Kondisi pemukiman masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman bersih, setelah terjadinya banjir bandang pemukiman masyarakat cukup layak. (2) Kondisi kesehatan lingkungan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman kurang sehat dan jenis penyakit yang diderita yaitu penyakit kulit. Tempat berobat masyarakat di puskesmas. Jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan 500 meter sampai 1 kilo meter. Sumber biaya untuk berobat keluarga adalah biaya keluarga. (3) Kondisi perkebunan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman Jenis tumbuhan yang ditanam adalah jagung. Luas perkebunan masyarakat 1 hektar. (4) Kondisi perikanan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Luas kolam ikan ½ hektar. Ikan yang dibudidayakan semua. (5) Kondisi perubahan mata pencaharian masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman pekerjaan pokoknya adalah petani. Tempat melakukan pekerjaan pokok adalah di sekitar tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan sampingan.
Kata Kunci : Pemukiman, kesehatan, perkebunan, perikanan, perubahan mata pencaharian
1
COMMUNITY CONDITIONS POST DISASTER FLOODS IN WATERSHED BATANG SUMPUR STATE LANSEK KADOK
PASAMAN DISTRICT By:
Maya Mutia Risva*Erna Juita**Ade Irma Suryani**
*) Student of Geography Education Department of STKIP PGRI SUMBAR
**) Lecturer at Goegraphy Education Department of STKIP PGRI SUMBAR
ABSTRACT
This study aims to describe and analyze the incident and uncover Community Conditions Post Disaster Floods in Watershed Batang State Sumpur Lansek kadok Pasaman district.This type of research is classified as descriptive qualitative research. The study population was the whole families (KK) in 1998 who reside in the State Lansek kadok Pasaman district. Penelitisan sample is done in two ways the sample area and the sample of respondents. The technique is purposive sampling done, proportional random sampling, and snowball sampling. The results showed as follows: (1) The condition of human settlements of State Lansek kadok Pasaman is clean, after flash floods fairly decent human settlements. (2) The health condition of the society of State Lansek kadok Pasaman of sorts and types of illness is a disease of the skin. Place of treatment at community health centers. Distance shelter with medical facilities 500 meters to 1 kilometer.
Sources costs for medical treatment costs the family is a family. (3) The condition of the plantation community State Lansek kadok Pasaman of plant species planted is corn. 1 hectare of plantation society. (4) State public fishery Condition Lansek kadok Pasaman of fish pond area that is ½ hectare. The fish are cultivated all. (5) The conditions change people's livelihood State Lansek kadok Pasaman of the main job is farmer. Points do basic work is around the residence and did not have a second job.
Key Words : housing, health, agriculture, fisheries, changes in livelihood
2
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai ancaman bencana alam.
Bencana alam banjir, tanah longsor, dan degradasi lahan memiliki frekuensi kejadian sangat tinggi di Indonesia. Posisi geografis Indonesia di daerah tropis terletak diantara dua benua dan dua samudera menjadikan Indonesia memiliki sistem cuaca dan dan iklim kontinen maritim yang khas. Meskipun pola iklim terjadi pergiliran teratur seperti bergantinya musim hujan dan musim kemarau, jika terjadi gangguan tropis, sering timbul cuaca ekstrem yang dapat memicu terjadinya bencana alam (Hermon, 2012).
Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangakian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana alam di Sumatera Barat sering terjadi, karena hampir seluruh Sumatera Barat rawan dengan bencana alam.
Rawan bencana adalah kondisi atau karekteristk geologis, biologis, hidrologis, klimatologi, geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangka waktu tertentu yang mengurangi kemampuan yang mencegah, meredam, mencapai kesepian, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertantu (Hermon, 2012).
Banjir bandang merupakan satu bahaya alam (natural hazard) yang terjadi pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan kecepatan aliran yang dapat merusak daerah yang dilaluinya (Hermon, 2012).
Menurut undang-undang nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air dalam Maryono (2005:4) wilayah sungai merupakan gabungan dari beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) hingga sekarang ini, sungai yang merupakan bagian dari bentangan perairan darat masih tetap mempunyai peranan penting bagi kehidupan manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Daerah aliran sungai (DAS) merupakan suatu Sistem kompleks yang dibangun atas sistem fisik (physical systems), sistem biologis (biological systems) dan sistem manusia (human systems) yang saling terkait dan berinteraksi satu sama lain. Tiap komponen dalam
sistem/sub sistemnya memiliki sifat yang khas dan keberadaannya berhubungan dengan komponen lain membentuk kesatuan sistem ekologis (ekosistem). Dengan demikian jika terdapat gangguan atau ketidakseim-bangan pada salah satu komponen maka akan memiliki dampak berantai terhadap komponen lainnya.
Secara geologi, Sumatera Barat merupakan daerah yang rawan terhadap bencana gerakan tanah, karena sebagian besar daerahnya merupakan perbukitan (pegunungan bukit barisan) dan diselimuti oleh material vulkanik muda (kuarter) yang mudah terjadi banjir. Banjir bandang merupakan banjir besar yang datang secara tiba-tiba dengan meluap, menggenangi, dan mengalir deras menghanyutkan benda-benda
besar (seperti kayu dan
sebagainya). Banjir ini terjadi secara tiba- tiba di daerah permukaan rendah akibat hujan yang turun terus-menerus.
Masyarakat Pasaman merupakan bagian penduduk Provinsi Sumatera Barat yang mayoritas mata pencahariannya seperti berkebun dan berkolam ikan. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, serta pendidikan anaknya tergantung pada alam itu sendiri dan tergantung pola lingkungan pemukiman yang telah dihuninya.
Salah satu wilayah yang terkena banjir bandang adalah Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Pada bulan Januari tahun 2016 terjadilah banjir bandang di Nagari Lnasek Kadok tersbut, karena Nagari Lansek Kadok dekat dengan daerah aliran sungai batang sumpur. Panjang Daerah Aliran Sungai Batang Sumpur Kabupaten Pasaman Kecamatan Rao ± 12 Km (Lubuk Sikaping, 2016 : BPS). Hujan yang Terus Menerus mengakibatkan daerah aliran sungai batang sumpur menjadi naik, dan menyebabkan terjadinya banjir bandang maka penghasilan masyarakat tersebut menjadi menurun.
Nagari Lansek Kadok merupakan Nagari yang terletak di Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman. Secara astronomis Nagari Lansek Kadok terletak pada garis lintang 00°28’10” - 00°32’41”LU dan garis bujur 99°58’11” - 100°06’45” BT.
Secara Administratif Kenagarian Lansek Kadok mempunyai batas-batas wilayah yaitu sebelah utara berbatasan dengan Nagari
Lubuk Layang dan Kecamatan Rao, sebelah selatan berbatasan dengan Nagari Tanjung Betung, sebelah barat berbatas dengan Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, dan sebelah timur berbatas dengan Kecamatan II koto.
Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan melalui wawancara dengan bapak Edi maka didapatkan bahwa terjadinya banjir bandang di Jorong Koto Panjang Nagari Lansek kadok Kabupaten Pasaman pada bulan januari 2016 sekitar jam 01.00 WIB karena Curah Hujan Yang Sangat Tinggi dan Terus Menerus, Hujan yang deras dan berlangsung lama hingga berjam-jam akan menyebabkan volume air sungai naik dan akhirnya terjadilah banjir bandang. Terjadinya banjir bandang tersebut sangat mengancam pemukiman masyarakat dan mata pencaharian masyarakat menjadi menurun. Dari permasalahan diatas maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Kondisi Masyarakat Pasca Bencana Banjir Bandang di Daerah Aliran Sungai Batang Sumpur Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman”.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini penelitian tergolong pada penelitian Deskriptif Kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis serta mengungkap kajian kondisi masyarakat pasca bencana banjir bandang di Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Selain itu, dengan pendekatan kualitatif diharapkan dapat diungkapkan situasi dan permasalahan yang dihadapi masyarakat dilihat dari kondisi pemukiman, kondisi kesehatan, kondisi perkebunan, kondisi perikanan, kondisi perubahan mata pencaharian masyarakat.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang bertempat tinggal di Kenagarian Lansek Kadok Kabupaten Pasaman.
Sampel penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu sampel wilyah dilakukan dengan cara purposive sampling (penunjukan) dan sampel responden dilakukan dengan cara porposional random
yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan memakai formula persentase dan wawancara menggunakan analisis kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Rumus formula persentase :
Keterangan :
P = Persentase yang diperoleh N = jumlah responden
f = Frekwensi jawaban yang dicari HASIL DAN PEMBAHASAN
Pertama, kondisi pemukiman masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman bersih, setelah terjadinya banjir bandang pemukiman masyarakat pada cukup layak. Rumah masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman sebelum terjadinya banjir bandang layak huni, dan setelah terjadinya banjir bandang kurang layak.
Status rumah sebelum terjadinya banjir bandang milik sendiri setelah terjadinya banjir bandang milik sendiri. Jenis rumah adalah semi permanen. Atap rumah terbuat dari seng. Dinding rumah terbuat dari batu bata. Lantai rumah terbuat dari semen.
Jumlah kamar ada dua kamar. Ventilasi udara yang dimiliki ada disetiap ruangan.
Sumber air bersih dirumah ada disumur.
Kamar mandi/WC hanya ada satu didapur.
Sesuai dengan uraian diatas maka Othman (1989) Rumah yaitu rumah yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan bagi penghuninya. Beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menentukan status kelayakan sebuah rumah diantaranya luas lantai yang ditempati, jenis atap terluas, jenis dinding dan kepemilikan sarana dan prasarana penunjang lainnya seperti listrik, air minum dan tempat pembuangan air besar/WC. Dengan kondisi semacam ini, keadaan perumahan beserta lingkungannya dapat menggambarkan tingkat kesejahteraan rumah tangga dan juga tingkat kesejahteraan masyarakat.
4
penyakit yang diderita adalah penyakit kulit.
Tempat berobat masyarakat di puskesmas.
Jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan 500 meter sampai 1 kilo meter.
Sumber biaya untuk berobat keluarga adalah biaya keluarga.
Sesuai dengan uraian diatas Entjang dalam dona (2012) mengatakan kondisi kesehatan masyarakat adalah suatu ilmu dan seni yang bertujuan untuk mencegah tumbuhnya penyakit, memperpanjang masa hidup dan mempertinggi nilai kesehatan usaha-usaha yang dilakukan untuk membina kesehatan masyarakat adalah 1) memperbaiki kesehatan lingkungan, 2) mencegah dan memberantas penyakit infeksi yang merajalela dalam masyarakat, 3) mendidik masyarakat dalam prinsip-prinsip kesehatan perorangan, 4) mengkoordinir tenaga-tenaga kesehatan agar memperlakukan pengobatan kesehatan masyarakat dengan baik, 5) mengembangkan usah-usaha masyarakat agar dapat mencapai tingakt hidup yang setinggi-tingginya sehingga mereka dapat memelihara kesehatan.
Tiga, kondisi perkebunan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman.
Jenis tumbuhan yang ditanam adalah jagung.
Perkebunan sebelum terjadinya banjir bandang baik, setelah terjadinya banjir bandang kurang baik. Luas perkebunan masyarakat ½ hektar. Perkebunan yang rusak akibat banjir bandang semuanya.
Kerugian perkebunan masyarakat Rp.
1.000.000.
Sesuai dengan uraian diatas Bahri (1966) kondisi Perkebunan memiliki pengertian yang bervariasi tergantung kepada aspek apa yang akan dikelompokkan, apakah akan lebih menekankan kepada fungsinya, pengelolaan, atau produk yang dihasilkan. Perekbunan berdasarkan fungsinya dapat diartikan sebagai usaha untuk menciptakan lapangan kerja, paningkatan pendekatan serta devisa negara dan pemeliharaan sumber daya alam.
Empat, kondisi perikanan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Luas kolam ikan ½ hektar. Perikanan yang rusak adalah semua.
Ikan yang dibudidayakan semua. Perikanan setelah terjadinya banjir bandang tidak layak dipakai.
Sesuai dengan uraian diatas Roki Murlianto (2008) maka kondisi Perikanan darat merupakan kegiatan perikanan yang dilaksanakan di air tawar, misalnya di sungai, danau, waduk, kolam, dan lain –lain.
Ada juga yang dilakukan disawah minapadi, yaitu perikanan saat padi baru ditanam sampai airnya dikeringkan karena akan diberi pupuk .
Lima, kondisi perubahan mata pencaharian masyarakat Nagri Lansek Kadok Kabupaten Pasaman Pekerjaan pokoknya adalah petani. Tempat melakukan pekerjaan adalah di sekitar tempat tinggal tidak mempunyai pekerjaan sampingan.
Sesuai dengan uraan diatas Seokanto (2010) Mata pencaharian merupakan pekerjaan atau usaha yang dilakukan dalam mendapatkan hasil untuk kehidupan.
Pekerjaan itu ada yang berupa pekerjaan pokok dan ada pula yang merupakan pekerjaan sampingan.
KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN
1. Kondisi pemukiman masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman bersih, setelah terjadinya banjir bandang pemukiman masyarakat cukup layak.
2. Kondisi kesehatan masyarakat kurang sehat. Jenis penyakit yang diderita adalah penyakit kulit. Tempat berobat masyarakat di puskesmas. Jarak tempat tinggal dengan sarana kesehatan 500 meter sampai 1 kilo meter. Sumber biaya untuk berobat keluarga adalah biaya keluarga.
3. Kondisi perkebunan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman.
Jenis tumbuhan yang ditanam adalah jagung. Perkebunan sebelum terjadinya banjir bandang baik, setelah terjadinya banjir bandang kurang baik. Luas perkebunan masyarakat 1 hektar.
Perkebunan yang rusak akibat banjir bandang ½ hektar. Kerugian perkebunan masyarakat Rp. 1.000.000.
4. Kondisi perikanan masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Luas kolam ikan pada umumnya ½ hektar.
Perikanan yang rusak pada umumnya semua. Ikan yang dibudidayakan pada umumnya semua. Perikanan setelah
5
terjadinya banjir bandang pada umumnya tidak layak dipakai.
5. Kondisi perubahan mata pencaharian masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman. Pekerjaan pokoknya adalah petani. Tempat melakukan pekerjaan pokok yaitu di sekitar tempat tinggal dan tidak mempunyai pekerjaan sampingan.
SARAN
Sedangkan saran yang dapat penulis kemukakan :
1. Diharapkan pada masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten pasaman lebih waspada menghadapi bencana banjir bandang.
2. Diharapkan kepada Pemerintah untuk capat menanggulangi bahaya terjadinya banjir bandang di Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman
3. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk lebih mendalami lagi tentang adaptasi masyarakat Nagari Lansek Kadok Kabupaten Pasaman.
DAFTAR PUSTAKA
Bakarudin, 2012. Pengantar Geografi Desa Kota. Padang UNP Press.
Damsar, Suyanto. 2013. Pengantar sosial ekonomi. Jakarta. Kencana.
Daniel, Moehar. 2002. Pengantar Ekonomi Pertanian, Jakarta. Penerbit Bumi Aksara.
Hermon, D. 2015. Geografi Bencana Alam.
Jakarta. PT Rajagrafinda Persaja.
, D. 2010. Geografi Lingkungan.
Padang. UNP Press.
M. Nasir. 2008. Metodologi Penelitian.
Jakarta. Rineka Cipta.
Moleong. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Pangkalan Kuras Kabupaten Pelawan.
Skripsi. Padang. FIS UNP.
Sugiyono, 2014, Metode Peneltian Kuantitatif Kualitatif dan R & D.
Bandung : Alfabeta.
Subjana, Nani dan Ibrahim. 2007. Penelitian Dan Penilaian Pendidikan. Bandung.
PT Sinar Baru Algesindo.
. 2007. Metode Penelitian Deskriptif. Bandung, Remaja Rosda Karya.
6