1
PERSEPSI MAHASISWA STKIP PGRI SUMATERA BARAT DALAM PENGGUNAAN FASILITAS WI-FI (KASUS : MAHASISWA SOSIOLOGI STKIP PGRI SUMATERA
BARAT)
Sutri Yaldi1, Salman Ashary 2, Faishal Yasin2
1Mahasiswa Program studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat
2Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat [email protected]
ABSTRACT
This research is based on the existence of wi-fi facilities provided by the campus STKIP PGRI West Sumatra, not infrequently students gathered in front of building B. Many students spend time to enjoy the facilities provided during the completion of the lecture hours. This study aims to see the perception of STKIP PGRI West Sumatera students in the use of Wi-Fi facilities (on sociology students STKIP PGRI West Sumatra). In this study used Attribution theory according to Saparinah, about how people make a causal explanation or about how they answer the question that started with why? this theory emphasizes the information that people use in drawing a causal conclusion, and what is done with that information to explain causal questions.
The approach of this research is qualitative approach, that is approach trying to understand phenomenon about what is experienced by research subject such as behavior, perception, motivation, action, etc ..To know more deeply about perception of STKIP PGRI student of West Sumatera in the use of Wi-Fi facility. For the selection of informants conducted a purposive sampling (sample aims). Informants in this study amounted to 29 informants, which consists of 14 women and 15 men from all Sociological forces, as well asin-depth interviews. Research in the field shows that the perception of students using the internet via Wi-Fi network as follows: 1) Perception saves expenses. 2) Perception as entertainment. 3) Perception as a reason to be able to sit in pairs in public dating.
Keywords: Perceptual, Student, Wi-Fi
PENDAHULUAN
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer.
Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of
Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan (Jarot,2012:2). Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi, pemanfaatan internet dalam bidang pendidikan terus berkembang.
2 Salah satu nya Wi-Fi muncul pada tahun
1997 sebuah lembaga independen bernama Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) membuat spesifikasi/standar WLAN yang pertama yang diberi kode 802.11. WLAN (Wireless Local Area Network) merupakan salah satu jaringan computer yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel menggunakan gelombang radio melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi(Sofana,2015:329).
Internet di Indonesia pertama kali dikenal pada tahun 1990an. Berdasarkan catatan WHOIS ARIN dan APNIC, Protocol Internet (IP) pertama dari Indonesia, UINETLAB (192.41.206/24) oleh Universitas Indonesia pada 24 Juni 1988.
Beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan internet Indonesia pada tahun 1992 hingga 1994 adalah RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo. Masing- masing personal telah mengkontribusikan keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan computer di Indonesia.
STKIP PGRI Sumatera Barat berdiri sejak tahun 1984, sebagai institusi yang
berada di bawah naungan Yayasan Pembina lembaga pendidikan (YPLP) PGRI Sumatra Barat tidak dapat dipisahkan dari bagian utuh perjalanan panjang pendidikan nasional. STKIP PGRI Sumatera Barat telah menyediakan jaringan internet dengan kabel (LAN) dan nirkabel atau Hotspot gratis (Wi- Fi) sejak tahun 2010 agar civitas akademika dapat dengan mudah mengakses internet dengan leluasa dan nyaman. Jaringan Wi-Fi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat dapat diakses oleh mahasiswa dengan memasukkan username dan password.
Kalangan akademis termasuk mahasiswa merupakan salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan perkembangan internet.
Ketersediaan jaringan Wi-Fi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat dimanfaatkan oleh banyak para mahasiswa menghabiskan waktu untuk menikmati fasilitas yang disedikan disela selesainya jam perkuliahaan, seperti ada yang menggunakan laptop maupun menggunakan handphone (hp) android untuk mengakses jaringan Wi-Fi. Selain itu para mahasiswa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencari tugas kuliah, mencari hiburan, maupun media sosial. Selain fasilitas Wi-Fi pihak kampus STKIP PGRI Sumatera Barat juga menyediakan sarana seperti tempat- duduk, meja, maupun stop kontak. Namun
3 sebelum menggunakan fasilitas Wi-Fi yang
disedikan, terlebih dahulu mahasiswa harus mendaftarkan diri ataupun registrasi ke pusat computer. Tujuan agar mahasiswa tersebut terdaftar dan mendapat kode akses untuk menggunakan jaringan Wi-Fi.
Dari hasil observasi yang peneliti lakukan dengan beberapa mahasiswa.
Beberapa mahasiswa tersebut banyak menggunakan Wi-Fi ketika mereka berada dikampus pada jam 10.00-14.00 WIB . Kegiatan akses Wi-Fi ini banyak dilakukan oleh mahasiswa di lobby gedung B, tangga gedung B, dan tempat duduk yang disediakan di depan prodi (program studi).
Dari 1 minggu observasi yang peneliti lakukan pada beberapa mahasiswa tersebut, Peneliti melakukan wawancara kepada beberapa mahasiswa yang menggunakan fasilitas Wi-Fi yang disediakan oleh pihak kampus STKIP PGRI Sumatera Barat.
Berikut paparan yang disampaikan oleh mahasiswa prodi sosiologi angkatan 2015, yaitu :
“Dari pada menggunakan data selular handphone kan boros, dengan adanya fasilitas Wi-Fi tentu sangat membantu kami para mahasiswa mencari informasi seputar perkulihan, disamping itu juga dapat sebagai sarana hiburan seperti menonton youtube, membuka media sosial di selang waktu
menunggu perkulihaan berikutnya maupun melepas penatnya perkuliahan ”.
Semakin meningkatnya kemudahan dan kebebasan mengakses Wi-Fi akan menimbulkan berbagai macam persepsi mahasiswa pada penggunaan Wi-Fi kampus ini. Maka peneliti tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah penelitian dengan judul “Persepsi mahasiswa STKIP PGRI Sumatera barat dalam penggunaan fasilitas Wi-Fi (studi kasus mahasiswa sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat)”.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Mendeskripsikan Persepsi mahasiswa STKIP PGRI Sumatera barat dalam penggunaan fasilitas Wi-Fi.
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif karena dianggap mampu mengambarkan suatu kenyataan atau fenomena yang ada dilapangan dan bias menjelaskan masalah yang akan diteliti secara mendalam.
Penelitian yang dengan tipe deskriptif, dimana penelitian ini hanya
mengembangkan konsep dan
mengumpulkan fakta-fakta, tetapi tidak melakukan pengujian hipotesis.
Sebagaimana yang kita ketahui bahwa
4 penelitian deskriptif mencoba untuk mencari
data seluasnya dalam rangka mencari kondisi sosial dari sekelompok manusia (Moleong, 2010 : 3).
Pemilihan informan dilakukan secara sampel bertujuan (purposive sampling) untuk mendapatkan keterangan dan data yang relevan dengan tujuan maka penulis menggunakan kriteria yang menjadi informan dalam penelitian ini. Informan dalam penelitian ini berjumlah 29 informan, yang mana terdiri dari 14 perempuan dan 15 laki-laki yang berasal dari seluruh angkatan Sosiologi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara mendalam, study dokumen, unit analisis dalam penelitian yang dilakukan ialah individu. Analisis data yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman berupa pengumpulan data, ruduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini di dilaksanakan di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat Jl.
Gajah Mada, Padang, Sumatera Barat.
Khusus nya pada jurusan Sosiologi seluruh angkatan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dengan adanya penyediaan Wi-Fi di STKIP PGRI Sumatera Barat, diharapkan
melalui internet informasi diketahui dengan mudah agar membantu meningkatkan mutu STKIP PGRI Sumatera Barat sebagai Institusi Pendidikan. Terlaksananya misi tersebut sangat bergantung pada kondisi pemanfaatan Wi-Fi yang telah disediakan, tetapi sebaliknya Wi-Fi dimanfaatkan bukan hanya untuk informasi ataupun kepentingan akademik.
Berdasarkan keterangan dari pihak ICT, menjelaskan bahwa Wi-Fi yang disediakan oleh STKIP PGRI Sumatera Barat untuk memudahkan civitas akademika mengakses internet. Wi-Fi di STKIP PGRI Sumatera Barat aktif hingga 24 jam dan belum ada peraturan mengenai waktu pengaksesan, hal ini dimanfaatkan mahasiswa untuk mengakses jaringan Wi-Fi.
Mahasiswa sebagai aktor bebas memilih media yang dianggap mampu memenuhi kebutuhan mereka, untuk itu mahasiswa memilih Wi-Fi kampus STKIP PGRI Sumatera Barat untuk terhubung ke internet, selanjutnya situs apa yang diakses juga bebas dipilih mahasiswa, baik untuk kebutuhan perkuliahan ataupun untuk kebutuhan hiburan.
Dari hasil yang telah dilakukan maka peneliti mendapatkan beberapa data mengenai persepsi mahasiswa STKIP PGRI
5 Sumatera Barat dalam penggunaan Wi-Fi
adalah sebagai berikut :
5.1 Menghemat biaya pengeluaran dalam mencari tugas kuliah
Dalam memenuhi tugas akademisnya, mahasiswa diharuskan untuk membuat berbagai macam laporan yang referensinya terdapat di buku atau sumber be lainnya. Mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan skripsi dan demikian pula halnya dengan mahasiswa yang akan melakukan penelitian dilapangan seharusnya lebih banyak memanfaatkan buku, jurnal, artikel, dan sumber belajar lainnya untuk mencari berbagai rujukan yang berkaitan dengan penelitian tersebut.
Berdasarkan persepsi mahasiswa, jelas mahasiswa salah satu pihak yang paling diuntungkan dengan perkembangan internet. Aneka referensi, jurnal, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan melalui internet tersedia dalam jumlah yang banyak.
Dewasa ini, mahasiswa tidak hanya mencari buku di perpustakaan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Selain menghemat tenaga dan waktu dalam mencarinya, materi yang dapat ditemui di internet cenderung lebih up-to-date.
Mahasiswa dituntut untuk mampu memanfaatkan sumber daya yang ada untuk
dijadikan sebagai sumber belajar, salah satunya sumber belajar yang terdapat diinternet yang bisa diakses menggunakan Wi-Fi. Wi-Fi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat merupakan media yang dipilih mahasiswa untuk terhubung ke internet karena tersedia hingga 24 jam.
Persepsi Mahasiswa menggunakan Wi-Fi kampus STKIP PGRI Sumatera Barat dengan pertimbangan bahwa Wi-Fi kampus STKIP PGRI Sumatera Barat dapat diakses dengan mudah dan gratis atau tanpa bayar.
Mahasiswa tidak lagi perlu mengeluarkan uang untuk mengakses internet, karena di kampus sudah tersedia jaringan Wi-Fi.
Mahasiswa merupakan pelajar yang belum memiliki pendapatan sendiri dan masih dibiayai oleh orang tua, sehingga mereka harus mengelola keuangan untuk keperluan kuliah. Wi-Fi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat yang tersedia 24 jam dan gratis menjadi pilihan mahasiswa untuk menghemat pengeluaran.
5.2 Hiburan
Perkembangan teknologi dan komunikasi memudahkan individu untuk saling berinteraksi menggunakan media sebagai perantara yang terus berkembang seiring perkembangan IPTEK. Interaksi merupakan hubungan timbal balik antar
6 individu dengan individu, individu dengan
kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Melalui teknologi interaksi jarak jauh telah dipermudah dengan media serta dilengkapi dengan fitur-fitur yang up-to-date. Salah satu media interaksi dewasa ini yang banyak digunakan adalah jejaring sosial.
Perkembangan jejaring sosial muncul atas dasar ide untuk menghubungkan orang- orang dari seluruh belahan dunia. Kehadiran jejaring sosial diawali dengan munculnya Sixdegrees.com pada tahun 1997 sebagai situs jejaring sosial pertama di dunia. Tahun 1999 dan 2000 muncul situs jejaring sosial bernama lunarstorm, live journal, dan cyword dengan sistem informasi searah.
Pada tahun 2010 muncullah Friendster, situs jejaring sosial yang sangat populer selama beberapa tahun hingga akhirnya terlindas oleh kemunculan Facebook. Friendster sendiri awalnya ditujukan sebagai tempat untuk mencari jodoh secara online. Akan tetapi pengguna jejaring sosial yang sekarang dimiliki oleh perusahaan asal Malaysia itu lebih meminatinya sebagai situs untuk saling berkenalan dengan pengguna lain. Tahun 2003 bermunculan situs jejaring sosial lain dengan beragam kategori seperti Youtube (berbagi video).
Mahasiswa memiliki kegiatan yang berbeda-beda seperti kuliah, kegiatan di
tempat kos, kegiatan dengan teman dan pilihan-pilihan untuk mengisi waktu lainnya. Mahasiswa membutuhkan hiburan untuk merelaksasikan fikiran setelah seharian beraktivitas di kampus, salah satunya dengan menonton Televisi atau film. Tidak semua tempat kos mahasiswa dilengkapi dengan Televisi, untuk alternatifnya mahasiswa menonton film melalui laptop. Menonton film melalui laptop dapat dilakukan dengan memasukkan file film atau dengan cara mendownload film tersebut.
Perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya pada dunia nyata atau realita saja, tetapi juga menjangkau dunia virtual atau maya. Salah satunya adalah Game online. Game online merupakan salah satu permainan yang berbasis elektronik dan visual serta didukung oleh media internet. Bermain game online tidak hanya dengan orang- orang yang berada disekitar kita tetapi dengan orang di belahan bumi lainnya.
Yang menyediakan server tertentu agar bisa dimainkan..Game dianggap sebagai sesuatu yang addict atau ketagihan. Pemain game online akan tahan berjam-jam duduk di depan komputer hanya untuk bermain game online. Perkembangan teknologi komunikasi tidak hanya pada dunia nyata
7 atau realita saja, tetapi juga menjangkau
dunia virtual atau maya. Salah satunya adalah Game online. Game online merupakan salah satu permainan yang berbasis elektronik dan visual serta didukung oleh media internet. Bermain game online tidak hanya dengan orang- orang yang berada disekitar kita tetapi dengan orang di belahan bumi lainnya.
Yang menyediakan server tertentu agar bisa dimainkan..Game dianggap sebagai sesuatu yang addict atau ketagihan. Pemain game online akan tahan berjam-jam duduk di depan komputer hanya untuk bermain game online. Mahasiswa mengisi waktu luang dengan hal-hal yang dianngap memenuhi kebutuhan untuk hiburan salah satunya adalah bermain game online. Persepsi mahasiswa menggunakan Wi-Fi ialah Mahasiswa merupakan pelajar yang belum memiliki pendapatan sendiri dan masih dibiayai oleh orang tua, sehingga mereka harus mengelola keuangan untuk keperluan kuliah. Wi-Fi di kampus STKIP PGRI Sumatera Barat yang tersedia 24 jam dan gratis menjadi pilihan mahasiswa untuk mencari hiburan.
5.2 Wi-Fian Sambil Pacaran
STKIP PGRI Sumatera Barat menyediakan fasilitas Wi-Fi tidak di ikuti dengan peraturan mengenai batas waktu
pengaksesan Wi-Fi. Tidak adanya peraturan tertulis tentang ketentuan pengaksesan internet melalui jaringan Wi-Fi kampus mengakibatkan berbagai tindakan yang tidak diinginkan. mahasiswa memanfaatkan tempat dan waktu dikampus untuk berpacaran. Pacaran disekitar kampus dipilih karena rata-rata mahasiswa STKIP PGRI Sumbar kos di dekat kampus STKIP PGRI Gunung Pangilun. Selain itu, mahasiswa memanfaatkan waktu berpacaran sembari mengakses Wi-Fi, hal ini terlihat dari posisi duduk mereka yang berdekatan bahkan saling menyentuh tubuh satu sama lain.
KESIMPULAN
Temuan di lapangan menunjukkan bentuk-bentuk persepsi penggunaan Wi-Fi oleh mahasiswa, antara lain: (1) menghemat biaya pengeluaran. Internet menjadi salah satu sumber belajar yang mudah diakses, kemudahan ini membuat mahasiswa hanya mengcopy-paste tugas mereka dengan menggunakan Wi-Fi kampus karena gratis untuk terhubung ke internet. (2) Hiburan.
Situs jejaring social menjadi sumber informasi yang dilengkapi dengan fitur yang menarik dan menjadi hiburan tersendiri bagi pemilik akun, sehingga menimbulkan kompetisi antar penggunannya yaitu mahasiswa (3) Wi-Fian sambil pacaran.
8 Mereka mengakses Wi-Fi bersama pasangan
dan posisi duduk yang berdekatan hingga berpelukan. Hal ini tidak mencerminkan tindakan seorang civitas akademika, dan kampus merupakan lingkungan akademik yang melahirkan seorang yang menjadi panutan dimasyarakat. Tindakan pada penggunaan ini memiliki makna yang berbeda-beda pada setiap mahasiswa. Ada yang menggunakan Wi-Fi untuk hal-hal yang positif namun ada juga yang menggunakan Wi-Fi untuk hal-hal yang negative karena dianggap dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa.
DAFTAR PUSTAKA
Alwasilah, A. Chaedar. 2011. Pokoknya Kualitatif : Dasar-dasar merancang dan melakukan penelitian kualitatif. Jakarta : Dunia pustaka jaya
Bungin, Burhan. 2005. Analisis data kualitatif. Jakarta : Prenada media Moleong, Lexy J. 1998. Metodologi
Penelitian Kualitatif, Jakarta:
Rosda Karya.
Sofana, Iwan. 2015. Membangun jaringan computer, Bandung : Informatika Sudarma S, Jarot S. 2012. Buku super pintar
internet, Jakarta : Mediakita