Lampiran 1 : Alat dan Bahan
a. Alat
No. Nama Alat Gambar Fungsi
1. Autoklaf Digunakan untuk
pemanasan panas lembab
2. Bunsen Digunakan untuk
pengerjaan aseptis
3. Cawan petri
Digunakan sebagai wadah media pertumbuhan
mikroba
4. Dispo Digunakan untuk
memindahkan media
5. Inkubator Digunakan untuk inkubasi
mikroorganisme
6. Jangka sorong
Digunakan untuk mengukur diameter zona
bening
7. Jarum Ose
Digunakan sebagai alat untuk proses inakulasi
8. Lupang dan alu
Digunakan sebagai alat untuk menghaluskan
sampel buah
9. Mikro pipet
Digunakan untuk memindahkan media dalam
volome mikro liter
10. Oven Digunakan untuk
pemanasan panas kering
11. Pinset
Digunakan untuk meletakkan paper disk diatas permukaan media
12. Tabung reaksi Digunakan untuk tempat
penyimpanan kultur murni
b. Bahan
No. Nama Alat Gambar Fungsi
1. Alkohol 70%
Digunakan sebagai desinfektan
2. Apel manalagi
(Malus sylvestris) Digunakan sebagai sampel
3. Aqua pro
injection
Digunakan sebagai kontrol negatif
4. Aspergillus niger Digunakan sebagai kultur murni
5.
Jeruk nipis (Citrus aurantiifolia)
Digunakan sebagai sampel
6. Kain saring
Digunakan untuk memisahkan filtrat dan
residu
7. Kunyit
(Curcuma longa) Digunakan sebagai sampel
8. Lengkuas
(Alpinia galanga) Digunakan sebagai sampel
9. Medium NA Digunakan sebagai media
10. Medium PDA Digunakan sebagai media
11.
Nanas (Ananas comosus)
Digunakan sebagai sampel
12. Paper disc
Digunakan sebagai tempat menampung zat
antimikroba
13. Plastik wrab
Digunakan sebagai pembungkus cawan petri,
dan tabung reaksi
14. Staphylococcus epidermidis
Digunakan sebagai kultur murni
15. Tisu Digunakan untuk
membersihkan alat
Lampiran 2 : Perhitungan Bahan
1. Pembuatan Media Nutrient Agar (NA)
Media Nutrient Agar (NA) dapat dibuat dengan perbandingan beef extract 3 gram dan agar 15 gram dalam 1000 mL aquadest
Untuk aquadest 100 mL a. Beef Extract
3 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 3 gram × 100 mL
1000 mL
=
3 00 gram mL1000 mL
=
0, 3 gram b. Agar15 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 15 gram × 100 mL
1000 mL
=
1500 gram mL1000 mL
=
1,5 gramJadi, untuk membuat media Nutrient Agar (NA) diperlukan beef extract 0,3 gram dan 1,5 gram agar dalam 100 mL aquadest
2. Pembuata Media Nutrient Broth (NB)
Media Nutrient Broth (NB) dapat dibuat dengan perbandingan beef extract 3 gram dan agar 15 gram dalam 1000 mL aquadest
Untuk aquadest 100 mL a. Beef Extract
3 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 3 gram × 100 mL
1000 mL
=
3 00 gram mL1000 mL
=
0, 3 gramb. Agar 15 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 15 gram × 100 mL
1000 mL
=
1500 gram mL1000 mL
=
1,5 gramJadi, untuk membuat media Nutrient Agar (NA) diperlukan beef extract 0,3 gram dan 1,5 gram agar dalam 100 mL aquadest
3. Pembuatan Media Potato Dextrose Agar (PDA)
Media Nutrient Broth (NB) dapat dibuat dengan perbandingan kentang 3 gram dan agar 15 gram dalam 1000 mL aquadest
Untuk aquadest 100 mL a. Beef Extract
3 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 3 gram × 100 mL
1000 mL
=
3 00 gram mL1000 mL
=
0, 3 gramb. Agar 15 gram
x
=
1000 mL 100 mLx = 15 gram × 100 mL
1000 mL
=
1500 gram mL1000 mL
=
1,5 gramJadi, untuk membuat media Nutrient Agar (NA) diperlukan beef extract 0,3 gram dan 1,5 gram agar dalam 100 mL aquadest
Lampiran 3 : Perhitungan Konsentrasi 1. Konsentrasi 50% dalam 10 mL = 500
100
×
10 mL= = 5 mL ad 5 mL Aqua pro injeksi 2. Konsentrasi 75% dalam 10 mL = 7500
100
×
10 mL= = 7, 5 mL ad 2, 5 mL Aqua pro injeksi 2. Konsentrasi 100% dalam 10 mL = 1000
100
×
10 mL= = 10 mL
Lampiran 4 : Perhitungan Zona Hambat 1. Apel Manalagi (Malus sgivestris)
Uji efektifitas antimikroba pada perasan apel
(a)
(a)
(a)
(b)
(b)
(b)
manalagi (Malus sgivestris) Konsentrasi 50% : 0+0
2
=
0 mm Konsentrasi 75% : 0+02
=
0 mmKonsentrasi 100% : 0+0
2
=
0 mmUji efektifitas antimikroba pada perasan apel manalagi (Malus sgivestris)
Konsentrasi 50% : 10,76 +4,81
2
=
7,76 mmKonsentrasi 75% : 0+0
2
=
0 mm Konsentrasi 100% : 0+02
=
0 mmGambar 2.8 Hasil uji efektifitas antimikroba pada perasan apel manalagi (Malus sgivestris)
2. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
(a)
(a)
(b)
(b)
Uji efektifitas antimikroba pada perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Konsentrasi 50% : 10,04+1 0 ,51
2
=
10,275mm
Konsentrasi 75% : 10,91+17,11
2
=
14,01mm
Konsentrasi 100% : 11,22+11,21
2
=
11,215mm
Uji efektifitas antimikroba pada perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
(a)
(b)
Konsentrasi 50% : 0+0
2
=
0 mm Konsentrasi 75% : 0+02
=
0 mm Konsentrasi 100% : 0+02
=
0 mmGambar 2.9 Hasil uji efektifitas antimikroba pada perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
3. Kunyit (Curcuma domestica)
(a)
(a)
(a)
(b)
(b)
(b)
Uji efektifitas antimikroba pada perasan kunyit (Curcuma domestica)
Konsentrasi 50% : 1,94+2,91
2
=
2,43 mmKonsentrasi 75% : 1,52+1,91
2
=
1,71 mmKonsentrasi 100% : 2,26+2,06
2
=
2,16 mmUji efektifitas antimikroba pada perasan kunyit (Curcuma domestica)
Konsentrasi 50% : 0+0
2
=
0 mm Konsentrasi 75% : 0+02
=
0 mmKonsentrasi 100% : 0+0
2
=
0 mmGambar 2.10 Hasil uji efektifitas antimikroba pada perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
4. Lengkuas (Alpinia galanga)
Uji efektifitas antimikroba pada perasan lengkuas (Alpinia galanga)
(a)
(a)
(a)
(b)
(b)
(b)
Konsentrasi 50% : 2,58+1,80
2
=
2,19 mmKonsentrasi 75% : 2,55+3,10
2
=
2,815 mmKonsentrasi 100% : 2,73+2,95
2
=
2,84 mmUji efektifitas antimikroba pada perasan lengkuas (Alpinia galanga)
Konsentrasi 50% : 0+0
2
=
0 mm Konsentrasi 75% : 0+02
=
0 mmKonsentrasi 100% : 2,75+2,65
2
=
2,68 mmGambar 2.11 Hasil uji efektifitas antimikroba pada perasan lengkuas (Alpinia galanga)
5. Nanas (Ananas comosus)
(a)
(a)
(a)
(b)
(b)
(b)
Uji efektifitas antimikroba pada perasan nanas (Ananas comosus)
Konsentrasi 50% : 6,02+ 6,48
2
=
7,5 mmKonsentrasi 75% : 6,27+6,46
2
=
1,365 mmKonsentrasi 100% : 6,57+6,53
2
=
1,55 mmUji efektifitas antimikroba pada perasan nanas (Ananas comosus)
Konsentrasi 50% : 0+0
2
=
0 mmKonsentrasi 75% : 0+0
2
=
0 mmKonsentrasi 100% : 2,75+2,65
2
=
2,68 mmGambar 2.12 Hasil uji efektifitas antimikroba pada perasan lengkuas (Alpinia galanga)
Lampiran 5 : Diagram Alir 1. Pembuatan Perasan
- Disiapkan sampel tanaman segar Apel Manalagi (Malus sgivestris)
- Dihaluskan sampel pada lumpang dan alu hingga sari tanaman tersebut keluar
- Disaring menggunakan kain saring, dituang kedalam cawan porselin
- Dibuat dalam konsentrasi 50%, 75%,dan 100%
Hasil
- Disiapkan sampel tanaman segar
- Dihaluskan sampel pada lumpang dan alu hingga sari tanaman tersebut keluar
- Disaring menggunakan kain saring, dituang kedalam cawan porselin
- Dibuat dalam konsentrasi 50%, 75%,dan 100%
Hasil
- Disiapkan sampel tanaman segar
- Dihaluskan sampel pada lumpang dan alu hingga sari tanaman tersebut keluar
Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Kunyit (Curcuma domestica)
- Disaring menggunakan kain saring, dituang kedalam cawan porselin
- Dibuat dalam konsentrasi 50%, 75%,dan 100%
Hasil
- Disiapkan sampel tanaman segar
- Dihaluskan sampel pada lumpang dan alu hingga sari tanaman tersebut keluar
- Disaring menggunakan kain saring, dituang kedalam cawan porselin
- Dibuat dalam konsentrasi 50%, 75%,dan 100%
Hasil
- Disiapkan sampel tanaman segar
- Dihaluskan sampel pada lumpang dan alu hingga sari tanaman tersebut keluar
Lengkuas (Alpinia galanga)
Nanas (Ananas comosus)
- Disaring menggunakan kain saring, dituang kedalam cawan porselin
- Dibuat dalam konsentrasi 50%, 75%,dan 100%
Hasil
2. Uji Efektivitas 1) Aspergillus niger
a) Apel Manalagi (Malus sgivestris) Aspergillus niger
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium PDA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Ketoconazole)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
b) Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Aspergillus niger
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium PDA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Ketoconazole)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
c) Kunyit (Curcuma domestica)
Aspergillus niger
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium PDA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Ketoconazole)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
d) Lengkuas (Alpinia galanga)
Aspergillus niger
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium PDA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Ketoconazole)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
e) Nanas (Ananas comosus)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium PDA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Ketoconazole)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Aspergillus niger
2) Staphylococcus epidermidis
a) Apel Manalagi (Malus sgivestris)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi bakteri sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium NA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Kloramfenikol)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Staphylococcus epidermidis
b) Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi bakteri sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium NA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Kloramfenikol)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Staphylococcus epidermidis
c) Kunyit (Curcuma domestica)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi bakteri sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium NA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Kloramfenikol)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Staphylococcus epidermidis
d) Lengkuas (Alpinia galanga)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi bakteri sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium NA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Kloramfenikol)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Staphylococcus epidermidis
e) Nanas (Ananas comosus)
- Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
- Direndam paper disk selama 30 menit kedalam cawan porselin yang berisi perasan 50%, 75% dan 100%
- Dimasukkan suspensi bakteri sebanyak 0,02 mL kedalam cawan petri
- Ditambahkan medium NA dalam cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
- Diletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
- Diinkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk control negative (aquadest) dan control positif (Kloramfenikol)
- Diukur hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Hasil
Staphylococcus epidermidis
Lampiran 6 : Skema Kerja 1. Pembuatan Perasan
a. Apel Manalagi (Malus sgivestris) b.
Membuat dalam konsentrasi 50%,
75%,dan 100%
Menyaring menggunakan
kain saring, dituang kedalam
cawan porselin Menyiapkan
sampel tanaman segar
Menghaluskan sampel pada lumpang dan alu
hingga sari tanaman tersebut
keluar
b. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)
Membuat dalam konsentrasi 50%,
75%,dan 100%
Menyaring menggunakan
kain saring, dituang kedalam
cawan porselin Menyiapkan
sampel tanaman segar
Memotong sampel menjadi beberapa bagian agar mudah
diperas
c. Kunyit (Curcuma domestica)
Membuat dalam konsentrasi 50%,
75%,dan 100%
Menyaring menggunakan
kain saring, dituang kedalam
cawan porselin Menyiapkan
sampel tanaman segar
Menghaluskan sampel pada lumpang dan alu
hingga sari tanaman tersebut
keluar
d. Lengkuas (Alpinia galanga)
Membuat dalam konsentrasi 50%,
75%,dan 100%
Menyaring menggunakan
kain saring, dituang kedalam
cawan porselin Menyiapkan
sampel tanaman segar
Menghaluskan sampel pada lumpang dan alu
hingga sari tanaman tersebut
keluar
e. Nanas (Ananas comosus)
Membuat dalam konsentrasi 50%,
75%,dan 100%
Menyaring menggunakan
kain saring, dituang kedalam
cawan porselin Menyiapkan
sampel tanaman segar
Menghaluskan sampel pada lumpang dan alu
hingga sari tanaman tersebut
keluar
2. Uji Efektifitas 1) Aspergillus niger
a. Apel Manalagi (Malus sgivestris)
Dimasukan Menginkubasi selama 72 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Ketoconazole)
Menambahkan medium PDA dalam cawan petri
sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Meletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
b. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Mengukur
hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Dimasukan Menginkubasi selama 72 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Ketoconazole)
Menambahkan medium PDA dalam cawan petri
sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Meletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
c. Kunyit (Curcuma domestica) Mengukur
hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Dimasukan Menginkubasi selama 72 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Ketoconazole)
Menambahkan medium PDA dalam cawan petri
sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Meletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
d. Lengkuas (Alpinia galanga) Mengukur
hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Dimasukan Menginkubasi selama 72 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Ketoconazole)
Menambahkan medium PDA dalam cawan petri
sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Meletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
e. Nanas (Ananas comosus) Mengukur
hambatan/zona bening dengan jangka sorong
Dimasukan Menginkubasi selama 72 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Ketoconazole)
Menambahkan medium PDA dalam cawan petri
sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri Menyiapkan alat
dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Meletakkan paper disk yang telah direndam diatas permukaan medium
2) Staphylococcus epidermidis
a. Apel Manalagi (Malus sgivestris)
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Mengukur
hambatan/zona bening dengan jangka sorong
b. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Dimasukan
Menginkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Kloramfenikol)
Menambahkan medium NA dalam
cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat Meletakkan paper
disk yang telah direndam diatas permukaan medium
Mengukur hambatan/zona
bening dengan jangka sorong
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
c. Kunyit (Curcuma domestica) Dimasukan
Menginkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Kloramfenikol)
Menambahkan medium NA dalam
cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat Meletakkan paper
disk yang telah direndam diatas permukaan medium
Mengukur hambatan/zona
bening dengan jangka sorong
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
d. Lengkuas (Alpinia galanga) Dimasukan
Menginkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Kloramfenikol)
Menambahkan medium NA dalam
cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat Meletakkan paper
disk yang telah direndam diatas permukaan medium
Mengukur hambatan/zona
bening dengan jangka sorong
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
e. Nanas (Ananas comosus) Dimasukan
Menginkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Kloramfenikol)
Menambahkan medium NA dalam
cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat Meletakkan paper
disk yang telah direndam diatas permukaan medium
Mengukur hambatan/zona
bening dengan jangka sorong
Memasukkan suspensi jamur sebanyak 0,02 mL
kedalam cawan petri
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
Merendam paper dis selama 30 menit
kedalam cawan porselin yang berisi
perasan 50%, 75%
dan 100%
Dimasukan Menginkubasi selama 24 jam, dilakukan hal yang sama untuk
control negative (aquadest) dan
control positif (Kloramfenikol)
Menambahkan medium NA dalam
cawan petri sebanyak 10 mL, dihomogenkan lalu dibiarkan memadat Meletakkan paper
disk yang telah direndam diatas permukaan medium
Mengukur hambatan/zona
bening dengan jangka sorong