• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akhir Mahasiswa KM 7

Davia Nur

Academic year: 2024

Membagikan "Laporan Akhir Mahasiswa KM 7"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR MAHASISWA

PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 7 TAHUN 2024

Disusun Oleh:

DAVIA NUR RACHMA 210221604423

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2024

(2)

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR MAHASISWA

Nama Kegiatan : Program Kampus Mengajar Angkatan 7 Tahun 2024 Nama Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Malang

Mahasiswa

1. Nama Lengkap : Davia Nur Rachma

2. NIM 210221604423

3. NPSN Sekolah 20540496

4. Sekolah Penugasan : SD Negeri Brenggolo 5. Nama DPL : Sahri, M.Pd.I

6. Nama Koordinator PT: Umi Saiful Ummah, S.Pd, M.Pd, Ph.D

Guru Pamong Dosen Pembimbing Lapangan

Listiyana, S.Pd.

NIP. 199610282023212018 NIDN. 0730129003

Mengetahui

Wakil Dekan I Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D NIP. 198405142010122002

Sahri, M.Pd.I

(3)

ISI LAPORAN

A. Hasil Analisis Kebutuhan Sekolah 1) Kondisi Lingkungan Sekolah

Sekolah Dasar Negeri Brenggolo merupakan sekolah terakreditasi A menurut data pokok pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Sekolah ini berada di Desa Brenggolo, tepatnya di Jalan Surabaya-Cepu no. 316, Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sekolah ini terletak di tempat yang strategis di pinggir jalan raya dan di tengah pemukiman warga setempat.

SD Negeri Brenggolo terdiri dari 6 kelas dengan jumlah keseluruhan 51 peserta didik.

Keadaan lingkungan sekolah dasar ini cukup bersih dan nyaman. Seluruh bangunan sudah dilapisi keramik dengan tembok mayoritas berwarna hijau. Sekolah ini memiliki fasilitas seperti: 11 bangunan dengan 9 bangunan aktif, mushola, lapangan, kantin, dan kamar mandi.

Fasilitas yang kurang dari sekolah ini adalah tidak adanya fasilitas perpustakaan. Sangat disayangkan dengan absennya fasilitas yang krusial ini, peserta didik menjadi tidak bisa mengeksplorasi kemampuan literasi maupun numerasinya. Setiap kelas terdapat fasilitas papan tulis kapur, majalah dinding sebagai tempat memajangkan hasil karya dan lkpd peserta didik, tempat portfolio, sudut baca dan hiasan kelas. Kondisi kelas cukup baik dan masih dapat digunakan meskipun beberapa kelas mempunyai kondisi atap plafon jebol dan bocor (saat hujan). Sekolah belum maksimal dalam hal pengelolaan sampah. Bahkan tidak semua kelas memiliki bak sampah.

Fasilitas kegiatan belajar mengajar dan media yang dimiliki SD Negeri Brenggolo sudah cukup lengkap dan masih semua masih layak pakai. Perangkat yang tersedia seperti; LCD, proyektor, laptop, mic, dan speaker. Untuk media ajar interaktif terdapat banyak KIT ajar dan alat peraga yang masih bagus dan layak pakai. Namun sangat disayangkan dalam kegiatan belajar mengajar perangkat dan media ajar ini jarang digunakan.

Terdapat dua kurikulum yang diterapkan di sekolah, yakni kurikulum K-13 (kelas 3 & 6) dan kurikulum Merdeka (kelas 1, 2, 4, & 5). Dalam kegiatan belajar mengajar, metode dan strategi pembelajaran yang diterapkan di Sekolah Dasar Negeri Brenggolo masih menggunakan metode ceramah dan media ajar sederhana seperti papan tulis, kapur dan sumber pelajaran. Meskipun sebenarnya terdapat KIT ajar dan perangkat yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

(4)

2) Kondisi Guru

SD Negeri Brenggol memiliki 8 guru, 6 guru sebagai wali kelas, 1 guru olahraga, dan satu guru pendidikan agama dan budi pekerti. Berdasarkan observasi pada saat awal masa penugasan, dapat diketahui bahwa ada beberapa aspek yang memerlukan perhatian lebih.

Seperti aspek kedisiplinan guru yang kurang karena sering datang dan mengajar di kelas terlambat. Untuk metode dan strategi pembelajaran, kebanyakan guru masih menggunakan metode teacher-oriented instructional models. Guru hanya menerangkan materi dengan metode ceramah sementara peserta didik mendengarkan. Strategi belajar yang digunakan cukup sederhana seperti: cooperative learning.

3) Kondisi Peserta Didik

Secara keseluruhan peserta didik di sekolah ini berjumlah 51 anak. Terdiri dari 29 laki - laki dan 22 perempuan. Mereka berasal dari berbagai macam latar belakang yang berbeda. Pada saat observasi, dapat ditemukan ternyata di sekolah ini cukup marak terjadi perundungan antar teman. Selain itu, terdapat beberapa anak yang masih belum lancar membaca.

Tabel 2: Jumlah Peserta Didik REKAPITULASI JUMLAH SISWA

SD Negeri Brenggolo TAHUN PELAJARAN 2023/2024

No. Kelas Jenis Kelamin Jumlah

Total Laki-laki Perempuan

1. Satu 1 3 4

2. Dua 5 2 7

3. Tiga 3 2 5

4. Empat 4 4 8

5. Lima 6 6 12

6. Enam 10 5 15

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan selama kurang lebih satu pekan saat awal penugasan, maka tim kami menyusun beberapa program yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi dan numerasi. Selain itu, kami juga memiliki konsen dengan masalah pencegahan 3 dosa besar pendidikan, mitigasi perubahan iklim dan inovasi media ajar dengan memanfaatkan teknologi.

(5)

B. Perancangan Program

Proses perancangan RAK sangat mengacu pada hasil observasi yang telah dilakukan. Kami memiliki beberapa focus kegiatan dalam aspek: numerasi, literasi, mitigasi perubahan iklim, adaptasi teknologi, P5, pengelolaan sudut baca dan perpustakaan, pencegahan 3 dosa besar pendidikan. Dalam penyusunannya, kami saling berdiskusi dengan anggota kelompok, mencari referensi dari kelompok KM tahun sebelumnya, setelah penyusunan draft RAK selesai, kami berkonsultasi dengan DPL. Kami mendapatkan saran dari beliau. Setelah melakukan revisi, kami membuat PPT untuk dipresentasikan dalam FKKS.

Acara FKKS II ini dilakukan pada 21 Maret yang bertempat di ruang kelas V SD Negeri Brenggolo. Forum ini dihadiri oleh seluruh peserta didik kelas V, seluruh guru kelas dan guru pelajaran, guru pamong, kepala sekolah, DPL, dan mahasiswa KM 7 SD Negeri Brenggolo.

Setelah penyampaian RAK pada saat forum, kami mendapatkan saran dan masukan baik dari pihak sekolah maupun DPL. Program-program yang diajukan sudah sesuai dengan kebutuhan sekolah sesuai dengan hasil observasi, usulan DPL, dan permintaan pihak sekolah. Berikut merupakan rincian program kerja kami:

Nama RAK Deskripsi RAK Tujuan RAK Sasaran RAK

PIC RAK

Literasi

Eksplorasi Kegiatan ini bertumpu pada Memberikan Kelas 1 s/d Mufaricha Ulia Jendela Dunia perpustakaan keliling yang pengalaman Kelas 6 Anjani

nantinya dihadirkan di sekolah literasi baru guna menjadi tempat peserta kepada peserta didik untuk mencari sumber didik.

bacaan yang mereka inginkan karena faktor kondisi sekolah yang belum mempunyai ruang perpustakaan sehingga tentu saja bahan bacaan yang dimiliki pun kurang. Hal ini juga merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan oleh tim untuk mengajak peserta

(6)

didik memperingati Hari Dongeng Sedunia.

Cerita Seru Kegiatan ini dilakukan dengan Menambah Kelas 1 s/d Ray Shinta Ramadhan metode membaca nyaring literasi peserta Kelas 6 Aprilia Putri

bergantian, dengan bahan didik melalui bacaan yang sudah di sediakan cerita seputar dan dipilah oleh tim, sehingga ramadhan nantinya akan sejalan dengan

proporsi tingkat pemahaman peserta didik mengenai suatu bacaan. Bahan bacaan yang dipilih juga akan berkaitan dengan ramadhan & cerita islami lainnya.

Menonton Untuk memperingati Hari Menambah Kelas 4 s/d Muliana Malika Film Kartini Kartini, peserta didik diarahkan wawasan literasi Kelas 6 Anjiani

untuk menyaksikan film siswa mengenai

“Kartini” hingga kemudian kisah Kartini, diakhir sesi akan ada sesi cerita menumbuhkan yang bertujuan untuk karakter mengetahui tingkat eksplorasi (percaya diri) dan pemahanan peserta didik peserta didik mengenai film yang dilihat. untuk berani

menyampaikan pemahaman mereka mengenai film yang telah dilihat.

Permainan Kegiatan ini dilakukan 2 kali Untuk Kelas 4 & Davia Nur Literasi dalam satu bulan, dengan memberikan kelas 5 Rachma

mengandalkan soal- soal pengalaman literasi yang nantinya akan baru kepada dijadikan game seru. peserta didik

serta

memberikan

(7)

variasi pembelajaran baru di sekolah.

Pohon Cita- Cita

Kegiatan ini dilakukan di seluruh tingkatan kelas, dengan memanfaatkan bahan seadanya peserta didik diajak untuk berangan- angan dan

memikirkan cita cita apa yang mereka inginkan dan kemudian di abadikan di pohon cita- cita.

Menumbuhkan semangat peserta didik untuk belajar, serta dapat dijadikan sebagai bahan bacaan oleh peserta didik.

Kelas 5 &

Kelas 6

Muliana Malika Anjiani

Pembuatan Mading

Kegiatan ini dilakukan bersama oleh seluruh warga sekolah dengan memanfaatkan bahan yang sudah ada.

Mewujudkan lingkungan kaya literasi serta memberi apresiasi atas karya peserta didik.

Seluruh warga sekolah

Ray Shinta Aprilia Putri

Rutinan Membaca Nyaring

Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan buku bacaan online yang nantinya akan ditampilkan di proyektor, kemudian peserta didik

perwakilan untuk maju kedepan dan membacakannya.

Mengajak peserta didik mengeksplore bahan bacaan &

menumbuhkan rasa percaya diri.

Kelas 4 &

Kelas 5

Mufaricha Ulia Anjani

Literacy Camp Kegiatan ini ditujukan untuk menambah wawasan literasi peserta didik dan mengadakan kegiatan literasi dengan berbagai cara agar tidak membosankan.

Mewujudkan kebersamaan antar peserta didik dan menumbuhkan jiwa

kretifitasnya.

Kelas 5 Mufaricha Ulia Anjani

Pengelolaan Perpustakaan

(8)

Pengadaan Perpustakaan Mini

Dengan latar belakang lembaga yang belum memiliki ruang perpustakaan, maka tim akan berusaha mencari tempat yang dijadikan sebagai ruang perpustkaan.

Untuk menambah bahan bacaan peserta didik

Lembaga Sekolah

Ray Shinta Aprilia Putri

Pengelolaan Sudut Baca Renovasi Sudut

Baca

Pengadaan sudut baca sudah diterapkan di dalam kelas akan tetapi kegiatan membaca belum terealisasi secara penuh, maka dari itu tim akan memperbaiki sudut baca dari segi tempat maupun waktunya.

Untuk kembali menghidupkan serta

memfungsikan sudut baca dengan baik dan benar.

Kelas 5 dan 6

Mufaricha Ulia Anjani

Numerasi Permainan Numerasi

Kegiatan ini dilakukan secara rutin 2 kali dalam satu bulan, nantinya tim akan

mempersiapkan bahan permainan. Tidak hanya permainan semata tetapi di dalamnya tim akan

menyelipkan numerasi untuk menjadi bahan beajar bagi peserta didik.

Memberikan pengalaman belajar baru bagi peserta didik serta menambah variasi

pembelajaran numerasi di sekolah.

Kelas 1 s/d Kelas 6

Davia Nur Rachma

Mitigasi Perubahan Iklim

Sosialisasi Gizi Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama lembaga puskesmas setempat.

Agar peserta didik memahami takaran gizi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan mereka

Kelas 1 s/d Kelas 6

Muliana Malika Anjiani

Jum’at Sehat Kegiatan ini merupakan implemantasi dari adanya sosialisasi gizi, dengan adanya

Menumbuhkan kebiasaan peserta didik

Kelas 1 s/d Kelas 6

Mufaricha Ulia Anjani

(9)

sabtu sehat peserta didik diajak untuk menghitung serta menentukan gizi apa saja yang akan mereka bawa di hari sabtu tersebut.

untuk melakukan kebiasaan hidup sehat dengan proporsi gizi yang seimbang.

Pengadaan Bank Sampah

Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi kepada peserta didik pentingnya memilah sampah dan bagaimana cara mendaur ulangnya.

Untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai cara mengelola sampah

Kelas 1 s/d Kelas 6

Muliana Malika Anjiani

Penanaman Tanaman

Kegiatan ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk membawa bibit tanaman per anak yang kemudian diberi nama dan ditata disetiap kelas.

Memberikan pengetahuan kepada peserta didik untuk bagaimana menjaga

lingkungan agar tetap sehat dan untuk

mengurangi polusi

Kelas 4 s/d Kelas 6

Mufaricha Ulia Anjani

Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan Sosialisasi

Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan

Kegiatan ini dilakukan dengan berkolaborasi bersama pihak Polsek setempat yang akan diundang langsung oleh tim untuk menjadi pemantik.

Memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai bahaya serta konsekuensi yang akan didapatkan ketika melakukan 3 dosa besar, serta

Seluruh warga sekolah

Davia Nur Rachma

(10)

memberikan wawasan kepada peserta didik bagaimana cara membatasi diri agar tidak melakukannya Adaptasi Teknologi

Pelatihan Poster Berbasis Digital

Kegiatan ini memanfaatkan canva sebagai alat utamanya, peserta didik diajarkan untuk membuat poster melalui canva kemudian nantinya hasil karya mereka akan ditempel di mading.

Memberikan wawasan kepada peserta didik mengenai pemanfaatan teknologi.

Kelas 4 &

Kelas 5

Ray Shinta Aprillia Putri

Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Dengan memanfaatkan teknologi, tim menciptakan media pembelajaran baru yang nantinya akan di

implementasikan pada pembelajaran sehari- hari.

Memberikan variasi media pembelajaran baru serta mengenalkan teknologi kepada lembaga sekolah.

Guru kelas Davia Nur Rachma

P5

Pembuatan Batik Eco Print

Kegiatan ini dilakukan dengan memanfaatkan sampah daun sebagai bahan utamanya kemudian nanti di cetak di sebuah kain polos.

Menumbuhkan karakter gotong royong serta kreativitas peserta didik.

Kelas 4 &

Kelas 5

Muliana Malika Anjiani

C. Mitra yang Terlibat dalam Penugasan Program Kampus Mengajar

Selama masa penugasan program Kampus Mengajar, pihak yang terlibat diantaranya:

1. Kepala Sekolah: Membantu menyetujui dan mengarahkan rencana dan pelakanaan program kerja yang akan dilaksanakan.

(11)

2. Guru Pamong: Berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran dan program kerja Kampus Mengajar, membantu mengarahkan rencana dan pelaksanaan program kerja, penilaian.

3. Wali Kelas: Berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran dan program kerja Kampus Mengajar.

4. Guru Pjok: Berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran dan program kerja Kampus Mengajar.

5. Guru PABP: Berkolaborasi dalam kegiatan pembelajaran dan program kerja Kampus Mengajar.

6. Dinas Puspendik: Berkolaborasi dalam program kerja “Eksplorasi Jendela Dunia”, memfasilitasi perpustakaan keliling

7. Puskesmas Kalitidu: Berkolaborasi dalam program kerja “Sosialisasi pengelolaan gizi seimbang”, memberikan materi penyuluhan.

D. Pelaksanaan AKM Kelas dan Asesmen Murid

AKM Kelas di Sekolah Dasar Brenggolo dilaksanakan bersama kelas V, dengan jumlah 12 peserta didik. Kamis, 7 Maret 2024 kami mengadakan simulasi dan menjelaskan teknis pelaksanaan AKM Kelas. Kemudian, pada Jum’at 8 Maret 2024 dilaksanakan pre-test AKM Kelas. Sedangkan post-test AKM Kelas dilaksanakan pada Selasa, 22 Mei 2024. Dengan rincian sebagai berikut:

No. Nama Literasi Numerasi

Pre-Test Post-Test Pre-Test Post-Test

1. ALVIN

PRATISTA

75 95 55 90

2. DAFA

SEFTYA AGUNG W

80 95 75 85

3. IMTIYAS LUTHFIYAH

85 95 85 90

4. LAILATUL NIKMAH

75 95 75 90

(12)

5. MOCH INDRA ADITYA P

80 95 80 90

6. MOHAMMAD

RAGIL O

75 90 75 80

7. NOVAN

ARDIANDRA

45 95 45 90

8. OKTANIA

DWI

DARNANDA

80 95 55 85

9. SHELIA

ARDINA PUTRI

70 95 85 90

10. SEILA RAHMA APRILIA

80 95 85 90

11. ZASKIA NUR AINI

70 90 80 85

12. ZIDHAN IQBAL DWI W

80 90 40 90

Rata-rata 74,583 93,75 69,583 87,916

Hasil dari analisis terhadap nilai AKM Kelas peserta didik SD Negeri Brenggolo terdapat beberapa peserta didik yang mengalami kenaikan nilai. Perbandingn nilai rata-rata pre-test dan post-test literasi adalah 74,583 dan 93,75. Terlihat adanya kenaikan score 19.16%. Sedangkan perbandingn nilai rata-rata pre-test dan post-test numerasi adalah 69,583 dan 87,916. Dapat disimpulkan mengalami kenaikan nilai 18,3%.

E. Implementasi Program

Setelah penyusunan RAK dan pelaksanaan FKKS, kami menjalankan program kerja yang disetujui dengan bertanggung jawab dan sekomunikatif mungkin dengan pihak sekolah.

Berikut merupakan uraian pengimplementasian program kerja kami selama penugasan:

(13)

1. Eksplorasi Jendela Dunia

Kegiatan ini dilakukan untuk memfasilitasi peserta didik dalam meningkatkan literasi mengingat sekolah tidak memiliki fasilitas perpustakaan yang memadai. Kami bekerja sama dengan pihak dinas perpustakaan dan arsip Kabupaten Bojonegro untuk mendatangkan perpustakaan keliling ke sekolah. Sebelum kegiatan eksplorasi buku dimulai peserta didik mendapatkan jurnal baca untuk diisi. Jurnal baca tersebut berisi tentang pertanyaan pemahaman bacaan 5W+1H. Untuk peserta didik kelas 1 dan 2 mereka menyimak kegiatan membaca nyaring yang dilakukan oleh kami. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Pada kegiatan eksplorasi jendela dunia peserta didik mengikuti kegiatan dengan sangat antusias mereka sangat senang menunggu perpustakaan keliling. Sebelum membaca buku mereka diberikan jurnal baca yang berisi pertanyaan sederhana tentang 5W 1H. Dan untuk kelas 1 dan kelas 2 karena beberapa dari mereka ada yang belum lancar membaca maka mereka mengikuti kegiatan baca nyaring.

2. Cerita Seru Ramadan

Kegiatan cerita seru Ramadan ini dilakukan di sela kegiatan pondok Ramadan yang dilaksanakan pada awal bulan. Kami bekerjasama dengan guru agama sekolah. Sebelum memulai kegiatan kami menayangkan video terkait dengan cerita Lailatul Qadar. Setelah itu kami menerangkan tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar. Siswa-siswi mengikuti kegiatan dengan baik.

3. Menonton Film Kartini

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka perayaan Hari Kartini. Kami mengadakan kegiatan nonton bareng film “KARTINI”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan mereka visual literasi serta mengenalkan mereka tentang sejarah emansipasi wanita, dan biografi pahlawan Wanita di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh kelas 1-6. Setelah kegiatan menonton film, mereka diharuskan untuk menulis surat untuk Kartini. Pelaksanaan kegiatan nonton bareng awalnya ditujukan hanya untuk kelas tinggi, namun karena permintaan guru wali kelas tingkat rendah meminta agar kelas 1-3 ikut dalam kegiatan akhirnya kegiatan ini dilaksanakan bersama kelas 1-6. Sebelum kegiatan dimulai semua peserta didik baris di depan ruangan untuk mengantri tiket masuk. Mereka duduk sesuai dengan kelasnya. Sebelum film diputar, kami menjelaskan peraturan “bioskop”. Kemudian film diputar. Pada awal sampai tengah film, mereka tenang menonton film dengan baik.

Pada tengah-tengah film sampai seterusnya, beberapa dari mereka mulai merasa bosan.

(14)

4. Permainan Literasi

Permainan literasi ini dilaksanakan beberapa kali saat waktu luang ataupun jam istirahat peserta didik. Kami juga mengadakan permainan literasi ini pada saat kegiatan pembelajaran. Kami mengadakan kegiatan belajar di luar kelas. Kami mengadakan permainan “Hidden Literacy Gem”. Permainan ini dilakukan di luar kelas. Kami berkolaborasi dengan guru pjok. Tujuan kegiatan ini adalah peserta didik dapat menyusun kalimat dengan pola S-P-O-K secara tepat. Teknis permainannya adalah, peserta didik mencari amplop yang berisi potongan kata acak yang sudah disembunyikan di sekitar lingkungan sekolah. Setelah mereka menemukannya, mereka harus menyusun sesuai dengan pola S-P-O-K. Selain itu, kami juga mengadakan game tebak kata. Game ini dilakukan dengan teknis dua peserta didik saling berhadapan satu sama lain. Salah satu anak memberikan petunjuk IYA/ TIDAK sesuai dengan deskripsi dan tebakan lawan yang di atas kepalanya diberikan clue kata.

5. Pohon Cita-Cita

Pohon cita-cita adalah salah satu program kerja kami yang betujuan untuk meningkatkan lingkungan kaya teks di dalam kelas. Selain itu program ini juga dimaksudkan untuk menghias kelas serta meningkatkan motivasi peserta didik agar selalu semangat dalam belajar. Dalam pelaksanaannya, kami dibantu oleh kelas V. Pertama, mereka menuliskan cita-cita mereka. Setelah itu, kami mencarikan gambar animasi profesi. Lalu, mereka menulis cerita motivasi tentang cita-cita mereka. Mereka sangat senang dengan hasil hiasan yang ditempelkan di kelas.

6. Pembuatan Majalah Dinding

Pembuatan majalah ini digagas dikarenakan di lingkungan sekolah belum ada majalah dinding yang khusus untuk memajang hasil karya cipta peserta didik. Pembuatan majalah dinding ini bertujuan untuk mengapresiasi karya peserta didik sehingga meningkatkan semangat dan daya kreatif peserta didik.

7. Rutinan Membaca Nyaring

Kegiatan membaca nyaring ini dilaksanakan bersama peserta didik kelas 5 & 6. Kami menggunakan platform SIBI untuk mencari sumber bacaan yang menarik dan sesuai dengan jenjang usia mereka. Mereka sangat tertarik dengan kegiatan ini, bahkan beberapa dari mereka ingin maju untuk membaca nyaring.

8. Festival Literasi Numerasi

Awalnya di RAK, kami merencanakan untuk menyelenggarakan Literacy Camp. Namun dengan segala pertimbangan kami menggantinya dengan kegiatan Festival Liteasi

(15)

Numerasi. Festival Literasi Numerasi digelar dalam rangka perayaan Hari Pendidikan Nasional. Kegiatan ini dilakukan dengan sederhana namun menyenangkan. Ada beberapa lomba yang dilaksanakan, di antara lain: lomba math-coloring (kelas 1&2), lomba pembuaatan komik (kelas 3), lomba monopoli literasi, dan domino numerasi (kelas 4, 5, 6).

Festival Literasi Numerasi dilaksanakan dengan sangat sederhana. Kami mengadakan beberapa lomba untuk memeriahkan acara, diantaranya: lomba math-coloring (kelas 1&2), lomba pembuaatan komik (kelas 3), lomba monopoli literasi (beradu menjawab pertanyaan IPAS), dan domino numerasi [menyusun kartu berisi soal matematika (kelas 4, 5, 6)].

Pelaksanaannya dibagi menjadi dua sesi: sesi pagi (08.00-10.00) untuk kelas tingkat rendah dan sesi siang untuk kelas tingkat tinggi (10.00-12.00). Bagi pemenang lomba, mereka mendapatkan hadiah dari panitia.

9. Pengadaan Perpustakaan Mini

Perpustakaan mini digagas karena sekolah tidak memiliki fasilitas perpustakaan. Selain itu sekolah juga tidak memiliki cukup banyak buku bacaan terutama jenis non-teks. Awalnya kami membuka donasi untuk menerima buku bekas dari para donatur. Setelah donasi terkumpul, kami kemudian membersihkan ruangan, menata dan membuat hiasan. Kami juga membuat tata tertib, daftar buku dan juga poster membaca. Pengadaan perpustakaan mini ini didasari dengan permasalahan yakni tidak adanya fasilitas perpustakaan di sekolah.

Maka dari itu selama ini siswa kurang mengeksplorasi buku untuk meningkatkan kemampuan literasi mereka. Di samping itu, sekolah juga tidak memiliki buku-buku sumber belajar ataupun buku non-teks. Tujuan dari kegiatan pengadaan perpustakaan mini ini adalah untuk menggiatkan siswa agar terbiasa mengeksplor buku agar kemampuan literasi mereka meningkat. Target pengerjaan pepustakaan mini ini adalah satu pekan.

Tantangan yang dihadapi adalah tidak adanya fasilitas berupa ruangan khusus untuk digunakan sebagai perpustakaan. Selain itu, minimnya buku sumber bacaan khususnya buku non-teks membuat pengerjaan pembuatan perpustakaan mini terhambat.

10. Pengelolaan Sudut Baca

Kami melakukan pembersihan dan penataan ulang sudut baca di kelas V. Kami menghias sudut baca agar menjadi spot yang menarik dan nyaman untuk mereka dalam membaca di kelas. Selain itu, kami juga menambahkan poster-poster yang mendukung dan memotivasi mereka agar giat membaca.

11. Permainan Numerasi

Permainan numerasi ini kami lakukan pada setiap kali kesempatan. Kami terkadang mengadakan permainan numerasi untuk ice breaking maupun kuis di saat waktu senggang.

(16)

Permainan numerasi ini dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa lewat cara yang menyenangkan.

12. Sosialisasi Pengelolaan Gizi Seimbang

Kegiatan ini bekerja sama dengan Puskesmas Kalitidu kami mengundang nutrisionist untuk memberikan penyuluhan tentang pedoman gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk mitigasi perubahan iklim. Diharapkan siswa dapat memahami tentang pentingnya pengelolaan gizi seimbang untuk pertumbuhan mereka

13. Jum’at Sehat

Program kerja ini merupakan RTL dari program sosialisasi pengeloaan gizi seimbang dari Puskesmas. Kegiatan Jumat sehat ini dilaksanakan dengan membawa bekal bergizi untuk sarapan pagi dari rumah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mitigasi perubahan iklim serta mengajak siswa untuk hidup sehat dengan makan makanan yang bergizi.

14. Pengadaan Bank Sampah

Pengadaan bank sampah ini dilaksanakan karena tidak semua kelas memiliki bak sampah.

Akibatnya, mereka cenderung membuang sampah sembarangan bahkan ketika di dalam kelas. Dalam hal ini, kami menginisiasi pembuatan bak sampah dengan me-recycle barang bekas. Galon-galon bekas ini kami bentuk dan cat dengan karakter-karakter lucu dengan menggunakan cat minyak.

15. Penanaman Tanaman

Penanaman tanaman adalah salah satu program kerja yang berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim. Kami menanam beberapa tanaman hias untuk ditanam di depan kelas.

Dalam pelaksanaannya, kami juga memanfaatkan barang bekas, yakni galon bekas untuk pot tanaman. Kami menanam bersama adik-adik kelas 6 dan 5.

16. Sosialisasi Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan

Kegiatan sosialisasi pencegahan tiga dosa besar pendidikan kami lakukan pada saat pelaksanaan kegiatan pondok Ramadan di sekolah. Sebelum dimulai kami memperlihatkan video pemantik tentang film yang bercerita tentang perundungan. Setelah itu kami menayangkan dan mengajak siswa-siswi untuk menyanyikan lagu Anti Bullying sebagai ice breaking. Lalu siswa menyimak dengan tertib sosialisasi pencegahan perundungan.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman siswa mengenai apa itu perundungan, bahaya perundungan, dampak dari perundungan. Untuk tindak lanjutnya, diadakan pembuatan poster berbasis digital. Diberikan workshop mengenai pembuatan poster digital dengan platform canva. Siswa dan siswi akan diajak untuk membuat poster

(17)

yang berisi tentang pencegahan perundungan dan kemudian ditempelkan di kelas maupun lingkungan sekolah.

17. Pelatihan Pembuatan Poster Berbasis Digital

Pelatihan poster digital ini diberikan untuk kelas tingkat tinggi (4-6). Mereka diajarkan untuk membuat poster digital melalui aplikasi Canva. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajarkan peserta didik memanfaatkan teknologi dengan baik. Selain itu, hasil poster mereka akan dicetak sebagai poster untuk mengkampanyekan: hemat energi, pencegahan kekerasan seksual, anti-bullying, jaga toleransi, dan ayo membaca.

18. Media Pembelajaran Berbasis Teknologi

Pembuatan media ajar berbasis teknologi ini dilaksanakan dengan guru. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan guru dengan media ajar berbasis teknologi yang dapat diimplementasikan sebagai media ajar sehingga kegiatan belajar mengajar menjadi variatif dan inovatif. Pada kegiatan pelatihan pembuatan media ajar berbasis teknologi kami mengajak guru untuk memanfaatkan teknologi di internet agar media ajar yang dipakai di dalam kelas semakin interaktif dan inovatif sehingga membangkitkan semangat peserta didik dalam belajar. Guru diajak untuk berlatih menggunakan google form dan quizizz untuk membuat assessment yang lebih efesien dan menarik.

19. Pembuatan Batik Ecoprint

Program pembuatan batik eco-print ini merupakan salah satu projek penguatan profil pelajar Pancasila. Kami berkolaborasi dengan guru wali kelas V dalam perancangan kegiatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan peserta agar melestarikan kebudayaan batik, selain itu kami mengintegrasikan dengan pelajaran IPAS untuk materi jenis-jenis tulang daun. Alat dan bahan yang digunakan adalah: kain, tawas, cuka, daun dan bunga, alat pukul dan plastik. Peserta didik kelas V sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka sangat bangga dengan hasil karya mereka.

F. Refleksi dan Evaluasi Implementasi Program

No Nama Kegiatan Tantangan Solusi

1. Eksplorasi jendela dunia ( Hari Dongeng )

Dalam kegiatan ini, kami berkolaborsi dengan Dinas

Perpustakaan Daerah dan meminta untuk mendatangkan Perpustakaan

Setelah mengirimkan surat permintaan untuk mendatangkan perpustakaan keliling,

(18)

Keliling. Tantangan yang kami terima dalam kegiatan ini adalah, kami harus selalu siap ketika sewaktu-waktu mobil perpustakaan datang walaupun kami telah

menyiapkan jadwal tersendiri untuk kegiatan tersebut. Karena pada waktu itu, sedang banyak

permintaan untuk menghadirkan mobil perpustakaan di sekolah di Kabupaten Bojonegoro.

kami selalu

menyiapkan apa saja yang akan kami kerjakan ketika mobil perpustakaan datang.

Karena, jika tidak siap, kami yakin kegiatan ini tidak akan terlaksana dengan baik dan tertib.

2. Cerita Seru Ramadhan Kegiatan ini diisi dengan berbagai cerita yang disampaikan oleh guru PABP salah satunya yaitu cerita tentang Malam Lailatul Qodar.

Pada awalnya, peserta didik enjoy dengan cerita yang disampaikan namun dipertengahan mereka terlihat jenuh dan bosan.

Solusi yang kami lakukan adalah memberi selingan berupa menonton kartun yang bercerita tentang kisah Nabi.

3. Nonton Bareng Film Kartini Nobar film Kartini dilaksanakan untuk memperingati hari Kartini.

Tantangan yang kami hadapi berupa peserta didik yang rame sendiri tidak memperhatikan film yang sedang diputar sehingga peserta didik yang ingin menonton film merasa terganggu.

Solusi yang kami berikan berupa kami memberikan peraturan barang siapa yang tidak bisa

memperhatikan film dan berbicara sendiri kami suruh dia keluar ruangan.

4. Permainan literasi &

numerasi

Permainan literasi numerasi kami laksanakan pada kelas lima saat jam olahraga secara berkelompok.

Setiap kelompok terdapat 3 anggota. Kami memberikan kata

Pada akhirnya kami memberikan bocoran satu tempat

menyimpan kata acak tadi kepada mereka

(19)

acak yang akan mereka susun dan satu teman yang menjadi sebuah kalimat dan sudah tidak disukai tadi juga kami sembunyikan di lingkungan menemukan satu kata sekolah. Namun ada satu kelompok acak, sehingga

yang malas mengikuti permainan kelompok yang malas tersebut. Kami bertanya kepada ini mendapatkan dua mereka kenapa kok tidak mau ikut kata acak yang permainan ini, kata mereka tidak kemudian mereka suka dengan salah satu anggota susun bersama kelompoknya. Padahal salah satu menjadi kalimat anggota kelompoknya ini sangat SPOK. Setelah antusias dalam permainan literasi permainan, mereka

numerasi. sudah tidak malas lagi

karena berhasil menyusun kata acak menjadi sebuah kalimat.

5. Pohon cita- cita Bahan yang kami gunakan untuk Akhirnya kami membuat pohon cita-cita berupa mengganti douple tip kertas manila sehingga dalam yang kecil dengan menempelkannya kami double tip yang besar menggunakan douple tip yang kecil berwarna hijau.

berwarna putih. namun dikarenakan Sampai sekarang tidak bisa menahan beban yang pohon cita-cita masih besar akibatnya pohon cita-cita terpajang dengan copot dan tergeletak dilantai. sempurna.

6. Pembuatan Mading Pada awalnya kami bingung Kami akhirnya program pembuatan mading ini memutuskan untuk mau kami taruh dimana. Jika menaruh mading di ditaruh di dekat papan informasi ruang kelas baru yang yang di lorong depan, orang tidak akan ditempati kelas bisa melihat hasil karya peserta satu tahun depan.

didik karena lorong itu dijadikan Tentunya ini juga

(20)

tempat parkir guru untuk sementara.

akan menarik peserta didik baru terkait ruang kelas yang bagus dan unik.

7. Membaca Nyaring Tantangan dalam kegiatan ini Kami memberikan adalah mengajak peserta didik ikut hadiah kepada peserta serta dalam kegiatan. Selain itu, didik yang turut karena kami memanfaatkan e-book, berpartisipasi dalam sulit untuk menemukan buku kegiatan membaca dongeng yang sesuai minat peserta nyaring. Dan untuk

didik. menemukan dongeng

online yang sesuai kami memperbanyak referensi dan juga platform online yang bisa kami gunakan.

8. Festival Literasi & Numerasi Tantangan yang kami hadapi pada Kepada kelompok saat festival literasi & numerasi yang tidak terima adalah ketika pembagian kelompok anggota kelompoknya untuk permainan numerasi, ada ada yang perempuan satu kelompok yang tidak terima kami menasehatinya dengan anggota kelompoknya untuk bisa menerima karena semua anggota laki-laki anggotanya tanpa kecuali satu anak perempuan. memandang jenis Mereka ingin bertukar kelompok kelamin, kami juga dengan yang lain, tetapi tidak ada berbicara kepada yang mau bertukar anggota. Selain mereka jika kelompok itu, ada satu kelompok yang ini kompak maka anggotanya selalu memberikan akan menang dan jawaban kepada teman anggotanya mendapat hadiah.

padahal disini peraturannya tidak Kemudian untuk boleh memberi bantuan jawaban kelompok yang selalu ketika anggota kelompoknya memberi bantuan

(21)

sedang maju kedepan menjawab pertanyaan game literasi numerasi mewakili kelompoknya.

kepada temannya kami dekati dia dan memberi jarak antara anggota

kelompoknya, supaya dia tidak bisa

memberi bantuan jawaban lagi kepada temannya.

9. Pengadaan perpustakaan mini

Untuk program pengadaan perpustakaan mini, kendala yang sangat berarti adalah sekolah tidak memiliki ruang khusus sebagai fasilitas perpustakaan. Sekolah juga tidak memiliki sumber bacaan untuk memfasilitasi peserta didik.

Untuk mengatasi hal ini kami mengusulkan kepada pihak sekolah untuk memanfaatkan ruangan baru (yang nantinya akan digunakan sebagai kelas baru) sebagai perpustakaan mini.

Kami hanya meminta izin untuk

menggunakan ⅕ bagian ruangan untuk digunakan sebagai perpustakaan mini.

Dalam rangka

pengadaan buku, kami membuka open donasi buku yang masih layak untuk digunakan dan di baca. Kami juga mengajukan bantuan donasi kepada salah

(22)

satu pihak donatur yang kebetulan berasal dari wilayah Bojonegoro.

10. Renovasi Sudut Baca Dalam pelaksanaannya, tidak ada tantangan yang berarti. Kami hanya saja harus membersihkan kelas khususnya area sudut baca di kelas.

Di ruangan kelas V khususnya, sudut baca sangat kotor dan berantakan. Banyak buku yang bertumpuk dan berserakan. Debu , sampah, dan kotoran juga sangat banyak. Seperti terdapat banyak dokumen dan buku lawas yang tidak layak pakai disimpan di sudut baca. Rak khusus buku sudut baca pun agak reyot.

Kami membersihkan seluruh kelas dan menata kembali lay- out bangku kelas.

Setelah itu kami membersihkan debu, menyapu, memilah buku kemudian menata buku-buku tersebut di sudut baca.

Untuk barang-barang yang sudah tidak layak pakai dan rusak kami buang. Selain itu, kami juga menambahkan

dekorasi dan hiasan di sudut baca untuk menarik minat mereka membaca di sudut baca.

11. Sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang

Sosialisasi Pedoman Gizi

Seimbang ini kami berkolaborasi dengan pihak Puskesmas setempat untuk memberi sosialisasi.

Tantangan yang dihadapi ketika kegiatan ini adalah peserta didik cenderung ramai sendiri dan cenderung tidak memperhatikan.

Solusi yang kami berikan adalah dengan menampilkan slide Power Point yang menarik agar peserta didik mau

memperhatikan

(23)

penjelasan yang disampaikan.

12. Pembiasaan jum’at sehat Tantangan kegiatan jumat sehat ini adalah beberapa peserta didik lupa tidak membawa bekal gizi

seimbang dari rumah, sehingga mereka terdiam melihat peserta didik lainnya sedang melahap bekal masing-masing.

Kami membeli buah jeruk untuk peserta didik yang lupa membawa bekal dan kami menyarankan beberapa peserta didik supaya mau berbagi kepada temannya yang tidak membawa bekal.

13. Pengadaan Bank sampah Pada program kerja pengadaan bank sampah ini awalnya kami memiliki tantangan yaitu kesulitan yakni mencari galon bekas bermerk khusus. Setelah berhasil

mendapatkan galon bekas, kami memiliki kesulitan untuk mengecat galon bekas tersebut menjadi karakter animasi.

Kami mencari galon bekas tersebut dengan bertanya kepada teman, tetangga sekitar dan juga para peserta didik. Untuk mengecat, kami mencari tutorial dan referensi di internet.

14. Penanaman Tanaman Tidak ada tantangan yang cukup sulit saat pengerjaan program kerja ini karena kami sangat terbantu dengan peserta didik yang turut serta dalam proses menanam tanaman. Namun, setelah

pelaksanaan kegiatan, terkadang tanaman lupa disiram sehingga sedikit layu.

Dalam mengatasi tantangan tersebut, kami tak lupa berulang kali mengingat untuk menyiram tanaman.

15. Sosialiasi Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan

Pada awalnya, kami berencana berkolaborasi dengan pihak Polsek setempat agar memberi sosialisasi.

Dikarenakan kami telah membuat jadwal dan telah disesuaikan

(24)

Namun, pada waktu itu pihak Polsek berhalangan hadir karena bersamaan dengan kegiatan lain dan kami diberikan pilihan untuk menunggu jadwal beliau jika memang masih ingin bliau yang mengisi sosialisasi.

dengan kegiatan sekolah, kami putuskan untuk menyampaikan sosialisasi tersebut secara mandiri.

16. Pelatihan poster berbasis digital

Pada kegiatan ini kami meminta peserta didik untuk membawa HP dari rumah. Tetapi ada beberapa peserta didik yang lupa membawa dan tidak memiliki HP.

Kami sudah berjaga- jaga untuk keadaan ini. Kami sudah menyediakan laptop dan HP untuk peserta yang tidak memiliki HP. Akhirnya mereka yang lupa dan tidak memiliki HP bisa mengikuti pelatihan ini sampai selesai.

17. Pembuatan Media Pembelajaran

Tidak ada tantagan dalam kegiatan ini karena para guru telah

mengetahui aplikasi apa saja yang bisa digunakan untuk membuat media pembelajaran yag menarik, namun di satu sisi terdapat fitur yang belum dipahami yang ada di aplikasi tersebut.

Jadi, kami memberikan

pengarahan mengenai fitur yang ada pada aplikasi tersebut dan bagaimana cara menggunakannya.

18. Pembuatan Batik Eco Print Pembuatan batik ecoprint ini mempunyai kendala dalam hal pemilihan media batik. Kami kesulitan memilih kain yang tepat untuk digunakan sebagai media batik ecoprint. Selain itu, karena belum ada satu pun diantara kami

Kami mencari

referensi dari internet.

Untuk membeli kain, kami mencari kain di online shop yang menjual totebag polosan yang dapat

(25)

yang sudah pernah membuat batik digunakan dengan dengan metode ini, maka kami media ecoprint. Dalam sedikit bingung dengan langkah langkah

pembuatannya. pembuatannya kami

belajar melalui YouTube.

G. Deskripsi Kegiatan Mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan dalam Penugasan Program Kampus Mengajar

Selama kegiatan Kampus Mengajar ini kami mendapatkan pendampingan dan arahan dari DPL. Kami juga mempunyai beberapa kegiatan dengan DPL, diantaranya:

1. Lapor diri ke Dinas Pendidikan Bojonegoro

Kegiatan lapor diri ke dinas pendidikan ini dilakukan hanya perwakilan oleh beberapa mahasiswa Kampus Mengajar 7 daerah Bojonegoro. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari 6 Februari 2024 Setelah menyerahkan surat tugas dari pemerintah pusat dan dari kampus masing-masing, pihak Dinas Pendidikan memberikan nasehat dan juga arahan.

2. Lapor diri dan pra-observasi ke sekolah penugasan

Kegiatan lapor diri ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari 2024 Pada saat kegiatan ini, kami didampingi oleh DPL bertemu dengan Kepala Sekolah serta dewan guru untuk menjelaskan maksud dan tujuan dari program Kampus Mengajar 7. Setelah berkenalan dan menjelaskan maksud dan tujuan, kami juga melakukan kegiatan pra- observasi di lingkungan sekolah dan kelas-kelas.

3. Penyerahan mahasiswa Kampus Mengajar 7

Penyerahan mahasiswa dilakukan pada 1 Maret 2024. Saat kegiatan ini, kami didampingi pihak DPL melakukan perkenalan secara resmi kepada pihak sekolah sekaligus DPL menyerahkan mahasiswa Kampus Mengajar untuk berkegiatan di sekolah ini. Kami menyampaian tujuan dan harapan kami agar dapat mendapatkan dukungan saat melaksanakan program kerja kami.

4. FKKS

Forum Komunikasi dan Koordinasi Sekolah ini dilaksanakan untuk menjalin komunikasi dengan pihak sekolah terkait tujuan dan program yang akan datang. FKKS

(26)

ini dilakukan secara offline dan online. Kegiatan FKKS ini dilakukan 3 kali selama penugasan dengan agenda sebagai berikut:

• FKKS 1 (27 Februari 2024)

Kami mengikuti zoom meeting secara online dari Kampus Mengajar. Pada pertemuan ini, materi yang dibahas adalah pengenalan program Kampus Mengajar kepada pihak sekolah, tujuan program Kampus Mengajar dan pemberitahuan agenda yang akan datang.

• FKKS 2 (21 Maret 2024)

Kami memaparkan Program Kerja kelompok mahasiswa Kampus Mengajar

• FKKS 3 (14 Juni 2024)

Pada forum ketiga kami mempresentasikan dan menjabarkan hasil dari program kerja kami.

5. Sharing Session

Kegiatan sharing session bersama DPL ini sangat rutin kami lakukan baik secara offline maupun online. Kegiatan kami adalah membahas program kerja yang akan datang, mengevaluasi program kerja yang sudah dilakukan dan membagikan keluh kesah selama penugasan. DPL selalu memberikan kami dalam hal diskusi. Kami juga menerima saran dan dukungan saat sharing session.

6. Penarikan Mahasiswa Kampus Mengajar 7

Pada pekan ke-16, dilaksanakan kegiatan penarikan mahasiswa Kampus Mengajar 7 bersama mahasiswa Kampus Mengajar 7, DPL, dan pihak sekolah.

Kegiatan ini tepatnya dilaksanakan pada 14 Juni 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk berpamitan kepada pihak sekolah dan juga berterima kasih atas kebersamaannya selama kurang lebih 4 bulan ini.

H. Kesimpulan dan Saran

Setelah menjalani empat bulan penugasan di SD Negeri Brenggolo, saya sangat bersyukur karena bisa mendapatkan pengalaman yang baik dan sangat bermakna. Saya mendapatkan sebuah keluarga baru yang membersamai kegiatan ini selama empat bulan. Saya merasakan sambutan yang hangat dari pihak sekolah, baik dari kepala sekolah, guru, maupun peserta didik. Mereka bersikap baik kepada kami. Saya sangat bersyukur kedatangan kami diterima baik oleh pihak sekolah.

(27)

Melalui program Kampus Mengajar ini, saya dapat belajar secara langsung sekaligus berdampak bagi dunia pendidikan. Melalui program ini saya dapat memberikan setidaknya dampak positif bagi pendidikan di sekolah ini. Setelah melihat realita di lapangan, permasalahan seperti menurunnya minat baca peserta didik dan kemampuan literasi numerasi mereka ternyata benar adanya. Di perlukan aksi nyata untuk menuntaskan permasalahan ini. Seluruh program kerja kami yang terdiri dari literasi,numerasi, pengelolaan pojok baca, pengelolaan perpustakaan, adaptasi teknologi, pencegahan 3 dosa besar pendidikan dan mitigasi perubahan iklim dapat telaksana dengan baik. Dengan program kerja yang telah kami susun dan laksanakan selama empat bulan lalu, para peserta didik dapat mempunyai pengalaman belajar di sekolah yang menyenangkan.

Kami berharap dampak positif yang telah kami berikan kepada pihak sekolah dapat diteruskan lebih lanjut setelah kami tidak lagi berada di sekolah. Semoga program-program kerja yang telah kami laksanakan dapat menjadi program kerja tetap juga bagi pihak sekolah sehingga tetap terus berkelanjutan.

Tak lupa, ucapan beribu terima kasih kami ucapkan kepada DPL dan juga pihak sekolah yang sudah membimbing, memberikan kami masukan dan selalu mendampingi kami pada setiap aksi kolaborasi dan juga pelaksanaan program kerja yang kami lakukan. Tanpa mereka, saya yakin program kerja kami tidak akan terlaksana dengan sukses. Semoga tali silaturahmi tidak terputus selepas program ini berakhir.

(28)

Lampiran

1. Dokumentasi implementasi program kerja

Gambar 1. Eksplorasi Jendela Dunia Gambar 2. Cerita Seru Ramadan

Gambar 3. Nonton Bareng “Kartini” Gambar 4. Permainan Literasi

Gambar 5. Pohon Cita-Cita Gambar 6. Pembuatan Majalah Dinding

(29)

Gambar 7. Membaca Nyaring Gambar 8. Festival Literasi Numerasi

Gambar 9. Pengadaan Perpustakaan Mini Gambar 10. Renovasi Sudut Baca

Gambar 11. Sosialisasi Pengelolaan Gizi Seimbang dari Puskesmas

Gambar 12. Jumat Sehat

(30)

Gambar 13. Pengadaan Bank Sampah

Gambar 14. Penanaman Tanaman

Gambar 15. Sosialiasi Pencegahan 3 Dosa Besar Pendidikan: Anti-Bullying

Gambar 16. Pelatihan Pembuatan Poster Digital

Gambar 17. Pelatihan Pembuatan Media Ajar Berasis Teknologi

Gambar 18. Pembuatan Batik Ecoprint

(31)

Gambar 19. FKKS III

Gambar 20. Penarikan Mahasiswa Kampus Mengajar 7

2. Dokumentasi kegiatan mahasiswa bersama DPL dan para pemangku kepentingan terkait (dinas pendidikan, kepala sekolah, guru/guru pamong)

Gambar 19. Foto bersama DPL

Gambar 20. Foto bersama Kepala Sekolah

Gambar 21. Foto bersama Guru Pamong

Gambar 22. Foto bersama seluruh guru SD Negeri Brenggolo

(32)

Gambar 23. Foto bersama Ahli Gizi

Puskesmas Kalitidu Gambar 24. Foto bersama perwakilan Puspendik

https://youtu.be/prNYQf_DYGU Link Video Akhir:

Link Video Akhir:

https://youtu.be/prNYQf_DYGU

Gambar

Tabel 2: Jumlah Peserta Didik  REKAPITULASI JUMLAH SISWA
Gambar 1. Eksplorasi Jendela Dunia  Gambar 2. Cerita Seru Ramadan
Gambar 7. Membaca Nyaring  Gambar 8. Festival Literasi Numerasi
Gambar 13. Pengadaan Bank Sampah
+4

Referensi

Dokumen terkait

Laporan individu mingguan mahasiswa program kampus mengajar angkatan

Laporan MIngguan Individu Mahasiswa Kampus Mengajar Angkatan

i LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR LAPORAN AKHIR KEGIATAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MENGAJAR “SD NEGERI KARANGANYAR 04” Atiqoh Ramdhaniyah Faozan 1800008040

ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR KKN UAD PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 1 LAPORAN AKHIR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DI UPTD SD NEGERI 08 PUDING BESAR KABUPATEN BANGKA Mutiara

ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR Pelaksanaan Program Kampus Mengajar Angkatan 1 SD BOARDING SCHOOL AL-ANSHORY KOTA CIREBON JAWA BARAT Ismi Afifah

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN AKHIR PROGRAM KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 3 TAHUN 2022 Pelaksanaan Kegiatan Literasi, Numerasi, Adaptasi Teknologi, dan Administrasi di SD Negeri 1 Kutawuluh

Laporan ini merupakan contoh laporan kampus mengajar pada angkatan ke-3. semoga dapat membantu tugas kalian

Laporan hasil analisis kebutuhan sekolah yang menjadi tempat sasaran tim program Kampus Mengajar Angkatan