LAPORAN OBSERVASI KEMAMPUAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU DI SDN 04 PULAU PUNJUG DAN 25 PULAU
PUNJUNG
Laporan ini Ditujukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pembelajaran PPKN SD Kelas Tinggi
DOSEN PEMBIMBING Wiwik Okta Susilawati, M.Pd.
Oleh Kelompok 4:
1. Afifah Amatulloh (2103011053) 2. Aldi Irawan (2103011054) 3. Fentia Afrida (2103011067) 4. Fika Aminah Tuzuhriyah
5. Liza Permata Sari 6. Mita
7. Rina Yefni 8. Tiara Agustin 9. M. Zidane 10. Wera Supita
(2103011068) (2103011074) (2103011077) (2103011088) (2103011096) (2103011078) (2103011101)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS DHARMAS
INDONESIA DHARMASRAYA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena dengan ridho dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas laporan observasi yang bertemakan “KEMAMPUAN KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR GURU DI SDN 04 PULAU PUNJUG DAN 25 PULAU PUNJUNG”
Penulisan laporan observasi ini bertujuan untuk memenuhi persyaratan nilai tugas mata kuliah Pembelajaran PPKN kelas tinggi dan juga sebagai tugas sehingga menambah pengetahuan dan pengalaman kami serta membentuk kebersamaan antar anggota kelompok, dan kami mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung karena telah memberikan izin kepada kami untuk melakukan observasi di sekolah tersebut dan tidak lupa kami juga mengucapkan Terimakasih kepada dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran PPKN kelas tinggi Ibu Wiwik Okta Susilawati, M.Pd.
Kami menyadari bahwa laporan observasi ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk mengembangkan pengetahuan yang lebih baik untuk laporan observasi selanjutnya.
Dharmasraya, Oktober 2023
Kelompok 4
DAFTAR ISI
SAMPUL...1
KATA PENGANTAR...2
DAFTAR ISI...3
BAB I PENDAHULUAN...4
1.1. Latar Belakang Observasi...4
1.2. Rumusan Masalah...4
1.3. Tujuan Observasi...5
1.4. Manfaat...5
BAB II LANDASAN TEORI...6
2.1. Pengertian Guru...6
2.2. Ciri-ciri Guru yang Baik...7
2.3. Kegiatan Pembelajaran...8
2.4. Kegiatan Pembelajaran yang Efektif...9
2.5. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar...10
2.6. Pengertian 9 Keterampilan Dasar Mengajar...11
BAB III METODE...20
3.1. Jenis Penelitian...20
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian...20
3.3. Subjek Penelitian...20
3.4. Sumber Data...20
3.5. Teknik Pengumpulan Data...21
BAB IV PEMBAHASAN...22
4.1. Deskripsi Hasil Observasi...22
4.2. Analisis Kesesuaian Hasil Observasi Kelas dengan Kemampuan Dasar Mengajar yang Harus Dimiliki oleh Seorang Guru...23
BAB V PENUTUP...30
5.1. Kesimpulan...30
5.2. Saran...30
DAFTAR PUSTAKA...31 LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang
Pengamatan atau observasi adalah aktivitas terhadap suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan y ang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi y ang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Pengertian observasi lainnya adalah aktivitas yang dilakukan untuk mengetahui sesuatu dari sebuah fenomena yang didasari pada pengetahuan dan gagasan yang bertujuan untuk memperoleh informasi-informasi terkait dengan suatu fenomena atau peristiwa yang sudah atau sedang terjadi dilingkungan.
Proses dalam mendapatkan informasi-informasi tadi haruslah objektif, nyata serta dapat dipertanggung jawabkan.
Guru dalam proses pembelajaran dikelas dipandang dapat memainkan peran penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar. Selain terampil mengajar, seorang guru juga memiliki pengetahuan yang luas, bijak, dan dapat bersosialisasi dengan baik. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang sesungguhnya seorang guru dituntut untuk memiliki beberapa kompetensi guru.
Menurut Mulyasa kompetensi guru merupakan perpaduan antara kemampuan personal, keilmuwan, sosial, spritual, yang secara kaffah membentuk kompetensi standar profesi guru yang mencangkup penguasaan materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik, pengembangan pribadi dan profesionalisme. Selain itu guru juga harus memiliki kemampuan dasar untuk mengajar.
Agar dapat mengetahu kompetensi guru dan kemampuan dasar mengajar secara nyata, penulis melakukan observasi secara langsung ke SDN 10 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung agar bisa mengetahui secara jelas apakah guru disana sudah menerapkan kemampuan dasar mengajar dan kompetensi guru.
1.2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kegiatan pembelajaran di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung?
2. Bagaimana observasi yang dilakukan di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung?
3. Apakah Guru di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung sudah menerapkan 9 kemampuan dasar mengajar dalam pembelajarannya?
1.3. Tujuan Observasi
1. Untuk mengetahui kegiatan pembelajaran d i SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung?
2. Untuk mendeskripsikan observasi yang dilakukan.
3. Untuk mengidentifikasi penerapan 9 kemampuan dasar mengajar oleh guru dalam pembelajarannya.
1.4. Manfaat
1. Kegiatan Observasi di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung?
tentu saja akan memberikan manfaat yang besar bagi kami selaku mahasiswa jurusan pendidikan gu sekolah dasar, melalui observasi ini kami dapat memperoleh wawasan secara luas dan mengetahui bagaimana seorang pendidik mengajar muridnya di sekolah, dan bagaimana metode serta kemampuan dasar yang mereka gunakan dalam proses pembelajaran, dari observasi ini tentu saja kita juga mengetahui bagaimana respon siswa saat menerima pembelajaran di kelas sehingga tentu saja kami selaku mahasiswa bisa menerapkannya nanti ketika menjadi seorang pendidik.
BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Guru
Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, terutama Pasal 1 guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Sementara itu, tenaga pendidik adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat Dengan munculnya UU ini guru/dosen sudah diakui sebagai tenaga professional setara dengan profesi lain. Yang di maksud profesional di sini adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan ol eh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.
Jadi ,Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.Sebagai Pendidik Profesional,guru bukan saja dituntut melaksanakan tugasnya secara professional tetapi juga harus memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional. Nana Syaodih Sukmadinata (2007) menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas guru dituntut untuk memiliki kematangan atau kedewasaan pribadi,serta kesehatan jasmani dan rohani.
Ki Hajar Dewantara telah menggariskan pentingnya peranan guru dalam proses pembelajaran dengan ungkapan :
1. Ing ngarsa sung tulada
Maksudnya adalah di depan memberi tauladan. Menekan pentingnya modeling atau keteladanan yang merupakan cara yang paling ampuh dalam mengubah perilaku inovasi seseorang.
2. Ing madya mangun karsa
Maksudnya adalah di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa. Asas ini memperkuat peran dan fungsi guru sebagai mitra setara menjalin kerjasama antar siswa (di tengah), serta sebagai fasilitator (menciptakan peluang).
3. Tut wuri handayani
Maksudnya adalah dari belakang memberikan dorongan dan arahan.
Hal ini mempunyai makna yang kuat tentang peran dan funsi guru.
2.2. Ciri-ciri Guru yang Baik
Menurut Combs dan kawan-kawan dalam Soemanto Waty (1998) bahwa cirri-ciri guru yang baik adalah :
1. Guru mempunyai anggapan bahwa orang lain itu mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah mereka sendiri dengan baik.
2. Guru yang melihat bahwa orang lain mempunyai sifat ramah dan bersahabat dan bersifat ingin bekembang.
3. Guru yang cenderung melihat orang lain sebagai orang yang sepatutnya dihargai
4. Guru yang melihat orang-orang dan perilaku mereka pada dasarnya berkembang dari dalam,jadi bukan merupakan produk dari peristiwa- peristiwa eksternal yang dibentuk dan yang digerakkan.Dia melihat orang itu mempunyai kreativitas dan dinamika,jadi bukan orang yang pasif atau lamban.
5. Guru yang melihat orang lain itu dapat memnuhi dan meningkatkan dirinya,bukan menghalangi apalagi mengancam.
Saroj Buasri (1970) berpandangan bahwa guru-guru yang baik hendaknya mempunyai 3 kualitas dasar :
1. Guru yang baik harus membelajarkan dengan baik.
2. Guru yang baik harus terus belajar dan melakukan penelitian untuk pengembangan dan pengetahuannya.
3. Guru-guru yang baik harus membantu siswa untuk mengembangkan kemampuannya dalam menerapkan pengetahuan,untuk membantu orang atau masyarakat yang memerlukan.
Tugas guru adalah membantu peserta didik agar mampu melakukan adaptasi terhadap berbagai tantangan kehidupan serta desakan yang berkembang dalam dirinya. Dengan kata lain tugas utama guru adalah membelajarkan siswa, yaitu mengkondisikan siswa agar belajar aktif sehingga potensi dirinya dapat berkembang dengan maksimal. Agar hal tersebut dapat terwujud, guru seharusnya mengetahui bagaimana cara siswa belajar dan menguasai berbagai cara membelajarkan siswa. Pemeberdayaan peserta didik ini meliputi aspek-aspek keperibadian terutama aspek intelektual, sosial emosional dan keterampilan. Tugas mulia itu menjadi berat karena bukan saja guru harus mempersiapkan generasi muda
memasuki abad pengetahuan, melainkan harus mempersiapkan diri agar tetap eksis, baik sebagai individu maupun profesional.
Di samping itu, guru hendaknya memiliki kemampuan dalam memberikan motivasi. Prinsip motivasi agar siswa senang berada dalam lingkungan belajar, sehingga terbangun kondisi psikis kemampuan diri yang membawa kepuasan belajar dan mengacu pada percaya diri, untuk menjadi mandiri dan bertanggung jawab dalam mengambil keputusan sendiri (Conny Semiawan, 2002). Hal ini menunjukan bahwa belajar siswa dapat belajar bila guru telah memenuhi kriteria guru yang baik tersebut.
2.3. Kegiatan Pembelajaran
Menurut Syaiful (2007) pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik. Konsep pembelajaran menurut Corey (1986) ialah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu (dalam Syaiful (2007). Untuk mencapai kondisi tersebut dibutuhkan strategi pembelajaran.
Pemahaman umum kegiatan pembelajaran ialah proses guru dalam mengajar di dalam kelas. Padahal, dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru tidak hanya sekedar "mengajar" yakni menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Dalam Per-Menpan RB nomor 16/2009 tentang Jabatan fungsional Guru dan Angka Kreditnya, dijelaskan pada pasal 1,
"Kegiatan pembelajaran ialah kegiatan Guru dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yangg bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Kegiatan pembelajaran ialah rangkaian kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. Kegiatan pembelajaran dapat terwujud melalui metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Sehingga guru atau pendidik berperan penting dalam kegiatan pembelajaran ini. Kegiatan pembelajaran ini merupakan aktivitas untuk mencapai suatu kompetensi dasar, untuk itu p endidik harus mencantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan.
Kegiatan pembelajaran merupakan rangkaian dari banyak metode yang digunakan pendidik dalam suatu kegiatan pembelajaran.
2.4. Kegiatan Pembelajaran Yang Efektif
Dryden dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana pembelajarannya menyenangkan. Sedangkan menurut Cronbach belajar yang efekktif adalah melalui pengalaman. Efektif itu artinya mencapai target yang ditetapkan dalam rencana. Oleh karena itu perencanaan pembelajaran yang efektif adalah yang menetapkan antara kriteria target. Kemudian guru atau pendidik melakukan sebuah pengukuran pencapaian atas hasil pembelajaran (evaluasi) yang telah dilakukan.
Jadi, kegiatan pembelajaran yang efektif itu merupakan pelaksaannya ada alat ataupun instrument untuk mengukur keberhasilan dan melaksanakan pengukuran dalam kegiatan belajar mengajar. Pembelajaran yang efektif ini bisa pula dilihat dari segi proses maupun hasilnya. Untuk melihat pembelajaran ini efektif atau tidaknya berdasarkan dilihat dari segi proses, pembelajaran dianggap efektif apabila siswa telah terlibat secara aktif dalam melaksanakan tahapan-tahapan prosedur pembelajaran di dalam kelas. Kemudian bila dilihat dari segi hasil, dianggap efektif jika tujuan pembelajaran yang disusun pendidik telah dikuasai siswa secara tuntas.
Adapun bentuk perubahan dari hasil belajar meliputi tiga aspek, yaitu aspek kognitif meliputi perubahan-perubahan dalam segi penguasaan pengetahuan dan perkembangan keterampilan atau kemampuan yang diperlukan untuk menggunakan pengetahuan tersebut. Selanjutnya, yaitu aspek efektif meliputi perubahan-perubahan dalam segi sikap mental,perasaan dan kesadaran peserta didik. Aspek psikomotor meliputi perubahan-perubahan dalam segi bentuk-bentuk tindakan motorik.
(Daradjat, 1995:197) Prestasi belajar siswa yang diperoleh dalam proses belajar-mengajar disekolah dapat dilihat dandiketahui dari nilai hasil ujian semester, yang kemudian dituangkan dalam daftar nilai raport.
Seseorang bisa membangun atau mengimplementasikan pengetahuannya itu, memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang maksimal. Suasana yang menyenangkan bukan yang disertai dengan suasana yang menegangkan sangat baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada dasarnya dapat belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif oleh individu tersebut.
Untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif ditinjau dari kondisi dan suasana serta upaya pemeliharaannya, maka guru selaku pembimbing harus mampu melaksanakan proses pembelajaran tersebut secara maksimal. Selain itu untuk menciptakan suasana dan kondisi yang efektif dalam pembelajaran harus adanya factor-factor pendukung tertentu seperti lingkungan belajar, keahlian guru dalam mengajar, fasilitas dan sarana yang memadai serta kerjasama yang baik antara guru dan peserta didik.
Upaya-upaya yang tersebut merupakan usaha dalam menciptakan sekaligus memelihara kondisi dan suasana belajar yang kondusif, optimal dan m enyenangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif sehingga tu juan pembelajaran prestasi dapat dicapai dengan maksimal. Jika pembelajaran t idak berjalan dengan efektif dan tidak menyenangkan bagi peserta didik, peserta didik akan mengalami kejenuhan dalam belajar, guru henadaknya menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didiknya. Agar pesrta didik tidak mengalami kejenuhan dalam belajar agar tujuan pembelajaran dapat berjalan seperti yang di harapkan.
2.5. Pengertian Keterampilan Dasar Mengajar
Salah satu kemampuan dasar yang dimiliki oleh guru adalah kemampuan dalam keterampilan mengajar. Kemampuan ini membekali guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pengajar.
Keterampilan mengajar adalah untuk mencapai tujuan pengajaran.
Adapun pengertian keterampilan mengajar guru adalah sebagaimana pendapat Amstrong dkk (1992:33) yaitu kemampuan menspesifikasi tujuan performasi, kemampuan mendiagnosa murid, keterampilan memilih strategi penajaran, kemampuan berinteraksi dengan murid, dan keterampilan menilai efektifitas pengajaran.
Adapun mengajar merupakan proses yang komplek, tidak sekedar menyampaikan informasi dari guru kepada siswa, banyak kegiatan maupun tindakan yang harus dilakukan, terutama bila diinginkan hasil belajar yang lebih baik pada siswa.karena itu banyak terdapat aneka ragam pengertian mengajar, antara lain: Menurut M.Ali (1987:12) mengartikan mengajar adalah : “Segala upaya yang disengaja dalam rangka memberi kemungkinan bagi siswa untuk terjadinya proses belajar sesuai dengan tujuan yang dirumuskan”. Sedangkan menurut Nasution (1995:4) memberikan definisi mengajar yang lengkap sebagai berikut:
1. Mengajar adalah menanamkan pengetahuan kepada anak.
2. Mengajar adalah menyampaikan kebudayaan kepada anak.
3. Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisir atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses belajar.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pengertian keterampilan mengajar adalah keterampilan yang berkaitan dengan semua aspek kemampuan guru yang berkaitan erat dengan berbagai tugas guru ya ng berbentuk keterampilan dalam rangka memberi rangsangan dan motivasi kepada siswa untuk melaksanakan aktuvitas oleh guru adalah ketermpilan untuk membimbing, mengarahkan, membangun siswa dalam belajar guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan secara terpadu.
2.6. Pengertian 9 Keterampilan Dasar Mengajar
1. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
Kegiatan membuka pembelajaran didefinisikan sebagai alat atau proses yang memasukkan peserta didik ke dalam keadaan penuh perhatian dan belajar (Brown, 1991:98). Dengan demikian secara teknis, kegiatan membuka pembelaiaran diartikan sebagai aktivitas pengajar untuk menciptakan suasana siap rnental dan menimbulkan perhatian peserta didik agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Membuka Pembelajaran bertujuan untuk:
1. Memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi peserta didik terhadap tugas-tugas yang harus dilakukan.
2. Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batas- batas tugas yang akan dikerjakan peserta didik.
3. Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekatan- pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik.
4. Melakukan apersepsi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari d engan materi yang akan dipelajari.
Kegiatan menutup pembelajaran dapat didefinisikan sebagai pengarahan perhatian peserta didik ke pada penyelesaian tugas tertentu atau urutan kegiatan pembelajaran. Secara teknis kegiatan membuka pembelajaran dimaksudkan adalah kegiatan yang dilakukan pengajar untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran.
Kegiatan menutup pembelajaran merupakan kegiatan memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari peserta didik mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tingkat keberhasilan pengajar dalam proses pembelajaran. Menutup Pembelajaran bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi.
2. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
3. Membuat rantai kompetensi antam kompetensi yang sekarang sedang dipelajari dan kompetensi serta materi pada kegiatan yang akan datang.
4. Menjelaskan hubungan antara pengalaman belajar yang telah dialami dengan pengalaman baru yang akan dialami/dipelajari pada kegiatan yang akan datang.
5. Keterampilan membimbing siswa bertanya
Mengajukan pertanyaan dengan baik adalah mengajar yang baik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya guru tidak berhasil menggunakan teknik bertanya yang efektif. Keterampilan bertanya menjadi penting jika dihubungkan dengan dengan pendapat yang mengatakan “berpikir itu sendiri adalah bertanya’ . Bertanya merupakan ucapan verbal yang meminta proses dari seseorang yang dikenai.
Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal- hal yang merupakan hasil pertimbangan. Menurut pendapat Brown pengertian bertanya adalah “any statement which tests or creates knowledge in the learner” yang artinya bertanya merupakan setiap pertanyaan yang mengkaji atau menciptakan ilmu pada diri siswa-siswi ( Brown, 1975:103). Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Keterampilan bertanya, bagi seseorang guru merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai.
Mengapa demikian? Sebab melalui keterampilan ini guru dapat menciptakan suasana pembelajaran lebih bermakna. Dapat anda rasakan, pembelajaran akan menjadi sangat membosankan, manakala selama berjam-jam guru menjelaskan materi pelajaran tanpa diselingi dengan pertanyaan, baik sekedar pertanyaan pancingan, atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir. Oleh karena itu dalam setiap proses pembelajaran, model pembelajaran apapun yang digunakan bertanya merupakan kegiatan yang selalu merupakan bagian yang tidak terpisahkan.
3. Keterampilan membimbing siswa melakukan eksplorasi
Mengumpulkan informas iatau eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku te ks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Menurut kamus besar bahasa indoneisa (KBBI), Eksplorasi dapat diartikan sebagai:
Penjelajahan lapangan dengan tujuan memperoleh pengetahuan lebih banyak (tentang keadaan), terutama sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu; penyelidikan; penjajakan:
Kegiatan untuk memperoleh pengalaman baru dari situasi yang baru;
Penyelidikan dan penjajakan daerah yang diperkirakan mengandung mineral berharga dengan jalan survei geologi, survei geofisika, atau pengeboran untuk menemukan deposit dan mengetahui luas wilayahnya;
Jika dikaitkan dengan proses pembelajaran, kegiatan eksplorasi bisa diartikan sebagai sebuah kegiatan yang dilakukan guru untuk membimbing siswa atau peserta didik guna mendapatkan pengalaman baru terkait materi yang sedang dipelajari.
Dalam kegiatan eksplorasi, guru melakukan kegiatan berikut:
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari referensi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya.
Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
Memfasilitasi terjadinya interaksi antar peserta didik juga antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
Berbagai pilihan kegiatan eksplorasi yang lain:
Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
Mencoba melakukan kegiatan tertentu
Membaca kasus (bedah kasus)
Talk show
Berwawancara dengan sumber tertentu (menggali informasi)
Observasi terhadap lingkungan
Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya
Mencoba bereksperimen
Bernyanyi (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
Membaca tentang
Mendengar tentang
Berdiskusi sehingga terjalin interaksi antara guru dan murid juga murid dengan murid
Mengamati model (teks/ karya)
Mengamati demonstrasi
Mengamati simulasi kasu, guru harus mampu memberikan model simulasi tentang materi yang dipelajari
4. Keterampilan membimbing siswa dalam mengasosiasi (mengolah informasi)
Mengasosiasi atau mengolah informasi adalah tahap ke empat dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan.
Mengasosiasi mengolah informasi melatih siswa mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.
Kegiatan mengasosiasi /menalar/ mengolah informasi (associating)
1. Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan, 2. Menganalisis data dalam bentuk membuat kategori,
3. Mengasosiasi atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
4. Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.
5. Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan
6. Informasi tersebut menjadi dasar bagi kegiatan berikutnya yaitu memproses informasi untuk menemukan keterkaitan satu informasi dengan informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi dan bahkan mengambil berbagai kesimpulan dari pola yang ditemukan.
5. Keterampilan membimbing siswa dalam mengkomunikasikan hasil belajar
Mengkomunikasikan / Mengomunikasikan adalah tahap ke lima dari serangkaian tahapan pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan saintifik yang terdiri dari mengamati, menanya, mengumpulkan
informasi, mengasosiasi,
mengkomunikasikan. Mengkomunikasikan melatih siswa mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Kegiatan belajar yang dilakukan pada tahapan mengkomunikasikan adalah menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kegiatan lainnya adalah menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola. Hasil tersebut disampaikan di kelas dan dinilai oleh g uru sebagai hasil belajar peserta didik atau kelompok peserta didik tersebut.
Contoh kegiatan mengkomunikasikan / mengomunikasikan 1. Menyajikan laporan dalam bentuk bagan;
2. Menyajikan laporan dalam bentuk diagram;
3. Menyajikan laporan dalam bentuk grafik;
4. Menyusun laporan tertulis; dan
5. Menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan 6. Menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara grafis 7. Menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan pada media
elektronik
8. Menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara multi media
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Diskusi dapat dipandang sebagai suatu perbincangan dengan tujuan tertentu. Diskusi merupakan proses interaksi verbal secara teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal.
Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok bertujuan agar:
a. Proses diskusi kelompok yang dilakukan oleh peserta didik dapat berjalan baik dan mencapai hasil yang diharapkan secara efisien dan efektif.
b. Proses berbagi pengalaman atau informasi, mengkonstruksi konsep, mengambil keputusan, atau memecahkan masalah dapat berjalan baik
Komponen keterampilan membimbing diskusi:
a. Memusatkan perhatian.
Merumuskan tujuan diskusi, merumuskan masalah, menandai hal-hal yang penting (relevan) dan yang tidak penting
b. Memperjelas masalah serta urunan pendapat.
Merangkum, menggali, atau menguraikan secara detail c. Menganalisis pandangan peserta didik.
Menandai persetujuan atau ketidaksetujuan dan memperhatikan alasan peserta didik
d. Meningkatkan partisipasi peserta didik
berpendapat menimbulkan pertanyaan, menggunakan contoh, menggunakan hal-hal yang sedang hangat dibicarakan, menunggu, dan memberi dukungan
e. Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
Meneliti pandangan, mencegah pembicaraan yang berlebihan, dan menghindari (menghentikan) dominasi.
f. Menutup diskusi.
Merangkum, menilai, dan membuat simpulan g. Menumbuhkan minat dan kegiatan belajar
7. Keterampilan mengadakan variasi
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahanperubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksi dengan peserta didik. dan stimulasi. Tujuan mengadakan variasi bertujuan untuk:
a. Mengatasi kebosanan peserta didik sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme, serta penuh partisipasi
b. Menjadikan proses pembelajaran lebih hidup dan lebih bermakna c. Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari
serta kompetensi yang harus dikuasai.
d. Memotivasi peserta didik aktif dalam pembelajaran.
8. Keterampilan memberi penguatan
Keterampilan Memberikan Penguatan Penguatan (reinforcement) dimaksudkan adalah respon positif dari pengajar kepada peserta didik yang telah berhasil melakukan perilaku (behavior) tertentu secara baik.
Pemberian penguatan pada umumnya dilakukan oleh pengajar dengan tujuan agar peserta didik lebih giat berpartisipasi dalam interaksi pembelajaran dan mengulangi lagi perilaku yang baik. Dengan kata lain penguatan adalah tanggapan pengajar terhadap perilaku peserta didik yang memungkinkan dapat berulangnya kembali perilaku yang dianggap baik.
Tujuan Keterampilan memberikan penguatan bertujuan untuk:
a. Menumbuhkan perhatian peserta didik
b. Memotivasi peserta didik terhadap pencapaian kompetensi
c. Mengendalikan berkembangnya perilaku negatif dan mendorong tumbuhnya perilaku positif dan produktif
d. Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik
e. Mendorong peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajarnya Komponen Keterampilan Memberikan Penguatan:
a. Penguaian secara verbal, dengan kata-kata pujian atau penghargaan b. Penguatan secara non verbal, dengan menggunakan mimik dan gerakan
badan
c. Penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan d. Penguatan berupa simbol dan benda
Prinsip Penggunaan Keterampilan Memberikan Penguatan Beberapa hal yang harus diperhatikan pengajar dalam pemberian penguatan antara lain:
a. Kehangatan dan antusias.
Pengajar dalam memberikan penguatan kepada peserta didik hendaknya menunjukkan sifat yang baik dan ekspresi wajah yang menarik sehingga peserta didik merasa senang denqan sikap pengajarnya.
b. Kebermaknaan Pemberian.
Penguatan hendaknya disesuaikan dengan tingkat pencapaian keberhasilan peserta didik dan mempunyai makna bagi peserta didik yang melakukan perbuatan baik sesuai yang diharapkan.
c. Hindari penggunaan penguatan negatif.
Walaupun pemberian kritik atau hukuman adalah efektif untuk dapat mengubah motivasi, penampilan dan perilaku peserta didik, namun pemberian kritik atau hukuman memiliki akibat yang sangat kompleks, dan secara psikologis agak kontroversial. Oleh karena itu, sebaiknya dihindari munculnya sejumlah akibat yang tidak dikehendak, seperti misalnya: peserta didik menjadi frustasi, pemberani, serta kemungkinan hukuman yang dianggap sebagai kebanggaan,dan perilaku negatif akan t erulang kembali.
d. Penggunaan Penguatan secara Bervariasi.
Pemberian penguatan hendaknya diberikan secara bervariasi baik komponen maupun caranya. Penggunaan cara dan jenis komponen yang sama misalnya pengajar selalu menggunakan kata-kata "bagus" akan mengurangi efektivitas pemberian penguatan. Pemberian penguatan akan bermanfaat bila arah pemberiannya bervariasi, mula-mula keseluruhan a nggota kelas, kemudian kelompok kecil, akhirnya ke individu, atau sebaliknya.
e. Penguatan dapat ditujukan kepada peserta didik tertentu atau kelompok p eserta didik tertentu
f. Penguatan hendaknya dilakukan segera, jangan sampai ditunda.
g. Keterampilan mengelola kelas
Keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal agar terjadi proses belajar mengajar y ang kondusif, efisien dan efektif. Tujuannya :
1. Mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu/ klasikal dalam berperilaku sesuai tata tertib dan aktivitas yang sedang berlangsung
2. Menyadari kebutuhan siswa
3. Memberi respon yang efektif terhadap perilaku siswa Keterampilan mengelola kelas dibedakan menjadi :
Pengelolaan Fisik : Administrasi siswa, Posisi tempat duduk siswa, Pengelolaan penunjang pembelajaran
Pengelolaan Non-Fisik : Pengkondisian siswa, Ketenangan Belajar siswa.
Komponen keterampilan mengelola kelas:
1. Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar optimal :
Menunjukkan sikap tanggap
Membagi perhatian secara visual dan verbal
Memusatkan perhatian kelompok : menyiapkan dan menuntut tanggung jawab siswa
Memberi petunjuk yang jelas
Menegur secara bijaksana : yaitu secara jelas dan tegas (bukan berupa peringatan/ocehan/buat aturan)
Memberi penguatan bila perlu
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar optimal : keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap respon negatif siswa yang berkelanjutan. Untuk mengatasi ini dapat digunakan 3 jenis strategi :
Modifikasi tingkah laku
Proses kelompok : kelompok dimanfaatkan dalam memecahkan masalah pengelolaan kelas yang muncul melalui diskusi.
Menemukan dan mengatasi tingkah laku yang menimbulkan masalah
BAB III METODE 3.1. Jenis Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas untuk mengamati penerapan kemampuan dasar mengajar guru sd di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yakni penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holitistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong, 2011: 6).
Dalam penelitian kualitatif deskriptif data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka. Data-data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, video, dokumentasi pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.
Observasi ini dibatasi pada pelaksanaan pembelajaran PPKN kelas tinggi dalam satu kali tatap muka, bukan observasi secara keseluruhan Hal ini dimaksudkan agar observasi terfokus untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses pembelajaran yang dilakukan dalam satu kali tatap muka tersebut apakah sudah sesuai dengan 9 keterampilan dasar mengajar a tau belum.
3.2. Tempat dan Waktu Penelitian
Observasi dilaksanakan di SDN 04 Pulau Punjung dan 25 Pulau Punjung yang berlokasi di Nagari Sikabau Observasi dilaksanakan pada Jum’at, 6 Oktober 2023 pukul 08.00- 11.30.
3.3. Subjek Penelitian
Pada penelitian ini yang menjadi subjek adalah Guru kelas III Dan V SDN 04 Pulau Punjung dan Guru kelas I dan III SDN 25 Pulau Punjung.
3.4. Sumber Data
Sumber data dalam observasi ini adalah kata-kata dan tindakan guru Dalam mengajar peserta didik didalam kelas. Sumber data tersebut dicatat m elalui catatan tertulis, dan pengambilan foto.
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara, pengamatan berperanserta (partisipate observation), dan dokumentasi. Dalam observasi ini, dilakukan pengamataa bagaimana cara guru mengajar didalam kelas. dan menggunakan pedoman yang telah disusun secara sistematis berupa lembar penilaian guru.
Observasi pembelajaran dikelas memberikan tambahan wawasan bagi kelompok observer mengenai praktek pembelajaran di kelas I,III,IV dan V. Laporan ini menggunakkan metode observasi berupa partisipate observation. Yakni dengan berbaur dalam situasi belajar. Selama kegiatan o bservasi berlangsung kami melakukan pengamatan dan pendokumentasian pembelajaran. pencatatan bertujuan untuk menangkap aspek aspek yang diajarkan oleh guru dan mengumpulkan dokumentasi berupa foto serta dokumen pembelajaran.
BAB IV PEMBAHASA
N
4.1. Deskripsi Hasil Observasi
Pada waktu observasi dilakukan, pembelajaran yang dipelajari adalah Matematika di kelas V dan IV SDN 04 Pulau Punjung, pelaksanaan pembelajaran tersebut berdasarkan hasil observasi dideskripsikan secara naratif, sebagai berikut:
Pertemuan: Kelas/
Semester
Alokasi Waktu:
KKM: KBB:
V/ Semester 1 1 x 45’
IV/ Semester 1 1 x 45’
I/Semester 1 1 x 45’
III/Semester 1 1 x 45’
I. Materi Pembelajaran: Matematika FPB KPK dan Pecahan II. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan:
a. Guru memberi salam pada siswa.
b. Guru memberikan motivasi dan menyemangati siswa atau ice breaking.
c. Guru mengabsen dan menanyakan kondisi siswa.
d. Guru menginformasikan tujuan kompetensi yang ingin dicapai.
2. Kegiatan inti:
a. Guru mereview materi yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya yaitu tentang buku besar.
b. Guru menstimulasi murid untuk menjawab beberapa pertanyaan (keaktifan kelas).
c. Guru mengapresiasi murid yang menjawab dengan memberikan pujian.
monoton berdiri dan menjelaskan di depan kelas saja, tetapi juga berkeliling di sekitar murid)
e. Guru memberikan contoh langsung tentang KPK FPB dan Pecahan f. Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk bertanya.
g. Guru menjelaskan dan memberikan contoh tentang KPK FPB dan Pecahan didepan kelas serta memberikan soal kepada peserta didik.
h. Guru berkeliling di kelas untuk memastikan apakah ada kesulitan atau ada yang kurang paham.
i. Guru melakukan ice breaking ditengah-tengah pembelajaran berlangsung agar peserta didik tidak bosan
j. Tugas dikumpulkan dan guru melakukan penguatan materi yang disampaikan pada saat itu.
3. Penutup:
a. Penenangan. Idealnya penenangan sebagai bagian dari proses pembelajaran berisi guru memberikan simpulan terakhir proses pembelajaran yang telah dilakukan. Selain itu dapat pula guru memotivasi siswa untuk belajar di rumah guna mempersiapkan pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
b. Membaca do’a sebelum pulang.
c. Mengucapkan salam.
III. Metode, Media, dan Sumber Pembelajaran 1. Metode Pembelajaran:
a. Ceramah singkat dan tanya jawab b. Penugasan individu
2. Media Pembelajaran:
a. Papan tulis
3. Sumber Pembelajaran:
a. LKS
4.2. Analisis Kesesuaian antara Hasil Observasi Kelas dengan Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dimiliki Seorang Guru 1. Keterampilan membuka
Guru kelas V SDN 04 Pulau Punjung Indikator :
a. Mengondisikan kelas
Ketika ibu Syarifah masuk kedalam kelas dia langsung memberikan salam kepada peserta didik dan juga menanyakan kabar kepada peserta didik. Setalah itu ibu syarifah memberikan motivasi terlebih dahulu kepada
membaca doa, kemudian dilanjutkan ice breaking agar siswa bersemangat dalam memulai pembelajaran.
b. Menyampaikan apresiasi
Didalam pembelajaran setiap siswa yang berani berbicara dan menjawab selalu diberikan apresisasi oleh guru berupa tepuk tangan dan pujian.
c. Memberikan motivasi
Guru Selalu mengingatkan siswa agar tidak lupa untuk mengulang pembelajaran dirumah.
d. Menyampaikan CP, TP, dan Indicator pembelajaran.
Guru langsung menyampaikan CP,TP, dan Indikator pembelajaran kepada peserta didik.
2. Keterampilan bertanya dasar dan lanjut
Bu Syarifah memberikan pertanyaan kepada siswa secara sigkat mengenai materi yang akan dipelajari, sehimgga mendorong siswa untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan dengan begitu peserta didik akan cepat memahami apa yang akan mereka pelajari, dan juga memilih beberapa siswa untuk menjawab soal yang telah dibuat oleh guru di papan tulis.
Kemudian guru juga memberikan kesempatan kepada peserta didik lainnya yang ingin menjawab soal yang ada di papan tulis tersebut, setelah itu guru mengajak siswa bersama-sama menilai jawaban dari peserta didik yang ada dipapan tulis, dan juga Ketika mengajar guru tidak ada mengulangi pertanyaan nya sendiri dan jawaban dari peserta didik.
3. Keterampilan memberi penguatan
a. Memberikan penguatan verbal (missal: kata-kata pujian, dukungan, pengakuan dll).
Disini guru selalu memberikan apresiasi kepada peserta didiknya Ketika berani untuk menjawab pertayaan dari guru.
b. Penguatan nonverbal (mimic, Gerakan badan, ada aktivitas yang meyenangkan)
Disini juga guru tidak hanya berdiam diri didepan ataupun hanya duduk saja tatapi, guru juga memantau satu satu peserta didik nya ketempat duduk peserta didik dan juga guru melakukan ice breaking di sela sela kegiatan pembelajaran berlangsung.
c. Memberikan kehangatan dan kedekatan sehingga peserta didik antusias Didsini juga terlihat kalua guru selalu menegur siswa dan menjawab pertanyaan dari peserta didik.
d. Menghindari penggunaan respon negative.
Saya melihat Ketika ada pesertad didik yang melakuka hal yang tidak menyenangka dengan cara yang sangat sopa dan lembut dilakukan oleh
tidak baik.
4. Keterampilan mengadakan variasi
Guru tidak hanya memantau siswanya dari depan tetapi juga berjalan jalan sesuai denga apa yg dia jelaskan dan juga mempokuskan pandangan kepada peserta didik Ketika ada peserta didik yang bertanya atau tidak paham denga napa yang dia jelaskan.
Tidak hanya itu guru juga memberikan penekan pada materi yang dipelajari agar siswa selalu ingat dan tidak lupa, hanya sasja disini saya tidak melihat guru tersebut menggunakan media pemeblajaran seperti gambar, video (visual/audiovisual) tetapi guru selalu menggunakan intonasi yang berbeda -beda dalam setiap berbicara 5. Keterampilan menjelaskan
Dalam menyampaikan materi guru tidak boleh menggunakan kalimat yang berbelit-belit yang susah untuk dipahami oleh peserta didik.
dan juga guru harus menjelaskan pengertian dari setiap materi yang dipelajari, memeberikan beberapa contoh agar peserta didik paham selalu memberikan pertanyaan kepada setiap peserta didik Ketika selesai mejelaskan materi dan ini sudah dilakukan oleh guru tersebut tetapi kurangnya guru tidak menggunakan media Ketika belajar sehingga kurang rasanya pemahaman untuk peserta didik.
6. Keterampilan mengelola kelas
Yaitu keterampilan di mana guru dituntut untuk selalu memperhatikan setiap tingkah laku peserta didik Ketika belajar sehingga nantinya bisa memberikan kenyamanan kepada setiap peserta didik dan itu sudah dilakuka oleh bu syarifah.
7. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
Yaitu upaya guru untuk memberikan beragam (variasi) sketika mengajar seperti melakukan ice breaking di sela-sela pembelajran , memberikan motivasi kepada siswanya juga kemudian guru juga
kemudian guru juga mengajak peserta didiknya untuk meriview Kembali materi yang sudah mereka pelajari hari ini dan mengjak peserta didik menyimpulkan Bersama-sama mengenai materi yang sudah dipelajari.
Lalu dilanjutkan guru membrikan evaluasi sedikit kepada peserta didik dan terakhir guru mengingatkan materi yang aka dipelajari pada pertemuan berikunya da kegiatan tersebut sudah dilakuka oleh ibu Syarifah.
8. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Seperti yang kita ketahui bahwa keterampilan dasar mengajar dalam penguatan juga tidak luput dari diskusi kecil kelompok disetiap kelas jadi, tetapi disini ibu syarifah tidak membagi bebrapa kelompok hanya saja dia memberikan tugs kepada setiap individu agar pserta didik lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan olehnya.
9. Memunculkan PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan)
Guru harus bisa menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif sehingga dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dan juga harus menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam belajar hanya saja ini tidak saya temui Ketika ibu Sharifah mengajar tetapi dia bisa membuat proses pembelajaran didalam kelas hidup, dan untuk alat bantu m\ketika mengajar berupa media pembelajaran juga tidak ada.
AnalisisKesesuaian antara Hasil Observasi Kelas dengan Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dimiliki Seorang Guru Guru kelas 1V SDN 04 Pulau Punjung
1. Keterampilan membuka keterampilan a. Mengondisikan kelas
Didalam kelas ibu Fatimah telah mengondisikan kelas dengan baik seperti pada saat ibu Fatimah menjelaskan anak- anak nya mendengarkan apa yang di sampaikan oleh ibu Fatimah dengan baik.
b. Menyampaikan aspirasi
Pada saat sebelum memulai pembelajaran ibu Fatimah memberikan aspirasi
kepada siswanya dan membiasakan siswanya seperti p5( projek, penguatan, profil, pembelajaran Pancasila).
c. Memberikan motivasi
Ibu Fatimah juga memotivasi dan mendorong siswanya dalam setiap pembelajaran agar siswanya mau belajar dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru kepada siswanya.
d. Menyampaikan CP, TP dan indicator pembelajaran
Ibu Fatimah sebelum memasuki materi pembelajaran ibu Fatimah juga menjelaskan makna pembelajaran yang harus dicapai siswanya sesuai kemampuan siswanya masing-masing dan memaksimalkan penyampaian materi agar siswa bisa lebih mengerti.
2. Keterampilan bertanya dasar dan lanjut
a. Mengungkapkan pertanyaaan secra singkat dan jelas.
Ibu Fatimah memberikan pemahaman dengan kalimat atau caranya sendiri supaya anak lebih mudah memahami .
b. Memberikan pertanyaan pemantik untuk sampai ke materi yang akan diajar kan
Ibu Fatimah cukup interaktif mengajukan pertanyaan kepada siswa serta menanyakan materi yang di pahami atau yang telah diketahuinya sesuai kemampuan siswanya.
c. Memberikan pertanyaan ke seluruh kelas kemudian memilih beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan dengan menyebutkan nama secara bergiliran.
Ibu Fatimah mempersilahkan para siswa untuk maju kedepan dan menyuruh siswa tersebut menuliskan soal kemudian siswa menuliskan dan mencari jawaban sendiri.
d. Peserta didik memberi kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan guru.
Ibu Fatimah selalu berusaha untuk melakukan pendistribusian pertanyaan secara acak selama proses pengajaran. Pertanyaan daffa tentang puluhan diulang Kembali dengan bertanya secara acak ke siswanya.
e. Guru membimbing peserta didik sampai mendapatkan jawaban yang benar.
Ibu Fatimah sangat antusias, dia selalu berkeliling ke setiap bangku siswa pembelajaran yang dia bentuk dan menyuruh jika ada yang tidak di pahami maka bisa ditanyakan, dan ada salah satu siswa Bernama daffa bertanya tentang pembelajaran matematika pada penambahan puluhan dan ibu Ismuwinarsih pun Kembali menjawabnya dan menjelaskan berulang-ulang.
f. Tidak mengulangi pertanyaaan sendiri dan mengulangi jawaban peserta didik
Ibu Fatimah selalu bertanya tentang pembelajaran yang disampaikan kepada siswanya apakah ada yang belum memahami atau kurang mengerti .
g. Tidak menjawab pertanyaan sendiri
Ibu Fatimah memberikan kesempatan bagi sesiswa yang belum menjawab pertanyaan untuk menjawab juga agar siswa tersebut mendapat giliran.
3. Keterampilan memberikan penguatan
a. Memberikan penguatan verbal (misalnya, kata-kata pujian,dukungan, dan
Ibu Fatimah telah memberikan penguatan kepada siswa yaitu dengan mengapresiasi siswa dengan memberikan pujian dan motivasi yang diberikan ibu Fatimah, namun setelah pembelajaran berakhir beliau juga memberikan penguatan tentang materi yang sudah beliau jelaskan dari awal sampai akhir. Ibu Ismuwinarsih juga menekankan beberapa pokok-pokok penting dari yang sudah ia jelaskan di awal tadi
b. Penguatan nonverbal ( mimic, Gerakan badan, ada aktivitas yang menyenangkan).
Ibu Fatimah ini juga menjelaskan menggunakan mimic dalam peroses pembelajaran sehingga mudan dipahami. Dan mengajak anak didiknya bernyanyi dengan menggerakkan anggota tubuhnya. Disini Ibu Fatimah untuk meberikan pokuswiswa dan tidak jenuh ibu Fatimah menjelaskan materi dengan mengunakan mimic dan supaya siswanya tidak jenuh ibu Fatimah mengajak siswanya bernyanyi ( ice breaking), dan dalam pembelajaran ibu Fatimah memberikan variasi ke siswanya
c. Memberikan kehangatan dan kedekatan sehingga peserta didik antusias.
Ibu Fatimah menghampiri setiap siswa di setiap bangkunya untuk mengetahui yang mereka kerjakan sehingga mereka menjadi akrab dengan gurunya, dan siswa yang belum memahami pun dijelaskan lagi dengan nada yang lemput agar siswanya nyaman.
d. Menghindari penguatan respon negative
Ibu Fatimah juga melakukan pertanyaan dan penjelasan yang mudah di mengerti dan mengaitkan dengan aktivitas siswanya sehari-hari.
4. Keterampilan mengadakan variasi a. Kesesuaian mimic dan gerak
Variasi mimic dan gerakan yang digunakan ibu Fatimah mempengaruhi kertertarikan peserta didik untuk memperhatikan ketika menjelaskan materi pelajaran, guru yang kami amati disini sudah menggunakan variasi mimik dan gerakan, gerakan yang dilakukan berupa menunjukkan penjumlahan melalui angka yang besar seperti 10 hingga angka kecil seperti 5 maka jika ditambah akan menjadi 15 itu seperti apa, dan Bu Fatimah pun aktif berjalan- jalan dan memberikan contoh kepada muridnya dan menuliskan jawaban dan cara-caranya di papan tulis.
b. Kontak pandang
Guru yang kami amati disini yaitu Bu Fatimah sudah melakukan kontak pandang sesekali, sehingga para peserta didik dapat memperhatikan materi yang beliau jelaskan, namun terkadang ada saja murid yang tidak mau memperhatikan dan malah asik bercerita dengan temannya.
c. Merubah posisi
Jadi ibu Fatimah itu didalam kelas selalu merubah posisinya dan tidak diam berdiri tegak sehingga muridnya pokus dalam pembelajaran dan menjadi sungkan untuk berlari-larian didalam kelas.
d. Memusatkan atau memberikan tekanan pada materi-materi penting.
ibu Fatimah saat memberikan materi tidak hanya terpaku pada buku materi saja, sehingga kebanyakan murid memperhatikan guru ketika menjelaskan dan juga membentuk kelompok agar siswanya bisa berpokus saat pembelajaranberlangsung.
e. Variasi visual
f. Variasi oral (suara)
Ibu Fatimah memiliki Variasi suara yang sangat jelas dan dapat di pahami siswanya, ibu Fatimah menjelaskannya dengan perlahan agar penjelasan lebih menarik di dengar oleh siswanya, melalui intonasi nya agar siswa memperhatikan apa yang bi bahas didalam kelas. Intonasi yang digunakan Ibu Fatimah cukup keras sehingga para murid bisa mendengarkan dengan jelas.
g. Variasi dengan alat bantu atau media pembelajaran
Variasi media pembelajaran sudah agak bervariasi yaitu dengan menggunkan penggaris dan kertas hingga pena dan pensil untuk media pembelajarannya. Namun sebaiknya guru menambah variasi pembelajaran yang lain mungkin seperti menampilkan video sehingga para peserta didik tidak merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran.
5. Keterampilan menjelaskan
a. Tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit
Ibu Ismuwinarsih menggunakan kalimat yang baik agar siswanya mudah memahaminya dan tidak berbelit-belit.
b. Tidak ada penggunaan kata yang meragukan dan berlebihan
ibu Fatimah juga tidak menggunakan kata-kata untuk orang dewasa yang membuat anak-anak menjadi ragu pada penjelasan yang disampaikan.
c. Pengertian dalam penjelasan
Ibu Fatimah memberikan penjelasan dalam setiap pembelajaran
d. Menggunakan contoh yang relavan dengan materi, isi dan latar belakan peserta didik.
Di sini Ibu Fatimah juga membimbing siswa untuk bereksplorasi untuk menambah pengalaman baru tentang materi yang sedang dipelajari. sudah memberikan contoh seperti menunjukkan contoh langsung dalam kehidupan sehari-hari siswa misalnya siswa A mempunyai 4 saudara dan siswa B mempunyai 2 saudara jadi jika ditambah kan saudara siswa A dan siswa B adalah 6.
e. Memberikan ikhtisar pada materi yang penting.
Ibu Fatimah ini juga memberikan intisari pembelajaran yang penting agar siswanya mudah mengingatnya.
f. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman peserta didik Ibu Fatimah saat pembelajaran itu memberikan pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswanya dan memberikan pertanyaan sesuai kemampuan siswanya.
g. Memberikan tekanan dengan gambar, demonstrasi atau benda.
Ibu Fatimah ini dalam melakukan pembelajaran juga mempertegas penjelasan nya melalui gambaran dipapan tulis.
6. Keterampilan mengelola kelas.
a. Memberikan teguran: menekankan tingkah laku positif, menetapkan harapan-harapan.
Ibu Fatimah ini juga menegur siswanya yang tidak mendengar kan penjelasan yang disampaikan oleh ibu Fatimah karena siswa tersebut ribut atau sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
benda sekitarnya.
c. Memberikan penguatan nonverbal (dengan Gerakan)
ibu Fatimah juga menjelaskan kesiswanya menggunakan jari pada penjumlahan sehingga mudah dipahami oleh siswa.
d. Memberikan kenyamanan peserta didik dalam belajar.
Ibu Fatimah membuat siswanya nyaman dengan wajah tersenyum dalam belajar dengan menggunakan kata-kata yang manis sehingga siswanya memperhatikan yang di jelaskan oleh gurunya, dan juga membiarkan siswanya untuk mengeluarkan jawaban menurut pemahaman masing- masing anak.
7. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
a. Menarik perhatian peserta didik (dengan gaya belajar, menggunakan alatbantu dan variasi pembelajaran.
Ibu Fatimah saat kami opservasi belum ada media yang di siapkan sehingga ibu Fatimah hanya menggunakan media seadanya saat pembelajaran tersebut.
b. Menimbulkan motivasi
Berdasarkan observasi yang kami lakukan kan dapat dijelaskan bahwa kegiatan menyiapkan siswa secara fisik sudah dilaksanakan dengan cara mengabsen satu persatu siswa itu sendiri. Karena dengan demikian, guru dapat menegetahui siswa mana yang berhalangan hadir karena izin atau alpa dan sakit serta yang hadir
c. Memberikan acuan (menggambarkan sesuatu dengan jelas)
Sebelum pembelajaran ibu Fatimah sudah memberikan gambaran Pelajaran yang akan dibahas. Sedangkan untuk kegiatan menyiapkan siswa secara mental dan emosional berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan sudah cukup terlaksana sedikit oleh guru.
d. Membuat kaitan
Ibu Fatimah juga mengaitkan pembelajaran dengan siswanya deperti dalam kehidupan sehari-hari.
e. Mereview Kembali materi
Ibu Fatimah mereview materi yang dipelajari dengan menyanyakan kesiswanya apa yang telah dipelajari dan di tulis ulang oleh siswanya.
f. Memberikan kesimpulan
Kemudian dalam menutup pelajaran, ibu Fatimah sudah memberikan kesimpulan pembelajran dan garis besar yang telah dipelajari sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung.
g. Memberikan evaluasi
Ibu Fatimah sebelum penutupan pembelajaran dia juga mengepaluasi siswanya satu persatu.
h. Mengingatkan materi pada pertemuan berikutnya
Setelah itu ibu Fatimah mengkondisikan perhatian siswa terhadap materi selanjutnya yang akan di pelajari.
8. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil a. Memusatkan perhatian peserta didik dalam kelompok
Ibu Fatimah memberikan siswanya berdiskusi dengan teman sebangkunya untuk menyelesaikan beberapa soal.
Ibu Fatimah memberikan kejelasan kesiswanya lalu membiarkan semuanya siswa untuk mengemukakan jawaban yang telah mereka cari.
c. Menganalisis pendapat peserta didik.
ibu Fatimah memantau atau menghampiri mereka satu persatu ke kelompok siswa perempuan dan kelompok siswa laki-laki untuk melihat perkembangan jawaban dari diskusi mereka.
d. Memberikan kesemoatan berpartisivasi.
Ibu Fatimah memberikan siswanya saling bekerjasama, Dan jika ada siswanya yang belum memahami maka ibu Fatimah akan menjelaskan ulang hingga anak tersebut mengerti dan memahami penyampaian yang telah ibu Fatimah berikan.
e. Menutup diskusi
Ibu Fatimah menutup diskusi siswanya Ketika semua siswanya telas mendapatkan hasil yang diinginkan.
9. Memunculkan PAIKEM ( Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif dan Menyenangkan )
a. Membangkitkan keaktifan peserta didik
Ibu Fatimah membuat gambaran pertanyaan yang telah mereka ketahui guna untuk menimbulkan rasa ingin tahu suswanya.
b. Metode pembelajaran kreatif dan inovatif
Ibu Fatimah juga mempunyai keterampilan khusus untuk konteks kreatifitas siswa didalam kelas.
c. Menciptakan situasi dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Ibu Fatimah membuat ruang kelas menjadi menyenangkan dengan menyanyikan lagu kepada siswa-siswanya didalam kelas dan menciptakan siswa didalam kelas menjadi lebih nyaman dengan mengkondisikan siswanya agar pokus mendengarkan penjelasannya.
d. Kesesuaian antara alat bantu/media pembelajaran dengan materi.
Ibu Fatimah telah menyesuaikan alat media nya seadanya saja agar bisa membantu penjelasan materi yang ibu Fatimah jelaskan kepada siswa- siswanya.
AnalisisKesesuaian antara Hasil Observasi Kelas dengan Keterampilan Dasar Mengajar yang Harus Dimiliki Seorang Guru Guru kelas 1 SDN 25 Pulau Punjung
1. Keterampilan membuka keterampilans a. Mengondisikan kelas
Didalam kelas ibu Ismuwinarsih telah mengondisikan kelas dengan baik seperti saat berbicara anak- anak nya mendengarkan yang di jelaskan pada pembelajaran
b. Menyampaikan aspirasi
Aspirasi yang dilakukan Sebelum pembelajaran ibu Ismuwinarsih memberikan aspirasi kepada siswanya dan ibu Ismuwinarsih juga menjelaskan apa yang akan dipelajari oleh siswanya dan membiasakan
Ibu Ismuwinarsih juga memotivasi dan mendorong siswanya dalam setiap pembelajaran agar siswanya mau belajar dan mendengarkan yang dijelaskan oleh guru.
d. Menyampaikan CP, TP dan indicator pembelajaran
Ibu Ismuwinarsih sebelum memasuki materi pembelajaran dia menjelaskan makna pembelajaran dan dan yang harus dicapai siswanya sesuai kemampuan siswanya masing-masing.
2. Keterampilan bertanya dasar dan lanjut
a. Mengungkapkan pertanyaaan secra singkat dan jelas.
Ibu ismuwinarsih mengulang-ulang pertanyaan dan muridnya sangat fokus dalam mendengarkan dan antusias untuk menjawab pertanyaan dari gurunya.
b. Memberikan pertanyaan pemantik untuk sampai ke materi yang akan diajar kan
Ibu Isnuwinarsih cukup interaktif mengajukan pertanyaan kepada siswa serta menanyakan materi yang di pahami atau yang telah diketahuinya sesuai kemampuan siswanya.
c. Memberikan pertanyaan ke seluruh kelas kemudian memilih beberapa beberapa peserta didik untuk menjawab pertanyaan dengan menyebutkan nama secara bergiliran.
Ibu Ismuwinarsih membiarkan peserta didik menjawab pertanyaan yang diajukannya secara acak kemudian melakukan pindah gilir pertanyaan kepada murid, seperti daffa bertanya tentang penambahan puluhan pertanyaan yang diajukan pada salah satu siswa yang belum terjawab, maka Ibu Ismuwinarsih mengajukannya lagi pada siswa lainnya dengan pertanyaan yang sama.
d. Peserta didik memberi kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan guru.
Ibu Ismuwinarsih selalu berusaha untuk melakukan pendistribusian pertanyaan secara acak selama proses pengajaran. Pertanyaan daffa tentang puluhan diulang Kembali dengan bertanya secara acak ke siswanya.
e. Guru membimbing peserta didik sampai mendapatkan jawaban yang benar.
Ibu Ismuwinarsih sangat antusias, dia selalu berkeliling ke setiap bangku siswa pembelajaran yang dia bentuk dan menyuruh jika ada yang tidak di pahami maka bisa ditanyakan, dan ada salah satu siswa Bernama daffa bertanya tentang pembelajaran matematika pada penambahan puluhan dan ibu Ismuwinarsih pun Kembali menjawabnya dan menjelaskan berulang- ulang.
f. Tidak mengulangi pertanyaaan sendiri dan mengulangi jawaban peserta didik Ibu Ismuwinarsih selalu bertanya tentang pembelajaran sampai siswanya menemukan jawaban yang memuaskan dan melempar jawaban ke siswanya secara menyeluruh.
g. Tidak menjawab pertanyaan sendiri
Ibu Ismuwinarsih memberikan kesempatan sesiswanya yang belum menjawab pertanyaan dan dilakukan ke semua siswa kelasnya
3. Keterampilan memberikan penguatan
a. Memberikan penguatan verbal (misalnya, kata-kata pujian,dukungan, dan pengakuan dan lainnya).
mengapresiasi siswa dengan memberikan pujian dan motivasi yang diberikan bu Ismuwinarsih, namun setelah pembelajaran berakhir beliau juga memberikan penguatan tentang materi yang sudah beliau jelaskan dari awal sampai akhir. Ibu Ismuwinarsih juga menekankan beberapa pokok-pokok penting dari yang sudah ia jelaskan di awal tadi
b. Penguatan nonverbal ( mimic, Gerakan badan, ada aktivitas yang menyenangkan).
Ibu Ismuwinarsih ini juga menjelaskan menggunakan mimic dalam peroses pembelajaran sehingga mudan dipahami. Dan mengajak anak didiknya bernyanyi dengan menggerakkan anggota tubuhnya. Disini Ibu Ismuwinarsih untuk meberikan pokuswiswa dan tidak jenuh ibu Ismuwinarsih menjelaskan materi dengan mengunakan mimic dan supaya siswanya tidak jenuh ibu Ismuwinarsih mengajak siswanya bernyanyi ( ice breaking), dan dalam pembelajaran ibu Ismuwinarsih memberikan variasi ke siswanya
c. Memberikan kehangatan dan kedekatan sehingga peserta didik antusias.
Ibu Ismuwinarsih menghampiri setiap siswa di setiap bangkunya untuk mengetahui yang mereka kerjakan sehingga mereka menjadi akrab dengan gurunya, dan siswa yang belum memahami pun dijelaskan lagi dengan nada yang lemput agar siswanya nyaman.
d. Menghindari penguatan respon negative
Ibu Ismuwinarsih ini melakukan pertanyaan dan penjelasan yang mudah di mengerti dan mengaitkan dengan aktivitas siswanya sehari-hari.
4. Keterampilan mengadakan variasi a. Kesesuaian mimic dan gerak
Variasi mimic dan gerakan yang digunakan ibu Ismuwinarsih mempengaruhi kertertarikan peserta didik untuk memperhatikan ketika menjelaskan materi pelajaran, guru yang kami amati disini sudah menggunakan variasi mimik dan gerakan, gerakan yang dilakukan berupa menunjukkan penjumlahan melalui angka yang besar seperti 10 hingga angka kecil seperti 5 maka jika ditambah akan menjadi 15 itu seperti apa, dan Bu Ismuwinaesih pun aktif berjalan- jalan dan memberikan contoh kepada muridnya dan menuliskan jawaban dan cara-caranya di papan tulis.
b. Kontak pandang
Guru yang kami amati disini yaitu Bu Ismuwinarsih sudah melakukan kontak pandang sesekali, sehingga para peserta didik dapat memperhatikan materi yang beliau jelaskan, namun terkadang ada saja murid yang tidak mau memperhatikan dan malah asik bercerita dengan temannya.
c. Merubah posisi
Jadi ibu Ismuwinarsih itu didalam kelas selalu merubah posisinya dan tidak diam berdiri tegak sehingga muridnya pokus dalam pembelajaran.
d. Memusatkan atau memberikan tekanan pada materi-materi penting.
ibu Ismuwinarsih saat memberikan materi tidak hanya terpaku pada buku materi saja, sehingga kebanyakan murid memperhatikan guru ketika menjelaskan dan juga membentuk kelompok agar siswanya bisa berpokus saat pembelajaranberlangsung.
e. Variasi visual
f. Variasi oral (suara)
Ibu Ismuwinarsih memiliki Variasi suara yang sangat jelas dan dapat di pahami siswanya, ibu Ismuwinarsih menjelaskannya dengan perlahan agar penjelasan lebih menarik di dengar oleh siswanya, melalui intonasi nya agar siswa memperhatikan apa yang bi bahas didalam kelas. Intonasi yang digunakan Ibu Ismuwinarsih cukup keras sehingga para murid bisa mendengarkan dengan jelas.
g. Variasi dengan alat bantu atau media pembelajaran
Variasi media pembelajaran sudah agak bervariasi yaitu dengan menggunkan lidi dan kertas hingga pena dan pensil untuk media pembelajarannya. Namun sebaiknya guru menambah variasi pembelajaran yang lain mungkin seperti menampilkan video sehingga para peserta didik tidak merasa bosan dalam kegiatan pembelajaran.
5. Keterampilan menjelaskan
a. Tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit
Ibu Ismuwinarsih menggunakan kalimat yang baik agar siswanya mudah memahaminya dan tidak berbelit-belit.
b. Tidak ada penggunaan kata yang meragukan dan berlebihan
Jadi ibu Ismuwinarsih ini tidak menggunakan kata untuk orang dewasa yang membuat anak jadi ragu apa yang di jelaskan.
c. Pengertian dalam penjelasan
Ibu Ismuwinarsih memberikan penjelasan dalam setiap pembelajaran
d. Menggunakan contoh yang relavan dengan materi, isi dan latar belakan peserta didik.
Di sini Ibu Ismuwinaesih juga membimbing siswa untuk bereksplorasi untuk menambah pengalaman baru tentang materi yang sedang dipelajari, Ibu Ismuwinarsih sudah memberikan contoh seperti menunjukkan contoh langsung dari 55=50=5 dipapan tulis dan menjelaskan penambahan itu dari yang puluhan angka besar hingga angka dalam penyebutan yang kecil, kemudian menyuruh siswanya untuk menganalisis sehingga siswa ibu Ismuwinarsih tau bahwa 55 itu berasal dari 50+5 maka aka nada hasil nya 55 dalam pembelajaran ini Ibu Ismuwinarsih memberi contoh dan cara penjelasan yang berbeda sesuai dengan kemampuan siswanya.
e. Memberikan ikhtisar pada materi yang penting.
Ibu Ismuwinarsih ini juga memberikan intisari pembelajaran yang penting agar siswanya mudah mengingatnya.
f. Mengajukan pertanyaan untuk mengetahui pemahaman peserta didik
Ibu Ismuwinarsih saat pembelajaran itu memberikan pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswanya dan memberikan pertanyaan sesuai kemampuan siswanya.
g. Memberikan tekanan dengan gambar, demonstrasi atau benda.
Ibu Ismuwinarsih ini dalam melakukan pembelajaran juga mempertegas penjelasan nya melalui gambaran dipapan tulis.
6. Keterampilan mengelola kelas.
a. Memberikan teguran: menekankan tingkah laku positif, menetapkan harapan- harapan.
Ibu Ismuwinarsih ini juga menegur siswanya yang tidan pokus belajar dan
siswanya yang rebut dikelas serta bermain dengan teman sebangkunya.
b. Memberikan penguatan verbal dengan kata-kata atau kalimat
Ibu Ismuwinarsih juga memberikan penguatan penjelasan dengan kata-kata dan benda sekitarnya.
c. Memberikan penguatan nonverbal (dengan Gerakan)
ibu Ismuwinarsih ini juga menjelaskan kesiswanya menggunakan jari pada penjumlahan sehingga mudah dipahami.
d. Memberikan kenyamanan peserta didik dalam belajar.
Ibu Ismuwinarsih membuat siswanya nyaman dengan wajah tersenyum dalam belajar dengan menggunakan kata-kata yang manis sehingga siswanya memperhatikan yang di jelaskan oleh gurunya, dan juga membiarkan siswanya untuk mengeluarkan jawaban menurut pemahaman masing-masing anak.
7. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
a. Menarik perhatian peserta didik (dengan gaya belajar, menggunakan alatbantu dan variasi pembelajaran.
Ibu Ismuwinarsih saat kami opservasi belum ada media yang di siapkan sehingga ibu Ismuwinarsih hanya menggunakan media seadanya saat pembelajaran tersebut.
b. Menimbulkan motivasi
Berdasarkan observasi yang kami lakukan kan dapat dijelaskan bahwa kegiatan menyiapkan siswa secara fisik sudah dilaksanakan dengan cara mengabsen satu persatu siswa itu sendiri. Karena dengan demikian, guru dapat menegetahui siswa mana yang berhalangan hadir karena izin atau alpa dan sakit serta yang hadir
c. Memberikan acuan (menggambarkan sesuatu dengan jelas)
Sebelum pembelajaran ibu ismuwinarsih sudah memberikan gambaran Pelajaran yang akan dibahas. Sedangkan untuk kegiatan menyiapkan siswa secara mental dan emosional berdasarkan hasil observasi yang kami lakukan sudah cukup terlaksana sedikit oleh guru.
d. Membuat kaitan
Ibu Ismuwinarsih juga mengaitkan pembelajaran dengan siswanya deperti dalam kehidupan sehari-hari.
e. Mereview Kembali materi
Ibu Ismuwinarsih mereview materi yang dipelajari dengan menyanyakan kesiswanya apa yang telah dipelajari dan di tulis ulang oleh siswanya.
f. Memberikan kesimpulan
Kemudian dalam menutup pelajaran, ibu Isnuwinarsih sudah memberikan kesimpulan pembelajran dan garis besar yang telah dipelajari sewaktu kegiatan pembelajaran berlangsung.
g. Memberikan evaluasi
Ibu Ismuwinarsih sebelum penutupan pembelajaran dia juga mengepaluasi siswanya satu persatu.
h. Mengingatkan materi pada pertemuan berikutnya
Setelah itu ibu Ismuwinarsih mengkondisikan perhatian siswa terhadap materi selanjutnya yang akan di pelajari.
a. Memusatkan perhatian peserta didik dalam kelompok
Ibu Ismuwinarsih memberikan siswanya berdiskusi dengan teman sebangkunya untuk menyelesaikan beberapa soal.
b. Memperje