LAPORAN TUGAS MANDIRI
Mata Kuliah Pengetahuan Kebencanaan dan Lingkungan Dosen Pengampu : Prof. Dr. Devianti, S.TP., MP
Disusun Oleh :
Nama : Hafidhatul Khairiah NPM : 2301101010020 Kelas : 13
PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
1. Tuliskan nilai-nilai POSITIF apa yang perlu Anda kembangkan dari fenomena yang terkait pengurangan risiko bencana dan menjaga kelestarian lingkungan!
JAWABAN :
Pengurangan risiko bencana dan menjaga kelestarian lingkungan adalah dua bidang yang sangat penting bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan alam. Ada banyak nilai positif yang dapat dikembangkan dari fenomena ini, diantaranya ialah :
a. Kesadaran Lingkungan Memahami pentingnya menjaga lingkungan dapat meningkatkan kesadaran individu dan masyarakat untuk bertindak secara lebih ramah lingkungan.
b. Kebersamaan dan Solidaritas
Ketika bencana terjadi, rasa kebersamaan dan solidaritas sering kali meningkat. Mereka akan secara otomatis belajar untuk bekerja sama.
c. Pendidikan dan Pengetahuan
Peningkatan pemahaman dan eduksai tentang risiko bencana dan cara-cara mitigasinya dapat mendidik masyarakat untuk lebih siap dan tanggap. Pendidikan lingkungan juga bisa memperkaya pengetahuan generasi muda tentang pentingnya kelestarian alam.
d. Inovasi dan Teknologi Upaya mengurangi risiko bencana dan menjaga lingkungan sering mendorong pengembangan teknologi baru dan inovasi. Ini termasuk teknologi peringatan dini, infrastruktur tahan bencana, dan teknologi ramah lingkungan seperti energi terbarukan.
e. Perencanaan dan Manajemen yang lebih baik
Fenomena bencana mendorong pentingnya perencanaan dan manajemen yang lebih baik. Ini mencakup tata ruang yang memperhatikan risiko bencana, pembangunan berkelanjutan, dan strategi mitigasi bencana yang komprehensif.
f. Kemandirian dan Ketahanan
Masyarakat yang sadar akan risiko bencana dan kelestarian lingkungan cenderung lebih mandiri dan tahan terhadap berbagai tantangan. Mereka memiliki kemampuan untuk mengelola sumber daya mereka dengan bijaksana dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana.
g. Kepedulian Sosial dan Empati
Menghadapi bencana dan masalah lingkungan mengajarkan kepedulian dan empati terhadap
sesama. Ini memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan mendorong tindakan nyata untuk membantu orang lain dan menjaga keseimbangan ekosistem.
h. Ekonomi Berkelanjutan Kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan mendorong praktik ekonomi yang lebih berkelanjutan. Misalnya, penggunaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, pengembangan sektor pariwisata yang ramah lingkungan, dan investasi dalam energi terbarukan.
i. Keterlibatan dan Partisipasi Masyarakat
Pengurangan risiko bencana dan pelestarian lingkungan membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Ini mendorong keterlibatan warga dalam proses pengambilan keputusan dan aksi-aksi nyata di komunitas mereka.
j. Kesehatan dan Kesejahteraan
Lingkungan yang terjaga dan mitigasi bencana yang efektif berdampak positif pada kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Udara bersih, air bersih, dan lingkungan yang aman dari bencana alam mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
2. Tuliskan nilai-nilai NEGATIF apa yang perlu kembangkan dari fenomena yang terkait pengurangan risillo bencana dan menjaga kelestarian lingkungan!
JAWABAN :
Meski pengurangan risiko bencana dan menjaga kelestarian lingkungan sebagian besar dikaitkan dengan nilai-nilai positif, sangat penting bagi kita untuk mengenali dan mengelola potensi nilai-nilai negatif yang mungkin muncul dari fenomena ini. Berikut beberapa nilai negatif yang perlu diperhatikan dan dikelola.
a. Ketergantungan pada Teknologi
Terlalu bergantung pada teknologi untuk mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan bisa membuat masyarakat kurang siap secara mandiri. Ketika teknologi gagal, dampaknya bisa menjadi lebih parah dan tidak dapat diatasi.
b. Pencitraan Hijau (Greenwashing)
Beberapa perusahaan dan organisasi mungkin menggunakan isu lingkungan sebagai alat
pencitraan tanpa melakukan tindakan nyata yang berarti. Ini bisa menyesatkan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap inisiatif lingkungan yang tulus.
c. Rasa Aman yang Palsu Terkadang, teknologi dan infrastruktur mitigasi bencana bisa memberikan rasa aman yang palsu.
Masyarakat mungkin merasa terlalu terlindungi dan menjadi kurang waspada atau kurang siap menghadapi bencana.
d. Ketidakadilan Sosial Upaya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan kadang kala dapat memperparah ketidakadilan sosial. Proyek-proyek besar, seperti relokasi penduduk atau pembangunan infrastruktur, sering kali berdampak negatif pada komunitas yang paling rentan.
e.
Resistensi terhadap Perubahan
Implementasi kebijakan lingkungan dan mitigasi bencana sering kali menghadapi resistensi dari masyarakat atau pihak-pihak yang berkepentingan, terutama jika perubahan tersebut dianggap mengganggu kenyamanan atau keuntungan ekonomi.
f. Overregulasi dan Biaya Tinggi
Kebijakan yang terlalu ketat atau regulasi yang berlebihan dalam upaya melestarikan lingkungan dan mengurangi risiko bencana bisa menimbulkan biaya tinggi bagi bisnis dan individu, yang pada gilirannya dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
g. Pengabaian Pengetahuan Lokal
Terkadang, pendekatan top-down dalam mitigasi bencana dan konservasi lingkungan mengabaikan pengetahuan dan praktik lokal yang sebenarnya efektif. Ini bisa menyebabkan ketidaksesuaian strategi dan penolakan dari komunitas lokal.
h. Komersialisasi Lingkungan
Upaya pelestarian lingkungan yang didorong oleh keuntungan ekonomi dapat mengarah pada komersialisasi aset alam, mengabaikan aspek keberlanjutan dan keadilan sosial, serta
merugikan ekosistem alami.
i. Kurangnya Transparansi dan Partisipasi
Proses pengambilan keputusan yang kurang transparan dan partisipatif dalam proyek mitigasi bencana dan konservasi lingkungan dapat menyebabkan ketidakpercayaan dan konflik dengan masyarakat yang terkena dampak.
3. Dari sejumlah nilai yang Anda temukan (positif dan negatif) tersebut, tuliskan nilai mana yang Anda PILIH untuk Anda kembangkan pada diri Anda!
JAWABAN :
Berdasarkan nilai-nilai di atas (positif dan negatif), berikut beberapa nilai yang saya jadikan pilihan untuk saya kembangkan.
Kesadaran Lingkungan
Saya akan berusaha untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan dan berusaha mengimplementasikan praktik-praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat berupa pengelolaan sampah yang lebih baik, mengurangi penggunaan plastik, dan ikut mendukung pelestarian alam.
Kebersamaan dan Solidaritas
Saya akan meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas dengan orang lain, terutama dalam menghadapi tantangan bersama seperti bencana alam.
Membantu sesama, berempati, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama dalam mengatasi bencana.
Pendidikan dan Pengetahuan
Saya akan terus belajar dan memperluas pengetahuan tentang risiko bencana, baik itu pencegahan maupun penanganan ketika terjadi bencana, mitigasi, dan pelestarian lingkungan.
Rasa Aman yang Palsu
Saya akan berhati-hati agar tidak terlalu bergantung pada teknologi atau infrastruktur mitigasi bencana yang dapat memberikan rasa aman yang palsu. Saya akan tetap waspada dan selalu siap untuk menghadapi kemungkinan terburuk.
Resistensi terhadap Perubahan
Saya akan berusaha membuka diri terhadap perubahan serta memahami dan mendukung inisiatif yang bertujuan untuk mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan, meskipun kadang harus keluar dari zona nyaman.
Dengan mengembangkan nilai-nilai ini, saya berharap untuk dapat berkontribusi lebih baik dalam upaya pengurangan risiko bencana, mitigasi, dan menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, nilai-nilai ini juga akan membantu saya untuk menjadi individu yang lebih sadar, tanggap, dan bertanggung jawab terhadap tantangan global yang kita hadapi sekarang ini.
4. Kemukakan alasan-alasan yang menjadi pertimbangan sehingga Anda memilih nilai tersebut!
JAWABAN :
Berikut ini adalah alasan yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih nilai- nilai di atas.
a. Kesadaran lingkungan. Alasannya :
Lingkungan yang bersih dan sehat secara langsung berpengaruh terhadap kesehatan dan kualitas hidup saya serta lingkungan sekitar.
Udara bersih, air bersih, sampah yang terorganisir, dan tanah yang tidak tercemar mendukung kehidupan yang lebih sehat.
Saya memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam demi generasi mendatang.
Mengingat ancaman perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata, penting bagi saya untuk berkontribusi dalam mengurangi dampak negatif tersebut.
b. Kebersamaan dan solidaritas. Alasannya:
Saya percaya bahwa solidaritas dan kebersamaan akan memperkuat masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan besar seperti bencana alam. Dengan bersama-sama, kita bisa lebih efektif dalam merespons dan pulih dari bencana.
Meningkatkan rasa empati dan membantu sesama juga merupakan bagian penting dari kemanusiaan. karena ini membantu membangun hubungan yang lebih kuat dan mendukung masyarakat yang harmonis.
Dalam situasi darurat, dukungan sosial dari orang lain sangat penting.
Dengan menjadi bagian dari jaringan dukungan sosial bisa membuat perbedaan besar dalam kemampuan kita mencegah, menghadapi, dan mengatasi bencana.
c. Pendidikan dan Pengetahuan. Alasannya:
Dengan meningkatkan pengetahuan tentang risiko bencana dan cara mitigasinya, saya bisa lebih siap dan mampu mengambil tindakan yang tepat saat bencana terjadi.
Memiliki pengetahuan yang akurat memungkinkan saya untuk menyebarkan informasi yang benar kepada orang lain, yang dapat mengurangi kepanikan.
Terus belajar dan memperluas pengetahuan juga merupakan bagian dari pengembangan diri. Ini akan memberikan saya rasa percaya diri dan kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih baik dalam situasi krisis.
d. Rasa Aman yang Palsu. Alasannya:
Dengan menyadari bahwa teknologi dan infrastruktur mitigasi tidak selalu dapat diandalkan, saya dapat lebih memahami dan mengelola risiko secara realistis.
Menjaga kewaspadaan akan membantu saya mempersiapkan diri secara mental dalam menghadapi situasi sulit, bisa mengurangi stres dan panik saat bencana terjadi.
e. Resistensi terhadap Perubahan. Alasannya:
Beradaptasi dengan dunia yang terus berubah.
Perubahan sering kali membawa inovasi dan kemajuan yang diperlukan untuk mengatasi masalah seperti perubahan iklim dan mitigasi bencana.
5. Uraikan kesiapan Anda untuk mengembangkan nilai kurangnya kesadaran dan perhatian terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana yang dipilih dengan segala kemungkinan risiko yang harus di lakukan!
JAWABAN :
Saya siap untuk terus belajar dan mengikuti pelatihan terkait pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Ini termasuk membaca literatur, mengikuti seminar, dll. Meskipun resikonya saya harus meluangkan waktu serta mencari seminar yang terjangkau atau gratis.
Saya berkomitmen untuk mengubah kebiasaan sehari-hari menjadi lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik, mengorganisir dan mendaur ulang sampah, menghemat penggunaan listrik, air serta energi.
Risikonya mungkin menghadapi kebiasaan lama yang lebih praktis dan juga mungkin ada biaya tambahan dalam menerapkan perubahan ini.
Saya siap untuk berbicara tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana kepada teman, keluarga. Hal Ini dapat saya lakukan melalui media sosial. Risikonya ialah menghadapi resistensi ataupun ketidak pedulian orang lain terhadap pelestarian lingkungan.
Saya siap untuk aktif terlibat dalam kegiatan komunitas yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana, seperti penanaman pohon, bersih-bersih lingkungan, dan simulasi bencana. Risikonya harus dapat mengalokasikan waktu dan tenaga untuk kegiatan-kegiatan ini.
6. Anda tentu bangga telah bisa memilih nilai dan telah mempertimbangkan segala resiko untuk siap mengembangkan nilai yang Anda pilih dalam kehidupan Anda. Deklarasikan nilai itu kepada orang lain agar mereka tahu Anda sudah menentukan sikap dan juga dalam rangka mengkampanyekan nilai yang Anda agar orang lain juga terpengaruh untuk memilih nilai yang seperti Anda pilih.
JAWABAN :
Tentu saja, saya merasa sangat bangga bahwa saya telah memilih untuk mengembangkan nilai-nilai kesadaran lingkungan dan mitigasi bencana dalam kehidupan saya. Melalui deklarasi, mungkin saya ingin mengajak semua orang terutama yang saya kenal untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian alam dan juga meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.
7. Uraikan kepada siapa saja Anda mendeklarasikannya tentang kurangnya kesadaran dan perhatian terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana? Seperti apa deklarasi yang Anda lakukan?
JAWABAN :
Saya mengajak teman-teman, keluarga, dan kenalan untuk ikut berpartisipasi. Mengingat kalau pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana merupakan tanggung jawab kita bersama, dan sangat penting untuk diperhatikan. Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman untuk kita dan generasi mendatang.
Deklarasi ini saya lakukan untuk mengajak semua orang agar
memperhatikan pentingnya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana. Saya menegaskan bahwa kesadaran dan perhatian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh setiap individu.
Dalam deklarasi ini, saya juga menyoroti pentingnya tindakan kita dalam menjaga lingkungan dan mengurangi dampak bencana. Saya berharap agar pesan ini dapat menginspirasi orang lain untuk turut berperan dalam upaya pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.Saya yakin bahwa dengan kolaborasi dan kerja sama, kita dapat menciptakan perubahan positif bagi keberlangsungan hidup kita dan generasi mendatang. Ayo bersama-sama menjaga sekarang untuk masa depan yang lebih baik!
8. Uraikan rencana bagaimana Anda akan menerapkan nilai dalam kehidupan Anda!
JAWABAN:
Untuk menerapkan nilai tentang kesadaran dan perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari, saya memiliki beberapa rencana yang dapat saya lakukan, yaitu :
Memulai dengan hal-hal kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik, menghemat pemakaian air dan listrik.
Edukasi terhadap diri sendiri dan orang lain, dengan cara meingkatkan pengetahuan tetang isu-isu lingkungan, dan membagikannya dengan teman dan keluarga.
Ikut dalam kegiatan reboisasi ataupun gotong royong.
Mendukung kebijakan dan inisiatif pemerintah atau organisasi yang bertujuan untuk pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.
9. Anda telah memilih nilai untuk dikembangkan dan itu akan menjadi karakter yang melekat pada Anda. Uraikan bagaimana cara Anda memelihara nilai yang Anda pilih!
JAWABAN :
Untuk menerapkan nilai-nilai kesadaran dan perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana dalam kehidupan sehari-hari, saya memiliki beberapa rencana yang dapat saya lakukan.
N
o Nilai Rencana
1 Pendidikan dan Pengetahuan Rutin Membaca dan Mengikuti Berita Saya akan meluangkan waktu setiap minggu untuk membaca artikel, jurnal, dan berita terkait lingkungan dan mitigasi bencana. Ini akan membantu saya tetap terinformasi tentang perkembangan terbaru dan praktik terbaik.
2 Praktik Ramah Lingkungan Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
Saya akan memisahkan sampah organik dan anorganik di rumah, dan berusaha untuk mendaur ulang sebanyak mungkin. Saya juga akan membuat kompos dari sisa makanan.
Mengurangi Penggunaan Plastik
Saya akan menggunakan tas belanja kain, botol air yang dapat diisi ulang, dan menghindari produk sekali pakai. Ini termasuk membawa wadah sendiri saat membeli makanan untuk dibawa pulang.
Hemat Energi
Saya akan mengganti lampu dengan lampu LED hemat energi, mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan, dan menggunakan air dengan bijak.
3 Kebersamaan dan Solidaritas Saya akan berpartisipasi dalam kegiatan sosial
yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti penanaman pohon, bersih-bersih pantai, atau kampanye daur ulang.
4 Meningkatkan
Kesiapsiagaan terhadap Bencana
Membuat Rencana Darurat Keluarga
Saya akan membuat dan mensosialisasikan rencana darurat keluarga yang mencakup tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran.
Mengikuti Latihan Evakuasi
Saya akan berpartisipasi dalam latihan evakuasi yang diadakan oleh komunitas atau instansi setempat untuk memastikan saya tahu apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
Persiapan Perlengkapan Darurat
Saya akan menyiapkan dan memelihara perlengkapan darurat yang berisi makanan, air, obat-obatan, dan alat-alat penting lainnya yang dibutuhkan selama bencana.
REFERENSI
Dewi, RS, & Anggarasari, N.hudha. (2020). MITIGASI BENCANA PADA ANAK USIA DINI. ANAK DINI : JURNAL PENDIDIKAN, 3 (1), 68–77.
https://doi.org/10.35568/earlychildhood.v3i1.438
Pratikno, H., Rahmat, H. K., & Sumantri, S. H. (2020). Implementasi Cultural Resource Management Dalam Mitigasi Bencana Pada Cagar Budaya Di Indonesia. NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 7(2), 427–436.
http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/1752 Zulfa, V. A., Widyasamratri, H., & Kautsary, J. (2022). MITIGASI BENCANA
BERDASARKAN TINGKAT RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR.
Jurnal Kajian Ruang, 2(2), 154. https://doi.org/10.30659/jkr.v2i2.26532 Niman, EM (2019). Kearifan Lokal dan Upaya Pelestarian Lingkungan Alam. Jurnal
Pendidikan Dan Kebudayaan Missio , 11 (1), 91–106.
Therik, J. J., & Lino, M. M. (2021). Membangun Kesadaran Masyarakat Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan. Jurnal Administrasi Publik, 17(1), 89–95