LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah Nama Mahasiswa: HENI
Asal Institusi: SDN 1 Parungponteng Kelas : 008 PGSD
Petunjuk: Setelah mengeksplorasi penyebab-penyebab masalah, langkah selanjutnya adalah menentukan akar penyebab masalah yang paling mendekati konteks yang dihadapi guru di kelas/sekolahnya. Gunakan petunjuk berikut untuk membantu Anda dalam penentuan akar penyebab masalah:
1. Berkonsultasi dengan Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah/Rekan Sejawat dan pakar/pihak terkait:
o Diskusikan temuan Anda mengenai penyebab masalah
o Bagikan informasi tentang penyebab masalah yang telah Anda identifikasi dan jelaskan konteks spesifik yang Anda hadapi.
o Tanyakan pendapat, saran, dan rekomendasi mereka dalam menentukan akar penyebab masalah yang paling relevan.
2. Analisis dan Pertimbangan:
o Tinjau kembali data dan informasi yang telah Anda kumpulkan selama eksplorasi penyebab masalah.
o Pertimbangkan konteks kelas/sekolah yang Anda hadapi dan evaluasi akar penyebab masalah yang paling relevan untuk situasi tersebut.
o Identifikasi akar penyebab masalah yang memiliki dampak signifikan terhadap hasil pembelajaran atau tantangan yang dihadapi oleh guru dalam tugas sehari-hari.
3. Penentuan Masalah dan Akar Penyebab:
o Pilih minimal 2 (dua) masalah yang paling sesuai dengan tugas keseharian guru.
o Jelaskan akar penyebab dari setiap masalah yang dipilih secara rinci.
o Tinjau kembali penelitian dan analisis Anda untuk memastikan akar penyebab tersebut relevan dan memiliki potensi untuk diatasi.
Pastikan untuk mencatat informasi yang diperoleh dalam lembar kerja dan gunakan sebagai panduan dalam langkah-langkah berikutnya untuk menemukan solusi bagi masalah yang telah diidentifikasi
No Hasil eksplorasi penyebab masalah
Akar
penyebab masalah
Analisis akar penyebab masalah (data
Masalah terpilih yang akan
pendukung) diselesaika n
1 Minat membaca siswa masih rendah
1. Orang tua peserta didik sibuk bekerja karena tuntutan kebutuhan ekonomi sehingga tidak dapat mendampingi anak belajar.
2. Kurangnya motivasi untuk belajar membaca.
3. Peserta didik lebih suka bermain gawai dan menonton televisi.
4. Belum tersedianya buku yang menarik perhatian.
5. Belum optimalnya pelaksanaan jadwal dan penugasan literasi dikelas.
Kurangnya perhatian dari orang tua dan guru dalam membimbing atau melatih siswa membaca.
Penggunaan media yang kurang tepat
Berdasarkan hasil analisis,ditentukan bahwa akar penyebab utama masalah tersebut adalah
“Kurangnya
perhatian dari orang tua dan guru dalam membimbing atau melatih siswa membaca”
Penyebab masalah ini akan ikut berkontribusi untuk mempengaruhi
faktor penyebab lainnya.
Peserta didik perlu adanya pendampingan dan bimbingan dari lingkungan, keluarga untuk belajar membaca serta penguatan dari guru di sekolah. Dalam meningkatkan
motivasi membaca, bisa dimulai dengan menstimulus melalui ruang baca menarik (pojok baca) dengan buku yang bervariasi dan berganti-ganti, serta berisi gambar,dan slogan- slogan. Guru juga memberikan jadwal serta penugasan yang jelas mengenai
1.
2.
literasi. Misalnya,
setelah anak
membaca kemudian guru memberikan pertanyaan terkait buku bacaan yang sudah selesai dibaca.
Hal ini berguna untuk meningkatkan minat dan rasa penasaran sehingga dapat menumbuhkan sikap gemar membaca tanpa paksaan.
2 Kesulitan Belajar Slow Learner
1. Rendahnya motivasi belajar peserta didik.
2. Kondisi kesehatan yang tidak baik.
3. Masih kurangnya kenyamanan kelas, seperti lingkungan.
udara, penerangan,
orang sekitar
lingkungan, suhu dan fasilitas
4. Orang tua dari peserta didik sibuk bekerja sehingga waktunya terbatas untuk mendampingi dan membimbing anak.
5. Keinginan berhasil dalam diri peserta didik belum tumbuh.
6. Tidak ada
keberanian dalam peserta didik dalam mengungkapkan pendapat
Rendahnya motivasi belajar peserta didik
Berdasarkan hasil analisis,ditentukan bahwa akar penyebab utama masalah tersebut adalah
“Rendahnya
motivasi belajar peserta didik”
Penyebab masalah ini akan ikut berkontribusi untuk mempengaruhi
faktor penyebab lainnya.
Kondisi rendahnya motivasi belajar ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Dalam menumbuhkan
motivasi ini dimulai dari keluarga yang mendukung dan mendampingi proses belajar anak di rumah. Selanjutnya, di
sekolah guru
membuat rasa nyaman melalui
model dan media yang menyenangkan sehingga peserta didik semangat untuk belajar. Selain itu harus merangsang keaktifan siswa untuk dapat memberikan kesempatan diskusi dengan guru dan teman – teman di kelas.
3 Numerasi yang rendah 1. Siswa belum sepenuhnya
memahami masalah yang disajikan dalam soal, 2. Kurangnya pembiasaan
dalam menjawab soal yang sesuai dengan permasalahan sehari-hari sehingga siswa kesulitan menganalisis informasi yang terdapat dalam soal yang menyebabkan siswa kesulitan menggunakan angka, simbol dalam merumuskan, menyajikan dan menyelesaikan soal
Siswa belum mampu berfikir kritis dan kreatif dalam
menyelesaikan soal.
Metode pembelajaran yang digunakan kurang tepat.
Berdasarkan hasil analisis,ditentukan bahwa akar penyebab utama masalah tersebut adalah
”Siswa belum mampu berfikir kritis dan kreatif dalam
menyelesaikan soal”
Guru harus memantau perkembangan siswa saat memberikan pembelajaran
numerasi dan lebih sering berlatih soal
HOTS yang
menyesuaikan
kemampuan siswa, karena 60% siswa menganggap bahwa perhitungan itu sulit
jadi harus
menanamkan pikiran bahwa perhitungan itu
seru dengan
menggunakan
pembelajaran yang menarik
4 1
2 3 dst