• Tidak ada hasil yang ditemukan

LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah

N/A
N/A
Krisdina Puji Astuti

Academic year: 2023

Membagikan "LK 1.3 Penentuan Akar Penyebab Masalah "

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Asal Institusi: SMK Negeri 4 Samarinda

No Hasil eksplorasi penyebab masalah

akar penyebab masalah Analisis akar penyebab masalah (data pendukung)

Masalah Terpilih Yang akan Diselesaikan 1 Guru belum memaksimalkan

pemanfaatan model pembelajaran inovatif

1. Minimnya pelatihan terkait pembelajaran inovatif yang diikuti guru

2. Kurangnya sarana prasarana yang dapat menunjang terlaksananya pembelajaran inovatif

3. Beban guru yang berlebihan sehingga menyebabkan guru tidak punya cukup waktu untuk menyiapkan pembelajaran 4. Guru hanya mengandalkan satu

model pembelajaran

Hasil wawancara dengan teman sejawat ( Asih Aulianita, S,Pd)

1. Guru sudah terlalu nyaman dengan model pembelajaran konvensional

2. Usia yang terlalu tua menyebabkan tidak mau mencoba hal baru

3. Kesulitan dalam mengintegrasikan inovasi

Hasil wawancara dengan guru (Yesi Cahyani, M.Pd)

Setelah di analisis akar penyebab masalah guru belum menerapkan model pembelajaran inovatif yaitu:

Guru kurang inisiatif untuk mengikuti pelatihan yang terkait dengan

pembelajaran abad 21 dalam hal ini guru masih berada didalam zona nyaman yaitu guru sudah merasa cukup puas dengan strategi maupun model pembelajaran yang dikuasainya

1. Mencoba penggunaan model

pembelajaran baru seperti Projek Based Learning dan Problem Based Learning

2. Mempersiapkan siswa dalam penerapan model pembelajaran inovatif

3. Guru

mempersiapkan assessment dalam penerapan

(2)

5. Kurangnya kemampuan guru dalam memilih dan mengelola model pembelajaran yang inovatif sesuai dengan karakteristik siswa

1.Sumber daya dan dukungan teknologi kurang

2.Kurangnya Pelatihan 3.Kurangnya kemauan

mencoba dari guru tersebut

model

pembelajaran inovatif

4. Guru dituntut kreatif mengenai sarana dan prasarana disekolah untuk mendukung terlaksananya model

pembelajaran inovatif

2 Guru Kurang menerapkan Asesmen dalam pembelajaran

1. Guru tidak melakukan asesmen di awal pembelajaran baik asesmen kognitif maupun asesmen non- kognitif

2. Guru belum paham terhadap karakter peserta didik untuk melakukan pendekatan

Hasil wawancara dengan teman sejawat ( Asih Aulianita, S,Pd)

1. Jumalah kelas yang besar dan banyak 2. Guru kurang menguasai

komponen dan tahapan dalam assessment 3. Keterbatasan waktu Hasil wawancara dengan

 Guru kurang menguasai komponen dan tahap penilaian adalah

penyebab utama pendidik belum bisa menerapkan assessment dengan baik.

 Guru kurang melihat tujuan

pembelajaran yang hendak dicapai dalam assessment

 Guru tidak membuat kisi-kisi penilaian secara terstruktur

1. Guru harus mengetahui dan belajar mengenai komponen dan tahapan dalam assessment 2. Membuat kisi-kisi

penilaian terstruktur agar memudahkan

(3)

pembelajaran yang sesuai 3. Guru belum menyesuaikan

pembelajaran dengan gaya belajar peserta didik

guru (Yesi Cahyani, M.Pd)

1. Banyaknya aspek yang harus dinilai

2. Banyaknya jumlah siswa dan kelas yang diajar

3. Keterbatasan waktu

dalam penilaian 3. Mengetahui

tujuan

pembelajaran yang akan dicapai sebelum menentukan assesment 3 Kemampuan Literasi dan Numerasi

masih rendah

1. Rendahnya minat peserta didik pada kegiatan literasi

2. Kurangnya kemampuan guru dalam mengaplikasikan berbagai kegiatan literasi disekolah

3. Kondisi perpustakaan yang kurang nyaman

4. Bahan bacaan yang monoton dan kurang bervariasi.

5. Kuranganya Latihan soal mengenai numerasi

6. Pembiasan penggunaan alat hitung pada perhitungan dasar

Hasil wawancara dengan teman sejawat ( Asih Aulianita, S,Pd)

1. Minat literasi peserta didik kurang

2. Susana yang tidak nyaman

3. Guru kurang

menerapakan konsep literasi dalam

pembelajaran

4. Kurang Latihan soal numerasi

5. Penggunaan kalkulator yang terlalu sering

1. Guru kurang menerapkan

konsep litrasi pada peserta didik didalam pembelajaran

2. Kurangnya akses lingkungan 3. Kurangnya pelatihan dan

motivasi terhadap literasi

4. Kurangnya pembiasaan peserta didik pada soal numerasi

1. Membuat perpustakaan sekolah lebih nyaman 2. Membuat

ekstrakulikuler yang berkaitan dengan literasi 3. Adanya akses internet yang memadai disekolah agar peserta didik mudah dalam mengakses bahan

(4)

Hasil wawancara dengan guru (Yesi Cahyani, M.Pd)

1. Faktor fisik, misalnya lapar atau Lelah 2. Bahan bacaan yang

kurang bervariasi

3. Guru tidak menerapkan pemahaman konsep dalam literasi

4. Kurangnya pemahaman dasar mengenai

numerasi

bacaan bervariasi 4. Pelatihan untuk

guru mengenai konsep literasi dalam

pembelajaran 5. Pembiasaan

mengerjakan soal numerasi tanpa menggunakan alat hitung

4 Kurangnya pemanfaatan teknologi pada pembelajaran

1. Kurangnya minat guru untuk mempelajari teknologi yang

diterapkan dalam

pembelajaran

2. Akses internet yang kurang memadai

3. Lebih nyaman menggunakan metode pembelajaran konvensional/ceramah

Hasil wawancara dengan teman sejawat ( Asih Aulianita, S,Pd)

1. Usia guru

2. Nyaman dengan metode lama yang sering

digunakan

3. Kemauan yang rendah untuk mempelajari teknologi

Hasil wawancara dengan

1. Keterbatasan akses teknologi 2. Kurangnya pelatihan untuk guru

mengenai penggunaan teknologi pada pembelajaran di abad 21 3. Keingintahuan yang kurang

mengenai teknologi pemebelajaran

1. Adanya pelatihan untuk guru terkait penerapan

teknologi dalam pembelajaran 2. Guru harus berani

mencoba menggunakan teknologi baru dalam penerapan pembelajaran

(5)

4. Kurangnya pelatihan guru (Yesi Cahyani, M.Pd)

1. Akses internet yang kurang memadai 2. Sarana prasarana

3. Tidak mau mencobal hal baru

3. Menyediakan akses internet yang memadai disekolah

Referensi

Dokumen terkait

o Identifikasi akar penyebab masalah yang memiliki dampak signifikan terhadap hasil pembelajaran atau tantangan yang dihadapi oleh guru dalam tugas sehari-hari.. Penentuan Masalah dan

Model pembelajaran yang kurang tepat Model pembelajaran Berdasarkan hasil analisis dan diskusi dapat ditentukan bahwa yang menjadi akar penyebab masalah siswa tidak mencapai kriteria

Maka dapat di ambil kesimpulan bahwa Penyebab Siswa kurang memahami bacaan dan belum lancar membaca serta guru belum menggunakan metode yang tepat adalah siswa belum lancar membaca jadi

Guru masih belum mengoptimal kan pemanfaatan teknologi informasi TIK dalam pembelajaran 2 Setelah dilakukan analisis terhadap kajian literatur dan wawancara, penyebab hubungan

Adanya keterbatasan sumber belajar bagi Keterbatasan kompetensi peserta didik untuk memahami materi pelajaran Berdasarkan studi literatur , akar penyebab masalahnya yaitu: Pendidik

Dokumen ini memberikan petunjuk untuk menentukan akar penyebab masalah dalam konteks pendidikan, dengan melibatkan diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan dan analisis data yang

Pendidik belum memahami sepenuhnya setiap karakteristik dari model-model pembelajaran yang inovatif, sehingga pembelajaran belum optimal Setelah dianalisis hasil ekspolarasi masalah,

Sarana dan Setelah ditentukan akar penyebab masalah yang sesuai dengan kondisi satuan pendidikan dan juga Berdasarkan hasil diskusi dan analisis di temukan bahwa akar penyebab