Asal Institusi : SMP Negeri 1 Klangenan
Petunjuk: Setelah mengeksplorasi penyebab-penyebab masalah, langkah selanjutnya adalah menentukan akar penyebab masalah yang paling mendekati konteks yang dihadapi guru di kelas/sekolahnya. Gunakan petunjuk berikut untuk membantu Anda dalam penentuan akar penyebab masalah:
1. Berkonsultasi dengan Guru/Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah/Rekan Sejawat dan pakar/pihak terkait:
o Diskusikan temuan Anda mengenai penyebab masalah
o Bagikan informasi tentang penyebab masalah yang telah Anda identifikasi dan jelaskan konteks spesifik yang Anda hadapi.
o Tanyakan pendapat, saran, dan rekomendasi mereka dalam menentukan akar penyebab masalah yang paling relevan.
2. Analisis dan Pertimbangan:
o Tinjau kembali data dan informasi yang telah Anda kumpulkan selama eksplorasi penyebab masalah.
o Pertimbangkan konteks kelas/sekolah yang Anda hadapi dan evaluasi akar penyebab masalah yang paling relevan untuk situasi tersebut.
o Identifikasi akar penyebab masalah yang memiliki dampak signifikan terhadap hasil pembelajaran atau tantangan yang dihadapi oleh guru dalam tugas sehari-hari.
3. Penentuan Masalah dan Akar Penyebab:
o Pilih minimal 2 (dua) masalah yang paling sesuai dengan tugas keseharian guru.
o Jelaskan akar penyebab dari setiap masalah yang dipilih secara rinci.
o Tinjau kembali penelitian dan analisis Anda untuk memastikan akar penyebab tersebut relevan dan memiliki potensi untuk diatasi.
Pastikan untuk mencatat informasi yang diperoleh dalam lembar kerja dan gunakan sebagai panduan dalam langkah-langkah berikutnya untuk menemukan solusi bagi masalah yang telah diidentifikasi
1 Hasil eksplorasi penyebab masalah kemampuan literasi dalam pelajaran bahasa inggris, peserta didik di kelas VIII A masih rendah dalam reading
comprehension salah satunya dalam materi Short
Functional Text, Announcement dan Notice :
1. Peserta didik belum
menggunakan bahasa inggris dalam
pembiasaan dilingkungan sekolah.
2. Proses
pembelajaran belum
sepenuhnya menggunakan berbagai visual literacy dalam pengembangan bahan ajar.
3. Orang tua tidak
1. Lingkungan di sekitar peserta didik yang kurang
mendukung dan tidak mendorong penggunaan bahasa Inggris, baik di dalam maupun di luar sekolah,
sehingga terjadi minimnya literasi belajar.
2. Proses
pembelajaran belum
memaksimalkan sepenuhnya dalam
menggunakan berbagai visual literacy untuk pengembangan bahan ajar
3. Pendidik harus sering
menggunakan metode yang inovatif dalam mengajar.
Pendidik harus mengoptimalkan model – model pembelajaran inovatif abad 21 yang menarik yang dapat
meningkatkan literasi belajar peserta didik.
1. Proses
pembelajaran belum sepenuhnya
menggunakan model-model pembelajaran yang inovatif abad 21, dan belum memaksimalkan berbagai visual literacy dalam pengembangan bahan ajar pada materi Short Funcional Text Announcement dan Notice (writing skill).
2. Peserta Didik kesulitan menjawab dengan benar soal jenis HOTS pada pada materi Short Functional Text.
berperan aktif, sebagai
pembimbing peningkatan literasi terkait pembelajaran yang ada di sekolah.
2 Hasil eksplorasi penyebab masalah kosa kata
vocabulary dalam reading
comprehension masih rendah :
1. Peserta didik terbiasa mengartikan sendiri teks bahasa Inggris menggunakan google translate yang praktis.
2. Peserta didik tidak terbiasa mengartikan word by word.
3. Peserta didik belum terbiasa menggunakan
1. Peserta didik belum banyak memiliki
pembedaharaan kata dalam bahasa Inggris (less
vocabulary) dan mengalami kesulitan dalam menghapal kosa kata.
Dalam hal ini pendidik
menyampaikan materi tentang
“Short Functional Text”.
2. Peserta didik hanya
menghapal tanpa melihat langsung contoh atau objek bendanya.
Peserta didik belum optimal dalam
mempelajari vocabulary, sehingga
dampaknya saat peserta didik mempelajari materi bahasa Inggris lain, menemukan kendala dalam penerjemahan.
bahasa inggris saat
pembelajaran bahasa inggris maupun diluar pembelajaran
4. Peserta didik belum cukup banyak
menguasai kosa kata dalam bahasa inggris
3 Hasil eksplorasi penyebab masalah pendidik merasa kesulitan dalam menjalin
komunikasi dengan orang tua siswa peserta didik.
1. Peserta didik kurang
mendapatkan perhatian orang tua
2. Banyak orang tua khususnya Ibu yang sibuk bekerja
3. Orang tua menganggap
1. Orang tua peserta didik belum ikut peran serta secara aktif dalam
perkembangan belajar peserta didik
2. Sebagian orang tua belum memiliki alat komunikasi yang memadai untuk dihubungi guru
Analisis hasil akar permasalahan disini adalah kurangnya kesadaran diri orang tua untuk bersama-sama mengikuti perkembangan pendidikan yang sedang ditempuh oleh peserta didik, sehingga orang tua merasa pembelajaran cukup dilakukan di lingkungan
sekolah saja.
kegiatan belajar adalah tanggung jawab pihak sekolah
4. Sebagian peserta didik tidak tinggal dengan orang tua kandungnya
5. Pendidik belum memiliki akses berkomunikasi dengan orang tua selain home visit
6. Orang tua hanya datang ketika akan
mendapatkan BSM (Bantuan Pemerintah).
4 Hasil eksplorasi penyebab masalah Peserta Didik
kesulitan menjawab dengan benar soal jenis HOTS pada pada materi Short Functional Text.
1. Kemampuan peserta didik masih di level LOTS.
1. Peserta didik terbiasa disajikan soal di level LOTS.
2. Pendidik belum mengoptimalkan dalam
pembuatan soal di level HOTS sehingga peserta didik masih terbiasa mengerjakan
Setelah dianalisis hasil ekspolarasi masalah, analisis akar penyebanya yaitu pendidik belum
mengoptimalkan dalam membuat soal di level HOTS.
2. Beberapa peserta didik kesulitan mengerjakan soal HOTS.
3. Pendidik masih belum
mengoptimalkan dalam membuat soal HOTS 4. Guru masih
sering membuat soal-soal di level LOTS dengan menyediakan soal – soal pilihan ganda
soal di level LOTS.
5 Hasil ekplorasi penyebab masalah Sarana dan
prasarana sebagai salah satu
penunjang
pembelajaran masih belum maksimal.
1. siswa masih belum paham penggunaan IT (HP) secara positif 2. Kurangnya
1. Kurangnya pelatihan dalam penggunaan IT (HP) sebagai sarana penunjang pembelajaran.
2. Pendidik belum memahami
sepenuhnya setiap karakteristik dari model-model pembelajaran yang inovatif, sehingga pembelajaran belum optimal
Setelah dianalisis hasil ekspolarasi masalah, analisis akar penyebanya yaitu Kurangnya pelatihan dalam penggunaan IT (HP) sebagai sarana penunjang pembelajaran, dan Pendidik belum sepenuhnya memahami setiap karakteristik dari model-model pembelajaran
pelatihan tentang inovasi pembelajaran
3. Terbatasnya sarana dan prasarana terkait jaringan
data/wifi.
dalam penggunaan media berbasis IT
3. Tidak tersedianya jaringan data/wifi
yang inovatif, sehingga pembelajaran belum optimal dalam
penggunaan media berbasis IT.