• Tidak ada hasil yang ditemukan

LOSSES MINYAK PADA STASIUN PRESS DI PT. PALMINA UTAMA

N/A
N/A
qkakq qaqka

Academic year: 2023

Membagikan "LOSSES MINYAK PADA STASIUN PRESS DI PT. PALMINA UTAMA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Agrisains: Jurnal Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Hasnur 2020, 6(2), 37-41 ISSN 2503-3239

Received: 26 April 2021 Revised: 06 May 2021 Accepted: 03 June 2021 37

LOSSES MINYAK PADA STASIUN PRESS DI PT. PALMINA UTAMA

Analysis Of Oil Losses at Press Station In PT. Palmina Utama

Syamsul Rizal¹, Linda Rahmawati1*

¹Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik Hasnur, Jl. Brigjen H. Hasan Basri, Handil Bakti Ray V, Kec. Alalak, Kab. Barito Kuala,

Prov. Kalimantan Selatan, 70125 Email: [email protected]

ABSTRAK

Stasiun press merupakan stasiun utama untuk mengutip minyak pada daging buah kelapa sawit menjadi Crude palm oil (CPO). Pada screw press, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan guna menentukan keberhasilan proses ekstraksi, yaitu tingkat persentase oil looses yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan ekstraksi di stasiun press. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat persentase oil losses di stasiun press adalah besar tekanan pada mesin press dan tingkat ke ausan pisau pencacah pada digester. Pengamatan ini dilaksanakan dengan metode pengamatan secara langsung di PT. Palmina Utama, dengan mengunakan metode purposive sampling. Sampel yang diambil untuk analisa penentuan kehilangan minyak (oil looses) di stasiun press ini adalah berupa fibernilai persentase oil lossesditentukan dengan cara ekstraksi menggunakan soxhlet dengan pelarut n-hexane. Sampel untuk analisa diambil dari 5 mesin press di stasiun press berupa fiber dan diambil masing-masing sebanyak 3 kali ulangan di tiga titik yaitu sisi kiri, sisi tengah dan sisi kanan dengan selang waktu selama 2 jam, kemudian sampel dicampur dan ditimbang sebanyak 9-10gr. Oil losses tertinggi pada bulan februari adalah sebanyak 4,48% dan losses terendah selama bulan februari adalah sebanyak 4,10%. Berdasarkan analisa regresi bahwa tekanan mempengaruhi oil losses sebesar 83%, semakin kecil tekanan oil losses semakin besar.

Kata kunci: Oil losses In Fiber, Tekanan

ABSTRACT

The press station is the main station for quoting oil from the pulp of palm oil (CPO). In the screw press, there are several things that need to be considered in order to determine the success of the extraction process, namely the percentage level of oil losses which is one of the benchmarks for the success of extraction at the press station. Some things that can affect the percentage level of oil losses at the press station are the amount of pressure on the press machine and the level of chopping blades in the digester. This observation is carried out by direct observation method at PT. Palmina Utama, using a purposive sampling method.samples taken for the analysis of oil losses at this press station are in the form of fiber, the persentage value of oil losses is determined by exstraction using soxhlet with n-hexane solvent. Samples for analysis were taken from five press machines at the press station in the form of fiber and taken three times each at three points, namely the left side, the middle side and the right side with an interval of two hours, then the samples were mixed and weighed as much as nine to ten gram. The highest oil losses in February were 4.48% and the lowest losses during February were 4.105%. Based on statistical analysis, that F-Count is smaller than F-table 5% and 1%. Thus, pressure does not affect at the percentage of oil losses.

Keywords : Oil losses In Fiber, Press

PENDAHULUAN

Tanaman kelapa sawit, saat ini masih menjadi primadona pada sektor perkebunan Indonesia (Turman dan supijatno, 2015).

Ekspor kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2017, mencapai nilai tertinggi yaitu sebesar US$ 2,97 milyar.

Perkembangan kelapa sawit hingga di

Kalimantan Selatan pun semakin luas karena iklim yag cocok, dan sektor ini juga memberikan suplay yang besar dalam menciptakan lapangan kerja dan juga devisa negara.

Perlunya dukungan terhadap kegiatan agribisnis kelapa sawit yaitu pada tatanan sub sistem produksi dan budidaya. Selain itu, tekhnologi produksi yang baik dapat

(2)

38 meningkatkan hasil dan kestabilan

produktivitas. Kelapa sawit dikatakan memiliki produksi yang efisien jika persentase oil losses (kehilangan minyak)nya rendah. Namun, yang menjadi masalah sulitnya mencegah terjadinya oil losses tersebut sehingga masih belum bisa untuk ditiadakan. Oil losses dapat terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantara faktor tersebubt, ada dua yang paling berpengaruh, yaitu tekanan pada stasiun pengepresan (screw press) dan ketajaman pisau pada digester. Jika tekanan (press) kecil, maka akan menghasilkan kadar oil losses yang besar, sebaliknya jika penggunaan tekanan (press) besar, maka semakin tinggi biji kelapa sawit yang pecah pada stasiun press. Kehilangan minyak dapat diketahui dengan metode ekstraksi dan bahan pelarutnya n- hexan yang dilakukan di laboratorium (Hikmawan dkk, 2019).

Kehilangan minyak menjadi penyebab kerugian bagi perusahaan, karena rendemen minyak yang diperoleh akan menurun. Dengan demikian, upaya dilkakuan semaksimal mungkin untuk menekan oil losses dan selalu memperhatikan besar tekanan screw press yang akan diberikan pada saat pengepressan (Ernita dkk, 2018).

Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui pentingnya teknologi produksi kelapa sawit dalam upaya meningkatkan hasil dan kestabilan produktivitas, salah satunya adalah dengan terus memantau persentase oil losses. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan terhadap persentase oil losses.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di PT. Palmina Utama, Kabupaten Banjar.

Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu oven listrik dengan indikator suhu, neraca analitik dengan ketelitian 0,1 mg, desicator vacuum, timble ekstraksi 30x100mm, pemanas (ekstraction heating mantle), labu ekstraksi 250 ml, kondensor.

gelas ukuran 250 ml, kamera sebagai alat dokumentasi, alat tulis menulis.

Sedangkan bahan yang dipakai diantaranya fibre, plastik sampel, kapas, pelarut N-Hexane dan air mengalir.

Penelitian ini dilaksanakan dengan metode pengamatan secara langsung di PT.

Palmina Utama, dengan mengunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dari 3 titik. kiri,kanan dan atas dari tiap-tiap mesin screw press. Setiap pengambilan sampel

daimbil ±500gr dari 3 titik sampling.

Kemudian sampel diambil 2 Jam setelah proses dimulai dan selanjutnya setiap 2 jam selama produksi sampai 2 jam sebelum proses produksi berhenti dan

dikompositkan.

Analisis data dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap 1 faktor, dengan perlakuan sebanyak 5 taraf dengan 3 ulangan yaitu :

Perlakuan OWM (%)

1 42,2 4,38 4,44 4,43 2 40,4 5,23 5,25 5,23 3 43,6 4,41 4,44 4,41 4 38,3 8,22 8,26 8,27 5 40,9 4,33 4,34 4,27

Langkah–langkah pelaksanaan analisa oil looses yaitu pertama mengambil sampel dari mesin screw press. Waktu pengambilan sampel untuk periode pertama dari jam 07.00-19.00 dan segera dianalisa pada malam tersebut agar asil analisa dapat disajikan sebelum jam 09.00 esok hari. Masing-masing sampel dari mesin press disimpan dalam plastik tertutup atau wadah yang tertutup.

Sampel komposit minimal 1000gr dan disimpan dalam plastik yang tertutup. Plastik sampel diberi label dengan jelas yang berisi tanggal dan jenis sampel. Sampel cadangan (back up) disimpan selama 1 hari (H+1) untuk keperluan recheck oleh central Lab.

Selanjutnya sampel yang telah diambil akan di analisa di laboratorium oleh para analis di PT.Palmina Utama dengan langkah kerja sebagai berikut :

Pertama, dilakukan pengeringan timble dan kapas pada suhu 103+2°C selama 15 menit. dinginkan pada desikator dan timbang (dapat disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan dalam desikator). Kemudian menyiapkan sampel fibre dengan menimbang sampel fibre 10-20gr pada thimble.

Masukkan sampel kedalam oven, dan keringkan pada suhu 105°C selama 4 jam.

Setelah itu, dinginkn sampel dalam desicator dan timbang.

Labu kosong ditimbang dan pelarut N- Hexane dimasukkanke dalam labu ±200ml dan masukkan thimble yang berisi sampel kedalam soxhlet. Kemudian pasangkan soxhlet pada labu ekstraksi dan condensor yang sudah berada di pemanas. Alirkan air

pendingin untuk condenser, nyalakan pemanas dan lakukan proses ekstraksi

(3)

39 mnimal selama 4 jam atau sampai

soxhletterlihat bening. Setelah itu, pemanas dimatikan, soxhlet dibuka dan thimble dikeluarkan. Soxhlet kembali dipasang untuk destilasi campuran minyak dan N-Hexane.

Nyalakan pemanas dan uapkan N- Hexane dalam labu sampai N- Hexane dalam labu tersebut habis. Lalu, tampung N-Hexane yang

telah dipisahkan dari minyak kedalam tempat penyimpanan n-hexane. Keringkan labu yang berisi minyak pada oven suhu 105°C selama

±30 menit dan dinginkan labu yang berisi minyak dalam desikator dan timbang.

Kemudian hitung jumlah kehilangan oil losses.

HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam proses produksinya, pabrik kelapa sawit PT Palmina Utama berupaya mengoptimalkan hasil rendemen serta memperbaiki mutu produk. Dengan demikian pabrik kelapa sawit PT Palmina Utama pastinya mengupayakan agar kehilangan minyak (oil losses) terjadi seminimal mungkin.

Pada proses ekstraksi, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu penggunaan senyawa ekstraksi. Senyawa yang digunakan harus

memiliki kepolaran yang sama, hal ini akan lebih mudah tertarik atau terlarut pada pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang sama. N-hexane merupakan salah satu pelarut non polar dimana pelarut ini hampir sama sekali tidak polar, sehingga pelarut ini biasa digunakan untuk ekstraksi senyawa-senyawa yang sama sekali tidak larut pada pelarut polar, senyawa seperti yang dimiliki pelarut N-hexan ini lebih tepat untuk ekstraksi berbagai jenis

minyak (Sitompul, 2013).

Gambar 1. Grafik Persentase Oil losses Di Stasiun Press Pada Bulan Februari 2020 Berdasarkan data pada grafik tersebut dapat

diketahui bahwa oil losses tertinggi pada bulan februari adalah sebanyak 4,48% dan losses terendah selama bulan februari adalah sebanyak 4,10%, ini berarti oil losses yang terjadi pada bulan Februari melampaui ambang batas standart operational yang berlaku di PT Palmina Utama yakni maksimum losses adalah 4%. Salah satu hal yang mungkin menjadi penyebab terjadinya looses adalah karena pengaruh tekanan yang diberikan pada saat pengepresan dan karena mata pisau pada degester sudah aus sehingga

pencacahan buah tidak optimal yang pada akhirnya membuat kerja mesin press menjadi lebih berat sehingga terjadi oil losses. Namun demikian, perlu diketahui lebih lanjut yaitu dengan melakukan pengambilan sampel beberapa kali yaitu tiga ulangan pada masing- masing mesin press. Berikut adalah tabel antara besar tekanan dan persentase oil losses.

3,9 4 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 4,6

1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23

Persentase oil losses (%)

Hari ke-

Persentase oil losses pada bulan Februari 2020

% oil losses

(4)

40 Tabel 1. Pengaruh tekanan terhadap tingkat persentase oil losses.

Sample press

(gram) %OWM Waku Pengambilan Sampel

Rata-rata

16.00 18.00 20.00

Press 1

9,9663 4,42

Bar : 65 T.Press : 45.0 A

Bar : 65 T.Press : 39.6.0 A

Bar : 65 T.Press : 42.0 A

Bar : 65 T.Press : 42.2 A

Press 2

10,0664 5,23

Bar : 60 T.Press : 43.6 A

Bar : 60 T.Press : 35.2 A

Bar : 60 T.Press : 43.4 A

Bar : 60 T.Press : 40.4 A

Press 3

9,9766 4,42

Bar : 60 T.Press : 42.8 A

Bar : 60 T.Press : 43.4 A

Bar : 60 T.Press : 44.6 A

Bar : 60 T.Press : 43.6 A

Press 4

11,6725 8,25

Bar : 60 T.Press : 40.0 A

Bar : 60 T.Press : 35.0 A

Bar : 60 T.Press : 40.0 A

Bar : 60 T.Press : 38.3 A

Press 5

10,2480 4,31

Bar : 60 T.Press : 40,0A

Bar : 60 T.Press : 40.0 A

Bar : 60 T.Press : 42.8 A

Bar : 60 T.Press : 40.9 A

Keterangan:

- Sampel Press : sampel diambil untuk analisa berupa fiber

- %Oil Wet Matter (OWM) : persen kandungan minyak yang terdapat pada sample basah (oil losses)

- Bar : tekanan upa steam

- T. Press : tekanan press pada adjusting cone Berdasarkan analisis regresi bahwa hubungan antara variabel tekanan dengan %OWM tidak linier karena nilai signifikansi <0,05 dan t –hitung

> t-tabel (2,14>-5,56), maka terdapat pengaruh dari tekanan terhadap %OWM. Tanda negatif berarti semakin kecil tekanan, %OWM semakin besar pada penelitian ini.

Nilai R menunjukkan korelasi/hubungan antar tekanan dengan %OWM sebesar 83,9% sedangkan R square menunjukkan besaran pengaruh antara tekanan dengan %OWM sebesar 70,4%. Jika melihat data tersebut bahwa tekanan press dan tekanan uap steam memiliki pengaruh terhadap oil losses. Semakin kecil tekanan, oil losses semakin rendah. Menurut Irwansyah, Erliana dan Manurung (2019), oil losses dapat dipengaruhi oleh bahan baku, metode, kondisi mesin, lingkungan dan human error pada saat proses pengolahan.

SIMPULAN

Tekanan memberikan pengaruh terhadap

besarnya oil losses. Perlu dilakukan penelitian lebih untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi oil losses.

UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih kepada pimpinan dan karyawan PT. Palmina Utama yang telah memfasilitasi dan mendukung dalam penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Ernita, T., G. Jauhari, T. Maiyuni. 2018. Analisis Kehilangan Minyak pada Proses Pengolahan CPO dengan Metode SPC (Statistical Proces Control). Saintek. Vol. 2 (1), p: 15-23.

Irwansyah, D., C.I. Erliana dan W.M. Manurung.

2019. Analisis Kehilangan Minyak (oil losses) pada Crude Palm Oil dengan Metode Statistical Process Control. SNTI, Lhokseumawe,pp. 1 – 10.

Hikmawan, O., M. Naufa, E.A. Tarigan. 2019.

Pengaruh Tekanan pada Stasiun Screw Press Pabrik Kelapa Sawit terhadap Kehilangan Minyak dalam Ampas Press. Jurnal Kemenperin. Pp: 36-43.

Sitompul, S 2013. Analisa Kehilangan Minyak (Oil Loses) Pada Fiber Dari Hasil Pengepresan Screw Press Dengan Menggunakan Metode Ekstraksi Sokletasi Di PT. Multi Mas Nabati Asahan. Karya Ilmiah. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Turman Dan Supijatno. 2015. Pengelolaan Panen

(5)

41 Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis

Jacq.) Di Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah. Buletin Agrohorti. Vol. 3 (3) Wahyudi,J.dkk.2012.Analisis Oil losses Pada Fiber

Dan Broken Nut Di Unit Screw Press Dengan Variasi Tekanan

Saputra,H. 2018. Analisa Effectiveness Mesin Screw PressMenggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oee) Dan Kaizen (Continues Improvement). Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Riau, Riau.

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pengamatan dan analisa di laboratorium, umpan olahan yang sesuai adalah 10-12 MT/jam dan persentase umpan minyak yang diolah adalah 8 % dan kehilangan minyak sawit

Adapun judul karya ilmiah ini adalah “Pengaruh Tekanan Uap dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak dan Kadar NOS ( Non- Oil Solid ) pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan

Untuk memberikan masukan serta pemahaman tentang pengaruh penambahan air pengencer terhadap jumlah kehilangan minyak dalam ampas press pada stasiun pengepresan dan

Persentase kehilangan minyak yang didapatkan setelah analisis dengan metode ekstraksi sokletasi adalah dengan tekanan optimum antara 36 – 40 bar dengan persentase kehilangan

Judul : Efek Tekanan Terhadap Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Fiber Press Di unit Screw Press Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi Di PT.. Ir Minto Supeno, MS

Pompa Crude oil tank 105 436 16% Sumber : Pengolahan data 2022 Hasil akhir Tabel 7 menunjukkan bahwa pada mesin press terdapat 3 komponen kritis yaitu Bearing dengan nilai persentase

Faktor penyebab kehilangan minyak sawit oil losess yaitu faktor SDM yang dimana operator sterilizer kurang dalam perlakuan hal ini terjadi dikarenakan operator tidak memper timbangkan