MAKALAH
FAKTOR LINTAS BUDAYA DAN GLOBALISASI
Dosen Pengampuh: Dr.Musyarif,S.Ag,M.Ag
OLEH :
PUTRI NATASYAH 2220203887220013
“Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Kearifan Lokal dan Etika Lingkungan ”
PROGRAM STUDI TADRIS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PAREPARE
2023
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, Sholawat berbingkaikan salam tidak lupa dihaturkan kepada Rasulullah saw, beserta keluarga, sahabat, dan umat pengikutnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas kelompok untuk mata kuliah Ulumul Qur’an, dengan judul : “Faktor Lintas Budaya Dan Globalisasi”
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini tidak terlepas dari bantuan banyak pihak yang dengan tulus memberikan doa, saran dan kritik sehingga makalah ini dapat terselesaikan.
Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna dikarenakan terbatasnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu kami mengharapkan segala bentuk saran serta masukan bahkan kritik yang membangun dari berbagai pihak. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi perkembangan dunia pendidikan.
Parepare, 25 Juni 2023
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...1
B. Rumusan Masalah...1
C. Tujuan Masalah...2
BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Budaya, Lintas Budaya, dan Globalisasi...3
B. Konsep Lintas Budaya dan Globalisasi...4
C. Komunikasi Lintas Budaya di Era Globalisasi...5
D. Faktor Lintas Budaya dan Globalisasi...7
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan...9
B. Saran...9
DAFTAR PUSTAKA...11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kearifan lokal dan konservasi keanekaragaman hayati merupakan dua konsep yang saling terkait dalam upaya melestarikan kehidupan di Bumi. Kearifan lokal merujuk pada pengetahuan, nilai, praktik, dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dalam suatu masyarakat tertentu. Sementara itu, konservasi keanekaragaman hayati mencakup upaya untuk melindungi dan mempertahankan kehidupan dalam bentuk keragaman genetik, spesies, dan ekosistem.
Dalam konteks konservasi keanekaragaman hayati, kearifan lokal memainkan peran penting. Masyarakat lokal sering kali memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ekosistem setempat, pola perilaku binatang, sifat tanaman obat, dan prinsip- prinsip berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Pengetahuan ini sering kali didasarkan pada pengamatan langsung dan pengalaman yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun.
Kearifan lokal juga melibatkan sikap dan nilai-nilai yang menghargai hubungan manusia dengan alam. Masyarakat lokal sering kali memiliki keyakinan spiritual dan kepercayaan yang mengaitkan kehidupan manusia dengan keanekaragaman hayati di sekitarnya. Mereka melihat diri mereka sebagai bagian integral dari alam dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang mereka tinggali.
B. Rumusan Masalah
Adapun pokok permasalahan yang telah berhasil mengkonsepsikan persendian ide makalah ini, bagaimana interaksi global yang semakin intens membentuk dinamika budaya di era globalisasi. Hal ini mencakup pertukaran ide, nilai-nilai, dan tradisi budaya antara masyarakat yang berbeda di berbagai belahan dunia
C. Tujuan Masalah
Setelah mengetahui pokok rumusan masalah di atas, penulis berhasil merumuskan kerangka tujuan penulisan, yakni :untuk memahami dampak globalisasi terhadap keragaman budaya, menjaga keberagaman tersebut, dan mempromosikan dialog antarbudaya yang saling menghormati, sehingga masyarakat dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya-budaya lain dan membangun hubungan yang harmonis dalam konteks global yang semakin terhubung
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Budaya, Lintas Budaya, dan Globalisasi 1. Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
2. Budaya
Menurut Samovar, komunikasi lintas budaya adalah komunikasi antara orang yang berbeda kebudayaannya, misal pada suku bangsa, etnik, dan ras atau kelas sosial. Komunikasi ini terjadi di antara produser pesan dan penerima pesan yang berbeda latar belakang kebudayaannya. Hal ini berarti, komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa komunikasi lintas budaya pada dasarnya mengkaji bagaimana budaya berpengaruh terhadap aktivitas komunikasi: apa makna pesan verbal dan nonverbal menurut budaya-budaya bersangkutan, apa yang layak dikomunikasikan, bagaimana cara mengomunikasikannya kapan mengomunikasikannya, dan sebagainya.1
1 Samovar, L.A. & Porter, R.E. (1991). Communications Between Cultures. California: Wodsworth Publishing Company. Hal. 44.
3. Globalisasi
Globalisasi adalah terjadinya perubahan tata nilai dan sikap, berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tingkat kehidupan yang lebih baik. Sedangkan dampak negatif dari globalisasi adalah, pola hidup konsumtif, sikap individualistik, gaya hidup kebarat-baratan serta kesenjangan sosial. Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan.
Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.2
B. Konsep Lintas Budaya dan Globalisasi
Globalisasi adalah fenomena di mana komunikasi, interaksi, dan integrasi antara individu, kelompok, dan negara-negara di seluruh dunia semakin meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi melalui pertumbuhan dan perkembangan teknologi informasi, transportasi, dan perdagangan internasional yang semakin canggih.
Globalisasi mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, budaya, politik, dan sosial.
Salah satu dampak penting dari globalisasi adalah lintas budaya. Lintas budaya terjadi ketika nilai-nilai, norma, ide, dan praktik dari suatu budaya berinteraksi dan saling mempengaruhi dengan budaya lain. Hal ini memungkinkan percampuran, penyebaran, dan penerimaan unsur-unsur budaya dari berbagai negara di seluruh dunia.
Beberapa contoh dari lintas budaya dalam era globalisasi ini termasuk:3
2 Nurhaidah, M. Insya Musa. DAMPAK PENGARUH GLOBALISASI BAGI KEHIDUPAN BANGSA INDONESIA. JURNAL PESONA DASAR Vol. 3 No. 3, April 2015, hal. 1.
3 https://www.neliti.com/publications/154666/komunikasi-bisnis-antarbudaya-dalam-era-globalisasi
1. Pengaruh budaya populer: Globalisasi telah memungkinkan penyebaran luas budaya populer, seperti musik, film, dan mode dari satu negara ke negara lain.
Misalnya, munculnya genre musik seperti K-pop dari Korea Selatan yang meraih popularitas global.
2. Pengaruh makanan dan gaya hidup: Makanan dari berbagai budaya dapat dengan mudah ditemukan di hampir setiap kota di dunia. Restoran dan warung makanan internasional menjamur di banyak negara, dan makanan cepat saji global telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di banyak tempat.
3. Teknologi dan media: Perkembangan teknologi informasi dan media massa memungkinkan pertukaran informasi dan ide secara instan di seluruh dunia.
Melalui internet dan platform media sosial, orang dapat terhubung dengan budaya dan individu dari belahan dunia mana pun.
4. Perdagangan dan migrasi: Globalisasi juga menghasilkan peningkatan perdagangan internasional dan mobilitas manusia. Melalui migrasi, individu membawa budaya mereka ke tempat baru dan berinteraksi dengan budaya lokal, yang menciptakan pertukaran dan adaptasi budaya.
5. Pengaruh bahasa: Globalisasi juga mempengaruhi penggunaan bahasa di dunia. Bahasa-bahasa internasional seperti Bahasa Inggris digunakan secara luas di berbagai sektor, dan banyak orang belajar bahasa asing untuk berkomunikasi dengan orang dari budaya lain.
Namun, lintas budaya dalam era globalisasi juga dapat menimbulkan tantangan dan konflik. Beberapa negara dan kelompok masyarakat mungkin merasa terancam dengan penyebaran budaya asing yang mereka anggap mengancam identitas dan tradisi mereka. Oleh karena itu, penting untuk mempromosikan penghargaan terhadap keanekaragaman budaya dan saling pengertian antara budaya-budaya yang berbeda.
C. Komunikasi Lintas Budaya di Era Globalisasi
Komunikasi lintas budaya dapat dilakukan dengan mudah seiring dengan perkembangan perkembangan teknologi teknologi yang semakin semakin canggih
canggih dan modern. Tidak hanya dalam hal berkomunikasi, alat berrkomunikasi, alat transportasi yang transportasi yang digunakan digunakan juga memungkinkan memungkinkan manusia dapat manusia dapat bepergian bepergian dengan mudah ke seluruh penjuru negeri, kemajuan teknologi tersebut semakin memudahkan manusia dalam mewujudkan keinginannya.
Teknologi komunikasi yang semakin canggih ini memudahkan manusia untuk mengenal dan berhubungan berhubungan erat dengan masyarakat di masyarakat di seluruh seluruh penjuru penjuru negeri, negeri, bahkan tanpa kita bep kita bepergian ke luar negeri, kita sudah sangat sering menjumpai orang yang berbeda-beda budayanya. Perkembangan jaringan komunikasi, ditambah lagi dengan adanya peningkatan jumlah orang berkunjung berkunjung dan menetap menetap di negara lain baik sementara sementara atau untuk selamanya. selamanya. Oleh karena itu, maka harus ditumbuhkan kesadaran akan perlunya memahami peran komunikasi lintas budaya.4
Komunikasi lintas budaya sangat penting untuk dipelajari dan sudah menjadi bagian bagi penduduk penduduk suatu negara. negara. Pentingnya Pentingnya memahami memahami dan mempelajari mempelajari komunikasi komunikasi antar budaya ialah agar masyarakat tidak mudah melupakan jati diri mereka yang berasal dari leluhur mereka, sehingga walaupun banyaknya budaya yang masuk ke dalam suatu negara, masyarakat dapat bijak dalam menerika suatu budaya tersebut. Teori komunikasi antarbudaya dikembangkan oleh seorang antropolog, Edward Hall yang merupakan seorang antropolog budaya yang sangat berpengaruh di bidang komunikasi. Dibuatnya pasukan perdamaian oleh John F. Kennedy pada awal 60an juga memimpin sebuah peningkatan peningkatan minat dan kebutuhan kebutuhan untuk pengetahuan pengetahuan tentang tentang bagaimana bagaimana orang-orang orang-orang dari berbagai budaya dapat berkomunikasi dengan efektif.
Komunikasi yang efektif dilakukan bertujuan untuk menjalin kerjasama dengan orang lain seperti mitra kerja, pekerja sosial, dan segala hal yang saling
4 Sihabudin,Ahmad. Komunikasi Antar Budaya Satu dalam Perspektif Multimedia.Jakarta: Bumi Aksara, 2013. Hal 41
menguntungkan lainnya. Tanpa pemahaman pemahaman antar budaya, budaya, seseorang seseorang yang tinggal tinggal dalam kebudayaan orang lain hanya akan mengalami frustasi bahkan mengalami kegagalan pada tujuan yang semestinya.
5Bangsa yang berbeda melakukan cara yang berbeda pula, baik itu untuk penghormatan ataupun mewujudkan persahabatan. Bangsa yang satu bahasa dalam berbahasa belum tentu saling memahami. Maka kesadaran akan variasi kebudayaan, ditambah dengan kemauan untuk menghargai variasi tersebut akan sangat mendorong hubungan dalam komunikasi lintas budaya.
Dengan masuknya Indonesia di era globalisasi khususnya dalam bidang komunikasi memungkinkan banyaknya kebudayaan yang masuk ke dalam masyarakat Indonesia. Bahkan untuk yang mendominasi kebudayaan di Indonesia adalah kebudayaan yang dimiliki oleh Korea Selatan. Salah satu Salah satu penyeba penyebab perkembangan Hallyu bangan Hallyu (kebudayaan Korea ayaan Korea Selatan) yang semakin pesat dalam 10 tahun ini dapat masuk dengan mudah ke negara Indonesia Indonesia disebabkan disebabkan oleh popularitas boygroup dan girlgroup yang popularitas boygroup dan girlgroup yang semakin semakin mendunia.
mendunia.
D. Faktor Lintas Budaya dan Globalisasi
Faktor lintas budaya memiliki pengaruh yang signifikan dalam era globalisasi.
Beberapa pengaruh utama antara lain:
1. Pembentukan Identitas: Interaksi budaya melalui globalisasi dapat membentuk identitas baru yang terkait dengan dimensi budaya yang lebih luas. Individu dan kelompok dapat mengadopsi elemen budaya dari berbagai sumber dan menciptakan identitas yang berbeda-beda.
2. Perkembangan Komunikasi: Globalisasi telah mengubah cara kita berkomunikasi dengan cepat dan efisien. Teknologi informasi dan komunikasi
5 Prihatin Lumbanraja. Tantangan bagi Kepemimpinan Lintas Budaya. JURNAL MANAJEMEN BISNIS Volume 1, Nomor 2 Mei 2008. Hal.72-74.
memungkinkan interaksi lintas budaya melalui platform seperti internet, media sosial, dan telekomunikasi.
3. Munculnya Industri Budaya Global: Industri budaya global, seperti film, musik, mode, dan makanan, telah menjadi alat utama dalam menyebarkan dan mempengaruhi budaya di seluruh dunia. Budaya populer dari berbagai negara menyebar dengan cepat dan dapat mengubah preferensi dan gaya hidup.
4. Diversitas Budaya: Globalisasi juga menghasilkan peningkatan kesadaran akan keberagaman budaya di dunia. Individu memiliki akses lebih banyak terhadap berbagai budaya dan dapat menghargai dan belajar dari perbedaan- perbedaan ini.
5. Perubahan Sosial dan Nilai: Interaksi lintas budaya dalam era globalisasi dapat mempengaruhi sistem nilai dan norma dalam masyarakat. Nilai-nilai yang dianggap tradisional atau lokal dapat berubah atau mengalami konflik dengan nilai-nilai global yang diadopsi.
6. Peningkatan Toleransi dan Dialog Antarbudaya: Globalisasi juga dapat menciptakan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman, toleransi, dan dialog antarbudaya. Pertukaran budaya memungkinkan individu dan masyarakat untuk saling mengenal dan menghormati perbedaan.
Dalam keseluruhan, faktor lintas budaya memainkan peran penting dalam membentuk dunia yang semakin terhubung dan beragam dalam era globalisasi.
Pengaruh lintas budaya dapat membawa manfaat dan tantangan dalam upaya untuk memahami, menghargai, dan mengelola keberagaman budaya di tengah dinamika global.
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Faktor lintas budaya dan globalisasi adalah bahwa globalisasi telah menjadi salah satu faktor utama dalam menghubungkan berbagai budaya di seluruh dunia. Dalam era globalisasi, interaksi dan pertukaran antara masyarakat dari berbagai budaya menjadi semakin sering dan mudah.
Faktor lintas budaya dan globalisasi memiliki dampak yang kompleks. Di satu sisi, globalisasi telah memperluas akses terhadap berbagai aspek budaya, seperti makanan, musik, film, dan mode. Hal ini telah memungkinkan adanya pertukaran pengetahuan dan apresiasi terhadap budaya lain. Globalisasi juga telah meningkatkan kesadaran akan keragaman budaya di seluruh dunia dan dapat mempromosikan pemahaman antarbudaya.
Namun, di sisi lain, globalisasi juga dapat menyebabkan homogenisasi budaya.
Dominasi budaya Barat dalam bentuk media massa, seperti film Hollywood dan musik pop, seringkali mengarah pada penyebaran nilai-nilai dan gaya hidup yang seragam di berbagai belahan dunia. Hal ini dapat mengancam keragaman budaya lokal dan mengarah pada kehilangan identitas budaya yang unik.
Selain itu, globalisasi juga dapat memperkuat ketimpangan sosial dan ekonomi antara negara-negara atau kelompok budaya. Negara-negara dengan ekonomi yang kuat dan dominan cenderung mempengaruhi budaya di negara-negara yang lebih lemah secara ekonomi. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya keberagaman budaya dan peningkatan ketidaksetaraan global.
B. Saran
Demikianlah makalah ini saya persembahkan. Tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan makalah ini mengingat keterbatasan penulis sebagai manusia biasa yang tidak biasa terlepas dari khilaf dan salah. Kritik dan saran dari pembaca yang konstruktif sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi agar selanjutnya dapat menjadi lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Samovar, L.A. & Porter, R.E. (1991). Communications Between Cultures.
California: Wodsworth Publishing Company.
Nurhaidah, M. Insya Musa. "Dampak Pengaruh Globalisasi Bagi Kehidupan Bangsa Indonesia." Jurnal Pesona Dasar Vol. 3 No. 3, April 2015.
Sihabudin, Ahmad. Komunikasi Antar Budaya Satu dalam Perspektif Multimedia.
Jakarta: Bumi Aksara, 2013.
Prihatin Lumbanraja. "Tantangan bagi Kepemimpinan Lintas Budaya." Jurnal Manajemen Bisnis Volume 1, Nomor 2, Mei 2008.
https://www.neliti.com/publications/154666/komunikasi-bisnis-antarbudaya- dalam-era-globalisasi