• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI

N/A
N/A
Besse Evi Selfiana

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MANAJEMEN TELEKOMUNIKASI

“EVOLUSI PLATFORM JEJARING SOSIAL”

KELOMPOK 1

Dandy Zuli Purnomo (42220001)

Rindiani (42220002)

Maizarah Misterjeng Bandangan (42220003) Besse Evi Selfiana (42220004)

PROGRAM STUDI D-4 TEKNOLOGI REKAYASA JARINGAN TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG MAKASSAR

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, karunia, serta petunjuk-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dengan baik.

Makalah ini kami susun sebagai salah satu bentuk pengabdian kami dalam mengeksplorasi serta memahami peran perkembangan teknologi informasi, khususnya dalam konteks platform jejaring sosial.

Platform jejaring sosial telah menjadi salah satu fenomena yang mendominasi ranah digital di era modern ini. Perkembangan yang pesat dalam teknologi informasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan berbagi informasi secara dramatis. Sejak kemunculannya, platform- platform jejaring sosial terus berkembang dan mengalami transformasi, menciptakan dampak yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari serta berbagai aspek masyarakat.

Kami berharap makalah ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif tentang evolusi platform jejaring sosial, dari asal mula hingga perkembangan terkini. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pembaca dan menjadi kontribusi yang bermanfaat dalam memahami fenomena kompleks dari dunia digital yang terus berkembang.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam penyusunan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan kontribusi yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi.

Makassar, 2 April 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

...

ii

DAFTAR ISI

...

iii

BAB 1 PENDAHULUAN

...

1

1.1 Latar Belakang

...

1

1.2 Rumusan Masalah

...

2

1.3 Tujuan

...

2

BAB II PEMBAHASAN

...

3

2.1 Konsep Dasar Platform Jejaring Sosial

...

3

(4)

2.1.1 Pengertian Umum ...

3

2.1.2 Fungsi Utama Platform Jejaring Sosial

...

3

2.1.3 Peran dalam Kehidupan Sehari-hari

...

4

2.2 Evolusi Platform Jejaring Sosial

...

6

2.2.1 Perkembangan Platform Jejaring Sosial Awal

...

6

2.2.2 Transformasi Platform Jejaring Sosial Modern

...

7

2.3 Sistem Live di Platform Jejaring Sosial

...

8

2.3.1 Keunggulan dan Kegunaan Sistem Live

...

8

2.3.2 Contoh Platform yang Menyediakan Sistem Live

...

8

2.3.3 Dampak Penggunaan Sistem Live

...

9

(5)

2.4 Karakter Pengguna Platform Jejaring Sosial

...

9

2.4.1 Profil Umum Pengguna

...

10

2.4.2 Motivasi Pengguna dalam Menggunakan Platform

...

10

2.4.3 Perilaku Pengguna dalam Berinteraksi dengan Platform

...

10

2.5 Regulasi dalam Penggunaan Platform Jejaring Sosial

...

11

2.5.1 Kondisi Regulasi Saat Ini

...

11

2.5.2 Tantangan dan Kontroversi terkait Regulasi

...

11

2.5.3 Upaya Pemerintah dalam Menanggapi Isu-isu Regulasi

...

13

BAB III PENUTUP

...

15

3.1 Kesimpulan

...

15

(6)

DAFTAR PUSTAKA

...

16

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, platform jejaring sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang di seluruh dunia.

Dengan kemampuannya untuk memfasilitasi interaksi sosial, berbagi konten, dan menyediakan akses ke berita dan informasi terkini, platform-platform ini telah membentuk pola perilaku baru dalam masyarakat modern (Iryani dan Syam, N., 2023).

Awal mula munculnya media sosial dapat ditelusuri kembali hingga abad ke-19 dengan kemunculan telegraf, meskipun konsep yang kita kenal sekarang sebagai platform jejaring sosial baru muncul pada era internet modern. Dengan lahirnya ARPANET pada tahun 1969 dan kemudian platform seperti Six Degrees pada tahun 1997, platform jejaring sosial mulai memperlihatkan potensinya dalam menghubungkan orang-orang secara global (Kartini dkk., 2023).

Perkembangan platform jejaring sosial semakin pesat seiring berjalannya waktu.

Friendster pada tahun 2001 dan kemudian Facebook pada tahun 2004 menjadi titik balik penting dalam sejarah platform jejaring sosial, yang kemudian diikuti oleh berbagai platform lain seperti Twitter, Instagram, LinkedIn, dan lainnya. Evolusi ini terus berlanjut hingga saat ini, di mana platform-platform tersebut terus mengalami transformasi dan peningkatan fitur untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang semakin beragam.

Namun, perkembangan platform jejaring sosial juga menghadapi sejumlah tantangan dan kontroversi, terutama terkait dengan regulasi, keamanan privasi, dan dampak sosialnya.

Regulasi penggunaan platform jejaring sosial menjadi fokus perhatian pemerintah dan masyarakat, dengan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang merugikan.

Di tengah kemajuan teknologi, fitur live video streaming di media sosial menjadi tren baru yang menarik perhatian banyak pengguna. Fitur ini tidak hanya memberikan akses ke konten langsung, tetapi juga memungkinkan interaksi dua arah antara pengguna dan broadcaster, menciptakan pengalaman yang lebih interaktif dan mendalam.

(8)

Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang konsep dasar, evolusi, sistem live, karakter pengguna, dan regulasi dalam penggunaan platform jejaring sosial menjadi sangat penting untuk mengakui dampaknya yang luas dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat secara keseluruhan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana perkembangan dan evolusi platform jejaring sosial dari masa ke masa?

2. Bagaimana penggunaan fitur live video streaming di media sosial memengaruhi interaksi dan perilaku pengguna?

3. Apa dampak regulasi terhadap penggunaan platform jejaring sosial terhadap kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui perkembangan dan evolusi platform jejaring sosial dari masa ke masa.

2. Mengetahui penggunaan fitur live video streaming di media sosial memengaruhi interaksi dan perilaku pengguna.

3. Mengetahui dampak regulasi terhadap penggunaan platform jejaring sosial terhadap kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat.

(9)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Platform Jejaring Sosial 2.1.1 Pengertian Umum

Platform jejaring sosial, sering disingkat medsos, adalah layanan daring yang memungkinkan penggunanya untuk membangun koneksi dan berinteraksi dengan orang lain.

Platform jejaring sosial adalah sebuah platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil pribadi, berinteraksi dengan pengguna lain, dan berbagi konten seperti teks, gambar, dan video. Platform ini biasanya memiliki fitur-fitur seperti teman-teman atau pengikut, grup atau komunitas, berita atau feed, serta berbagai fitur lainnya yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dan berbagi konten dengan orang lain. Beberapa contoh platform jejaring sosial yang populer antara lain Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn. Platform ini menyediakan berbagai fitur untuk memfasilitasi interaksi, seperti:

Membuat profil Pengguna dapat membuat profil yang berisi informasi pribadi, seperti nama, foto, minat, dan lainnya.

Berbagi konten Pengguna dapat berbagi berbagai jenis konten, seperti teks, foto, video, dan tautan.

Berinteraksi dengan pengguna lain Pengguna dapat menyukai, mengomentari, dan membagikan konten pengguna lain, serta berkomunikasi secara langsung melalui pesan pribadi atau obrolan grup.

Bergabung dengan komunitas Pengguna dapat bergabung dengan komunitas yang sesuai dengan minat mereka untuk berdiskusi dan bertukar informasi.

Platform jejaring sosial dapat diakses melalui berbagai perangkat, seperti komputer, smartphone, dan tablet. Platform ini telah menjadi bagian integral dari kehidupan banyak orang di seluruh dunia, dan jumlah penggunanya terus meningkat setiap tahunnya (Schau et al., 2017).

2.1.2 Fungsi Utama Platform Jejaring Sosial

Platform jejaring sosial memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:

1. Memperluas Jaringan Sosial

Platform jejaring sosial memungkinkan penggunanya untuk terhubung dengan orang- orang dari berbagai latar belakang dan lokasi geografis yang berbeda. Hal ini memungkinkan pengguna untuk memperluas jaringan sosial mereka dan berinteraksi dengan orang-orang baru.

2. Berbagi Konten

Pengguna dapat menggunakan platform jejaring sosial untuk berbagi berbagai jenis konten, seperti teks, gambar, video, dan tautan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengekspresikan diri mereka sendiri, berbagi informasi, dan mengkomunikasikan pemikiran dan ide-ide mereka kepada orang lain.

3. Interaksi Sosial

Platform jejaring sosial memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan pengguna lain melalui berbagai cara, seperti komentar, suka, pesan pribadi, dan lain- lain. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menjalin hubungan sosial, berkomunikasi, dan berbagi pengalaman dengan orang lain.

4. Membangun Komunitas

(10)

Platform jejaring sosial memungkinkan pengguna untuk membentuk dan bergabung dengan berbagai komunitas atau grup berdasarkan minat, hobi, atau tujuan tertentu. Hal ini memungkinkan pengguna untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan berbagi pengalaman serta pengetahuan dengan mereka.

5. Mendukung Aktivitas Bisnis

Banyak platform jejaring sosial juga menyediakan fitur-fitur yang mendukung aktivitas bisnis, seperti halaman bisnis, iklan berbayar, dan analisis kinerja. Hal ini memungkinkan bisnis untuk memanfaatkan platform jejaring sosial untuk mempromosikan produk atau layanan mereka, berinteraksi dengan pelanggan, dan meningkatkan kehadiran mereka secara online.

6. Menyebarkan Informasi

Platform jejaring sosial juga dapat digunakan untuk menyebarkan informasi, baik informasi pribadi maupun informasi umum. Hal ini dapat membantu dalam menyebarkan informasi penting secara cepat dan luas kepada banyak orang.

7. Mengikuti Berita dan Tren

Banyak platform jejaring sosial juga menyediakan fitur untuk mengikuti berita dan tren terkini. Hal ini memungkinkan pengguna untuk tetap terinformasi tentang berbagai peristiwa dan topik terkini yang sedang terjadi di dunia (Marwick & boyd, d., 2011).

2.1.3 Peran dalam Kehidupan Sehari-hari

Platform jejaring sosial telah memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari banyak orang. Platform ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti:

Tetap terhubung dengan teman dan keluarga

Platform jejaring sosial memungkinkan orang untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga yang tinggal jauh. Platform jejaring sosial memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan teman, keluarga, dan orang lain secara cepat dan mudah, terutama bagi mereka yang jaraknya jauh. Hal ini memungkinkan orang untuk tetap terhubung dan berkomunikasi meskipun berada di lokasi yang berbeda.

Mencari berita dan informasi

Melalui platform jejaring sosial, orang dapat memperoleh informasi terkini tentang berita, tren, dan peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Hal ini memungkinkan orang untuk tetap terinformasi tanpa harus mengakses sumber informasi tradisional seperti koran atau televisi.

Penghibur

Platform jejaring sosial juga dapat berperan sebagai sarana hiburan, dengan adanya konten-konten yang menghibur seperti video lucu, meme, dan lain-lain. Hal ini dapat membantu orang untuk melepaskan kepenatan dan stres setelah seharian beraktivitas.

Pembangun Hubungan Sosial

Platform jejaring sosial memungkinkan orang untuk membangun dan menjaga hubungan sosial dengan orang lain. Hal ini dapat membantu orang untuk memperluas jaringan sosial mereka, bertemu dengan orang-orang baru, dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan teman dan keluarga.

Pembelajaran dan Pengetahuan

Melalui platform jejaring sosial, orang dapat memperoleh pengetahuan baru dan belajar tentang berbagai topik yang menarik bagi mereka. Hal ini dapat membantu dalam pengembangan pribadi dan profesional seseorang.

Pemasaran dan Promosi

Bagi bisnis, platform jejaring sosial dapat digunakan sebagai alat pemasaran dan promosi yang efektif. Bisnis dapat memanfaatkan platform ini untuk mempromosikan produk atau layanan mereka kepada khalayak yang lebih luas.

(11)

Aktivisme dan Advokasi

Platform jejaring sosial juga sering digunakan sebagai alat untuk aktivisme dan advokasi, di mana orang dapat menggunakan platform ini untuk menyuarakan pendapat mereka tentang berbagai isu sosial, politik, atau lingkungan.

Platform jejaring sosial juga memiliki beberapa dampak negatif, seperti:

1. Ketergantungan

Penggunaan yang berlebihan terhadap platform jejaring sosial dapat menyebabkan ketergantungan, di mana seseorang merasa sulit untuk menjauhkan diri dari platform tersebut dan merasa perlu untuk terus memeriksa atau menggunakan platform tersebut secara berlebihan.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Penggunaan yang berlebihan dan interaksi negatif di platform jejaring sosial dapat berkontribusi pada gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan perasaan rendah diri.

3. Cyberbullying

Platform jejaring sosial juga dapat menjadi tempat terjadinya cyberbullying, di mana seseorang menjadi sasaran intimidasi, pelecehan, atau penghinaan secara online oleh orang lain.

4. Privasi dan Keamanan

Penggunaan platform jejaring sosial juga dapat mengancam privasi dan keamanan pengguna, terutama jika informasi pribadi pengguna diungkapkan secara tidak sengaja atau disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

5. Penyebaran Informasi Palsu

Platform jejaring sosial juga dapat menjadi media untuk menyebarkan informasi palsu atau hoaks, yang dapat mempengaruhi opini publik dan menciptakan ketidakpastian.

6. Pengaruh Negatif pada Hubungan Sosial

Penggunaan yang berlebihan terhadap platform jejaring sosial juga dapat memiliki dampak negatif pada hubungan sosial seseorang, dengan mengurangi interaksi langsung dengan orang lain di dunia nyata.

7. Pemborosan Waktu

Penggunaan yang berlebihan terhadap platform jejaring sosial juga dapat menyebabkan pemborosan waktu, di mana seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menggunakan platform tersebut daripada melakukan aktivitas yang lebih produktif.

Penting untuk menggunakan platform jejaring sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Pengguna harus menyadari potensi dampak negatif dari platform ini dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri (Welling & Katz, R. L., 2006).

2.2 Evolusi Platform Jejaring Sosial

2.2.1 Perkembangan Platform Jejaring Sosial Awal

(12)

Kemunculan media sosial sendiri dimulai pada tanggal 24 Mei 1844. Media sosial pada mulanya merupakan rangkaian titik dan garis elektronik yang ditulis pada alat telegraf.

Sekitar waktu yang sama, Samuel Morse mengirimkan pesan telegraf pertama ke publik.Akar komunikasi digital, serta asal mula internet modern dan konsep media sosial saat ini, diprakarsai oleh lahirnya Advanced Research Projects Agency Network (Arpanet) pada tahun 1969. Jaringan digital ini dibuat oleh Departemen AS on Defense, menghubungkan para peneliti dari empat universitas untuk saling mengembangkan perangkat lunak, perangkat keras, dan data lainnya. Kemudian pada tahun 1987 National Science Foundation meluncurkan jaringan digital nasional yang lebih kuat bernama NSFNET. Setelah sepuluh tahun beroperasi, tepatnya pada tahun 1997, National Science Foundation meluncurkan platform media sosial pertamanya kepada publik. Namun, menurut The History of Social Networking dari Digital Trends, pertumbuhan dan perkembangan Internet antara tahun 1980 dan 1990 memungkinkan pengenalan layanan komunikasi online seperti CompuServe,Amerika Online dan Keajaiban. Layanan perpesanan ini berhasil menawarkan kepada pengguna kemampuan untuk berinteraksi melalui email, pesan buletin, dan obrolan online waktu nyata.Hal inilah yang menjadi salah satu pendorong lahirnya jejaring sosial paling awal, yaitu Six Degrees, yang diluncurkan pada tahun 1997. Six Degrees sendiri merupakan platform media sosial pertama yang memungkinkan pengguna untuk terhubung satu sama lain melalui hubungan yang benar-benar global. B. pembuatan profil di jejaring sosial di database. setelah munculnya media sosial Six Degrees, yang terbukti berumur pendek.

Pada tahun 2001, diluncurkannya lingkungan sosial baru bernama Friendster.

Bertentangan dengan nasib kakaknya, Friendster berhasil menarik jutaan pengguna hanya dengan alamat email sederhana dan pendaftaran online.Sebagai salah satu bentuk awal layanan perpesanan media sosial lainnya, blog atau weblog bernama Livejournal Publishing Site sangat diminati oleh banyak orang setelah diluncurkan pada tahun 1999. mendapatkan popularitas besar. Sementara itu,beberapa tahun kemudian, Google secara resmi mengakuisisi platform penerbitan Blogger yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Pyra Labs pada tahun 2003.Selain itu, pada tahun 2002, situs jejaring sosial LinkedIn berhasil menarik perhatian banyak pengguna. Situs media sosial ini sendiri disiapkan untuk para profesional pengembangan karier. Setelah hampir dua dekade, LinkedIn telah berkembang menjadi salah satu platform media sosial terdepan di dunia dengan lebih dari 675 juta pengguna di seluruh dunia. LinkedIn saat ini adalah situs media

(13)

sosial permanen untuk pencari kerja dan perekrutan perusahaan. Masih di media sosial Layanan media sosial, Myspace berhasil diluncurkan pada tahun 2003 dan berhasil menjadi salah satu website yang paling banyak dikunjungi di kawasan ini.

2.2.2 Transformasi Platform Jejaring Sosial Modern

Namun, pada tahun 2008, Facebook mengalahkan kekuatan Myspace. Sebagai raksasa di internet global, Google juga mencoba meluncurkan media sosial dengan nama Google+

pada tahun 2012. Tak hanya itu, media sosial ini juga berumur panjang setelah dikabarkan melanggar keamanan sekitar 500.000 pengguna pada tahun 2021, konsep media sosialnya adalah penuh dengan berbagai platform yang menarik perhatian lebih dari 5 miliar perangkat seluler.penggunadiseluruhdunia. Berikut media social merupakan yg paling populer pada 2020:

1.Facebook media sosial Facebook diluncurkan tahun 2004 oleh mahasiswa Universitas Harvard, Mark Zuckerberg.

2.Reddit diluncurkan tahun 2005 sang Steve Huffman serta Alexis Ohanian menjadi platform menyebarkan isu.

3. Blackberry Messenger di luncurkan tahun 2005 oleh Gary Klassen menjadi pencetus software.

4.Twitter didirikan pada 2006 oleh Jack Dorsey, Evan Williams, Biz Stone, dan lainnya menjadi situs microb logging.

5. Instagram didirikan pada 2010 oleh lulusan Universitas Stanford, Kevin Systrom, menjadi situs berbagi foto.

6.Pinterest didirikan di 2010 sang pengembang aplikasi iPhone, Ben Silbermann, menjadi pin board virtual.

7.Snapchat didirikan pada 2011 oleh trio mahasiswa Universitas Stanford yakni Evan Spiegel, Reggie Brown, serta Bobby Murphy.

8.TikTok Didirikan tahun 2016 oleh perusahaan teknologi China ByteDance (Kartini dkk., 2023).

2.3 Sistem Live di Platform Jejaring Sosial

(14)

2.3.1 Keunggulan dan Kegunaan Sistem Live

Fitur live video streaming di media sosial, meskipun memiliki kesamaan dengan konsep siaran langsung pada umumnya, memiliki suatu kelebihan dibandingkan siaran langsung yang dilakukan di media massa konvensional. Aspek yang membedakan fitur live video streaming di media sosial yaitu dengan adanya fitur komentar yang dapat membuat interaksi antar broadcaster dan pengguna lain yang menonton menjadi komunikasi yang bersifat dua arah atau komunikasi yang interaktif. Haimson dan Tang (2017) menyebutkan bahwa kesempatan yang ada pada fitur live video streaming untuk menjalin interaksi atau komunikasi dua arah menjadi salah satu aspek yang membuat fitur live video streaming ini disukai dan banyak digunakan oleh para pengguna media sosial. Daya tarik komunikasi interaktif yang ada pada fitur live video streaming menyebabkan banyak social media influencer yang menggunakan fitur tersebut untuk berinteraksi langsung dengan followers mereka di media sosial. Instagram, sebagai salah satu media sosial yang memiliki fitur live video streaming yang dilengkapi dengan fitur chat, menjadi salah satu media sosial pilihan para social media influencer untuk berkomunikasi dengan followers-nya.

2.3.2 Contoh Platform yang Menyediakan Sistem Live

Berikut merupakan beberapa contoh Platform yang Menyediakan Sistem Live a. Youtube

Sebagai media sosial yang menyediakan layanan video sharing, fitur live video streaming yang dimiliki Youtube sedikit berbeda dengan media sosial lain. Nama fitur live video streaming Youtube disebut juga dengan “Stream Now” dan “Events”. Proses live video streaming di Youtube membutuhkan encoder software agar video dapat masuk ke platform Youtube dan menjadi lebih mudah diakses oleh pengguna lain. Untuk “Stream Now”

membutuhkan software encoder khusus, sedangkan “Events” tidak memerlukan encoder software khusus karena proses encode dilakukan dalam pengelola Youtube. Agar dapat diakses oleh siapapun dan dengan perangkat apapun, resolusi video dapat diturunkan.

b. Facebook

Live video streaming di Facebook dapat dilakukan melalui Facebook apps. Cara memulai live video streaming pun tidak sulit, karena langsung dapat dilakukan dengan smartphone. Facebook memberikan pengaturan privacy, sehingga pengguna dapat memilih siapa saja yang bisa melihat live video streaming mereka. Ada batasan waktu yang diberikan dalam setiap live video streaming yang dilakukan, yaitu 4 jam.

c. Instagram

Pengaturan live video streaming di Instagram dapat dibilang cukup mudah, karena pengguna hanya perlu menggunakan aplikasi Instagram di smartphone tanpa perlu

(15)

mendownload aplikasi lainnya. Fitur live video streaming di Instagram digabung dengan fitur Instagram Stories. Instagram tidak memberikan batas waktu dalam setiap live video streaming yang dilakukan, dan setelahnya video live tersebut dapat kita simpan.

d. Twitter

Fitur live video streaming di Twitter hampir serupa dengan Facebook dan Instagram.

Fitur ini merupakan hasil kerjasama Twitter dengan Periscope.tv. Setiap live video yang dibuat akan secara otomatis tersimpan dalam database pengguna (Agustina, 2018).

2.3.3 Dampak dan Implikasi Penggunaan Sistem Live

Tidak berbeda dengan teknologi lain, live video streaming yang merupakan bagian dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pun dapat memberikan dampak positif ataupun negatif kepada para penggunanya. Secara umum, dampak positif yang dapat diperoleh dari teknologi live video streaming adalah pengguna dapat berinteraksi dengan pengguna media sosial lainnya secara real time. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fitur live video streaming dapat digunakan oleh para social media influencer untuk berinteraksi dengan followers mereka dan juga digunakan untuk menyiarkan suatu kegiatan secara langsung dan menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, fitur. live video streaming ini dapat juga digunakan untuk hal positif lain seperti online learning, personal branding, dan juga citizen journalism. Tidak hanya dampak positif, fitur live video streaming pun membawa dampak negatif bagi para penggunanya. Hal ini dapat dilihat dari tersebarnya konten negatif seperti konten pornografi yang disebarkan melalui fitur live video streaming.

Konten negatif seperti ini tentu menarik para pengguna lain untuk memberikan komentar yang juga bersifat negative. Tahun 2016 aplikasi mobile Bigo Live telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika karena dianggap memiliki banyak konten siaran yang memiliki unsur pornografi. Hal-hal yang seperti ini lah yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya pro dan kontra di masyarakat akan perkembangan live video streaming ini.

(16)

2.4 Karakter Pengguna Platform Jejaring Sosial

Platform jejaring sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari banyak orang di seluruh dunia. Untuk memahami perilaku dan motivasi pengguna di balik penggunaan platform ini, penting untuk memahami profil umum pengguna, motivasi utama mereka, dan perilaku saat berinteraksi dengan platform tersebut.

2.4.1 Profil Umum Pengguna

Profil umum pengguna platform jejaring sosial sangat beragam. Demografi pengguna mencakup berbagai kelompok usia, latar belakang etnis, pendidikan, dan status sosial.

Namun, mayoritas pengguna platform jejaring sosial adalah orang dewasa muda yang aktif secara digital. Minat pengguna juga sangat bervariasi, mulai dari hobi, gaya hidup, politik, hingga bisnis. Perilaku pengguna juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan preferensi individu, seperti frekuensi penggunaan platform, jenis konten yang mereka konsumsi, dan cara mereka berinteraksi dengan konten dan pengguna lainnya.

2.4.2 Motivasi Pengguna dalam Menggunakan Platform

Motivasi utama pengguna dalam menggunakan platform jejaring sosial meliputi beberapa faktor:

Kebutuhan Sosial: Pengguna menggunakan platform ini untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan komunitas mereka, serta memperluas jaringan sosial dan memperoleh dukungan emosional.

Hiburan: Banyak pengguna menggunakan platform jejaring sosial sebagai sumber hiburan, seperti menonton video, membaca meme lucu, atau mengikuti konten hiburan lainnya.

Informasi dan Pengetahuan: Beberapa pengguna menggunakan platform ini untuk mencari informasi tentang topik tertentu, belajar hal baru, atau berbagi pengetahuan dengan orang lain.

Pengembangan Karir dan Bisnis: Sejumlah pengguna menggunakan platform jejaring sosial untuk mempromosikan diri mereka sendiri, membangun merek pribadi, atau mengembangkan jaringan profesional untuk tujuan karir dan bisnis.

2.4.3 Perilaku Pengguna dalam Berinteraksi dengan Platform

(17)

Perilaku pengguna dalam berinteraksi dengan platform mencakup berbagai aktivitas, termasuk:

Posting dan Berbagi Konten: Pengguna secara aktif membuat posting dan berbagi konten yang menarik minat mereka.

Berinteraksi dengan Konten: Pengguna memberikan like, komentar, atau berbagi konten yang diposting oleh pengguna lain.

Mengikuti dan Difollow: Pengguna mengikuti akun-akun yang mereka minati dan diikuti oleh orang lain.

Penggunaan Fitur-fitur Platform: Pengguna menggunakan fitur-fitur seperti stories, live streaming, atau grup untuk berinteraksi dengan sesama pengguna.

Kontrol Privasi: Beberapa pengguna aktif dalam mengatur pengaturan privasi mereka untuk melindungi informasi pribadi mereka.

Melakukan Aksi Sosial: Pengguna terlibat dalam kampanye online, petisi, atau kegiatan sosial lainnya yang diselenggarakan di platform.

2.5 Regulasi dalam Penggunaan Platform Jejaring Sosial 2.5.1 Kondisi Regulasi Saat Ini

Sebagai negara hukum, segala pelaksanaan aktivitas dan kegiatan rakyat di Indonesia harus sesuai dan mematuhi hukum yang berlaku. Saat ini, regulasi penggunaan platform jejaring sosial di Indonesia telah menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat, terutama karena dampak yang signifikan dari platform-platform tersebut dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, perlu diingat bahwa informasi ini dapat berubah sesuai dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi. Berikut adalah salah satu gambaran umum mengenai kondisi regulasi saat ini dalam penggunaan platform jejaring sosial di Indonesia:

a. Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) Nomor 19 Tahun 2016 mengatur tentang tindakan pidana yang terkait dengan penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik, seperti penyebaran informasi yang mengandung unsur kebencian, penghinaan, atau fitnah. UU ITE juga mengatur tentang hak dan kewajiban pengguna teknologi informasi dan transaksi elektronik, serta kewajiban penyedia layanan untuk melindungi data pribadi pengguna.

b. Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang berbunyi

"Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan

(18)

perbuatan” yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia (Siahaan dkk., 2024).

1.5.2 Tantangan dan Kontroversi Terkait Regulasi Platform Jejaring Sosial

Tantangan dan kontroversi terkait regulasi platform jejaring sosial mencakup berbagai masalah yang berkaitan dengan penggunaan platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan sejenisnya dalam masyarakat.

Contoh Kasus:

Pada tahun 2020, seorang pria bernama Roy Suryo dihukum denda Rp. 150 juta karena menyebarkan berita bohong di media sosial. Suryo sebelumnya telah mengunggah foto patung Buddha di Candi Borobudur yang diedit dengan kepala Presiden Indonesia Joko Widodo.

Roy Suryo adalah seorang mantan politikus dan pejabat publik di Indonesia. Pada tahun 2020, Roy Suryo mengunggah sebuah foto di akun Twitter pribadinya yang menunjukkan patung Buddha di Candi Borobudur yang diedit dengan kepala Presiden Joko Widodo.

Foto tersebut menimbulkan kemarahan publik dan Roy Suryo dilaporkan ke polisi atas tuduhan penyebaran berita bohong. Pada tanggal 22 Juli 2022, Roy Suryo ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya. Adapun dasar penggunaan pasal yang dijerat kepada Roy Suryo adalah Pasal 28 ayat (2) junctoPasal 45 ayat (1) Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pada tanggal 15 Desember 2022, Roy Suryo divonis bersalah dan dijatuhi hukuman denda Rp.150 juta. Ia juga diwajibkan untuk menghapus unggahan foto tersebut dari akun media sosialnya. Keberhasilan Citizen Journalism dalam Kasus Roy Suryo Kasus Roy Suryo menunjukkan keberhasilan citizen journalism dalam mendukung penegakan hukum. Unggahan foto Roy Suryo di media sosial telah menarik perhatian publik dan menjadi viral. Hal ini mendorong masyarakat untuk melaporkan Roy Suryo ke polisi.

Keberhasilan citizen journalism dalam kasus ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

1) Akses yang mudah ke internet dan media sosial telah memungkinkan masyarakat untuk dengan mudah berbagi informasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

2) Media sosial telah menjadi platform yang efektif untuk menyuarakan pendapat dan kritik terhadap pemerintah.

3) Masyarakat Indonesia semakin kritis dan peduli terhadap isu-isu sosial dan politik.

Tantangan Citizen Journalism dalam Kasus Roy Suryo. Kasus Roy Suryo juga menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh citizen journalism dalam mendukung penegakan hukum. Dalam

(19)

kasus ini, Roy Suryo sempat dibebaskan dari status tersangka setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Hal ini menimbulkan kontroversi dan kritik dari masyarakat.

Tantangan yang dihadapi oleh citizen journalism dalam kasus ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

1) Keterbatasan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang hukum.

2) Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya bukti dalam mendukung laporan.

3) Potensi penyalahgunaan citizen journalism oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik atau pribadi. Berdasarkan uraian Kasus Roy Suryo di atas terhadap citizen journalismdi Indonesia, menunjukkan bahwa citizen journalismmemiliki peran yang penting dalam mendukung penegakan hukum. Namun, citizen journalism juga menghadapi tantangan yang perlu diatasi (Marzuki dan Azwar, T. K. D, 2021).

1.5.3 Upaya Pemerintah dalam Menanggapi Isu-isu Regulasi

Upaya pemerintah dalam menanggapi isu-isu regulasi terkait dengan kasus Roy Suryo menunjukkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan perlindungan masyarakat dari konten yang merugikan. Pemerintah menggunakan instrumen hukum, seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta Pasal 156A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), untuk menegakkan hukum terhadap penyebaran berita bohong dan konten ilegal di media sosial. Selain itu, pemerintah juga berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hukum dan etika dalam penggunaan media sosial melalui kampanye pendidikan hukum dan sosialisasi. Kolaborasi antara pemerintah dan platform jejaring sosial juga diupayakan untuk mengembangkan kebijakan dan teknologi yang dapat membantu dalam mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar hukum. Pemerintah juga bekerjasama dengan beberapa instansi terkait seperti Ahli Teknologi Informasi, kepolisian, dan perguruan Tinggi dalam hal ini tenaga ahli yang bergerak dibidang Teknologi. Pertanggungjawaban pidana yang berkaitan dengan perbuatan pidana informasi atau berita bohong (hoax), berlaku berbagai macam tanggungjawab di dalamnya yaitu seperti tanggungjawab sosial terhadap masyarakat dan tanggungjawab terhadaphukum. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam menanggapi isu-isu regulasi terkait dengan kasus Roy Suryo mencakup berbagai langkah yang bertujuan untuk menjaga keamanan dan keadilan di dunia maya (Nurlatun dkk., 2021).

(20)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Platform jejaring sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat modern. Penggunaan fitur live video streaming telah memperkaya pengalaman interaksi online, namun juga menimbulkan tantangan terkait privasi dan penyalahgunaan.

(21)

Regulasi yang tepat diperlukan untuk melindungi pengguna dari konten merugikan, namun juga harus memperhatikan kebebasan berekspresi. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang evolusi dan dampak platform jejaring sosial, serta dengan upaya untuk mencari keseimbangan antara regulasi dan kebebasan berekspresi, kita dapat memanfaatkan potensi positif dari platform-platform tersebut sambil tetap melindungi pengguna dan masyarakat dari risiko yang ada.

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Schau, H., Littler, M., & Roberts, J. A. (2017). The role of social media in information and communication: A review of the evidence. Journal of information technology, 32(2), 286-304.

Marwick, A. E., & boyd, d. (2011). Social media: The conversation. Journal of communication, 61(2), 398-420.

Welling, R. A., & Katz, R. L. (2006). The impact of the internet on social connection. Journal of computer-mediated communication, 11(1), 73-115.

Kartini, K., Gultom, N., Sari, N., & Annisa, A. N. (2023). Penelitian Sejarah Sosial Media. Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(3), 1001- 1005.

Kaplan, A. M., & Haenlein, M. (2010). Users of the world, unite! The challenges and opportunities of Social Media. Business Horizons, 53(1), 59-68.

Kietzmann, J. H., Hermkens, K., McCarthy, I. P., & Silvestre, B. S. (2011). Social media? Get serious! Understanding the functional building blocks of social media. Business Horizons, 54(3), 241-251.

Haimson, O. L., & Tang, J. C. (2017, May). What makes live events engaging on Facebook Live, Periscope, and Snapchat. In Proceedings of the 2017 CHI conference on human factors in computing systems (pp. 48-60).

Agustina, L. (2018). Live video streaming sebagai bentuk perkembangan fitur media sosial. Diakom: Jurnal Media Dan Komunikasi, 1(1), 17-23.

Siahaan, I. R., Sipayung, R. N., Lita, I., Naseela, Q. Z. I., Hanny, H., & Rakhmawati, N. A.

(2024). ANALISIS PRAKTIK PERLINDUNGAN DATA PRIBADI PADA

APLIKASI'SATUSEHAT'TERHADAP REGULASI HUKUM DI

INDONESIA. Jurnal Teknoinfo, 18(1), 141-150.

Marzuki, R., & Azwar, T. K. D. (2024). PEMBERDAYAAN WARGA DALAM PENEGAKAN HUKUM MELALUI CITIZEN JOURNALISM: PERAN DAN TANTANGAN. Res Nullius Law Journal, 6(1), 14-27.

Nurlatun, R., Nayoan, H., & Pangemanan, F. (2021). Upaya Pemerintah Dalam Mengatasi Penyebaran Berita Palsu (Hoax) di Media Sosial (Studi Kasus Dinas Kominfo Kota Manado). Governance, 1(2).

Iryani, J., & Syam, N. (2023). Peran Media Sosial dalam Menyebarkan Pesan Agama dan Perubahan Sosial. PUSAKA, 11(2), 359-372.

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi yang dihasilkan memiliki berbagai fitur yang dapat digunakan, yaitu warta yang berfungsi memuat berita RSSFeed dari situs kmhdi.org, forum yang berfungsi sebagai

Berbagai platform media sosial memiliki fitur berbeda yang tersedia untuk digunakan oleh pelanggan, dan juga memudahkan orang untuk melakukan bisnis.. Ini terutama karena fakta

Situs web memiliki fitur multi bahasa yang memungkinkan pengguna beralih dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan sebaliknya;5. Memastikan bahasa visual yang konsisten di situs

Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep organisasi perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab

Situs jual beli online ini memiliki berbagai fitur lengkap yang memudahkan penjual maupun pembeli. Tampilannya pun user friendly sehingga pengguna tidak kesulitan

Dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk

Sistem ini di buat secara web based yang memungkinkan di jalankan di berbagai platform baik windows, linux, mac, mobile device yang memiliki fasilitas web browser dan menggunakan

Perangkat lunak ini dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang ramah dan memiliki berbagai fitur untuk pengolahan citra satelit digital, seperti koreksi radiometrik dan geometrik,