• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TENTANG TEORI BELAJAR

N/A
N/A
Metaa mahrani hasibuan

Academic year: 2024

Membagikan "MAKALAH TENTANG TEORI BELAJAR"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH TEORI BELAJAR

Dosen Pengampuh : Andi Jusmiana S.Pd.,M.Pd.

Di Susun Oleh Nama : Supriadi NIM : 2286203003

Pendidikan Teknologi Informasi Komunikasi Universitas Pejuang Republik Indonesia

Makassar

2023/2024

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kehadirat Allah SWT, di mana atas segala rahmat dan izin-nya, saya dapat menyelesaikan makalah tentang strategi belajar mengajar.

Sholawat serta salam tak lupa saya hanturkan kepada jujungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga,sahabat dan para pengikutnya hingga akhir zaman.

Akhir kata saya mengucapkan banyak terimakasih, semoga segala upaya yang telah kita curahkan mendapat berkah dari Allah SWT. Aamiin

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………..

Daftar Isi……….

BAB 1 Pendahuluan………...

A. Latar Belakang Teori Belajar………..

BAB II Pembahasan………...

A. Teori Behavioristik……….

B. Teori Kognitif………..

BAB III Penutup……….

A. Kesimpulan………...

Daftar Pustaka………

(4)

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Teori Belajar

Latar belakang Pendidikan ialah faktor utama pembentuk karakter pribadi manusia.

Pendidikan merupakan suatu kegiatan umum yang menjamin kelangsungan hidup untuk manusia. Pendidikan berlangsung di manapun dan kapanpun pada setiap lapisan masyarakat. Secara tidak sengaja maupun sengaja pada kegiatan aktivitas manusia sehari- hari telah terjadi kegiatan Pendidikan. Contohnya setiap kejadian dalam hidup manusia akan menghasilkan sebuah pengalaman hidup. Sebuah pengalaman hidup akan dijadikan sebuah pembelajaran untuk lebih baik di masa depan. Pengalaman hidup sendiri pada dasarnya merupakan hasil belajar. Pada dasarnya, pendidikan adalah proses membantu manusia dalam mengembangkan potensinya agar dapat menghadapi segala perubahan di depannya. Aspek penting dalam Pendidikan adalah kegiatan belajar dan pembelajaran.

Kegiatan belajar dan pembelajaran merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia. Manusia dapat mencapai potensinya melalui kegiatan pembelajaran.

Manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa belajar. Belajar merupakan sebuah proses perubahan. Perubahan-perubahan tersebut membawa ke arah yang positif yaitu kemajuan atau perbaikan. Sedangkan pembelajaran merupakan upaya untuk mengarahkan kegiatan proses belajar sehingga mereka bisa memperoleh tujuan dari belajar. Pendidikan adalah salah satu aset berharga suatu bangsa. Bangsa yang memiliki kualitas pendidikan terbaik yang dapat meluluskan pekerja yang baik dan memiliki rangkaian inovasi dan kreasi unik akan selalu dibutuhkan oleh perusahan bmaupun instansi nasional bahkan internasional. Belajar menjadi sebuah usaha yang dilakukan sesorang untuk mendapatkan pemahaman dan pengetahuan baru unuk membantunya dalam persiapan masa depan. Dalam belajar seseorang akan merasakan perubahan yang terjadi baik secara psikologi maupun secara fisik. Perubahan yang terjadi seiring dengan bertambahnya ilmu dan kedewasaan seseorang. Perubahan yang dimaksudkan adalah perubahan yang menuju kearah yang lebih baik atau positif. Seorang tenaga pendidik adalah bagian terpenting dalam proses pembelajaran sebagai wadah mentransfer ilmu kepada anak didiknya. Seorang tenaga pendidik diharapkan memiliki keahlia dan kemampuan sesuai dengan bidangnya. Hal ini sangat berguna dalam menerapkan dan mewujudkan tujuan dari pendidikan di Indonesia. Selain itu pendidik harus mengetahui karakteristik dan kemampuan peserta didik dalam menerima mata pelajaran di sekolah.

Hal ini nantinya akan membantu pesera didik dalam menyerap materi yang diajarkan dengan mudah. Teori belajar merupakan gabungan dari prinsip-prinsip belajar yang memuat langkah-langkah dan metode pembelajaran yang tepat untuk menanamkan pemahaman dalam diri anak. Teori belajar ini didasarkan pada observasi dan penelitian yang telah dilakukan dan dikembangkan oleh para ahli. Hal ini nantinya akan sangat berguna dalam menentukan strategi pembelajaran ang berkualitas. Teori behaviorisme adalah suatu teori yang menekankan pada perubahan yang terjadi pada peserta didik akibat dari stimulus dan respon yang didapat saat proses pembelajaran berlangsung. Kegiatan belajar dan pembelajaran tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan dan tidak memiliki dasar-dasar pijakan kuat sehingga tidak dapat memenuhi harapan dan menghasilkan luaran dengan mutu yang tidak baik juga. Maka dibutuhkan sebuah belajar dan pembelajaran beserta prinsip belajar agar dapat menjadi pedoman bagi tenaga pendidik, khususnya guru dalam mendesain proses pembelajaran yang efektif serta mampu memahami peserta didik secara individual maupun kelompok. Oleh karena itu pada makalah ini akan membahas teori behavioristik dan teori kognitif.

(5)

BAB II PEMBAHASAN A. Teori Behavioristik

1. Pengertian Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil proses pembelajaran. Terjadinya perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respon. Teori belajar ini berorientasi pada perilaku yang lebih baik.

2. Prinsip Teori Belajar Behavioristik

Seperti Bapak/Ibu ketahui bahwa teori belajar behavioristik menekankan pada perubahan perilaku peserta didik. Namun, penerapan teori tersebut dalam pembelajaran harus mengacu pada prinsip yang ada. Menurut Mukinan, prinsip teori belajar behavioristik adalah sebagai berikut. Apabila seseorang sudah mampu menunjukkan perubahan perilaku, maka dikatakan sudah belajar. Artinya, kegiatan belajar yang tidak membawa perubahan perilaku tidak dianggap belajar menurut teori ini. Hal yang paling penting pada teori ini adalah stimulus dan respon karena bisa diamati. Hal-hal selain stimulus dan respon tidak dianggap penting karena tidak bisa diamati. Adanya penguatan (reinforcement), yaitu hal-hal yang bisa memperkuat respon. Penguatan bisa berupa penguatan positif dan negatif.

3. Hukum pada Teori Belajar Behavioristik

Hergenhahn dan Matthew menyatakan bahwa teori belajar ini mencakup empat hukum, yaitu sebagai berikut.

➢ Hukum kesiapan

Hukum kesiapan berarti bahwa kegiatan pembelajaran akan memberikan hasil yang diinginkan jika ada kesiapan, baik kesiapan oleh pendidik maupun peserta didik.

➢ Hukum latihan

Hukum latihan memiliki arti bahwa semakin banyak latihan, semakin besar peluang untuk berhasil. Artinya, kegiatan pembelajaran akan berhasil jika peserta didik dibiasakan untuk latihan secara kontinu dan terukur.

➢ Hukum efek

Hukum efek berarti bahwa efek yang dirasakan oleh peserta didik setelah belajar akan memotivasi dirinya untuk terus belajar. Contohnya, seorang peserta didik mendapatkan hadiah berupa buku paket Matematika karena berhasil mendapatkan nilai sempurna di ujian tulis Matematika. Efek yang dirasakan adalah bangga dan bahagia. Efek itu diharapkan bisa memotivasi peserta didik tersebut untuk terus belajar.

➢ Hukum sikap

Hukum sikap berarti sikap yang terbentuk setelah melakukan pembelajaran.

Perubahan sikap dipengaruhi oleh hal-hal yang ia dapatkan selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

4. Ciri-Ciri Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar ini dianggap sudah kuno oleh sebagian kalangan. Namun, sampai saat ini teori ini masih sering digunakan di Indonesia. Memangnya, apa ciri yang membedakan teori ini dengan teori belajar yang lain? Mengutamakan pengaruh lingkungan. Hasil pembelajaran fokus pada terbentuknya perilaku yang diinginkan. Mementingkan pembentukan reaksi atau respon. Bersifat mekanistis atau dilakukan dengan mekanis

(6)

tertentu, misalnya meminta maaf. Menganggap latihan itu adalah hal yang penting dalam proses pembelajaran.

5. Contoh Penerapan Teori Belajar Behavioristik

Teori belajar behavioristik ini adalah teori belajar yang umum digunakan di Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa contoh berikut. Guru menyusun materi atau bahan ajar secara lengkap, mulai materi sederhana sampai kompleks. Selama mengajar, guru lebih banyak memberikan contoh berupa instruksi. Jika guru menjumpai adanya kesahalan, baik pada materi maupun pada peserta didik maka akan segera diperbaiki. Guru lebih aktif memberikan latihan agar terbentuk kebiasaan yang diinginkan. Guru memberikan evaluasi berdasarkan perilaku yang terlihat. Guru harus mampu memberikan penguatan (reinforcement), baik dari sisi positif dan negatif.

6. Kelebihan dan Kekurangan Teori Belajar Behavioristik

Produk yang dibuat oleh manusia selalu memiliki dua sisi yang saling berkebalikan, yaitu kelebihan dan kekurangan. Begitu juga dengan teori belajar behavioristik. Adapun kelebihan dan kekurangan teori belajar ini adalah sebagai berikut.

➢ Kelebihan

Peserta didik dibiasakan untuk latihan dan praktik yang di dalamnya memuat unsur kecepatan, spontanitas, kelenturan, refleks, dan daya tahan. Mampu mendorong peserta didik untuk berpikir linier dan konvergen. Memudahkan peserta didik untuk mencapai suatu target tertentu dalam pembelajaran.

➢ Kekurangan

Membatasi kreatifitas, produktifitas, dan imajinasi peserta didik. Pembelajaran hanya berpusat pada guru, sehingga peserta didik terkesan pasif. Berpotensi menimbulkan hukuman verbal dan fisik, seperti memberi hukuman peserta didik yang melanggar aturan atau bahkan menjewer. Hukuman semacam itu justru bisa berakibat buruk pada perubahan perilaku peserta didik. Timbul kesulitan untuk menjelaskan kondisi belajar yang kompleks karena hanya beracuan pada stimulus dan respon.

B. Teori Kognitif

1. Pengertian Kognitif

Kognitif adalah semua aktivitas mental yang membuat suatu individu mampu menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu peristiwa, sehingga individu tersebut mendapatkan pengetahuan setelahnya. Kognitif ini erat sekali dengan tingkat kecerdasan seseorang. Contoh kognitif bisa ditunjukkan ketika seseorang sedang belajar, membangun sebuah ide, dan memecahkan masalah.

2. Pengertian Menurut Para Ahli

Adapun pengertiannya menurut para ahli adalah sebagai berikut. Menurut Williams dan Susanto, yaitu cara individu bertingkah laku, bertindak, dan cepat lambatnya individu saat memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Menurut Neisser, yaitu perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Menurut Gagne, yaitu proses internal yang terjadi di dalam pusat susunan saraf ketika manusia sedang berpikir. Menurut Drever, yaitu istilah umum yang melingkupi metode pemahaman, yakni persepsi, penilaian, penalaran, imajinasi, dan penangkapan makna. Menurut Piaget, yaitu bagaimana anak beradaptasi dan menginterpretasikan objek dan kejadian-kejadian disekitarnya.

3. Fungsi Kognitif

Adanya fungsi kognitif ini membuat seseorang bisa dengan mudah bergaul satu sama lain. Adapun fungsinya yang harus Bapak/Ibu ketahui, check this out!

(7)

➢ Perhatian

Perhatian merupakan penyeleksi rangsangan yang nantinya menjadi fokus perhatian dan bisa diabaikan secara bersamaan. Rangsangan yang dimaksud bisa berupa bau, suara, maupun gambar.

➢ Memori atau Daya Ingat

Memori atau daya ingat berkaitan dengan tingkat kefokusan seseorang. Semakin fokus, semakin baik memori atau daya ingat. Hal ini menunjukkan bagaimana suatu informasi akan ditransfer dan disimpan di dalam otak.

➢ Fungsi Eksekutif

Fungsi eksekutif merupakan fungsi yang mengarahkan manusia untuk menjadi perencana dan melaksanakan sesuatu yang telah ia rencanakan. Nah, dari sinilah seseorang terlihat bagaimana cara menyelesaikan setiap permasalahan.

➢ Kemampuan berbahasa

Kemampuan bahasa berkaitan dengan bagaimana seseorang mampu menyusun kata- kata saat berkomunikasi dengan orang lain. Setiap orang memiliki kemampuan bahasa yang berbeda-beda, bergantung dari fungsi kognitifnya.

➢ Merasakan dan mengenali

Kehadiran fungsi kognitif membuat seseorang bisa merasakan dan mengenali segala sesuatu di sekitarnya. Misalnya membedakan antara jeruk dan lemon, semangka dan melon, dan seterusnya.

1) Teori Belajar Kognitif

Teori belajar kognitif adalah teori belajar yang mementingkan proses belajar daripada hasilnya. Teori ini menyatakan bahwa pada proses belajar, seseorang tidak hanya cenderung pada hubungan antara stimulus dan respon, melainkan juga bagaimana perilaku seseorang dalam mencapai tujuan belajarnya.

2) Prinsip Teori Belajar Kognitif

Prinsip teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Proses belajar lebih penting daripada hasil. Persepsi dan pemahaman dalam mencapai tujuan belajar menunjukkan tingkah laku seorang individu. Materi belajar dipisahkan menjadi komponen kecil, lalu dipelajari secara terpisah. Keaktifan peserta didik saat pembelajaran merupakan suatu keharusan. Pada kegiatan belajar, dibutuhkan proses berpikir yang kompleks.

3) Pendekatan Kognitif

Pendekatan kognitif merupakan suatu istilah yang menyatakan bahwa melalui tingkah lakulah seorang individu akan mengalami proses mental yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan menilai, membandingkan, atau menanggapi stimulus sebelum terjadinya reaksi. Pendekatan ini memberikan penekanan terhadap isi pikiran manusia agar manusia tersebut mendapatkan pengalaman, pemahaman, standar moral, dan sebagainya.

4) Perkembangan Kognitif

Setiap anak memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda. Hal itu karena perkembangan kognitifnya juga berbeda-beda. Namun demikian, ada hal-hal umum yang bisa dijadikan acuan perkembangan kognitif pada anak.

Teori Piaget mengelompokkan perkembangan kognitif anak ke dalam empat tahapan, yaitu sebagai berikut.

1. Tahap sensorimotor (18-24 bulan)

Pada tahap ini, bayi mulai mampu mengembangkan akalnya untuk memahami dunia luar melalui indra sensorik dan kegiatan motoriknya.

(8)

2. Tahap praoperasional (2-7 tahun)

Pada tahap ini, anak belum bisa mengoptimalkan kemampuan kognitif tersebut. Artinya, anak belum bisa melogika sesuatu.

3. Tahap operasional konkret (7-11 tahun)

Pada tahap ini, anak mulai bisa berpikir secara rasional dan terorganisir. Artinya, anak sudah mulai berpikir secara logis saat mengalami atau melihat sesuatu di sekitarnya.

4. Tahap operasional formal (12 tahun ke atas)

Tahap keempat ini menandakan seorang anak sudah bisa berpikir secara lebih luas, menalar dan menganalisis sesuatu, memanipulasi ide di pikirannya, dan tidak tergantung dengan manipulasi konkret.

Level Kognitif

Di pembahasan sebelumnya, Quipper Blog sudah membahas hal-hal terkait pengertian dan hal-hal terkait kognitif. Nah, lantas bagaimana penerapannya dalam pembelajaran?

Membahas masalah kognitif, tentu tak bisa dilepaskan dari bagaimana peserta didik dalam menghadapi soal-soal ujian yang dibebankan padanya. Oleh karena itu, sebelum membuat soal seorang guru harus mempertimbangkan level kognitifnya.

Level kognitif ini dibagi menjadi tiga level, yaitu sebagai berikut.

➢ Level 1

Level ini menunjukkan tingkat kemampuan yang paling rendah karena hanya menuntut pengetahuan dan pemahaman peserta didik. Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 1 ini mencakup soal C1 (mengingat) dan C2 (memahami).

➢ Level 2

Pada level ini, tingkat kemampuannya tentu lebih tinggi daripada level 1 karena menuntut peserta didik untuk mampu menerapkan. Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 2 mencakup soal C3 (mengaplikasikan).

➢ Level 3

Tingkat kemampuan soal pada level 3 ini paling tinggi di antara dua level sebelumnya karena menuntut peserta didik untuk bisa menganalisis, menyintesis, dan mengevaluasi.

Jika mengacu pada taksonomi Bloom, soal level 3 ini mencakup soal C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta).

Ranah dan Aspek Kognitif

Pembelajaran di ranah kognitif mengacu pada tingkat kecerdasan seseorang, misalnya pengetahuan dan keterampilan berpikir. Untuk mengukur tingkat kecerdasan seseorang di lingkungan sekolah, biasanya diadakan ujian.

Di pembahasan level kognitif, Quipper Blog sudah membahas tentang taksonomi Bloom.

Taksonomi Bloom merupakan pengelompokan suatu soal berdasarkan aspek kognitifnya.

Nah, menurut Benjamin Bloom, soal-soal di ranah kognitif memiliki enam aspek sebagai berikut.

➢ Pengetahuan (C1)

➢ Pemahaman (C2)

➢ Aplikasi (C3)

➢ Analisis (C4)

➢ Evaluasi (C5)

➢ Mencipta (C6)

Intinya, ranah dan aspek kognitif mengarah pada substansi pokok dalam materi pembelajaran beserta soal-soal yang dikembangkan dari materi tersebut.

(9)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil proses pembelajaran. Terjadinya perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respon. Teori belajar ini berorientasi pada perilaku yang lebih baik.

Penerapan teori belajar behavioristik dalam pembelajaran harus mengacu pada prinsip yang ada. Menurut Mukinan, prinsip teori belajar behavioristik adalah sebagai berikut.

Apabila seseorang sudah mampu menunjukkan perubahan perilaku, maka dikatakan sudah belajar. Artinya, kegiatan belajar yang tidak membawa perubahan perilaku tidak dianggap belajar menurut teori ini. Hal yang paling penting pada teori ini adalah stimulus dan respon karena bisa diamati. Hal-hal selain stimulus dan respon tidak dianggap penting karena tidak bisa diamati. Adanya penguatan (reinforcement), yaitu hal-hal yang bisa memperkuat respon. Penguatan bisa berupa penguatan positif dan negatif.

Teori belajar behavioristik ini adalah teori belajar yang umum digunakan di Indonesia.

Hal itu bisa dilihat dari beberapa contoh berikut. Guru menyusun materi atau bahan ajar secara lengkap, mulai materi sederhana sampai kompleks. Selama mengajar, guru lebih banyak memberikan contoh berupa instruksi. Jika guru menjumpai adanya kesahalan, baik pada materi maupun pada peserta didik maka akan segera diperbaiki. Guru lebih aktif memberikan latihan agar terbentuk kebiasaan yang diinginkan. Guru memberikan evaluasi berdasarkan perilaku yang terlihat. Guru harus mampu memberikan penguatan (reinforcement), baik dari sisi positif dan negatif.

Teori belajar kognitif adalah teori belajar yang mementingkan proses belajar daripada hasilnya. Teori ini menyatakan bahwa pada proses belajar, seseorang tidak hanya cenderung pada hubungan antara stimulus dan respon, melainkan juga bagaimana perilaku seseorang dalam mencapai tujuan belajarnya.

Prinsip teori belajar kognitif dalam pembelajaran adalah sebagai berikut. Proses belajar lebih penting daripada hasil. Persepsi dan pemahaman dalam mencapai tujuan belajar menunjukkan tingkah laku seorang individu. Materi belajar dipisahkan menjadi komponen kecil, lalu dipelajari secara terpisah. Keaktifan peserta didik saat pembelajaran merupakan suatu keharusan. Pada kegiatan belajar, dibutuhkan proses berpikir yang kompleks.

Pendekatan kognitif merupakan suatu istilah yang menyatakan bahwa melalui tingkah lakulah seorang individu akan mengalami proses mental yang nantinya bisa meningkatkan kemampuan menilai, membandingkan, atau menanggapi stimulus sebelum terjadinya reaksi. Pendekatan ini memberikan penekanan terhadap isi pikiran manusia agar manusia tersebut mendapatkan pengalaman, pemahaman, standar moral, dan sebagainya.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Mukminan. 1997. Teori Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: P3G IKIP.

Yulaelawati, Ella. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi, Teori dan Aplikasi. Jakarta:

Pakar Raya.

Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Anidar, Jum. “Teori Belajar Menurut Aliran Kognitif serta Implikasinya dalam Pembelajaran.” Jurnal Al-Taujih: Bingkai Bimbingan dan Konseling Islami 3, no. 2 (December 20, 2017): 8-16, Accessed November 22, 2022.

https//ejournal.uinib.ac.id/jurnal/index.php/attaujih/article/view/528.

Arifin Zainal. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.

Daryanto. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif. Jakarta: Publisher, 2009.

Jusmiana, A., Susilawati, S., & Basir, F. (2016). Deskripsi Trajektori Berpikir Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Literasi Matematika. Prosiding, 2(1).

Jusmiana, A., & Nursakiah, N. (2016). Perbandingan Hasil Belajar Matematika Siswa antara Model Pembelajaran Langsung dengan Model Pembelajaran Make a Match Dengan Memperhitungkan Kemampuan Awal Siswa. Saintifik, 2(2), 68-73.

Herianto, H., & Hamid, N. (2020). Analisis Proses Berpikir Kreatif Dalam pemecahan Masalah Geometri Berdasarkan Gaya Kognitif Reflektif Dan Impulsif Siswa. Pedagogy:

Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 38-49.

Referensi

Dokumen terkait

Bimbingan belajar behavioristik adalah suatu proses bantuan yang diberikan oleh guru pembimbing kepada siswa dengan mendasarkan pada konsep-konsep atau

Sementara pengaplilkasian teori Behavioristik dalam pembelajaran siswa cenderung lebih pasif dan belajar dalam teori Behavioristik ini adalah proses memindahkan pengetahuan yang mana

Ivan Pavlov teori behavioristik ini menjelaskan bahwa dalam proses belajar pasti melibatkan adanya stimulus dan respon yang kemudian akan ada perubahan tingkah

Tujuan pembelajaran menurut teori behavioristik ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagi aktivitas mimetic, yang menuntut siswa

Menurut teori behavioristik belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman (Gage, Berliner, 1984) Belajar merupakan akibat adanya interaksi

5) Dalam kegiatan belajar mengajar, Ibu Meta memperhatikan perilaku peserta didik yang tampak, hasil tes, juga faktor lingkungan psikologi para siswanya. Proses pembelajaran

Berdasarkan beberapa teori menurut pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa inquiry learning adalah model pembelajaran menuntut peserta didik untuk melakukan proses dalam

metode pembelajaran yang optimal oleh karena itu disebut prespektif, namun deskriptif karena tujuan utama dari teori belajar adalah menjelaskan suatu proses dalam belajar.. 2 Menurut