MELAKUKAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
Aksi Nyata Topik
Asesmen SD/Paket
Oleh : Septianalisa, S.Pd
Asesmen Proses pengumpulan dan
pengolahan informasi untuk mengetahui kebutuhan
belajar, perkembangan dan
pencapaian
3 Pendekatan Asesmen
1. DIAGNOSTIK 2. FORMATIF 3. SUMATIF
Mengapa perlu
melakukan Asesmen Diagnostik?
Perbedaan kondisi murid yang beragam, seperti : - Kebutuhan
- Kemampuan
- Latar Belakang - Pengalaman
- Tingkat Kematangan
Tahapan penyusunan Asesmen Diagnostik
SATU
* Menganalisa rapot tahun lalu,
* Mengidentifikasi kompetensi yang akan diajarkan.
DUA
* Menyusun instrumen asesmen.
* Menggali informasi tentang peserta
didik.
Tahapan penyusunan Asesmen Diagnostik
TIGA
*Melaksanakan asesmen dan mengolah hasil.
EMPAT
* Menggunakan data hasil asesmen untuk merancang pembelajaran bermakna
sesuai karakter peserta didik.
Pentingnya Asesmen diagnostik untuk memetakan peserta didik berdasarkan kemampuannya sehingga guru dapat
mengajar sesuai kemampuan murid dan sebagai proses memperoleh informasi untuk merefleksikan praktek mengajar yang telah dilakukan.
Pembagian peran dalam kelompok Pengaturan kelompok belajar
Bimbingan bagi yang belum mencapai kompetensi
HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK DIGUNAKAN GURU SEBAGAI :
Perbanyak bahan ajar visual dan teks
Kapan waktu yang tepat melakukan
asesmen diagnostik
* Dilakukan pada minggu-minggu awal tahun pelajaran
* Di awal pembahasan materi
baru
Jenis Asesmen Diagnostik
ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF
Asesmen yang dapat dilaksanakan secara rutin pada awal ketika guru akan memperkenalkan sebuah topik pembelajaran baru, pada akhir ketika guru sudah selesai menjelaskan dan membahas sebuah topik.
ASESMEN DIAGNOSTIK NON-KOGNITIF
Ditunjukkan untuk mengukur aspek psikologi
dan kondisi emosional peserta didik
Tujuan Diagnostik Kognitif
Mengidentifikasi capaian kompetensi
peserta didik
Menyesuaikan
pembelajaran di kelas dengan kompetensi
peserta didik
Memberikan kelas remidial atau
pelajaran tambahan
Psikologi dan sosial emosi
Aktivitas belajar di rumah
Kondisi keluarga dan pergaulan peserta
didik
Gaya belajar,
karakter dan minat peserta didik
Tujuan Asesmen Diagnostik
Non Kognitif
Langkah - langkah Asesmen
Diagnostik
Asesmen Diagnostik
Kognitif maupun Asesmen Diagnostik Non-kognitif
memiliki 3 tahapan
pelaksanaan yang sama yaitu :
- Persiapan
- Pelaksanaan
- Tindak lanjut
Langkah - langkah Asesmen Diagnostik Kognitif
PERSIAPAN
* Membuat jadwal pelaksanaan asesmen
* Mengidentifikasi materi asesmen
* Menyusun instrumen asesmen untuk mengukur kompetensi peserta didik
* Menyusun pertanyaan sederhana.
PELAKSANAAN
* Memberikan pertanyaan -
pertanyaan asesmen yang telah disusun kepada semua peserta didik
DIAGNOSIS DAN TINDAK LANJUT
* Mengolah hasil asesmen
* Membagi nilai peserta didik ke dalam 3 kategori : paham utuh, paham sebagian & tidak paham
* Menghitung rata - rata kelas peserta didik dan mengikuti pembelajaran sesuai fasenya
* Mengulangi proses yang sama di setiap awal pembelajaran untuk mengadaptasi materi
pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik
Langkah - langkah Asesmen Diagnostik Non-kognitif
PERSIAPAN
* Guru harus mempersiapkan alat bantu gambar yang mewakili emosi dan pertanyaan panduan
* Guru membuat pertanyaan kunci, seperti apa saja yang kamu
lakukan selama belajar di rumah?
PELAKSANAAN
* Dengan meminta peserta didik mengekspresikan perasaan . selama belajar di rumah dan . menjelaskan aktivitasnya, seperti bercerita, menulis dan menggambar
TINDAK LANJUT
* Mengidentifikasi ekspresi peserta didik yang negatif dan mengajak berdiskusi secara personal
* Menentukan tindak lanjut dan mengkomunikasikan . dengan peserta didik dan orang tua jika diperlukan
* Mengulang pelaksanaan asesmen non kognitif pada awal pembelajaran.
Hasil
Diagnostik
Guru menyesuaikan aktivitas dan materi belajar di kelas dengan peningkatan rata - rata semua
peserta didik di kelas, dengan demikian asesmen diagnostik sangat penting sebelum mengikuti
pembelajaran sehingga akan diketahui kemampuan
dasar siswa dalam sebuah mata pelajaran.
DOKUMEN KEGIATAN
ASESMEN DIAGNOSTIK
UMPAN BALIK TEMAN SEJAWAT
1. Apakah rencana tindak lanjut sudah berdasarkan hasil Asesmen Diagnostik?
2. Apakah rencana tindak lanjut sesuai dengan strategi pembelajaran melibatkan peserta didik?
REFLEKSI
Setiap peserta didik di kelas memiliki kemampuan yang beragam, hasil dari asesmen dijadikan tujuan dalam
merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Guru sebagai pendidik harus dapat mengidentifikasi
kebutuhan peserta didik sehingga dapat meletakkan peserta didik dan merancang pembelajaran sesuai dengan
kemampuannya.
Terima Kasih