LAPORAN SEMENTARA
PRAKTIKUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS MODUL V
LUAS LANTAI PRODUKSI
Disusun oleh:
PLUG A / KELOMPOK 1
1. Afidiansa Pratama 122160088 2. Makmur Lienjeriski Manik 122170005
LABORATORIUM PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2020
No. Surat : 06/PT Adi Makmur/ PTLF/IV/2020 Perihal : Luas lantai produksi
Lampiran : Penjelasan luas lantai produksi Kepada Yth.
PT JAYA PTLF
Di Teknik Industri UPN “Veteran”
Yogyakarta Dengan hormat,
Dalam rangka menindak lanjuti Perancangan Tata Letak Fasilitas PT JAYA PTLF, maka bersama surat ini kami mengajukan rancangan lanjutan proyek perancangan pabrik backpack O1 yang berupa luas lantai produksi. Luas lantai produksi merupakan luas dari suatu tempat yang digunakan dalam guna mengelola suatu bahan untuk mengerjakan suatu proses produksi. Luas lantai produksi ini diperlukan untuk mengetahui luas area yang dibutuhkan dari masing – masing departemen dan luas pabrik itu sendiri
Melalui surat ini kami melampirkan dari penjelasan yang lebih rinci mengenai dari luas lantai produksi. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami, Yogyakarta, 12 April 2020
Nia a’yunin Person In Charge
Afidiansa Pratama Chief Executif Officer
Mengetahui
Berty Dwi Rahmawati, S.T., M.Sc President Director
LEMBAR ORISINALITAS
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama Anggota 1 : Afidiansa Pratama NPM Anggota 1 122160088
Nama Anggota 2 : Makmur Lienjeriski Manik NPM Anggota 2 122170005
Menyatakan bahwa Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas Modul V merupakan hasil karya kami sendiri. Apabila pernyataan ini terbukti tidak benar, kami bersedia untuk mempertanggungjawabkan dan menerima sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
Yogyakarta, 12 April 2020 Yang menyatakan
Afidiansa Pratama 122160088
Makmur Lienjeriski Manik 122170005
VII-4 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-4 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
7.1 Tujuan praktikum
Tujuan dari praktikum acara ini yaitu dapat memahami dan membuat Ongkos Material Handling (OMH), matriks ongkos, matriks aliran, dan tata letak awal serta fungsi perhiutngan dari OMH
7.2 Landasan teori
7.2.1 Ongkos Material Handling (OMH)
Di dalam merancang tata letak pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling) merupakan salah satu hal yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan. Pentingnya masalah pemindahan bahan ini karena tujuan utama dari pemindahan bahan berhubungan langsung dengan suatu cakupan yang luas yang berurusan dengan efisiensi produksi menyeluruh. Suatu ongkos yang timbul akibat adanya aktivitas material dari satu mesin ke mesin lain atau dari satu departemen kedepartemen lain yang besarnya ditentukan sampai pada suatu tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling adalah alat angkut yang digunakan, jarak pengangkutan dan cara pengangkutannya.
Satuannya adalah rupiah/meter gerakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan ongkos material handling adalah alat angkut yang digunakan, jarak pengangkutan dan cara pengangkutannya.
Selain kegunaan perhitungan ongkos material handling yang telah dijelaskan diatas, dengan tabel tersebut dapat diketahui kapasitas alat angkut maupun tenaga kerja yang digunakan.
7.2.2 Matriks Ongkos
Matriks ongkos adalah matriks yang menggambarkan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk melakukan perpindahan material dari satu departemen ke departemen lain. Pengisian matriks ongkos ini yaitu dengan menggunakan data dari routing sheet perhitungan ongkos material handling.
VII-5 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-5 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Matriks ongkos merupakan sebuah tabel berbentuk from-to-chart yang berisi hasil perhitungan ongkos pemindahan material untuk tiap tempat asal dan tujuan. Matriks ongkos diperlukan untuk mempermudah pembacaan ongkos pemindahan material sebagai rekapitulasi perhitungan ongkos pemindahan material dalam bentuk from-to-chart.
7.2.3 Matriks Aliran, Matriks Inflow, Matriks Outflow, dan Weight Matrix Matriks aliran adalah matriks yang menggambarkan dan memperhitungkan aliran material yang terjadi dari satu departemen ke departemen lain dalam waktu satu jam. Matriks aliran terdiri atas Matriks Inflow dan Matriks Outflow. Kedua matriks ini didapatkan dari hasil perhitungan Weight Matrix.
Matriks Inflow adalah suatu diagram atau peta yang memperlihatkan berapa flow yang masuk ke dalam suatu departemen dan dapat digunakan untuk mencari koefisien ongkos yang masuk dari suatu deppartemen ke departemen lainnya. Nilai koefisien inflow dapat didapatkan menggunakan rumus sebagai berikut :
Inflow : Xij / Yj
Dimana : Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j Yj = total berat komponen / jam yang masuk ke departemen j
Matriks Outflow adalah suatu diagram atau peta yang memperlihatkan beberapa flow yang keluar dari suatu departemen dan dapat digunakan untuk mencari koefisien ongkos yang keluar dari suatu departemen ke departemen yang lainnya. Nilai koefisien outflow dapat didapatkan menggunakan rumus sebagai berikut :
Outflow : Xij / Yj
Dimana : Xij = berat komponen / jam dari departemen i ke departemen j Yj = total berat komponen / jam yang keluar ke departemen j
Tujuan pembuatan Inflow Outflow adalah untuk mencari rute dari operasi yang satu ke operasi yang lain, yang akan meminimumkan total biaya pemindahan bahan atau ongkos material handling. Keuntungan pemetaan Inflow Outflow adalah membantu peningkatan efektifitas produksi. Dengan pembuatan diagram ini diharapkan dapat mengurangi ongkos transportasi dan material handling
VII-6 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-6 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
7.2.4 Skala Prioritas
Skala prioritas adalah ukuran kebutuhan yang tersusun dalam daftar berdasarkan tingkat kebutuhan yang dimulai dari kebutuhan paling penting sampai kebutuhan yang bersifat bisa ditunda pemenuhannya. Urutan prioritas suatu departemen terhadap departemen lain, sebagai dasar penyusunan perencanaan tata letak.
Skala prioritas ditentukan berdasarkan koefisien outflow, diurutkan mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil. Dengan kata lain departemen yang memiliki nilai koefisien outflow yang lebih besar memiliki prioritas yang lebih tinggi. Dalam Activity Relationship Diagram digunakan garis-garis yang menunjukkan hubungan kedekatan antar mesin. Kedekatan tersebut didefinisikan dengan beberapa ukuran menurut nilai outflow antar mesin :
– Berhubungan kuat : >1 s.d. 0.5 – Berhubungan sedang : 0.499 s.d. 0.1 – Berhubungan rendah : 0.09 s.d. >0
Pendefinisian lainnya adalah dengan melihat ketebalan garis. Semakin tebal garis maka semakin besar hubungan kedekatannnya.
7.3 Prosedur Praktikum
Pengumpulan data yang digunakan dalam menentukan kuantitas produksi yaitu menentukan dari urutan proses produksi serta jumlah komponen yang berdasarkan OPC, serta penggunaan dari routing sheet untuk menghitung dari total kuantitas produksi. Pengelompokan dari awal perpindahan pada tiap aliran bahan yang menjadi acuan untuk menentukan OMH. Menghitung dari jarak perpindahan, jenis transportasi, dan kuantitas dari pengangkutan dan selanjutnya menghitung dari seberapa besar frekuensi pengangkutan dan ongkos per meter dari tiap pengangkutan setelah itu menghitung total perhitungan dari ongkos yang diperlukan.
VII-7 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-7 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Perhitungan dari FTC mengacu pada perhitungan dari OMH. Menghitung matriks dari inflow dan outflow dengan melihat dari nilai dari masing – masing aliran yang berdasarkan dari table FTC. Setelah itu dapat menentukan dari tabel prioritas yang selanjutnya dapat digambarkan kedalam ATBD. Lalu penentuan jumlah sel untuk AAD yang hasil perhitungan sel di roundup.
7.4 Pengumpulan Data
7.4.1. Data luas area tiap – tiap bagian / departemen
Data luas area tiap – tiap bagian / departemen dapat dilihat pada Tabel 7.1.
Tabel 7.1 Luas area tiap departemen Kode Bagian/Departemen Luas (m²)
R Receiving 50.36
W Warehouse 103.41
MPL Meja Kerja Pola 439.53 MPT Meja Kerja Potong 2985.01
MI Meja Inspeksi 195.55
SN Single Needle 1451.2
DN Double Needle 150.79
CK Mesin Cangklong 97.77 PMS Meja Pengemasan 138.04
S Storage 138.6
SH Shipping 32.72
7.4.2. Data kuantitas produksi dan urutan produksi
Data yang diperlukan dalam praktikum acara ini adalah data kuantitas produksi dan urutan produksi. Data yang dibutuhkan dapat dilihat pada Tabel 7.2
Tabel 2.7 Kuantitas dan Urutan produksi Titik Awal
Perpindahan
Aliran
Bahan Komponen yang dipindahkan Kuantitas Komponen
r r-w
Kain Kanvas Biru Dongker (1.5 m x roll) 155 roll
kain parasut (1.5 m x roll) 215 roll
busa (1.2 x1 roll) 55 roll
jeans (1.2 x1 roll) 20 roll
strap 2 cm 25 roll
strap 5 cm 55 roll
lidah pengait 60 kardus
VII-8 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-8 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
slider 60 kardus
ring adjuser 40 kardus
strap 2 cm 500 roll
benang hitam 170 kardus
lakban 5 kardus
plastik 50 pack
kardus 50 tumpuk
kertas pola 10 kardus
W
w-mpl kertas pola
Outer Belakang 2 pcs
outer depan 2 pcs
outer bawah
kantong depan 2 pcs
outer atas kantong
depan 2 pcs
outer kanan
kantong tengah 2 pcs
outer kiri kantong
tengah 2 pcs
outer bawah 2 pcs
outer samping kiri 2 pcs
outer samping
kanan 2 pcs
outer penutup 2 pcs
Inner belakang 2 pcs
pembungkus 2 pcs
kantong charger
laptop dan hp 2 pcs
inner bawah
kantong depan 2 pcs
inner atas kantong
depan 2 pcs
inner kanan
kantong tenah 2 pcs
inner kiri kantong
tenah 2 pcs
inner bawah 2 pcs
inner penutup 2 pcs
inner depan 2 pcs
Isian Belakang 2 pcs
VII-9 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-9 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Tabel 7.2 Lanjutan Titik Awal
Perpindahan
Aliran
Bahan Komponen yang dipindahkan Kuantitas Komponen
w w-mpt
isian kantong laptop 2 pcs
tali handle 2 pcs
strap 2 cm strap bawab 2021 unit
strap 5 cm strap atas 2021 unit
Kain Kanvas Biru Dongker (1.5 m x
roll)
Outer Belakang 1011 unit
outer depan 1011 unit
outer bawah kantong depan 1011 unit
w
Kain Kanvas Biru Dongker (1.5 m x roll)
outer atas kantong depan 1011 unit
w-mpt
outer kanan kantong tengah 1011 unit outer kiri kantong tengah 1011 unit
outer bawah 1011 unit
outer samping kiri 1011 unit
outer samping kanan 1011 unit
outer penutup 1011 unit
kain parasut (1.5 m x roll)
Inner belakang 1011 unit
pembungkus 1011 unit
kantong charger laptop dan
hp 1011 unit
inner bawah kantong depan 1011 unit inner atas kantong depan 1011 unit inner kanan kantong tenah 1011 unit inner kiri kantong tenah 1011 unit
inner bawah 1011 unit
inner penutup 1011 unit
inner depan 1011 unit
busa (1.2 x1 roll) Isian Belakang 1011 unit isian kantong laptop 1011 unit
jeans (1.2 x1 roll) tali handle 1011 unit
w-sn
lidah pengait
Lidah pengait depan 1000 unit
Lidah pengait tengah 1000 unit
w-dn Lidah pengait utama 1000 unit
w-sn
slider
Slider depan 1000 unit
Slider tengah 1000 unit
w-dn Slider utama 1000 unit
w-dn ring adjuser ring adjuser 2000 unit
VII-10 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-10 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
W
w-ck strap 2 cm 1000 m
w-mps
Lakban 1 pcs 5 pcs
Plastik pcs 1000 pcs
Kardus 1 pcs 100 pcs
w-sn
Benang Hitam (1 roll)
S6A1
120 roll S5A1
S6A2 S5A2 S4A1 S6A3 S6A4 S5A3 S6A5 S6A6 S5A4 s4a2 S3A2 S2A2 S6A7 S5A5 S4A3 S6A8 S3A3 S1A2
w-dn S3A1
45 roll S2A1
S1A1
A
w-ck C1 1000 unit
mpl mpl-mpt Kertas pola
Outer Belakang 1 pola
outer depan 1 pola
outer bawah kantong depan 1 pola
outer atas kantong depan 1 pola
outer kanan kantong tengah 1 pola outer kiri kantong tengah 1 pola
outer bawah 1 pola
outer samping kiri 1 pola
VII-11 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-11 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Tabel 7.2 Lanjutan Titik Awal
Perpindahan
Aliran
Bahan Komponen yang dipindahkan Kuantitas Komponen
MPL mpl-mpt Kertas pola
outer samping kanan 1 pola
outer penutup 1 pola
Inner belakang 1 pola
pembungkus 1 pola
kantong charger laptop dan hp 1 pola inner bawah kantong depan 1 pola
inner atas kantong depan 1 pola
inner kanan kantong tenah 1 pola
inner kiri kantong tenah 1 pola
inner bawah 1 pola
inner penutup 1 pola
inner depan 1 pola
Isian Belakang 1 pola
isian kantong laptop 1 pola
tali handle 1 pola
mpt mpt-mi
Kain Kanvas Biru Dongker (1.5
m x roll)
Outer Belakang 1000 unit
outer depan 1000 unit
outer bawah kantong depan 1000 unit outer atas kantong depan 1000 unit outer kanan kantong tengah 1000 unit outer kiri kantong tengah 1000 unit
outer bawah 1000 unit
outer samping kiri 1000 unit
outer samping kanan 1000 unit
outer penutup 1000 unit
kain parasut (1.5 m x roll)
Inner belakang 1000 unit
pembungkus 1000 unit
kantong charger laptop dan hp 1000 unit inner bawah kantong depan 1000 unit inner atas kantong depan 1000 unit inner kanan kantong tenah 1000 unit inner kiri kantong tengah 1000 unit
inner bawah 1000 unit
inner penutup 1000 unit
inner depan 1000 unit
busa (1.2 x1
roll) Isian Belakang 1000 unit
VII-12 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-12 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
mpt mpt-mi
isian kantong laptop 1000 unit
jeans (1.2 x1 roll) tali handle 1000 unit
strap 2 cm strap bawab 2000 unit
strap 5 cm strap atas 2000 unit
mi
mi-sn
S6A1 1000 unit
S5A1 1000 unit
S6A2 1000 unit
S5A2 1000 unit
S4A1 1000 unit
S6A3 1000 unit
S6A4 1000 unit
S5A3 1000 unit
S6A5 1000 unit
S6A6 1000 unit
S5A4 1000 unit
S4A2 1000 unit
S3A2 1000 unit
S2A2 1000 unit
S6A7 1000 unit
S5A5 1000 unit
S4A3 1000 unit
S6A8 1000 unit
S3A3 1000 unit
S1A2 1000 unit
mi-dn
S3A1 1000 unit
S2A1 2000 unit
S1A1 2000 unit
A 1000 unit
sn
sn-dn S3A1 1000 unit
sn-dn S2A1 1000 unit
dn dn-ck C1 1000 unit
ck ck-mi C1 1000 unit
mi mi-pms backpack o1 1000 unit
pms pms-s backpack o1 100 kardus
s sh backpack o1 500 kardus
7.4.3. Data ukuran material yang dipindahkan
Data ukuran material yang dipindahkan dapat dilihat pada Tabel 5.3
VII-13 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-13 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
7.4.4. Data alat angkut, kapasitas, dan biaya
Data alat angkut, kapasitas, dan biaya dapat dilihat pada Tabel 7.3 sTabel 7.3 Data alat angkut, kapasitas, dan biaya
No Jenis
Transportasi
Jenis Beban (kg)
Ongkos (Rp/m)
1 Trolley 300 10
2 Forklift 12000 12
7.4.5. Data mesin dan kode warna
Data mesin dan kode warna dapat dilihat pada Tabel 7.3 Tabel 7.3 Data mesin dan kode warna No Kode Bagian/Departemen Warna
1 R Receiving
2 W Warehouse
3 MPL Meja Kerja Pola
4 MPT Meja Kerja Potong
5 MI Meja Inspeksi
6 SN Single Needle
7 DN Double Needle
8 CK Mesin Cangklong
9 PMS Meja Pengemasan
10 S Storage
11 SH Shipping
7.4.6. Data kebutuhan bahan baku per lead time
Data kebutuhan bahan baku per lead time dapat dilihat pada table 5.7 7.5 Pengolahan Data
7.5.1. Ongkos Material Handling
Hasil perhitungan ongkos material handling dapat dilihat pada Tabel 7.5 berikut.
VII-15 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-15 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
VII-17 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-17 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
VII-19 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-19 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
VII-20 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-20 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
= Kebutuhan bahan baku x lead time
= 155 roll
2. Jumlah kuantitas material yang dipindahkan
= roundup(kuantitas komponen/Jumlah komponen 1 unit material)
= 155 roll 3. Total Kuantitas
= jumlah seluruh material yang dipindahkan
= 155 roll
4. Jarak yang dipindahkan
= ½ √luas awal + ½ √luas tujuan
= ½ √50.36 + ½ √103.41
= 8.63 m
5. Kuantitas pengangkutan
= (panjang alat angkut/ panjang komponen) x(lebar alat angkut/ lebar komponen) x (tinggi alat angkut/ tinggi komponen)
= 11 x1 x 3
= 33 6. Frekuensi
= roundup(Total kuantitas / kuantitas pengangkutan)
= roundup(155/33+215/33+55/20+20/20+25/3192+55/1288+60/+420/
+40/420 )
= 16
7. Total Ongkos
=Frekuensi x jarak x ongkos x lead time
=21 x 12 x 8.633 x 1
=2175.5
8. Ongkos material handling untuk trolley
VII-21 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-21 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Biaya per satuan jarak (depresiasi) = 20.0000 x 1 x 1 5 x 300 x 7 = 1904.00
Jarak pengangkutan tiap jam = jarak tempuh x 1 hari 8 jam kerja
= 10000 x 1
8
= 1,250.00
= 3500 + 1,250 + 7000 = 12404
= Rp. 12.404 1.250
= Rp 49.6,00
= Rp 10 ,00 9. Ongkos material handling untuk forklift
Biaya per satuan jarak (depresiasi) = (investasi x 1 tahun x 1 hari) umur ekonomi x 300 hari x 8 jam kerja
Biaya per satuan jarak (depresiasi) = 50.0000 x 1 x 1 5 x 300 x 7 = 4761.00
Jarak pengangkutan tiap jam = jarak tempuh x 1 hari 8 jam kerja
= 15000 x 1
8
= 1,875.00
= 5,000 + 20,000 + 4761 + 10,000 = 22261
= Rp. 22261
1875 = Rp 12
VII-22 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-22 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
perhitungan FTC jarak dapat dilihat pada Tabel 7.6 berikut Tabel 7.6 matriks jarak
F/T R W MPL MPT MI SN DN CK MPS S SH TOTAL
R 8.632 8.632
W 15.567 32.402 24.131 11.224 10.028 10.959 104.313
MPL 37.800 37.800
MPT 34.309 24.131 11.224 34.309
MI 26.039 13.131 12.866 52.037
SN 25.187 25.187
DN 11.083 11.083
CK 11.935 11.935
MPS 11.760 11.760
S 8.746 0
TOTAL 0 8.632 15.567 70.202 46.245 50.171 49.542 21.112 23.825 11.760 8.746 Contoh Perhitungan : From W Total
= 15.57 + 32.40 + 24.13 + 11.22 + 10.02 + 10.959 = 104.31
Hasil perhitungan FTC frekuensi dapat dilihat pada Tabel 7.7 berikut.
Table 7.7 matriks frekuensi
F/T R W
MP L
MP
T MI SN DN CK
MP
S S SH
TOTA L
R 20 20
W 10 23 5 4 3 3 48
MPL 1 1
MPT 43 43
MI 48 6 10 64
SN 4 4
DN 10 10
CK 10 10
MPS 4 4
S 17 17
TOTA
L 20 10 24 53 53 14 13 13 4 17
Contoh Perhitungan :
From W, Total = 10 + 23 + 5 + 4 + 3 + 3 = 48
Hasil perhitungan FTC ongkos dapat dilihat pada Tabel 7.8 berikut.
VII-23 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-23 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Table 7.8 matriks ongkos
F/T R W MPL MPT MI SN DN CK MPS S SH TOTAL
R 12 12
W 10 10 10 10 10 10 60
MPL 10 10
MPT 10 10
MI 10 10 10 30
SN 10 10
DN 10 10
CK 10 10
MPS 12 12
S 12 12
TOTAL 0 12 10 20 20 20 30 20 20 12 12
Contoh Perhitungan : From W Total = 10 + 10 + 10 + 10 + 10 + 10
= Rp60
Hasil perhitungan FTC total ongkos dapat dilihat pada Tabel 7.9 berikut.
Tabel 7.9 matriks total ongkos
Contoh Perhitungan : From W
Total = 7783.510 + 37262.481 + 6032.977 + 2244.872 + 1504.270 + 1643.858
= Rp. 5671.97 7.5.3. Matriks Inflow
Terdapat 1 matriks inflow yang dibuat pada praktikum kali ini yaitu dalam bentuk total ongkos. Hasil perhitungan matriks inflow total ongkos dapat dilihat pada Tabel 7.10 berikut.
VII-24 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-24 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
W 1 0.951 0.088 0.200 0.213 0.203
MPL 0.048
MPT 0.925
MI 0.912 0.351 0.796
SN 0.448
DN 0.786
CK 0.074
MPS 1
S 1
TOTAL 0.00 1 1 1 1 1 1 5 1 1 1
Contoh Perhitungan : To MPT Total = 0.951 + 0.048
= 1
7.5.4. Matriks Outflow
Terdapat 1 matriks outflow yang dibuat yaitu dalam bentuk total ongkos.
Hasil perhitungan matriks outflow total ongkos dilihat pada Tabel 7.11 berikut.
Tabel 7.11 Matriks outflow
F/T R W MPL MPT MI SN DN CK MPS S SH TOTAL
R 1 1
W 0.137 0.659 0.106 0.039 0.026 0.029 1
MPL 1 1
MPT 1 1
MI 0.857 0.054 0.088 1
SN 1 1
DN 1 1
CK 1 1
MPS 1 1
S 1 1
Contoh Perhitungan : From W
Total = 0.137 + 0.659 + 0.106 + 0.039 + 0.026 + 0.029
= 1
7.5.5. Tabel Prioritas
Hasil perhitungan tabel prioritas dapat dilihat pada Tabel 7.14 berikut.
VII-25 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-25 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Tabel 7.12 Tabel Prioritas
1 2 3 4 5 6
R W 1
W MPT 0.659 MPL 0.137 SN 0.106 DN 0.039 MPS 0.029 CK 0.026
MPL MPT 1
MPT MI 1
MI SN 0.857 MPS 0.088 DN 0.054
SN DN 1
DN CK 1
CK MI 1
MPS S 1
S SH 1
Angka pada tabel prioritas didapat dati matriks outflow 7.5.6. Tata Letak Awal
Berikut merupakan ATBD (Activity Template Block Diagram) yang telah digambarkan.
I=MPT II= I=MPT II=MPL I=W II=
U= V=MPS U=
MPL W R
X= VI=CK X=
III= O= III=SN IV=DN III= IV=
I=MI II= I=SN II=MPS I=DN II=
V= V= V=
MPT MI SN
VI= VI= VI=
III= IV= III=DN IV= III= IV=
I=S II= I=MI II= I=CK II=
V= V= V=
MPS CK DN
VI= VI= VI=
III= IV= III= IV= III= IV=
I=SH II= I= II=
U= V=
S SH
X= VI=
III= IV= III= IV=
Gambar 7.1 Activity Template Block Diagram (ATBD)
Hasil perhitungan jumlah sel tiap-tiap departemen dapat dilihat pada Tabel 7.15 berikut.
VII-26 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-26 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
R Receiving 50.36 3.14 4
W Warehouse 103.41 6.46 7
MPL Meja Kerja Pola 439.53 27.47 28
MPT Meja Kerja Potong 2985 186.56 187
MI Meja Inspeksi 195.55 12.22 13
SN Single Needle 1451.2 90.70 91
DN Double Needle 150.79 9.42 10
CK Cangklong 97.77 6.11 7
MPS Meja Pengemasan 138.04 8.62 9
S Storage 138.6 8.62 9
SH Shipping 32.72 2.4 3
Contoh perhitungan
Jumlah sel departemen Receiving Jumlah sel = Luas / 16
= 50.36 / 16
= 3.14
Jumlah sel roundup = roundup(3.14) = 4 sel
7.5.7. Gambar Tiap Departemen
` Berikut ditampilkan gambar dari tiap-tiap departemen dalam bentuk sel yang terdiri dari receiving, warehouse, Meja kerja pola, Meja kerja potong, single needle, double needle, mesin cangklong, meja inspeksi, meja pengemasan, storage, shipping.
1. .Receiving
R R R R
Gambar 7.2 Sel receiving 2. Warehouse
W W W W W W W
Gambar 7.3 Sel warehouse
VII-27 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-27 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
3. Meja Kerja pola
MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL
MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL
MPL MPL MPL MPL
Gambar 7.4 Sel meja kerja pola 4. Double Needle
DN DN DN DN
DN DN DN DN DN DN
Gambar 7.7 Sel Double Needle 5. Mesin Cangklong
CK CK CK
CK CK CK CK
Gambar 7.8 Sel Mesin Cangklong 6. Meja Inspeksi
MI MI
MI MI MI
MI MI MI
MI MI MI
MI MI
Gambar 7.9 Sel Meja inspeksi 7. Meja Pengemasan
MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS
Gambar 7.9 Sel meja pengemasan
VII-28 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-28 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
Gambar 7.10 Sel Storage 9. Shipping
SH SH SH
Gambar 7.11 Sel Shipping 10. Single Needle
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN
SN SN SN SN SN SN
SN SN
Gambar 7.6 Sel single needle
VII-29
Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-29
Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 11. Meja Kerja Potong
MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT
Gambar 7.5 Sel meja kerja potong
VII-30
Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-30
Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL W W W W W W W R R R R
MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPL MPT MPT MPT MPT MPT MPT SN SN SN SN SN
MPL MPL MPL MPL MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT SN SN
MPT MPT MPT MPT MPT MPT SN SN
MPT MPT SN SN
MPT MPT SN SN
MPT MPT SN SN
MPT MPT SN SN
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT SN SN
MPT MPT MI MI SN SN SN SN SN SN SN
MPT MPT MI MI SN SN
MPT MPT MI MI SN SN
MPT MPT MPT MPT MPT MI MI MI SN SN SN SN SN
MPT MPT MPT CK CK CK MI MI DN DN DN DN SN SN
MPT MPT MPT MPT MPT MPT MPT CK CK CK CK DN DN DN DN DN DN SN SN SN SN SN SN
MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS MPS S S S S S S S S S SH SH SH SN SN
Gambar 7.12 Tata letak keseluruhan
VII-31 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-31 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
7.1 Analisis
Pada perhitungan Ongkos Material Handling (OMH) didapat bahwa OMH untuk trolley Rp 10 dan forklift Rp 12, biaya ongkos tersebut dipengaruhi oleh gaji pegawai, tingkat kesulitan dan material pendukung seperti bahan bakar dan perawatan. Dari OMH yang didapat maka diperoleh biaya ongkos dari receiving ke warehouse sebesar Rp 2071.866, dari warehouse ke meja pola sebesar Rp 7738.51, dari warehouse ke meja pemotongan sebesar Rp 37262.481, dari warehouse ke single needle sebesar Rp 6032.97, dari warehouse ke double needle sebesar Rp 2244.85, dari warehouse ke mesin cangklong sebesar Rp 1504.2, dari warehouse ke meja pengemasan sebesar Rp 1643.13, dari meja pola ke meja pemotongan sebesar Rp 1890, dari meja pemotongan ke meja inspeksi sebesar Rp 73765, meja inspeksi ke single needle sebesar Rp 113271.1, dari single needle ke double needle sebesar 5037.400, dari meja inspeksi ke double needle sebesar 3939.537, dari double needle ke mesin cangklong Rp 5541, dari mesin cangklong ke meja inspeksi sebesar Rp 5967, dari meja inspeksi ke meja pengemasan sebesar Rp 6433.24, dari meja pengemasan ke storage sebesar Rp 2822.62 dan dari storage ke shipping sebesar Rp 1784.42. Dari data ongkos tersebut maka dapat dicari matriks ongkos yang baik digunakan untuk menyusun tata letak awal.
Dalam mencari tata letak awal maka dilihat dari tabel prioritas yang didapat dari nilai outflow tabel from to chart total ongkos. Dari data tersebut maka dapat diketaui departemen mana yang harus saling bersebelahan dan memiliki prioritas lebih. Setelah itu mencari jumlah sel yang digunakan untuk menggambarkan luasan yang nantinya digunakan untuk menentukan luas tata letak awal.
7.2 Kesimpulan
Dalam mencari tata letak awal maka diperlukan data OMH yang digunakan untuk mencari total ongkos yang dikeluarkan. Setalah itu maka dapat dibuat matriks ongkos yang nantinya digunakan untuk mencari tabel prioritas, yang digunakan sebagai dasar peletakan departemen.
VII-32 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020 VII-32 Laporan Praktikum Perancangan Tata Letak Fasilitas 2020
DAFTAR PUSTAKA
IZ. Sutalaksana, dkk. 2001. Teknik dan Tata Cara Kerja, ITB. Departemen Teknik Industri
Rahadian, F. G. (2011). Model Rute Transportasi Milkrun Dari Pengadaan Komponen Pada Pabrik Kendaraan Bermotor Dan Analisa Kelayakan Investasi Pengadaan Armada Pengangkutan. (Studi Kasus PT ISI). Jakarta: Departemen Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia
Ika Shinta M..dkk (2016). Analisis Kelayakan Investasi Pengadaan Alat Angkut Material untuk Meminimalkan Biaya Logistik (Studi Kasus: PT. Tiki Cabang Solo). Surakarta: Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Siti Rohana Nasution, Hari Purwanto (2015). Usulan Rancangan Ulang Tata Letak Mesin Di Pt. Korosi Specindo. Jakarta : Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta