MODUL AJAR
ELEMEN KOMPONEN ELEKTRONIKA AKTIF DAN PASIF 1. Nama Penyusun : Dra. Bertha
2. Program Keahlian : Teknik Elektronika
3. Instansi : SMK Negeri 3 Jayapura
4. Tahun Ajaran : 2023/2024
5. Fase/Kelas/Semester : E/X/II
6. Alokasi Waktu : 3 x 12 JP
7. Jumlah Pertemuan : 6 X 6 JP X 45 Menit A. Capaian Pembelajaran
Pada akhir fase E peserta didik mampu memahami komponen elektronika pasif dan aktif, membaca nilai komponen sesuai kodenya, mengenal hukum elektronika dasar (hukum Ohm – K irchoff)
B. Pembelajaran
1. Tujuan Pembelajaran (TP) dan Indikator/Kriteria Keberhasilan 9.1 Memahami komponen elektronika pasif dan aktif
9.2 Memahami pembacaaan nilai komponen pasif dan aktif sesuai kode 9.3 Mengenal hukum elektronika dasar (hukum Ohm – Kirchoff)
Indikator:
9.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan komponen elektronika pasif 9.1.2 Peserta didik mampu menjelaskan komponen elektronika aktif 9.1.3 Peserta didik mampu menjelaskan fungsi komponen elektronika pasif 9.1.4 Peserta didik mampu menjelaskan fungsi komponen elektronika aktif
9.1.5 Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis komponen elektronika pasif 9.1.6 Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis komponen elektronika aktif
Rencana Asesmen Indikator/Kriteria
Keberhasilan 9.1.1 Peserta didik mampu
menjelaskan
komponen elektronika pasif
Instrumen Asesmen
Asesmen Formatif Asesmen Asesmen
Asesmen proses Awal
Sumatif Tugas Tes lisan
Cheklist observasi 9.1.2 Peserta didik mampu
menjelaskan
komponen elektronika aktif
Cheklist observasi 9.1.3 Peserta didik mampu
menjelaskan fungsi komponen elektronika pasif
Cheklist observasi 9.1.4 Peserta didik mampu
menjelaskan fungsi komponen elektronika aktif
Cheklist observasi 9.1.5 Peserta didik mampu
mengidentifikasi jenis- jenis komponen elektronika pasif
Cheklist observasi 9.1.6 Peserta didik mampu
mengidentifikasi jenis- jenis komponen elektronika aktif
Cheklist observasi
2 Langkah Pembelajaran Pertemuan ke-1
Indikator/kriteria keberhasilan pada pertemuan ke-1
9.1.1 Peserta didik mampu menjelaskan komponen elektronika pasif 9.1.2 Peserta didik mampu menjelaskan komponen elektronika aktif 9.1.3 Peserta didik mampu menjelaskan fungsi komponen elektronika pasif 9.1.4 Peserta didik mampu menjelaskan fungsi komponen elektronika aktif
1) Kegiatan Pembuka
a. Peserta didik bersama guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa, presensi dan membuat kesepakatan terkait aktivitas pembelajaran yang akan dila kukan
b. Peserta didik menyimak informasi terkait tujuan pembelajaran, penugasan dan penilaian serta melakukan apersepsi untuk menggali pengalaman yang dimiliki pe serta didik sebagai landasan menuju ke topik yang dibahas
c. Guru melaksanakan asesmen awal untuk mengetahui kesiapan belajar peserta didik dengan tes lisan
No. Pernyataan
1. Apakah kalian tahu perbedaan komponen pasif dan aktif?coba jelaskan 2. Menurut kalian apa fungsi komponen Resistor?
3. Apakah kalian tahu apa symbol dari komponen Kapasitor?
4. Apakah kalian dapat menjelaskan apa perbedaan resistor tetap dan resistor variabel?
5. Dapatkah kalian menggambarkan symbol ?
6. Apakah kalian bisa menyebutkan istilah-istilah busana?
7. Apakah kalian dapat menjelaskan yang dimaksud dengan desain?
8. Apakah kalian dapat menyebutkan contoh busana sederhana?
Selanjutnya guru mengobservasi untuk mengetahui kesiapan belajar peserta didik dalam memahami topik yang diajarkan, dengan kriteria, sebagai berikut.
a) Jika peserta didik tidak bisa menjawab pertanyaan, maka akan dikelompokkan pada kelompok belum siap.
b) Jika peserta didik mampu menjawab 2 sampai 6 pertanyaan, maka akan dikelompokkan pada kelompok siap.
c) Jika peserta didik mampu menjawab semua pertanyaan, maka akan dikelompokkan pada kelompok menguasai.
Pengelompokkan Peserta Didik
Kelompok Belum Siap Kelompok Siap Kelompok
Menguasai Peserta didik belum Peserta didik sudah menguasai
prasyarat yang diperlukan untuk mempelajari topik
Peserta didik
menguasai prasyarat sudah
yang diperlukan untuk menguasai topik
mempelajari topik 2) Kegiatan Inti
a. Dari hasil asesmen awal yang dilaksanakan, maka guru merancang pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:
Langkah Pembelajaran (Diferensiasi Proses)
Kelompok Belum Siap Kelompok Siap Kelompok Menguasai Diberikan materi yang Pembelajaran sesuai Pembelajaaran sesuai dibagikan dalam bentuk rencana rencana
link dan didampingi oleh Menjadi tutor sebaya Guru
b. Peserta didik kelompok belum siap secara materi maka akan didampingi oleh guru dalam mempelajari materi pada link berikut:
Link materihttps://www.thinksphysics.com/2020/04/komponen-komponen- elektronika-pasif-dan-aktif.html#google_vignette
https://www.kelasplc.com/pengertian-komponen-elektronika-aktif-dan-pasif/
c. Peserta didik kelompok siap belajar secara mandiri untuk menganalisis teori dasar terkait komponen elektronika pasif dan aktif dengan membaca materi pada link berikut:
Link materihttps://www.thinksphysics.com/2020/04/komponen-komponen- elektronika-pasif-dan-aktif.html#google_vignette
https://www.kelasplc.com/pengertian-komponen-elektronika-aktif-dan-pasif/
d. Guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok untuk mengembangkan dimensi gotong-royong, dimana di dalam kelompok ada kelompok belum siap, siap dan kelompok menguasai (sebagai tutor sebaya) un tuk berdiskusi tentang komponen elektronika pasif dan aktif.
e. Guru memandu peserta didik untuk melakukan diskusi/tanya jawab. LKPD bisa diakses pada link berikut (terlampir)
Link LKPD
f. Guru melaksanakan asesmen proses, ketika peserta didik berdiskusi. Instrumen yang digunakan, yaitu:
Tujuan Pembelajar
an
Indikator/Kriteria
Keberhasilan Kegiatan yang Dilakukan
Kompeten
Sudah
Belum
"Catatan:
tindakan perbaikan
untuk mencapai Indikator/krit
keberhasilaeria n"
9.1 Memah 9.1.1 Peserta didik Mencari tahu dan
ami mampu berdiskusi dalam
kompo menjelaskan kelompok
nen komponen mengenai
elektro elektronika pengertian
nika pasif lektronika pasif
pasif 9.1.2 Peserta didik Mencari tahu dan
dan mampu berdiskusi dalam
aktif menjelaskan kelompok
komponen mengenai elektronika komponen aktif elektronika aktif 9.1.3 Peserta didik Mencari tahu dan
mampu berdiskusi
menjelaskan mengenai fungsi fungsi dari komponen komponen elektronika pasif elektronika
pasif
9.1.4 Peserta didik Mencari tahu dan
mampu berdiskusi
menjelaskan mengenai fungsi fungsi dari komponen komponen elektronika aktif elektronika
aktif
g. Dari asesmen proses yang dilaksanakan guru dapat memberikan bimbingan bagi peserta didik yang belum mencapai indikator
h. Peserta didik yang telah menguasai indikator dijadikan tutor sebaya bagi peserta didik yang belum mencapai indikator
i. Peserta didik menyimak penguatan dari guru terkait hasil diskusi j. Peserta didik menerima masukkan dari guru sebagai penguatan 3) Kegiatan Penutup
1) Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan, meliputi.
Bagimana pengalaman kalian dalam mempelajari materi hari ini?
Apa saja yang sudah kalian pelajari?
Bagian mana dari materi yang sudah dikuasai, yang belum dikuasai dan apa yang ingin dipelajari lebih lanjut?
2) Tindak Lanjut
Tindak lanjut setelah mempelajari semua indikator, peserta didik diminta untuk mencari literatur lainnya sebagai pengayaan dan untuk memperda lam pengetahuan mereka
Tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya peserta didik diminta untuk mencari jenis-jenis komponen elektronika pasif dan aktif.
Pertemuan ke-2
Indikator/kriteria keberhasilan pada pertemuan ke-2
9.1.5 Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis komponen elektronika pasif 9.1.6 Peserta didik mampu mengidentifikasi jenis-jenis komponen elektronika aktif 1) Kegiatan Pembuka
a. Peserta didik bersama guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan berdoa, presensi dan membuat kesepakatan terkait aktivitas pembelajaran yang akan dila kukan
b. Guru melakukan apersepsi (menggali pengalaman yang dimiliki peserta didik sebagai landasan menuju ke topik yang akan dibahas) serta peserta didik diajak untuk mengingat kembali materi pertemuan sebelumnya tentang dasar busana c. Peserta didik menyimak informasi terkait tujuan pembelajaran, penugasan dan
penilaian
d. Asesmen awal dilihat dari hasil asesmen proses yang dilaksanakan pada pertemuan sebelumnya, diperoleh peserta didik dengan kategori siap dan menguasai untuk melanjutkan indikator
Pengelompokkan Peserta Didik
Kelompok Siap Kelompok Menguasai
Peserta didik sudah menguasai prasyarat
yang diperlukan untuk mempelajari topik Peserta didik sudah menguasai topik
2) Kegiatan Inti
1) Dari data hasil asesmen proses pertemuan sebelumnya, maka guru merancang pembelajaran berdiferensiasi sebagai berikut:
Langkah Pembelajaran (Diferensiasi Proses)
Kelompok Siap Kelompok Menguasai
Melaksanakan pembelajaran Melaksakan pembelajaran sesuai rencana sesuai rencana yakni yakni menjawab LKPD terkait jenis-jenis menjawab LKPD terkait jenis- komponen elektronika pasif dan aktif.
jenis komponen elektronika Peserta didik juga dianjurkan mencari literasi pasif dan aktif. dari berbagai sumber terkait indikator pada
pertemuan ke-2 untuk menambah wawasan dan keterampilannya
2) Peserta didik melakukan studi literatur tentang menjawab LKPD terkait jenis- jenis komponen elektronika pasif dan aktif secara mandiri untuk mengembangkan kemandirian dan kreatifitas.
3) Peserta didik dapat membaca rangkuman materi pada link yang sudah disediakan oleh guru
Materi terlampir
4) Guru membagi peserta didik kedalam 5 kelompok untuk mengembangkan dimensi gotong-royong, dimana di dalam kelompok ada kelompok siap dan
kelompok menguasai (sebagai tutor sebaya) untuk berdiskusi, dalam menjawab LKPD yang telah disiapkan.
5) Guru memandu peserta didik untuk berdiskusi menjawab LKPD terkait jenis- jenis komponen elektronika pasif dan aktif (Terlampir).
6) Guru melakukan observasi ketika peserta didik berdiskusi, membuat desain dan pola sederhana. Instrumen yang digunakan, yaitu.
Tujuan
Pembelajaran Indikator/Kriteria Keberhasilan
Kegiatan Dilakukanyang
Kompeten
Sudah
Belum
"Catatan:
tindakan perbaikan untuk
mencapai Indikator/kriteria
keberhasilan"
9.1 Memahami 9.1.5 Peserta Mencari
komponen didik mampu tahu dan
elektronika mengidentifikasi berdiskusi pasif dan aktif jenis-jenis dalam
komponen kelompok
elektronika pasif mengenai jenis komponen elektronika pasif 9.1.6 Peserta Mencari didik mampu tahu dan mengidentifikasi berdiskusi
jenis-jenis dalam
komponen kelompok
elektronika pasif mengenai jenis komponen elektronika aktif
7) Peserta didik menyimak penguatan dari guru terkait hasil desain dan pola busana sederhana
8) Peserta didik menerima masukkan dari guru sebagai penguatan
3) Kegiatan Penutup 1) Refleksi
Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilakukan, meliputi.
Apa saja yang sudah kalian pelajari?
Bagian mana dari materi yang sudah dikuasai, yang belum dikuasai dan apa yang ingin dipelajari lebih lanjut?
2) Tindak lanjut
Tindak lanjut setelah mempelajari semua indikator, peserta didik diminta untuk mencari literatur lainnya sebagai pengayaan dan untuk memperda lam pengetahuan mereka.
Tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya peserta didik diminta untuk mencari informasi/literatur tetang pembacaaan nilai komponen pasif dan aktif sesuai kode.
10 Media Pembelajaran
a. Sarana dan Prasarana
Laptop
LCD/Infokus
Komponen elektronika pasif
Komponen elektronika aktif b. Bahan Bacaan pada link berikut
bacaanTerlampir c. LKPD
LKPD terlampir
Komponen-Komponen Elektronika Pasif dan Aktif
Papan rangkaian baik berupa PCB,CCB,Protoboard maupun Veroboard dengan cara disolder atau tidak menempel langsung pada papan rangkaian (dengan alat penghubung lain, misalnya kabel). Komponen elektronika ini terdiri dari satu atau lebih bahan elektronika,yang terdiri dari satu atau beberapa unsur materi dan jika disatukan, untuk desain rangkaian yang diinginkan dapat berfungsi sesuai dengan fungsi masing-masing
Ada tiga jenis komponen elektronik yang dikenal dikalangan saintis dan teknisi yaitu komponen aktif, komponen pasif, dan komponen penunjang. Adapun yang tergolong dalam komponen aktif Transistor, Dioda, dan rangkaian terpadu (Integrated Circuit, IC).
Komponen komponen aktif hanya dapat bekerja atau berfungsi jika diberi catu daya luar.
Sedangkan yang tergolong dalam komponen pasif yaitu Resistor, Kapasitor, Induktor, dan Transformator. Komponen pasif merupakan komponen-komponen yang tidak dapat (dengan sendirinya) membangkitkan tegangan atau arus. Dengan kata lain, komponen pasif adalah komponen yang dapat bekerja tanpa catu daya. Komponen penunjang merupakan komponen pelengkap yang tidak harus ada, seperti saklar, konektor, sekring, relay, dan sebagainya (Haris, 2015).
1. KomponenPasif
a. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang memang didesain memiliki dua kutup yang nant inya dapat digunakan untuk menahan arus Listrik apabila di aliri tegangan Listrik antara kedu a kutub tersebut. Resistor biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit elektronik.
Tak Cuma itu, komponen yang satuini juga yang paling sering digunakan di antara komponen lainnya. Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan isolator yang didalamnya menga ndung nilai tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang diinginkan.
Agar dapat menggunakan resistor dengan baik kita perlu mengetahui beberapa hal seperti bahan pembuatnya, nilai resistansiya [dinaytakan dalam Ohm (Ω), kiloohm (kΩ), atau Diizinkan dari nilai tertera),
Harus sama atau lebih besar dari pada disi pasi daya maksimunnya), derau dan perilakunya pada frekuensitinggi (Haris, 2015).
b. Kapasitor
Kapasitor adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik. Sebagai akib atnya, kapasitor merupakan suatu penampang (reservoir) Dimana muatan dapat disimpan dan kemudian dilepaskan secara perlahan. Aplikasi- aplikasinya yang umum meliputi kap asitor penampung dan kapasitor penghalus (filter) yang digunakan pada catu daya, penc ampuran sinyal-sinyal ac di antara tahapan-tahapan (stage) amplifier, dan pemisah sinyal- sinyal dalam catudaya (dengan kata lain secara efektif mentanamkan catu daya untuk siny al-sinyal (Haris,2015).
c. Induktor
Sebenarnya setiap inductor dengan sembarang bentuk selalu mempunyai induktans, namun umumnya harganya kecil, kecuali untuk perubahan arus dengan frekuensi y ang cukup besar. Suatu bentuk kawat yang sengaja dibuat agar mempunyai induktans relative besar dinamakan induktor, dan umumnya yang terdiri dari beberapa lilitan (Pur wadi, 2010).
d. Transformator
Pada dasarnya transformator merupakan suatu komponen pasif dengan 4 (empat) atau lebih ujung pada 2 (dua) bagian yang disebut bagian primer dan sekunder.
Transformator digunakan untuk mengubah tegangan bolak-balik pada primer menjadi tegangan bolak-balik pada sekunder,dengan menggunakan prinsip fluks magnetik.
Tranformator juga Digunakan untuk transformasi impedansi (Haris, 2015).
2. KomponenAktif a. Dioda
Komponenini memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap aliran arus pa da
satuarah dan resistansi yang sangat tinggi pada arah yang berlawanan. Karakteristik ini memungkinkan diode digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang menuntut rangkaian untuk memberikan tanggapan yang berbeda sesuai dengan arah arus yang mengalir didalamnya(
Haris, 2015).
b. Transistor
Dioda adalah salah s a t u satu komponen aktif yang dihasilkan oleh Persambungan antara bahan semi konduktor tipe –
P dan tipe –N.
Transistor merupakan komponen yang sangat pentingdalam dunia elektronik modern. Da lam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber Listrik stabil (stabilisator) dan penguatsinyal radio.Da lam rangkaian-rangkaian digital,transistor. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rang kaian lainnya (Wikipedia, 2016).
c. Integrated Circuit (IC) Ra
n g k a i a n t e rp a d u ( I n t e g r a t ed C ir c u i t – I C ) adalah rangkaian kompleks yang dibuat pada sebuah irisan kecil silikon. Rangkaian terpadu dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif (transistor dan dioda). Bahkan beberapa aplikasi khusus (seperti penguat level tinggi), rangkaian terpadu telah menggantikan Sebagian besar rangkaian diskrit konv ensional.
Rangkaian terpadu dibagi menjadi dua kelas umum, linier (analog) dan digital (TTL, Tr a n s i s t o r , Tr a n s i s t o r l o g i c ). Contoh tipikal dari rangkaian terpadu linier adalah operasional Am plifier (OpAmp). Sedangkan contoh tipikal dari rangkaian terpadu digital adalah gerbang- gerbang logika. Sejumlah perangkat menjembatani jurang pemisah antara dunia analog d an digital seperti converter analog - digital (ADC), converter digital – analog (DAC), d an pencacah waktu (timer) (Haris, 2015).
KODE WARNA DAN ANGKA PADA
KOMPONEN ELEKTRONIKA DASAR - RESISTOR
Dalam bidang elektro pasti akan berhubungan dengan pembacaan kode warna dan kode angka pada komponen elektronik. Bila ingin memulai untuk belajar elektronika pada tingkat dasar memang dituntut harus tahu cara membaca kode warna dan kode angka dan juga membaca skema rangkaian. Masing-masing komponen elektronik memiliki symbol tertentu dalam membaca bentuk komponen dan skema rangkaiannya.
Elektronika Dasar MengenalKomponenElektronikberupa Resistor
Resistor (tahanan, hambatan, Werstan) merupakan komponen elektronik yang memiliki d ua kaki dari kawat (resistor lama) yang dirancang untuk mengatur alur tegangan dan arus Listrik dengan resistansi tertentu (tahanan) dapat menghasilkan tegangan listrik di antara kedua kakinya.
Nilai tegangan Listrik terhadap tahanan berbanding lurus dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Resistansi (ohm): V = I.R dimana (V) adalah Voltage, (I) adalah Arus, dan (R) adalah Resistansi. Fungsi dan KegunaanKomponenElektronik Resistor dan Simbol Resistor digunakan dalam komponen elektronika adalah bertugas atau berfungsi untuk:
• Membagi tegangan listrik pada suatu rangkaian
• Menurunkan tegangan listrik
• Pembagi arus listrik pada jalur rangkaian paralel
• Load Resistance atau bebantahanan
Ohm (simbol: Ω) adalah satuan Standar internasional untuk resistansi listrik. Resistor terbuat dari bahan bahan karbon dan komponen film dengan kawat resistansi yang dibuat dari kombinasi resi stivitas tinggi seperti nikel kromium. Karakteristik utama Resistor adalah menghambat atau meng urangi daya listrik yang dihantarkan pada suaturangkaian. Karakteristik lain mengaturkoefisiensuh u, deraulistrik dan juga sebagai inductance. Resistor dapat diintegrasikan kedalam sirkuit Hybrid p ada PCB dan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada rancangan sirkuit.Kebutuhan daya untuk Resistor harus cukup serta disesuaikan dengan konsumsi arus Listrik rangkaian supaya tidak terbakar.
Sa
t u an y a n g d i p a k a i s eca r a p r ef i x :
• Ohm = Ω
• Kilo Ohm = KΩ
• Mega Ohm = MΩ
• KΩ = 1 000 Ω
• MΩ = 1 000 000 Ω
Membaca Kode Warna dan Angka Komponen Resistor Komponen Resistor memiliki kode warna untuk menyatakan besarnya nilai resistansi listrik pada jenis Resistor dari bahan karbon dan Metal film. Anda bisa mengetahui besarnya hambatan Listrik yang mengalir dengan
membaca kode warna tersebut caranya sebagai berikut:
KODE WARNA PITA 1 PITA 2 PITA 3 PENGALI TOLERANSI
Hitam 0 0 0 0 +/- 1%
Coklat 1 1 1 10^1 +/- 2%
Merah 2 2 2 10^2
Jingga 3 3 3 10^3
Kuning 4 4 4 10^4
Hijau 5 5 5 10^5 +/- 0.5 %
B i r u 6 6 6 10^6 +/- 0.25%
Violet 7 7 7 10^7 +/- 0.1 %
Abu-abu 8 8 8 +/- 0.05 %
Putih 9 9 9
Emas +/- 5 %
Perak +/- 10 %
Tanpa Warna +/- 20 %
ContohMembaca Nilai KomponenElektronik Resistor
Berikut ini contoh membaca nilai suatu hambatan pada Resitor yang terdiridari 4 pita warna dan 5 pita warna.
1 . Ko m p on e n E l e k t r on i k R e s i s to r d e ng a n E m p a t P i t a W a r n a
Resistor yang mempunyai empat p i t a w a r n a kitatemui pada Resistor Carbon.
Pembacaankodewarna
• Pita Pertama = nilaike 1
• Pita Kedua = nilaike 2
• Pita Ketiga = Faktor Perkalian 10^0 -10^9 Pita Keempat = Toleransi.
Contoh Komponen Resistor memiliki warna sebagai berikut
• Pita Pertamaadalahmerah = 2
• Pita Keduaadalahmerah = 2
• Pita KetigaadalahOranye =10^3 = 1000 (Faktor Perkalian)
• Pita KeempatadalahEmas = 5% (Toleransi)
• Jadi nilai resistor tersebut = 22 x 1000 = 22.000 = 22 KΩ Angka pada pita warna ke4 (Toleransi) adalah nilai Resistansi yang
Masih jangkauan nilai terdekat baik pada posisi bawah angka dan juga atas nilai tersebut. Akan Nampak bila kita ukur dengan ohm meter dimulti-tester
Digital makanila R tersebuttidakbegituakuratatau pas dengankodewarnasesungguhnya.
Dari contohdiatas pada nilai Resistor = 22 KΩ toleransi 5% = 5/100 x 22.000 = 1100 Ω, jadinilai Resistor tersebutadalah;
• Nilai Maksimumadalah 22.000 + 1.100 = 23.100 Ω = 23.1 KΩ
• Nilai Minimum adalah 22.000 - 1.100 = 20.900 Ω = 20.9 KΩ
Kesimpulan pada Resistor dengankodewarna Merah Merah Orange Emasmakajangkauannilaiterdekatantara 20.900 Ω hingga 23.100Ω.
2 . Ko m p on e n E l e k t r on i k R e s i s to r d e ng a n L im a P i t a w a r n a
KomponenElektronik Resistor yang memiliki li m a P i t a w a r n a biasanyakitatemui pada Resistor
Metal Film. Pembacaankodewarna
• Gelang ke-1 Menyatakan Angka ke 1 Gelangke 2- Menyatakan Angka ke 2
• GelangKe 3 Menyatakan = Angka ke 3
• Gelangke 4 Menyatakanjumlah Nol/ Faktor Perkalian
• GelangKe 5 Menyatakan = Toleransi
Contohsebuah Resistor memilikiwarna : Merah, Merah, Merah, Oranye dan
Emasmakanilainyaadalah 222 x 1000 = 222.000 Ω atau 222 KΩ denganToleransinilaisebesar 5%.
KAPASITO R
Kapasitor (Capacitor) ataudisebut juga
denganKondensator (Condensator) adalahkomponenelektronikapasif yang
dapatmenyimpanmuatanlistrikdalamwaktusementaradengansatuankapasitansinyaadala h Farad. Satuankapasitortersebutdiambildarinamapenemunyayaitu Michael Faraday (1791 ~ 1867) yang berasaldariInggris. KonversiSatuan Farad
adalahsebagaiberikutataudisebut juga dengansatuansatuan yang seringdipakaiuntukkapasitoradalah :
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad) = 106 µF (mikro Farad) 1 Farad = 1.000.000.000 nF (nano Farad)= 109 nF (nano Farad) 1 Farad = 1.000.000.000.000 pF (piko Farad) = 1012 pF (piko Farad) 1 µFarad = 1.000 nF (nano Farad) = 103 nF (nano Farad)
1 µFarad = 1.000.000 pF (piko Farad) = 106 pF (piko Farad) 1 nFarad = 1.000 pF (piko Farad) = 103 nF (nano Farad)
Jenis kapasitorberdasarkannilaikapasitansinyadibagimenjadi 2bagian:
a. Kapasitortetap, yaitukapasitor yang mempunyainilaisesuaidengantertera pada body kapasitortersebut.
Kapasitortetapterbagi 6 yaitu:
1. Kapasitorkeramik (CeramicCapacitor)
Bentuknyaada yang bulat tipis, ada yang persegiempatberwarnamerah, hijau,
coklat dan lain-lain.
Untuknilainyasendiribiasanyamemilikikapasitansikecilyaituda ri 1pF (piko Farad) sampai 0.1 uF (mikro Farad) namun rating tegangannya sangat rendah. Pada mainboard PC (Personal Computer) atau TV LCD komponeninibanyaksekalidigunakan dan berbentuk SMD (Surface Mount Technology) yang sangat
kecilbentuknyabiasanyakotakdengankode3 digitsebagaikapasitasnya.
Gambar 2.2 ContohKapasitorKeramik
Cara membacakapasitorkeramik pada contoh di atasadalah : pada kapasitortertera 103 makaartinya 10 dan 3 angkamenjadi 10.000 pF yang dalamsatuan yang leb ihbesarmenjadi 10 nF.
Kode 103, penjabaranmenjadinilai 10nF adalahsebagaiberikut:
2. Kapasitor polyester ataumilar
Bentuknyapersegiempatsepertipermen.
Biasanyamempunyaiwarnamerah, hijau, coklat dan sebagainya.
Pada jenisinisesuainamanya pada bahanisolatornyaadalahterdiridari polyester
yang kebanyakantoleransinyaberkisar 5 – 10 %.
Bentukfisikkapasitor polyester iniadalahkotak dan tidakadapolaritasnya. Range nilainyacukupbervariasinamunumumnyadalamkapasitas yang jelas dan penggunaantegangan yang rendah. Karena toleransinya yang cukupbesarmakabiasanyatidakdigunakan pada rangkaianfrekuensitinggiatau pada rangkaiandenganaruslistrik yang besar, tetapikapasitor polyester inibanyak juga diterapkan pada rangkaian power supply
Gambar 2.3 Contohkapsitor polyester / milar
3. KapasitorMika
Bahan isolator
kapasitormikainimenggunakanmika dan
penggunaanyabiasanya pada rangkaian RF Frekuensitinggi . Ini dikarenakantoleransinya yang rendahtingkatstabilitas yang tinggisertaketahananterhadapsuhu yang sangat baik dan yang terpentingbisadigunakan pada tegangantinggise hinggaharganya juga pastilumayan mahal.
Fungsikapasitorlainnyaadalahselainsebagaiosilator RF juga sebagai filter, koplingataudekopling.
Gambar 2.4 ContohKapasitor Mika
4. Kapasitorelektrolit
Kapasitorelektrolitdisebut dengankapasitorelko
juga (elektrolitkapasitor) yaitujeniskapasitor yang banyakdigunakan dan umumnyaberbentuktabung. Dalam pemasangannyaharushatihatikarenamemilikipolaritas (+) dan polaritas (-). Jika terbalikdalampemasangannyamakasangat fatal akibatnyakarenakapasitortersebutbisameledak. Nanti kapasitasnya juga bisanyabernilaibesar. Makin
besarnilaikapasitasnyamakamakinbesardayaledaknyajika terjadi salah dalampemasangan terminal polaritaskapasitortersebut.
Kapasitaskapasitorelektrolitatauelkobisadengan range 0.47 uFhinggasatuan Farad. Bahan
isolatornyaadalahterdiridaricairanelektrolituntukmenyimpane nergi listrik yang kemudiandibungkuslagidenganaluminium.
Gambar 2.5 ContohKapasitorElektrolit (elko) 5. Kapasitorkertas
Tersusunatasdualembarkertastimah (perak) panjangsebagaikonduktor yang digulung pada sebuahsilinder yang diantaranyadisisipikertas tipis sebagaidielektrik. Kapasitorkertasiniseringdisebut juga kapasitor padder. Bahan isolator kapasitorkertasterdiridarilapisankertas yang dipadukandenganlapisanaluminiumuntukmenyimpanmu atannya
dan biasnyanilaikapasitasinyaberkisar 300 pF hingga 4 uFsajadengan kaki-kaki yang
tidakadapolaritasnyasehinggatidakadamasalahjikaterbali kdalampe masangan terminal polaritasnya pada rangkaianelektronika.
Umumnyakapasitorkertasinidigunakan pada sirkuitelektronik yang memilikiaruslistrik dan tegangantinggi.
Gambar 2.6 ContohKapasitorKertas 6. Kapasitortantalum
Jenis kapasitor tantalum banyakdigunakankarenamemberikan range kapasitas yang bervariasisertatoleransi yang baiksehinggabanyakdig unakan pada mainboard PC (Personal Computer), laptop atau pada modul handphone. Yang perludiingat pada p enggunaankapasitor tantalum iniadalah :walaupunbentuknyamiripdengankapasitorkeramikatauk apasitor polyester (kapasitor yang tidakmemilikipolaritas) tetapi pada kapasitor tantalum ter dapatpolaritasnya (samadengankapasitorelektrolit) sehinggajangan salah dalampemasangankapasitor tantalu m pada rangkaianelektronika. Kapasitorinidinamakankapa sitor tantalum karena pada kaki terminal positifnyamengg unakanlogam tantalum.
Dari hargakapasitor tantalum inidikategorikan mahal karenaterdapatbeberapakelebihanyaitu sangat efisiendenganbentukkomponen yang keciltapikapasitaskapasitornyabernilaibesar. Kelebihan lain pada kapasitor tantalum adalah :kapasitor tantalum inidapatdigunakan pada range frekuensi yang lebarmisalnya pada frekuensi yang tinggi.
Bandingkansajadengankapasitorelektrolik (elco) yang memangmemilikikapasitas yang besartetapihanyabisadigunakan pada rangkaianelektronika yang memilikifrekuensirendah. Masih adalagikelebihandarikapasitortantalum
iniyaitutahanterhadapsuhudari -55 0Chingga +125 0C sehinggakapasitor tantalum inisangat cocok digunakan pada rangkaian yang diharuskanmemilikidayatahan yang tinggi.
Gambar 2.7 ContohKapasitor tantalum
b. Kapasitorvariabel
Kapasitorvariabeladalahkapasitor yang dapatdiubahnilaikapasitornyasesuaidengankebutuhan.
Ada duajeniskapasitorvariabelyaitu : Varco (Variable Condenstator) dan Trimmer. Keduanyamempunyaikapasitas yang rendah dan
mempunyaikontrolmekanikuntukmengubahnilaikapasitasnya yang tidaklebihdari 500 pF.Kapasitorvariabelinibanyakdigunakan pada rangkaian yang berfungsiuntukfrekuensiseperti padaradio.
1. Variablecondensator Pada
jeniskapasitoriniterdapatporosuntukmengubahnilaikapasitasdarika pasitornya. Bentukkapasitorberjenis variable condensatorbiasanyaberbentukkontakdengannilaikapasit
ansinyabe rkisar 100 pF hingga 500 pF.Kapasitorinibanyakdigunakan pada rangkaian RF, seperti radio.
Gambar 2.8 ContohKapasitor variable condensator (Varco)
2. Trimmer
Untukmengubahkapasitansi pada trimmer
diperlukanobeng minus karenaporospengaturnya sangat kecil.
Trimer terdiridariduapelatlogam yang dikombinasikandenganbahanmika.
Cara kerja trimmer adalahsaatporosdiputarmakaakanmengubahjarakpelatsehinggakap asitansiberubah. Karena porospengaturnya juga
hanyabisadilakukandenganobeng minus makabiasanyahanyadiperuntukkan pada rangkaian fine tune saja / sekali setting. Nilai
maksimumjeniskapasitorinihanya 100 pFsaja.
Gambar 2.9 Contohkapasitor Trimmer Jenis Kapasitorberdasarkanpolaritasnyamempunyaidua :
a. Kapasitor Polar adalahkapasitor yang keduakutubnyamempunyaipolaritaspositif dan negatif, biasanyakapasitor Polar bahandielektriknyaterbuatdarielektrolit dan biasanyakapasitorinimempunyainilaikapasitansi yang besardibandingkandengankapasitor yang
menggunakanbahandielektrikkertasataumikaataukeramik.
b. KapasitorNon Polaradalahkapasitor yang pada kutubnyatidakmempunyaipolaritasartinya
kutupkutupnyadapatdipakaisecaraterbalik.
pada Biasanyakapasitorinimempunyainilaikapasitansi
bahandielektriknyaterbuatdarikeramik, mikadll.
yang kecil dan
Cara Membaca NilaiKapasitor
Membacanilaikapasitor pada
kapasitorukuranbesardapatlangsungdibaca pada kemasannya,
Untukkapasitorberukurankecilnilaikapasitorditulisdalamkodeterte ntu, dengancarapembacaannilaikapasitorsebagaiberikut. Pada kapasitor yang berukuranbesar, nilaikapasitansiumumnyaditulisdenganangka yang jelas.
Lengkapdengannilaiteganganmaksimumdan polaritasnya.
Misalnya pada kapasitorelcodenganjelastertuliskapasitansinyasebesar 22uF/25V.
Kapasitor yang ukuranfisiknyamungil dan kecilbiasanyahanyabertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angkasaja. Jika hanyaadaduaangkasatuannyaadalah pF (pico farads).
Sebagaicontoh, kapasitor yang bertuliskanduaangka 47, makakapasitansikapasitortersebutadalah 47pF.
Gambar 2.11 ContohPenulisan NilaiKapasitor KapasitorDenganPenulisan 3Digit
Jika ada 3 digit, angkapertama dan keduamenunjukkannilai nominal, sedangkanangka ke-3
adalahfaktorpengali. Faktor
pengalisesuaidenganangkanominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitorkeramiktertulis 104, makakapasitansinyaadalah 10 x 104pF = 100.000pF atau
= 100nF. Contoh lain misalnyatertulis 222,
artinyakapasitansikapasitortersebutadalah 22 x 102pF = 2200pF = 2.2 nF.
KapasitorDenganPenulisan RingWarna
Kapasitor juga dituliskandengankodewarnaseperti resistor,
namunkapasitorjenisinijarangditemui. Format
penulisandengankodewarnakapasitorditulisdalam 4 ring warna
dan 5 ring warna. Kapasitor yang
ditulisdengankodewarnamenggunakansatuandasarpico farad (pF).
Urutanpembacaan ring kapasitordimulaidari ring paling atas. Ring pertama = digit ke 1, ring kedua = digit ke 2, ring ketiga = faktorpen gali, ring keempat = toleransi. Sebagaicontohkapasitordengan 4 ri ng warnadimulaidariataskuning (4), ungu (7), merah (2) dan hij au (5%) sehingganilaikapasitortersebutadalah 4700 pF = 4,7
nFdengantoleransi 5%. Tabel
kodewarnauntukkapasitordapatdilihat pada gambarberikut.
Tabel 2.2 Tabel Kode Warna Kapasitor
Untukkapasitor polyester
nilaikapasitansinyabisadiketahuiberdasarkanwarnaseperti pada resistor.
Gambar 2.12 Contohkapasitor polyester berwarna Tabel 2.3 Contohmengetahuinilaikapasitor
Coklat hitam orange Nilainya
1 0 3 1
Maka nilaikapasitortersebutadalah
10 dikali 103 = 10.000 pF = 10 nF = 0,01 uF
Merah kuning hitam Nilainya
2 4 1 2
Maka nilaikapasitortersebutadalah
24 dikali 101 = 240 pF = 0,24 nF = 0,00024 uF
PENGERTIAN, RUMUS DAN BUNYI HUKUM OHM
P e ng e r t i an , R umu s da n Bu ny i H u k u m Oh m – Dalam IlmuElektronika, Hukum dasarElektr onika yang wajibdipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronikaataupunpengh obiElektronikaadalah Hukum Ohm, yaitu Hukum dasar yang menyatakanhubunganantaraArus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum O hm dalambahasaInggrisdisebutdengan “Ohm’s Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperken alkan oleh seorangfisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-
1854) pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.
Bunyi Hukum Ohm
Pada dasarnya, bunyidari Hukum Ohm adalah :
“Besar aruslistrik (I) yang
mengalirmelaluisebuahpenghantaratauKonduktorakanberban di nglurusdenganbedapotensial / tegangan (V) yang
diterapkankepadanya dan
berbandingterbalikdenganhambatannya (R)”.
SecaraMatematis, Hukum Ohm
dapatdirumuskanmenjadipersamaansepertidibawahini : V = I x R
I = V / R R = V / I
Dimana : V = Voltage (Beda PotensialatauTegangan yang satuanunitnyaadalah Volt (V))
I = Current (Arus Listrik yang satuanunitnyaadalah Ampere (A))
R = Resistance (HambatanatauResistansi yang satuanunitnyaadalah Ohm (Ω)) Dalam aplikasinya, Kita dapatmenggunakan Teori Hukum Ohm
dalamRangkaianElektronikauntukmemperkecilkanAruslistrik, MemperkecilTegangan dan juga dapatmemperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kitainginkan.
Hal yang perludiingatdalamperhitunganrumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakaiadalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kitamenggunakan unit
lainnyasepertimilivolt, kilovolt, miliampere, megaohm ataupun kiloohm, makakitaperlumelakukankonversike unit Volt, Ampere dan Ohm
terlebihdahuluuntukmempermudahkanperhitungan
dan juga untukmendapatkanhasil yang benar.
Contoh Kasus dalamPraktikum Hukum Ohm
Untuklebihjelasmengenai Hukum Ohm, kitadapatmelakukanPraktikumdengansebuahRangkaianElektronikaSederhana
sepertidibawahini :
Kita memerlukansebuah DC Generator (Power Supply), Voltmeter, Amperemeter, dan sebuahPotensiometersesuaidengannilai yang dibutuhkan.
Dari RangkaianElektronika yang sederhanadiataskitadapatmembandingkan
Teori Hukum Ohm denganhasil yang didapatkandariPraktikumdalamhalmenghitungArus Listrik (I), Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R).
MenghitungArus Listrik (I)
Rumus yang dapatkitagunakanuntukmenghitungArus Listrik adalah I = V / R Contoh Kasus 1 :
Setting DC Generator atau Power Supply untukmenghasilkan Output Tegangan 10V, kemudianatur Nilai Potensiometerke 10 Ohm.
BerapakahnilaiArus Listrik (I) ?
MasukannilaiTeganganyaitu 10V dan Nilai ResistansidariPotensiometeryaitu 10 Ohm kedalamRumus Hukum Ohm sepertidibawahini :
I = V / R I = 10 / 10 I = 1 Ampere
Maka hasilnyaadalah 1 Ampere.
Contoh Kasus 2 :
Setting DC Generator atau Power Supply untukmenghasilkan Output Tegangan 10V, kemudianaturnilaiPotensiometerke 1 kiloOhm.
BerapakahnilaiArus Listrik (I)?
Konversidulunilairesistansi 1 kiloOhmkesatuan unit Ohm. 1 kiloOhm = 1000 Ohm. MasukannilaiTegangan 10V dan nilaiResistansidariPotensiometer 1000 Ohm kedalamRumus Hukum Ohm sepertidibawahini :
I = V / R I = 10 / 1000
I = 0.01 Ampere atau 10 miliAmpere Maka hasilnyaadalah 10mA
MenghitungTegangan (V)
Rumus yang akankitagunakanuntukmenghitungTeganganatau Beda Potensialadalah V = I x R.
ContohKasus :
Atur nilairesistansiatauhambatan (R) Potensiometerke 500 Ohm, kemudianatur DC Generator (Power supply) hinggamendapatkanArus Listrik (I) 10mA.
BerapakahTegangannya (V) ?
Konversikandulu unit Arus Listrik (I) yang masihsatumiliAmperemenjadisatuan unit Ampere yaitu : 10mA = 0.01 Ampere.
MasukannilaiResistansiPotensiometer 500 Ohm dan nilaiArus Listrik 0.01 Ampere keRumus Hukum Ohm sepertidibawahini :
V = I x R V = 0.01 x 500 V = 5 Volt
Maka nilainyaadalah 5Volt.
MenghitungResistansi / Hambatan (R)
Rumus yang akankitagunakanuntukmenghitung Nilai Resistansiadalah R = V / I
ContohKasus :
Jika di nilaiTegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilaiArus Listrik (I) di Amperemeter adalah 0.5A. BerapakahnilaiResistansi pada Potensiometer ? MasukannilaiTegangan 12V dan Arus Listrik 0.5A kedalamRumus Ohm sepertidibawahini :
R = V / I R = 12 /0.5 R = 24 Ohm
Maka nilaiResistansinyaadalah 24 Ohm
Hukum Kirchoff
Hukum Kirchoff 1 dan 2 – Pengertian, Bunyi, Rumus, Tegangan, Arus&Contoh Soal – Untuk kali ini kami akanbagimateri Bahasa Indonesia mengenai Hukum Kirchoff yang dalamhalmeliputisepertipengertian, ciri, fungsi, aturanjenis dan contoh, kalaubegitusimakasajauraiandibawahini.
Insulab
Hukum Kirchoff
Baca Cepat t a m p il kanGustav Robert Kirchhoff adalahseorangfisikawanjerman yang berkontribusi pada pemahamankonsepdasarteorirangkaianlistrik, spektroskopi, dan emisiradiasibendahitam yang dihasilkan oleh benda-benda yang dipanaskan.
Dalam kelistrikan, sumbanganutamanyaadalahduahukumdasarrangkaian, yang kitakenalsekarangdengan Hukum I dan Hukum II Kirchoff.
Keduahukumdasarrangkaianini sangat
bermanfaatuntukmenganalisisrangkaian-rangkaianlistrikmajemuk
yang cukuprumit. Akan tetapisebagian orang menyebutkeduahukuminidenganAturan Kirchoff,
karenadiaterlahirdarihukumhukumdasar yang sudahadasebelumnya, yaituhukumkekekalanenergi dan hukumkekekalanmuatanlistrik.
Untukmemecahkanpersoalan-persoalanrangkaian yang rumit; yaiturangkaian yang
terdiridaribeberapabuahsumberteganganatausumberarussertabeberapabuah h ambatan/bebanmakadipergunakanhukum-hukumrangkaian,
diantaranyahukum Kirchoff.
Hukum Kirchoff 1
Hukum Kirchoff I berbunyi “jumlahaljabardariarus yang menuju/
masukdenganarus yang meninggalkan/keluar pada satutitiksambungan/cabangsamadengannol “.
Hukum I Kirchoff
merupakanhukumkekekalanmuatanlistrik yang
menyatakanbahwajumlahmuatanlistrik yang ada pada sebuahsistemtertutupadalahtetap. Hal
iniberartidalamsuaturangkaianbercabang, jumlahkuataruslistrik yang masuk pada suatupercabangansamadenganjumlahkuataruslistrik
yang keluarpercabanganitu. Untuklebihjelasnyatentang Hukum I Kirchoff, perhatikanlahrangkaianberikutini:
Hukum Kirchoff 2
Hukum Kirchoff II iniberbunyi “di dalamsaturangkaianlistriktertutupjumlahaljabarantarasumbertegangandenga
n k erugian-kerugianteganganselalusamadengan nol.”
Hukum II Kirchoff adalahhukumkekekalanenergi yang
diterapkandalamsuaturangkaiantertutup. Hukum
inimenyatakanbahwajumlahaljabardari GGL (Gaya Gerak Listrik) sumberbedap otensialdalamsebuahrangkaiantertutup (loop) smadengan nol.
Rumus Hukum Kirchoff 2
Secaramatematis, Hukum II Kirchoff inidirumuskandenganpersamaan, yaitu:
Di mana V adalah beda potensial komponen komponen dalam rangkaian (kecualisumberggl) dan E adalah ggl sumber. Untuk lebih jelasnya mengenai Hukum II Kirchoff, perhatikanlah sebuah rangkaian tertutup sederhana berikutini:
Dari rangkaian sederhana di atas, maka akan berlaku persamaan berikut
(anggap arah loop searah arah arus) I . R + I . r – E = 0…………..1)
E = I (R + r) I = E/(R + r)
Persamaan 1 dapat ditulis dalam bentuk lain seperti berikut:
I . R = E – I . r
Di mana I . R adalah beda potensial pada komponen resistor R, yang
juga sering disebut dengan tegangan jepit.
Jika berbagai arus Listrik bertepatan di suatu titik,maka jumlah Aljabar dari kekuatan arus-arus tersebuta dalah 0 (nol) di titik pertepatan tadi.
Besar Arus listrik yang mengalir menuju titik percabangan sama dengan jumlah arus Listrik yang keluar dari titik percabangan.
E1 = V1 + V2 + V3 E1 – V1 – V2 -V3 = 0 E1 – (V1 + V2 + V3) = 0
E1 :Tegangansumberdalam Volt (V)
V1, V2, V3 :Tegangan di masing-masik resistor
I = I1 + I2 + I3 I – I1 – I2 – I3 = 0 I – (I1 + I2 + I3) = 0
I :Arus input dalam Ampere
I1, I2, I3 :Arus output dalam Ampere
Ia + Ib + Ic = I1 + I2 + I3 Ia + Ib + Ic -I – I1 – I2 – I3 = 0 Ia + Ib + Ic – (I1 + I2 + I3) = 0
Ia, Ib, Ic :Arus input dalam Ampere I1, I2, I3 :Arus output dalam Ampere
Di dalam rangkaian listrik (terdiri dari sumber tegangan dan komponen komponen), maka akan berlaku Hukum- hukum kirchhoff.
Hukum ini terdiri dari hukum kirchhof ftegangan (Kirchhoff voltage law
atau KVL) dan hukum Kirchhoff arus (Kirchhoff Current Law atau KCL).
Hukum Kirchhoff Tegangan
Hukum ini menyebutkan bahwa di dalam suatu lup tertutup maka jumlah sumber tegangan serta tegangan jatuh adalah nol.
Seperti diperlihatkan dalam Gambar 1 di atas, rangkaian ini terdiri dari sumb er tegangan dan empat buah komponen. Jika sumber tegangan dijumlah den gan tegangan jatuh pada keempat komponen, maka hasilnya adalah nol, sep erti ditunjukan oleh persamaan berikut:
Hukum Kirchhoff Arus
Hukum Kirchhoff arus menyebutkan bahwa dalam suatu simpul percabangan, maka jumlah arus listrik yang menuju simpul percabangan dan yang meninggalkan percaba ngan adalah nol.
Gambar diatas adalah contoh percabangan arus Listrik dalam suatusimpul. Dalam
Gambar diatas, terdapat tiga komponen arus yang menuju simpul dan tiga
komponen arus yang meninggalkan simpul. Jika keenam komponen arus ini dijumlahkan maka hasilnya adalah nol, seperti diperlihatkan dalam persamaan berikut:
Contoh Soal Hukum Kirchoff
Diberikan sebuah rangkaian yang terdiri dari dua buah loop dengan data sebagai berikut :
E1 = 6 volt E2 = 9 volt E3 = 12 volt
Tentukan :
a) Kuat arus yang melalui R1 , R2 dan R3 b) Beda potensialantaratitik B dan C
c) Beda potensialantaratitik B dan D d) Daya pada hambatan R1
Penyelesaian:
a) Kuat arus yang melalui R1 , R2 dan R3 Langkah-langkah standar :
1. menentukan arah arus 2. menentukan arah loop
3. masukkanhukumkirchoffarus 4. masukkanhukumkirchofftegangan 5. menyelesaikanpersamaan yang ada
Misalkan arah arus dan arah loop seperti gambar berikut :
Hukum Kirchoff Arus dan Tegangan :
Loop 1
(Persamaan I)
Loop II (Persamaan II)
Gabungan persamaan I dan II :
b) Beda potensialantaratitik B dan C
c) Beda potensialantaratitik B dan D
d) Daya pada hambatan R
1Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, kadang kita harus memasang lampu lampu secara seri, te tapi dalam keadaan yang lain kita harus memasang lampu secara paralel. Kuat arus Listrik dalam suatu rangkaian tak bercabang, besarnya selalu sama. Lampu lampu di rumah kita pada umumnya terpasang secara paralel. Pada kenyataannya rangkaian Listrik biasanya terdiri banyak hubungan sehingga akan ter dapat banyak cabang maupun titik simpul. Titik simpula dalah titik pertemuan dua cabang atau lebih. Penyele saian dalam masalah rangkaian listrik yang terdapat banyak cabang atau simpul itu digu nakan Hukum I dan II
Sebagai contoh berikut dijelaskan ada dua komponen arus yang bertemu di Satu titik simpul sehingga menjadi satu, seperti ditunjukkan pada
gambar :
GLOSARIUM
MESIN LISTRIK :suatu peralatan/mesin yang menggunakan energi Listrik seperti Motor listrik, Generator listrik, Transformator dan juga peralatan lainnya
INSTRUMENTASI: alat-alat tangan yang digunakan dengan kekuatan tangan manual (tenaga manusia) dan bukan dengan mesin
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK LKPD
Mata Pelajaran : Dasar Teknik Elektronika
Elemen : Komponen elektronika aktif dan pasif Kelas/Semester : X/I
(Ganjil)
Nama Anggota Kelompok :
A. ………
B. ………
C. ………
D. ………
Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik mengidentifikasi komponen elektronika aktif dan pasif.
2. Peserta Didik menjelaskan fungsi Komponen elektronika pasif dan aktif.
Instruksi:
Kerjakan secara berkelompok yang terdiri dari 4 orang
a. Masing-masing anggota kelompok membongkar lampu neon untuk diamati komponen-komponen apa yang ada pada rangkaian lampu neon tersebut.
b. Diskusikan kelompokan mana yang termasuk komponen pasif dan komponen pasif
c. Jelaskan masing-masing komponen yang telah teidentifikasi pada rangkaian lampu neon tersebut d. Presentasikan hasil pengamatan anda di depan kelompok lain.
Gambar Benda:
Gambar 1. Contoh Lampu Neon yang sudah dibuka
Pengamata
n Tabel Hasil Pengamatan
No. Nama Komponen Jumlah Kategori
Komponen Pasif Komponen AKtif 1
2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penjelasan Fungsi Komponen
1………
………..
2………
………..
3………
………..
4………
………..
5………
………..
6………
………..
7………
………..
8………
………..
9………
………..
10..………
………..
Keseimpulan
………
………
………
………
………
………
Jayapura,… ... 2024 Ketua Kelompok
(………..)
Soal Test Sumatif
Nilai:
Nama Siswa : ………..
Kelas : ………..
Soal!
• Coba sebutkan komponen-komponen minimal 5 komponen yang ada pada g ambar dibawah ini dan identifikasikan manakah yang menjadi kategori kom ponen pasif dan komponen pasif! (Skor Maksimal 5 point)
https://www.tamboenman.xyz/2021/05/jenis-jenis-komponen-elektronika.html
• Coba jelaskan fungsi komponen-komponen yang telah anda identifikasikan pada soal nomor 1! (Skor Maksimal 5 point) Jawaban:
a. Identifikasi Komponen
• Komponen Pasif
• Resistor
• Induktor
• Komponen Aktf
• Dioda
• Transistor
• IC b. Fungsi Komponen
Kunci Jawaba
• Komponen Pasif
• Resistor berfungsi untuk membatasi aliran arus. Resistor dapat menahan arus dan memperkecil besar arus
• Induktor berfungsi Menyimpan arus listrik dalam bentuk medan magnet.
Meneruskan arus searah (DC) dalam rangkaian listrik
• Komponen Aktf
• Dioda berfungsi sebagai penyearah arus listrik. Fungsi dioda atau diode adalah mampu mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus yang searah (DC). Dioda memiliki fungsi sebagai penyetabil tegangan.
• Transistor berfungsi sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal
• Rangkaian terpadu (Integrated Circuit – IC) adalah tangkaian kompleks yang dibuat pada sebuah irisan kecil silikon. Rangkaian terpadu dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif (transistor dan dioda). Bahkan beberapa aplikasi khusus berfungi sebagaipenguat level tinggi.