MODUL AJAR
PEMUAIAN BENDA PADAT
N U N U N G C A H Y A N I N G S I H
F A S E D
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII
Untuk mengetahui kebutuhan belajar peserta didik yang berupa minat dan gaya belajar, guru menggunakan dua metode, yaitu: metode observasi (pengamatan secara langsung keseharian peserta didik dalam menyelesaikan tugas-tugas belajarnya) dan metode angket melalui Google Form yang berupa penilaian diri peserta didik. Sementara, kesiapan belajar peserta didik dilihat dari hasil belajar materi prasyarat. Hasil pemetaan kebutuhan belajar peserta didik kelas VII disajikan dalam Tabel 1, Tabel 2, dan Tabel 3 berikut.
Tabel 1. Kesiapan Belajar
Kesiapan Belajar Perlu bimbingan Cukup mahir Mahir
Nama 1. ...
2. ...
3. ...
Dst
1. ...
2. ...
3. ...
dst
1. ...
2. ...
3. ...
dst Diferensiasi
Proses
Guru akan memberikan Scaffolding
(pendampingan) dalam pembelajaran
Dalam menyelesaikan masalah diminta bertanya pada teman sejawat, Sekali atau 2 kali guru memberikan arahan.
Dikelompokkan menjadi empat.
Dalam
menyelesaikan masalah, diselesaikan kelompok sendiri, guru memantau dari jauh
Hasil pemetaan ini digunakan sebagai dasar untuk merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (Modul Ajar) berdiferensiasi pada materi tentang pemuaian benda.
Pembelajaran ini dilaksanakan dalam 2 x 40 menit, yang terbagi menjadi 1 pertemuan.
Pelaksanaan pembelajaran ini dengan luring penuh .
A. INFORMASI UMUM 1. Identitas
Nama Penyusun : Nunung Cahyaningsih
Nama Institusi : -
Tahun Penyusunan : 2023
Kelas / Fase : VII / D
Semester : Ganjil
Topik : Pemuaian
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 pertemuan)
Elemen : Pemahaman Konsep
Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor.
2. Kompetensi Awal
Sebelum memulai kegiatan pembelajaran, peserta didik dapat menjelaskan suhu dan kalor, mengetahui cara menggunakan termometer
.
3. Profil Pelajar Pancasila a. Gotong - Royong
Peserta didik memiliki kemampuan untuk berkolaborasi, memiliki kepedulian dan berbagi informasi agar kegiatan berjalan lancar, mudah dan ringan.
b. Bernalar Kritis
Peserta didik memiliki kemampuan memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, serta mengambil keputusan.
4. Sarana dan Prasarana
a. Sarana : Papan tulis, spidol, laptop, LCD dan pointer
b. Prasarana : Buku paket guru, buku paket peserta dan powerpoint https://www.canva.com/design/DAFyJ6AJxZY/qbrAgHyjWX 6RpqGaI_vJaA/edit?utm_content=DAFyJ6AJxZY&utm_cam paign=designshare&utm_medium=link2&utm_source=share button
. 5. Target Peserta Didik
a. Peserta didik regular/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
b. Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir tingkat tinggi (HOTS), dan memiliki kemampuan memimpin.
6. Model Pembelajaran
Moda Pembelajaran : Tatap Muka (Luring penuh) Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Diskusi Interaktif B. KOMPONEN INTI
1. Tujuan Pembelajaran
Menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, menentukan perpindahan/pelepasan kalor dan menerapkan azas black membuat termometer sederhana yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan Ke-
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
(KKTP)
Asesmen
I
1. Menjelaskan pengertian zat yang memuai.
2. Menjelaskan perbedan pemuaian Panjang, luas dan volume
Asesmen awal:
Di pertemuan pertama/
sebelum kegiatan pembelajaran Guru
memberikan tes diagnostik kognitif melalui google form mengenai pemuaian atau dengan menggunakan refleksi diri (seperti contoh di bawah)
Asesmen proses:
Pada saat pembelajaran Guru memberikan LKPD, dan pertanyaan diskusi dalam setiap kelompok.
Asesmen akhir:
Guru memberi soal tertulis yg meliputi soal identifikasi, deskripsi dan analisis tentang pemuaian pada benda padat, cair maupun gas.
2. Pemahaman Bermakna
Setelah mempelajari topik ini peserta didik dapat menerapkan pemahaman pemuaian pada zat padat, cair dan gas sehingga dapat menjelaskan peristiwa pemuaian dalam dalam kehidupan sehari – hari.
3. Pertanyaan Pemantik
a. Jika kalian memperhatikan pemasangan kabel listrik dibuat kendor pada siang hari, apakah pernah berfikir “ kenapa ya, kabel istrik dibuat kendor ketika dipasang di siang hari? Apa yang akan terjadi jika kabel listrik tidak dibuat kendor?”
b. Jika kalian memperhatikan pemasangan rel kereta diberi jarak, apakah kalian pernah berfikir “ Mengapa dalam pemasangan rel kereta diberi jarak? Apa yang akan terjadi apabila rel kereta tidak diberi jarak?”
c. Pernahkah kalian memperhatikan minuman kemasan yang kalian beli di supermarket? Botol minuman kemasan tersebut tidak terisi penuh. Mengapa air minum kemasan dalam botol tidak terisi penuh?”
4. Persiapan Pembelajaran
Asesmen awal bertujuan untuk memetakan bahwa sejumlah mana kompetensi yang sudah dikuasai oleh peserta didik sebelum belajar mengenai Pemuaian. Kompetensi prasyarat yang harus dikuasai peserta didik sebelum belajar mengenai pemuaian adalah peserta didik harus alat pengukur suhu beserta satuannya, konsep suhu dan kalor, membedakan materi zat (padat, cair dan gas).
Guru menyiapkan soal diagnostik berdasarkan kesiapan belajar siswa tentang kompetensi prasarat yang harus dipenuhi peserta didik pada link:
https://forms.gle/qphmN7EJbwSAx8Vx6
5. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan 1 ( 2 x 40 menit)
Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan (15 menit)
Persiapan 1. Peserta didik menjawab salam dari guru, selanjutnya berdoa bersama agar diberikan kelancaran dalam menuntut ilmu (KSE, kesadaran diri dan pengelolaan Emosi)
2. Peserta didik mengikuti pemeriksaan presensi kehadiran untuk memastikan keikutsertaan dalam pembelajaran.
3. Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran pada pertemuan ini.
4. Peserta didik dan guru membuat kontrak belajar sesuai kesepakatan untuk membangun kultur belajar kondusif dan kolaboratif
Apersepsi 1. Peserta didik menjawab pertanyaan dari guru tentang topik suhu dan kalor yang pernah dipelajari sebelumnya.
2. Guru menayangkan powerpoint tentang materi pemuaian.
Tindak Lanjut Asesmen Awal
1. Peserta didik yang mampu menjawab benar sebanyak 8-10 nomor, termasuk mahir.
2. Peserta didik yang mampu menjawab benar sebanyak 5-7 nomor, termasuk cukup mahir.
3. Peserta didik yang mampu menjawab benar sebanyak < 4 nomor, termasuk perlu bimbingan.
https://www.canva.com/design/DAFyJ6AJxZY/qbrAgHyjWX6Rpq GaI_vJaA/edit?utm_content=DAFyJ6AJxZY&utm_campaign=de signshare&utm_medium=link2&utm_source=sharebutton
3. Peserta didik menjawab pertanyaan pemantik guru tentang topik pemuaian yang tersaji dalam powerpoint.
• Jika kalian memperhatikan pemasangan kabel listrik dibuat kendor pada siang hari, apakah pernah berfikir “ kenapa ya, kabel istrik dibuat kendor ketika dipasang di siang hari? Apa yang akan terjadi jika kabel listrik tidak dibuat kendor?”
• Jika kalian memperhatikan pemasangan rel kereta diberi jarak, apakah kalian pernah berfikir “ Mengapa dalam pemasangan rel kereta diberi jarak? Apa yang akan terjadi apabila rel kereta tidak diberi jarak?”
• Pernahkah kalian memperhatikan minuman kemasan yang kalian beli di supermarket? Botol minuman kemasan tersebut tidak terisi penuh. Mengapa air minum kemasan dalam botol tidak terisi penuh?”
Motivasi Guru memberikan motivasi dan pemahaman bermakna pada materi pemuaian. (KSE: Agar peserta didik berkesadaran penuh dalam mempelajari pemuaian pada materi yang sedang dipelajari)
(Kegiatan Rutin, mengkondisikan lingkungan yang positif)
Kegiatan Inti (55 menit)
Fase 1: Stimulation/Pemberian rangsangan
1. Guru menayangkan gambar tentang pemuaian yang terjadi disekitar kita.
https://www.canva.com/design/DAFyJ6AJxZY/qbrAgHyjWX6RpqGaI_v JaA/edit?utm_content=DAFyJ6AJxZY&utm_campaign=designshare&ut m_medium=link2&utm_source=sharebutton
2. Guru memberikan pertanyaan “Bagaimana proses kerja infus ketika masuk dalam tubuh manusia?
3. Beberapa peserta didik berusaha menjawab (unjuk kerja potensi diri) Fase 2: Statemen/merumuskan pertanyaan
1. Guru memberikan kesempatan pada peserta ididk untuk mengemukakan pendapat berdasarkan gambar yang diberikan.
Pertanyaan yang diharapkan muncul :
• Mengapa pada pemasangan kabel listrik perlu dibuat kendor?
• Mengapa rel kereta api diberi celah?
• Mengapa minuman kemasan yang dijual di pasar tidak terisi penuh?
2. Peserta didik dikelompokkan berdasar hasil asesmen awal kesiapan belajar.
3. Di dalam kelompoknya Peserta didik diminta untuk mengumpulkan informasi mengenai pengertian pemuaian, pemuaian pada benda padat,
cair dan gas, serta penerapan pemuaian dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik juga bisa saling tukar informasi. (Peserta Didik menyadari harus berliterasi dan siap mengatasi masalah dengan cara belajarnya ketahanan psikologis, KSE: Manajemen diri). Mengakomodir terhadap kebutuhan belajar berdasar kesiapan belajar peserta didik.
Diferensiasi proses berdasar kesiapan belajar
4. Memperhatikan LKPD yang telah diberikan menggunakan panca indera dan potensi frontallobe dalam kemampuan menalarnya.
Diferensiasi Proses Keterangan:
1. Peserta didik yang perlu bimbingan tentang pemuaian benda padat, cair dan gas akan diperlakukan oleh Guru dengan memberikan scaffolding dalam pembelajaran.
2. Peserta didik yang cukup mahir pemuaian benda padat, cair dan gas akan diperlakukan oleh guru dalam menyelesaikan masalah diminta bertanya pada teman sejawat, Sekali atau 2 kali guru memberikan arahan.
3. Peserta didik yang mahir tentang pemuaian benda padat, cair dan gas diperlakukan guru dengan meminta belajar secara mandiri dalam kelompoknya dan guru hanya memperhatikan dari jauh.
KSE: keterampilan berelasi dan kesadaran sosial Pengembangan P5 gotong royong
Fase 3: Data Collection/Pengumpulan Data
1.Peserta didik dalam kelompoknya (berdasar kesiapan belajar, KSE:
keterampilan berelasi, kesadaran sosial) melakukan percobaan pemuaian zat padat melalui aplikasi virtual lab dengan dengan panduan LKPD yang sudah dibagikan.
2. Peserta didik mengumpulkan informasi melalui kegiatan literasi dan diskusi mencoba menjawab pertanyaan yang dibuat (Pengembangan P5 Bernalar kritis)
Fase 4: Data processing/Pengumpulan Data
Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan di LKPD “Pemuaian Panjang”
Fase 5: Verification/Pembuktian
Peserta didik diminta untuk menyajikan hasil diskusi tentang pengertian Pemuaian. Penyajian hasil belajar berdasar minat peserta didik (KSE:
Manajemen diri)
Fase 6: Generalization/menarik kesimpulan
Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan hasil presentasi Bersama-sama. (KSE: Kesadaran penuh/ mindfullness)
Penutup (5 menit)
Simpulan Guru bersama peserta didik menarik kesimpulan dalam pertemuan ini Refleksi Guru dan peserta didik melakukan kegiatan refleksi pembelajaran.
Penutup 1. Guru memberikan penguatan belajar agar membaca materi pertemuan berikutnya.
2. Peserta didik mengerjakan asesmen akhir pembelajaran https://forms.gle/SeLxMQXy4CE7di9b7
3. Guru menutup pembelajaran sesuai dengan prosedur rutin (terimakasih, doa dan salam penutup).
6. Asesmen
Bentuk kegiatan Asesmen : a. Asesmen awal :
Dipertemuan pertama sebelum kegiatan pembelajaran, Guru memberikan soal soal diagnostic awal peserta didik.
b. Asesmen proses:
Pada saat pembelajaran guru memberikan Lembar Kerja Peserta didik, dan pertanyaan saat diskusi dalam setiap kelompok setelah peserta melakukan diskusi tentang pemuaian, contoh dan cara menghitung pemuaian benda padat..
c. Asesmen Akhir:
Dengan cara guru menilai saat peserta didik melakukan performeance (unjuk kerja atau presentasi di depan kelas)
7. Pengayaan dan Remedial a. Pengayaan:
Carilah contoh lain dari pemuaian Panjang, luas, dan volume pada benda padat kemudian kaitkan dengan materi pemuaian dari berbagai sumber. Lakukan analisis dan sajikan hasil sesuai dengan produk yang diminati.
b. Remedial:
Buatlah resume materi untuk topik yang belum dikuasai dari berbagai sumber belajar. Kemudian sajikan hasil sesuai dengan produk yang diminati.
8. Refleksi Peserta Didik dan Guru
Refleksi Pembelajaran materi tentang Pemuaian.
Refleksi Guru Refleksi Peserta Didik a. Bagaimana saya mendorong
peserta didik untuk melakukan refleksi, mempelajari lagi, memperbaiki dan berpikir ulang tentang konsep atau materi yang telah dipelajari?
b. Bagaimana saya mengelola pengalaman belajar yang mendorong peserta didik untuk menjadi pelajar yang aktif dan kritis?
c. Bagaimana perencaan tindak lanjut dari hasil refleksi pada pertemuan ini?
a. Bagaimana perasaan Anda dalam mengikuti kegiatan pembelajaran hari ini, Gambarkan!
b. Pada proses belajar hari ini, hal yang saya pahami adalah ….
c. Pada proses belajar hari ini, hal yang belum saya pahami adalah …
d. Pada proses belajar hari ini, hal yang ingin saya ketahui lebih mendalam adalah …
C. Glosarium
Suhu : Besaran untuk menyatakan ukuran derajat panas atau dinginnya suatu benda
Kalor : Bentuk energi yang berpindah dari yang suhunya lebih tinggi ke suhunya lebih rendah ketika benda bersentuhan.
Pemuaian : Sebuah peristiwa memuainya sebuah zat karena peningkatan suhu yang terjadi.
Energi : Suatu kerja yang dilakukan oleh gaya tertentu; suatu objek yang dapat berpindah melalui interaksi fundamental, yang dapat diubah bentuknya namun tak dapat diciptakan maupun dimusnahkan.
D. Daftar Pustaka
Inabuy, Victoriani dkk. 2022. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII. Jakarta:
Kemendikbudristek.
Widodo, Wahono, dkk. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VII Semester 1.
Jakarta: Kemendikbudristek.
https://kids.grid.id/read/473277413/macam-macam-jenis-pemuaian-karena-perubahan- suhu-fisika-kelas-7- smp?page=all
INSTRUMEN ASESMEN
A. Instrumen Asesmen Proses 1. Pertemuan I
Lembar Observasi
Rubrik Penilaian 1 = Kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = Amat baik
Pedoman Penilaian Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑥𝑖𝑚𝑎𝑙 X 100 No Nama
Pengamatan Sikap Gotong Royong
Berkolaborasi Kepedulian Berbagi Informal
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
dst
No Nama
Pengamatan Sikap Bernalar kritis Memperoleh
dan memproses
informasi dan gagasan
Menganalisis dan
mengevaluasi penalaran
Merefleksikan pemikiran dan berproses berpikir
Mengambil keputusan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1.
2.
dst
2. Pertemuan II
LEMBAR PENILAIAN PERFORMANCE /UJUK KERJA Kelompok :
Topik :
Ketua :
Anggota :
No. Aspek Yang Dinilai Skala
1. Mengucapkan salam pembuka 1 2 3 4
2. Memperkenalkan nama kelompok 1 2 3 4
3. Menyampaikan tujuan presentasi 1 2 3 4
4. Menyampaikan isi presentasi dengan materi/hasil yang benar 1 2 3 4
5. Menyampaikan isi presentasi dengan jelas 1 2 3 4
6. Menyampaikan isi presentasi dengan sopan 1 2 3 4
7. Melakukan kegiatan penutup dengan baik 1 2 3 4
8. Menggunakan media presentasi yang menarik 1 2 3 4
9. Mampu menjawab pertanyaan dari audience 1 2 3 4
10. Kesesuaian waktu 1 2 3 4
Rubrik Penilaian:
Skor 4 = jika aspek yang dinilai benar dan sesuai
Skor 3 = Jika aspek yang dilakukan benar tetapi kurang sesuai Skor 2 = Jika aspek yang dilakukan kurang benar dan kurang sesuai Skor 1 = Jika aspek yang dilakukan salah dan tidak sesuai
Pedoman Penilaian Nilai = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑚𝑎𝑥𝑖𝑚𝑎𝑙 X 100 Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP):
Peserta didik dinyatakan tuntas bila skor total dari asesmen akhir pembelajaran antara 75% -100%.
Tindak Lanjut dari Kriteria Katercapaian Tujuan Pembelajaran:
1. Bila peserta didik dinyatakan tuntas maka dilakukan pengayaan sebagai berikut: Carilah berita tentang manfaat pemuaian benda pada dalam kehidupan sehari-hari dari berbagai sumber. Kemudian lakukan analisis dan sajikan hasil sesuai dengan produk yang
diminati.
2. Bila peserta didik dinyatakan tidak tuntas maka dilakukan remidiasi sebagai berikut:
Buatlah resume materi untuk topik yang belum dikuasai dari berbagai sumber belajar.
Kemudian sajikan hasil sesuai dengan produk yang diminati
NILAI
B. Asesmen Akhir 1. Pertemuan I
https://forms.gle/SeLxMQXy4CE7di9b7
LAMPIRAN
1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
LKPD Pengertian, Contoh, dan jenis Pemuaian (Diskusi Kelompok)
1. Pernahkah kalian memperhatikan tukang yang sedang memasang kaca pada jendela rumah kalian, dalam pemasangan jendela tersebut akan diberikan sela atau jarak. Menurut kalian, apa alasan kaca tersebut diberi jarak? Apa yang akan terjadi apabila rel kereta tidak diberi jarak?Jelaskan apa yang kalian ketahui tentang pemuaian?
Jawab : ...
...
...
...
2. Tuliskan contoh pemuaian dalam kehidupan sehari – hari ?
Jawab : ...
...
...
...
...
3. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang pemuaian Panjang, lebar dan volume?
Jawab :...
...
...
...
...
2. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
PEMUAIAN
Pemuaian adalah berubahnya ukuran suatu benda karena adanya perubahan suhu pada benda tersebut. Pemuaian dapat dibedakan menjadi tiga yakni pemuaian panjang, pemuaian luas, dan pemuaian volume.
Pemuaian panjang adalah berubahnya panjang suatu benda karena perubahan suhu (satu besaran panjang yang berubah atau satu dimensi)
Secara matematis dapat ditulis:
L = L
0( 1 +α∆T)
∆L = L
0α∆T
Pemuaian luas adalah berubahnya luas suatu benda karena perubahan suhu (dua besaran panjang yang berubah atau dua dimensi)
Secara matematis dapat ditulis:
A = A
0( 1 +β∆T)
∆A = A
0β ∆T
Pemuaian volume adalah berubahnya volume suatu benda karena adanya perubahan suhu (tiga besaran panjang yang berubah atau tiga dimensi)
Secara matematis dapat ditulis:
V = V
0( 1 +γ∆T)
∆V = V
0γ ∆T
α (alpha) koefisien muai panjang, β (beta) koefisien muai luas, γ (gamma) koefisien muai volume. Khusus untuk zat gas dan zat cair hanya mengalami pemuaian volume.
Sehingga hubungan antara alpha, beta dan gama dapat ditulis
β = 2 α γ = 3α
Tips:
Semakin besar koefisien muai panjang suatu benda, maka benda tersebut semakin mudah memuai
Salah satu alat yang menerapkan konsep pemuaian adalah bimetal. Bimetal merupakan dua logam berbeda jenis yang digabung menjadi satu seperti pada gambar di bawah ini.
koefisien muai logam A lebih besar dari koefisien muai logam B
Berdasarkan bimetal diatas ada dua keadaan
Pertama apabila bimetal tersebut dipanaskan, maka akan melengkung ke logam B (ke arah logam dengan koefisien muai logam yang lebih kecil).
Kedua apabila bimetal tersebut didinginkan, maka akan melengkung ke arah logam A (ke arah logam dengan koefisien muai lebih besar)
Pemuaian Zat Cair
Zat cair juga mengalami pemuaian ketika dipanaskan. Zat cair relatif lebih mudah teramati dibanding zat padat. Salah satu contohnya adalah pembuatan termometer yang memanfaatkan sifat pemuaian zat cair di dalamnya.
Pemuaian Zat Gas
Seperti halnya zat cair, gas juga akan mengalami pemuian jika diberikan kalor dalam jumlah tertentu. Sifat pemuaian gas dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari- hari, misalnya untuk menerbangkan balon udara, memompa ban sepeda tidak perlu terlalu kencang dan jangan meletakkan balon di tempat yang panas.
Sumber :
https://en.wikipedia.org
Halliday, D. dan Resnick, R., 2008, Fundamental of Physics 8th edition, John Wiley and sons, Inc.,
Tsokos, K, A. 2014, Physics for the IB Diploma Sixth Edition, Cambrige University press’s
Pujiyanta, Dasihanto. P, Sutantao. P dan Arahim, Z. 2009. Ilmu pengetahuan alam kelas VII SMP/MTs. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional