• Tidak ada hasil yang ditemukan

modul novel oleh damar rafi

N/A
N/A
Agus Tian

Academic year: 2023

Membagikan "modul novel oleh damar rafi "

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL BAHASA INDONESIA TENTANG BUKU NOVEL

DISUSUN OLEH:

DAMAR RAFI ARISTO (XII IPA 2)

MAN 10 JAKARTA BARAT 2023/2024

(2)

A. PENDAHULUAN

1. Standar Kompetensi --- 1

2. Deskripsi --- 1

3. Waktu --- 2

4. Petunjuk Penggunaan Modul --- 2

B. PEMBELAJARAN 1. Tujuan Materi --- 3

2. Uraian Materi --- 3

3. Rangkuman --- 14

C. EVALUASI 1. Tugas --- 15

2. Tes --- 18

D. DAFTAR PUSTAKA --- 25

E. GLOSARIUM --- 25

F. PENUTUP --- 26

DAFTAR ISI

(3)

PENDAHULUAN

Menurut Drs, Rostamaji, M.Pd, teks novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki dua unsur yang membangun, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang mana keduanya saling berkaitan satu sama lain

karena saling berpengaruh dalam sebuah karya sastra.

Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella yang artinya "baru",

"cerita pendek mengenai sesuatu yang baru", "berita", dan kata itu sendiri berasal dari bahasa Latin novella, bentuk jamak dari novellus, yang

disingkat novus, yang artinya "baru".

Novel merupakan prosa fiksi yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan

menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

3.8 Mengidentifikasi teks novel

3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan teks novel

4.8 Mengkonstruksi informasi teks novel secara lisan atau tulis.

4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan secara lisan maupun tertulis.

Modul ini merupakan modul pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMA kelas XII. Modul pembelajaran ini dibuat untuk mempermudah dalam

proses pembelajaran. Modul ini berisi materi pembelajaran yaitu Teks Novel.

STANDAR KOMPETENSI

DESKRIPSI

(4)

Alokasi waktu untuk mempejari dan mengerjakan modul ini yaitu satu minggu .

Sebelum Pembelajaran

1. Sebelum masuk pada materi, disajikan pendahuluan sebagai pengantar menuju materi utama.

2. Disajikan kompetensi dasar dan alokasi waktu sebagai pedoman bagi pengguna modul untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Selama Pembelajaran

1. Mempelajari dan memahami materi pada modul.

2. Mempelajari dan mencatat contoh teks dan analisis.

3. Mengerjakan tes untuk mengukur kemampuan dalam memahami modul.

Setelah Pembelajaran

1. Mengevaluasi jawaban dengan kunci jawaban.

2. Mengetahui hasil evaluasi (sudah memenuhi kriteria ketuntasan atau belum) 3. Memutuskan untuk meneruskan belajar pada materi selanjutnya atau tetap

pada materi yang sama.

WAKTU

PETUNJUK PENGGUNAAN

(5)

PEMBELAJARAN

TUJUAN MATERI

Setelah mempelajari modul ini, pengguna modul diharapkan dapat:

3.8 Mengidentifikasi teks novel 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan teks novel

4.8 Mengkonstruksi informasi teks novel secara lisan atau tulis.

4.9 Merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan secara lisan maupun tertulis.

A. Pengertian Teks Novel

Novel adalah sebuah karya fiksi yang berbentuk prosa yang ditulis secara naratif dalam bentuk cerita. Kata novel sendiri asalnya dari bahasa Italia yaitu "novella" yang berarti

"sebuah kisah atau sepotong berita.” Seorang penulis novel disebut sebagai Novelis.

B. Ciri-Ciri Teks Novel

Ciri-ciri teks novel antara lain :

1. Jumlah katanya kurang/lebih 35.000 kata.

2. Terdiri dari setidaknya 100 halaman atau lebih.

3. Ceritanya lebih dari satu impresi, dan emosi.

4. Alur ceritanya cukup kompleks.

5. Ceritanya panjang, tapi banyak kalimat yang diulang-ulang.

6. Ditulis dengan narasi kemudian didukung dengan deskripsi untuk menggambarkan suasanya yang ada didalamnya.

7. Jumlah pelaku/peristiwa relatif lebih banyak daripada teks cerpen.

8. Mengambil dari satu sisi kehidupan tokoh.

9. Tokoh utama mengalami perubahan nasib.

C. Struktur Teks Novel URAIAN MATERI

(6)

Struktur teks novel terdiri dari :

1. Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan pada bagian awal cerita. (bersifat opsional)

2. Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai latar waktu dan suasana terjadinya cerita, terkadang juga berupa pembahasan penokohan/perwatakan.

3. Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab-akibat, di mana setiap peristiwa terjadi karena adanya sebab dan mengakibatkan munculnya

peristiwa lain.

4. Evaluasi, merupakan bagian di mana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi terarah menuju suatu titik tertentu.

5. Resolusi, merupakan bagian yang memunculkan solusi atas konflik yang terjadi.

6. Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita. (bersifat opsional) D. Jenis-Jenis Novel

1. Berdasarkan nyata atau tidaknya suatu cerita, novel terbagi dua jenis, yaitu : a. Novel fiksi

sesuai dengan namanya, novel ini berkisah tentang hal yang fiktif dan tidak pernah terjadi, tokoh, alur maupun latar belakangnya hanya rekaan penulis saja.

contoh: Twillight, Harry Potter b. Novel nonfiksi

Novel ini kebalikan dari novel fiksi yaitu novel yang bercerita tentang hal nyata yang sudah pernah terjadi , lumrahnya jenis novel ini berdasarkan pengalaman

seseorang, kisah nyata atau berdasarkan sejarah.

contoh: Laskar Pelangi

2. Jenis novel berdasarkan genre cerita, jenis novel di bagi menjadi beberapa macam, yaitu :

a. Novel romantik

Cerita novel yang satu ini berkisah seputar percintaan dan kasih sayang dari awal hingga akhir.

contoh: Ayat Ayat Cinta, Gita Cinta dari SMA b. Novel horror

Novel yang satu ini memiliki cerita yang menegangkan, seram dan pastinya membuat pembaca berdebar debar, umumnya bercerita tentang hal hal yang mistis atau seputar

dunia gaib.

contoh: Bangku Kosong, Hantu Rumah Pondok Indah c. Novel misteri

Cerita dan jenis novel ini lebih rumit karena akan menimbulkan rasa penasaran hingga akhir cerita.

contoh: Novel novel karangan Karen Rose dan Agatha Christie yang berjudul Pembunuhan ABC.

d. Novel komedi

namanya, jenis novel ini mengandung unsur kelucuan atau membuat orang tertawa.

contoh: Masuk Masukin Saja, Kambing Jantan, 30 Hari Mencari Cinta e. Novel Inspiratif

Jenis novel yang ceritanya mampu menginspiri banyak orang, umumnya novel ini terdapat pesan moral atau hikmah tertentu yang bisa di ambil oleh pembaca sehingga pembaca merasa mendapat suatu dorongan dan motivasi untuk melakukan hal

yang lebih baik.

(7)

contoh: Negeri 5 Menara, Laskar Pelangi 3. Jenis novel berdasarkan isi,tokoh dan pangsa pasar

a. Teenlit,

Jenis novel ini bercerita seputar permasalahan para remaja umumnya, tentang cinta atau persahabatan. Tokoh dan pangsa pasarnya novel ini adalah anak usia remaja, usia

yang di anggap labil dan memiliki banyak permasalahan.

contoh: Me vs Heighells, Dealova b. Chicklit,

jenis novel yang satu ini bercerita tentang seputar kehidupan atau permasalahan yang di hadapi oleh seorang wanita muda pada umumnya. Jenis buku novel ini sebenarnya bisa

di nikmati oleh siapa saja, namun umumnya cerita dari novel ini lebih kompleks, rumit bahkan kadang mengandung unsur dewasa yang tidak terlalu mudah di tangkap oleh

pembaca usia remaja.

contoh: Miss Jutek, Testpack

c. Songlit novel ini ditulis berdasarkan sebuah lagu contohnya ruang rindu.

Judul novel adalah judul sebuah lagu ciptaan letto group band indonesia yang terkenal lewat lagu ini yang menjadi soundtrack sinetron intan yang melambungkan nama naysila mirdad dan dude harlino. Buku ini bisa dinikmati oleh siapapun baik remaja

maupun orang dewasa.

d. Novel dewasa

Novel jenis ini tentu saja hanya diperuntukkan bagi orang dewasa karena umumnya ceritanya bisa seputar percintaan yang mengandung unsur sensualitas orang dewasa.

contoh: Saman dan Larung penulis Ayu Utami, Lanang penulis Yonathan Rahajdo dsb.

E. Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik novel merupakan unsur utama yang membangun novel dari dalam.

Unsur-unsur intrinsik novel sebagai berikut : 1 Tema

Tema merupakan ide atau gagasan utama dari sebuah novel. Tema berisikan gambaran luas tentang kisah yang akan diangkat sebagai cerita dalam novel.

- Rumusan tema : a. Tema pendek (berupa kata/kelompok kata)

contoh : perjodohan; kawin paksa b. Tema panjang (berupa kalimat)

contoh : pernikahan tidak didasari rasa cinta. Rumah tangga itu tidak bahagia.

Rumusan tema dinyatakan dengan hubungan sebab akibat (kausalitas) 2 Tokoh/Penokohan

a. Tokoh adalah pelaku dalam sebuah novel.

b. Penokohan adalah cara pengarang dalam menghadirkan tokoh dan watak atau karakter dari tokoh yang ada dalam cerita novel.

c. Penokohan memiliki 2 macam cara yaitu:

1) Cara langsung: Penulis menggambarkannya secara langsung (tersurat).

2) Cara tidak langsung :

(8)

Penulis menggambarkannya secara tidak langsung melalui: Dialog antartokoh, tanggapan tokoh lain, tingkah laku, pikiran tokoh, gambaran fisik, pikiran

tokoh, gambaran fisik.

- Berdasarkan jenis watak, tokoh bisa dibagi menjadi tiga kategori :

Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang menjadi pusat dalam cerita. Tokoh utama ini digambarkan sebagai sosok yang baik dan biasanya selalu mendapatkan masalah.

Tokoh Antagonis

Tokoh antagonis adalah tokoh yang menjadi lawan dari tokoh utama dalam cerita.

Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang tidak bersahabat dan selalu membuat konflik.

Tokoh Tritagonis

Tokoh tritagonis adalah tokoh yang menjadi penengah antara tokoh protagonis dan antagonis. Tokoh ini digambarkan sebagai sosok yang netral, kadang bisa berpihak

pada protagonis, kadang pada antagonis. Namun ketika keduanya terlibat dalam konflik, dia menjadi pelerai.

3 Alur / Plot,

Plot merupakan kepingan-kepingan peristiwa yang nantinya akan membentuk jalannya cerita dalam novel. Umunya, alur dalam novel dibedakan menjadi 3 macam, yakni : a. Alur maju (progresif) adalah alur yang peristiwa didalamya bergerak secara urut (awal-

akhir) dan memiliki jalan cerita yang rapi. Biasanya alur ini digunakan pada novel biografi dan autobiografi.

b. Alur mundur (flashback/ regresif/ sorot balik) merupakan cerita yang memiliki jalan cerita yang mundur.

c. Alur campuran adalah alur yang didalamnya bergerak secara loncat (awal-akhir-awal- akhir)dan terkadang tidak rapi. Biasanya alur ini digunakan untuk novel misteri atau

novel fantasi.

4. Latar / Setting

Latar / setting adalah gambaran tentang peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita.

(latar belakang terjadinya peristiwa). Latar termasuk unsur pembangun cerita yang vital. Keberadaannya sangat penting untuk membangun suasana dalam cerita. Latar

sendiri dibagi menjadi beberapa macam, yakni:

a. Waktu adalah masa cerita sedang berlangsung. Waktu bisa diterangkan secara garis besar maupun secara mendetail.

Secara garis besar misalnya, musim hujan, tahun 2016, siang hari dan sebagainya.

Sedangkan secara mendetail bisa tahun berapa, di bulan apa, hari apa, tanggal jam, menit, detik dan seterusnya.

d. Tempat adalah lokasi cerita sedang berlangsung.

e. Suasana adalah kondisi latar secara keseluruhan dan juga emosi sang tokoh. Contoh : menegangkan, menyedihkan, memprihatinkan.

5. Sudut Pandang / Point of View

a. Sudut pandang merupakan cara pengarang menempatkan dirinya dalam sebuah cerita.

b. Bisa juga diartikan sebagai cara pandang seorang pengarang dalam menyampaikan cerita novelnya.

aku sebagai pelaku utama, aku sebagai pelaku sampingan, orang ketiga (cara dia) pengarang sebagai pengamat. pengarang sebagai ‘tuhan’.(serba tahu)

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku utama.

(9)

Pengarang dalam sudut pandang ini berperan sebagai tokoh utama dalam cerita.

Sehingga apa yang diceratakannya adalah pengalaman yang dirasakannya di dalam cerita. Karena orang pertama dan pelaku cerita, kalimat yang diutarakan kebanyakan

dalam bentuk aktif. Di posisi ini, pengarang melepaskan ekpresinya secara bebas.

Sudut pandang orang pertama – sebagai pelaku sampingan.

Posisi dari pengarang dalam cerita ini adalah sebagai pelaku diluar tokoh utama.

Tugasnya sebagai pencerita apa yang dilihatnya dari pelaku utama dan apa tanggapannya pada situasi tersebut. Sehingga pengarang disini berperan ganda. Namun posisinya sebagai pencerita cenderung terbatas, karena sebagian besar bercerita tentang

tokoh utama.

Sudut pandang orang ketiga – serba tahu.

Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang menjadi pelaku cerita dan sekaligus penciptanya. Sehingga pengarang bisa mengarahkan, membuat, mengomentari bahkan

berdialog dalam cerita. Bisa dibilang posisi ini adalah posisi paling bebas sebebas- bebasnya.

Sudut pandang orang ketiga – sebagai pengamat.

Sudut pandang ini menempatkan sang pengarang hanya sebagai pengamat cerita saja.

Sehingga pengarang hanya akan menyampaikan apa yang dilihat, dirasakan, didengar dan disimpulkannya dalam cerita saja. Dengan kata lain, posisi pengarang terbatas

meskipun ada dalam cerita.

6. Amanat

Amanat merupakan pesan tertentu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui cerita dalam novel. Amanat bisa berupa kritik sosial, ajakan, protes, dan lain

sebagainya. Amanat umumnya diibagi menjadi dua:

a. Tersurat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara langsung sehingga bisa dicerna seketika.

b. Tersirat, yaitu amanat yang pesannya disampaikan secara tersembunyi sehingga terkadang susah untuk dicerna seketika itu juga.

7. Bahasa

Bahasa berfungsi sebagai pengantar cerita. Bahasa novel harus memperhatikan unsur estetika (keindahan). majas, dll.

E. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik novel adalah unsur yang membangun novel dari luar. (hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya cerita. Biasanya bisa berupa latar pribadi penulis maupun

nilai-nilai dari luar. Unsur tersebut umunya adalah:

1. Biografi dan latar belakang penulis.

2. Tempat tinggal, latar belakang pendidikannya apa, keluarganya, lingkungannya, dan sebagainya.

3. Kisah dibalik layar.

4. Kisah ini biasanya dilatari oleh pengalaman, kesan atau juga harapan dan cita-cita sang pengarang.

5. Nilai yang ada dalam masyarakat.

6. Nilai-nilai ini sering diangkat oleh pengarang dalam ceritanya. Bisa nilai ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, agama, pendidikan dan lain sebagainya.

F. Kaidah Kebahasaan Teks Novel 1. Majas

a. Pengertian

Majas adalah bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis. Perihal

(10)

istilah majas dalam pelajaran Bahasa Indonesia memang cukup banyak, seperti yang terdapat dalam puisi, pantun, dan karya sastra atau karya tulis lainnya.

b. Macam-Macam Majas

Secara garis besar, majas dapat dibedakan menjadi empat golongan atau kelompok.

Dan dari empat macam-macam majas tersebut, masing-masing mempunyai turunan dan jenis kategori yang akan Espilen Blog bahas dibawah ini.

1) Majas Perbandingan

Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan juga pengaruhnya terhadap pendengar ataupun pembaca.

Ditinjau atau dilihat dari cara pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan terbagi atas :

- Asosiasi atau Perumpamaan

Majas asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan terhadap dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan

kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana. Berikut ini Espilen Blog sampaikan contoh majas asosiasi :

Contoh : Semangatnya keras bagaikan baja, mukanya pucat bagai mayat, wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama

-Metafora

Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis. Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang

sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang

punggung negara. Contoh majas metafora seperti berikut ini.

Contoh: Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting). Raja siang keluar dari ufuk timur, Jonathan adalah bintang kelas dunia. Harta karunku (sangat berharga). Dia dianggap anak emas majikannya. Perpustakaan adalah gudang ilmu.

-Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah- olah mempunyai sifat seperti manusia.

Contoh: Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk. Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai. Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan

tersebut.

-Alegori

Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. Alegori: majas perbandingan

yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.

Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi, - Simbolik

Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.

Contoh: Ia terkenal sebagai buaya darat. Rumah itu hangus dilalap si jago merah. Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian. Melati, lambang kesucian

Teratai, lambang pengabdian - Metonimia

(11)

Metonimia adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama untuk

benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.

Contoh: Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam). Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal

api). Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat) - Sinekdok

Sinekdok adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk berikut.

Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh: Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya. Per kepala mendapat Rp. 300.000.

Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.

Contoh: Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07. Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.

-Simile

Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

2) Majas pertentangan

Majas Pertentangan adalah “Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk

memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau pendengar”. Macam-macam Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.

- Antitesis

Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.

Contoh: Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu. Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan

- Paradoks

Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.

Contoh; Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.

- Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta perhatian.

Contoh: Suaranya menggelegar membelah angkasa. Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.

- Litotes

Litotes adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk

merendahkan diri.

Contoh:

Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.

Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya ini?

3) Majas penegasan

Majas Penegasan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”.Majas

penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.

(12)

-Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.

Contoh: Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.

- Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.

Contoh: Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.

Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.

- Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.

Contoh:

Cinta adalah pengertian Cinta adalah kesetiaan Cinta adalah rela berkorban

-Tautologi

Tautologi adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu menggunakan

kata bersinonim.

Contoh:

Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.

Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.

- Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut dan makin lama makin meningkat.

Contoh:

Semua pihak mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua pun mengikuti lomba Agustusan.

Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden sekalipun tidak mempunyai berhak untuk mengurusi hal pribadi seseorang.

- Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut yang makin lama semakin menurun.

Contoh :

Kepala sekolah, guru, staff sekolah, dan siswa juga hadir dalam pesta perayaan kelulusan itu.

Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -75.

- Retorik

Retorik adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban.

Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.

Contoh:

Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?

Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ? 4) Majas Sindiran

Majas sindiran ialah kata-kata berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi

menjadi - Ironi

(13)

Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir

seseorang.

Contoh:

Ini baru namana siswa teladan, setiap hari selalu pulang malam Bagus sekali tulisanmu, saking bagusnya sampai tidak dapat Aku baca.

- Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung kepada orang lain.

Contoh :

Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar seperti dirimu.

Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu yang tidak wajar itu - Sarkasme

Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.

Contoh:

Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!

Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!

G. Terdapat Nukilan

Nukilan adalah kutipan; tulisan yang dicantumkan pada suatu benda 1. Dalam novel, nukilan bisa berupa bahas daerah yang digunakan pengarang pada

percakapan yang terdapat pada novel

2. Fungsi adanya nukilan pada novel tersebut yakni pengarang ingin menarik minat pembaca dalam karyanya dengan menggunakan bahasa yang semenarik mungkin.

3. Seperti yang kita tahu, saat ini semakin banyak ditemukan penggunaan kata-kata atau istilah asing pada beberapa karya sastra seperti novel. Penulis lebih

mementingkan segi kepraktisan dan penyajian tulisan yang menarik.

4. Fungsi penggunaan bahasa daerah yaitu Bahasa merupakan alat utama bagi pengarang untuk mengekspresikan pengamatannya terhadap kehidupan dalam

bentuk karya seni (sastra).

5. Untuk merealisasikan gagasan, pikiran, dan perasaannya bahasa diolah dan disajikannya sedemikian rupa melalui proses kreatif hingga tercipta karya sastra

yang imajinatif dengan unsur estetis yang dominan.

6. Ragam bahasa dalam karya sastra dikenal penuh dengan asosiasi, irasional, dan ekspresif untuk menunjukkan sikap pengarangnya sehingga menimbulkan efek

tetentu bagi pembaca, seperti memengaruhi, membujuk, dan mengubah sikap pembacanya.

H. Terdapat Kata Asing

Kata asing adalah kata yang berasal dari bahasa lain (bahasa daerah/bahasa luar negeri)

Contoh kata asing pada novel laskar pelangi

1. Tak disangsikan, jika di-zoom out, kampung kami adalah kampung terkaya di Indonesia (LP, 2007 : 49)

2. Namun, jika di-zoom in, kekayaan itu terperangkap di satu tempat, ia tertimbun di dalam batas tembok-tembok tinggi Gedong (LP, 2007 : 49)

3. Caranya ber-make up jelas memperlihatkan dirinya sedang bertempur mati-matian melawan usia.... (LP, 2007 : 60)

I. Idiom

(14)

Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya. Ciri-cirinya:

- pola struktural menyimpang dari kaidah bahasa umum

- berbentuk frasa artinya tidak dapat diterangkan secara logis atau gramatikal dengan bertumpu pada makna kata yang membentuknya

Contoh Idiom:

Senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak jelas beliau sedang cemas (LP, 2007:2)

Senyum getir bermakna senyum yang lahir dari rasa hati yang kecewa.

Sifatnya yang utama: penuh perhatian dan kepala batu.Maka, tak ada yang berani bikin gara-gara dengannya karena ia tak pernah segan mencakar (LP, 2007:75)

=> Kepala batu bermakna tidak mau mengikuti nasihat orang lain.

J. Padaan kata

Padanan kata berarti sinonim atau persamaan kata.

Contoh: Seorang penyanyi pop yang melakukan konser khusus untuk para bu single parent (LP, 2007:134).

Padanan kata single parent adalah orang tua tunggal.

K. TERDAPAT KATA SAPAAN

Kata sapaan adalah kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang keua) atau menggantikan nama orang ketiga. Berikut adalah beberapa

contoh kata sapaan yang terdapat pada novel :

No. Kata Sapaan Orang yangDituju Contoh dalam

Kalimat 1 Ayah/Abi/Abah ‘orang tua laki-laki’ Ayah pergi ke sawah

tadi pagi.

2 Ibu/Umi/Ambu ‘orang tua

perempuan’

Ibu sedang menonton sinetron.

3 Paman 'adik laki-laki dari

ayah/ibu'

Paman bekerja sebagai sopir

4 Bibi 'adik perempuan

dari ayah/ibu'

Bibi sering datang ke rumahku.

5 Kakek/Opa 'orang tua laki-laki

dari ayah/ibu'

Kakek tinggal di Kota Padang.

6 Nenek/Oma 'orang tua

perempuan dari ayah/ibu'

Nenek selalu hadir di hari ulang tahunku.

7 Om 'kakak/adik laki-laki

dari ayah/ibu'

Om Budi gemar berolah raga

8 Tante 'kakak/adik

perempuan dari ayah/ibu'

Tante Irma bekerja sebagai penata

busana.

9 Mas/Aa 'kakak laki-laki' Mas Sugeng datang

terlambat.

10 Mba/Teteh 'kakak perempuan' Mba Mawar jatuh

sakit.

(15)

L. Perbedaan Hikayat dan Novel Novel

Cerita berbentuk prosa yang menceritakan kehidupan manusia seperti halnya pada roman, namun lebih sederhana dan lebih singkat.

Hikayat

Cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa melayu yang menceritakan kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian, keanehan, dan

karomah yang mereka miliki.

Pembeda Novel Hikayat

Tema Modern, bersifat rasional Tradisional Tokoh dan penokohan Masyarakat sentris Istana sentris

Latar Ada di kehidupan sehari hari

Dalam kehidupan istana Bahasa Indonesia modern Melayu kuno (klise)

Pengarang Namanya dicatumkan Anonim

Sudut pandang Orang pertama,orang ketiga

Orang ketiga Pembagian bab Ada pembagian bab atau

judul

Tidak ada pembagian bab

M. Fungsi Sosial Novel

1. Sebagai media untuk menghibur pembaca dengan menyajikan berbagai macam rangkaian peristiwa yang ada di dalam novel.

2. Sebagai media untuk memunculkan gejolak emosional dari pembaca.

3. Sebagai media untuk memberikan informasi atau wawasan kepada pembaca novel.

4. Sebagai media untuk memperluas pengetahuan dengan membaca isi novel.

5. Sebagai media untuk memberikan pengalaman estetis kepada pembaca novel.

6. Sebagai media untuk menyampaikan maksud penulis kepada pembaca novel.

N. Memproduksi Novel 1. Menentukan tema dan tujuan.

2. Membuat abstrak/ringkasan cerita.

3. Membuat tokoh dan setting.

4. Membangun tahapan alur cerita/menyusun struktur teks tetapi masih kerangkanya.

5. Menyusunnya menjadi satu bentuk teks cerita fiksi yang berstruktur.

6. Menyunting teks.

(16)

RANGKUMAN

.

1. Novel adalah sebuah karya fiksi yang berbentuk prosa yang ditulis secara naratif dalam bentuk cerita.

2. Unsur-Unsur Instrinsik diantaranya tema, tokoh dan penokohan, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, amanat Opini dalam editorial dapat berupa kritik, penilaian,

prediksi, harapan, maupun saran.

3. Stukttur novel Abstrak, Orientasi, Komplikasi, Evaluasi, Resolusi, Koda,

(17)

Kegiatan 1:

Menangkap Maksud Pengarang Terhadap Kehidupan Dalam Novel baca dengan saksama contoh teks novel berikut!

Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari

Sebelas tahun lalu ketika Srintil masih bayi. Dukuh Paruk yang kecil basah kuyup tersiram hujan lebat. Dalam kegelepan yang pekat, pemukiman terpencil itu lengang, amat lengang.

Hanya tangis bayi dan lampu kecil berkelip menandakan pedukuhan itu berpenghuni. Tak ada suara kecuali suara kodok. Bangsa reptil itu berpesta pora, bertunggangan dan kawin.

Besok pagi, hasil pesta mereka akan tampak. Kodok betina meninggalkan untaian telur panjang. Katak hijau menghimpun telurnya dalam kelompok yang terapung di permukaan

air. Katak daun menyimpan telurnya pada gumpalan busa yang melekat pada ranting semak-semak.

Seandainya ada seorang di Dukuh Paruk yang pernah bersekolah ia dapat mengira-ngira saat itu hampir pukul dua belas tengah malam, tahun 1946. Semua penghuni pedukuhan itu

telah tidur pulas kecuali Santayib ayah Srintil.

Dia sedang mengakhiri pekerjaannya malam ini. Bungkil ampas minyak kelapa yang telah ditumbuk halus dibilas dalam air setelah tuntas kemudian dikukus.

Turun dari tungku, bahan ini diratakan dalam sebuah tampah besar dan ditaburi ragi bila sudah dingin besok hari pada nungkil minyak kelapa itu akan tumbuh jamur-jamur halus jadilah tempe bongkrek. Sudah sejak lama Santayib memenuhi kebutuhan orang Dukuh

Paruk akan tempe itu.

(Sumber: Rongeng dukuh Paruk Buku pelajaran bahasa Indonesia SMA kelas XII edisi Revisi 2018 hal. 111)

Setelah kalian membaca ringkasan dalam novel Rongeng Dukuh Paruk, dapatlah dijelaskan bahwa novel ini menceritakan pandangan pengarang tentang kehidupan di Dukuh Paruk yang

masih terbelakang, seperti kebodohan dan kemiskinan kehidupan tersebut diungkapkan pengarang dengan cara yang menarik.

Pernahkah kamu membaca sebuah novel? Apa yang kamu dapatkan setelah membaca novel tugas

(18)

tersebut? Novel-novel tersebut biasanya menceritakan tentang latar sosial budaya

pengarangnya. Salah satu nya Trilogi novel Rongeng Dukuh Paruk. Sebaiknya kamu membaca novel Rongeng Dukuh Paruk secara keseluruhan sehingga kamu memiliki perasaan bahagia karena dapat menamatkan novel. Agar lebih memahami tentang maksud pengarang terhadap

kehidupan di dalam novel Mari kita simak uraian berikut ini.

MENANGKAP MAKSUD PENGARANG TERHADAP KEHIDUPAN DALAM NOVEL Sebelum mengerjakan latihan soal , sebaiknya kamu perhatikan beberapa hal berikut:

1. Baca kembali kutipan novel “Trilogi Rongeng Dukuh Paruk”

2. Bacalah artikel tentang “Penciptaan Trilogi Rongeng Dukuh Paruk” berikut ini untuk mempermudahkanmu memperoleh data latar sosial budaya yang terdapat dalam novel

kaitannya dengan pengarang.

Penciptaan Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk

Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel yang ditulis oleh Ahmad Tohari. Ahmad Tohari yang lahir pada tanggal 13 Juni 1948 di Tinggarjaya, Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah.

Ahmad Tohari lahir dari keluarga santri, Ayahnya seorang kiyai dan ibunya pedagang kain.

Dalam Ensiklopedia Sastrawan Indonesia Modern disebutkan ia lahir dari keluarga yang tidak kekurangan namun lingkungan masyarakat di sekitar mengalami kelaparan.

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara Srintil, seorang penari ronggeng dan Rasus, teman sejak kecil Srintil yang berpotensi sebagai tentara. Ronggeng Dukuh Paruk mengangkat latar Dukuh Paruk, desa kecil yang dirundung kemiskinan, kelaparan dan kebodohan. Latar waktu yang diangkat dalam novel ini adalah tahun 1960-an yang penuh

gejolak politik. Pada penerbitan pertama, novel ini terdiri atas tiga buku (trilogi) yaitu Catatan Buat Emak, Lintang kemukus Dini hari, dan Jantera Bianglala, Novel ini telah diadaptasi ke dalam film Darah dan Mahkota Rongeng (1983) dan Sang Penari (2011). Pada

2014, Rongeng Dukuh Paruuk diterbitkan dalam bentuk audio menggunakan suara Butet Kartaredjasa.

(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Rongeng _Dukuh_Paruk dengan pengubahan) Tugas Mandiri

Setelah kalian membaca teks tulislah data yang kamu peroleh dari artikel pencipraan Trilogi Rongeng Dukuh Paruk pada kolom berikut ini!

No Data yang diperoleh

1. Ronggeng Dukuh Paruk adalah sebuah novel yang ditulis oleh penulis Indonesia asal Banyumas.

2.

(19)

3.

4.

5. Dst..

Kegiatan 2

Menerangkan Maksud Pengarang Terhadap Kehidupan Dalam Novel

Pada kegiatan kali ini, kamu diminta menuliskan pendapatmu mengenai kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk untuk menambah wawasanmu. Sebelum kamu mengerjakan latihan pada kegiatan ini, sebaiknya kamu membuat

pertanyaan untuk memudahkan dalam menguraikan kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel. Perhatikan seperti contoh berikut ini.

1 .

Menceritakan tentang apa novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk?

2 .

Berlatar belakang tempat di manakah kehidupan dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk?

3 .

………

………

………

………

4 .

………

………

………

………..

5 .

………

………

………

………..

Tugas

Setelah kamu membuat pertanyaan-pertanyaan untuk memudahkanmu dalam menuliskan kesamaan latar belakang sosial budaya dalam novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dengan

kehidupan pengarang, uraikanlah jawabanmu dalam kolom berikut ini!

Novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk menceritakan kehidupan

………

(20)

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

………

(21)

TES

1. Teks berikut untuk soal nomor 1 dan 2.

“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima.

Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-

Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”Kemarau, A.A.

Navis

Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.

B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.

D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

2. Unsur intrinsik yang paling menonjol adalah ….

A. penokohan B. alur C. setting D. amanat E. tema

3. Bacalah kutipan novel berikut.

(1) Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita: apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik,” (2) “Bukan begitu, Bapak!” kata

Tuti pula menyambung kata ayahnya. “Bukan mereka sengaja hendak bertentangan dengan orang-orang tua. (3) Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidupkita sebagai manusia. (4) Emang

Soal Pilihan Ganda

Editorial

(22)

berkata bahwa bahagia itu adalah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. (5) Saleh menganggap bahagia itu lain artinya. (6) Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. (7) Baginya yang dinamakan bahagia

itu dapat menurutkan desakkan

hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannyan sepenuh-penuhnya dan menyerahkannya kepada yang terasa terhadapnya dan yang termulia dalam hidup ini.”

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Orang pertama sebagai pelaku utama B. Orang ketiga terarah

C. Orang ketiga serba tahu D. Orang ketiga bukan tokoh utama E. Orang pertama sebagai pengamat

4. Bacalah penggalan novel berikut untuk men jawab soal nomor 4 s.d 5!

Tiba-tiba Winna mendekati Adi. Seperti seorang kekasih yang menyambut kekasihnya merentangkan tangan siap menerima pelukan, tapi Winna terbentur tubuh Ima yang tiba-tiba saja menghalangi. Kontan saja Winna kaget. "Eit...eit.... ooh jadi ini rupanya sang pembela itu. Ooh, gue tahu sekarang. Kau dan Adi datang pagi-pagi, janjian mau

ngobrol-ngobrol, ya? Dan Adi bertambah jadi rajin karena ada kekasih hati yang menunggu. Gue tahu sekarang. Woi, teman-teman, Adi dan Ima jadian! Woi..A..."

Mulut Winna tiba-tiba dibekap Adi. "Elo kalo ngomong jangan macem-macem. Hati- hati. Gue jadi ingin muntah dengan segala tingkah lo yang norak ini. Urus saja make up

lo yang menor itu daripada ngurusin orang lain." "Eh...eh...gue hanya main-main kok, Di. Suwer!" hati Winna meleleh setelah Adi dengan tegas memotongnya. "Maafin gue

ya, Di." Adi diam saja. "Ayo, dong, Di. Maafin gue, please...." winna paling takut dimarahi, dia tidak bisa mendekatinya lagi. "Minta maaf dulu sama Ima, baru ke gue."

Jawab Adi. "Lho.. kok ... ke Ima, sih." Winna kaget dengan perintah Adi. Harus minta maaf pada Ima? Oh tidak lah yaw. Gengsi dong, bisik hati Winna. "Ya, kau telah hampir mencemarkan nama baiknya. Dia orang baik tahu, tidak kayak kamu. ( Dan

Gue Bukan Robot karya M. Irfan Hidayatullah, 2004) Konflik yang terdapat dalam cuplikan novel tersebut adalah ….

A. Sikap marah Adi karena Winna yang mencintai dirinya.

B. Sikap marah Adi karena Winna yang suka mencampuri urusannya.

C. Sikap marah Adi karena Winna menyakiti hati Ima

D. Sikap marah Adi karena Winna tidak mau meminta maaf kepada Ima E. Sikap marah Adi karena Winna sikap yang norak.

5. Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ….

A. Winna yang tiba-tiba memeluk Adi B. Winna yang tiba-tiba berbicara kasar pada Adi

C. Winna yang tiba-tiba marah pada Ima

(23)

D. Winna yang hampir mencemarkan nama baik Ima E. Winna yang iri dengan kedekatan Adi dengan Ima

6. Peristiwa yang terjadi akibat konflik adalah ….

A. Adi meminta Ima untuk meminta maaf pada Winna B. Adi meminta Winna untuk meminta maaf pada Ima

C. Adi meminta Ima untuk memafkan Winna.

D. Adi meminta Ima untuk bersabar terhadap sikap Winna.

E. Adi dan Ima memusuhi Winna.

7. Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!

Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan

kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya.

Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel

tersebut adalah ....

A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya

E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya

8. Bacalah kutipan novel 9 Matahari karya Adenita berikut ini!

"....orang hebat adalah orang yang bisa bersalaman dengan kesulitan. Jadi kalau kamu semua lagi punya kesulitan, hadapi! Jangan takut... Ibaratnya gini loh, kamu sudah memutuskan untuk menceburkan diri ke sungai maka pilihannya adalah terus berenang

untuk sampai ke tepian dan meraih semuanya. Menyerah bukan pilihan untuk hidup.

Karena menyerah cuma akan membuat kamu tenggelam di tengah sungai dan mati tanpa diketahui orang."

"Ibarat orang terjatuh, aku harus bangkit dulu dan memastikan kakiku cukup kuat untuk berjalan atau berlari, baru mengulurkan tangan untuk membantu."

"Ikhlas itu nggak pakai tapi, Sayang. Ikhlas berarti kamu menerima segalanya dengan lapang hati kesalahan dalam bentuk apa pun yang sudah pernah terjadi. Biarkan hati kita seluas lautan. Ibarat setitik tinta yang kalau kamu teteskan di segelas air dan bakal bikin airnya hitam, beda dengan kalau kamu teteskan ke laut. Ngerti'kan, Tar? Karena

(24)

lautan itu luas, dan seperti itulah harusnya hatimu ketika kamu bilang ikhlas, Tari...

Sudah tidak ada lagi yang tersisa."

Pandangan yang disampaikan pengarang dalam cupikan novel tersebut adalah....

A. orang hebat adalah orang yang pantang menyerah dan ikhlas menjalani B. orang hebat adalah orang yang tidak takut menghadapi kesulitan

C. kesulitan itu harus dihadapi sepanjang bisa dan mampu menjalaninya D. menyerah bukan pilihan yang baik untuk mempertahankan kehidupan

E. Ikhlas berarti kamu menerima segalanya dengan lapang hati 9. Perhatikan cuplikan teks berikut!

Pesawat Garuda jurusan Jakarta-Tokyo itu mendarat di Bandara Narita, pukul 11.00 waktu Tokyo. Akira mengirup napas dalam. Dirasakannya kesejukan udara tanah kelahirannya merasuk hingga ke tulang sumsum. Ia tersenyum tipis sebelum akhirnya

melangkah perlahan menuruni tangga pesawat (Novel Akira, Muslim Watashi Wa, Helvy Tiana Rosa).

Cuplikan teks novel tersebut termasuk ke dalam unsur ....

A. pengenalan situasi cerita B. pengungkapan peristiwa

C. puncak konflik D. penyelesaian E. Pengenalan tokoh

Penggalan novel berikut untuk nomor 10 dan 11

Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.

Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.

Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!

10. Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan ….

A. kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu B. kebingungan tokoh menghadapi sesuatu C. kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu

D. nostalgia tokoh di masa lampaunya E. penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri

11. Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….

A. Sosial B. Budaya C. Kejiwaan

D. Politik E. Lingkungan

(25)

12. Bacalah kedua kutipan teks novel berikut!

Teks 1

Tak susah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau mungkin ribuan sekolah miskin di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen, bisa rubuh berantakan. Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhammadiyah dan sore untuk SMP Muhammadiah.

Maka

kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama sembilan tahun di sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan sebangku pun tak berubah selama

Sembilan tahun SD dan SMP itu.

(Laskar Pelangi, Andrea Hirata) Teks 2

Setelah aku diwisuda sebagai sarjana ilmu hukum, aku kemudian memilih pulang ke Rimbo Pematang. Aku membantu mengajar di SMA Rimbo Parit dengan status

honorer,

sekolah tempatku menyelesaikan sekolah dulu. Aku memegang mata pelajaran Tata Negara dan Sejarah. Seperti ketika sekolah dulu, aku bolak-balik dari rumah ke kota

kecamatan tersebut; dari rumah jalan kaki beberapa ratus meter ke dermaga penyeberangan dengan perahu di pinggir sungai, kemudian melanjutkan perjalanan

dengan transportasi darat ke Rimbo Parit. Begitu setiap hari pulang-pergi.

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Perbandingan sudut pandang yang digunakan dalam kedua teks di atas adalah ...

A. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

B. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

C. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang I, teks 2 menggunakan sudut pandang orang I

D. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III

E. Teks 1 menggunakan sudut pandang orang III jamak, teks 2 menggunakan sudut pandang orang III tunggal

13. Bacalah kutipan teks novel Berikut!

Semuanya seperti musim kering; kemarau datang dan angin gersang menusuk-nusuk.

Semuanya seperti musim basah; hujan dan badai adalah nyanyian dalam sedih dan ngilu. Semuanya seperti perih, ketika langit tak menyisakan cerita apa-apa. Semuanya

menjadi sepi...

(Nyanyi Sunyi dari Indragiri , Hary B Kori’un)

Gaya bahasa dalam kutipan novel di atas adalah gaya bahasa ... . A. antithesis

C. metafora B. personifikasi

D. hiperbola E. metonimi

Bacalah kutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 15!

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke

arah belakang bangku-bangku.

(26)

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.

14. Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

A. warung B. kelas C. sekolah D. ruang tunggu

E. kantin

15.. Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara ….

A. pelukisan bentuk fisik tokoh B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh

C. pengungkapan jalan pikiran tokoh D. dialog antartokoh

E. Tanggapan tokoh lain

16. Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

A. orang pertama pelaku utama B. orang pertama pelaku sampingan

C. orang ketiga serbatahu D. orang ketiga terbatas E. orang ketiga pelaku utama Teks berikut untuk soal nomor 17 dan 18.

“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal

Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan

Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”Kemarau, A.A. Navis

17. Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...

A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.

B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.

D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.

E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.

18. Unsur intrinsik yang paling menonjol adalah ….

A. penokohan

(27)

B. alur C. setting D. amanat

E. tema

19. Bacalah kutipan novel berikut.

(1) Wiraatmaja menggelengkan kepalanya, “Anak-anak berlainan dengan kita:

apa yang kita katakan baik, katanya tidak baik,” (2) “Bukan begitu, Bapak!” kata Tuti pula menyambung kata ayahnya. “Bukan mereka sengaja hendak bertentangan

dengan orang-orang tua. (3) Yang bertentangan itu hanyalah pendapat tentang bahagia, tentang arti hidupkita sebagai manusia. (4) Emang berkata bahwa bahagia

itu adalah pekerjaan kemudian hari, pendeknya hidup yang senang. (5) Saleh menganggap bahagia itu lain artinya. (6) Bahagia itu baginya tidak sama dengan hidup senang. (7) Baginya yang dinamakan bahagia itu dapat menurutkan desakkan

hatinya, dapat mengembangkan tenaga dan kecakapannyan sepenuh-penuhnya dan menyerahkannya kepada yang terasa terhadapnya dan yang termulia dalam hidup

ini.”

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan tersebut adalah ....

A. Orang pertama sebagai pelaku utama B. Orang ketiga terarah

C. Orang ketiga serba tahu D. Orang ketiga bukan tokoh utama E. Orang pertama sebagai pengamat

20. Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!

Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang

harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang

menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan

dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi

juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….

Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....

A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya

E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya

(28)

,

(29)

DAFTAR PUSTAKA

Tw, Nindiya. 2016. Teks Novel. Dari http://nindyatw.blogspot.com/2016/11/teks- novel.html

Balkopites. 2017. Teks Novel. Dari https://balkopites.blogspot.com/2018/02/soal- novel.html

Suryaman, M., Suherli, & Istiqomah. 2018. Bahasa Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan.

Majas : Bahasa indah yang digunakan untuk mempercantik susunan kalimat yang tujuan akhirnya ialah untuk memperoleh efek

tertentu agar tercipta sebuah kesan imajinatif bagi penyimak atau pendengarnya, baik secara lisan maupun tertulis.

Nukilan : Kutipan tulisan yang dicantumkan pada suatu benda.

Idiom : konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya.

Padanan kata : Sinonim atau persamaan kata.

Kata sapaan : kata yang digunakan untuk menegur sapa orang yang diajak berbicara (orang kedua) atau menggantikan nama orang ketiga.

GLOSARIUM

(30)

PENUTUP

Melalui pembelajaran berbasis modul, diharapkan pengguna modul dapat belajar secara mandiri, mengukur kemampuan diri sensiri, dan menilai dirinya sendiri.

Terutama dalam memahami teks editorial. Semoga modul ini dapat digunakan sebagai referensi dalam proses pembelajaran. Semoga modul ini memberi manfaat bagi

pengguna.

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Unsur-unsur struktural tersebut dibagi menjadi unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik; (2) Nilai pendidikan dalam novel saku Prawan Deli karya Rani Wida; (3) Relevansi

merupakan sebuah judul analisis terhadap suatu karya sastra berupa novel terkait dengan unsur-unsur pembangun dalam novel tersebut, yaitu unsur intrinsik dan unsur

Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra (novel) hadir. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur yang secara langsung membangun sebuah cerita.. Keterpaduan berbagai

Di dalam karya sastra fiksi terdapat dua unsur yang sangat mempengaruhi. yaitu unsur intrinsik dan

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu.. sendiri

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Unsur struktural yang membangun novel Gedhong Setan karya Suparto Brata, baik unsur intrinsik dan unsur

Dengan pertimbangan bahwa di dalam karya sastra terdapat unsur intrinsik sehingga penulis dapat melakukan penelitian terhadap novel Ayahku (Bukan) Pembohong karya

Berdasarkan latar belakang tersebut, peniliti tertarik melakukan penelitian berjudul Analisis Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik dalam Novel Hujan Karya Tere Liye.. 1.2 Rumusan