• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelajari tentang aktivasi terkelola

N/A
N/A
Fizhella Rentia

Academic year: 2023

Membagikan "Pelajari tentang aktivasi terkelola"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

Hersey dan Blanchard menyatakan bahwa aktivasi atau motivasi adalah suatu kegiatan untuk merangsang suatu keadaan yang dapat langsung mengarahkan dorongan-dorongan dalam diri seseorang pada kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Judgment. Kegiatan organisasi akan sangat ditentukan oleh sejauh mana unsur manusia dapat memanfaatkan segala sesuatu yang lain). unsur (non manusia) dan mampu melaksanakan tugas yang telah ditetapkan Singkatnya, aktivasi menyangkut kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang ditunjuk oleh manajer untuk memulai dan melanjutkan kegiatan yang telah ditetapkan oleh unsur perencanaan dan pengorganisasian. sehingga tujuan dapat tercapai (Terry.

Kegiatan mobilisasi selalu berkaitan dengan masalah kepemimpinan dan pengerahan sumber daya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditentukan. Tujuan mobilisasi dalam suatu organisasi adalah upaya atau tindakan seorang pemimpin untuk membangkitkan kemauan dan mengenalkan bawahan pada pekerjaannya agar mereka sadar melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Fungsi mobilisasi ini sangat erat kaitannya dengan pelaksanaan dakwah, sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi ini sangat menentukan bagi kelancaran dakwah yang direncanakan dan diselenggarakan terlebih dahulu.

Bimbingan merupakan tindakan kepemimpinan yang dapat menjamin terlaksananya tugas misi sesuai dengan rencana, kebijakan dan ketentuan lain yang digariskan. Dalam memberikan perintah, baik lisan maupun tulisan, yang harus diperhatikan adalah tujuan dikeluarkannya perintah tersebut, yang tidak lain adalah dalam rangka mencapai tujuan misi yang telah ditetapkan.

Pengertian Pelaksanaan

Dakwah akan terganggu bahkan gagal jika terjadi ketidakpercayaan dan saling tidak percaya antara pemimpin dengan pelaku atau antara pelaku dengan pelaku lainnya. Menurut Westra, implementasi adalah suatu upaya untuk melaksanakan seluruh rencana dan kebijakan yang telah dirumuskan dan dilaksanakan dengan mengisi semua instrumen yang diperlukan, siapa yang akan melaksanakannya, di mana pelaksanaannya akan berlangsung, dan kapan dimulainya. Dari definisi-definisi yang terkumpul dapat diambil suatu kesimpulan yang menunjukkan bahwa kata implementasi berarti kegiatan, tindakan, perbuatan atau mekanisme suatu sistem.

Ungkapan mekanisme tersebut mengandung makna bahwa pelaksanaan bukan sekedar kegiatan, melainkan suatu kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh berdasarkan norma-norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Sumber daya dalam hal ini meliputi empat komponen yaitu jumlah staf yang cukup dan kualitasnya, informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan atau wewenang yang cukup untuk melaksanakan tugas seperti tanggung jawab dan fasilitas yang diperlukan untuk pelaksanaan. Unsur pelaksana baik organisasi maupun individu bertanggung jawab mengelola pelaksanaan dan memantau proses pelaksanaan (Syukur.

Hafalan Al-Qur’an

Pengertian Hafalan Qur’an

Sedangkan Al-Quran adalah Firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, ditulis dalam manuskrip. Lebih jelas dinyatakan bahawa al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup manusia (Syadali & Rofi’I, 1997: 11). Menurut istilah Al-Qur’an, firman Allah itu berupa mukjizat, yang diturunkan kepada manusia melalui malaikat Jibril, melalui perantaraan Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi manusia (Rifat.

Dengan kata lain, program hafalan Al-Quran merupakan upaya menyempurnakan pengucapan dan pembacaan Al-Quran. Padahal Al-Quran sendiri menyatakan bahwa Al-Quran adalah syifa wa rahmat yaitu obat dan cinta dari Allah SWT. Secara etimologis, Al-Quran merupakan bentuk kata qara'a (qara'a-yaqra'u-qaea'tan-wa qirᾱ'atan-wa qur'ᾱnan) yang berarti mengumpulkan, menggabungkan atau merakit.

Al-Quran secara pengertian adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, mukjizat, tertulis dalam mushaf (kitab), diriwayatkan secara mutawatir, membacanya adalah ibadah. Dawud Al-Aththar dalam kitabnya Ilmu Al-Qur'an mengatakan bahawa al-Qur'an adalah sesuatu yang dibaca dan ditulis, jika dikatakan Qara'a ar-risalata qira'atan wa qur'anam maka bererti ia adalah. baca dengan kuat. Al-Qur’an adalah firman Allah yang berupa mukjizat, yang diturunkan kepada manusia melalui malaikat Jibril, melalui perantaraan Nabi Muhammad SAW, sebagai petunjuk bagi manusia yang layak disembah.

Menghafal Al-Quran adalah menghafal seluruh Al-Quran dengan cara mencocokkan dan menyempurnakan hafalannya sesuai dengan kaidah bacaan dan prinsip dasar hafalan yang benar. Seorang hafiz harus menghafal Al-Qur'an secara utuh (tidak bisa disebut al-hafiz). bagi orang yang secara rasional mengingat setengah atau sepertiganya).

Karakteristik penghafal Al-Qur’an

Penghafal Al-Quran hendaklah tenang dan lemah lembut, tidak kasar, tidak sombong, tidak keras atau lantang, dan tidak mudah marah. Mereka yang belajar dan menghafaz Al-Quran hendaklah ikhlas dalam niat dan mencari keredhaan Allah SWT hanya dengan mempelajari dan mengamalkan Al-Quran. Orang yang menghafal al-Quran dan menuntut ilmu hendaklah bertakwa kepada Allah SWT dalam diri mereka dan mengabdikan amalannya kepada-Nya.

Menghafal Al-Qur'an merupakan jalan yang mengandung berbagai macam kesulitan dan beban berat. Kunci lain dalam menghafal Al-Qur'an adalah keikhlasan untuk mendapatkan keridhaan Allah, karena keikhlasan merupakan salah satu dari dua rukun yang menjadi landasan diterimanya ibadah (Wahid, __: 50). Menghafal Al-Qur'an memerlukan kecerdasan dan daya ingat yang kuat, Kecerdasan dan daya ingat yang kuat sangat bergantung pada faktor genetik yang diturunkan serta upaya peningkatan kecerdasan dan daya ingat.

Meski demikian, bukan berarti kecerdasan yang tinggi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan seseorang dalam menghafal Al-Quran. Penerapan metode yang tepat sangat besar pengaruhnya dalam mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar, dalam hal ini menghafal Al-Quran. Cara ini diamalkan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril saat tes membaca Al-Quran di bulan Ramadhan.

Dari ketiga metode tersebut, yang digunakan di Pondok Pesantren Modern Khafidul Qur'an adalah metode kedua. Seorang penghafal Al-Quran hendaknya dapat memanfaatkan waktunya sebaik-baiknya dan memilih tempat yang cocok dan nyaman, tergantung suasana hatinya, sehingga tercipta konsentrasi dalam menghafal Al-Quran. Kapan saja, siang dan malam adalah saat yang tepat untuk menghafal Al-Quran.

Meski demikian, bukan berarti waktu-waktu selain yang disebutkan di atas tidak baik untuk menghafal Al-Qur'an. Sebab pada kenyataannya kenyamanan dan ketepatan dalam menggunakan waktu lebih bersifat relatif dan subyektif, sesuai dengan kondisi psikologis penghafal Al-Qur’an yang berbeda-beda. Oleh karena itu, mengatur waktu dan memilih tempat menghafal Al-Qur'an yang tepat sangatlah penting dan menunjang keberhasilan menghafal Al-Qur'an.

Metode menghafal Al-Qur’an

Maka cara memilih tempat duduk yang paling baik adalah dengan duduk menghadap tembok berwarna putih bersih, seperti duduk di depan masjid dan menghadapkan mata memandang lurus ke depan. Dan diwajibkan tempat hafalan jauh dari suara bising, karena suara bising dapat mengganggu dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap pikiran. Dapat dipahami bahwa tempat ideal yang menunjang para penghafal Alquran untuk berkonsentrasi adalah tempat yang nyaman, baik secara visual maupun aural, sehingga tidak mengganggu konsentrasi menghafal.

Senn menyatakan bahwa metode adalah tata cara atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis (Muhsin. Memahami metode menghafal Al-Qur'an yang efektif berarti dapat mengatasi kekurangan-kekurangannya. Hanya saja kitaba lebih berfungsi sebagai alat menguji ayat-ayat yang telah dihafalnya.

Cara ini dilakukan secara kolektif, yaitu ayat-ayat hafalan dibacakan secara bersama-sama atau bersama-sama, di bawah bimbingan instruktur. Artinya teliti membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang akan dihafal dengan berulang kali melihat mushafnya. Yakni menghafal Al-Quran yang telah dibaca berulang-ulang, sedikit demi sedikit.

Pada prinsipnya semua cara di atas baik sebagai panduan dalam menghafal Al-Qur'an, bisa salah satunya atau semuanya bisa dijadikan alternatif. Hafalkan urutan ayat-ayat yang dihafal dalam satu kesatuan setelah Anda hafal ayat-ayatnya secara tuntas.

Pondok Pesantren

Pengertian Pondok Pesantren

Sedangkan menurut Dhofier, pesantren diartikan sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional untuk mempelajari, memahami, menghormati dan mengamalkan ajaran Islam dengan menekankan pentingnya moralitas agama sebagai pedoman perilaku sehari-hari. Berbeda dengan Dhofier, Nasir juga mengartikan pesantren sebagai lembaga keagamaan yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran serta mengembangkan dan menyebarkan ilmu agama Islam. Dapat kita simpulkan bahwa pesantren adalah lembaga yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran agama Islam serta mengembangkan dakwah, yang didalamnya terdapat asrama tempat tinggal.

Pondok pesantren juga menyelenggarakan pendidikan formal berupa madrasah bahkan sekolah negeri di berbagai tingkatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan pondok pesantren. Seorang kyai harus mempunyai keterampilan yang dapat diintegrasikan ke dalam individu kyai sebagai wali dan pembimbing santri (Mujamil, 2011: 20). Istilah “santri” mempunyai dua konotasi atau makna, pertama; diasosiasikan dengan orang-orang yang taat mengamalkan dan mengamalkan perintah-perintah agama Islam, atau dalam terminologi lain sering disebut “Muslim ortodoks”.

Istilah “santri” dibedakan berbeda dengan kelompok abangan, yaitu masyarakat yang lebih banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya Jawa pra Islam, terutama nilai-nilai yang bersumber dari ilmu kebatinan Hindu dan Budha (Raharjo (red. artinya orang yang mencari ilmu pada . Lembaga Pesantren Mereka hanya datang ke Pesantren ketika ada pengajian atau kegiatan Pesantren lainnya. Asrama merupakan tempat tinggal para santri dan digunakan untuk mengulang pelajaran yang diajarkan oleh kyai atau ustadz.

Bangunan pondok atau asrama pada masing-masing pondok pesantren berbeda-beda, sebagian jumlah unit bangunan pada masing-masing pondok pesantren tidak dapat ditentukan tergantung perkembangan pondok pesantren tersebut. Masjid merupakan salah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari pesantren. Masjid merupakan bangunan sentral pesantren dibandingkan dengan bangunan lainnya karena masjid merupakan pusat kegiatan di pesantren. Menurut Abdurrahman Wahid, masjid merupakan tempat mengajar dan memberi semangat kepada santri agar terbebas dari hawa nafsu (Mujamil, 2011: 21).

Bahkan untuk hunian umat Islam, selain untuk melaksanakan salat berjamaah, masjid yang menjadi pusat kegiatan thariqah masjid ini mempunyai fungsi tambahan yaitu digunakan sebagai tempat amalan tasawuf seperti dzikir, wirid, bai'ah, tawajjuhan. , i'tikaf dan lain-lain.

Tujuan dan Fungsi Pondok Pesantren

Referensi

Dokumen terkait

Jadi menurut pendapat-pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa, Insentif adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik dan agar lebih dapat mencapai

Dari pendapat-pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh siswa dalam proses belajar untuk

Beberapa ahli manajemen memberikan defenisi organisasi sebagai berikut : Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk

Dari uraian dan pendapat para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa visi merupakan dasar dari tujuan yang ingin dicapai.Visi juga merupakan landasan untuk

Dari pendapat ahli diatas dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi adalah keterlibatan individu terhadap organisasi dan juga keterlibatan antara anggota organisasi yang

merupakan suatu kegiatan untuk menggerakkan atau mengarahkan orang lain agar bisa dapat bekerja dengan baik dalam upaya mencapai tujuan yang di inginkan....  Tujuannya agar

Berdasarkan pendapat - pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan, bahwa Insentif adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik dan agar lebih dapat

Jadi menurut pendapat-pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa, Insentif adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik dan agar lebih dapat mencapai