1
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
BERBASIS INFORMATION COMUNICATION AND TECHNOLOGI (ICT) DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
MAMBA’UL KHOIRIYATIL ISLAMIYAH BANGSALSARI JEMBER
SKRIPSI
Oleh :
ISMAIL NAFAQI NIM. T20171258
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JUNI 2022
ii
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS INFORMATION COMUNICATION AND TECHNOLOGI (ICT)
DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MAMBA’UL KHOIRIYATIL ISLAMIYAH
BANGSALSARI JEMBER
SKRIPSI
Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh
gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Program Studi Pendidikan Agama Islam
Oleh :
ISMAIL NAFAQI NIM. T20171258
Disetujui Pembimbing
Prof. Dr. Hj. Titiek Rohanah Hidayati, M. Pd.
NIP. 195310111979032001
iii
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BERBASIS INFORMATION COMUNICATION AND TECHNOLOGI (ICT)
DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MAMBA’UL KHOIRIYATIL ISLAMIYAH
BANGSALSARI JEMBER
SKRIPSI
telah diuji dan diterima untuk
memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Jurusan Pendidikan Islam Dan Bahasa Program Studi Pendidikan Agama Islam
Hari : Senin
Tanggal : 04 Juli 2022 Tim Penguji Ketua
Musyarofah, M.Pd.
NIP. 198208022011012004
Sekretaris
Mudrikah, M.Pd.
NIP. 199211222019032012
Anggota :
1. Sofkhatin Humaida, M.Pd., M.Ed.,Ph.D ( ) 2. Prof. Dr. Hj. Titiek Rohanah Hidayati, M. Pd. ( )
Menyetujui,
Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Prof. Dr. Hj. Mukni’ah, M.Pd.I.
NIP. 196405111999032001
iv MOTTO
Artinya: “Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan. Dia (Balqis) berkata, “Wahai para pembesar!
Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang mulia.
”Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. An-naml[27]:28 - 30)
*Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemah, (Bekasi: Cipta Bagus Segara, 2012), 156
v
PERSEMBAHAN
Alhamdulillahi rabbil‘aalamiin, segala puji hanya milik Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta beserta segala isinya. Dengan segala kerendahan hati, saya persembahkan karya sederhana ini kepada:
1. Ayah dan ibuku tercinta, Bapak Misjono dan ibu Mistiya, Terimakasih atas segala pengorbanan dan doa yang telah ayah/ibu berikan hanya demi sebuah impian dan harapan yang saya cita-citakan. Dukungan untuk selalu sabar dalam berperoses, tekun dan pantang menyerah, telah menjadikan hidup lebih bermakna. Semoga Allah SWT memberikan balasan atas segala kebaikan yang Ayah/ibu berikan dengan sebaik-baiknya balasan.
Aamiin.
2. Kakakku Yupsil Khotimah, Ayu Wahyuni, Sumiyati Nafa’iyah, Adikku Lukman Nafaqi, Yuliatus Sholeha. Terimakasih atas dukungan yang telah diberikan. Akhirnya skripsi ini bisa terselesaikan. Serta untuk pendamping hidupku Intan Diana Putri yang selalu mensupport dalam mengerjakan skripsi ini. Semoga kalian semua mendapatkan balasan yang tiada batas, Aamiin.
3. Guru-guruku sejak MI hingga MA dan dosen-dosenku yang terhormat, yang telah memberikan ilmu dan membimbing dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
4. Teman-teman kelasku PAI A7 yang telah menemaniku dalam menuntut ilmu serta memberikan motivasi selama ini, semoga langkah kita dipermudah kedepannya untuk meraih impian-impian kita semua.
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat taufik dan hidayahnya serta sholawat dan salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan mengucapkan Alhamdulillahi rabbil ‘aalamiin karena penulis telah menyelesaikan tugas akhir yakni skripsi yang berjudul “pembelajaran pendidikan agama islam (PAI) berbasis information, comunication and technologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember”.
Penulis menyadari tanpa adanya bimbingan dan arahan dari berbagai pihak, skripsi ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan motivasi terhadap penyelesaian skripsi ini, ungkapan terimakasih ini penulis sampaikan kepada:
1. Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM, selaku rektor UIN KHAS JEMBER yang telah menjadi suri tauladan sebagai pemimpin yang baik bagi mahasiswa.
2. Prof. Dr. Hj. Mukniah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS JEMBER yang telah mengijinkan peneliti mengadakan penelitian ini.
3. Dr. Rif’an Humaidi, M.Pd.I selaku Ketuan Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa yang telah memotivasi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini.
vii
4. Dr. Hj. Fathiyaturrahmah M.Ag. selaku ketua program studi pendidikan agama islam (PAI) UIN KHAS JEMBER yang telah memotivasi peneliti untuk menyelesaikan skripsi ini.
5. Prof. Dr. Hj. Titiek Rohanah Hidayati, M. Pd. Selaku dosen pembimbing yang penuh dengan kesabaran serta keikhlasan telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, motivasi kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dan disusun dengan baik.
6. Segenap Civitas akademik, bapak dan ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan keguruan yang telah memberikan ilmu pengetahuan, membantu dan memberikan arahan selama ini.
7. Abu Salam, S.Pd.I selaku kepala sekolah Sekolah Menengah Kejuruan MHI Bangsalsari Jember yang telah bersedia memberikan izin untuk melakukan penelitian di lembaga hingga selesai.
8. Mahmulul Huda S.Ag., M.Pd. selaku Waka kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan MHI Bangsalsari Jember yang telah membantu peneliti untuk mendapatkan informasi dan membantu kelancaran penelitian ini.
9. Ibu Maya Hilmy Nauvalia S.Pd.I selaku guru mata pelajaran pendidikan agama islam Sekolah Menengah Kejuruan MHI Bangsalsari Jember yang telah membantu peneliti untuk mendapatkan informasi dan membantu kelancaran penelitian ini.
viii
Semoga semua bantuan yang telah diberikan kepada penulis menjadi amal baik dan diterima oleh Allah SWT serta mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari-Nya, Aamiin.
Jember, Juni 2022 Penulis,
Ismail nafaqi NIM. T20171258
ix ABSTRAK
Ismail Nafaqi, 2022: Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (Ict) Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
Kata Kunci : Pembelajaran PAI dan Media ICT
Pendidikan merupakan proses yang secara terus menerus akan terjadi selama manusia hidup dan sudah menjadi kebutuhan primer hingga saat ini.
Dengan demikian Pembelajaran PAI mengalami proses yang akan terus berkembang khususnya dalam media pembelajaran bebasis ICT. SMK MHI Bangsalsari Jember merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan pembelajaran PAI berbasis ICT yang memiliki sistem pemerograman sampai tahap evaluasi yang sangat efektif. Pembelajaran PAI berbasis ICT jarang ditemui, sebagian pendidik lebih fokus dengan model pembelajaran klasik seperti ceramah.
Dengan adanya keunikan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti pembelajaran PAI berbasis ICT.
Berdasarkan uraian di atas, maka fokus penelitian ini terbagi menjadi dua:
1) Bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember? 2) Bagaimana Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT). 2) untuk mendeskripsikan teknik evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT).
penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research) sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis data menggunakan model analisis data interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Adapun kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu: 1) Pelaksanaan Pembelajaran PAI Berbasis ICT cukup efektif dalam menyampaikan materi dimasa pandemi, dalam pelaksanannya terdapat tahapan pembukaan, inti dan penutup yang di paparkan pada aplikasi Microsoft teams. 2) Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) Bangsalsari Jember merupakan inovasi baru dalam melaksanakan proses evaluasi, dimana teknik evaluasi berbasis ICT menggunakan teknik tes dan non tes berupa tes essai pada aspek kognitif, pada aspek afektif dinilai pada sikap siswa dalam mengumpulkan tugas, untuk penilaian psikomotik dinilai dari keaktifan siswa saat pembelajaran daring.
x DAFTAR ISI
COVER ... i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
MOTTO ... iv
PERSEMBAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vi
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Konteks Penelitian ... 1
B. Fokus Penelitian ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 7
E. Definisi Istilah ... 9
F. Sistematika Pembahasan ... 9
BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 12
A. Penelitian Terdahulu ... 12
B. Kajian Teori ... 18
BAB III METODE PENELITIAN ... 41
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 41
B. Lokasi Penelitian ... 42
C. Subyek Penelitian... 42
xi
D. Teknik Pengumpulan Data ... 44
E. Analisis Data ... 47
F. Keabsahan Data ... 50
G. Tahap-tahap Penelitian... 51
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 60
A. Gambaran Obyek Penelitian ... 60
B. Penyajian Data dan Analisis ... 62
C. Pembahasan Temuan ... 77
BAB V PENUTUP ... 86
A. Simpulan ... 86
B. Saran-saran ... 87
DAFTAR PUSTAKA ... 88 LAMPIRAN-LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL No. Uraian
2.1 Orsinilitas Penelitian ... 14 3.1 Nama Informan ... 43
xiii
DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
4.1 Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Pendahuluan Berbasis ICT Dengan Microsoft Teams ... 65 4.2 Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Pendahuluan (memasukan Materi ke
micrososft teams) Berbasis ICT dengan Microsoft Teams ... 65 4.3 Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Isi (Penyampaian Materi ) Berbasis ICT
Dengan Microsoft Teams ... 66 4.4 Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Penutup ( disertai dengan penugasan dan
materi selanjutnya) Berbasis ICT dengan Microsoft Teams ... 67
4.5 Contoh Materi Pembelajaran Menggunakan Microsoft Teams Dengan Tema “Berfikir Kritis, Demokrasi Dan Syuro” ... 69
4.6 Contoh Materi Pembelajaran Menggunakan Microsoft Teams Dengan Tema “Iman Kepada Hari Akhir” ... 70 4.7 Contoh Evaluasi Pembelajaran Menggunakan Microsoft Teams
Dengan Metode Quizz ... 74 4.8 Nilai PTS dan PAS Siswa Kelas XII PM (Alfamart) ... 75
xiv
DAFTAR LAMPIRAN 1. Surat pernyataan keaslian tulisan
2. Matrik penelitian
3. Jurnal kegiatan penelitian 4. Surat izin penelitian
5. Surat keterangan penelitian 6. Rpp 1 lembar
7. Dokumentasi 8. Biodata penulis
1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian
Pendidikan adalah usaha seseorang untuk mewujudkan segala potensi yang ada. Pada dasarnya pendidikan sudah diberikan sejak masih dalam usia kandungan sampai nantinya tutup usia.1 Karena pendidikan merupakan proses yang secara terus menerus akan terjadi selama manusia hidup dan sudah menjadi kebutuhan primer hingga saat ini. Proses pendidikan dapat diperoleh dari berbagai hal berupa pengalaman ataupun pengetahuan yang menjadikan seseorang dari yang tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti melalui proses yang dilakukan tersebut.2
Sebagaimana dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1 dinyatakan bahwa:
“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya , masyarakat, bangsa dan Negara.”3
1Anggi Anggraeni Islami dan Rifki Rosyad, “Pendidikan Anak Perspektif Sufistik Dalam Pandangan Ibnu Qayyim Al Jauziyah,” Syifa al-Qulub 4, no. 4 (2020): 13.
2Teni Nurrita, “Pengembangan media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa,” MISYKAT: Jurnal Ilmu-ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah dan Tarbiyah 3, no. 1 (2018): 30.
3“Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional,” Pub. L. No.
20 (2003).
Segala masalah tentang pendidikan diatur oleh Undang-Undang di atas. Dengan pendidikan seseorang melakukan usaha sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. Membentuk manusia berakhlak mulia yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan bermanfaat kehidupan masyarakat. Mutu pendidikan banyak bergantung pada mutu guru dalam membimbing proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar hendaknya mengandung proses pembelajaran yang bervariasi.4 Biasanya suasana belajar yang tidak menggairahkan dan menyenangkan akan banyak mendatangkan kegiatan belajar mengajar yang kurang harmonis. Proses belajar mengajar itu adalah sebuah perbuatan yang wajib dilakukan oleh setiap orang. Karena dalam alquran Allah telah berfirman :
Artinya: “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (QS. At-Taubah Ayat 122)5
Dalam ayat ini, terdapat dua lafadz fi’il amr yang disertai lam amr, yakni (supaya mereka memperdalam ilmu agama) dan lafadz (supaya mereka memberi peringatan), yang berarti kewajiban untuk belajar dan mengajar.
4Fakhrurrazi Fakhrurrazi, “Hakikat pembelajaran yang efektif,” At-Tafkir 11, no. 1 (2018):
90.
5“Surat At-Taubah Ayat 122: Arab-Latin Dan Artinya,” diakses 4 April 2022, https://tafsirweb.com/3138-surat-at-taubah-ayat-122.html.
Perkembangan zaman dapat ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi canggih. Karena itu dalam proses belajar mengajar perlu juga dikembangkan cara-cara mengajar yang baru pula. Diantaranya adalah cara mengajar dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK/ICT). Pembelajaran berbasis ICT dikembangkan berdasarkan pada kehidupan modern di masa depan, komputer merupakan suatu alat yang sangat penting. Selain itu karena derasnya arus informasi baru yang mengalir dari para pengguna IPTEK/Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, maka penggunaan komputer merupakan satu-satunya cara untuk menampung dengan baik segenap informasi, dan selanjutnya memanfaatkan dengan baik informasi tersebut.6 Dengan komputer dapat diajarkan cara-cara mencari informasi baru, menyeleksinya dan kemudian mengolahnya, sehingga terdapat jawaban terhadap suatu pertanyaan.
Salah satu pembelajaran yang berbasis ICT adalah pembelajaran Pendidikan Agama Islam/PAI. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai andil besar dalam membentuk karakter peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah, sehingga PAI mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencapai tujuan pendidikan nasional.7 Mata pelajaran PAI itu secara keseluruhannya terliput dalam al- qur’an dan al-hadist, keimanan, akhlak, fiqih/ibadah, dan sejarah, sekaligus
6Agus Pandi, “Implementasi Pembelajaran Berbasis ICT (Information, Communication And Tecnology) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik Pada Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X di SMA Perintis 2 Bandar Lampung” (PhD Thesis, Lampung, UIN Raden Intan Lampung, 2017), 23.
7Budi Agus Sumantri dan Nurul Ahmad, “Teori Belajar humanistik dan Implikasinya terhadap pembelajaran pendidikan agama islam,” Fondatia 3, no. 2 (2019): 5.
menggambarkan bahwa ruang lingkup PAI mencakup perwujudan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan hubungan manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, sesama manusia, makhluk lainnya maupun lingkungannya.
Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember merupakan salah satu sekolah swasta berbasis pondok yang berusaha mengkombinasikan budaya sekolah umum dengan sekolah berbasis pesantren. Kemudian salah satu ciri utama pembelajaran pada sekolah Sebagai salah satu institusi pendidikan formal Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember dapat dikategorikan sebagai salah satu sekolah swasta favorit di kota Jember Hal tersebut bisa dilihat dari sisi kualitas maupun kuantitas, jika dilihat dari sisi kualitas Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember memiliki prestasi yang membanggakan yang dicetak oleh siswa didiknya baik luar maupun dalam negeri dan dari sisi kuantitas dapat dilihat dengan adanya peningkatan jumlah siswa didik yang masuk pada tiap tahunnya.
Apabila diamati secara lapangan Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember juga menerapkan pembelajaran berbasis Tekhnologi Informasi dan Komunikasi terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam seperti yang diutaran oleh bpk Huda selaku penddidik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember, memiliki 2 model pembelajaran yakni: model daring/ diluar jaringan dan model luring/
luar jaringan. Artinya jika siswa berada di rumah menggunakan daring/
tekhnologi biasanya Via Google Class Room dan membuat Video kemudian di upload di Youtube. Selain memanfaatkan google class room guru juga menggunakan Microsoft Team dalam proses pembelajaran. Microsoft Team mempunyai keunikan dalam proses pembelajarannya yakni fitur video conference yang dapat menghubungkan guru dengan murid walaupun sedang berjauhan, dan fitur peredam bising yang dapat meredam kebisingan di latar belakang. Sedangkan jika mereka berada di Pesantren maka menitip tugas mereka kepada pengurus pondok8.
Pemaparan diatas telah menjelaskan bahwa sistem pembelajaran terbagi menjadi dua sistem yakni daring dan luring, oleh sebab itu pihak sekolah memfasilitasi sebuah teknologi pemeblejaran yakni ICT pada proses pembelajaran yang bersifat daring. ICT merupakan suatu fasilitas yang dimiliki oleh Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember dan menjadi suatu keunikan serta menjadi kelebihan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Sebab pada proses pembelajaran yang bersifat daring jarang ditemui sekolah menggunakan teknologi pemebelajaran berbasis ICT pada proses pembelajarannya khususnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam.
8Observasi, 22 Maret 2022
Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa Pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember memiliki 2 model pembelajaran yakni model Daring dan Luring. Serta menggunkan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT).
Berorientasi dari permasalahan diatas, maka dalam penelitian ini penulis akan membahas dan mengkaji tentang proses pelaksanaan pendidikan agama Islam berbasis ICT dalam bentuk penelitian skripsi dengan judul "Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember"
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik yang dituangkan dalam bentuk kalimat Tanya.9 Berangkat dari latar belakang diatas, seta untuk mempermudah penelitian ini, maka peneliti menfokuskan penelitian sebagai berikut :
1. Bagaimana pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember?
2. Bagaimana Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember?
9M. Toha Anggoro, Materi Pokok Metode Penelitian (Jakarta: Universitas Terbuka, 2008), 122.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus mengacu kepada Masalah-Masalah yang dirumuskan sebelumnya.10 Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mendeskripsikan :
1. Untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember
2. Untuk mendeskripsikan Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang kontribusi apa yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan praktis. Seperti kegunaan bagi penulis, instansi, dan Masyarakat secara keseluruhan.11
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan dan mengembangkan pengetahuan dalam dunia pendidikan
10Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2020), 45.
11Tim Penyusun, 46.
khususnya dalam aspek strategi belajar mengajar dan penelitian ini dapat dijadikan sebagai refrensi untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat praktis
a. Bagi peneliti, dapat menambah wawasan pengetahuan sebagai bekal saat terjun langsung di dunia pendidikan kelak sebagai seorang guru PAI.
b. Bagi Institusi, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi nyata bagi Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan penelitian ini berguna sebagai sumber tambahan memperoleh informasi bagi calon peneliti lain yang akan melakukan penelitian pada kajian yang sama.
c. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi serta meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam upaya meningkatkan kualitas keterampilan bagi pelajaran.
d. Bagi guru, penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran dan pendidikan tambahan terutama dalam pada pendidikan agamanya.
e. Bagi siswa, hasil penelitian ini dapat meningkatkan peran aktif dan motivasi belajar yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memiliki moral yang lebih baik kedepannya.
E. Definisi Istilah
Berdasarkan fokus Masalah penelitian, maka uraian definisi istilah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam adalah usaha sadar yang dilakukan pendidik dalam mempersiapkan peserta didik untuk meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau pelatihan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
2. Tekhnologi Informasi ICT
Tekhnologi Informasi berbasis ICT yang diharapkan disini adalah menggambarkan proses pembelajaran menggunakan ICT (Information Comunication and Technologi) Sebagai penunjang atau sarana dan prasarana pembelajaran. selajutnya pembelajaran mengunakan ICT yang dimaksud disini adalah proses pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran baik yang elektronik maupun non elektronik, modern maupun konvensional
F. Sistematika Pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur pembahasan yang akan dijabarkan dalam penelitian yang dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab penutup dalam rangka mempermudah pemahaman peneliti maupun pembaca. Adapun sistematika yang dimaksud adalah sebagai berikut:
BAB I yaitu pendahuluan, memuat konteks penelitian yang di dalamnya berisi uraian secara singkat keresahan dan rasa penasaran melakukan penelitian, selanjutnya fokus penelitian yang akhirnya memunculkan beberapa tujuan penelitian, manfaat penelitian bagi semua pihak baik bagi pembaca, institusi kampus, lembaga, peneliti, dan Masyarakat pada umumnya, definisi istilah yang berisi tentang pengertian istilah-istilah penting yang menjadi titik perhatian peneliti dalam judul penelitian dan terakhir sistematika pembahasan yang berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan sampai dengan bab penutup.
BAB II yaitu kajian kepustakaan, memuat penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan. Di samping itu, kajian kepustakaan juga memuat tentang kajian teori yang meliputi kerangka teoritik tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Technologi (ICT) Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
BAB III yaitu metode penelitian yang didalamnya menguraikan secara garis besar metode dan prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.
BAB IV berisi tentang penyajian data dan analisis, dalam bab ini mengemukakan secara rinci bukti-bukti yang diperoleh dan merupakan hasil temuan penelitian, sehingga yang penting untuk dikemukakan adalah gambaran obyek penelitian, penyajian dan analisis, serta pembahasan temuan.
BAB V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, saran-saran, dan diakhiri dengan penutup.
12 BAB II
KAJIAN KEPUSTAKAAN A. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik penelitian terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya).
Beberapa penelitian yang telah dilakukan yang terkait dengan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Skripsi karya Rachmad Prtama Achmad (2016) dengan judul “Aplikasi Pembelajaran Black Box dalam Pendidikan Agama Islam” menyatakan bahwa Aplikasi Black Box yang berjalan pada smartphone berbasis android yang pada dasarnya merupakan aplikasi pembelajaran yang dapat menambah pengetahuan khususnya pada pengajaran agama Islam.
Aplikasi pembelajaran digunakan bukan hanya sekedar interaktif, tetapi juga untuk meningkatkan minat belajar. Aplikasi ini memiliki kekurangan yaitu tidak tersedianya materi belajar yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku, sehingga user/pengguna tetep menggunakan buku sebagai bahan ajar. Selain itu, aplikasi ini belum bisa menyentuh semua siswa karena beberapa siswa tidak memiliki smartphone android.12
2. Skripsi karya Susiyanti (2016) dengan judul “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membentuk Karakter Islami (Akhlak
12Rachmad Prtama Achmad, “Aplikasi Pembelajaran Black Box dalam Pendidikan Agama Islam” (Skripsi, Makasar, UIN Makasar, 2016).
Mahmudah) di SMAN 9 Bandar Lampung’ menyatakan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter Islami di SMA Negeri 9 Bandar Lampung dilaksanakan berdasarkan kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan meliputi tiga proses yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian (evaluasi) hasil pembelajaran.13
3. Skripsi karya Nurhati (2017) dengan judul “Pelaksanaan Pembelajaran Pai Berbasis ICT Di Negeri 2 Semarang” menyatakan bahwa “proses Pelaksanan Pembelajaran PAI berebasis ICT atau dengan menggunakan multimedia pembelajaran dapat diakatan sudah berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dengan persiapan yang direncanakan, dilaksanakan, kemudian dievaluasi oleh seorang mata pelajaran PAI yang ada di Negeri 2 Semarang.14
4. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tasimin, “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SBI SMP N 2 Semarang”. Fokus dari penelitian ini mengenai bagaimana proses pembelajaran dan hanya terbatas mengenai strategi yang digunakan, fokus penelitian ini mengamati proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada di sekolah yang bertaraf Internasional.15
13Susiyanti, “Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Membentuk Karakter Islami (Akhlak Mahmudah) di SMAN 9 Bandar Lampung” (Lapung, UIN Raden Intan Lampung, 2016).
14Hurhayati, “Pelaksanaan Pembelajaran PAI Berbasis ICT Di Negeri 2 Semarang”
(Manado, IAIN Manado, 2017).
15Tasimin, “Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SBI SMP N 2 Semarang”
(Tesis, Ponorogo, Pascasarjana IAIN Ponorogo, 2004).
5. Hasil Penelitian Hesti Himbar, “Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Active Learning dengan Bermain Peran Siswa Kelas 3 SD IT Bina Insan Kamil Sidareja Tahun Pelajaran 2013/2014”24. Fokus dari penelitian ini adalah bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam, penelitian dengan dua siklus dan hasil yang diperoleh adalah siklus I diperoleh ketuntasan 60,71% dan siklus II diperoleh ketuntasan 89,29%.
Hasil penelitian pada aspek kognitif hasil tes formatif pada siklus I diperoleh nilai rata-rata 63,89 dan pada siklus II diperoleh niali rata-rata 72,86. Sedangkan pada aspek afektif pada siklus I ketuntasan sebesar 53,57% dan siklus II ketuntasan sebesar 89,29%. Aspek psikomotor pada siklus I ketuntasan sebesar 64,29% dan siklus II ketuntasan sebesar 89,29%.16
Adapun persamaan dan perbedaan kelima penelitian terdahulu dengan penelitian:
Tabel 2.1 Orisinalitas Penelitian
No Nama Judul Persamaan Perbedaan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Rachmad Pratama Achmad, UIN Alauddin Makasar, 2016
Aplikasi Pembelajaran Black Box dalam Pendidikan Agama Islam (PAI)
a. Sama-sama mengkaji tentang aplikasi pembelajaran b. Sama-sama
menggunakan jenis
penelitian
a. Penelitian terdahulu berfokus pada Aplikasi Black Box,
sedangkan penelitian saat ini berfokus pada
16Hesti Himbar, “Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Active Learning dengan Bermain Peran Siswa Kelas 3 SD IT Bina Insan Kamil Sidareja Tahun Pelajaran 2013/2014” (Tesis, Yogyakarta, Program Studi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2014).
No Nama Judul Persamaan Perbedaan
(1) (2) (3) (4) (5)
kualitatif deskriptif c. Teknik
pengumpulan data sama- sama
menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi d. Teknik
keabsahan data sama- sama
menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik.
tekhnologi b. Penelitian
terdahulu lokasi
penelitiannya tidak
disebutkan, sedangkan penelitian saat ini lokasi penelitiannya disebutkan yaitu di SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN MAMBA’UL KHOIRIYATI L
ISLAMIYAH 2 Susiyanti,
UIN Raden Intan Lampung, 2016
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Membentuk karakter Islami (Akhlak Mahmudah) di SMAN 09 Bandar Lampung
a. Sama-sama mengkaji mengenai Pendidikan Agama Islam (PAI)
b. Sama-sama menggunakan jenis
penelitian kualitatif deskriptif c. Teknik
pengumpulan data sama- sama
menggunakan observasi, wawancara dan
dokuemntasi d. Teknik
keabsahan data sama-
a. Penelitian terdahulu berfokus dalam membentuk karakter Islami, sedangkan penelitian saat ini berfokus pada
tekhnologi
No Nama Judul Persamaan Perbedaan
(1) (2) (3) (4) (5)
sama
menggunkan triangulasi sumber dan triangulasi tekhnik 3 Nurhati, UIN
Walisongo Semarang, 2017
Pelaksanaan Pembelajaran Pai Berbasis ICT Di Negeri 2
Semarang
a. Sama-sama mengkaji Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis ICT
b. Tekhnik pengumpulan data sama- sama
menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi
a. Penelitian terdahulu berfokus pada pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis ICT serta kelebihan dan kekurangannya sedangkan penelitian saat ini berfokus pada
pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT
b. Penelitian terdahulu menggunakan jenis penelitian kualitatif Field Research sedangkan penelitian saat ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif c. Penelitian
terdahulu meneliti di Negeri sedangkan penelitian saat ini meneliti di
No Nama Judul Persamaan Perbedaan
(1) (2) (3) (4) (5)
swasta berbasis pondok
pesantren 4 Hesti Himbar,
Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga
Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Active Learning dengan Bermain Peran Siswa Kelas 3 SD IT Bina Insan Kamil Sidareja Tahun Pelajaran 2013/2014
Sama-sama meneliti Pendidikan Agama Islam
Metode penelitiann yang digunakan berbeda, dalam penelitian ini menggunakan kuantitatif dan penelitian yang disusun oleh peneliti menggunakan metode penelitian kualiatif 5 Tasimin,
Pascasarjana IAIN Ponorogo
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SBI SMP N 2 Semarang
Sama-sama meneliti Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini fokus terhadap strategi, dan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terfokus kepada
penerapan dan evaluasi
Dari penelitian terdahulu tersebut lebih difokuskan pada aplikasi pembelajaran selain itu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam juga dihubungkan dengan Karakter Islami (Akhlak Mahmudah) dan juga lebih kepada pelaksanaannya ICT. Sedangkan penelitian sekarang lebih membahas kepada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) dan lebih memfokuskan kepada pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajarannya. Selain itu penelitian saat ini meneliti di swasta berbasis Pondok Pesantren
B. Kajian Teori
Bagian ini berisi tentang pembahasan teori yang dijadikan sebagai perspektif dalam melakukan penelitian.17
1. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)
Agama Islam adalah agama Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, Untuk diturunkan kepada seluruh umat manusia yang mengandung ketentuan-ketentuan keimanan (aqidah) dan ketentuan- ketentuan ibadah dan muamalah (syariah), yang menentukan proses berpikir, merasa dan berbuat dan proses terbentuknya kaya hati.18
Secara umum Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran dasar yang terdapat Agama Islam. Ajaran tersebut terdapat dalam Al-Qur’an dan dan hadits serta melalui proses ijtihad para ulama, mengembangkan Pendidikan Islam pada tingkat yang rinci. Jadi, Pendidikan Agama Islam (PAI) adalah usaha yang diarahkan kepada pembentukan kepribadian anak yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.
Dari beberapa pengertian diatas, bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) yang harus dilakukan umat Islam adalah pendidikan yang mengarahkan manusia kearah akhlak yang mulia dan memberikan kesempatan keterbukaan terhadap pengaruh dari luar dan perkembangan dari dalam diri manusia yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan
17Nazarudin, Manajemen Pembelajaran: Implementasi Konsep, Karakteristik dan Metodologi Pendidikan Agama Islam di Sekolah (Yogyakarta: Teras, 2007), 162.
18Abu Ahmadi dan Noor Salimi, Dasar-Dasar Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), 4.
kepada Allah SWT dan semua itu tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran agama Islam. Oleh karena itu, pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) itu terdapat proses transfer nilai, pengetahuan dan keterampilan, maka akan mencakup dua hal: (a) mendidik siswa berperilaku sesuai nilai-nilai atau akhlak Islam, (b) mendidik siswa-siswi untuk mempelajari materi ajaran Islam.
Menurut Ibrahim dan Syaodih dalam buku yang ditulis oleh Rusydi Ananda yang berjudul perencanaan pembelajaran yang menjelaskan bahwa pembelajaran berkenaan dengan kegiatan guru mengajar serta bagaimana siswa belajar. Dalam hal ini pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang disadari dan direncanakan yang menyangkut tiga hal yaitu: perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.19
a. Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang direncanakan dalam hubungannya dengan proses belajar mengajar atau pembelajaran untuk mengembangkan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pendidikan guna pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun perangkat pembelajaran yang harus dipersiapkan oleh pendidik sebelum memulai pembelajaran, adalah sebagai berikut:20
19Rusydi Ananda dan Amiruddin Amiruddin, “Perencanaan pembelajaran,” 2019, 23.
20Mahlianurrahman Mahlianurrahman, “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbsasis Kurikulum 2013,” Attadib: Journal of Elementary Education 4, no. 1 (2020): 7.
1) Silabus
Perangkat ini berisi Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang harus dicapai, untuk mencapainya diukur berdasarkan indikator pencapaian. Silabus ibarat ringkasan dari kurikulum karena didalamnya terdapat target pencapaian, media, dan lain sebagainya.
2) RPP
RPP atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan langkah-langkah yang harus di tempuh oleh guru dalam rangka pemberian pelayanan kepada peserta didik. Perencanaan yang dirancang mencakup model, metode, pelaksanaan, evaluasi dan instrumen penilaian.
3) Prota
Program tahunan atau Prota merupakan batasan materi yang harus diselesaikan dengan waktu yang tertera jelas dalam tabel program tahunan. Prota berisi distribusi materi selama satu tahun pelajaran yang terdiri dari dua semester, prota terbentuk dari program semester.
4) Promes
Program semester atau promes merupakan gambaran distribusi materi selama satu semester berdasarkan SK dan KD yang telah dirumuskan dalam Standar Isi.
5) Buku Absen
Buku ini berisi sejumlah nama peserta didik dalam kelas yang kita bina. Buku ini gunanya untuk mengontrol kehadiran peserta didik.
6) Buku Jurnal
Buku ini berisi beberapa catatan penilaian prilaku peserta didik selama pembelajaran dilaksanakan, mulai dari kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, dan lain sebagainya.
7) Buku penilaian
Buku ini digunakan untuk menyimpan data-data hasil evaluasi terhadap peserta didik.
8) Bundel portofolio
Tugas-tugas yang dikerjakan oleh siswa di kumpul jadi satu bundel, biasanya digabung perkelas bahkan per individu. Gunanya untuk mengetahui perkembangan kompetensi peserta didik, perubahan peserta didik terhadap penerimaan materi yang disampaikan dapat diukur sehingga memudahkan guru menentukan model dan metode yang akan diberikan. Melalui bundel ini, seorang guru dapat menyimpulkan keberhasilan pembelajaran dikelasnya.
9) Bank Soal
Ini adalah buku yang berisi kumpulan dari sejumlah soal yang akan diberikan kepada peserta didik.
b. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksaan pembelajaran adalah proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu agar pelaksanaan mencapai hasil yang diinginkan. Menurut Syaiful Bahri dan Anwar Zain pelaksanaan pembelajaran adalah suatu nilai yang bernilai edukatif, nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dan siswa.
Interaksi yang berniali edukatif dikarenakan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah dirumuskan sebelum pelaksanaan pembelajaran dimulai.21
Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru melakukan beberapa tahap antara lain:
1) Membuka pembelajaran
Kegiatan membuka pembelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan suasana pembelajaran yang memungkinkan siswa siap secara mental untuk mengikuti kegiatan pembelajaran. Pada kegiatan ini, guru harus memperhatikan dan memenuhi kebutuhan siswa serta menunjukkan adanya kepedulian yang besar terhadap keberadaan siswa. Dalam membuka pembelajaran guru biasanya membuka dengan salam dan presensi siswa dilanjutkan dengan menanyakan materi sebelumnya. Tujuan membuka pembelajaran adalah:
21Muhammad Bagus Prabowo, “Strategi Guru Tahfizh dalam Aktivitas Menghafal Alquran Juz 30 Siswa MTsN 2 Medan” (PhD Thesis, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2019), 24.
a) Menimbulkan perhatian dan memotivasi siswa
b) Menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batasan-batasan tugas yang dikerjakan siswa
c) Memberikan gambaran mengenai metode atau pendekatan- pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa
d) Melakukan apresepsi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari
e) Mengaitakan peristiwa aktual dengan materi baru.
f) Penyampaian materi pembelajaran 2) Penyampaikan Materi Pembelajaran
Penyampaian materi pembelajaran merupakan inti dari suatu proses pelaksanaan pembelajaran. Dalam penyampaian materi guru menyampaikan materi berurutan dari materi yang paling mudah terlebih dahulu,untuk memaksimalkan penerimaan siswa terhadap materi yang disampaikan guru maka guru menggunakan metode mengajar yang sesuai dengan materi dan menggunakan media sebagai alat bantu penyampaian materi pembelajaran. Tujuan penyampaian materi pembelajaran adalah : a) Membantu siswa memahami dengan jelas semua permasalahan
dalam kegiatan pembelajaran.
b) Membantu siswa untuk memahami suatu konsep atau dalil.
c) Melibatkan siswa untuk berpikir
d) Memahami tingkat pemahaman siswa dalam menerima pembelajaran.
3) Menutup Pembelajaran
Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pembelajaran.
Dalam kegiatan ini guru melakukan evaluasi terhadap materi yang telah disampaikan. Tujuan kegiatan menutup pelajaran adalah : a) Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari
materi pembelajaran.
b) Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
c) Membuat rantai kompetensi antara materi sekarang dengan materi yang akan datang.22
Bardasarkan beberapa pembahasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran adalah berlangsungnya proses interaksi siswa dengan guru pada suatu lingkungan belajar.
c. Evaluasi Pembelajaran
Evaluasi adalah alat untuk mengukur sampai dimana penguasaan murid-murid terhadap pendidikan yang telah diberikan.
Yang dimaksud dengan evaluasi pendidikan agama Islam adalah suatu
22Slameto, Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2003),
kegiatan yang menentukan taraf kemajuan suatu pekerjaan di dalam Pendidikan Agama Islam (PAI).23
Ada dua alat yang bisa dijadikan sebagai alat evaluasi sehingga bisa digunakan untuk melihat kemajuan belajar yang telah dicapai oleh peserta didik dalam proses pembelajaran, yaitu:
1) Evaluasi tes
Menurut Arifin menyatakan bahwa alat ukur dalam menilai perkembangan dan kemajuan belajar peserta didik, apabila dilihat dari bentuknya, tekhnik evaluasi tes dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu tes objektif dan tes essai.
a) Tes objektif
Menurut sukardi yang dimaksud dengan tes objektif adalah tes yang cara pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif dengan cara mencocokkan kunci jawaban dengan hasil jawaban peserta didik.
Tes objektif digunakan untuk mengukur kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi, seperti mengingat, mengenal, dan memperhatikan. Tes objektif terdiri dari:
23Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Bumi Aksara, 2017), 86.
(1) Betuk soal jawaban singkat
Adalah butir soal berbentuk pertanyaan yang dapat dijawab dengan satu kata, satu frasa, satu angka atau satu formula.
(2) Bentuk soal benar salah
Suatu tes dimana itemnya berupa statemen yang mengandung dua kemungkinan benar atau salah, tetapi statemen itu sebenarnya hanya memiliki satu kemungkinan, yaitu bisa benar atau hanya bisa salah.
(3) Bentuk soal menjodohkan
Tes bentuk menjodohkan merupakan bentuk khusus dari tes pilihan jamak. Bentuk ini terdiri dari dua macam kolom paralel, tiap kolom berisi pernyataan yang satu menempati posisi sebagai soal dan satunya sebagai jawaban.
(4) Bentuk soal pilihan ganda
Tes pilihan ganda adalah suatu butir soal yang alternatif jawabannya lebih dari dua, pada umumnya jumlah alternatif jawaban berkisar empat atau lima.
2) Evaluasi non tes
Tekhnik evaluasi non tes merupakan alat ukur untuk mengetahui hasil belajar yang tidak dapat dilakukan dengan tes.
Evaluasi non tes terdiri dari:
a) Skala bertingkat
Menggambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap suatu hasil pertimbangan.
b) Kuisioner
Digunakan untuk menilai aspek kognitif, seperti pandangan atau pendapat seseorang serta harapan aspirasinya disamping aspek afektif dan perilaku individu.
c) Wawancara
Digunakan untuk menilai aspek kognitif, seperti pandangan atau pendapat seseorang serta harapan aspirasinya disamping aspek afektif dan perilaku individu.
d) Pengamatan (observasi)
Pada umumnya pengamatan (observasi) digunakan untuk memperoleh data mengenai perilaku individu atau proses kegiatan tertentu.
e) Sosiometri
Dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyesuaikan dirinya terutama hubungan sosial siswa dengan teman sekelasnya.24
24Moh Sahlan, Evaluasi pembelajaran (Jember: STAIN Jember Press, 2013), 94.
2. Information Comunication and Technologi (ICT) /Tekhnologi Informasi
a. Pengertian Tekhnologi Informasi
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah teknologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Istilah Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari satu perangkat ke lainnya.25
Dengan demikian, teknologi informasi dan komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20 Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hal ini mencakup komputer, Internet, teknologi penyiaran (radio dan televisi), dan Telepon.
25Ariesto Hadi Sutopo, Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan (Yogyakarta: Ghalia Ilmu, 2012), 1.
Tekhnologi informasi diartikan sebagai ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang berbasis komputer dan perkembangannya sangat pesat. Tekhnologi Informasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, email, dan lain sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan medi-media tersebut.
Istilah teknologi informasi (TI) muncul pertama kali pada akhir tahun 80-an dan disusul pada tahun 1992 seiring munculnya penggunaan e-mail yang pertama sekali. Istilah teknologi informasi berubah menjadi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dengan lahirnya dua Istilah TI yang berubah menjadi TIK, timbulah berbagai macam definisi tentang TIK. Menurut United Nation (1999) TIK merupakan internet, telekomunikasi, peralatan teknologi informasi, media dan penyiaran, perpustakaan dan pusat dokumen dan berbagai peralatan lain yang berhubungan dengan aktivitas komunikasi.
Kemudian menurut Adeya (2002) TIK menyangkut elektronik yang diartikan sebagai penghitungan, pemrosesan, penyimpanan dan destiminasi informasi. Sementara itu Law et al (2003) menyatakan bahwa TIK merupakan multimedia, internet atau Web dapat digunakan sebagai perantara untuk menggantikan media yang lainnya. Menurut Slamin (2010) Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT) adalah teknologi
yang digunakan untuk menyimpan, menghasilkan, mengolah, serta menyerbarkan informasi.26
Dari berbagai definisi tentang TIK maka dapat disimpulkan bahwa TIK tidak hanya sekedar alat komunikasi, komputer atau hanya sebagian media saja, TIK memiliki makna yang lebih luas dari itu.
Menurut Victoria Tinio dalam bukunya ICT in Education (2009) TIK didefinisikan tujuan untuk berkomunikasi yang dilengkapi oleh alat bantu pendukungnya untuk mengkreasi, destiminasi, menyimpan informasi maupun memanage-nya. Di dalamnya termasuk komputer, internet, penyiaran radio, televisi maupun telepon
Menurut Lucas tekhnologi informasi adalah segala bentuk tekhnologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronik, micro komputer, komputer mainframe.27 Menurut Wardiana tekhnologi informasi adalah suatu tekhnologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas yaitu informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis dan pemerintahan yang merupakan aspek strategis untuk pengambilan keputusan.
26Sutrisno, Pengantar Pembelajaran Inovatif Berbasis Teknologi Informasi & Komunikasi (Jakarta: Gaung Persada, 2011), 57–58.
27Deni Kurniawan Rusman dan Cepi Riyana, Pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Bandung: Rajawali Press, 2011), 83.
Dari pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa tekhnologi informasi adalah suatu tekhnologi berupa (hardware, software, useware) yang digunakan untuk memperoleh, mengirim, mengolah, menafsirkan, menyimpan, mengorganisasikan, dan menggunakan data secara bermakna untuk memperoleh informasi yang berkualitas. Jadi tekhnologi informasi dapat diartikan sebagai tekhnologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran berbagai jenis informasi dengan memanfaatkan komputer dan telekomunikasi yang lahir karena adanya dorongan-dorongan kuat untuk menciptakan tekhnologi baru yang dapat mengatasi kelambatan manusia mengolah informasi.
b. Jenis-Jenis Alat Tekhnologi Informasi
Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi gelombang minat bagaimana komputer dan Internet yang terbaik dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efesiensi dan efektivitas pendidikan pada semua jenjang dan secara formal dan non-formal pengaturan. Tetapi TIK lebih dari sekadar teknologi tua seperti telepon, radio, dan televisi, meskipun sekarang mendapat perhatian, memiliki sejarah lebih panjang dan lebih kaya sebagai pembelajaran tools. Misalnya, radio dan televisi sudah selama empat puluh tahun telah digunakan untuk pembejaran jarak jauh, meskipun masih mencetak termurah, paling mudah diakses dan yang paling dominan sehingga mekanisme pengiriman negara maju dan berkembang. Penggunaan komputer dan internet masih belum matang
di negara-negara berkembang, karena infrastruktur yang terbatas dan tingginya biaya akses.28
Selain itu teknologi yang berbeda biasanya digunakan dalam kombinasi daripada sebagai mekanisme pengiriman tunggal. Misalnya radio komunitas Kothmale internet menggunakan siaran radio baik dan komputer dan teknologi internet untuk memudahkan berbagi informasi dan memberi kesempatan pendidikan dalam masyarakat pedesaan di Sri Lanka. Universitas Terbuka Britania Raya (UKOU), didirikan pada tahun 1969 sebagai lembaga pendidikan pertama di dunia yang sepenuhnya didedikasikan untuk pembelajaran terbuka dan jarak jauh, masih sangat bergantung pada bahan cetak berbasis dilengkapi dengan radio, televisi, dan dalam berberapa tahun terkahir, online programming. Demekian pula, Indira Gandhi National Open University di India menggabungkan penggunaan cetak, direkam audio dan video, siaran radio dan televisi, dan teknologi audio conferencing.29
Berikut ini adalah beberapa jenis Teknologi Informasi dan komunikasi yang umum digunakan dalam pendidikan yaitu:
1) E-Learning
Meskipun paling sering dikaitkan dengan pendidikan tinggi dan pelatihan perusahaan, e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, baik formal dan non-fomal, yang menggunakan intranet (LAN) atau extranet (WAN), untuk seluruhnya atau bagian,
28Sutopo, Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Pendidikan, 2.
29Sutopo, 7.
interaksi, fasilitasi. Beberapa pihak lain lebih memilih istilah Online Learning. Pembelajaran berbasis Web adalah himpunan bagian dari e-learning dan mengacu pada pembelajaran menggunakan browser-browser seperti Internet Explorer, Moxilla Firefox, Opera, Netscape atau Internet Exploerer, dan lainnya.
2) Blended learning
Blended learning adalah suatu model pembelajaran yang mencoba menggabungkan beberapa model pembelajaran yang telah ada. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, terutama dalam teknologi jaringan berupa internet, umumnya model-model pembelajaran yang digabungkan itu berupa model pembelajaran face-to-face (tatap muka), offline learning, dan online learning. Model online learning dapat berupa pembelajaran dengan menggunakan Web, blog, e-learning, dan sebagainya. Sedangkan ofline learning dapat berupa pembelajaran menggunakan CD, DVD, OHP dan sebagainya. Tujuan umum pembelajaran model blended ini adalah untuk mencari kombinasi model-model pembelajaran yang efektif. Pada akhirnya, model pembelajaran ini bertujuan untuk mencapai keefektifan pembelajaran.
3) Pembelajaran Jarak Jauh
Rudestan dan Schoenholtz mengatakan bahwa Pembelajaran Jarak Jauh (distance learning) adalah pembelajaran dengan
menggunakan suatu media yang memungkinkan terjadi interaksi antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran jarak jauh antara guru dan siswa tidak bertatap muka secara langsung, pembelajaran dimungkinkan antara guru dan siswa berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yang sangat jauh, sehinnga memudahkan proses pembelajaran.
4) Belajar Berbantuan Komputer
Komputer digunakan di berbagai bidang, seperti kantor, sekolah, dan rumah. Pada saat ini komputer merupakan alat komunikasi yang paling utama bagi miliaran orang. Pengusaha berhubungan dengan klien, pendidik dengan siswa, serta seseorang dengan teman dan anggota lainnya. Program pembelajaran berbantuan komputer ini memanfaatkan seluruh kemamapuan komputer, terdiri dari gabungan hampir seluruh media, yaitu: teks, grafis, gambar, foto, audio,video dan animasi. Seluruh media tersebut secara konvergen, akan saling mendukung dan melebur menjadi satu media yang luar biasa kemampuannya. Salah satu keunggulan komputer ini yang tidak dimiliki oleh berbagai media lain, ialah kemampuannya untuk memfasiltasi interaktivitas peserta didik dengan sumber belajar (Content) yang ada pada komputer (man and machine interactivity).530
30Bambang Warsita, Teknologi pembelajaran landasan dan aplikasinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), 137–38.
Menurut Desmond Keegan dalam Smaldino dalam Ariestu Hadi Sutopo Untuk mengidentifikasi suatu sistem pendidikan jarak jauh, pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik harus terpenuhi, yaitu: pemisahan fisik antara siswa dan guru, memiliki program pembelajaran yang dikelola dengan baik, Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan terdapat komunikasi dua arah. Suasana pendidikan seperti suasana dalam kelas sangat penting untuk diciptakan dalam suasana pendidikan jarak jauh.
Sistem komunikasi pembelajaran harus baik agar fungsi pendidikan jarak jauh dapat dijalankan.
Beberapa alat tekhnologi pendidikan antara lain:31 1) Buku pelajaran
Buku pelajaran merupakan alat yang paling banyak digunakan diantara semua alat pengajaran lainnya. Buku pelajaran telah digunakan sejak manusia pandai membaca dan menulis tetapi meluas dengan pesat setelah ditemukannya alat cetak.
2) Film
Sejak ditemukannya film, para pendidik segera melihat manfaatnya bagi pendidikan. Film pendidikan sekarang telah berkembang di Negara-negara maju.
31Rizka Ariani dan Festiyed Festiyed, “Analisis landasan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan dalam pengembangan multimedia interaktif,” Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika 5, no. 2 (2019): 6–7.
3) Filmstrip dan Slide
Filmstrip dan Slide diperlihatkan kepada siswa dengan menggunakan proyektor. Yang dilihat adalah gambar mati jadi bukan gambar hidup seperti film. Gambar itu dapat merupakan foto, table, diagram karton, reproduksi lukisan, dan lain sebagainya. Kecepatan memperlihatkan Filmstrip dan Slide dapat diatur oleh guru dan tergantung pada banyaknya komentar yang diberikannya tentang tiap gambar.
4) Overhead Projektor
Overhead projektor dapat memproyeksikan pada layar apa yang tergambar atau tertulis pada lembaran plastik transparan.
Overhead projektor dapat digunakan tanpa menggelapkan ruangan.
5) Komputer
Komputer adalah hasil tekhnologi modern yang membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar alat pendidikan. Computer- assisted instruction (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam mengajar dan membantu murid dalam belajar.
6) Laptop/Notebook
Laptop atau Notebook adalah perangkat canggih yang fungsinya sama dengan komputer, tetapi bentuknya praktis dapat dilipat dan dibawa kemana-mana.
7) Deksbook
Deksbook adalah perangkat sejenis komputer dengan bentuknya yang jauh lebih praktis, yaitu CPU menyatu dengan monitor sehingga mudah diletakkan diatas meja tanpa memakan banyak tempat.
8) Tape Recporder
Tape Recorder mempunyai keuntungan bagi siswa yaitu dapat menyelenggarakan kembali apa yang diucapkan atau dibicarakan agar dapat memperbaiki kesalahan.
9) Bulletin Board dan Display
Bulletin Board dan Display Secara khusus dapat digunakan untuk memperlihatkan pekerjaan siswa. Alat ini mempunyai nilai tertentu, karena dapat digunakan sebagai papan pengumuman kelas, menambah pengalaman baru, menambah kecakapan artistic, merangsang inisiatif, kreatifitas dan sebagainya.
c. Fungsi Media pembelajaran berbasis TIK
Perkembangan pesat dalam TIK telah mengubah gaya hidup pada saat ini. Penyebaran informasi dengan metode yang menerapkan TIK seperti promosi, berita, pembelajaran, game, dan lainnya dapat diakses melalui perangkat komputer. Tekonologi Informasi dan Komunikasi di era globalisasi saat ini sudah menjadi kebutuhan yang mendasar dalam menunjang pendidikan. Sistem informasi yang mencakup perencanaan, manajemen, sumber belajar, akses dan
lainnya dalam pendidikan tidak dapat dilakukan tanpa bantuan TIK.
Pendidikan berbasis TIK merupakan sarana interaksi yang dapat dimanfaatkan oleh pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik dalam meningkatkan efektifitas, kualitas, produktivitas, serta akses pendidikan.32
Berikut ini adalah beberapa bagian dari Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) atau Information and Communication Technology (ICT) dan penjelasan tentang penggunaannya:
1) Komputer
Komputer (computer) adalah perangkat elektronik, yang menjalankan operasinya dibawah perintah pengendali yang disimpan pada memori komputer. Komputer dapat menerima dan memproses data, mencetak hasilnya, dan menyimpan data untuk penggunaan di kemudian hari. Menurut Rosenberg, penggunaan komputer dalam pembelajaran dilakukan dengan internet disebut juga “cyber teaching” atau pembelajaran dunia maya. Istilah lain yang makin populer saat ini adalah e- learning yaitu suatu model pembelajaran dengan menggunak