• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)"

Copied!
212
0
0

Teks penuh

KONSEP-KONSEP DASAR EVALUASI

PENGERTIAN EVALUASI PENDIDIKAN

Dari pengertian tersebut dapat dipahami bahwa penilaian menentukan apakah suatu hal mempunyai nilai atau tidak. Kegiatan guru yang mengerjakan ujian, memeriksa dan memberi angka 80 disebut kegiatan mengukur, dan mengubah atau mengubah angka 80 menjadi A disebut dengan grading.

TUJUAN EVALUASI PENDIDIKAN

Setiap proses belajar mengajar yang dilakukan selalu bertujuan agar siswa menguasai keterampilan tertentu. Proses belajar mengajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk membimbing siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI

Jadi pada dasarnya tujuan penilaian pendidikan terdiri dari tiga hal, yaitu: input, transformasi, dan output. a) Evaluasi data. Dalam proses belajar mengajar yang dihasilkan adalah siswa yang ikut serta dalam proses belajar mengajar itu sendiri.

JENIS EVALUASI PENDIDIKAN

Jika dikaji lebih mendalam, evaluasi formatif ini lebih berorientasi pada proses dibandingkan hasil. Evaluasi pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) │33 Dalam penilaian hasil pembelajaran, evaluasi formatif ini biasanya dilakukan setelah selesainya suatu unit program.

PRINSIP EVALUASI PENDIDIKAN

Evaluasi berkelanjutan merupakan evaluasi yang dilakukan secara terus menerus mulai dari awal proses belajar mengajar hingga berakhirnya suatu program pendidikan. Evaluasi kooperatif, atau evaluasi yang dilakukan secara bersama-sama, sangat diperlukan apabila muncul keadaan seperti contoh di atas.

MAKNA EVALUASI PENDIDIKAN

Dari uraian hasil penilaian tersebut, guru akan memahami apakah strategi yang digunakan sudah tepat atau belum. Dari hasil belajar yang diperoleh orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai upaya belajar anak.

LANGKAH-LANGKAH EVALUASI

PERENCANAAN

Kegiatan yang dilakukan dalam perencanaan evaluasi ini ada 6 langkah yaitu 1) Perumusan tujuan, 2) Penentuan aspek-aspek yang akan dievaluasi, 3) Pemilihan dan penentuan teknik, 4) Pengembangan instrumen pengukuran, 5) Penentuan tolok ukur, 6) Penentuan frekuensi (Sudijono:2003). Pemilihan teknik mana yang akan kita gunakan sangat bergantung pada keputusan aspek yang akan dievaluasi.

PELAKSANAAN

Untuk mengetahui apakah data yang dikumpulkan dan diolah akurat atau mengandung kesalahan, dilakukan verifikasi data. Verifikasi data pada dasarnya adalah kegiatan memeriksa dan memeriksa kondisi data yang dikumpulkan selama kegiatan pengumpulan data. Penelitian ini biasanya dilakukan dengan mencari tahu data mana yang akurat dan data mana yang cacat atau salah berdasarkan standar data yang telah ditentukan.

Dalam mengolah dan menganalisis data tersebut dapat digunakan teknik statistik dan non statistik, tergantung pada jenis data yang akan diolah.

TINDAK LANJUT

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) │65 Dalam melakukan evaluasi hasil pembelajaran biasanya dilakukan tindakan lanjutan terhadap siswa. Tindak lanjut hasil belajar siswa ada dua macam, yaitu berupa kegiatan pengayaan atau kegiatan remedial. Dari hasil belajar yang ditunjukkan siswa, sebenarnya guru dapat mengukur sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

Tindak lanjut bagi guru dapat dilakukan dalam dua bentuk, yaitu kegiatan review atau kegiatan pengembangan.

PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR

PENGERTIAN TES

Mindani, M.Ag menilai dengan menggunakan suatu tugas atau kelompok tugas yang harus dikerjakan oleh seorang anak atau sekelompok anak untuk menghasilkan suatu nilai sehubungan dengan perilaku atau kinerja anak tersebut, yang dapat dibandingkan dengan skor yang dicapai oleh anak lain atau dengan skor yang telah ditentukan. skor standar (Nurkancana dan Sunartana: 1992). Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tes adalah suatu alat berupa pertanyaan atau serangkaian tugas yang digunakan dengan cara tertentu untuk mengukur kemampuan seseorang. Jika dikaitkan dengan pendidikan atau hasil belajar, maka tes dapat dikatakan sebagai alat yang digunakan untuk mengukur suatu aspek pendidikan atau mengukur hasil belajar dimana alat tersebut berupa serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dijawab atau dilakukan. oleh siswa.

Tes adalah alat untuk mengukur, tes adalah ujian atau pelaksanaan tes, penguji adalah penguji, dan penerima tes adalah orang yang diuji.

JENIS-JENIS TES

Tes tertulis adalah tes yang memerlukan jawaban yang dituliskan pada kertas jawaban, sedangkan tes tindakan adalah tes yang memerlukan jawaban berupa tindakan atau perbuatan.

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN TES HASIL

Setelah memutuskan renang mana yang akan diuji, langkah selanjutnya adalah melihat tingkat indikator kinerja atau sasaran spesifik untuk setiap domain. Indikator kinerja yang akan diukur hendaknya sama dengan indikator kinerja yang ditetapkan pada saat merencanakan proses belajar mengajar. Setelah Anda mengetahui bagian dari masing-masing kompetensi dasar dan materi pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menentukan format soal yang akan disiapkan.

Jika sudah mengetahui format soal yang akan diujikan, langkah selanjutnya adalah menuliskan setiap soal dari setiap bagian kompetensi inti atau materi pelajaran.

CIRI-CIRI TES YANG BAIK

Mindani, M.Ag Tes yang baik haruslah reliabel, artinya tes yang dapat dijadikan alat ukur dapat diandalkan, konstan atau stabil. Selain itu, tes yang baik harus mudah dilaksanakan karena mudah ditulis, dikuasai, sehingga tidak sulit diperbanyak dan didistribusikan. Tes yang baik juga mudah untuk diperiksa, tidak memakan waktu lama, dapat dibantu oleh orang lain dan tesnya juga dapat dilakukan dengan mudah.

Penilaian obyektif adalah tes yang memberikan tes apa adanya berdasarkan jawaban peserta tes.

PENYUSUNAN TES OBJEKTIF

Bentuk tes objektif yang lain adalah bentuk pilihan ganda atau sering disebut pilihan ganda. Tes pilihan model lima pilihan lengkap adalah tes yang terdiri dari batang berupa pertanyaan atau pernyataan tidak lengkap yang diikuti dengan lima kemungkinan jawaban. Mindani, M.Ag pilihan ganda yang terdiri atas kelompok jawaban yang didahului simbol huruf dan kelompok soal.

Model pilihan ganda pilihan ganda pada dasarnya sama dengan model pilihan lima lengkap, yaitu siswa diminta untuk menemukan jawaban yang benar dari serangkaian jawaban yang diberikan.

PEMBUATAN TABEL SPESIFIKASI

Banyaknya soal diketahui dengan mengalikan persentase masing-masing materi dengan jumlah seluruh soal tes. Cara menentukan jumlah soal adalah dengan mengalikan persentase masing-masing aspek dengan jumlah seluruh soal. Pada contoh ini, jumlah soal yang diujikan untuk setiap aspek adalah sebagai berikut:

Pada contoh ini persentase pada C1, C2 dan C3 dikalikan dengan jumlah soal pada MP1, MP2 dan MP3.

PENYUSUNAN TES ESSAY

Pemeriksaan dilakukan dengan cara membandingkan jawaban yang diberikan peserta tes dengan kunci jawaban yang telah disiapkan. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) │165 karena kemungkinan besar kunci jawabannya cepat rusak ketika digunakan. Jawaban peserta tes benar atau salah ditentukan oleh penguji dengan cara membandingkan jawaban yang diberikan peserta tes dengan kunci jawaban yang telah ditentukan.

Pembuatan kunci jawaban dan pedoman penilaian pada tes tindakan ini pada dasarnya sama dengan tes esai dan tes lisan.

TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU

PENGERTIAN TES STANDAR DAN TES BUATAN

Dari segi statusnya, tes dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu tes standar dan tes yang disiapkan oleh guru. Suatu tes disebut tes terstandar apabila disusun oleh sekelompok ahli atau lembaga profesi yang berkompeten, memenuhi syarat-syarat tes yang baik, dan jika diujikan kepada orang-orang yang mempunyai kemampuan yang sama, akan memperlihatkan prestasi yang sama di mana pun tes itu dilaksanakan. . Standar yang dipersyaratkan bukanlah standar prestasi peserta tes berdasarkan penguasaan materi yang diajarkan, melainkan kesamaan kinerja peserta tes pada ukuran kinerja yang sama.

Mindani, M.Ag Tes buatan guru, atau sering disebut tes tidak terstandar, adalah tes yang dilakukan oleh guru yang tidak mempunyai cukup keahlian untuk membuat tes tersebut secara profesional, atau yang mempunyai keahlian namun tidak mempunyai kesempatan untuk membuat, menguji. dan lulus analisis dengan baik, sehingga kualitas tesnya tidak diketahui secara pasti.

KELENGKAPAN TES STANDAR DAN TES

Kelengkapan tes yang dilakukan guru biasanya dinyatakan langsung pada kertas soal jika tes tersebut berupa tes tertulis. Yang biasanya tercakup dalam tes buatan guru adalah petunjuk umum bagi peserta tes dan guru tertentu memberikan pedoman nilai yang dapat diterima siswa. Tes buatan guru yang lain dapat dikatakan hanya dilakukan secara manual dalam pikiran guru dan hanya diketahui oleh guru saja, seperti pedoman penafsiran nilai dan sebagainya.

PERBANDINGAN TES STANDAR DAN TES

KEGUNAAN TES STANDAR DAN TES BUATAN

Apabila terdapat kecocokan antara lembar jawaban dengan kunci jawaban pada lembar jawaban siswa, diberi tanda (V) yang menunjukkan bahwa jawaban peserta tes benar, sedangkan jika jawabannya tidak sesuai dengan kunci jawaban maka lembar jawaban adalah tanda silang (X) atau garis miring (/) diberikan sebagai tanda jawaban peserta tes salah. Ujian dengan sistem bor ini dilakukan dengan melampirkan lembar jawaban dengan kunci jawaban yang sama. Untuk menentukan benar atau salahnya jawaban peserta tes sebagaimana teknik metode keseluruhan adalah dengan melihat kesesuaian jawaban siswa dengan kunci jawaban.

Benar atau tidaknya jawaban yang diberikan peserta tes dibandingkan dengan kunci jawaban yang diberikan penguji.

PELAKSANAAN TES

TES LISAN

Tes lisan merupakan serangkaian pertanyaan atau tugas yang memerlukan jawaban atau jawaban dalam bahasa lisan untuk mengukur kemampuan seseorang. Dari definisi di atas dapat diketahui secara rinci bahwa teks lisan terdiri dari tiga bagian, yaitu: 1) pertanyaan atau tugas, 2) jawaban lisan, 3) keterampilan mengukur. Tes merupakan suatu alat ukur, maka karena merupakan bagian dari teknik tes, maka tes lisan juga digunakan sebagai alat ukur. Jika peserta tes diharuskan menjawab secara lisan, penguji dapat menggunakan metode lisan atau tertulis untuk mengajukan pertanyaan atau pemberian tugas.

Oleh karena itu, agar tes lisan dapat berjalan dengan baik, maka peserta tes yang akan menggunakan tes lisan sebagai alat ukurnya harus memperhatikan tata cara pelaksanaan tes lisan yang baik.

TES TULISAN

Tes tertulis ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tes lisan, dimana terdapat serangkaian pertanyaan atau tugas yang harus dijawab atau dijawab oleh siswa. Perbedaan utama antara teks lisan dan teks tertulis sebenarnya hanya pada bentuk respon yang harus diberikan oleh peserta tes. Namun dibandingkan dengan tes lisan, tes tertulis juga mempunyai kelebihan dan kekurangan secara umum.

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) │153 berlangsung pada saat ujian seperti testis ketahuan melihat catatan dan lain sebagainya.

TES PERBUATAN

Namun lembar jawaban boleh diletakkan di atas meja dengan kunci jawaban berada di tangan penguji. Dalam pelaksanaan tes dengan teknik tusuk ini, penguji diminta untuk sangat berhati-hati, terutama dalam membubuhkan kunci jawaban pada lembar jawaban. Dari jendela kunci jawaban Anda akan melihat jawaban yang benar dan jawaban yang salah.

Benar atau tidaknya gerakan peserta tes dan berapa skor yang diperoleh peserta tes adalah dengan membandingkannya dengan kunci jawaban dan pedoman penilaian yang telah ditetapkan oleh penguji.

PEMERIKSAAN DAN PESKORAN TES

PEMERIKSAAN DAN PENSKORAN TES TULISAN

Teknik side by side keying adalah ujian dengan meletakkan lembar jawaban dan kunci jawaban secara berdampingan, atau sebaiknya berdampingan, setelah itu penguji mencocokkan lembar jawaban dengan kunci jawaban. Letak kunci jawaban dan lembar jawaban harus sama persis agar nantinya tidak terjadi kesulitan dalam menentukan mana jawaban peserta tes yang benar dan mana yang salah. Cara pengujian sistem ini adalah dengan meletakkan lembar jawaban subjek tes pada bagian paling bawah, di atas (tengah) diletakkan kertas karbon dan paling atas terdapat kunci jawaban.

Jika jawaban subjek sesuai dengan kunci jawaban maka jawaban subjek benar, sebaliknya jika tidak cocok berarti jawaban subjek salah.

PEMERIKSAAN DAN PENSKORAN TES LISAN181

Ini adalah keistimewaan lain dari ujian tiruan lisan di mana penguji juga harus mampu menghafal kunci jawaban dan pedoman penilaian agar dapat memeriksa dan memberikan skor secara akurat. Seperti halnya tes lisan, penyelenggaraan dan penilaian tes tindakan atau tes praktik sebenarnya tidak jauh berbeda dengan teks esai. Jika pada tes ujian ujian dilakukan dengan membaca lembar jawaban peserta tes, maka pada tes tindakan atau tes praktik ujian dilakukan dengan mengamati tindakan atau tindakan yang dilakukan oleh peserta tes.

Sama halnya dengan ujian lisan, peserta tes harus menghafal kunci jawaban dan pedoman penilaian tes tindakan ini.

PENGEMBANGAN TEKNIK EVALUASI NON

PENGERTIAN

JENIS-JENIS ALAT EVALUASI TEKNIK NON TES

Observasi partisipatif adalah observasi yang dilakukan oleh seorang pengamat dan pengamat tersebut ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh pengamat tersebut. Dalam observasi partisipan, pengamat merupakan bagian dari kegiatan observasi agar ia dapat mengamati pengamat lebih dekat karena ia merasakan apa yang dilakukan pengamat. Mindani, M.Ag Sedangkan observasi non partisipan adalah observasi yang dilakukan oleh pengamat, dan pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan observasi tersebut.

Observasi sistematis adalah observasi yang dilakukan dengan menetapkan terlebih dahulu suatu kerangka terhadap hal-hal yang akan diamati.

Referensi

Dokumen terkait

 Peserta didik diberi kesempatan untuk menanya tentang hal yangtelah diamatinya, apabila mengalami kesulitan guru memberikanbimbingan dan panduan (stimulus) agar peserta didik

Tulis dengan terjemahannya ayat al-quran yang menerangkan bahwa Allah telah mengutus Rasul!.. Jelaskan mengapa manusia wajib

Jawaban: Saya sudah memuliakan ilmu yaitu dengan cara menaruh kitab yang paling atas dan tidak disejajarkan dengan kaki 2 Sub Bab Menghormati Ahli ilmu Guru Pertanyaan I: Apakah anda

Kata Kunci : Model Pembelajaran, Cooperative Integrated Reading and Composition CIRC, Hasil Belajar Proses pembelajaran yang masih bersifat teacher center merupakan hasil dari

Tujuan Pembelajaran Integratif PAI Berbasis Pesantren di SMP Plus Darus Sholah Tegal Besar Jember Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tujuan Pembelajaran Integratif PAI

Sekolah karenanya wajib menyediakan opsi PTM terbatas dan Pembelajaran Jarak Jauh, serta tidak melakukan diskriminasi kepada peserta didik yang memilih opsi Pembelajaran Jarak Jauh.”192

Kompetensi Dasar Materi Pokok/ Pembahasan Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Alokasi waktu Sumber Belajar Teknik Bentuk Instrumen Contoh Instrumen

Dokumen ini adalah lembar jawaban ujian akhir semester susulan mata kuliah Pendidikan Agama Islam di Universitas Teknologi