• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI Jurusan: Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "SKRIPSI Jurusan: Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas"

Copied!
132
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan Dan Manfaat penelitian

Dapat dijadikan sebagai bahan informasi bagi pengelola TK khususnya TK Aisyiyah dalam hal pembinaan akhlak anak. Sebagai bahan masukan khususnya pihak Taman Kanak-Kanak dalam menyelesaikan permasalahan media pendidikan akhlak anak usia dini di Taman Kanak-Kanak Aisyiyah.

Penelitian Relevan

Skripsi Nina Aryani berjudul: Konsep Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini Dalam Perspektif Pendidikan Islam. Hasil: konsep pendidikan prasekolah akan mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri anak sehingga dapat berkembang secara optimal. Karena anak usia dini memiliki sifat meniru, metode keteladanan digunakan untuk menanamkan moral pada anak.

Hasilnya: sebelum menggunakan metode bercerita, anak-anak merasa tidak nyaman dan terjadi kekacauan di dalam kelas. Perbedaan penelitian dari tesis Nini Aryan dan tesis Muhammad Fakhri adalah tesis Nini menggunakan metode contoh sedangkan tesis Fakhri menggunakan metode naratif. Perbedaan penelitian Nini Aryan dengan penelitian penulis adalah dari segi metode yang digunakan penulis menggunakan metode cerita sedangkan Nini menggunakan metode keteladanan.

Penelitian penulis adalah menanamkan pendidikan akhlak pada anak usia dini sedangkan fokus utama penelitian Fakhri adalah meningkatkan minat belajar anak melalui cerita yang diceritakan.

LANDASAN TEORI

Pengertian Akhlak Anak Usia Dini

Oleh karena itu, sejak lahir manusia harus diberikan pendidikan, bimbingan dan kebiasaan yang baik untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan. Definisi anak usia dini adalah anak-anak yang berusia antara nol dan enam tahun. Pada masa itu terjadi proses pertumbuhan dan perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Anak usia dini merupakan individu yang berbeda, unik dan memiliki ciri khas tersendiri sesuai dengan tahapan usianya. Sel-sel tubuh anak usia dini tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat, pertumbuhan otak juga mengalami. Pendidikan moral anak usia dini merupakan suatu usaha dan kegiatan yang dilakukan untuk menanamkan budi pekerti pada jiwa agar manusia dapat memiliki kehidupan yang baik.

Jadi yang dimaksud disini adalah pendidikan akhlak, pendidikan dalam arti akhlak terpuji (akhlakul mahmudah).

Dasar dan Tujuan Akhlak Anak Usia Dini

Firman Allah di atas jelas menyebut bahawa Rasulullah SAW adalah contoh atau teladan dalam berakhlak mulia. Untuk itu, sebagai umat Islam yang dalam hidupnya mengharapkan rahmat Allah SWT, mereka seharusnya memiliki akhlak yang serupa dengan akhlak yang dimiliki oleh Rasulullah SAW. Al-Ahzab ayat 21 di atas, dan mendakwa bahawa salah satu tujuan baginda diutuskan oleh Allah SWT ialah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia bagi umatnya.

Daripada firman Allah SWT dan hadis Rasulullah SAW di atas, yang menunjukkan peranan akhlak dan mendapat pekerjaan penting dalam Islam. Orang yang berakhlak dengan ajaran Islam sentiasa melaksanakan segala perbuatannya dengan hati yang ikhlas, semata-mata kerana mengharapkan keredhaan Allah. Dengan bimbingan hati yang ikhlas diredhai Allah, akan terlaksanalah amal-amal terpuji yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat serta terhindar dari perbuatan tercela.

Maka pada dasarnya tujuan utama akhlak adalah agar setiap muslim mempunyai budi pekerti, tingkah laku, tingkah laku atau budi pekerti yang baik sesuai dengan ajaran Islam.

Pembagian Akhlak

Bertakwa kepada Allah dengan menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah, yang berarti sebagai bagian dari alam, tunduk pada hukum alam yang ditetapkan Allah dan menjalankan hukum syari'ah. Dzikrullah artinya sebagai makhluk ciptaan Allah hendaknya selalu mengingat-Nya, karena dengan mengingat Allah maka hati akan tenteram. Sabar dapat diartikan sebagai bertahan dan menerima cobaan dengan hati terbuka dan berserah diri kepada Allah, selain itu juga berupa ketaatan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah.

Syukur ialah sikap seseorang yang tidak menggunakan nikmat yang diberikan oleh Allah untuk menderhaka. Amanah ialah kualiti dan sikap keikhlasan dan kejujuran dalam melaksanakan sesuatu yang diamanahkan, sama ada dalam bentuk harta, rahsia, mahupun kewajipan. Menepati janji adalah kewajipan yang mesti ditunaikan atau ditunaikan, dalam Islam janji adalah hutang dan hutang mesti dibayar.

Pemeliharaan kesucian diri (Al-Ifafah) ialah perlindungan daripada segala fitnah dan pemeliharaan kehormatan diri serta perlindungan daripada segala perbuatan tercela.

Metode Mendidik Akhlak

Cerita islami dapat dijadikan sebagai media pendidikan akhlak karena mengandung pesan moral dan mengandung nilai-nilai agama yang dikenalkan kepada siswa. Mengajarkan anak menggunakan cerita islami memungkinkan siswa menyerap pesan-pesan yang disampaikan oleh pendidik. Cerita Islami dapat memotivasi siswa untuk meneladani akhlak para tokoh yang terkandung dalam cerita yang disampaikan oleh gurunya.

Cerita Islami digunakan sebagai media dalam pendidikan akhlak anak usia dini karena cerita Islami dapat memberikan contoh nyata kepada siswa melalui tokoh cerita. Tokoh-tokoh dalam cerita dapat menjadi teladan bagi siswa di TK Aisyiyah Srisawahan. Tugas, peran dan strategi kepala sekolah dan guru dalam mendidik akhlak siswa melalui cerita islami.

Tugas, peran dan strategi kepala sekolah dan guru untuk mencerdaskan akhlak siswa melalui cerita islami.

Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Akhlak

Cerita Islami Sebagai Media Pendidikan

  • Pengertian Cerita Islami Sebagai Media Pendidikan
  • Teknik dan Jenis Cerita Islami

Untuk itu dalam proses pembelajaran, cerita-cerita Islami boleh dijadikan media pendidikan untuk anak-anak mendidik akhlaknya. Dalam cerita ini, pencerita secara serentak dapat mengajar anak-anak nilai akidah dan akhlak al-karimah. Sedangkan media pembelajaran mempunyai kelebihan karena penggunaan media dalam proses pembelajaran berperan sebagai alat untuk menciptakan situasi pembelajaran yang efektif.

Penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran tidak hanya sebagai alat hiburan, melainkan hanya digunakan untuk melengkapi proses pembelajaran agar lebih menarik perhatian siswa. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa fungsi cerita islami sebagai media pembelajaran sudah selayaknya dijadikan sebagai bahan ajar untuk mendukung metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Dongeng Islami juga membantu guru dalam mengajarkan akhlak kepada anak melalui pesan-pesan dalam cerita karena anak akan lebih tertarik untuk mendengarkannya.

Selain menyenangkan, media pembelajaran harus dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memenuhi kebutuhan individu siswa. Kelebihan dan Kekurangan Media Pembelajaran Cerita Islami Media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di semua sekolah tidak selalu sama karena media pembelajarannya berbeda-beda. 43 Pupuh Faturohman dan Sori Sutekno, Strategi Belajar Mengajar Melalui Pengenalan Ilmu dan Konsep Islam, (Bandung: Rafieka Jaditama, 2011).

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa kelebihan cerita islami sebagai media pembelajaran adalah dapat mengarahkan minat belajar siswa, karena dengan menggunakan media pembelajaran dapat lebih mudah memahami materi pelajaran dan memadukan interaksi langsung antara siswa dengan siswa. lingkungan. . Dengan melalui kisah-kisah Islami dari anak-anak di usia muda hingga kepribadian seorang hamba Allah yang beriman dan bertakwa, menanamkan keesaan Allah SWT, nilai syukur dan nilai tauhid. Pentingnya media cerita islami selain mampu menyentuh aspek kognitif juga menyentuh aspek afektif, hal ini berpotensi membentuk aspek psikomotor yaitu mengajak anak untuk meniru.

Bahwa sifat-sifat di atas merupakan materi yang harus diajarkan kepada anak dalam pendidikan akhlak agar menjadi anak yang sholeh sehingga tujuan pendidikan agama Islam dapat tercapai. Contoh kisah Islami adalah kisah Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir dan sekaligus melengkapi rasul-rasul sebelumnya, beliaulah yang menyempurnakan ajaran Islam.

METODE PENELITIAN

  • Jenis Penelitian
  • Sifat Penelitian
  • Sumber Data
    • Sumber Primer
    • Sumber Sekunder
  • Teknik Pengumpulan Data
    • Wawancara
    • Observasi
    • Dokumentasi
  • Teknik Penjamin Keabsahan Data
  • Teknik Analisis Data

Cerita Islami digunakan sebagai media pendidikan akhlak karena mengandung pesan moral dan keyakinan yang dapat disampaikan kepada siswa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Cerita Islami merupakan salah satu bentuk pemberian pengalaman secara lisan kepada siswa yang mengandung nilai-nilai moral. Dengan rasa kagum, cerita yang disampaikan dapat berperan dalam proses pembentukan akhlak siswa.

Dalam mendidik akhlak anak dengan bantuan cerita islami, tugas guru tidak hanya menyampaikan apa yang terkandung dalam cerita, tetapi guru juga memberikan arahan kepada siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman. Ketika sebuah cerita disampaikan, guru meminta siswa untuk menanggapi cerita yang disampaikan dan mereka menanggapinya. Cerita yang digunakan dalam pembelajaran diantaranya adalah cerita 25 nabi, cerita kehebatan para sahabat dan pahlawan islam, serta cerita islami yang dapat mendidik akhlak siswa.

Dari pendidikan akhlak yang diberikan melalui cerita islami terlihat adanya perubahan sikap dan perilaku para siswa. Jenis cerita yang digunakan untuk mendidik akhlak antara lain tentang mukjizat para nabi, cerita tentang sahabat dan kerabat, cerita tentang surga dan neraka, cerita tentang siksa kubur, dan cerita lainnya yang dapat memberikan pendidikan akhlak kepada siswa. Materi pembelajaran yang ditawarkan melalui cerita islami berkaitan dengan spiritualitas, yaitu berisi contoh-contoh yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Setelah itu guru menentukan tema yang akan diajarkan kepada siswa dan memilih cerita yang akan digunakan. Saat mengajar anak usia dini, guru sebaiknya memiliki strategi mengajar yang berbeda untuk membangkitkan minat belajar siswa. Kendala yang muncul dalam pembelajaran akhlak dengan menggunakan cerita islami adalah hilangnya konsentrasi siswa ketika cerita dituturkan oleh guru.

Cerita Islami merupakan salah satu pemberian pengalaman kepada siswa secara lisan yang mengandung nilai-nilai moral.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Sejarah Berdirinya TK Aisyiyah Srisawahan

Di tahun pertama, ada 30 siswa yang memiliki tempat belajar selama beberapa bulan di rumah ketua Muhammadiyah, Pak Surahyo. Kelas pertama diberikan oleh dua orang guru yaitu Ibu Jamiyati sebagai kepala sekolah dan Ibu Suwartini sebagai guru. Pada tahun yang sama, untuk mendapatkan kepercayaan penuh masyarakat akan keberadaan TK Aisyiyah Srisawahan, seluruh warga dan simpatisan Muhammadiyah desa Srisawahan berhasil membangun gedung TK Aisyiyah di atas tanah milik sendiri di atas tanah wakaf bapak Istadini (alm) yang luas seluas 500 m2 dengan luas bangunan 180 m2.

Bangunan ini awalnya terdiri dari dua tapak yang masing-masing berukuran 10 m x 8 m. Dengan rencana pengembangan jangka pendek yaitu perbaikan dan penyempurnaan administrasi siswa dan guru, penambahan alat bermain indoor. TK Aisyiyah memiliki izin operasional dari Ka. Kanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung dengan no. Oktober 2017.

Visi, Misi dan Tujuan TK Aisyiyah Srisawahan

Letak Geografis TK Aisyiyah Srisawahan

Struktur Organisasi Pendidik TK Aisyiyah Srisawahan

Keadaan Sarana dan Prasarana TK Aisyiyah Srisawahan

Keadaan Guru dan Pegawai TK Aisyiyah Srisawahan

Deskripsi Data Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Kepala Sekolah Dasar Negeri Tanggulun III UPTD Pendidikan Kecamatan Kadungora Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Menimbang : a. Bahwa proses belajar mengajar

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa yang telah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahu pengaruh keterampilan guru dalam memberi penguatan terhadap hasil belajar mata pelajaran akidah akhlak siswa kelas VIII MTs Riyadlatul `Ulum

Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena peserta didik akan belajar dengan sungguh- sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi.131

“Lingkungan sekolah disini sangat mendukung adanya pembinaan akhlak, terutama dari warga setempat mereka percaya penuh terhadap pembinaan akhlak yang ada di sekolah, karena dengan

al-Hujurat/49: 10 dan 12, serta hadis terkai berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku

kedua penelitian di atas hanya memeliti masalah umum seperti peran media facebook terhadap akhlak, penggunaan jejaring sosial tehadap perilaku, sedangkan penelitian yang akan penulis

Dalam pembelajaran sejarah Nabi di Kelompok B, TK Aba Brosot guru kelas menggunakan metode Bermain, Cerita dan Menyanyi yaitu penggabungan antara metode Bermain, Cerita dan Menyanyi