PENDAHULUAN
Latar Belakang
Barang yang tidak mempunyai Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Pertambangan Khusus (IUPK). 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Perubahan denda mulai dari Rp.
Fokus Kajian
Tujuan Penelitian
Menetapkan penuntutan terhadap pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin telah sesuai dengan asas perlindungan hukum.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Yang dimaksud dengan “the rule of law” mengandung pengertian rule by law, namun tidak dalam arti formalnya, tetapi juga mencakup nilai-nilai keadilan yang terkandung di dalamnya. Istilah sebaliknya adalah “the rule by law” yang berarti pemerintahan oleh orang-orang yang menggunakan hukum sekedar sebagai instrumen kekuasaan.
Sistematika Pembahasan
Tambang tidak berizin adalah pertambangan yang tidak mempunyai izin usaha pertambangan sesuai dengan Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Bab IV berisi tentang penyajian dan analisis data yang memuat putusan pengadilan mengenai penambangan liar, analisis penegakan hukum terhadap putusan pengadilan terhadap penambangan liar berdasarkan asas perlindungan hukum dan penambangan liar dari sudut hukum pidana Islam. .
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Terdahulu
Tesis ini memiliki dua fokus penelitian, pertama, penindakan terhadap penambang emas tanpa izin di Kabupaten Dharmasaya, Provinsi Sumatera Barat. Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan peneliti pelajari adalah permasalahan penambangan emas tanpa izin.
Kajian Teori
Hukum pidana Islam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari syariat yang berlaku sejak turunnya Nabi Muhammad SAW. 31 Fitri Wahyuni, Hukum Pidana Islam Pemutakhiran Nilai-Nilai Hukum Pidana Islam dalam Reformasi Hukum Pidana Islam di Indonesia (Tangerang: PT Nusantara Persada Utama, 2018),. Rukun adabi disebut juga unsur moral, yakni pelaku perbuatan dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum.32 3. Tindak pidana dalam hukum pidana Islam.
35 Fitri Wahyuni, Hukum Pidana Islam Aktualisasi Nilai-Nilai Hukum Pidana Islam dalam Reformasi Hukum Pidana Islam di Indonesia (Tangerang: PT Nusantara Persada Utama, 2018), 39. 36 Fitri Wahyuni, Hukum Pidana Islam Aktualisasi Nilai-Nilai Hukum Pidana Islam dalam Reformasi Hukum Pidana Islam di Indonesia (Tangerang: PT Nusantara Persada Utama, 2018), 47. 37 Fitri Wahyuni, Hukum Pidana Islam Mewujudkan Nilai-Nilai Hukum Pidana Islam dalam Reformasi Hukum Pidana Islam di Indonesia (Tangerang: PT Nusantara Persada Utama, 2018), 47.
39 Rifda seera Sakinah, “Tinjauan Hukum Pidana Islam Tentang Sanksi Tindak Pidana Usaha Tambang Ilegal (Kajian Terhadap Putusan Bale Kabupaten Bandung Nomor: .597/Pid.Sus/2018/PN.Blb)” (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel , 2020), 22. 43 Rifda seera Sakinah, “Tinjauan Hukum Pidana Islam Tentang Sanksi Tindak Pidana Usaha Tambang Ilegal (Studi Pada Kepustakaan Bale Kabupaten Bandung Nomor: . . 597/Pid.Sus/2018/PN.Blb)” (Diplomska tugas , Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2020), 25. 47 Rifda seera Sakinah, “Tinjauan Hukum Pidana Islam Tentang Sanksi Terhadap Tindakan Usaha Tambang Ilegal (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor: .597/Pid.Sus/2018/ PN .Blb)” (skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Sumber Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Keabsahan Data
- Tahap-Tahap Penelitian
Namun bahan utama penelitian ini adalah peraturan perundang-undangan khususnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara serta putusan pengadilan terkait pertambangan tanpa izin. Putusan Pengadilan Negeri Sanggau Nomor 341/Pid.B/LH/2021/PN Sag tentang Hukum Pidana Pertambangan Tanpa Izin. Dalam memutus tindak pidana penambangan tanpa izin, hakim memutuskan menggunakan Pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2020.
Berikut unsur-unsur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pasal 158 Pertambangan Mineral dan Batubara:. Pada tahap pertama ini, polisi berperan dalam menindak pelaku penambangan liar berdasarkan UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dengan demikian, setiap orang yang melakukan usaha pertambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 UU No.
Penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pertambangan tanpa izin dalam putusan hakim tidak sesuai dengan asas perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia, dan menurut peneliti putusan majelis hakim tidak sesuai dengan Pasal 158 UU. Republik Indonesia no.
PEMBAHASAN
Putusan Pengadilan Terhadap Tindak Pidana Pertambangan
Menyatakan terdakwa Herwanto (Als) Boer Bin Tabarin terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah berdasarkan hukum melakukan tindak pidana “penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 158 UU Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Perubahan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Unsur “Melakukan usaha pertambangan tanpa IUP, IPR, atau IUPK terdapat dalam Pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.61.
Hakim dengan ini memutuskan dan memutus perkara ini dengan mengacu pada pertimbangan sesuai dengan Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya. Dengan bukti dan saksi yang dihadirkan, hakim memiliki pertimbangan hukum dalam Putusan Pengadilan Negeri Sarolangun Nomor 62/Pid.B/2014/PN Srl tentang hukum pidana pertambangan tanpa izin, majelis hakim menggunakan Pasal 158 UU Undang-Undang Republik Indonesia No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pasal 55, par. 1, 1 KUHP, UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana, UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Peradilan dan UU Nomor 49 Tahun 2009 tentang Pengadilan serta pasal-pasal lain dalam peraturan perundang-undangan terkait. Dengan bukti-bukti dan saksi-saksi yang dihadirkan, maka hakim mempunyai pertimbangan hukum dalam memutus perkara ini dengan menerapkan Pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dimana unsur-unsur hukumnya dipenuhi dengan apa yang dimaksud dengan hukum. tuduh Wawan Hermawan alias Wawan Otel yang melakukannya.
597/Pid.Sus/2018/PN.Blb, hakim mengadili perkara ini dan memutus dengan mengacu pada pertimbangan sesuai peraturan perundang-undangan yaitu pasal 158 Undang-Undang Republik Indonesia no.
Analisis Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Tindak Pidana
Dinas ESDM sebagai penyidik pegawai negeri sipil mempunyai kewenangan yang diatur dalam Pasal 149 ayat (2) UU No. 3 Tahun 2020 tentang pertambangan dan batubara. Berdasarkan fakta-fakta yang tercantum dalam putusan mengenai pertambangan tanpa izin, telah terpenuhi seluruh unsur-unsur tersebut di atas, dan setelah menilai semua yang dimuat majelis hakim dalam ketiga putusan tersebut, terbukti bahwa para terdakwa melakukan kegiatan pertambangan secara sah. tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU. Namun panel tidak menghormati prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menjatuhkan hukuman kepada terdakwa karena hukuman yang diberikan kepada terdakwa sangat ringan dan tidak sejalan dengan tujuan UU Minerba dan hak asasi masyarakat yang tinggal di sekitar pertambangan tanpa izin.
Menurut penyidik, hakim tidak menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa sesuai ketentuan Pasal 158 UU No. 3 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, di mana pasalnya menyatakan: “Setiap orang yang melakukan penambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) ( lima) tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar rupiah).80 Sedangkan dalam undang-undang tidak disebutkan secara jelas mengenai ancaman pidana minimalnya, sedangkan ancaman pidana yang dijatuhkan kepada tersangka Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan Batubara hanya pidana penjara. hukuman dan tidak ada denda, padahal dalam undang-undang ditandai dengan kata “dan”. Oleh karena itu, menurut penyidik, hakim dalam menjatuhkan hukuman tidak tepat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hukuman yang dijatuhkan kepada terdakwa tidak sesuai dengan tujuan hukum yang berlaku pada saat hukuman dijatuhkan.
Pandangan Hukum Pidana Islam Terhadap Perilaku
84 Rifda Seera Sakinah, “Tinjauan Hukum Pidana Islam tentang Sanksi Tindak Pidana Usaha Penambangan Ilegal (Pemeriksaan Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor: .597/Pid.Sus/2018/PN.Blb) (Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2020), 63. Menurut para ulama hukum pidana Islam, pidana yang pantas dan pantas bagi pelaku penambangan emas tanpa izin adalah ta’zir. Menurut hukum pidana Islam, tindak pidana penambangan tanpa izin termasuk dalam pencurian, karena dalam penambangan tanpa izin kamu mengambil apa yang bukan hakmu, mengambilnya secara sembunyi-sembunyi dan mengambilnya dari tempat asal.
Saran-saran yang dapat diberikan oleh peneliti bagi penerapan hukum terhadap penambangan liar adalah : Dalam hal menjatuhkan hukuman terhadap pelaku penambangan liar, hendaknya lembaga peradilan juga memperhatikan hukum pidana Islam, karena dengan cara demikian majelis hakim dapat mempertimbangkan putusan yang pantas atas tindakan penambang liar. Rifda Seera Sakinah, “Tinjauan Hukum Pidana Islam tentang Sanksi Tindak Pidana Usaha Tambang Ilegal (Kajian Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung: 597/Pid.Sus/2018/PN.Blb)” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2020.
Sakinah, Rifda Seera, “Tinjauan Hukum Pidana Islam Tentang Sanksi Terhadap Tindak Pidana Usaha Tambang Ilegal (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor: 597/Pid.Sus/2018/PN.Blb)” Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, 2020 .
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam putusan majelis, terdakwa hanya menghukum tersangka dengan pidana penjara, sedangkan pada pasal 158 muncul kata “dan” yang ditambah dengan pidana denda sebagai pidana kumulatif, dan dalam putusan majelis hakim menjatuhkan pidana penjara. denda yang belum dikenakan. sesuai dengan penambahan hukuman penjara. Dengan demikian, hukuman yang dijatuhkan kepada penambang yang tidak berizin adalah ta’zir.
Saran
Ariman Rasyid og Fahmi Ragib, Malang Criminal Law: Setara Press, 2016 Assiddiqi Jimly, Law Enforcement, Bandung: Pustaka Pustaka Satia, 2009. Wahyuni Fitri, Islamic Criminal Law Actualization of Islamic Criminal Law Values in Islamic Criminal Law Reform in Islamic Criminal Law Reform in Islamic Criminal Law Reform Indonesien Tangerang: PT Nusantara Persada Utama, 2018. Lauselang Raudhatul Jannah Budiman, "Law Enforcement Against Illegal Mining Crimes in West Seram Regency, Study at West Seram Police." Speciale, studerende ved Det Juridiske Fakultet, Ahmad Dahlan University, Yogyakarta, 2019.
Maulana, Muhammad “Peran Pemerintah Dalam Upaya Mengatasi Penambangan Emas Ilegal di Lamunga Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat.” Skripsi, Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. Riswandi, “Penyelesaian Kasus Penambangan Pasir Ilegal (Studi Kasus Penambangan Pasir di Kabupaten Gowa” Skripsi, UIN Alaudin Makassar, 2016. Alfiana, “Dampak Kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Masyarakat kesejahteraan desa Gurandil Di Cieuksa, Kab.
Weven Jonathan Hendry Stevanus, “Penegakan hukum terhadap kegiatan penambangan emas ilegal sebagai upaya pengendalian permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Kotawringin Timur”, Skripsi, Universitas Atmajaya Yogyakarta, 2018.