• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Pengaruh Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH BERPIKIR KRITIS

DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMPN 4 MUNCAR

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Tadris Matematika

Oleh:

AVITA PERMATA SARI NIM. T20187060

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

JUNI 2022

(2)

PENGARUH BERPIKIR KRITIS

DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMPN 4 MUNCAR

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SKRIPSI

Diajukan kepada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Program Studi Tadris Matematika

Oleh:

Avita Permata Sari NIM. T20187060

Disetujui Pembimbing

M.Pd Anas Ma'ruf Annizar,

NIP. 199402162019031008

ii

(3)

iii

(4)

MOTTO

ِعَفۡرَي ه َللّٱ َنيِ َ

لَّٱ َو ۡمهكنِن ْاوهنَناَء َنيِ َ

لَّٱ ْاوهتو ه

َمۡلِعۡلٱ أ تَٰ َجَرَد

Artinya: “Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat

(QS. Al Mujadalah: 11)*

*

* Departemen Agama RI, Al-Qur'an Al-Karim dan Terjemahannya, (Bandung: Al-Haramain).

iv

(5)

PERSEMBAHAN

Seiring Ucapan Syukur kepada Allah SWT dengan rasa ikhlas serta tulus dalam hati, skripsi ini saya persembahkan kepada:

1. Bapak Choirul Anam dan Ibu Misnati, orang tua yang selalu mengutamakan anak-anaknya untuk berproses, memberikan kasih sayang dengan tulus, kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa, perjuangan yang tidak mengenal lelah, support system terbaik bagi anak-anaknya, tidak mengeluh dalam membesarkan dan membiayai anak-anaknya, baik berupa materil dan spiritual serta mengalirkan doa untuk kebahagiaan anak-anaknya di dunia maupun di akhirat nanti serta demi keberhasilan anaknya dalam mencapai cita-cita serta harapan yang lebih baik. Saya akan tumbuh untuk menjadi terbaik yang saya bisa dan pencapaian ini adalah persembahan istimewa saya untuk emak dan apak.

2. Sandra Yusnita Devi, S.E dan Ridho Ilyas Saputra, kaka dan adik yang mendukung dalam keadaan apapun, serta selalu memberikan dorongan untuk menjadi insan yang lebih baik.

3. Gengster Kaliwates, Lilis Nabila, tempat bercerita, ngeluh, serta nangis untuk tertawa. Terimakasih orang-orang baik dengan segala arahan, bimbingan, motivasi, dan semangat yang telah diberikan pada saya.

4. Teman kelas MTK 18.2 yang selalu ramai dengan canda, tawa, serta hinaan disetiap kelasnya.

5. Orang-orang baik yang banyak memberi bantuan berupa pengarahan, semangat, dan banyak doa yang semoga juga akan menjadi jalan kemudahan padanya.

v

(6)

KATA PENGANTAR

للا ِمْسِب ِمْيِحَّرلا ِنَْحَّْرلا ِه

Segala puji syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya, perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian skripsi, dapat terselesaikan dengan lancar. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman permusuhan menuju zaman yang penuh dengan persaudaraan seperti ini.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan meraih gelar Sarjana Pendidikan dalam Program Studi Tadris Matematika pada Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan judul “Pengaruh Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022”.

Kesuksesan ini dapat penulis peroleh karena dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis menyadari dan menyampaikan terikasi yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE, MM selaku Rektor UIN KHAS Jember yang telah memberikan fasilitas dan pelayanan kepada penulis.

2. Ibu Prof. Dr. Hj. Mukni'ah, M.Pd.I selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan persetujuan pada skripsi ini.

3. Bapak Fikri Apriyono, M.Pd selaku Koordinator Program studi Tadris Matematika yang telah menerima judul skripsi ini.

4. Bapak Anas Ma'ruf Annizar, M.Pd selaku dosen pembimbing skripsi yang dengan sabar dan sepenuh hati memberikan arahan, bimbingan, motivasi, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini.

5. Dosen-dosen di UIN KHAS Jember yang telah banyak memberikan ilmunya kepada penulis.

vi

(7)

6. Bapak/Ibu Tata Usaha Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yang telah memberikan kemudahan serta kelancaran administrasi dalam penyelesaian skripsi ini.

Tiada kata yang dapat diucapkan selain do'a dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan atas semua jasa yang telah diberikan kepada penulis. Skripsi ini pasti memiliki kekurangan.

Maka dari itu, peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dalam penelitian selanjutnya bisa lebih baik. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Jember, 06 Juni 2022

Penulis

vii

(8)

ABSTRAK

Avita Permata Sari, 2022: Pengaruh Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Kata Kunci: Berpikir Kritis, Disposisi Matematis, Hasil Belajar.

Penelitian ini dilatar belakangi oleh berpikir kritis yang sangat berkaitan erat dengan kemampuan kognitif dalam pembelajaran matematika. Guna lebih mendukung serta memaksimalkan berpikir kritis juga diperlukan aspek afektif.

Salah satu aspek afektif yang bisa menguatkan berpikir kritis siswa ialah disposisi matematis.

Penelitian ini bertujuan 1) Mendeskripsikan berpikir kritis, 2) Mendeskripsikan disposisi matematis, 3) Mendeskripsikan hasil belajar matematika, 4) Mengetahui pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022, 5) Mengetahui pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara individu terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di SMPN 4 Muncar. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik cluster random sampling dan didapatkan 53 siswa sebagai sampel dari populasi 110 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket serta dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, pada statistik inferensial menggunakan analisis regresi linier berganda.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Berpikir kritis siswa dengan kategori sangat tinggi sebanyak 18 siswa (34%), 30 siswa dengan kategori tinggi (57%), dan 5 siswa dengan kategori sedang (9%). 2) Disposisi maatematis siswa terdapat 1 siswa dengan kategori sangat tinggi (2%), 17 siswa dengan kategori tinggi (32%), 30 siswa dengan kategori sedang (57%), 4 siswa dengan kategori rendah (7%), dan 1 siswa dengan kategori sangat rendah (2%). 3) Hasil belajar matematika siswa terdapat 44 siswa dengan kategori tinggi (83%) dan 9 siswa dengan kategori sedang (17%). 4) Terdapat pengaruh yang signifikan berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022. 5) Terdapat pengaruh yang signifikan berpikir kritis dan disposisi matematis secara individu terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun pelajaran 2021/2022.

viii

(9)

DAFTAR ISI

Hal

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ... iii

LEMBAR PENGESAHAN ... iv

MOTTO ... v

PERSEMBAHAN ... vi

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan Penelitian... 8

D. Manfaat Penelitian... 8

E. Ruang Lingkup Penelitian ... 9

F. Definisi Operasional ... 13

G. Asumsi Penelitian ... 14

H. Hipotesis ... 15

I. Sistematika Pembahasan ... 15

BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN ... 17

A. Penelitian Terdahulu ... 17

B. Kajian Teori ... 23

BAB III METODE PENELITIAN... 34

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 34

B. Populasi dan Sampel ... 36

C. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 38

D. Analisis Data ... 50

ix

(10)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS ... 59

A. Gambaran Obyek Penelitian ... 59

B. Penyajian Data ... 60

C. Analisis dan Pengujian Hipotesis ... 65

D. Pembahasan ... 75

BAB V PENUTUP53 A. Simpulan ... 53

B. Saran ... 85

DAFTAR PUSTAKA ... 87 Pernyataan Keaslian Tulisan

Lampiran

x

(11)

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 1.1 Indikator Variabel Penelitian ... 11

Tabel 2.1 Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu ... 20

Tabel 3.1 Data Jumlah Siswa Kelas VIII di SMPN 4 Muncar ... 36

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Berpikir Kritis ... 39

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen Disposisi Matematis ... 40

Tabel 3.4 Skala Likert ... 42

Tabel 3.5 Kategori Tingkat Kevalidan Instrumen... 43

Tabel 3.6 Perhitungan Validasi Angket Berpikir Kritis ... 45

Tabel 3.7 Hasil Uji Validitas Angket Berpikir Kritis ... 45

Tabel 3.8 Perhitungan Validasi Angket Disposisi Matematis ... 46

Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Angket Disposisi Matematis ... 47

Tabel 3.10 Kriteria Koefisien Korelasi Reliabilitas Instrumen ... 49

Tabel 3.11 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ... 50

Tabel 3.12 Tingkat Pencapaian Skor pada Variabel Berpikir Kritis ... 51

Tabel 3.13 Tingkat Pencapaian Skor pada Variabel Disposisi Matematis ... 51

Tabel 3.14 Tingkat Pencapaian Skor pada Variabel Hasil Belajar ... 52

Tabel 3.15 Kriteria Uji Durbin Waston ... 58

Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Penelitian Berpikir Kritis ... 60

Tabel 4.2 Rekapitulasi Hasil Penelitian Disposisi Matematis ... 62

Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Penelitian Hasil Belajar ... 63

Tabel 4.4 Hasil Angket Berpikir Kritis ... 65

Tabel 4.5 Hasil Angket Disposisi Matematis ... 66

Tabel 4.6 Data Hasil Belajar Siswa... 66

Tabel 4.7 Uji Kolinieritas ... 69

Tabel 4.8 Uji Autokorelasi ... 71

Tabel 4.9 Rekapitulasi Hasil Regresi Linear Berganda ... 72

xi

(12)

DAFTAR GAMBAR

Hal

Gambar 3.1 Alur Penelitian ... 35

Gambar 3.2 Hubungan antar variabel ... 36

Gambar 4.1 Uji Normalitas ... 68

Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas ... 76

Gambar 4.3 Berpikir Kritis ... 76

Gambar 4.4 Disposisi Matematis ... 77

Gambar 4.5 Hasil Belajar ... 78

xii

(13)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

Lampiran 1 : Matrik Penelitian ... 93

Lampiran 2 : Kisi-kisi Instrumen ... 94

Lampiran 3 : Validasi Instrumen Penelitian... 97

Lampiran 4 : Instrumen Penelitian Sebelum Divalidasi ... 109

Lampiran 5 : Instrumen Penelitian Setelah Divalidasi ... 114

Lampiran 6 : Daftar Nama Responden... 118

Lampiran 7 : Daftar Hasil Instrumen Berpikir Kritis ... 120

Lampiran 8 : Daftar Hasil Instrumen Disposisi Matematis ... 123

Lampiran 9 : Daftar Nilai Siswa ... 127

Lampiran 10 : Output Uji Validitas Instrumen ... 128

Lampiran 11 : Output Uji Reliabilitas Instrumen ... 132

Lampiran 12 : Output Uji Regresi Linier Berganda... 152

Lampiran 13 : Tabel R ... 140

Lampiran 14 : Tabel T... 143

Lampiran 15 : Tabel F ... 146

Lampiran 16 : Dokumentasi ... 149

Lampiran 17 : Surat Penelitian ... 150

Lampiran 18 : Jurnal Penelitian ... 151

Lampiran 19 : Biodata Penulis ... 152

xiii

(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Menurut Ki Hajar Dewantara dalam buku Pengantar Ilmu Pendidikan yang ditulis oleh Munir Yusuf, definisi pendidikan ialah mengarahkan segala sesuatu kemampuan yang terdapat pada anak supaya anak menjadi insan dan anggota masyarakat hingga mencapai kebahagiaan serta kesejahteraan yang setinggi-tingginya.2 Berkaitan dengan hal tersebut sebagaimana firman-Nya dalam QS. Shad ayat ke-29 yang berbunyi :

بَٰ َتِك ِهِتَٰ َياَء ْآوهرَبَدَ ِِلَ ٞكَرََٰبهن َكۡ َلَِإ ههََٰنۡلَزنَأ

ۦ ْاوهلْو ه

أ َرَكَذَتَ ِلََو ِبَٰ َب ۡلَ ۡلۡٱ

٢٩

Artinya :Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran .3

Pengertian pendidikan secara singkat adalah suatu upaya individu untuk mengembangkan karakter diri yang cocok dengan nilai-nilai yang terdapat pada kebudayaannya dan juga masyarakat.4 Pada UU No. 20 Tahun 2003 kurikulum pendidikan dasar dan menengah diwajibkan untuk mengampu berbagai macam mata pelajaran, dan salah satu diantaranya adalah pelajaran matematika.5

Mata pelajaran yang sangat diperlukan untuk dibagikan kepada seluruh siswa ialah mata pelajaran matematika. Terdapat beberapa alasan perlunya siswa dalam mempelajari matematika antara lain: (1) matematika ialah suatu

2 Munir Yusuf, “Pengantar Ilmu Pendidikan, (Palopo, IAIN Palopo, 2018), h.8-9

3 Departemen Agama RI, "Al-Qur,an dan Terjemahannya", (Jakarta: J-Art, 2005)

4 Hasbullah, “Dasar-dasar Ilmu Pendidikan”, (Jakarta, Raja Grafindo Persida, 2005), h.4

5 Sekretariat Negara Republik Indonesia UU RI Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

1

(15)

sarana untuk mengatasi satu persoalan yang terdapat di kehidupan sehari-hari, (2) matematika ialah sarana berpikir jelas serta logis (3) matematika sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas, (4) matematika sebagai suatu sarana untuk mengakaji pola-pola korelasi serta untuk menggeneralisasi pengalaman, (5) matematika ialah suatu sarana yang ditujukan untuk memajukan pengetahuan terhadap pengembangan budaya serta tekhnologi.6 Mengingat perkembangan tekhnologi yang saat ini semakin baru sehingga sangat membutuhkan orang-orang untuk mempunyai kompetensi yang sistematis, logis serta berpikir kritis.7

Berpikir kritis ialah satu kemahiran berpikir yang perlu dipunyai oleh setiap individu. Dengan adanya berpikir kritis ini setiap individu mampu untuk menghadapi permasalahan setiap hari dengan terus mengasah kemampuan bernalarnya.8 Berpikir kritis ini bisa diasah pada saat proses belajar siswa. Belajar ialah satu prosedur yang aktif, aktif yang diartikan disini ialah bukan aktivitas seperti gerakan badan yang nampak saja, namun juga kegiatan psikis, semacam mengingat, proses untuk berpikir dan sebagainya.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 bahwa yang dibutuhkan siswa untuk mampu mengendalikan dan memanfaatkan

6 Siti Mufaroha, “Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear Kelas XI di MAN 3 Tulungagung”, (Skripsi, IAIN Tulungagung, 2020), 2.

7 Siti komariyah, Ahdinia fatmala nur laili, “Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar Matematika”, (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika Vol. 4 No.2, 2018), 55.

8 Wawat Hidayati, “Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Memecahkan Masalah Matematika Ditinjau Dari Perbedaan Gender Pada Siswa Kelas VIII .11SMP Negeri 13 Makassar, (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar, 2021), 3.

(16)

informasi agar tetap bertahan hidup dengan keadaan yang terus berganti, kompetitif, dan tidak sejati ini ialah kemampuan berpikir kritis.9

Menurut pendapat Maria Jose berpikir kritis ialah salah satu cara untuk berpikir yang berhubungan dengan suatu hasil pemikiran atau inisiatif yang berkaitan dengan permasalahan yang dideskripsikan atau rancangan yang diberikan.10 Menurut Ennis berpikir kritis ialah salah satu upaya untuk berpikir dengan mempunyai tujuan guna membentuk suatu kesimpulan atau keputusan rasional terkait dengan yang dilaksanakan atau diyakini. Dengan begitu, berpikir kritis mengevaluasi serta mempertimbangkan informasi supaya siswa secara aktif membentuk suatu kesimpulan.11 Menurut Deswani berpikir kritis ialah suatu prosedur kegiatan psikis untuk mengetahui hingga di tahap menilai informasi yang telah ada, informasi yang tertera diperoleh dari hasil pengalaman, pengamatan, logika atau hubungan yang baik antar sesama.

Selanjutnya berdasarkan anggapan Gunawan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis, menciptakan serta menggunakan kriteria secara obyektif dan melakukan evaluasi data”.12 Dari definisi-definisi yang sudah tertera maka bisa disimpulkan bahwasannya berpikir kritis ialah satu keahlian untuk menelaah, mengevaluasi (inisiatif, hasil observasi, informasi, ataupun argumen), menafsirkan, dan membuat keputusan. Dalam memajukan

9 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menegah.

10 Rizkha Wiratama Purnomo, “Pengaruh Kreativitas Guru Terhadap Berpikir Kritis Peserta Didik SMP Sekecamatan Gresik” (Skripsi, Universitas Muhammadiyah Gresik, 2020), 2.

11 Dwi Retnowati, dkk, “Proses Berpikir Kritis Siswa Kelas XI Farmasi SMK Citra Medika Sragen Dalam Pemecahan Masalah Matematika”, (Jurnal Elektronik Pembelajaran Matematika, Vol.4 No.1, 2016), 106.

12 Dewi Puspita Sari, Retno Mustika Dewi, “Pengaruh Keterampilan Berpikir Kritis dan Berpikir Kreatif Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS 1 di MAN Mojosari ”, (UNESA, Vol.5 No.1 Edisi Yudisium 2017), 2.

(17)

keahlian berpikir kritis, peserta didik sangat perlu untuk mempunyai satu kepribadian yang mampu membawanya untuk bisa menyelesaikan suatu permasalahan matematis. Salah satu dari kepribadian yang harus dimiliki untuk menyelesaikan suatu permasalahan matematis ialah disposisi matematis.

Disposisi adalah sebuah karakter atau kepribadian setiap orang yang harus dipunyai orang untuk mencapai sebuah kesuksesan. Sedangkan disposisi matematis adalah suatu kebutuhan yang perlu dimiliki bagi peserta didik supaya dapat lebih tahan untuk menghadapi suatu permasalahan.13 Pada jurnal Lisa Ayu Lestari Wardani mendeskripsikan disposisi matematis menjadi sebuah ketertarikan serta apresiasi kepada mata pelajaran matematika seperti lebih cenderung dalam berpikir dan bertindak secara positif, kepercayaan diri, kuriositas, keuletan, bersemangat ketika belajar, teguh dalam menghadapi permasalahan, elastis, berkenan untuk berbagi sesama, meditatif pada kegiatan matematik (doing math).14 Selain itu, pada jurnal Nurma Izzati, National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) mengemukakan disposisi matematis ialah suatu keterlibatan serta persepsi mengenai matematika yaitu berpikir serta berperan menggunakan cara yang lebih cenderung positif.15 Dari definisi-definisi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa disposisi matematis ialah suatu kebutuhan yang harus dimiliki oleh peserta didik yang menjadi

13 Siti Sa'adah, Luvy Sylvina Zanthy, “Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SMP”, (Journal On Education, Vol.01, No.03, 2019), 405.

14 Lisa Ayu Lestari, “Analisis Pengaruh Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar Materi Integral Tak Tentu Siswa Kelas XII IPA 2 SMAN 4 Jember”, (Jurnal Edukasi, Vol.03, No.1, 2016), 41.

15 Nurma Izzati, “Pengaruh Kemampuan Koneksi Matematis Dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Geometri Bidang Datar Mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon”, (Jurnal EduMa Vol. 6, No. 2, 2017), 35.

(18)

sebuah ketertarikan pada mata pelajaran matematika seperti lebih cenderung dalam berpikir dan bertindak secara positif, percaya diri, keingintahuan, gigih, serta bersemangat ketika belajar. Maka, disposisi matematis ini memiliki peran yang sangat penting dalam suatu perolehan hasil belajar siswa.

Hasil belajar ditafsirkan sebagai kemahiran yang dipunyai oleh siswa selepas mendapatkan pengetahuan belajarnya. Hasil belajar matematika ialah suatu kemampuan yang dimiliki siswa saat menyelesaikan persoalan tentang matematika. Hasil belajar matematika siswa bisa dimanfaatkan untuk menakar jenjang wawasan siswa mengenai materi yang dipelajarinya.16 Rendah tingginya hasil belajar dapat menjadi indikator tentang banyak sedikitnya pengetahuan yang dipunyai atau dikuasai oleh siswa dalam bidang studi tertentu.17

Berpikir kritis dan disposisi matematis ini sebelumnya telah digunakan beberapa kali sebagai variabel penelitian oleh beberapa peneliti lain.

Sebelumnya telah dilakukan penelitian yang serupa oleh Royal Muntaha Ganing di SMAN 4 Palopo, adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika.18 Penelitian yang berbeda dilaksanakan Devy Lilawati Mansur tahun 2021 di SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa

16 Devy Lilawati Mansur, “Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X Pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel Di SMA Negeri1 Tanjunganom Nganjuk Tahun Ajaran 2020/2021”, (Skripsi, IAIN Tulungagung, 2021), 3-4.

17 Indah Budiarti dan Abdul Jabar, “Pengaruh Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMPN 2 Banjarmasin Tahun Ajaran 2015/2016”, (Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 2, No. 3, 2016), 144

18 Royal Muntaha Ganing, “Pengaruh Berpikir Kritis Dan Kreatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 4 Palopo”, (Skripsi, IAIN Palopo, 2016), 64.

(19)

ditemukan pengaruh disposisi matematis terhadap hasil belajar siswa.19 Kebaruan yang terdapat pada penelitan ini, peneliti belum menemukan judul penelitian yang membahas pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar di SMPN 4 Muncar.

SMPN 4 Muncar merupakan salah satu sekolah yang dipilih oleh peneliti untuk melaksanakan penelitian. Sebelumnya peneliti telah melaksanakan interviu bersama salah satu pengajar matematika kelas VIII pada SMPN 4 Muncar yaitu bapak Wawan Yuniarto S.Pd mengungkapkan bahwasannya siswa memiliki kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran matematika ini tergolong rendah, karena adanya keluhan yang diceritakan kepada peneliti salah satunya ialah ketika bapak Wawan Yuniarto S.Pd memberi peluang kepada siswa untuk merespons pertanyaan yang diberi oleh guru, siswa tidak ada yang merespon terkait pertanyaan yang telah diberikan, sehingga menimbulkan pengaruh kurang baik pada pencapaian hasil belajarnya. Selain memiliki kemampuan berpikir kritis yang kurang baik, siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar juga memiliki disposisi belajar yang kurang baik, seperti rasa ingin tahu yang rendah, kemampuan bertanya ketika proses belajar matematika yang rendah serta kemampuan memberikan alasan yang logis dalam mengkomunikasikan ide-ide yang kurang. Dengan melihat kedua faktor tersebut, peneliti menduga bahwa diperoleh pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar.

19 Mansur, Pengaruh.

(20)

Berlandaskan uraian di atas, pentingnya penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh berpikir kritis dan disposisi matemasis terhadap hasil belajar matematika siswa. Untuk mengetahui dan menjawab pertanyaan tersebut, maka peneliti melaksanakan penelitian yang berjudul Pengaruh Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Di Smpn 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022

.

B. Rumusan Masalah

Berlandaskan latar belakang yang sudah tertera maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah:

1. Bagaimana kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022?

2. Bagaimana disposisi matematis siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022?

3. Bagaimana hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022?

4. Adakah pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama- sama terhadap hasil belajar matematika kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022?

5. Adakah pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara individu terhadap hasil belajar matematika kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022?

(21)

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini guna menjawab rumusan masalah yang sudah ada. Berikut ini merupakan tujuan tersebut:

1. Untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

2. Untuk mendeskripsikan disposisi matematis siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

3. Untuk mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

4. Untuk mengetahui pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

5. Untuk mengetahui pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis secara individu terhadap hasil belajar matematika kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat baik manfaat secara teoritis serta praktis.

1. Manfaat Teoritis

Dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberi pengayaan teoritis terkait pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa. Bukan hanya itu, penelitian ini diharapkan

(22)

bisa memberi kontribusi pemikiran yang bisa dimanfaatkan sebagai acuan ataupun rujukan dalam penelitian berikutnya.

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Adanya penelitian ini bisa meluaskan ilmu pengetahuan terkait penulisan karya ilmiah sebagai bekal peneliti ketika melangsungkan penelitian pada kemudian hari dan juga diharapkan peneliti mampu meningkatkan kualitas pemahaman terhadap pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa.

b. Bagi Guru

Diharapkan dapat dimanfaatkan untuk masukan serta pedoman atau salah satu acuan dalam pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas, terutama dalam hal berpikir kritis dan disposisi matematis.

c. Bagi Lembaga

Penelitian ini diharapkan bisa bermanfaat untuk bahan informasi serta wacana baru untuk warga sekolah khususnya di SMPN 4 Muncar guna mengetahui bagaimana pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa.

E. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup pada penelitian ini dengan adanya batasan pada masalah pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

(23)

1. Variabel Penelitian

Variabel bisa dideskripsikan sebagai simbol individu atau objek yang memiliki ragam antara satu individu dan individu lain atau satu objek dengan objek lain. Variabel dapat disebut sebagai atribut dari bidang keilmuan atau suatu kegiatan tertentu. 20 Berlandaskan penjelasan tersebut, lalu bisa diringkas bahwa variabel penelitian ialah suatu atribut atau sifat atau nilai dari individu, objek, atau suatu kegiatan yang mempunyai ragam tertentu yang sudah ditetapkan peneliti untuk mendalami serta bisa diambil kesimpulan.

Penelitian ini terdapat dua variabel, antara lain:

a. Variabel independent (variabel bebas)

Variabel bebas ialah suatu variabel yang dapat berpengaruh atau menjadi sebab terjadinya perubahan atau munculnya variabel dependent (terikat).21 Variabel bebas biasanya dilambangkan dengan X, dalam penelitian ini berpikir kritis dan disposisi matematis sebagai variabel bebas, berpikir kritis ialah variabel bebas kesatu dengan disimbolkan (X1) serta disposisi matematis sebagai variabel kedua yang disimbolkan (X2).

b. Variabel dependent (variabel terikat)

Variabel terikat ialah suatu variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel independent (bebas).22 Variabel

20 Sugiyono, “Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D ”, (Bandung, Alfabeta, 2016).

21 Karunia Eka Lestari, dan Mokhammad Ridwan Yudhanegara, “Penelitian Pendidikan Matematika”, (Bandung, PT Refika Adhitama, 2017).

22 Yudhanegara, Penelitian.

(24)

terikat umumnya dilambangkan oleh Y, variabel terikat pada penelitian ini ialah hasil belajar matematika (Y).

2. Indikator Variabel

Tahapan selanjutnya ialah menyajikan indikator-indikator variabel yang menjadi acuan empiris dan variabel yang digunakan. Setelah indikator dikemukakan selanjutnya indikator tersebut hendak digunakan sebagai fondasi saat pembuatan butir-butir atau pertanyaan yang akan dimasukkan dalam angket dan tes. Dari variabel penelitian yang telah ditentukan, maka diperoleh indikator variabel:

Tabel 1.1

Indikator Variabel Penelitian

No. Variabel Dimensi Indikator

1 Berpikir Kritis (Variabel Independen)

Memberikan penjelasan

sederhana

a) Keterampilan memfokuskan pertanyaan

b) Menganalisis argumen c) Bertanya dan menjawab

pertanyaan Membangun

keterampilan dasar

d) Menyesuaikan dengan sumber

e) Mengamati dan melaporkan hasil observasi

Menyimpulkan f) Keterampilan mempertimbangkan kesimpulan

g) Melakukan generalisasi dan melakukan evaluasi Memberikan

penjelasan dan lanjut

h) Mengartikan istilah i) Membuat definisi Mengatur

strategi dan

j) Menentukan suatu tindakan

(25)

taktik k) Berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi

No. Variabel Dimensi Indikator

2 Disposisi Matematis (Variabel Independen)

Kepercayaan diri

a. Percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika

b. Mampu memberikan alasan yang logis

Keterkaitan dan Keingintahuan

yang tinggi

c. Sering bertanya ketika belajar matematika d. Antusiasme yang tinggi

dalam mencari jawaban dalam permasalahan matematis

e. Semangat dalam mengeksplorasi ide-ide matematis

Fleksibelitas

f. Mencoba berbagai metode alternatif untuk menyelesaikan masalah g. Bekerjasama dalam

belajar matematika Ketekunan

h. Mampu menyelesaikan persoalan matematika dengan efektif

i. Bersungguh-sungguh dalam belajar

Reflektif j. Menilai ulang hasil belajarnya

Menilai aplikasi matematika

k. Menerapkan ilmu matematika pada kehidupan sehari-hari

Apresiasi

l. Menghargai peran matematika dalam kehidupan

3 Hasil belajar Matematika (Variabel Dependen)

Nilai Mentah Ujian Tengah Semester (UTS) Genap Mata Pelajaran Matematika Tahun Pelajaran 2021/2022

(26)

F. Definisi Operasional

Definisi operasional yaitu deskripsi yang akan dipakai sebagai tumpuan pengukuran secara empiris terhadap variabel penelitian dengan rumusan yang didasarkan pada indikator variabel. Supaya mengetahui arah serta tujuan dari penelitian ini, maka peneliti akan memberi deskripsi terkait variabel yang ada dalam judul penelitian ini dengan definisi operasional, antara lain ;

1. Pengaruh

Pengaruh ialah suatu kekuatan yang muncul dari manusia atau benda dan memberikan dampak atau gejala sehingga mempengaruhi sesuatu di sekelilingnya, berarti dalam hal ini kekuatan dari variabel berpikir kritis dan disposisi matematis memberikan efek sehingga mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.

2. Berpikir Kritis

Berpikir kritis ialah keahlian seseorang untuk memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan dan mengatur strategi dan taktik.

3. Disposisi Matematis

Disposisi matematis adalah satu keterlibatan dan apresisasi untuk percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika, mampu memberikan alasan yang logis, sering bertanya ketika belajar, memiliki antusias yang tinggi dalam mencari jawaban, semangat dan mengeksplor ide-ide matematis, mencoba berbagai metode alternatif untuk

(27)

menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam belajar matematika, menilai aplikasi matematika dalam bidang lain dalam kehidupan sehar-hari, serta mengapresiasi peran matematika dalam kehidupan.

4. Hasil Belajar Matematika

Hasil belajar ialah kompetensi yang dipunyai oleh siswa sesudah mendapatkan pengetahuan pada belajarnya. Hasil belajar ini bisa ditakar dengan menggunakan tes atau ujian. Pada penelitian ini peneliti menggunakan nilai mentah Ujian Tengah Semester untuk melihat hasil belajar siswa.

G. Asumsi Penelitian

Setelah peneliti menguraikan beberapa masalah yang ada secara transparan, selanjutnya peneliti memberi beberapa asumsi yang erat terkait letak permasalahan pada penelitian ini. Asumsi yang dilakukan ialah asumsi dasar atau anggapan dasar.23

Dalam penelitian ini terdapat beberapa asumsi yaitu:

1. Berpikir kritis dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.

2. Disposisi matematis dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa.

3. Karakteristik unit sampel bersifat heterogen, yaitu kemampuan kognitif siswa memiliki tingkat yang berbeda-beda.

23 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), 104

(28)

H. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Ho1 : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ha1 : Ada pengaruh yang signifikan antara berpikir kritis dan disposisi matematis secara bersama-sama terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ho2 : Tidak ada pengaruh yang signifikan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ha2 : Ada pengaruh yang signifikan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ho3 : Tidak ada pengaruh yang signifikan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

Ha3 : Ada pengaruh yang signifikan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022.

I. Sistematika Pembahasan

Pembahasan hasil penelitian ini akan disistematika menjadi empat bab yang saling berhubungan satu sama lain. Sebelum memasuki bab pertama akan diawali oleh judul penelitian yaitu sampul.

BAB I Pendahuluan, yaitu meliputi latar belakang, masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, ruang lingkup penelitian, definisi operasional, asumsi penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

(29)

BAB II Kajian Kepustakaan, mencantumkan penelitian terdahulu dan kajian teori yang relevan dan terkait dengan judul skripsi.

BAB III Pembahasan Metode Penelitian, melingkupi: pendekatan dan jenis penelitian, populasi dan sampel, teknik dan instrumen pengumpulan data dan diakhiri analisis data.

BAB IV Penyajian data dan analisis, memuat gambaran obyek penelitian, penyajian data, analisis serta pengujian hipotesis dan pembahasan.

BAB V Penutup, memuat kesimpulan serta saran-saran. Kesimpulan menunjukkan dengan ringkas semua penemuan penelitian yang berkaitan dengan masalah yang ada pada penelitian. Kesimpulan didapatkan melalui penyajian data dan hasil analisis yang sudah dipaparkan pada bab-bab sebelumnya. Saran-saran dirumuskan berlandaskan hasil penelitian yang berisi tentang deskripsi langkah apa saja yang harus diambil oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan hasil penelitian.

(30)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

Kajian pustaka memiliki kegunaan sebagai landasan teoritis dalam sebuah penelitian. Landasan teoritis harus ditegakkan supaya penelitian mempunyai fondasi yang kuat serta bukan sekedar kegiatan mencoba-coba.24 Dalam penelitian ini, peneliti tidak mengesampingkan penelitian yang sebelumnya. Hal ini untuk menguji keterkaitan penelitian yang telah dilaksanakan. Berikut ini peneliti menemukan beberapa penelitian terdahulu yang serupa dengan penelitian yang akan dilaksanakan.

A. Penelitian Terdahulu

1. Penelitian Royal Muntaha Ganing tahun 2016 yang berjudul “Pengaruh Berpikir Kritis dan Kreatif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 4 Palopo”.25 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berpikir kritis dan kreatif terhadap hasil belajar matematika.

Dengan menunjukkan hasil penelitian bahwa berpikir kritis memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 4 Palopo. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil Uji t yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 4,628 dengan signifikasi 0.000 sedangkan t tabel sebesar 2,064. Maka bisa disimpulkan bahwa t hitung lebih besar dari pada t tabel sehingga bisa diartikan variabel berpikir kritis ini berpengaruh terhadap hasil belajar matematika.

24 Yudhanegara, Penelitian, 13.

25 Ganing, Pengaruh.

17

(31)

2. Penelitian Devy Lilawati Mansur tahun 2021 yang berjudul “Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X Pada Materi Persamaan dan Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear Satu Variabel Di SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk Tahun Ajaran 2020/2021”.26 Penelitian ini memiliki tujuan antara lain guna mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika.

Berdasarkan hasil analisis, diperoleh Fhitung = 14,009 dengan taraf nilai Sig 0,001 dan Ftabel = 4,13 dengan taraf nilai Sig 0,05. Fhitung lebih besar dari Ftabel. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X pada materi persamaan dan pertidaksamaan nilai mutlak linear satu variabel di SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk Tahun Ajaran 2020/2021.

3. Penelitian Siti Sa'adah dan Luvy Sylvina Zanthy tahun 2019 yang berjudul

“Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SMP”.27 Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis.

Berdasarkan analisis data uji regresi didapatkan nilai Sig 0,000 dengan taraf signifikasi 5%. Besarnya koefisien korelasi adalah 0,908 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,825 yang artinya kemampuan berpikir kritis matematis siswa dipengaruhi positif oleh disposisi matematis siswa sebesar 82,5%.

26 Mansur, Pengaruh.

27 Zanthy, Pengaruh.

(32)

4. Penelitian Shora Ayu Nurdika tahun 2019 yang berjudul “Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 1 Paguyanagan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2018/2019”.28 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP N 1 Paguyangan Kabupaten Brebes. Besarnya R Square menunjukkan besarnya pengaruh dari variabel X terhadap variabel Y, yaitu 16,9%. Artinya, besarnya pengaruh disposisi matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa sebesar 16,9%. Dari persamaan regresi juga diperlihatkan besarnya yang berarti bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel X atau X=0, maka nilai variabel Y adalah 1,247.

5. Penelitian Siti Mufaroha tahun 2020 yang berjudul “Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Program Linear Kelas XI di MAN 3 Tulungagung”.29 Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar dan motivasi siswa dalam menyelesaikan masalah program linear. Berdasarkan output test of between subjects effect nilai tes hasil belajar diperoleh harga F sebesar 74,048 dengan signifikansi 0,000 sedangkan nilai angket motivasi belajar siswa memberikan harga F 18,008 dengan signifikansi 0,000. Hal ini

28 Shora Ayu Nurdika, “Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN 1 Paguyangan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2018/2019”, (Skripsi, IAIN Purwokerto, 2019).

29 Mufaroha, Pengaruh.

(33)

menunjukkan adanya pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar dan motivasi siswa.

Tabel 2.1

Persamaan dan Perbedaan Penelitian Terdahulu No Nama, Tahun

dan Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan

1. Royal Muntaha Ganing, 2016, Pengaruh Berpikir Kritis dan Kreatif Terhadap Hasil Belajar

Matematika Siswa Kelas X SMAN 4 Palopo

a. Keduanya menggunaka n penelitian kuantitatif.

b. Pengambilan sampel pada penelitian ini peneliti menggunaka n teknik cluster random sampling.

c. Variabel terikatnya ialah hasil belajar matematika siswa.

a. Pada penelitian

terdahulu variabel bebas lainnya (X2) adalah kreatif, sedangkan pada penelitian ini adalah disposisi matematis.

b. Teknik pengumpulan data pada penelitian sebelumnya

menggunakan tes dan dokumentasi sedangkan pada penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi.

c. Penelitian terdahulu menggunakan sampel siswa SMA, sedangkan penelitian ini

menggunakan siswa SMP.

2. Devy Lilawati Mansur, 2021, Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar

Matematika Siswa Kelas X Pada Materi Persamaan dan

a. Variabel bebasnya adalah disposisi matematis.

b. Variabel terikatnya ialah hasil belajar matematika siswa.

a. Jenis penelitian

terdahulu menggunakan ex-post facto

korelasional sedangkan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif

.

(34)

No Nama, Tahun dan Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan

Pertidaksamaa n Nilai Mutlak Linear Satu Variabel Di SMA Negeri 1 Tanjunganom Nganjuk Tahun Ajaran 2020/2021

b. Keduanya menggunaka njenis pendekatan penelitian kuantitatif.

b. Penelitian terdahulu menggunakan tes, dokumentasi serta angket sebagai teknik pengambilan data sedangkan penelitian ini menggunakan

dokumentasi dan angket.

c. Tidak ada variabel X2 pada penelitian

sebelumnya sedangkan penelitian ini ada variabel X2.

3.

Siti Sa'adah dan Luvy Sylvina Zanthy tahun 2019 yang berjudul

“Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pada Siswa SMP

a. Variabel bebasnya adalah disposisi matematis.

b. Sampel penelitian keduanya menggunaka n siswa SMP.

a. Variabel terikatnya (Y) pada penelitian

terdahulu ialah kemampuan berpikir kritis, sedangkan penelitian ini adalah hasil belajar matematika siswa.

b. Instrumen yang di pada penelitian terdahulu melalui tes, sedangkan pada penelitian ini menggunakan angket.

c. Tidak ada variabel X2 pada penelitian

sebelumnya

(35)

No Nama, Tahun dan Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan

sedangkan penelitian ini terdapat variabel X2.

4. Shora Ayu Nurdika, 2019, Pengaruh Disposisi Matematis Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP N 1 Paguyanagan Kabupaten Brebes Tahun Pelajaran 2018/2019

a. Menggunaka n variabel bebas yang sama yaitu disposisi matematis.

b. Menggunaka n instrumen angket untuk mengukur disposisi matematis.

c. Keduanya merupakan penelitian kuantitatif.

a. Penelitian terdahulu menggunakan analisis regresi sederhana, sedangkan penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda.

b. Pada penelitian terdahulu variabel terikatnya adalah kemampuan koneksi matematis sedangkan pada penelitian ini adalah hasil belajar matematika.

c. Penelitian terdahulu menggunakan simple random sampling, sedangkan penelitian ini menggunakan cluster random sampling.

5. Siti Mufaroha, 2020,

Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Terhadap Hasil Belajar dan

a. Menggunaka n variabel bebas yang sama yaitu berpikir kritis

a. Pada penelitian terdahulu tidak ada variabel bebas lainnya (X2), sedangkan

(36)

No Nama, Tahun dan Judul Penelitian

Persamaan Perbedaan Motivasi Siswa

Dalam

Menyelesaikan Masalah Program

Linear Kelas XI di MAN 3 Tulungagung

b. Menggunaka n variabel bebas yang sama yaitu berpikir kritis.

c. Menggunaka n variabel terikat yang sama yaitu hasil belajar.

d. Keduanya merupakan Penelitian kuantitatif.

penelitian ini terdapat variabel bebas lainnya (X2).

b. Jenis penelitian

terdahulu menggunakan quasi eksperimen sedangkan penelitian ini menggunakan penelitian asosiatif.

c. Teknik pengambilan data yang digunakan pada penelitian

terdahulu berupa angket dan tes, sedangkan pada penelitian ini

menggunakan angket serta dokumentasi.

B. Kajian Teori 1. Berpikir Kritis

a. Pengertian Berpikir Kritis

Berpikir kritis ialah pembentukan sistem konseptual siswa dengan cara berpikir tingkat tinggi. Menurut Dewey berpikir kritis ialah pertimbangan yang aktif, berkesinambungan, serta cermat terkait bentuk pengetahuan dan suatu keyakinan.30

Menurut Deni Koswara Halimah dalam skripsi Rizkha Wiratama Purnomo berpikir kritis ialah satu aktivitas melalui cara berpikir yang berhubungan dengan gagasan atau ide yang berkaitan dengan konsep yang diberikan.31 Menurut Moore dan Parker dalam skripsi Ratih Nur Syafitri berpikir kritis ialah suatu peninjauan yang dilakukan secara

30 Alec Fisher, “Berpikir Kritis”, (Jakarta, Erlangga, 2009), h.1.

31 Purnomo, Pengaruh.

(37)

hati-hati dan teliti supaya dapat menentukan sebuah claim diterima, ditolak ataupun ditunda penilaiannya.. Istilah claim dalam Bahasa Indonesia disepadankan dengan istilah pernyataan. Pernyataan dideskripsikan sebagai kalimat yang bisa betul atau salah.32 Menurut Ennis dalam skripsi Zumisa Nudia Prayoga berpikir kritis ialah berpikir secara reflektif serta berargumen dengan memfokuskan pada pembentukkan suatu kesimpulan yang berkaitan dengan apa yang harus dilakukan atau dipercayai.33

Berlandaskan anggapan beberapa ahli terkait deskripsi berpikir kritis, maka bisa diambil kesimpulan bahwa berpikir kritis ialah satu keahlian seseorang untuk memberikan penjelasan sederhana, membangun keterampilan dasar, menyimpulkan, membuat penjelasan dan mengatur strategi dan taktik.

b. Indikator Berpikir Kritis

Beberapa anggapan tokoh yang mengemukakan indikator berpikir kritis, peneliti mengangkat indikator yang dikemukakan oleh Ennis kemudian akan dibuat angket berpikir kritis,yaitu34

32 Ratih Nur Syafitri, “Pengaruh Persepsi TentangPola Asuh dan Attachment Style Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis (Critical Thinking) Siswa SMK Karya Putra Bangsa Depok”, (Skripsi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011), 23.

33 Zumisa Nudia Prayoga, “Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Materi Pengelolaan Lingkungan Dengan Pendekatan Keterampilan Proses Sains”, (Skripsi, UNNES,2013), 10.

34 Ennis, “Goals for a Critical Thinking Curriculum.In A.L. Costa (ed).Developing minds: A Resource Book for Teaching Thinking”, (Virginia: Assosiation for Supervisions and Curriculum Development, 1985)

(38)

Variabel Dimensi Indikator Berpikir

Kritis (Variabel Independen)

Memberikan penjelasan

sederhana

Keterampilan memfokuskan pertanyaan

Menganalisis argumen Bertanya dan menjawab pertanyaan

Membangun keterampilan

dasar

Menyesuaikan dengan sumber

Mengamati dan melaporkan hasil observasi

Menyimpulkan

Keterampilan mempertimbangkan kesimpulan

Melakukan generalisasi dan melakukan evaluasi

Memberikan penjelasan dan

lanjut

Mengartikan istilah Membuat definisi

Mengatur strategi dan

taktik

Menentukan suatu tindakan Berinteraksi dengan orang lain dan berkomunikasi 2. Disposisi Matematis

a. Pengertian Disposisi Matematis

Disposisi Matematis menurut Sumarmo ialah kesadaran, kecenderungan, kemauan, serta kontribusi yang kukuh dalam diri siswa guna berbuat serta berpikir secara matematis.35 Menurut Wardani dalam skripsi Nouri Alfin Nabilah disposisi matematis sebagai apresiasi serta ketertarikan kepada matematika yakni bertindak secara positif serta cenderung untuk berpikir, antara lain dengan keuletan, kepercayaan diri, bergairah ketika belajar, keingintahuan,

35 Yudhanegara, Penelitian, 92.

(39)

teguh ketika berhadapan dengan masalah, adaptif, hendak berbagi antar sesama, reflektif dalam kegiatan matematik (doing math).36

Menurut Kilpatrick, dkk Disposisi Matematis ialah kebiasaan serta sikap positif atau produktif guna memperhatikan matematika sebagai sesuatu yang berguna, logis, serta bermanfaat.37 Menurut Polking dalam skripsi Shora Ayu Nurdika disposisi matematis meliputi: (1) menyelidiki ide matematis serta berupaya mencari metode alternatif dalam menyelesaikan permasalahan secara fleksibel; (2) menyelesaikan suatu masalah dan memberikan alasan dengan yakin, serta mengkomunikasikan ide dengan menggunakan matematika; (3) memiliki keingintahuan, minat, serta kemampuan menemukan sesuatu yang baru ketika melaksanakan pekerjaan matematika; (4) menyelesaikan tugas matematika dengan tekun; (5) kecenderungan untuk merefleksikan performance serta memonitor serta penalaran mereka sendiri; (6) didalam perannya dalam nilai dan kultur, matematika memiliki peran sebagai bahasa atau sebagai alat; (7) menerapkan ilmu matematika pada kehidupan sehari-hari.38

Disposisi matematis adalah suatu aspek afektif yang membantu keefektifan belajar matematika siswa. Disposisi matematis dibutuhkan siswa guna berkeras hati saat mengambil kewajiban, berhadapan

36 Nouri Alfin Nabilah, “Pengaruh Kecerdasan Matematis-Logis dan Disposisi Matematis Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa KelasVIII di MTS Unggulan Ma'arif NU Nurul Islam Bades Pasirian LumajangTahun Pelajaran 2020/2021”, (Skripsi, IAIN Jember, 2021), 33.

37 Nurdika, Pengaruh, 11.

38 Nurdika, Pengaruh

(40)

dengan masalah, serta membiasakan bekerja dalam matematika dengan baik.

Berlandaskan beberapa anggapan para ahli mengenai definisi diposisi matematis, maka bisa disimpulkan bahwa disposisi matematis ialah satu keterlibatan dan apresisasi untuk percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika, mampu memberikan alasan yang logis, sering bertanya ketika belajar, memiliki antusias yang tinggi dalam mencari jawaban, semangat dan mengeksplor ide-ide matematis, mencoba berbagai metode alternatif untuk menyelesaikan masalah, bekerja sama dalam belajar matematika, menilai aplikasi matematika dalam bidang lain dalam kehidupan sehar-hari, serta mengapresiasi peran matematika dalam kehidupan.

b. Indikator Disposisi Matematis

Beberapa pendapat tokoh yang mengemukakan indikator disposisi matematis, peneliti mengambil indikator dalam skirpsi Vernadya Ismana Putri yang dikemukakan oleh Polking kemudian akan dibuat angket disposisi matematis, yaitu:39

Variabel Dimensi Indikator

Disposisi Matematis

(Variabel Independen)

Kepercayaan diri

Percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematika

Mampu memberikan alasan yang logis

Sering bertanya ketika belajar matematika

39 Vernadya Ismana Putri, “Kemampuan Komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa Kelas VII pada Model Pembelajaran Treffinger Materi Segiempat”, (Skripsi, Universitas Negeri Semarang, 2016), 5-6.

(41)

Keterkaitan dan Keingintahuan

yang tinggi

Antusiasme yang tinggi dalam mencari jawaban dalam permasalahan matematis Semangat dalam

mengeksplorasi ide-ide matematis

Fleksibelitas

Mencoba berbagai metode alternatif untuk

menyelesaikan masalah Bekerjasama dalam belajar matematika

Ketekunan

Mampu menyelesaikan persoalan matematika dengan efektif

Bersungguh-sungguh dalam belajar

Reflektif Menilai ulang hasil belajarnya Menilai aplikasi

matematika

Menerapkan ilmu matematika pada kehidupan sehari-hari Apresiasi

Menghargai peran matematika dalam kehidupan

3. Hasil Belajar

a. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Catharina Tri Anni dalam skripsi Setyowati hasil belajar ialah kegiatan belajar yang dijalani oleh siswa dengan ditandai adanya suatu perubahan perilaku pada diri siswa.40 Hasil belajar merupakan hasil maksimum seorang siswa sesudah menjalani kegiatan belajar mengajar dengan menekuni materi pelajaran tertentu. Tidak hanya berupa nilai saja yang terdapat pada hasil belajar tetapi bisa berupa sebuah transisi positif seperti kepatuhan, penalaran, serta kemahiran.

40 Setyowati, “Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang”, (Skripsi, UNNES, 2007), 19.

(42)

Menurut Nasution hasil belajar ialah hasil yang diperlihatkan dengan nilai tes yang diberi oleh pengajar melalui interaksi tindak belajar mengajar.41 Sedangkan menurut Arikunto hasil belajar adalah hasil akhir sesudah menjalani kegiatan belajar, dalam hal ini perilaku itu terlihat dalam bentuk perbuatan yang bisa diukur atau diamati. Jadi hasil belajar ialah hasil yang diukur melalui tes dan diperoleh siswa sesudah melaksanakan suatu proses belajar matematika dalam waktu yang telah ditentukan42

Hasil belajar ialah keberhasilan atau tidaknya seorang siswa pada kegiatan belajar mengajar. Adanya alat ukur guna melihat keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan hasil belajar seseorang bisa mengetahui batas kesanggupan, kompetensi, penguasaan mengenai keterampilan, pemahaman, serta nilai atau sikap dalam rangka menyelesaikan suatu pekerjaan.43

Beberapa definisi dan pendapat maka bisa simpulkan bahwa hasil belajar ialah kompetensi yang dipunyai oleh siswa sesudah mendapatkan pengetahuan pada belajarnya. Pada penelitian ini peniliti menggunakan nilai Ujian Tengah Semester untuk melihat hasil belajar siswa.

41 Nasution, S. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Bumi Aksara, 2006), 36.

42 Jabar, Pengaruh, 144.

43 Ganing, Pengaruh.

(43)

Terdapat dua faktor yang menyebabkan seseorang berhasil atau tidak dalam belajar,44 yakni:

1) Faktor Internal (yang berasal dari dalam diri orang yang belajar) a) Kesehatan

Faktor yang berpengaruh cukup besar dalam hasil belajar ialah faktor kesehatan jasmani serta rohani. Tidak bersemangatnya dalam belajar bisa disebabkan oleh kondisi jasmani serta rohani yang kurang sehat.

b) Intelegensi dan Bakat

Pada kemampuan belajar faktor keduanya memberi pengaruh yang sangat besar. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik (IQ-nya tinggi) biasanya senang belajar serta lebih condong mendapatkan hasil yang bagus. Dalam menentukan keberhasilan belajar bisa juga dipengaruhi dengan adanya bakat. Misalnya seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi serta memiliki bakat pada bidang yang ditekuni, akan lebih mudah dalam proses belajar berbeda dengan orang yang memiliki bakat atau kecerdasan yang tinggi saja.

c) Minat dan Motivasi

Terdapat beberapa hal yang bisa menampakkan minat belajar, diantaranya terdapat kemauan yang ulet guna mendapatkan pekerjaan yang baik dan memiliki keinginan

44 Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2012), 55-60

(44)

untuk hidup sejahtera. Begitu juga seseorang yang punya motivasi yang kuat dalam belajar, akan melaksanakan akivitas belajar dengan penuh gairah, tekun, serta antusias.

d) Cara belajar

Dalam pencapaian hasil belajar cara belajar ini turut berpengaruh. Tanpa melihat teknik dalam belajar serta faktor fisiologi, ilmu kesehatan serta psikologis mengakibatkan mendapatkan hasil yang rendah.

2) Faktor Eksternal (yang berasal dari luar diri orang belajar) a) Keluarga

Pengaruh pada keberhasilan belajar anak dalam belajar salah satunya ialah orang tua, seperti kegairahan orang tua pada pendidikan, kecil besarnya pendapatan serta kepeduliannya.

b) Sekolah

Kondisi tempat belajar di sekolah juga berpengaruh pada tingkat keberhasilan anak, metode mengajarnya, kualitas pendidik, kesesuaian kurikulum dengan kapasitas anak, serta ketersediaannya sarana prasana di sekolah

c) Masyarakat

Kondisi sekitar tempat tinggal turut berpengaruh pada hasil belajar. Jika keadaan masayarakat di sekeliling tempat tinggal terdapat orang yang berilmu tinggi serta budi pekerti baik, hal ini dapat memotivasi anak supaya bergairah dalam belajar.

(45)

d) Lingkungan Sekitar

Suasana lingkungan, situasi sekeliling, bangunan rumah, situasi jalan raya dan sebagainya hal ini dapat mempengaruhi semangat belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar.

4. Pengaruh Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar

Berpikir kritis sebagai kemampuan kognitif yang meliputi kegiatan interprestasi, evaluasi, analisis, inferensi, penjelasan, dan pengelolaan diri.

Sebenarnya berpikir kritis ialah suatu proses yang terlibat dengan pelatihan, integrasi pengalaman pribadi, serta kemampuan yang didasari dengan alasan dalam membuat keputusan guna menafsirkan kebenaran seuatu informasi.45 Berpikir kritis berkaitan erat dengan kemampuan kognitif dalam pembelajaran matematika. Untuk mencapai keberhasilan dalam belajar siswa dibutuhkan usaha kemampuan individu yang dituangkan dalam mengerjakan tugas. Seorang siswa yang mempunyai berpikir kritis yang tinggi akan mengerjakan tugasnya secara gigih, ulet serta semangat yang tinggi saat menuangkan kemampuannya untuk mencapai hasil belajar yang baik.

Selain salah satu faktor hasil belajar dari berpikir kritis, skripsi Royal Muntaha Ganing menunjukkan hasil penelitiannya bahwa berpikir kritis berpengaruh terhadap hasil belajar.46

45 Lilis Lismaya, Berpikir Kritis & PBL, (Surabaya: Media Sahabat Cendekia, 2019), 8-9.

46 Ganing, Pengaruh

(46)

5. Pengaruh Disposisi Matematis terhadap Hasil Belajar

Disposisi Matematis ialah suatu kebutuhan yang harus dimiliki siswa, siswa yang mempunyai Disposisi Matematis akan memiliki keyakinan dan semangat pada dirinya untuk menggunakan matematika dengan cara yang positif. Yuanari dalam Mandur menyatakan bahwa ada beberapa sebab yang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa antara lain kurangnya kegigihan ketika mencari solusi soal matematika, kurangnya rasa percaya diri, serta kurangnya keingintahuan siswa dalam belajar matematika.47 Dengan pernyataan tersebut disposisi matematis mengambil peran penting dalam pencapaian belajar siswa yang bisa ditunjukkan dengan hasil belajar.

Hal ini dikuatkan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Devy Lilawati Mansur yang menunjukkan hasil penelitiannya bahwa disposisi matematis berpengaruh terhadap hasil belajar.48

47 Mandur, “Kontribusi Kemampuan Koneksi, Kemampuan Representasi, dan Disposisi Matematis terhadap Prestasi Belajar Matematika SiswaSMA Swasta di Kabupaten Manggarai”, (e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol.2, 2013).

48 Mansur, Pengaruh.

(47)

BAB III

METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini memakai jenis penelitian asosiatif serta pendekatan kuantitatif. Penelitian asosiatif ialah penelitian yang mempunyai misi guna melihat pengaruh ataupun korelasi antara dua variabel atau lebih. Penelitian kuantitatif ialah penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu.49 Penelitian ini juga menggunakan metode survey. Metode survey merupakan suatu teknik pengumpulan informasi yang dilaksanakan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden.

Penelitian yang menggunakan metode ini, peneliti meneliti karakteristik atau hubungan sebab akibat antar variabel, tanpa adanya intervensi peneliti.50

Penelitian ini membahas tentang pengaruh berpikir kritis dan disposisi matematis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII di SMPN 4 Muncar Tahun Pelajaran 2021/2022 dengan data yang dihitung secara kuantitatif. Adapun berikut ini alur penelitiannya:

49 Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian, Kuantitatif, Kualitatif, R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), 70

50 Lestari, Penelitian, 114

34

(48)

Keterangan:

: Kegiatan penelitian : Alur Penelitian : Siklus penelitian : Analisis uji

: Awal/akhir penelitian

: Proses pendahuluan

: Perbaikan Instrumen

Gambar 3.1 Alur Penelitian

Mulai

Kegiatan pendahuluan 1. Menetapkan dan meminta

izin ke tempat penelitian 2. Membuat proposal

penelitian

Menyusun instrumen penelitian

Menentukan sampel

Uji validitas instrumen penelitian

Valid?

Uji reliabilitas instrumen

Reliabel?

Penyebaran instrumen penelitian ke sampel

Analisis data

Selesai Hasil

Revisi tidak

Ya

Revisi tidak

Ya

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Pendekatan Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Dan Disposisi Matematis Siswa.. Universitas Pendidikan Indonesia

Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan pengamatan secara mendalam untuk memperoleh data mengenai disposisi berpikir kritis matematis siswa yang muncul dalam suatu

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan dan disposisi berpikir kritis matematis siswa yang memperoleh pembelajaran berbasis masalah

Berdasarkan paparan di atas, peneliti menilai perlu untuk melakukan penelitian terkait upaya mengembang kemampuan komunikasi matematis dan disposisi berpikir kritis

Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat pengaruh positif linear yang signifikan antara disposisi berpikir kritis terhadap hasil belajar

TAPM yang berjudul "Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa SMA" adalah hasil karya saya sendiri, dan

iii PENGARUH KEBIASAAN BELAJAR DAN DISPOSISI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS WAHID HASYIM BALUNG JEMBER TAHUN PELAJARAN 2021/2022 SKRIPSI

Penelitian ini menjelaskan bagaimana metode Socrates yang diterapkan pada pembelajaran matematika dapat mengembangkan kemampuan disposisi berpikir kritis