BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Manajemen sumber daya manusia sangat penting bagi suatu perusahaan dalam mengelola, mengatur dan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Dalam persaingan bisnis antar perusahaan, peranan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkompeten pada suatu bidang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan setiap tujuan perusahaan. Setiap perusahan harus memiliki sumber daya manusia yang dapat menyelsaikan setiap pekerjaan dengan baik agar dapat memenangkan persaingan bisnis. Pengertian di atas menjelaskan bahwa sumber daya manusia dalam perusahaan perlu adanya pengelolaan secara profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan karyawan dengan tuntutan dan kemampuan perusahaan.
Akan tetapi, dalam pengelolaan sumber daya manusia bukan perkara yang mudah untuk menjalankannya, terlebih setiap individu mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda. PT. Mitra Fesyen Global merupakan perusahaan fashion dan memiliki Garmen sendiri dan misi utama kami hanyalah satu, yakin memberikan solusi bagi para mitra My Fesyen Global dalam memasarkan produk-produk busana.
Perusahaan ini merupakan perusahaan busana/fashion yang telah berdiri sejak tahun 2011. Sudah lebih dari ratusan ribu produk telah dipasarkan oleh lebih dari ratusan mitra yang bergabung PT. Mitra Fesyen Global.
Pada setiap perusahaan atau tempat kerja, tidak jarang karyawan akan mendapatkan kritik yang bisa memicu adanya konflik di tempat kerja, seperti halnya target setiap karyawan yang tidak sesuai tanpa ada diskusi terlebih dahulu, planning yang tidak konsisten mengakibatkan konflik kerja. Hal ini dikarenakan bahwa setiap orang memilki titik tekanan atau suatu hal yang dapat menjadi pemicu dirinya bereaksi
terhadap situasi tertentu. Terlebih jika di hal tersebut di sertai dengan kata-kata yang membangkitkan emosi, misalnya di kritik bahwa anda ini seorang karyawan yang malas. Tak hanya itu, bahkan tidak ada orang yang ingin dirinya di tekan ketika orang tersebut sudah melakukan pekerjaan sesuai dengan ketentuan. Jadi, untuk menghindari hal tersebut, kita bisa lebih berhati-hati dalam berucap dan merespon rekan kerja.
Jangan sampai, membawanya pada titik tekanan yang membuatnya bereaksi dan memulai konflik. Ada kalanya karyawan mengalami stres di tempat kerja karena merasa dirinya kurang dihargai, kurang diapresiasi, hingga kurang bisa mengembangkan dirinya sendiri dan juga planning yang kurang konsisten mengakibatkan stress kerja sehingga para karyawan bingung untuk mengerjakan pekerjaan . Biasanya yang terjadi adalah usulan-usulan yang tak pernah bisa diterima, kurang bisa memberikan pendapat sebebas-bebasnya, dan berbagai hambatan lainnya.
Akan tetapi, kalau hal ini terus-terusan terjadi, akibatnya karyawan pasti merasa kurang bisa mengembangkan diri dan berujung stres di tempat kerja. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Konflik Kerja Dan Stres Kerja Dan Terhadap Kinerja Karyawan” (Studi pada karyawan PT.Mitra Fesyen Global).
1.2 Pembahasan Masalah
Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus, sempurna, dan mendalam maka penulis memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi variabelnya. Oleh sebab itu, penulis membatasi diri hanya berkaitan dengan “Pengaruh Konflik Kerja Dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. Mitra Fesyen Global”
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana konflik kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT.Mitra Fesyen Global ?
2. Bagaimana stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT. PT.Mitra Fesyen Global ?
3. Seberapa Besar konflik kerja dan stres kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. PT.Mitra Fesyen Global ?
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut :
1. Menganalisi pengaruh stress kerja terhadap kinerja karyawan.
2. Menganalisi pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan.
3. Menghitung Besarnya pengaruh konflik kerja dan stress kerja terhadap kinerja karyawan.
1.5 Manfaat Penelitian
1.5.1 Manfaat Teoritis
a. Bagi Mahasiswa, penelitian ini diharapkan dapat memberikan referensi bagi pihak-pihak yang membutuhkan untuk penelitian selanjutnya.
b. Bagi Kampus, penelitian ini diharapkan dapat memberikan peningkatan keilmuan bagi kalangan akademisi juga sebagai tambahan referensi di perpustakaan
c. Bagi Peneliti, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam ilmu sumber daya manusia khususnya mengenai stres kerja, konflik interpersonal dan beban kerja.
Peneliti juga dapat belajar lebih banyak mengenai fakta-fakta dan isu-isu yang terjadi di lingkungan kerja perusahaan saat ini 1.5.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan bahan evaluasi bagi perusahaan untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya mengatasi konflik kerja dan stres kerja yang disebabkan oleh kinerja karyawan didalam perusahaan. Sehingga
nantinya diharapkan dapat membantu perusahaan menentukan kebijakannya, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia.