• Tidak ada hasil yang ditemukan

pengaruh modal, bahan baku, dan tenaga kerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "pengaruh modal, bahan baku, dan tenaga kerja"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

(STUDI KASUS DESA PUYUNG KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH)

Oleh :

Mohamad Ilham Wahyudi NIM. 170501303

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

(2)

i

PENGARUH MODAL, BAHAN BAKU, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA TAHU

(STUDI KASUS DESA PUYUNG KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH)

Skripsi

Diajukan Kepada Universitas Islam Negeri Mataram Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :

Mohamad Ilham Wahyudi NIM. 170501303

JURUSAN EKONOMI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM (FEBI) UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MATARAM

MATARAM 2021

ii

(3)

ii

Disetujui pada tanggal, 09 September 2021

iii

(4)

iii

Mataram, 09 September 2021

iv

(5)

iv v

(6)

vi v

(7)

vi

Semua Ada Waktunya

Jangan membandingkan hidup anda dengan orang lain.

Tidak ada perbandingan antara matahari dan bulan, mereka bersinar saat waktunya tiba.

~ Islamidia ~

PERSEMBAHAN

vii

(8)

vii

Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT, penulisan skripsi ini saya persembahkan kepada: Kedua orang tua tercinta kakakku, Nuri Amelina dan Ema

Malini S.pd, Serta Keluarga besar yang selalu memberikan semangat, dorongan, dan doa untuk dapat selesai tepat pada waktunya, semoga kalian tetap diberikan

kesehatan dan umur panjang serta dilimpahkan rezekinya oleh Allah SWT, Aamiin Allahumma Amiin.

KATA PENGANTAR

viii

(9)

viii

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berbagai macam nikmat, terutama nikmat iman, sehat dan kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

“Pengaruh modal, bahan baku dan tenaga kerja terhadap pendapatan pengusaha tahu di desa puyung kecamatan jonggat kabupaten lombok tengah” tepat pada waktunya.

Sholawat serta salam tidak lupa pula penulis haturkan kepada junjungan alam Nabi kita, Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah membawa umat manusia dari zaman jahiliah menuju zaman yang terang benderang.

Penulis menyadari bahwa banyak kendala yang dihadapi penulis selama proses penyusunan skripsi ini, tetapi karena bimbingan, arahan, dan bantuan dari berbagai pihak baik itu berupa moril maupun materil, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat waktunya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulisan memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini sebagai berikut:

1. Bapak Drs. H. Agus Mahmud, M. Ag sebagai pembimbing I dan Ibu Umu Rosyidah, M.E.I sebagai pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, motivasi dan koreksi dalam suasana keakraban untuk menyelesaikan skripsi ini lebih matang dan selesai.

2. Kepada seluruh Dosen FEBI UIN Mataram yang telah mengajar, berbagi ilmu, mengarahkan, memberikan motivasi serta memberikan informasi yang kami butuhkan.

(10)

ix

3. Kepada teman-teman kelas H Ekonomi Syari’ah yang telah memberikan semangat dan dukungan sehingga skripsi saya dapat terselesaikan.

4. Prof. Dr. Masnun Tahir, M.Ag., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Mataram yang telah memberikan tempat bagi penulis untuk menuntut ilmu Kepada kedua Orang Tua tercinta, Bapak Mahsan dan Ibu Masnun terimakasih atas doa dan dukungan, kasih sayang, pengorbanan serta perhatian yang selalu diberikan untuk menyemangati penulis, sehingga penulisan skripsi ini dapat terselesaikan tepat waktu.

5. H. Bahrur Rasyid, M.M sebagai ketua program Studi Ekonomi Syariah.

6. Bapak Dr. H. Ahmad Amir Aziz, M.Ag., Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri Mataram

7. Keluarga besar dalam pimpinan ayahku Mohamad Saleh dan Ibuku Haruna serta kedua kakak permpuanku yang selalu memberikan semangat, dorongan dan doa untuk dapat selesaikan skripsi.

8. Kepada Keluarga UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Khususnya Keluarga Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia Unit UIN Mataram Telah memberikan wadah untuk berkembang dalam kegiatan-kegiatan sosial dan kegiatan-kegiatan kemanusiaan.

9. Kepada semua pihak, baik yang virtual maupun secara langsung terima kasih banyak memberikan semangat dan doa.

Semoga amal kebaikan dari berbagai pihak tersebut mendapat pahala berlipat ganda dari Allah SWT.Aamiin ya rabbal alamin.

ix x x

(11)

x

Mataram, 10 November 2021

Mohamad Ilham Wahyudi

xi

(12)

xi DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iii

NOTA DINAS PEMBIMBING ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... v

PENGESAHAN DEWAN PENGUJI ... vi

MOTO ... vii

PERSEMBAHAN ... viii

KATA PENGANTAR ... ix

DAFTAR ISI ... xii

ABSTRAK ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 9

A. Kajian Teori ... 9

1. Modal ... 9

2. Bahan Baku ... 12

3. Tenaga Kerja ... 14

4. Pendapatan ... 16

B. Penelitian Terdahulu ... 17

C. Kerangka Berpikir ... 23

D. Hipotesis Penelitian ... 24

BAB III METODE PENELITIAN ... 26

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian ... 26

B. Populasi dan Sampel ... 27

C. Waktu dan Tempat Penelitian ... 27

D. Definisi Oprasional Variabel Penelitian ... 28

E. Prosedur Penelitian ... 29

F. Teknik Analisis Data ... 30

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 36

A. Hasil Penelitian ... 36

1. Keadaan Umum Lokasi Penelitian ... 36

2. Sejarah Umum ... 37

3. Proses Produksi ... 37

4. Karakteristik Pengusaha Tahu ... 38

5. Deskripsi Variabel ... 40

6. Analisis Data ... 50

B. Pembahasan ... 55

BAB V PENUTUP ... 61

A. Kesimpulan ... 61

B. Saran ... 62

xii

(13)

xii DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

xiii

(14)

xiii

PENGARUH MODAL, BAHAN BAKU, DAN TENAGA KERJA TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA TAHU

(STUDI KASUS DESA PUYUNG KECAMATAN JONGGAT KABUPATEN LOMBOK TENGAH)

Oleh :

MOHAMAD ILHAM WAHYUDI NIM: 170501303

ABSTRAK

Menurut undang-undang No. 20 tahun 2008 bahwa Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Perkembangan dunia usaha saat ini meningat dengan pesat, maka dari itu setiap perusahaan selalu meningkatkan kemampuannya dengan bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dimana keuntungan tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan serta mengembangkan usahanya, hal ini ditentukan oleh faktor- faktor prcduksi seperti modal, bahan baku, tenaga kerja dan lain sebagainya.

Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, bahan baku, dan tenaga kerja terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang di mana pengolahan data berupa angka. Penelitian ini juga termasuk dalam penelitian yang menjelaskan pengaruh/hubungan sebab akibat antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Asosoatif yaitu jenis penelitian yang bermaksud mengambarkan dan menguji hipotesis hubungan dua variabel atau lebih. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kolerasi parsial yaitu analisis uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis.

Secara parsial modal dan bahan baku berpengaruh signifikan terhadap pendapatan dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu. Dibuktikan dengan hasil prob dari modal dan bahan baku sebesar 0.0126 dan 0.0000 (<5%) dan tenaga kerja 0.1019 (>5%). Sedangkan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Hasil tersebut dapat dibuktikan dari output eviews 9 dengan uji f yaitu dimana nilai prob. F satistik sebesar adalah sebesar 0,000000 (<5%) maka H0 ditolak Ha diterima sehingga secara bersamaan atau keseluruhan variabel modal modal (x1) bahan baku (x2) dan tenaga kerja (x3) berpengaruh signifikan variabel pendapatan (y) pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

Kata Kunci : Modal, Bahan Baku, Tenaga Kerja dan Pendapatan Pengusaha Tahu.

xiv

(15)

BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan ekonomi nasional meliputi semua aspek kehidupan, salah satunya dibidang ekonomi. Sebelum dekade 1960-an, perusahaan ekonomi didefinisikan sebagai kemampuan ekonomi nasional. Keadaan ekonomi tersebut mulai relatif statis jangka panjang waktu yang cukup lama untuk dapat menaikkan dan memepertahankan laju pertumbuhan GNP-nya senhingga mencapai angka 5-7% atau lebih pertahun. Namun demikian pembangunan ekonomi mengalami perubahan karena pembangunan yang berorentasikan pada pertumbuhan GNP (Gross National Product) saja yang tidak mampu memecahkan permasalahan-permasalahan Negara-Negara Sedang Berkembang (NSB). Hal ini tampak pada taraf kualitas hidup sebagian besar masyarakat di NSB yang tidak mengalami perbaikan meskipun target pertumbuhan GNP pertahun telah tercapai.1

Pembangunan ekonomi merupakan hal yang mutlak dan harus dilakukan oleh suatu Negara jika ingin meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan mayarakatnya. Pembangunan itu sendiri merupakan usaha yang terarah dari suatu Negara untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui pemanfaatan sumber daya yang ada. Pembangunan dibidang ekonomi dilaksanakan untuk mewujudkan pemerataan hasil-hasil pembangunan.Salah

1 Lincilon Arsya, Ekonomi Pembangunan edisi 5,(Yogyakarta: UPP STIM YKPN, 2020), hlm.11

1

(16)

satu sektor di bidang ekonomi tersebut adalah industri kecil.Pembangunan pada sektor industri kecil diarahkan agar mampu berkembang secara mandiri dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu sektor industri yang mempunyai peran penting dalam pembangunan ekonomi adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).UMKM mempunyai peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,UMKM juga berperan dalam mendistribusikan hasil-hasil pembangunan. UMKM juga telah terbukti tidak terpengaruh terhadap krisis.Ketika krisis menerpa pada periode tahun 1997- 1998, hanya UMKM yang mampu tetap berdiri kokoh.2

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang- undang no. 20 tahun 2008.3

Perkembangan dunia usaha saat ini meningat dengan pesat, maka dari itu setiap perusahaan selalu meningkatkan kemampuannya dengan bertujuan untuk memperoleh keuntungan, dimana keuntungan tersebut dapat digunakan untuk melanjutkan serta mengembangkan usahanya, hal ini ditentukan oleh

2 Aris Heru Prastya, Sukses Mengelola Usaha Mikro Kecil Menegah, (Jakarta: Gramedia, 2010), hlm.1

3 UU RI No. 20 Tahun 2008 Tentang UMKM (Usaha Mikro Kecil Dan Menengah)

(17)

faktor- faktor prcduksi seperti modal, bahan baku, tenaga kerja dan lain sebagainya.

Prinsip fundamental dalam Islam yang harus diperhatikan dalam produksi adalah prinsip kesejahteraan ekonomi. Selanjutnya, Mannan menyatakan “Dalam sistem produksi Islam, konsep kesejahteraan Islam terdiri atas bertambahnya pendapatan yang diakibatkan oleh rneningkatnya produksi dari barang-barang bermanfaat melalui pemanfaatan sumber daya secara maksimum, baik manusia maupun benda dan melalui ikut sertanya jumlah rnaksimum orang dalam proses produksi.4

Sebagian besar sumber ekonomi terbesar saat ini bagi masyarakat berasal dari usaha yang dibangun oleh masyarakat itu sendiri baik dalam kegiatan usaha berskala mikro,kecil dan menengah. Suatu usaha atau produksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan produk yang diinginkan, tidak lepas dari adanya faktor produksi pendukung.

Faktor produksi yang merupakan input sekaligus output dari suatu perekonomian dapat disebut faktor produksi modal . Modal dibagi menjadi dua yaitu modal aktif dan modal pasif menurut Apsari. Modal kerja merupakan bentuk investasi perusahaan jangka pendek yang meliputi kas, piutang, dan persediaan barang. 5

Faktor produksi bahan baku atau bahan mentah merupakan faktor produksi yang dibutuhkan dalam setiap proses produksi, untuk

4 Wibowo Sukirno, Supriadi Dedi, Ekonomi Mikro Islam, (Bandung : Pustaka Setia, 2013), hlm.249

5I Komang Suartawan dan I B Pubadharmaja “Pengaruh Modal Dan Bahan Baku Terhadap pendapatan Melalui Produksi Pengrajin Patung Kayu Di Kecamatan Sukwati Kabupaten Gianyar” Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 6 No 9 (September 2017), hlm. 1637

(18)

mendapatkan bahan baku, diperlukan pengorbanan uang untuk pembelian bahan baku tersebut pengorbanan inilah yang disebut dengan biaya.

Menunit Setya Ningsih adalah harga perolehan dari bahan baku ytang dipakai dalam pengelolaan produk disebut biaya bahan baku.6

Faktor produksi tenaga kerja adalah manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi yang memiliki potensi yang baik dalam wujud nyata atau fisik sebagai penggerak utama dalam mewujudkan eksistensi dan tujuan organisasi. Sumber daya manusia, personil, pekerja, pegawai atau karyawan sering disebut tenaga kerja. Adapun pendapatan merupakan hasil yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan perusahaan dalam waktu tertentu.

Pendapatan timbul dari suatu kegiatan ekonomi antara lain penjualan barang, penjualan jasa, penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak lain yang menghasilkan keuntungan.

Pendapatan merupakan seluruh penerimaan seseorang sebagai irnbalan atas tenaga kerja yang telah diberikan untuk orang lain, baik dalam bentuk uang ataupun fasilitas dalam jangka waktu tertentu. Pada dasarnya pendapatan harus dapat memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya mau pun keluarga dari hasil usaha yang dilakukan.7

Seperti pada penelitian yang dilakukan Erwin Fahrni dalam skripsinya dengan judul Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Produksi Terhadap Tingkat Pendapatan Di Horne lndustri UD.Bagus Bakery Desa Serapuh Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalunggun. Pendapatan perusahaan meningkat

6 Sudarsono, Ekonomi Sumber Daya Manusia, (Jakarta : 2000), hlm 45

7 Moneir, Manajemen Pelayanan Umum Di Indonesia, ( Jakarta: Bumi Aksar, 2015), hlm.110

(19)

dikarenakan hasil positif yang didapatkan dari faktor produksi modal dan tenaga kerja mampu meningkatkan pendapatannya.8

Salah satu daerah di Indonesia yaitu Nusa Tenggara Barat tepatnya di Lombok Tengah Kecamatan Jonggat Desa Puyung dusun Lingkung Daye, banyak masyarakat yang memilih untuk mendirikan usaha sendiri untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Dalam meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga masyarakat lokal selalu mencari solusi agar pendapatan ekonomi mereka tetap berjalan.

Industri kecil merupakan salah satu solusi yang sangat tepat bagi masyarakat lokal dalam mencari pekerjaan. Hal tersebut terjadi disebabkan karena industri kecil lebih memprioritaskan untuk mengambil pekerja dari lingkungan sekitarnya yang tidak terlalu dituntut untuk memiliki pendidikan yang tinggi. Industri kecil di Indonesia dikatakan memiliki pekerja antara 6-9 orang. Salah satu industri kecil ini adalah industri kecil tahu/pengusaha tahu.

Industri kecil tahu merupakan industri yang mengolah atau memproduksi bahan baku yakni kedelai untuk diubah menjadi makanan. Salah satu tujuan besar dari industri kecil ini adalah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta diharapkan mampu untuk memberikan peningkatan kehidupan sosial maupun ekonomi keluarga. Hal yang demikian juga terjadi di Industri kecil produksi tahu yang berlokasi di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi yang demikian menyebabkan masyarakat yang pengangguran khususnya untuk berkerja di

8 Erwin Fahmi “Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Produksi Terhadap Tingkat Pendapatan di Home Industri UD.Bagus Bakery Desa Serapuh Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalunggun”.(Skripsi, Sekolah Tinggi UIN Sumatera Utara Medan, Medan, 2009), hlm.68

(20)

industri kecil ini, meskipun kecil namun memberikan imbas yang positif terhadap kondisi sosial masyarakat dengan kata lain mampu memberikan pekerjaan bagi masyarakat yang mengganggur ini berarti mengurangi pengangguran yang ada di desa tersebut.

kegiatan yang berhubungan dengan usaha peciptaan dan penambahan serta kegunaan suatu barang dan jasa yang difokuskan produksi dalam ekonomi. Oleh karena itu kegiatan produksi dapat berlangsung apabila tersedianya faktor produksi yang mendukung. Meningkatkan pendapatan perusahaan serta dapat rnenjalin hubungan yang harmonis bukan hanya sebatas transaksi saja dengan konsuinen hal itu merupakan manfaat faktor produksi yang baik dan benar. Seperti uraian sebelumnya, berasal dari usaha yang dibangun rnasyarakat itu sendiri dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang baik seperti modal,bahan baku, dan tenaga kerja adalah sumber ekonomi masyarakat saat ini.. Hal ini menjadikan peneliti tertarik untuk memecahkan masalah, apakah modal, bahan baku, dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha tahu. Sehingga berdasarkan latar belakang di atas, peneliti akan melakukan penelitian tentang hal tersebut dengan judul “Pengaruh Modal, Bahan Baku, dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Pengusaha Tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah”.

(21)

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah?

2. Apakah bahan baku secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah?

3. Apakah tenaga kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah?

4. Apakah modal, bahan baku dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai oleh peneliti yaitu:

a. Untuk mengetahui apakah modal secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perdapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

(22)

b. Untuk mengetahui apakah bahan baku secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perdapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

c. Untuk mengetahui apakah tenaga kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap perdapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

d. Untuk mengetahui apakah modal, bahan baku dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

2. Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis

Dari penelitian ini, diharapkan bisa memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan dan memantapkan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan mengenai faktor-faktor produksi serta sistem produksi

b. Bagi Akademik

Diharapkan bisa menambah refrensi bagi pembaca yang membutuhkan data-data penelitian.

c. Bagi Masyarakat

Diharapkan bisa sebagai sarana sosialisasi pengenalan kepada masyarakat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan.

(23)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori

Kajian teori adalah mencari teori atau landasan berpikir yang tepat sebagai penguat proses penyelesaian masalah. Menurut coopeer and schindle menyatakan bahwa suatu teori adalah seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang tersusun secara sistematis sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan penomenal. 9

Dalam kajian teori ini berisi tentang teori-teori yang dibutuhkan untuk menganalisis hal-hal yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu : teori tentang modal, bahan baku, tenaga kerja, dan pendapatan pengusaha tahu yang akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Modal

a. Pengertian Modal

Modal adalah bentuk kekayaan yang bisa digunakan lansung maupun tidak lansung dalam proses produksi untuk menambahkan output. Modal kerja merupakan investasi perusahaan dalam waktu jangka pendek meliputi khas, piutang, persediaan barang dan perkembangan teknologi. Semakin ketatnya persaingan di sektor industri, maka pentingnya bagi suatu perusahaan untuk

9 Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D, (Alfabeta CV: Surabaya 2016), hlm.26

9

(24)

mengembangkan usahanya merupakan arti dari faktor produksi modal.10

Ahmad Ibrahim dalam bukunya “Al- lqtisad as-Siasi”

mendefinisi kan modal sebagai kekayaan yang menghasilkan suatu hasil yang akan digunakan untu mengasilkan suatu kekayaan lain.

Modal dalam literature Fiqih disebut “Ra’sul Mal” menunjuk pada pengerfian uang dan barang.11

Modal menurut fungsinya dibagi menjadi dua, yaitu:

1) Modal yang berwujud peralatan untuk proses produksi yaitu Modal tetap.

2) Modal yang digunakan untuk membiayai operasi usaha seperti membayar bahan baku, yang diharapkan dapat kembali lagi yaitu modal kerja. untuk membiayai operasi produksi selanjutnya yang masuk yang berasal dari hasil penjualan produk akan dikeluarkan lagi.12

b. Klasifikasi Modal

Modal dapat digolongkan berdasarkan sumbernya, bentuknya, pemilikan serta berdasarkan sifatnya:13

1) Modal dapat dibagi menjadi dua, berdasarkan sumbernya yaitu Modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan sendiri. Modal asing adalah modal

10 Rosedyadi, Jom Fekon, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Industri Makanan Khas Di Kota Tebing Tinggi,Jurnal Online Mahasiswa/JOM, (Vol. 4 No1 Februari 2017)

11 Ahmad Ibrahim, Al- lqtisad as-Siasi, ( Yogyakarta: Magistra Insania press, 2003), hlm.61

12 Enan nuriana, Tata Cara Bisnis dalma Mengelola Usaha Kecil, (Jakarta: Balai Pustaka, 1996), hlm.18

13 Rozalinda, Ekonomi Islam, (Depok: Rajawali Pers, 2017), hlm.114

(25)

yang bersuinber dari luar perusahaan, misalnya modal yang berupa pinjaman dari bank.

2) Modal dibagi menjadi modal konkret dan modal abstrak, berdasarkan bentuknya. Modal konkret adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi, misalnya mesin, gedung, mobil dan peralatan. Sedangkan yang dimaksud modal abstrak adalah modal yang tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan, misalnya hak paten, nama baik, dan hak merk.

3) Modal dibagi menjadi modal individu dan modal rnasyarakat, Berdasarkan pemilikannya. Modal individu adalah modal yang suinbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi peiliknya, contohnya rumah pribadi yang disewakan. Sedangkan yang dimaksud dengan modal masyarakat adalah modal yang dimiliki oleh pemerintah dan digunakan untu k kepentingan umu m dalam proses produksi, contohnya adalah rurnah sakit u mu m milik pemerintah, jalan, jembatan, atau pelabuhan.

4) berdasarkan sifatnya Modal dibagi menjadi dua, yaitu modal tetap dan modal lancar. Jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang adalah Modal tetap. Misalnya, inesin-mesin, dan bangunan pabrik. Sementara itu, yang dimaksud dengan modal yang

(26)

habis digunakan dalam satu kali proses produksi. Misalnya, bahan- bahan baku.

c. Indikator Modal

Indikator modal usaha adalah sebagai berikut:14

1) Pemanfaatan Modal Tambahan Dana yang diperoleh perusahaan sangat penting, apalagi jika perusahaan dapat menerima tarnbahan dana sehingga dapat rneningkatkan kegiatan produksinya.

2) Modal sebagai syarat untuk usaha. Modal usaha mutlak diperlukan untuk melakukan kegiatan usaha. Tanpa modal usaha setiap perusahaan akan susah untuk melakukan operasi. Oleh karena itu dibutuhkan sejumlah dana sebagai syarat terbentuknya usaha.

d. Besar Modal

Besar kecilnya modal akan mempengaruhi besar kecilnya kegiatan operasi juga akan mempengaruhi pendapatan perusahaan.

faktor usaha yang harus dimiliki perusahaan sebelum melakukan kegiatan operasi adalah modal.

2. Bahan Baku

Bahan Baku merupakan faktor penting yang ikut menentukan tingkat harga pokok dan kelancaran proses produksi usaha.15

Bahan baku adalah barang-barang yang akan menjadi bagian dari produk jadi yang dengan mudah diikuti biayanya. bahan dasar yang

14 Endang Purwanti, Pengaruh Karakteristik Wirausaha, Modal Usaha, Strategi Pemasaran Terhadap Perkembangan UMKM di Desa Kayaan dan Kalilono Salatiga”, Jurnal Of Economic & Bisnis, Vol. 5 No. 9, 2012

15 Singgih Wibowo, Petunjuk Mendirikan Perusahaan Kecil, Edisi Revisi, (Jakarta : Niaga Swadaya, 2014), hlm 12

(27)

dipergunakan untuk memproduksi suatu barang disebut juga Bahan baku.

Bahan baku merupakan bagian dari integral dari produk yang di hasilkan oleh suatu perusahaan. Setiap perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan produksi akan memerlukan persediaan bahan baku. Semakin besar jumlah bahan baku yang dimiliki, maka akan semakin besar pula jumlah produksi yang dihasilkan, sehingga kemungkinan pendapatan yang diterima semakin besar dari hasil penjualan produksi.16

Bahan baku disebut bahan mentah merupakan faktor produksi yang dibutuhkan dalam proses produksi. Menurut Sudarsono, bahan mentah atau bahan baku yang digunakan dalam proses produksi dibagi menjadi dua, yaitu :

a. Bahan baku langsung

Adalah bahan mentah yang merupakan bagian dari barang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan baku ini sebanding dengan bahan yang akan dihasilkan.

b. Bahan baku tidak langsung

Adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi, tetapi tidak secara langsung berdampak pada barang yang akan dihasilkan.

Dalam proses produksi terdapat Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan, antara lain “Dilarang memproduksi dan

mernperdagangkan komoditas yang tercela karena bertentangan dengan

16I Komang Suartawan dan I B Purbadharmaja, Pengaruh Modal Dan Bahan Baku Terhadap pendapatan,hlm. 1638

(28)

syari’ah/haram, dalam ekonomi syariah tidak semua barang dapat diproduksi maupun dikonsumsi”. Dijelaskan oleh Muhammad Al- Mubarak dalam kitabnya Niznm ml-I.Slomi ml-iqfi.kadi, Mahadi Waqa 'id Ammoh,” . Islam secara tegas mengelompokkan barang-barang ke dalam dua kategori.

Pertama, barang-barang yang disebutkan dalam Al-Qur’an Thayyibat adalah barang-barang yang secara hukum halal diproduksi ataupun dikonsumsi. Kedua, barang-barang yang haram secara hukum haram dikonsumsi dan diproduksi. Seperti yang dijelaskan dalam Al- Qur’an di surat Al-Araf ayat 157 yang artinya:

Artinya : “Dan menghalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan bagi mereka yang buruk.”

Ayat tersebut secara lansung melarang melakukan produksi yang mengarah kepada kedzaliman, seperti riba, gharar, maysir dan lain sebaginya yang mengarahkan kepada kedzamilan.

3. Tenaga Kerja

Tenaga kerja mempunyai peran penting dalam pengembangan serta pembangunan ekonomi yaitu sebagai faktor produksi aktif untuk mengolah dan mengatur segala bentuk kegiatan produksi. Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang sangat penting dan perlu diperhitungkan dengan baik dalam proses produksi.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No 13 Tahun 2003 terkait ketenagakerjaan, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu

(29)

melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun masyarakat. Sedangkan menurut sukimo (2005:7) dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :

a. Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan.

b. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari pelatihan atau pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan lain-lain.

c. Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntansi, ahli ekonomi dan insinyur.

Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahunan) atau tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan, baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam presfektif ekonomi Islam tenaga kerja adalah segala usaha atau ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan dan pikiran untuk mendapatkan imbalan yang pantas. Termasuk semua jenis kerja yang dilakukan fisik atau pikiran.Tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksi mempunyai arti yang besar.karena semua kekayaan alam tidak berguna bila tidak dieksploitasi oleh manusia dan diolah buruh.

(30)

Alam telah memberikan kekayaan yang tidak terhitung tetapi tanpa usaha manusia semua akan tersimpan.17

4. Pendapatan

Pendapatan adalah uang yang diterima oleh perorangan, perusahaan dan organisasi lain dalam bentuk upah, gaji, sewa, bunga, komisi, ongkos, dan laba. Pendapatan atau upah dapat di definisikan dengan sejumlah uang yang dibayar oleh orang yang memberi pekerjaan kepada pekerja atau jasanya sesuai perjanjian.18

Pendapatan adalah jumlah total penerimaan uang atau penghasilan yang diterima oleh seseorang, suatu rumah tangga atau karyawan atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu baik harian, mingguan ataupun bulanan.19Ada tiga sumber penerimaan rumah tangga, yaitu : a. Pendapatan dari gaji dan upah

1) Keahlian atau Skill

Keahlian adalah kemampuan tekhnis yang dimiliki seseorang untuk mampu menangani pekerjaan yang dipercayakan.

2) Mutu Modal Manusia atau Human Capital

Mutu modal mausia adalah kapasitas pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang dimiliki seseorang baik karena bakat bawaan maupun hasil pendidikan khusus.

b. Pendapatan dari aset produktif

17Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam UIN Yogyakarta, Ekonomi Islam, (Jakarta :Rajawali Press, 2009), hlm. 358

18 Masyhuri, Ekonomi Mikro, (Malang : UIN Malang Press,2007), hlm.262

19 Sohari, Hadist Tematik, (Jakarta Diadit Media,2006), hlm.33

(31)

Aset produktif adalah adalah asset yang memberikan pemasukan atas balas jasa penggunaannya. Aset produktif dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

1) Aset Finansial adalah aset terbentuk uang, seperti saham yang menghasilkan dividen dan keuntungan atas modal bila diperjual belikan.

2) Bukan Aset Finansial adalah aset yang berbentuk benda, seperti rumah, mobil, motor dan lain sebgainya.

c. Pendapatan Dari Pemerintah

Adalah pendapatan yang diterima bukan sebagai balas jasa yang diberikan, misalnya dalam bentuk tunjangan penghasilan bagi orang-orang yang miskin dan pendapatan rendah.20

B. Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu atau kajian pustaka merupakan penelusuran terhadap karya-karya ilmiah atau studi-studi terdahulu yang menjadi pedomanpenelitian lebih lanjut dan untuk mendapatkan data yang valid serta untuk menghindari plagiasi, duplikasi, dan repitasi serta menjamin orisinalitas dan legalitas penelitian.

Dalam telaah pustaka ini, untuk membedakan dengan penelitian yang peneliti buat, Peneliti mencamtumkan penelitian terdahulu diantaranya sebagai berikut:

20 Pratama Raharjdja, Teori Ekonomi Mikro (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitras Indonesia), hlm.294

(32)

1. Dwi Sasongko. Skripsi dengan Judul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengrajin Bambu Pada Sentra Industri Kerajinan Bambu di Desa Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten.

Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pengrajin bambu. Variabel yang digunakan, Modal Usaha. (X1) Harga Jual (X2) Biaya Produksi (X3) Tenaga kerja (X4) Dan Pendapatan (Y) Pengrajin Bambu. Metode/alat analisis yang digunakan adalah Metode Kuantitatif Deskriptif : Uji Normalitas, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji T Koefisien Determinasi.

Hasil penelitian ini adalah Hasil Uji T menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara modal usaha terhadap pendapatan pengrajin bambu, dengan nilai T hitung > T tabel (3,480 > 1,694) dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05, Hasil Uji T menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara harga jual terhadap pendapatan pengrajin bambu, dengan nilai T hitung > T tabel (2,559 >

1,694) dan nilai signifikansi sebesar 0,015 < 0,05. Hasil Uji T menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara biaya produksi terhadap pendapatan pengrajin bambu, dengan nilai T hitung > T tabel (-2,077 > 1,694) dan nilai signifikansi sebesar 0,046 <

0,05. Hasil Uji T menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif yang signifikan antara Tenaga terhadap pendapatan pengrajin bambu, dengan

(33)

nilai T hitung > T tabel (3,632 > 1,694) dan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,05.

Persamaan dalam penelitian ini adalah Sama-sama membahas tentang hubungan pengaruh modal dan tenaga kerja. Dan menggunakan metode kuantitatif, sedangkan perbedaannya adalah Variabel yang digunakan yakni modal (X1) harga jual (X2), biaya Produksi (X3), tenaga kerja (X4) dan pendapatan pengrajin bambu. Sedangkan variabel yang digunakan peneliti yakni modal (XI) bahan baku (X2), tenaga kerja (X3) dan pendapatan pengusaha tahu.21

b. Skripsi Eva Rosadi, dengan judul Pengaruh Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Bersih Perusahaan Dalam Presfektif Ekonomi Islam. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap pendapatan. Variabel yang digunakan adalah Modal (X1), Tenaga Kerja (X2) Dan Pendapatan (Y). Metode atau alat analisi yang digunakan adalah Metode Kuantitatif: Uji Asumsi Klasik dan Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil dari penelitian ini adalah Modal (XI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan perusahaan, Hasil Uji T sebesar 2,516 dengan Sig. 0,018(<0,05). Tenaga kerja (X2) berpengaruh positif dan sigifikan terhadap pendapatan perusahaan, hasil uji T sebesar 3,973 dengan Sig.0,000(<0,05).

Persamaan dalam penelitian ini adalah Sama-sama membahas tetang hubungan pengaruh modal dan tenaga kerja. Dan menggunakan

21 Dwi Sasongko “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Pengrajin Bambu Pada Sentra Industri Kerajinan Bambu di Desa Jambu Kulon Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten”.

(34)

metode kuantitatif, sedangkan perbedaan dalam penelitian ini adalah Variabel yang digunakan yakni modal (X1), Tenaga kerja (X2) dan pendapatan bersih perusahaan. Sedangkan variabel yang digunakan peneliti yakni modal (XI) bahan baku (X2), tenaga kerja (X3) dan pendapatan pengusaha tahu.22

c. Skripsi Erwin Fahmi, dengan judul Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Produksi Terhadap Tingkat Pendapatan Di Home Industri UD.Bagus Bakery Desa Serapuh Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalunggun. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah modal, bahan baku, dan tenaga kerja dapat meningkatkan pendapatan. Variabel yang digunakan adalah Modal (X1), Tenaga Kerja (X2), Produksi (X3) Dan Tingkat Pendapatan Di Home Industri (Y). Metode/ alat analisis yang digunakan adalah Metode Penelitian Kuantitatif: Uji Statistik Deskriptif Data, Uji T, Uji F, Koefisien Determinasi, dan Uji Asumsi Klasik. Hasil dari penelitian ini adalah Hasil Uji T Modal (XI) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai 4, 193 dengan probabilitas sebesar 0,000 < 0,05, Hasil Uji T Tenaga Kera (X2) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai 2,929 dengan probabilitas sebesar 0,006 < 0,05. Hasil Uji T Produksi (X3) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan dengan nilai 22,288 dengan probabilitas sebesar 0,000 <

0,05.

22 Eva Rosadi Pengaruh Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Bersih Perusahaan Dalam Presfektif Ekonomi Islam. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap pendapatan”.

(35)

Persamaan dalam penelitian ini adalah Sama-sama membahas tetang hubungan pengaruh modal dan tenaga kerja dan menggunakan metode kuantitatif, sedangkan perbedaannya adalah Variabel yang digunakan yakni modal, tenaga kerja, produksi dan pendapatan di home industry. Sedangkan variabel yang digunakan peneliti yakni modal (XI) bahan baku (X2), tenaga kerja (X3) dan pendapatan pengusaha tahu(Y).23 d. Skripsi Umi Rohayanita, dengan judul Pengaruh Modal, dan Tenaga Kerja

Terhadap Produktivitas Usaha Batu Bata di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur. Masalah dalam penelitian ini adalah apakah modal, dan tenaga kerja dapat meningkatkan produktivitas pada pengusaha. Variabel yang digunakan Modal (X1), dan Tenaga Kerja (X2) dan Produktivitas (Y). Metode/alat analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif : Uji Asumsi klasik dan Uji Statistik. Hasil dalam penelitian ini adalah uji t Variabel Modal sebesar 3,007>2,045 dari t tabel dan nilai signifikan sebesar 0,005<0,05 artinya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas, dan hasil uji t Tenaga Kerja adalah 0,002<0,05 artunya berpengaruh signifikan terhadap produktivitas usaha batu batu.

Persamaan dalam penelitian ini adalah sama-sama menggunakan variabel modal dan tenaga kerja (X1,X2) dan metode analisis kuantitatif deskriptif, sedangkan perbedaannya adalah Variabel yang digunakan Modal (X1), Tenaga Kerja (X2) Dan produktivitas (Y). Sedangkan yang

23Erwin Fahmi “Pengaruh Modal, Tenaga Kerja dan Produksi Terhadap Tingkat Pendapatan di Home Industri UD.Bagus Bakery Desa Serapuh Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalunggun”.

(36)

digunakan peneliti adalah Modal (X1) bahan baku (X2) dan tenaga kerja (X3) dan pendapatan pengusaha tahu (Y).24

e. Skripsi Juspiana, dengan judul Analisis Peningkatan Pendapatan Usaha Pengrajin Rotan di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah. Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah cara faktor-faktor tersebut mempengaruhi pendapatan. Variabel yang digunakan adalah Modal (X1), dan Tenaga Kerja (X2) Dan pendapatan (Y). Metode atau alat analisis yang digunakan adalah : regresi linier berganda, uji hipotesis, uji f, uji parsial, dan koefisien determinasi. Hasil dari penelitian ini adalah Modal (XI) berpengaruh positif secara dominan dan signifikan terhadap pendapatan,dimana Hasil Uji T sebesar 2,516 dengan Sig. 0,018(<0,05). Tenaga kerja (X2) berpengaruh positif dan sigifikan terhadap pendapatan perusahaan, hasil uji T sebesar 3,973 dengan Sig.0,000(<0,05). Persamaan dalam penelitian ini adalah sama- sama menggunakan analisis regesi linier berganda X1,X2 dan Y dan pendekatan kuantitatif deskriptif, sedangakan perbedaannya adalah Variabel yang digunakan: Modal(X1),Tenaga Kerja(X2) Dan Pendapatan(Y). Sedangkan yang digunakan peneliti adalah Sedangkan yang digunakan peneliti adalah Modal (X1) bahan baku (X2) dan tenaga kerja (X3) dan pendapatan pengusaha tahu (Y).25

24 Umi Rohayanita “Pengaruh Modal, dan Tenaga Kerja Terhadap Produktivitas Usaha Batu Bata di

Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur”.

25 Skripsi Juspiana, dengan judul Analisis Peningkatan Pendapatan Usaha Pengrajin Rotan di Desa Pejanggik Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah.

(37)

C. Kerangka Berpikir

Kerangka berfikir adalah kesimpulan dari kajian teori yang tersusun dalam bentuk hubungan antara dua variable atau lebih, atau perbedaan /persamaan /perbandingan nilai variabel.26

Hubungan modal, bahan baku dan tenaga kerja terhadap pendapatan pengusaha tidak lain adalah peningkatan terhadap pendapatan perusahaan yang akan didapatkan, karena perusahaan memiliki kesempatan untuk meningkatkan dan memperbesar kapasitas produksinya yang kemudian secara otomatis akan memperbesar pendapatannya. Modal, bahan baku, dan tenaga kerja merupakan beberapa faktor produksi yang mempengaruhi setiap kegiatan produksi produksi.

Pengelolaan Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan produksi, Bahan baku sebagai bahan pokok, serta mesin atau alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan produksi.

Berdasarkan uraian diatas maka bentuk kerangka berfikir peneliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

26 Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen (Bandung : Alfabeta 2016), hlm.322

XI MODAL

X2 BAHAN BAKU

X3 TENAGA KERJA

Y PENDAPATAN

PENGUSAHA TAHU

(38)

Ket :

1. Variabel dependen adalah variabel yang dapat dipengaruhi oleh variabel lain. Dalam penelitian ini variable dependen adalah Pendapatan pengusaha tahu (Y)

2. Variabel independen adalah variabel yang dapat memepengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini variabel dependen atau pendapatan pengusaha tahu (Y) dipengaruhi oleh variabel independen yaitu Modal (X1), Bahan baku (X2), Dan Tenaga kerja (X3).

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis merupakan hasil dugaan sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian dinyatakan dalam bentuk kaliamat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena dugaan yang diberikan hanya pada teori yang relevan, belum didasarkan pada data-data real yang akan diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik.27

Berdasarkan kerangka berpikir tersebut, makan dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:

H1 : Modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

27Sugiyono Metode Penelitian Manajemen (Bandung Alfabeta 2013), hlm.134

(39)

H2 : Bahan baku berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

H3 : Tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

Ha : Modal, Bahan Baku, dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

(40)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif Asosoatif yaitu jenis penelitian yang bermaksud mengambarkan dan menguji hipotesis hubungan dua variabel atau lebih. Ada tiga macam jenis penelitian ini yaitu asosiatif simetris, kausal dan reciprocal atau interaktif/saling mempengaruhi.28

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode Penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi dan sampel tertentu, dalam teknik pengumpulan data yaitu menggunakan menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuatitatif atau statistik, dengan bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal, bahan baku, dan tenaga kerja terhadap pendapatan pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah.

28 Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, dan R&D), (Alfabeta: Bandung 2017), hlm.20

26

(41)

B. Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populai bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda lain. Populasi juga bukan hanya sekedar jumlah yang ada pada objek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristi/sifatyang dimiliki oleh objek atau subyek itu.29

Berdasarkan hasil observasi, peneliti mendapatkan data UMKM Puyung khususnya pada produksi tahu yang dijadikan populasi adalah sejumlah 32 pengusaha tahu.

Karena Penelitian ini memiliki populasi yang < 100 maka, peneliti menggunakan semua populasi sebagai sampel sebanyak 32, oleh karena itu sampel yang digunakan adalah sebanyak 32 Pengusaha Tahu.

C. Waktu dan Tempat Penelitian 1. Waktu Penelitian

Dalam Penelitian ini waktu yang dibutuhkan oleh peneliti diperkirakan sekitar 11 Bulan yaitu dari bulan November 2020 – September 2021. Waktu dihitung sejak dikeluarkannya surat permohonan izin penelitian oleh pihak kampus. Ini dirasa lebih dari cukup untuk menyelesaikan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti.

29 Sugiyono, Metode Penelitian Kunatitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (Mixed Methods),(Bandung Alfabeta, 2015), hlm.119

(42)

2. Tempat Penelitian

Penelitian ini bertempat di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Adapun lokasi ini dipilih sesuai dengan kepentingan peneliti dalam penyusunan skripsi dan diharapkan bisa mendukung kelancaran penelitian.

D. Definsi Oprasional Variabel Penelitian

Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang digunakan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga mendapatkan informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.Variabel dibagi menjadi dua macam:

1. Variabel Bebas (X)

Variabel bebas atau variabel independent adalah suatu variabel yang menjadi pusat perhatian peneliti yang keragamannya sebagai akibat dari campur tangan peneliti atau merupakan suatu kondisi yang ingin diteliti atau dikaji dan mempengaruhi variabel terikat. Variabel bebas atau independent dalam penelitian ini adalah Modal (X1), bahan baku(X2), dan tenaga kerja(X3)

2. Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang dianggap menentukan variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Pendapatan (Y).

(43)

E. Teknik Pengumpulan data

Teknik Pengumpulan data merupakan salah satu cara yang digunakan dalam upaya memperoleh dan mengumpulkan data yang diperlukan dalam suatu penelitian.30Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Metode observasi merupakan cara dalam mendapatkan data melalui pengamatan secara langsung ke lokasi. Menurut Suharsimi Arikunto mengartikan observasi itu disebut juga dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera. Jadi observasi dapat dilakukan dengan pengamatan, penciuman, pendengaran, peraba, dan pengecap. Metode observasi dibagi menjadi 2 yaitu observasi partisipan dan non partisipan. Observasi partisipan adalah suatu pengamatan bagian dalam yang dilakukan oleh obsever dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang akan diobservasi. Sedangkan observasi non partisipan adalah obsever tidak ikut serta dalam kehidupan orang yang akan diteliti atau observasi dan secara terpisah kedudukan selaku pengamat.

b. Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontraksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan

30Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Sosial dan Ekonomic, (Jakarta: Kencana, 2017), hlm. 128.

(44)

data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari informan yang lebih mendalam.

Teknik pengumpulan data ini mendasarkan diri pada laporan tentang diri sendiri atau self-refort, atau setidaknya pada pengetahuan.31 Wawancara ada tiga yaitu: wawancara Terstruktur, wawancara Semi- Struktur, wawancara tak berstruktur.

c. Dokumentasi

Dokumentasi adalah data yang bersumber dari dokumen-dokumen sebagai laporan tertulis dari peristiwa-peristiwa yang isinya terdiri dari penjelasan-penjelasan dan pemikiran-pemikiran, peristiwa ini tertulis dengan kesadaran dan kesenjangan untuk menyiapkan atau meneruskan keterangan-keterangan peristiwa dan bila perlu dilengkapi dengan lampiran dokumentasi penelitian.

Metode dokumentasi ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data berupa data-data tertulis yang mengandung keterangan dan penjelasan serta pemikiran tentang penomena yang masih terpercaya dan sesuai dengan masalah penelitian.

31Sugioyono, Metode Penelitian, Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabet, 2017), hlm.231.

(45)

F. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kolerasi parsial yang bermaksud ingin mengetahui pengaruh atau hubungan variabel independen dan variabel dependen yang dimana salah satu variabel independennya dibuat tetap/dikendalikan. Dalam teknik analisis data peneliti mengolah data menggunakan aplikasi eviews 9. Sehingga analisis ini dilakukan dengan tahap sebagai berikut :

1. Uji Validitas dan Reliabilitas

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah kuesioner yang digunakan peneliti layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian dalam mengukur sesuatu yang diukur. Reliabilitas menunjukkan akurasi dan konsistensi dari pengukurannya.

a. Uji Validitas

Uji validitas dalam penelitian ini digunakan untuk menguji kevalidan kuesioner dimana valid dapat menunjukkan ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan kecermatan fungsi alat ukurnya. Pengujian dilakukan dengan menerapkan taraf signifikansi 0,05 menggunakan program e-views dengan kriteria sebagai berikut : 1) Jika thitung>ttabel, maka Ha diterima

2) Jika , thitung<ttabel maka Ha Ditolak b. Uji Reliabilitas

(46)

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui seberapa kuat konsistensi alat ukur yang digunakan dapat tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Pengujian dalam penelitian ini dilakukan dengan program Microsoft Exel, butir pertanyaan sudah dinyatakan valid dalam uji validitas, reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut :

1) Jika ralpha lebih besar dari rtabel maka pernyataan reliabel 2) Jika ralpha lebih kecil dari rtabel maka pernyataan tidak reliabel.

2. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui apakah model regresi linier berganda yang digunakan untuk mrnganalisis dalam penelitian ini memenuhi asumsi klasik atau tidak. Uji asumsi klasik juga merupakan syarat statistik yang harus di penuhi pada penelitian analisis regresi linier berganda.32

a. Uji Normalitas

Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data yang normal atau mendekati normal. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regeresi,33 variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi data yang normal atau tidak. Uji normalitas ini dikatakan data terdistribusi normal apabila nilai

32 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS (Semarang, Universitas Diponegoro, 2001), hlm.68

33 Wiranta Sujarweni, SPSS Untuk Penelitian (Yogyakata: Pustakan Baru Persada), hlm.52

(47)

sig>0,05 atau jika dilihat dari grafik nilai yang tersebar di garis diagonal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk memastikan apakah ada kolerasi/hubunga yang kuat antara variabel dependen dan variabel independen. Hubungan yang kuat dapat dilihat dari nilai VIF atau tolerancesebagai berikut :

1) Jika nilai tolerance < 0,05, maka terjadi gejala multikolinieritas 2) Jika nilai VIF > 5, maka terjadi gejala multikolinieritas

3) Jika niali VIF < 5, maka tidak terjadi gejala multikolinieritas c. Uji Heteroskedastisitas

Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk memastikan didalam pengamatan apakah ada ketidaksamaan varian dari residual pada model regresi yang digunakan dalam hal ini model yang digunakan peneliti adalah regresi liner berganda(Y= b₀+b₁X₁+b₂X₂+b₃X₃+e). Jika nilai probablitas > 0,05 maka pada model regresi tidak terjadi heteroskedastisitas atau dapat dilihat dari grafik terdapat pola titik jelas menyebar di atas dan di bawah 0 pada sumbu Y, model regresi yang baik tidak akan terjadi heteroskedastisitas. Namun uji heteroskedastistias harus dilakukan pada regresi linier, jika asumsi heteroskedastisitas tidak dilakukan maka model regresi dinyatakan tidak valid sebagai alat peramalan.

d. Uji Autokolerasi

(48)

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya (t-1). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya autokorelasi dapat di uji dengan Durbin- Watson (DW test). Kriteria pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut:

1) Jika 0 < d < dl, berarti ada autokorelasi positif 2) Jika 4 – dl < d < 4, berarti ada autokorelasi negatif

3) Jika dU< d <4 – dU, berarti tidak ada korelasi positif atau negatif 4) Jika dl ≤ d ≤ dU atau 4 – dU ≤ d ≤ 4 – dl, pengujian tidak

meyakinkan.

Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi.

Autokorelasi muncul disebabkan karena observasi dilakukan sepanjang waktu dan berurutan dan berkaitan antara satu dengan yang lain.

3. Uji Regresi Linear Berganda

Istilah regresi pertama kali diperkenalkan oleh Sir Francis Galton tahun 1886. Dalam analisis regresi, selain mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih juga menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.

Kemudian, analisis regresi yang memiliki satu variabel depeden dan satu variabel independen disebut analisis regresi sederhana. Namun, apabila memiliki beberapa variabel independen disebut analisis regresi

(49)

berganda.34 Untuk menganalisis Modal, Bahan Baku, dan Tenaga Kerja adalah analisis regresi linier berganda. Bentuk umum dari model persamaan regresi yang digunakan oleh peneliti pada penelitian ini adalah :

Y= b₀+b₁X₁+b₂X₂+b₃X₃+e

Ket :

Y = Pendapatan

b₀ = Koefisien Konstanta

b₁ = Koefisien Variabel Independen X₁ = Modal

X₂ = Bahan Baku X₃ = Tenaga Kerja

e = Nilai Eror ( Terdapat Variabel lain yang mempengaruhi)

4. Uji Hipotesis

a. Uji Signifikansi Simultan (F)

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui serta mengamati pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara bersamaan. Pengujian ini dilakukan untuk membandingkan tingkat nilai signifikansi dengan nilai α = 5% pada tingkat derajat 5%.

Dengan tingkat kepercayaan 95% atau taraf signifikansi sebesar 5%, maka:

34 Sugianto, Modul Ekonometrika Analisis dan pengolahan Data Dengan SPSS dan EVIEWS, hlm.16- 17.

(50)

1) Jika F hitung >F tabel, maka Ha diterima, berarti masing-masing variabel bebas secara bersamaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

2) Jika F hitung < F tabel, maka Ha ditolak, berarti masing-masing variabel bebas secara bersamaan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

b. Koefisien determinasi

Koefisien determinasi ini merupakan salah satu bagian dari analisis regresi sederhana dan analisis regresi berganda yang dimana bertujuan untuk mengukur variabel independen (modal (X1), bahan baku (X2), dan tenaga kerja(X3). dalam menjelaskan variabel dependen (pendapatan /Y). Nilai variabel dependen akan bergantung pada nilai variabel independen, artinya jika dalam nilai koefisien determinasi (berkisaran pada nilai 0-1) mendekati 1 artinya pengaruh variabel independen (modal, bahan baku, dan tenaga kerja/X1,X2,X2) terhadap variabel dependen(Y) semakin kuat, dan sebaliknya jika nilai koefisien determinasi (berkisaran pada nilai 0-1) mendekati 0 artinya pengaruh variabel independen (modal, bahan baku, dan tenaga kerja/X1,X2,X2) terhadap variabel dependen(Y) semakin lemah atau terbatas. Pada intinya koefisien determinasi adalah mengukur seberapa jauh kemampuan variabel independen dalam menerangkan variabel dependen.

(51)

c. Uji Secara parsial atau indivudu (Uji t)

Uji t adalah suatu rangkaian statistik yang bertujuan utuk mengetahui apakah masing-masing variabel (modal, bahan baku dan tenaga kerja) secara individu berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel depeden (pendapatan pengusaha). Pengujian setiap koefisien regresi dikatakan signifikan apabila mutlak t hitung

>

t tabel atau nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 hipotesis alternatif dari H1,H2,H3

dan H4 diterima, begitupun sebaliknya dikatakan tidak signifikan apabila mutlak t hitung

<

t tabel atau nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 hipotesis alternatif dari H1,H2,H3 dan H4 ditolak. Untuk menguji ini peneliti menggunakan hipotesis sebagai berikut :

1. Hipotesis Modal

H₀ : b₁ = 0 Artinya modal tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sebaliknya jika H₀ : b₁ 0 maka modal berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

2. Hipotesis Bahan Baku

H₀ : b₂ = 0 Artinya bahan baku tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sebaliknya jika H₀ : b₂ 0 maka bahan baku berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

3. Hiopotesis Tenaga Kerja

H₀ : b₃ = 0 Artinya tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan, sebaliknya jika H₀ : b₃ 0 maka tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

(52)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

1. Keadaan Umum Lokasi Penelitian

Desa Puyung berada dipinggir Gunung Sasak dengan suhu rata- rata 22C – 32C, jumlah bulan hujan antara 4 bulan dari 12 bulan dengan curah hujan rata-rata + 1100 mm, tinggi tempat 300 m dpl, serta dengan bentang wilayahnya yang datar, warna tanah hitam yang bertekstur debu dengan kedalaman solum tanah 0,5 meter. Hindu dengan suku Sasak, namun ada juga yang beretnis Jawa dan Sumbawa. Dan dari silsilah keturunannya masyarakat desa Puyung termasuk secara umum berasal dari satu warga, sehingga dengan begitu kerukunan dan keharmonisan tampak jelas terlihat.

Kesenjangan sosial ekonomi pada masyarakat tidak terlalu menjadi ukuran pada proses interaksi atau hubungan sosial masyarakat, namun dengan rata-rata prosentase kemiskinan mencapai 41,4 % dan jumlah penduduk, yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani, pedagang dan buruh yang terpaksa harus pergi merantau kedaerah lain seperti Bali, Sumbawa dan Kalimantan atau keluar negeri seperti Malaysia dan Saudi Arabia.35

35 Dokumen Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, 2020.

(53)

2. Sejarah umum pengusaha tahu di Desa Puyung

Pengusa tahu di desa puyung merupakan usaha dalam skala rumah tangga yang juga merupakan usaha dalam memproduksi tahu mentah, usaha tahu yang terletak di desa puyung ini diperkirakan mulai sejak 1985 dan sampai sekarang masih tetap berjalan dan semakin banyak pengusaha tahu yang ada di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah ini dikarenakan menjanjikan dan mampu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

3. Proses produksi

Proses produksi dalam hal ini adalah kegiatan usaha tahu untuk memproses dan mengubah bahan baku kedelai menjadi produk tahu melalui pengelolaan dari tenaga kerja serta fasilitas produksi lainnya.

Proses pembuatan tahu cukup mudah asalkan bahan baku dan peralatan serta sarana prasarana yang dibutuhkan tersedia. Proses pembuatan produk tahu yaitu.36:

a. Penyiapan kedelai b. Pembersihan(pencucian) c. Perendaman

d. Penggilingan e. Perebusan f. Penyaringan

g. Pemberian asam cuka

36 Pak Adnan (Pengusaha Tahu), Wawancara, Desa Puyung, 03 Agustus 2021.

36

(54)

h. Penggumpalan i. Pencetakan j. Tahu.

4. Karakteristik Pengusaha tahu

Karakteristik pengusaha tahu di Desa Puyung Kecamatan Jonggat Kabuapten Lombok Tengah ditinjau berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan lama usaha. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari keterangan di bawah ini:

a. Berdasarkan Usia

Usia pengusaha Range

20-30 5

31-40 17

41-50 7

51-60 3

Jumlah 32

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa karakteristik pengusaha tahu di Desa Puyung berdasarkan usia yaitu dari usia 20-30 tahun terdapat 5 orang, dari usia 31-40 terdapat 17 orang, selanjutnya dari 41- 50 terdapat 7 orang, serta 3 orang dari usia 51-60 tahun sehingga jumlah usia pengusaha terbanyak yaitu berkisaran 31- 40 tahun.

b. Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Range

Referensi

Dokumen terkait

girsang Kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan hidup tergantung dari besar kecilnya pendapatan keluarga, contoh nya beliau mengemukakan apabila hasil sawah baik

Pendapatan masyarakat di Kelurahan Karanganyar cukup untuk memenuhi memenuhi kebutuhan setiap kepala keluarga, Gaya hidup di Kelurahan Karanganyar berada pada

Untuk memenuhi kebutuhan hydrotalcite pada antasida dalam industri farmasi dan ketersediaan hydrotalcite di alam sedikit, maka perlu dilakukan suatu kajian pendahuluan yang

Untuk meningkatkan produksi sepatu pada pada PT. Kharisma Baru Indonesia, maka disarankan beberapa hal yang didasarkan pada hasil temuan pada penelitian ini,

Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang rata-rata masih rendah dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarga perlu dilakukan dengan cara meningkatkan kegiatan

Untuk meningkatkan produksi sepatu pada pada PT. Kharisma Baru Indonesia, maka disarankan beberapa hal yang didasarkan pada hasil temuan pada penelitian ini,

Untuk itulah pemanfaatan manusia sebagai salah satu faktor produksi seharusnya dilakukan secara manusiawi dengan memenuhi kebutuhan dasarnya (human needs) yang meliputi :

Tujuan Perekrutan Pada dasarnya, perekrutan dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap Sumber Daya Manusia SDM yang mau mengisi kekosongan posisi perusahaan