• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial di PT PLN Makassar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial di PT PLN Makassar"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

EUGENIA KERLININGTYAS.2016.Skripsi.Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajemen pada UPT PT PLN (Persero) Makassar Provinsi Sulawesi Selatan dibawah bimbingan Dr. Disertasi ini merupakan tugas akhir untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Bosowa Makassar dengan judul “Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial PT PLN (Persero) UPT Makassar”. UPT PLN (Persero) Makassar yang telah memberikan waktu dan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian serta menyediakan hal-hal yang penulis butuhkan sehubungan dengan penyelesaian disertasi ini.

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

  • Teori Agency
  • Teori Goal Setting
  • Teori Harapan (Expectancy Theory)
  • Pengertian Anggaran

Konsep dasar teori ini adalah seseorang yang memahami tujuan (apa yang diharapkan organisasi dari dirinya) akan mempengaruhi perilaku kerjanya. Dalam teori ini juga dijelaskan bahwa menetapkan tujuan yang menantang (sulit) dan dapat diukur hasilnya akan meningkatkan usaha kerja (kinerja), yang diikuti dengan memiliki kemampuan dan keterampilan kerja. Teori ini berfokus pada tiga hubungan, yaitu hubungan antara usaha dan kinerja, hubungan antara kinerja dan imbalan, dan hubungan antara imbalan dan tujuan pribadi.

Tujuan

Manfaat Anggaran

Kelemahan Anggaran

  • Partisipasi Anggaran

Pengertian Partisipasi Anggaran

Partisipasi anggaran merupakan tahapan partisipasi pegawai dalam penyusunan anggaran dan pengaruh anggaran terhadap pusat pertanggungjawaban (Nuurcahyani, 2010). Partisipasi anggaran dalam konteks pemerintah daerah tercermin dari sejauh mana keterlibatan pegawai pemerintah daerah dalam penyusunan anggaran dan pelaksanaannya untuk mencapai tujuan. Partisipasi anggaran merupakan pendekatan bottom-up dalam proses penyusunan anggaran, dimana aliran data anggaran dalam sistem partisipatif dimulai dari tingkat tanggung jawab yang lebih rendah ke tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.

Setiap orang yang bertanggung jawab atas pengendalian biaya/pendapatan harus menyiapkan perkiraan anggaran dan menyerahkannya kepada manajemen tingkat tertinggi. Perkiraan ini kemudian ditinjau dan dikonsolidasikan dalam pergerakan menuju tingkat manajemen yang lebih tinggi (Garrison et al. Menurut Hansen/Mowen mendefinisikan bahwa “Partisipasi anggaran adalah pendekatan penganggaran yang memungkinkan manajer yang akan bertanggung jawab atas kinerja anggaran untuk berpartisipasi dalam pengembangan anggaran. , partisipasi anggaran mengkomunikasikan rasa tanggung jawab kepada manajer tingkat bawah dan mendorong kreativitas."

Sedangkan pengertian penganggaran partisipatif menurut Kennis (1979) adalah “sejauh mana manajer berpartisipasi dalam penyusunan anggaran dan mempengaruhi tujuan anggaran setiap pusat pertanggungjawaban”. Milani (1975) menjelaskan bahwa partisipasi anggaran dalam suatu perusahaan merupakan tingkat keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran. Berdasarkan definisi di atas, penulis menyimpulkan bahwa partisipasi anggaran adalah partisipasi komunikatif manajer dan bawahan dalam proses penyusunan anggaran, dimana informasi yang dibutuhkan manajer dapat disediakan oleh bawahan yang sebenarnya.

Tujuan dan Manfaat

Frekuensi atasan meminta pendapat bawahan ketika menetapkan tujuan anggaran dapat memberikan umpan balik terhadap tujuan anggaran yang dicapai. Menurut Hansen/Mowen, salah satu keuntungan dari partisipasi anggaran adalah “Penganggaran partisipatif mengkomunikasikan, mendorong kreativitas dan meningkatkan tanggung jawab dan tantangan manajer bawah dan menengah, sehingga mengarah pada tingkat kinerja yang lebih tinggi. Partisipasi manajer menengah dan bawah dalam penentuan anggaran akan menghasilkan keputusan yang lebih realistis, sehingga lebih sesuai dengan tujuan perusahaan.

Keunggulan Partisipasi Anggaran

Masalah penganggaran berkisar dari tujuan yang sangat besar dan mudah dicapai hingga yang sangat ketat dan tidak dapat dicapai. Perkiraan anggaran yang dibuat oleh manajer senior seringkali lebih akurat dan dapat diandalkan dibandingkan dengan perkiraan yang dibuat oleh manajer senior yang tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang pasar dan operasi sehari-hari. Motivasi yang lebih besar terjadi ketika individu berpartisipasi dalam menetapkan tujuan mereka sendiri dibandingkan ketika tujuan ditetapkan dari atas.

Seorang manajer yang tidak dapat mencapai anggaran yang ditetapkan dari atas selalu dapat mengatakan bahwa anggaran tersebut tidak realistis dan tidak dapat dicapai. Penganggaran partisipatif menghasilkan pertukaran informasi yang efisien selama perumusan dan pelaksanaan anggaran yang dekat dengan produk dan pasar.

Kelemahan Partisipasi Anggaran

Partisipasi palsu adalah partisipasi palsu dari manajer tingkat bawah dalam proses penganggaran, yang besarnya ditentukan oleh manajemen puncak. Manajemen puncak hanya memperoleh persetujuan formal atas anggaran dari manajer tingkat bawah daripada meminta masukan aktual, sehingga manfaat perilaku dari partisipasi tidak akan terwujud.

Siklus Penganggaran

  • Kinerja Manajerial
  • Kerangka Pikir
  • Hipotesis
  • Populasi dan Sampel

Menurut Mahoney dalam Suparwati (2005), kinerja manajemen mengacu pada persepsi kinerja individu anggota manajemen dalam kegiatan manajemen. Perencanaan adalah kemampuan untuk menentukan tujuan, kebijakan dan tindakan di bidang perencanaan kerja, penganggaran, prosedur perancangan dan pemrograman. Evaluasi adalah kemampuan untuk menilai kinerja yang diamati dan dilaporkan, menilai karyawan, melihat data hasil, meninjau laporan keuangan, dll.

Pengawasan adalah kemampuan mengarahkan bawahan, memimpin, mengembangkan bawahan dan hasil, serta memberikan tugas kerja dan menangani bawahan. Staffing adalah kemampuan untuk mempertahankan tenaga kerja, merekrut, mewawancarai, memilih karyawan baru dan memindahkan karyawan. Negosiasi adalah kemampuan untuk membeli, menjual atau membuat kontrak barang dan jasa, kontak dengan pemasok dan belanja.

Representasi adalah kemampuan untuk menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, mendekati masyarakat atau mempromosikan tujuan umum perusahaan. Mengenai partisipasi anggaran terhadap kinerja manajemen, Ghozali (2005) menunjukkan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajemen. Secara empiris pengaruh tersebut juga telah dibuktikan oleh Utama dan Rohman (2013), Savitri dkk (2015), Sukmantari dan Wirasedana (2015) serta Wulandari dan Riharjo (2016) menyatakan bahwa partisipasi dalam penyusunan anggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja para manajer. Hipotesis yang dapat diajukan dalam penelitian ini mengenai pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajemen adalah partisipasi anggaran diyakini mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja manajemen.

Data yang diperoleh berupa jawaban kuesioner yang dapat menggambarkan tingkat partisipasi anggaran dan kinerja manajerial responden.

Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Gambar 2.1 Kerangka Pikir

Studi Kepustakaan (Library Research)

Dokumentasi

  • Metode Analisis .1 Analisis Deskriptif .1 Analisis Deskriptif
    • Analisis Regresi Linier Sederhana
  • Definisi Operasional
  • Gambaran Perusahaan .1 Sejarah Perusahaan .1 Sejarah Perusahaan
    • Visi Misi Organisasi 1. Visi

Pada tanggal 8 Januari 1968, sesuai dengan surat keputusan pimpinan PT PLN di wilayah operasi yang mengacu pada surat edaran dari PT PLN Pusat. Pada tahun 1971, Daerah Tingkat II Sengkang yang kelistrikannya ditangani oleh PT MPS dialihkan kepada PT PLN Eksploitasi VI oleh pemerintah daerah setempat. 178/1971 tanggal 18 September 1971, pengelolaannya dialihkan kepada PLN Eksploitasi VI, sehingga sejak 18 September PT PLN.

Dengan kemajuan yang terlihat jelas, maka PT PLN (Persero) WIL VIII dapat dikatakan berkembang pesat di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai realisasi Surat Keputusan Direksi Perusahaan Listrik Negara, PT PLN (Persero) Wilayah VIII melakukan tinjauan lingkungan hidup sesuai dengan struktur organisasi dan tugas pokok perusahaan baru. PT PLN (Persero) Bagian Tata Usaha Sulawesi Selatan dan Tenggara yang bertugas mengelola dan bertanggung jawab atas pengelolaan informasi dan data perusahaan.

Dan Unit Bisnis PT PLN (Persero) yang bertugas mengendalikan dan mengawasi sistem interkoneksi, dibentuk berdasarkan surat keputusan direksi. Unit Usaha PT PLN (Persero) dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kepala Wilayah VIII PT PLN (Persero) dengan No. Melalui Surat Keputusan Kepala Wilayah VIII PT PLN (Persero), Unit Bisnis Sulawesi Selatan mengatur produksi dan distribusi secara rasional dan ekonomis.

322.K/010/DIR/2003 berubah nama menjadi PT PLN Sistem Pengelolaan Distribusi dan Beban Area (AP2B), Sulawesi Selatan.

Tabel 3.1  Indikator Variabel
Tabel 3.1 Indikator Variabel

Misi

  • Struktur Organisasi
  • Analisis Hasil Penelitian .1 Karakteristik Responden .1 Karakteristik Responden
    • Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 4.1
    • Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 4.2
    • Karakteristik Responden Berdasarkan Jabatan Pekerjaan Tabel 4.3
    • Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Tabel 4.4
    • Karakteristik Responden Berdasarkan Masa Kerja Tabel 4.5
  • Analisis Deskriptif Penelitian
    • Deskripsi Variabel Partisipasi Anggaran
    • Deskripsi Variabel Kinerja Manajerial
  • Analisis Regresi Linier Sederhana Tabel 4.8 Tabel 4.8
  • Uji Hipotesis
    • Uji Parsial (Uji T)

Karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, umur, jabatan, tingkat pendidikan tertinggi dan masa kerja. Tabel 4.1 menunjukkan bahwa dari 34 responden, 21 karyawan (61,8) didominasi oleh laki-laki, yaitu lebih banyak dari 13 responden perempuan (38,2%). Berdasarkan tabel 4.2 terlihat bahwa responden pada survei ini didominasi oleh kalangan muda pada rentang usia 20 hingga 29 tahun yaitu sebanyak 24 orang dengan pangsa sebesar 70,6% dari total jumlah responden.

UPT PLN (Persero) Makassar berjumlah 9 orang pegawai dengan sebutan PDKB (Bekerja dalam Kondisi Tegangan) dengan jumlah persentase sebesar 26,5%. Pegawai dengan jabatan seperti Keuangan dan Administrasi, Konstruksi dan Distribusi terdapat 8 orang dengan persentase 23,5%. Dari tabel 4.4 diketahui bahwa tingkat pendidikan pegawai mayoritas didominasi oleh lulusan sarjana sebanyak 24 orang dengan persentase 70,6% dari 34 responden.

UPT PLN (Persero) Makassar didominasi oleh 24 pegawai dengan pendidikan jenjang pertama (S1), dengan persentase sebesar 70,6%. Berdasarkan tabel 4.5 diatas terlihat bahwa responden yang paling dominan adalah pegawai dengan masa kerja 1-5 tahun dengan persentase 50,0% sebanyak 17 orang, sedangkan pegawai dengan masa kerja 5-10 tahun sebanyak 14 orang dengan persentase 50,0%. 41,2% dan 3 orang dengan masa kerja >10 tahun dengan persentase 8,8%. Berdasarkan tabel 4.6 terlihat bahwa partisipasi anggaran pada UPT PT PLN (Persero) Makassar menunjukkan mayoritas responden memberikan tanggapan suara (skor 3) terhadap enam pertanyaan pada variabel partisipasi anggaran sebesar 49,9% dan tanggapan sangat setuju (skor 4 ) ) sebesar 9,4 % (total 59,3%).

Berdasarkan Tabel 4.7 terlihat mayoritas responden setuju dengan jawaban (skor 3) terhadap sembilan pertanyaan variabel kinerja manajemen sebesar 50,9%, dan jawaban sangat setuju (skor 4) sebesar 13,7%.

Pengaruh Variabel Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan hasil pengujian SPSS terlihat dari signifikasi partisipasi

  • Uji Simultan (Uji F)
  • Pembahasan
    • Pengaruh Variabel Patisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial
  • Saran

Pengaruh variabel partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial Berdasarkan hasil uji SPSS dapat diketahui pentingnya partisipasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajemen UPT PT PLN (Persero) Makassar. Dalam hal ini menurut Penelitian Savitri (2015), Sukmantari dan Wirasedana (2015), Wulandari (2016) menemukan bahwa partisipasi anggaran berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja manajerial.

Ada pula tiga indikator yang tidak meningkatkan kinerja manajemen, yaitu keterlibatan dalam penyusunan anggaran akhir, kontribusi dalam penyusunan anggaran, permintaan proposal, dan pendapat dalam penyusunan anggaran. Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajemen Pegawai Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah: Komitmen Organisasi dan Persepsi Inovasi Sebagai Variabel Interverting. Nurcahyani, Kunwaviyah and Syarifuddin, Muchammad (2010) Pengaruh penganggaran terhadap kinerja manajerial melalui komitmen organisasi dan persepsi inovasi sebagai variabel intervening.

Pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial dengan kepuasan kerja dan pengetahuan manajemen biaya sebagai variabel moderasi. Pengaruh partisipasi anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial: Komitmen organisasi dan persepsi inovasi sebagai variabel intervening.

Pengaruh penganggaran partisipatif terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi dan gaya kepemimpinan sebagai variabel moderasi.

Profil Responden

Petunjuk Pengisian Kuesioner

  • Partisipasi Anggaran (X)
  • Kinerja Manajerial (Y)

Kinerja manajerial merupakan hasil usaha yang dilakukan manajer dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dalam organisasi. Saya berperan dalam menetapkan tujuan, kebijakan, merencanakan kegiatan seperti perencanaan kerja, penyusunan anggaran dan penyusunan program. Saya berperan dalam mengevaluasi dan mengevaluasi rencana kerja, laporan kinerja dan pengamatan pekerjaan di unit/sub unit saya.

Saya berperan dalam mengarahkan, memimpin dan mengembangkan bawahan di unit/sub unit saya. Saya membuat kontrak dengan pihak eksternal untuk barang atau jasa yang dibutuhkan di unit/subunit saya.

Gambar

Gambar 2.1  Kerangka Pikir
Tabel 3.1  Indikator Variabel

Referensi

Dokumen terkait

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Hanifatuz Zahro, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Kinerja Manajerial dengan Persepsi

PERNYATAAN KEORSINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Adrini Puspita Sari Nim : 4518011009 Jurusan : Ekonomi Pembangunan Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Judul

PERNYATAAN KEORISINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Fatmawaty Limbong Nim : 4514013014 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Judul : Pengaruh

iii PERNYATAAN KEORISINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Sumelsi Nadaruddin Nim : 4516012071 Jurusan : Manajemen Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Judul :

PERNYATAAN KEORISINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Ana Fadila Kharie Nim : 4514013078 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi Judul : Analisis

iii PERNYATAAN KEORSINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Selby Intan Widiany Nim : 4516013055 Jurusan : Akuntansi Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Judul :

PERNYATAAN KEORISINILAN SKRIPSI Saya yang bertanda tangan dibawah ini : Nama : Ni Wayan Muriati Nim : 4517012039 Jurusan : Manajemen Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Judul : Pengaruh

i PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI Mahasiswa yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : Fitriani NIM : 90400115095 Tempat/Tgl Lahir : Enrekang, 25 Februari 1995 Jurusan/Prodi : Akuntansi