PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) MATEMATIKA BERBASIS PEMECAHAN MASALAH MATERI LINGKARAN SISWA
KELAS VIII SMP ADABIAH PADANG Oleh:
Nurazizah*), Zulfitri Aima**), Siskha Handayani**)
*)Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
**)Staf Pengajar Program Studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRACT
The background of this research was the availability of teaching materials in SMP Adabiah Padang. In the process of learning mathematics teachers and students only use textbooks , but students find it is difficult to understand the content of the textbooks. Thus, they always expect an explanation from the teacher to understand the material and they were only able to solve problems as described by teachers before. The purpose of this study is to generate the Student Worksheet of mathematic (LKS) on the circles material that valid and practical. The kind of this research is a research and development (Research and Development / R & D) that used the 4D model. The 4D model consists some they are stages define, design, development and disseminate. The subjects of this research were students of class IX SMP Adabiah Padang academic year 2016/2017. The instrument used in this study was the validation sheet, questionnaire and interview guides. Based on the results of the validation sheet analysis has been done by three validators with some revisions and corrections subsequently it was obtained an average assessment of the validator which given of 3.16 with a valid category. While the practicalities testing to the teachers acquired practical value at 79.2% and to six students at 84.7% with a very practical criteria. So it can be concluded that the math worksheets based problem solving is valid and practical.
Keywords : Worksheet, Problem Solving, Circles.
PENDAHULUAN
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang berperan penting dalam dunia pendidikan dan diterapkan disetiap jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar sampai pada perguruan tinggi.
Salah satu tujuan pembelajaran matematika yang diharapkan adalah kemampuan pemecahan masalah.
Agar kemapuan pemecahan masalah tersebut tercapai maka guru dapat merancang bahan pengajaran yang mampu medorong kemampuan pemecahan masalah tersebut.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di SMP Adabiah pada tanggal 22-25 Januari 2016 pada proses pembelajaran matematika guru hanya menggunakan bahan ajar
berupa buku teks saja. Pada proses pembelajaran matematika mereka selalu mengharapkan penjelelasan dari guru saja. Dengan arti kata kemandirian untuk belajar sendiri sangat kurang sehingga mereka hanya mampu memecahkan soal-soal seperti yang dijelaskan oleh guru saja.
Apabila soal dirubah bentuknya maka siswa merasa kesulitan dalam memecahnkannya. Seharusnya pada latihan diberikan persoalan yang berbeda guna memperoleh
pengalaman menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki untuk diterapkan dalam pemecahan masalah yang bersifat tidak rutin. Salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa adalah lingkaran. Agar mereka paham terhadap materi tersebut mereka selalu mengharapkan penjelasan dari guru. dalam memahami materi sangat kurang.
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka diperlukan suatu bahan ajar yang dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar sendiri.
Melalui bahan ajar ini guru dapat mengupayakan untuk melibatkan
sebanyak mungkin karakteristik peserta didik sehingga bahan ajar dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang ada.
Kemandirian siswa dapat diatasi dengan pengembangan LKS berbasis pemecahan masalah sehingga materi dengan mudah dipahami oleh siswa secara mandiri. LKS yang dikembangkan terdapat materi serta pertanyaan–pertanyaan dan pembelajaran yang diawali dengan penyajian masalah kemudian siswa dapat menyelesesaikan masalah yang diberikan serta prinsip matematika yang dapat membimbing siswa, sehingga LKS yang diberikan bisa mengarahkan siswa untuk dapat menyelesaikan masalah matematika.
Berdasarkan uraian di atas rumusan masalah dari penelitian ini adalah Bagaimana pengembangan LKS matematika berbasis pemecahan masalah yang valid dan praktis pada materi lingkaran untuk siswa kelas VIII SMP Adabiah Padang, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS matematika berbasis pemecahan masalah yang valid dan praktis pada materi
lingkaran bagi siswa kelas VIII SMP Adabiah Padang.
Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan oleh Rahma Utami dimana pada penelitian tersebut menghasilkan LKS matematika berbasis pemecahan masalah materi luas segitiga dan segiempat yang valid dan praktis.
Menurut Majid (2008 :173) bahan ajar merupakan informasi, alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan implementasi pembelajaran. Menurut Hamdani (2011: 84) metode pemecahan masalah (problem solving) merupakan metode dalam kegiatan pembelajaran dengan jalan melatih siswa menghadapi berbagai masalah, baik masalah pribadi maupun masalah kelompok untuk dipecahkan sendiri atau secara bersama-sama. LKS yang dibuat mengandung unsur-unsur dari pemecahan masalah yang dikemukan oleh polya dalam Suherman (2003:91) yaitu memahami masalah,
merencanakan masalah,
menyelesaikan masalah sesuai dengan rencana dan melakukan pengecekan
kembali terhadap semua langkah yang telah dikerjakan.
LKS berbasis pemecahan masalah adalah suatu LKS yang berlandaskan pada masalah yang mana dapat membuat siswa terlatih dalam menghadapi permasalahan yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Sugiyono (2012:427) mengemukakan ”Penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti sehingga menghasilkan produk baru, dan selanjutnya menguji keefektifan produk tersebut”. Produk yang dihasilkan dalm peneltian ini adalah lembar kerja siswa (LKS) matematika berbasis pemecahan masalah materi lingkaran siswa kelas VIII SMP Adabiah Padang.
Model pengembangan yang digunakan adalah model 4-D seperti yang dikemukekan oleh Trianto (2011:177), model 4-D terdiri dari 4 tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (desseminate). Pada penelitian ini
tahap penelitian terbatas sampai tahap develop saja yaitu sampai tahap praktikalitas.
Pada tahap define yang dilakukan adalah analisis ujung depan, nalisis siswa, analisis tugas dan analisis konsep. Kedua yaitu tahap design.
Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah merancang produk LKS matematika berbasis pemecahan masalah. Selanjutnya kegiatan yang dilakukan pada tahap develop adalah validasi produk oleh validator dan praktikalitas. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi, angket dan pedoman wawancara.
Angket dan pedoman wawancara digunakan untuk melakukan praktikalitas produk. Praktikalitas produk bertujuan untuk melihat keterpakaian produk yang telah disusun, dengan melakukan uji-coba produk secara terbatas pada enam orang siswa dan dan satu orang guru Matematika SMP Adabiah Padang.
HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan model yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model 4D, yang terdiri dari tahap define, design, development, dan disseminate. Pada tahap define kegiatan yang dilakukan
yaitu analisis ujung depan, analisis siswa, analisis tugas dan analisis konsep. Hasil dari analisis ujung depan diperoleh melalui hasil observasi , wawancara terhadap guru dan siswa. Berdasarkan analisis tersebut hasil yang diperoleh yaitu pada proses pembelajaran matematika guru dan siswa hanya mengunakan buku teks saja. Siswa banyak bergantung pada penjelasan dari guru saja, dengan arti kata kemandirian siswa untuk memahami materi sangat kurang. Siswa juga hanya mampu menyelesaikan soal yang biasa saja.
Kemudian dilakukan analisis siswa yang berguna untuk menentukan tingkat kesukaran soal dan bahasa yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis siswa, siswa SMP kelas VIII memiliki usia yang berkisar antara 12-14 tahun. Pada usia ini biasanya seseorang sudah mampu berpikir abstrak dan tidak dibatasi dengan peristiwa nyata saja. Penelitian Piaget menyatakan bahwa pada rentang usia ini pengembangan kognitif siswa sudah berada pada tahap operasi formal dan penalaran (Suherman, 2003: 37). Setelah itu, analisis yang dilaukan analisis tugas, kegiatan yang
dilakukan yaitu menganalisis silabus.
Hasil dari analaisis silabus bahwa materi lingkaran ini terdiri dari lima Kompetensi Dasar dan yang dikembangkan hanya tiga kompetensi dasar dan mengacu pada kurikulum KTSP. Kemudian, pada analisis konsep yang dilakukan adalah analisis buku teks. Proses analisis ini juga digunakan untuk melihat struktur isi dari buku teks pelajaran, yang digunakan sebagai acuan penyusunan konsep materi dan latihan pada LKS.
Setelah tahap define, yang dilakukan selanjuntnya yaitu tadap design dengan merancang LKS matematika berbasis pemecahan masalah yang terdiri dari 3 kegiatan belajar. Setelah itu tahap development, pada tahap ini LKS yang sudah dirancang dikonsultasikan dengan 3 orang validator yaitu dosen, guru matematika dan guru bahasa Indonesia. Setelah LKS valid, maka diujicobakan kepada guru dan enam orang siswa.
Hasil rata-rata penilaian dari validator dapat diihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Validasi LKS Berbasis Pemecahan Masalah
N o
Aspek Penilaian
Rata-rata penilaian validator
Katego ri
1 Materi 3,50 Sangat
valid 2 Penyajian 3,09 valid 3 Bahasa
yang digunakan
3,08 valid
Rata-rata total validasi
3,16 valid Berdasarkan Tabel 1 diperoleh bahwa LKS matematika berbasis pemecahan masalah yang valid dengan rata-rata validasi sebesar 3,16. Sedangkan uji kepraktisan untuk guru terlihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Hasil Praktikalitas LKS Berbasis Pemecahan Masalah oleh Guru
Aspek
penilaian Persentase Kategori Kemudahan
Penggunaan
85% Sangat
praktis Waktu yang
diperlukan
87,5% Sangat praktis Mudah
Diinterpresen tasikan
75% Praktis
Memiliki ekivalensi yang sama dengan bahan ajar lain
83,3% Sangat praktis
Rata-rata 82,7% Sangat praktis
Sedangkan hasil angket paraktikalitias oleh 6 orang siswa terlihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Praktikalitas LKS Berbasis Pemecahan Masalah oleh Siswa
Aspek penilaian
Persent ase
Kategori
Kemudahan Penggunaan
77,5% Sangat praktis Waktu yang
diperlukan
79,2% Sangat praktis Mudah
Diinterpresen tasikan
83,3% Sangat praktis
Memiliki ekivalensi yang sama dengan bahan ajar lain
79,2% Sangat praktis
Rata-rata 79,8% Sangat praktis Berdasarkan Tabel 2 dan Tabel 3 diperoleh bahwa LKS matematika berbasis pemecahan masalah sangat paraktis.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa LKS matematika berbasis pemecahan masalah materi lingkaran siswa kelas VIII SMP Adabiah Padang sudah valid dan praktis. LKS matematika berbasis pemecahan masalah valid dari segi materi, penyajian dan bahasa yang
digunakan, sedangkan dari segi kepraktisan LKS praktis dari segi kemudahan dalam penggunaan LKS,
kemudahan untuk
diinterpresentasikan dan LKS memiliki ekivalensi yang sama dengan bahan ajar lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Hamdani. 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran-
Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung:
Remeja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung : Alfa Beta.
Suherman, Herman. 2003. Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.
Trianto. 2008. Mendesain Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching an Learning ) di Kelas. Jakarta : Cerdas Pustaka Pubhlisher.
Utami, Rahma. 2015. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pemecahan Masalah Materi Luas dan Keliling Segiempat dan Segitiga. Padang : STKIP PGRI SUMBAR.