PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA MENGHAFAL AL-QUR’AN
DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 (MIN 1) KOTA TANGERANG SELATAN Skripsi Diajukan
Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd.)
Oleh:
Tamara Shopia NIM. 14311434
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR'AN (IIQ) JAKARTA 2018 M/ 1439 H
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan” oleh Tamara Shoppia dengan NIM: 14311434 telah diajukan pada siding Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2018.
Skripsi telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd).
Jakarta, 17 September 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah
Dra. Hj. U mi Khusnul Khatimah, M. Ag Sidang Munaqasyah
Ketua Sidang Sekretaris Sidang,
Dr. Hj. Umi Khusnul Khatimah, M. Ag Wasmini Penguji I Penguji II,
Dr. Hj. Umi Khusnul Khatimah, M. Ag Sri Tuti Rahmawati, MA Pembimbing
Siti Shoppiyah, MA
Motivasi Secara Umum
1. Pengertian Motivasi Secara Bahasa dan Istilah
Motivasi merupakan modal awal atau dasar dalam suatu keberhasilan maupun kegagalan seseorang, karena memliki motivasi dan keinginan yang kuat untuk belajar dan menghafal merupakan permasalahan yang paling kritis yang dialami oleh peserta didik, sehingga banyak dari para ahli yang mengemukakan pengertian dari motivasi, beberapa ahli memiliki sudut pandang atau pendapat mereka masing-masing. Kata motivasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan tindakan dan tujuan tertentu.1
Sebuah pendapat dari Hamzah B. Uno mengatakan motivasi berasal dari kata
“motif” yang dapat diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang (individu), yang menyebabkan individu tersebut bertindak atau berbuat.2 Sedangkan menurut istilah, definisi motivasi menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut:
1) Richard I Arrends
Motivasi adalah proses yang menstimulasi perilaku atau menggerakkan seseorang untuk bertindak.3
2) Ngalim Purwanto MP
Motivasi yaitu suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai suatu hasil tujuan tertentu.4
3) Mc. Donald
“Motivation is an energy change thin the person characterized by effective arousal an anticipatory goal reaction”5
4) Dr. Wayan Ardhan
Motivasi dapat dipandang sebagai suatu istilah umum yang menunjukkan kepada pengaturan tingkah laku individu dimana kebutuhan-kebutuhan atau dorongan-
1 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB), tahun anggaran, 1994/1995, hlm. 666
2 Hamzah B. Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan, hlm. 3
3 Riccard I Arrends, Learning to Teach: Belajar Untuk Mengajar, jilid 1, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm. 142
4 M. Ngalim Puranto, M. P., Psikologi Pendidikan, (Bandung, Rosda Karya, 2000), hlm. 73
5 Frederick J. Mc. Donald, Education of Psychology, (USA: Wort Publishing, 1957), hlm. 77
dorongan dari dalam dan insentif dari lingkungan mendorong individu unuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya atau untuk berusaha menuju tercapainya tujuan yang diharapkan.6
Meskipun para ahli memberikan beberapa definisi yang berbeda mengenai motivasi, namun sejatinya maksud dan tujuannya tetap sama. Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan motivasi ialah keseluruhan daya atau kekuatan (power) penggerak yang terdapat dalam diri seseorang yang mampu mendorong dan mengarahkan, serta menimbulkan rangsangan untuk melakukan tindakan atau perilaku demi mewujudkan atau mencapai tujuan yang diinginkan. Mengapa motivasi dikatakan seuatu hal yang paling mendasar dalam melakukan suatu pekerjaan atau dalam pembelajaran.
Pertama motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi pada setiap individu atau manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan energi di dalam sistem “neurophysioligical” yang ada pada organisme manusia karena menyangkut perubahan energi manusia (walaupun motivasi itu muncul dari dalam diri manusia), penampakkannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
Kedua motivasi ditandai dengan munculnya rasa “feeling”, afeksi seseorang.
Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Ketiga, motivasi akan dirangsang karena adanya tujuan. Maksudnya adalah motivasi sebenarnya merupakan respons dari suatu aksi yaitu tujuan. Pada dasarnya motivasi munculnya dari dalam diri manusia, akan tetapi kemunculan motivasi tersebut karena adanya suatu rangsangan dari unsur lain dalam hal ini adalah tujuan. Tujuan ini akan menyangkut soal kebutuhan.7
Dalam proses belajar terlebih lagi dalam menghafal Al-Qur’an motivasi amat sangat diperlukan untuk terus meningkatkan semangat juang, sebab apabila seseorang tidak memiliki motivasi dalam dirinya maka akan sulit atau bahkan mustahil dapat melakukan aktifitas menghafal Al-Qur’an dan secara otomatis akan mempengaruhi proses berlangsung dalam menghafal tersebut.
6Wayan Ardhana, Pokok-pokok Jiwa Umum. (Surabaya; Usaha Nasional. 1985) hlm, 165
7 Sardiman, A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta:PT Raja Grafindo Persada, 2010), h.
73-74.
2. Macam-macam Motivasi
Dalam buku Psikologi Islam Dengan Pendekatan Yang Baru, Muhibbin Syah berpendapat bahwa motivasi belajar terbagi menjadi dua macam yaitu:
a. Motivasi intrinsik Adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar.Termasuk dalam motivasi intrinsik siswa adalah menyenangi manteri dan kebutuhanya terhadap materi tersebut.
b. Motivasi ekstrinsik Adalah hal dan kedaan yang datang dari luar individu siswa yang juga mendorongnya untuk melakukan kegiatan belajar. Pujian dan hadiah, peraturan atau tata tertib sekolah, suri tauladan guru, orang tua, merupakan contoh konkret motivasi yang dapat mendorong siswa untuk belajar.8
Sedangkan menurut Suryadi Suryabrata dalam Psikologi Pendidikan motivasi ekstrinsik adalah dorongan untuk mencapai tujuan-tujuan yang terletak diluar pebuatan belajar. Adapula Tabrani Rusyan yang mengatakan bahwa motivasi intrinsik adalah dorongan untuk mencapai tujuan-tujuan yang terletak didalam perbuatan belajar.9 Motivasi ektrinsik terbagi kembali dalam beberapa penjelasan, diantaranya:
8 Muhibbin Syah, Psikologi Islam Dengan Pendekatan Yang Baru, hlm. 136-137
9 Tabrani, Rusyan, dkk, Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. (Bandung; CV. Remaja Rosdakarya, 1989), Hlm, 120
BAB I PENDHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal mutlak bagi kehidupan manusia yang harus harus dipenuhi sepanjang hayat. Hasan Langgulung mengatakan, bahwa “Pendidikan Islam adalah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peran, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat. Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah ke dunia yang harus diyakini oleh setiap orang mukmin, Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dan terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6000 lebih ayat. Di antara kemurahan Allah Swt terhadap manusia bahwa Dia tidak saja memberikan sifat bersih yang dapat membimbing dan memberi petujuk kepada mereka ke arah kebaikan.
Dalam proses menghafal Al-Qur'an, dibutuhkan niat yang lurus dan ikhlas, konsentrasi penuh, harus gigih memanfaatkan waktu senggang, bersemangat tinggi, mengurangi kesibukan yang tidak ada gunanya, serta harus istiqomah dan disiplin, siswa di usia mereka memasuki masa remaja. Pada masa ini resiko dalam menghafal yang muncul lebih banyak karena adanya pengaruh eksternal dari lingkungan dan teman-teman, maka dari itu motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting. Motivasi ini sebenarnya banyak dipergunakan dalam berbagai bidang dan situasi, tapi dalam uraian
ini diarahkan pada bidang Pendidikan., khususnya bidang proses belajar mengajar. Menurut Crider, motivasi adalah “sebagai hasrat, keinginan dan minat yang timbul dari seseorang dan langsung ditunjukkan pada satu objek”. Sedangkan menurut S. Nasution, M.A.
motivasi murid adalah “menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat dilakukannya”.
Beberapa eksperimen membuktikan adanya peranan maotivasi 9dorongan) yang sangat besar untuk membangkitkan aktivitas dan gairah belajar. Richard A. Fear mengemukakan, motivasi yang dimiliki seseorang akan menentukan keberhasilan suatu pekerjaan sekalipun tersebut ditunjuk oleh pembawaan, bakat dan keterampilan, adapula penjelasan lai tentang motivasi yang dikemukakan oleh W.H.
Burton dalam buku “The guidance of learning activity” membedakan motivasi ke dalam 2 jenis yaitu: (1) Instrinsic motivation dan (2) Ekstrinsic motivation. Yang dimaksdu Instrinsic motivation adalah suatu cita-cita atau daya yang telah ada dalam diri individu yang mendorong seseorang untuk berbuat dan melakukan sesuatu, sedangkan Ekstrinsic motivation adalah segala sesuatu yang dating adri luar yang menjadi cemeti bagi murid-murid untuk berbuat lebih giat. maka dari itu dengan adanya motivasi dalam diri, proses menghafal akan lebih maksimal.
Dengan adanya motivasi dan pengawasan dari guru serta orang tua maka siswa akan merasa lebih yakin dan semangat dalam proses menghafal. Pada zaman sekarang ini masih banyak siswa sesuai tahap perkembangannya yang lebih suka bermain dari pada belajar karena pada dasarnya bermain adalah salah satu bentuk aktivitas yang dominan pada awal masa kanak-kanak, karena meraka
lebih banyak menghabiskan waktunya diluar rumah bermain dengan teman-temannya dibandingkan terlibat dengan akitivitas lain. Peran guru sangat penting dalam membimbing peserta didik, guru yang memiliki karakteristik pembimbing walau masih tahap awal mampu menunjukkan interaksi yang dinamis antar guru dan peserta didik dalam praktek belajar belajar mengajar yang bernuansa bimbingan, mereka juga memiliki kemampuan untuk membimbing peserta didik yang bermasalah. Mislanya masalah dalam belajar, penyesuaian diri, masalah akibat keluarga yang tidak sehat, pengaruh TV, internet dan lain-lain.
Dalam hal ini memberikan motivasi kepada siswa dapat mengembalikan semangat menghafal adalah suatu kewajiban.
Semakin tinggi motivasi yang diberikan kepada siswa dapat dilihat dari aktivitas yang menunjang dalam menghafal Al-Qur’an. Semakin tinggi taraf motivasi akan semakin mempermudah dalam mencapai sebuah keberhasilan menghafal Al-Qur’an. Keutamaan menghafal Al-Qur’an telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam firmannya:
َة َلََّصلا ِمِقَأَو ِباَتِكْلا َنِم َكْيَلِإ َيِحوُأ اَم ُلْتا ٰىَهْ نَ ت َة َلََّصلا َّنِإ ۖ
ِرَكْنُمْلاَو ِءاَشْحَفْلا ِنَع َلَو ۖ
ُرَ بْكَأ ِهَّللا ُرْكِذ اَم ُمَلْعَ ي ُهَّللاَو ۖ
َنوُعَ نْصَت
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan
sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S: Al-: 45)
Dahulu Madrasah Ibtidiyah 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1) adalah sebuah Yayasan yang begerak di bidang Pendidikan dengan nama Al-Maghfiroh. Berdiri pada tahun 1983, kemudianpada tahu 1991 sebagian tanah Yayasan dihibahkan kepada negara untuk dibangun madrasah yang berdiri sampai saat ini. Dengan pimpinan pada saat itu Drs. Muhady yang kemudian berganti pada tahun 2007 oleh Dra. Hj. Rohmah Sarmala, dan seiring dengan berakhirnya masa pimpinan pada saat itu maka pada tahun 2009 digantikan kembali oleh Dra. Inti Farhati kemudian dikepala sekolahi oleh Dra. Hj. Ratu Rohimah hingga saat ini. Adapun Visi dan Misi yang dimiliki oleh Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1) adalah terwujudnya manusia yang cerdas, berwawaasan luas, memiliki keterampilan mandiri dan berakhlak mulia, meningkatkan daya saing lulusan, serta kualitas Pendidikan dengan mengacu pada standar pendidikan nasional jua meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya melalui pelatihan-pelatihan. Salah satu misi penting yang dimiliki oleh sekolah ini adalah menanamkan nila-nilai akidah, Syariah dan akhlakul karimah sebagai basis bagi kehidupan segenap kehidupan dengan mengembangkan program Tahfidz, Tartil serta Tahsin Al-Qur’an serta praktek ibadah lainnya. Itulah mengapa sekolah ini menjadi salah satu sekolah terbaik.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1) menjadikan Tahfidz Al-Qur’an sebagai program unggulan
sekaligus syarat kelulusan bagi para siswa-siswi di sekolah tersebut.
Karena SD tersebut merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang berwawasan Islami, yang mana semua siswa diharapkan dapat menghafal Al-Qur’an minimal juz 30, namun ada juga yang dapat menghafal lebih dari juz 30. Program Tahfidz tersebut diwajibkan untuk seluruh siswa namun mulai dari kelas IV sampai dengan kelas VI, adapun dari kelas 1 sampai dengan kelas 3 belum diwajibkan karena masih dalam tahap membetulkan bacaan Al-Qura’an. Waktu setoran di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang selatan (MIN 1) di laksanakan setelah sholat dhuha yaitu pada pukul 08.00 sampai pukul 09.00. Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, setiap siswa bergegas memasuki kelas dan memulai kelas Tahfidz dengan membaca bersama-sama beberapa surat pendek yang telah dihafalkan sebelumnya, diawasi oleh guru pai yang ada di kelas tersebut.
Tahfidz Al-Qur’an di Madarasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1) ini masih menggunakan metode sorogan, tiap-tiap murid yang sudah lancar dan baik hafalannya maju kehadapan guru pai untuk menyetorkan hafalan mereka masing-masing, namun tidak semua dari mereka langsung maju untuk menghafalkan surat-surat Al-Qur’an tersebut, pada kenyatannya pencapaian hafalan masing- masing siswa berbeda, ada yang dari mereka malah mengobrol, bercanda dan melamun adapula yang malas dan tak ingin untuk menghafalkan surat-surat Al-Qur’an tersebut, beberapa dari mereka ada yang bahkan tidak memiliki antusias dalam melaksanakan program tahfidz di sekolah ini. Meskipun misi yang dimiliki sekolah ini salah satunya adalah Tahfidz Al-Qur’an namun ada beberapa masalah di dalam pelaksanaan program tersebut, diantaranya kurangnya jumlah guru pai tak sebanding dengan banyaknya jumlah
murid, kurangnya fokus guru akibat siswa yang berlarian didalam kelas, dan kurangnya motivasi juga disiplin yang diberikan pada siswa sehingga siswa merasa hanya yang memiliki kemampuan menghafallah yang bisa melaksanakan program Tahfidz ini. Untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dibutuhkan peran seorang guru atau pembimbing yang mampu memberikan dorongan serta perhatian sehingga anak didik dapat merasakan adanya keterhubungan sacara aman dengan guru, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an. Guru memiliki tugas besar dalam meningkatkan motivasi kepada anak didik, tidak hanya dalam memberikan motivasi tetapi kasih saying dan memberikan contoh yang baik bagi peserta didik. Adapun sebagai guru Pendidikan Agama Islam harus memberikan dorongan motivasi dalam kedisiplinan menghafal Al-Qur’an ataupun motivasi dalam pencapaian target.
Dalam hal ini peeliti sangat bersemangat membicarakan Al- Qur’an dari segi Tahfidznya, bahwasannya inilah yang menjadi ketertarikan peneliti untuk menggali lebih dalam informasi tentang
“Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan”.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan, masalah yang akan diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Mengapa guru PAI harus meningkatkan memotivasi siswa kelas VI dalam menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan?
2. Bagaimana upaya guru PAI dalam meningkatkan motivasi terhadap siswa kelas VI dalam hal menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan?
3. Apa sajakah faktor penghambat dan pendukung dalam proses menghafal Al-Qur’ansiswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan?
4. Bagaimanakah situasi menghafal Al-Qur’an kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan?
5. Bagaimana hasil motivasi Tahfidz Al-Qur’an kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan?
C. Pembatasan Masalah
Beberapa faktor yang terlihat dari pemaparan latar belakang dan identifikasi masalah, menunjukkan masalah-masalah yang ada kaitannya dengan topik penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti ingin membatasi beberapa masalah yang akan dikaji yaitu:
1. Pentingnya menanamkan motivasi dari guru PAI terhadap siswa dalam proses menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
2. Upaya guru PAI untuk memotivasi siswa dalam proses menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
3. Faktor penghambat dan pendukung guru PAI dalam menanamkan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap siswa di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
D. Perumusan Masalah
Dari pembatasan masalah yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamlam motivasi
mengafal Al-Qur’an terhadap siswa di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan penelitian yaitu:
a) Untuk mengetahui peran guru Pendidikan Agama Isalm (PAI) dalam menanamkan motivasi siswa dalam menghafal Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
b) Untuk mengetahui pentingnya motivasi yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap siswa dalam menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini, peneliti mengelompokkan dalam dua manfaat yakni secara teoritis dan praktis.
a) Manfaat penelitian secara teoritis
Manfaat penelitian secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah informasi dan pengembangan ilmu khususnya dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an. Diharapkan juga dapat menambah wawasan serta semangat dalam mempelajari serta menghafal Al-Qur’an dengan baik b) Manfaat penelitian secara praktis.
Manfaat penelitian secara praktis yaitu diharapkan:
1) Dapat memberikan gambaran tentang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam
menanamkan motivasi dalam menghafal Al- Qur’an untuk siswa di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan.
2) Dapat memberikan manfaat bagi pengembang sistem Pendidikan serta penerapan motivasi sehingga dapat mengatasi beberapa hal kurang baik yang terjadi di sekolah.
F. Tinjauan Pustaka
Berbagai hasil penelitian kajian pustaka yang telah peneliti baca dari berbagai skripsi terdapat keterkaitan dengan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menerapkan motivasi menghafal terhadap siswa di sekolah, peneliti menemukan beberapa skripsi antara lain:
1.
.
BAB I PENDHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan hal mutlak bagi kehidupan manusia yang harus harus dipenuhi sepanjang hayat. Pendidikan dapat diartikan sebagai proses dengan menggunakan metode tertentu sehingga seseorang mendapatkan pengetahuan, pemahaman, dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan kebutuhan manusia1. Hasan Langgulung mengatakan bahwa “Pendidikan Islam adalah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peran, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat2. Al- Qur’an adalah kitab yang diturunkan Allah ke dunia yang harus diyakini oleh setiap orang mukmin.
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang diyakini sebagai wahyu dari Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril sebagai petunjuk umat manusia. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab dan terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6000 lebih ayat.
Di antara kemurahan Allah SWT terhadap manusia bahwa Dia tidak saja memberikan sifat bersih yang dapat membimbing dan memberi petujuk kepada mereka ke arah kebaikan. Dalam proses menghafal Al-Qur'an, dibutuhkan niat yang lurus dan ikhlas, konsentrasi penuh, harus gigih memanfaatkan waktu senggang, bersemangat tinggi, mengurangi kesibukan yang tidak ada gunanya,
1 Muhibbin Syah, Psikologi Islam Dengan Pendekatan Yang Baru, (Bandung: Rosda karya, 2005), hlm. 10
2Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta Pusat: Kalam Mulia, 2015), hlm. 36
serta harus istiqomah dan disiplin. Siswa ketika usia mereka memasuki masa remaja, memiliki resiko dalam menghafal yang muncul lebih banyak karena adanya pengaruh eksternal dari lingkungan dan teman- teman. Maka dari itu motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang sangat penting.
Motivasi ini sebenarnya banyak dipergunakan dalam berbagai bidang dan situasi, dalam uraian ini diarahkan pada bidang Pendidikan., khususnya bidang proses belajar mengajar. Menurut Crider, motivasi adalah “sebagai hasrat, keinginan dan minat yang timbul dari seseorang dan langsung ditunjukkan pada satu objek”. Sedangkan menurut pendapat S. Nasution, M.A. motivasi murid adalah
“menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga anak itu mau melakukan apa yang dapat dilakukannya”.
Beberapa eksperimen membuktikan adanya peranan motivasi (dorongan) yang sangat besar untuk membangkitkan aktivitas dan gairah belajar. Richard A. Fear mengemukakan, motivasi yang dimiliki seseorang akan menentukan keberhasilan suatu pekerjaan sekalipun tersebut ditunjuk oleh pembawaan, bakat dan keterampilan.
Ada pula penjelasan lain tentang motivasi yang dikemukakan oleh W.H. Burton dalam buku “The guidance of learning activity”
membedakan motivasi ke dalam 2 jenis yaitu: (1) Instrinsic motivation dan (2) Ekstrinsic motivation. Yang dimaksud Instrinsic motivation adalah suatu cita-cita atau daya yang telah ada dalam diri individu yang mendorong seseorang untuk berbuat dan melakukan sesuatu, sedangkan Ekstrinsic motivation adalah segala sesuatu yang datang dari luar yang menjadi penyemangat bagi murid-murid untuk berbuat
lebih giat3. maka dari itu dengan adanya motivasi dalam diri, proses menghafal akan lebih maksimal.
Dengan adanya motivasi dan pengawasan dari guru serta orang tua maka siswa akan merasa lebih yakin dan semangat dalam proses menghafal. Pada zaman sekarang ini masih banyak siswa sesuai tahap perkembangannya yang lebih suka bermain dari pada belajar, karena pada dasarnya bermain adalah salah satu bentuk aktivitas yang dominan pada awal masa kanak-kanak. Mereka lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah bermain dengan teman- temannya dibandingkan terlibat dengan akitivitas lain. Menurut Hasbullah orang tua adalah orang yang pertama dan paling utama yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup dan Pendidikan, sebagai orang tua harus dapat mendukung terhadap sesuatu yang dilakukan oleh siswa serta memberikan Pendidikan informal guna membantu pertumbuhan siswa tersebut serta mengikuti atau melanjutkan Pendidikan formal di sekolah4.
Peran guru sangat penting dalam membimbing peserta didik.
Guru yang memiliki karakteristik pembimbing, walau masih tahap awal mampu menunjukkan interaksi yang dinamis antar guru dan peserta didik dalam praktek belajar mengajar yang bernuansa bimbingan. Mereka juga memiliki kemampuan untuk membimbing peserta didik yang bermasalah. Mislanya masalah dalam belajar, penyesuaian diri, masalah akibat keluarga yang tidak sehat, pengaruh TV, internet dan lain-lain.
3 Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Asas-Asas Mengajar, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), hlm. 34
4 Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2001), hlm. 19
Memberikan motivasi kepada siswa sehingga dapat mengembalikan semangat menghafal adalah suatu kewajiban. Bagi seorang guru, semakin tinggi motivasi yang diberikan kepada siswa dapat dilihat dari aktivitas yang menunjang dalam menghafal Al- Qur’an. Semakin tinggi taraf motivasi akan semakin mempermudah dalam mencapai sebuah keberhasilan menghafal Al-Qur’an.
Keutamaan menghafal Al-Qur’an telah ditegaskan oleh Allah SWT.
dalam firmannya:
ٰىَهْ نَ ت َة َلََّصلا َّنِإ ۖ َة َلََّصلا ِمِقَأَو ِباَتِكْلا َنِم َكْيَلِإ َيِحوُأ اَم ُلْتا َنوُعَ نْصَت اَم ُمَلْعَ ي َُّللَّاَو ۗ َُبَْكَأ َِّللَّا ُرْكِذَلَو ۗ ِرَكْنُمْلاَو ِءاَشْحَفْلا ِنَع :توبكنعلا(
45 )
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dandirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: [29]: 45)5
Pada awalnya Madrasah Ibtidiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan adalah sebuah Yayasan yang begerak di bidang Pendidikan dengan nama Al-Maghfiroh. Berdiri pada tahun 1983, kemudian pada tahun 1991 sebagian tanah Yayasan dihibahkan kepada negara untuk dibangun madrasah yang berdiri sampai saat ini. Dengan pimpinan pada saat itu Drs. Muhady yang kemudian berganti pada tahun 2007 oleh Dra. Hj. Rohmah Sarmala, dan seiring dengan berakhirnya masa pimpinan pada saat itu maka pada tahun 2009 digantikan oleh Dra. Inti Farhati kemudian dipimpin oleh Dra. Hj. Ratu
5
Rohimah hingga saat ini. Adapun Visi dan Misi yang dimiliki oleh Madrasah Ibtidaiyah (MIN 1) Kota Tangerang Selatan adalah terwujudnya manusia yang cerdas, berwawaasan luas, memiliki keterampilan mandiri dan berakhlak mulia, meningkatkan daya saing lulusan, serta kualitas Pendidikan dengan mengacu pada standar pendidikan nasional jua meningkatkan kualifikasi dan profesionalisme bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan lainnya melalui pelatihan-pelatihan.
Salah satu misi penting yang dimiliki oleh sekolah ini adalah menanamkan nila-nilai akidah, Syariah dan akhlakul karimah sebagai basis bagi kehidupan, dengan mengembangkan program Tahfidz, Tartil dan Tahsin Al-Qur’an serta praktek ibadah lainnya. Itulah mengapa sekolah ini menjadi salah satu sekolah terbaik.
Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan menjadikan Tahfidz Al-Qur’an sebagai program unggulan sekaligus syarat kelulusan bagi para siswa-siswi di sekolah tersebut. Karena MI tersebut merupakan suatu Lembaga Pendidikan yang berwawasan Islami, karena semua siswa diharapkan dapat menghafal Al-Qur’an minimal juz 30, namun ada juga yang dapat menghafal lebih dari juz 30. Program Tahfidz tersebut diwajibkan untuk seluruh siswa, mulai dari kelas III sampai dengan kelas VI, adapun kelas 1 dan kelas 2 belum diwajibkan karena masih dalam tahap membetulkan bacaan Al- Qura’an. Waktu hafalan A-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang selatan di laksanakan setelah sholat dhuha yaitu pada pukul 08.30 sampai pukul 09.30. Setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, setiap siswa bergegas memasuki kelas dan memulai kelas Tahfidz dengan membaca bersama-sama beberapa surat
pendek yang telah dihafalkan sebelumnya, diawasi oleh guru PAI yang ada di kelas tersebut. Tahfidz Al-Qur’an di Madarasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan ini masih menggunakan metode sorogan, tiap-tiap murid yang sudah lancar dan baik hafalannya maju ke hadapan guru PAI untuk menyetorkan hafalan mereka masing-masing. Tetapi tidak semua dari mereka langsung maju untuk menyetorkan hafalan surat-surat Al-Qur’an tersebut, pada kenyatannya pencapaian hafalan masing-masing siswa berbeda.
Meskipun misi yang dimiliki sekolah ini salah satunya adalah Tahfidz Al-Qur’an namun ada beberapa masalah di dalam pelaksanaan program tersebut. Antara lain jumlah guru PAI tidak sebanding dengan banyaknya jumlah murid, kurangnya fokus guru akibat siswa yang berlarian di dalam kelas, dan kurangnya motivasi juga disiplin yang diberikan kepada siswa, sehingga siswa merasa hanya yang memiliki kemampuan menghafal lah yang bisa melaksanakan program Tahfidz ini. Untuk meningkatkan kedisiplinan siswa dibutuhkan peran seorang guru atau pembimbing yang mampu memberikan dorongan serta perhatian sehingga anak didik dapat merasakan adanya keterhubungan secara nyaman dengan guru, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an.
Guru memiliki tugas besar dalam meningkatkan motivasi kepada anak didik, tidak hanya dalam memberikan motivasi tetapi kasih sayang dan memberikan contoh yang baik bagi peserta didik.
Adapun sebagai guru Pendidikan Agama Islam harus memberikan dorongan motivasi dalam kedisiplinan menghafal Al-Qur’an ataupun motivasi dalam pencapaian target.
Dalam hal ini penulis sangat bersemangat membicarakan Al- Qur’an dari segi Tahfidznya, bahwasannya inilah yang menjadi ketertarikan penulis untuk menggali lebih dalam informasi tentang
“Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan”.
B. Identifikasi Masalah
Dari latar belakang yang telah dipaparkan, masalah yang akan diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Mengapa guru PAI harus menanamkan motivasi terhadap siswa dalam menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
2. Bagaimana upaya guru PAI dalam menanamkan motivasi terhadap siswa dalam hal menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
3. Apa sajakah faktor penghambat dan pendukung dalam proses menghafal Al-Qur’an siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
4. Bagaimanakah situasi menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
5. Bagaimana hasil motivasi Tahfidz Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
6. Metode apakah yang digunakan agar tercapainya guru dalam menanamkan motivasi menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
C. Pembatasan Masalah
Beberapa faktor yang terlihat dari pemaparan latar belakang dan identifikasi masalah, menunjukkan masalah-masalah yang ada kaitannya dengan topik penelitian ini. Oleh karena itu, peneliti ingin membatasi beberapa masalah yang akan dikaji yaitu:
1. Pentingnya menanamkan motivasi dari guru PAI terhadap siswa dalam proses menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
2. Upaya guru PAI untuk memotivasi siswa dalam proses menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
3. Faktor penghambat dan pendukung guru PAI dalam menanamkan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
D. Perumusan Masalah
Dari pembatasan masalah yang telah dikemukakan, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan motivasi mengafal Al-Qur’an terhadap siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan?
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat mencapai tujuan penelitian yaitu:
a) Untuk mengetahui Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan motivasi siswa dalam menghafal Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
b) Untuk mengetahui Pentingnya Motivasi yang diberikan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap siswa dalam menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
2. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini, penulis mengelompokkan dalam dua manfaat yakni secara teoritis dan praktis.
a) Manfaat penelitian secara teoritis
Manfaat penelitian secara teoritis yaitu diharapkan dapat menambah informasi dan pengembangan ilmu khususnya dalam pembelajaran Tahfidzul Qur’an. Diharapkan juga dapat menambah wawasan serta semangat dalam mempelajari serta menghafal Al-Qur’an dengan baik
b) Manfaat penelitian secara praktis.
Manfaat penelitian secara praktis yaitu diharapkan:
1) Dapat memberikan gambaran tentang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an untuk siswa di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
2) Dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sistem Pendidikan serta penerapan motivasi.
F. Tinjauan Pustaka
Berbagai hasil penelitian kajian pustaka yang telah peneliti baca dari berbagai skripsi terdapat keterkaitan dengan peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menerapkan motivasi menghafal Al-Qur’an terhadap siswa di sekolah, penulis telah menelaah beberapa skripsi / karya ilmiah sebagai berikut:
1. Muhammad Faisal Haq, NIM 09140089 jurusan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2013 menulis skripsi tentang Peran Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist Kelas III di MI Yaspuri Malang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya keluhan dari siswa yang dalam proses belajar Al- Qur’an Hadist merasa bosan dan jenuh, melihat banyaknya permasalahan yang ada saat ini.
Penjelasan ini bertujuan untuk menjelaskan dan memaparkan peran guru dalam meningkatkan motivasi terhadap siswa kelas III dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadist di MI Yaspuri Malang.
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data, penulis juga menggunakan metode dokumentasi, interview dan observasi.
Sedangkan untuk analisisnya penulis menggunakan reduksi data, penyajian data dengan menggunakan metode dekriptif kualitatif yaitu berupa data-data tertulis atau lisan.
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah sama-sama membahas tentang memberikan motivasi terhadap siswa dengan berbeda fokus, pelenitian tersebut terfokus pada memotivasi dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadist, sedangkan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah berfokus pada memotivasi siswa dalam meningkatkan hafalan Al- Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan.
2. Supardi dan Ilfiana, tentang “Upaya Guru Dalam Meningkatkan Kemampuan menghafal Al-Qur’an Pada Siswa Kelas VII SMP
Islam Terpadu Abu Hurairah’ Volume 7, nomor 1, Juni tahun 2013.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh keduanya di SMP Islam Terpadu Abu Hurairah merupakan Lembaga yang memiliki program tahfidz yang dijadikan program unggulan oleh sekolah tersebut, yang mencetak hafidz dan hafidzah dengan dibimbing langsung oleh guru-guru tahfidz yang memiliki kompetensi dalam menghafal Al-Qur’an tentunya dengan beberapa metode dan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hafalan tersebut.
Dalam jurnal tersebut membahas beberapa masalah dalam proses meningkatkan hafalan Al-Qur’an, diantaranya: a) bagaimanakah upaya guru dalam meningkatkan kemmpuan siswa dalam menghafal Al-Qur’an, b) apa saja problematika yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam menghafal Al- Qur’an, c) apa saja solusi yang dilakukan guru untuk mengatasi problematika siswa dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Dalam jurnal tersebut ada beberapa kesamaan masalah yang dihadapi oleh peneliti jurnal dan penulis yaitu upaya dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an. Hasil penelitian yang dilakukan di SMP islam Terpadu Abu Hurairah dalam meningkatkan menghafal Al-Qur’an kelas VII, maka yang dilakukan oleh guru-guru di SMP Islam Terpadu Abu Hurairah antara lain adalah: memberikan pemahaman lebih tentang keIslaman dan Al-Qur’an guna meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an, mengadakan ekstrakurikuler tahfidz dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an bagi para siswanya, agar para siswa tidak melupakan hafalannya begitu saja. Sebab para siswa bisa muraja’ah terhadap hafalan yang
sudah dihafalkan sebelumnya maupun terhadap hafalan yang baru akan dihafal, guru-guru di SMP Islam Terpadu Abu Hurairah juga memberikan beberapa motivasi terhadap siswa yang belum mampu meningkatkan hafalannya. Ada juga guru yang memberikan hadiah dan piagam penghargaan bagi siswa yang sudah mampu mencapai hafalannya. Dengan begitu siswa yang belum mampu mencapai tujuannya akan termotivasi dan bersemangat dalam menghafal Al- Qur’an.
3. Inka Crisnawati, NIM 11470014 jurusan kependidikan islam fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, tahun 2015 menulis skripsi tentang
“Peran Upaya Guru Dalam Meningkatkan Motivasi Tahfidz Al- Qur’an Kelas V Di SDIT Luqman Al-Hakim International Banguntapan Bantul Yogyakarta.
Penelitian ini dilatar belakangi agar tercapainya proses menghafal Al-Qur’an di SDIT Luqman Al-Hakim Banguntapan Bantul Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini adalah Pendidikan merupakan proses secara sadar dalam membentuk siswa untuk mencapai suatu perkembangan menuju kedewasaan jasmani maupun rohani, dalam proses ini pendidik membimbing siswanya untuk memberikan dukungan dan motivasi dalam mengatasi kesulitan yang sedang dihadapinya. Dalam penelitian ini peneliti menjelaskan tentang bagaimana agar dapat menumbuhkan motivasi intrinsik melalui metode yang tepat dan mampu menumbuhkan dorogan dan motivasi dalam menghafal Al-Qur’an.
Penelitian ini dilaksanakan dalam bentuk penelitian lapangan (field research) yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif, metode
pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dengan dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi tahfidz Al-Qur’an pada siswa kelas V Di SDIT Luqman Al-Hakim International Banguntapan Bantul Yogyakarta ada dua yaitu: memberikan tugas kepada siswa dan memberikan motivasi kepada siswa agar menghafal Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Upaya yang dilakukan guru ada tiga, yaitu: membangkitkan minat siswa, menumbuhkan suasana yang menyenangkan dan memberikan pujian terhadap keberhasilan siswa.
Faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi menghafal Al- Qur’an adalah keinginan siswa, dukungan orang tua dan program one day one ayat, sedangkan faktor penghambatnya adalah orang tua yang tidak kooperatif dengan tahfidz Al-Qur’an, motivasi diri dan kemampuan baca Al-Qur’an siswa.
Adapun persamaan yang terdapat di dalam skripsi ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah peran guru yang ada di sekolah dan juga peran penting dari orang tua dalam memberikan motivasi terhadap anak yang sedang dalam proses menghafal Al-Qur’an, bagaimana mumbuhkan semangat agar tetap istiqomah dalam menghafal Al-Qur’an.
4. Annisa Romadhoni, NIM G000110070 jurusan program studi Kependidikan Agama Islam (Tarbiyah) fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, tahun 2015 menulis skripsi tentang “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Akhlak Di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta”.
Penelitian ini dilatar belakangi oleh besarnya pengaruh motivasi yang diberikan oleh guru Pendidikan Agama Islam terhadap siswa dalam pelajaran Akhlak di SMA Muhammadiyah 3 Surakarta, karena guru memiliki tanggung jawab dalam proses belajar mengajar, prestasi belajar Pendidikan Agama Islam salah satunya dapat ditingkatkan melalui motivasi belajar.
Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis berbeda fokus, peneliti Annisa Romdhoni memiliki fokus dalam meningkatkan motivasi belajar sedangkan penulis memiliki fokus pada meningkatkan motivasi dalam menghafal. Meskipun demikian jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan deskriptif kualitatif, yakni berupa kata-kata, gambaran dan bukan angka-angka. Sumber data atau informan merupakan guru Agama Islam serta pihak- pihak yang terkait dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan beberapa Teknik dengan observasi, interview serta dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data peneliti menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Untuk pengecekkan keabsahan data penelitian menggunakan metode induktif.
Hasil penelitian ini adalah (1) upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi siswa sudah dilaksanakan dengan baik yaitu dengan menjelaskan tujuan, memberikan cerita dan memberikan hukuman. Memberikan nilai, pujian, memberikan tugas harian dan mengadakan ulangan. (2) faktor-faktor yang menjadi pendukung dalam motivasi belajar adalah sarana dan prasarana, dukungan dari kepala sekolah dan dukungan penuh dari orang tua. (3) faktor yang menjadi penghambat dalam motivasi
belajar siswa adalah sumber daya manusia yang rendah, kelas yang kotor dan murid yang cenderung pasif.
5. Umi Lativatul Muabadah jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Institut Agama Islam Surakarta Tahun 2017 menulis skripsi berjudul “Upaya Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Melalui Program Tahfidz Juz ‘Amma Di MTs Ma’arif Andong Boyolali”.
Penulis menyimpulkan bahwasannya peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi menghafal Al-Qur’an di MTs Andong Boyolali dapat diupayakan dengan melakukan beberapa cara, diantaranya dengan menceritakan kisah-kisah para penghafal Al-Qur’an terdahulu yang mendapat kemuliaan oleh Allah SWT, selain menceritakan kisah-kisah dari penghafal Al- Qur’an. Cara lain yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam yang lain adalah dengan memberikan beberapa pemahaman dan penjelasan tentang manfaat ayat atau surat yang sedang dihafalkan, sehingga menambah kecintaan dan semangat siswa dalam menghafal dan menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Dan solusinya adalah dengan terus menerus membimbing dan mngawasi siswa yang sedang menghafal Al-Qur’an, terus mengingatkan apabila ada siswa yang belum menyelesaikan hafalan yang sudah ditargetkan.
G. Sistematika Penulisan
Hasil akhir dari penulisan ini akan dituangkan dalam laporan tertulis dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan, bab ini mencakup: Latar Belakang, Identifikasi Masalah, Pembatasan Masalah, Perumusan Masalah, Tujuan
Penelitian, Manfaat Penelitian, Tinjauan Pustaka dan Sistematika Penulisan.
BAB II Landasan Teori meliputi: Pengertian Peran, Pengertian Guru, Pengertian Guru dalam Islam, Peran Guru Pendidikan Agama Islam, Syarat Guru Pendidikan Agama Islam, Kompetensi Guru Agama Islam, Pengertian Motivasi, Macam-macam Motivasi, Upaya Meningkatkan Motivasi, Pengertian Al-Qur’an, Pengertian Tahfidz Al-Qur’an, Keutamaan Menghafal Al-Qur’an.
BAB III Kajian Objek Penelitian, bab ini mencakup: Pendekatan dan Jenis Penelitian, tempat dan Waktu, Sumber Data, Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data, Teknik Sampling, Teknik Analisis Data, Subjek Penelitian, Tahap-tahap Penelitian BAB IV Analisis Hasil Penelitian bab ini mencakup: Profil Madrasah
Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan. Tujuan dan Target/Sasaran Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan, Sejarah Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1). Daftar Guru MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Fasilitas dan Sarana MIN 1 Kota Tangerang Selatan, Pemaparan Data Beserta Analisis serta Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah 1 Kota Tangerang Selatan (MIN 1).
BAB V Penutup, bab ini mencakup: Kesimpulan dan Saran DAFTAR PUSTAKA
OUTLINE/ RENCANA DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
ABSTRAK
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah C. Pembatasan masalah D. Perumusan Masalah
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian F. Tinjauan Pustaka
G. Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI
A. Guru Secara Umum 1. Pengertian Guru
a. Menurut Bahasa dan Istilah b. Pengertian Guru Dalam Islam
2. Pengertian Peran Guru Pendidikan Agama Islam 3. Syarat Guru Pendidikan Agama Islam
4. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam B. Motivasi Secara Umum
1. Pengertian Motivasi Menurut Bahasa dan Istilah 2. Macam-macam Motivasi
3. Upaya Meningkatkan Motivasi C. Tahfidz Al-Qur’an Secara Umum
1. Pengertian Al-Qur’an Secara Bahasa dan Istilah
2. Pengertian Tahfidz Al-Qur’an Secara Bahasa dan Istilah
3. Keutamaan Menghafal Al-Qur’an
4. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Menghafal Al- Qur’an
BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian B. Tempat dan Waktu Penelitian C. Fokus Penelitian
D. Sumber Data
E. Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis Data
BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA
A. Gambaran Umum Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
1. Sejarah berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
2. Visi, Misi dan Tujuan Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
3. Sarana dan Prasarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
4. Keadaan Pendidik dan Kependidikannya 5. Keadaan Peserta Didik
B. Suasana dan keadaan siswa dalam menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
C. Analisis Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Motivasi Siwa Menghafal Al-Qur’an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 (MIN 1) Kota Tangerang Selatan
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN
1 Ahsin W. Al-Hafidz, Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005), hlm . 56-61
DAFTAR PUSTAKA
Hasbulah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2001)
Al-Hafidz, Ahsin, W, Bimbingan Praktis Menghafal Al-Qur’an, (Jakarta: PT.
Bumi Aksara, 2005)
Nata Abudin, Al-Qur’an dan Hadist, (Jakarta: PT. Raja Grafindo,1994).
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta Pusat: Kalam Mulia, 2015) Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam Asas-Asas Mengajar, (Jakarta: Kalam Mulia, 2002)
Syah, Muhibbin, Psikologi Islam Dengan Pendekatan Yang Baru, (Bandung:
Rosdakarya, 2005)
iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING ...
LEMBAR PENGESAHAN ... i PERNYATAAN PENULIS ... ii PEDOMAN TRANSLITERASI ...
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... iii TABEL ABSTRAK ...
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI... iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ... 1 B. Identifikasi Masalah ... 3 C. Pembatasan Masalah ... 3 D. Perumusan Masalah ... 3 E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 3 F. Tinjauan Pustaka ... 3 G. Sistematika Penulisan ... 3 BAB II PROFIL SEKOLAH
A. Guru Secara Umum... 5 B. Identitas Sekolah ... 7 C. Visi dan Misi Sekolah ... 8 D. Guru dan Tenaga Kependidikan ... 10 E. Sarana dan Prasarana ...
BAB III PELAKSANAAN PPKT
A. Persiapan (Observasi, Orientasi, Dan Penyusunan Jadwal)... 17 B. Pelaksanaan Praktek Mengajar ... 23 C. Pelaksanaan Pengabdian Kependidikan ...
v
D. Solusi dan Hambatan ...
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan ... 30 B. Lampiran-lampiran ... 30
6
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN 1 : Surat Keterangan MIN 1 Kota Tangerang Selatan LAMPIRAN 2 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
LAMPIRAN 3 : Penilaian Praktik Mengajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran LAMPIRAN 4 : Penilaian Kompetensi Kepribadian dan Kegiatan Pengabdian Pendidikan LAMPIRAN 5 : Penilaian Teman Sejawat
LAMPIRAN 6 : Penilaian Laporan Akhir PPKT LAMPIRAN 7 : Daftar Absen Tahfidz kelas VI B LAMPIRAN 8 : Dokumentasi Kegiatan PPKT
i
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan” yang disusun oleh Tamara Shoppia Nomor Induk Mahasiswa: 14311434, telah melalui proses bimbingan dengan kurang baik dan dinilai oleh pembimbing telah diperiksa dan disetujui untuk diajukan ke sidang munaqasyah.
Jakarta, 17 Agustus 2018 Pembimbing
Siti Shopiyah, MA
ii
LEMBAR PENGESAHAN
Skripsi dengan judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur’an Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan” oleh Tamara Shoppia dengan NIM: 14311434 telah diajukan pada siding Munaqasyah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta pada tanggal 18 Agustus 2018. Skripsi telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd).
Jakarta, 17 September 2018 Dekan Fakultas Tarbiyah
Dra. Hj. Umi Khusnul Khatimah, M. Ag Sidang Munaqasyah
Ketua Sidang Sekretaris Sidang,
Dr. Hj. Umi Khusnul Khatimah, M. Ag Wasmini Penguji I Penguji II,
Dr. Hj. Umi Khusnul Khatimah, M. Ag Sri Tuti Rahmawati, MA Pembimbing
Siti Shoppiyah, MA
iii
PERNYATAAN PENULIS Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Tamara Shoppia
NIM : 14311434
Tempat/Tanggal Lahir : Tangerang, 20 Februari 1996
Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur‟an Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan” adalah benar- benar asli karya saya kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan.
Kesalahan dan kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.
Jakarta, 18 Agustus 2018
Tamara Shoppia
iv
PERSEMBAHAN
Kupersembahkan karya tulis yang amat sederhana ini teruntuk malaikat dalam hidupku, ayah dan mamah yang beraroma surga. Karya tulis yang amat
sederhana ini tak akan pernah sebanding dengan peluh kucuran keringat ayah dalam mengusahakan yang terbaik untuk anak-anaknya, dan lantunan doa
mamah yang tiada hentinya. Ucapan terima kasihpun rasanya tak akan mampu menandingi segala perjuangan ayah dan mamah, tetapi izinkanlah
Ananda menyuguhkan senyum di wajah indah ayah dan mamah.
Kakak dan adikku tercinta yang selalu menjadi acuan semangat dan motivasi.
Semoga takdir baik selalu menyertai kita. Aamiin
Terima kasih sebesar-besarnya di haturkan kepada dosen pembimbing Ibu Siti Shopiyah, M.A, yang senantiasa sabar dan ikhlas memberi motivasi untuk menyelesaikan tulisan ini tepat waktu, serta suntikan-suntikan ilmu
untuk menyelesaikan tulisan dengan baik.
Teruntuk almamaterku, terimakasi telah menjadi tempat menangis, tertawa dan berbagi ilmu yang menyenangkan, terima kasih juga untuk setiap kenangan yang telah terukir selama 4 tahun ini, doaku menyertai kalian.
v
ميحرلا نمحرلا الله مسب
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, tidak ada ungkapan yang lebih indah, rasa syukur yang sedalam-dalamnya penulis panjatkan kepada Allah SWT. Sang pemilik taqdir. Yang memberikan nikmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi Fakultas Tarbiyah di Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta.
Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan mulia Nabi Muhammad SAW. Seorang revolusioner, sang pemimpin, sang pencerah bagi umat Islam.
Banyak tantangan dan hambatan yang penulis hadapi selama penulisan skripsi ini berlangsung, namun berkat dorongan dan juga dukungan dari berbagai pihak sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Hambatan dan kesulitan tersebut ada yang tidak berguna (sia-sia) dan penulis akui semua itu menjadi pengalamaan dan pelajaran yang berharga.
Selanjutnya penulis menyadari sepenuhnya bahwa kemampuan dan pengetahuan penulis terbatas, namun dengan adanya bimbingan dan arahan serta motivasi dari berbagai pihak sangat membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh sebab itu, penulis mengucapkan banyak terima kasih sedalam-dalamnya kepada pihak yang telah berjasa dalam penulisan skripsi ini, kepada semua yang tercinta dan tersayang:
1. Prof. Dr. Hj. Huzaemah T. Yanggo, MA Rektor Institut Ilmu Al- Qur‟an (IIQ) Jakarta beserta stafnya yang telah memberikan fasilitas selama proses belajar mengajar.
vi
2. Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M.Ag Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta beserta stafnya yang telah membantu peneliti selama ini.
3. Ibu Siti Shopiya, MA sebagai pembimbing yang tulus meluangkan Waktu, ilmu dan kesabarannya selama membimbing penulis yang faqir ilmu ini, memberi banyak saran dan ide kepada penulis dalam proses penyelesaian skripsi ini.
4. Segenap dosen Insitut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta yang telah menstransfer Ilmunya serta meniupkan ruh semangat belajar kepada penulis selama menimba ilmu.
5. Seluruh instruktur tahfidz Kak Ayuna Faizatul Fikriyah, Kak Fitriani dan Ibu Isti‟anah Imron yang telah banyak membantu penulis menyelesaikan tugas tahfidz di Institut Ilmu Al-Qur‟an.
6. Segenap Guru dan Staf di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian ini.
7. Sahabat Shalihahku Zakiyatun Nufus, Annisa Octavia, Fatmawati Rusly, Ulfah Rahmadiyanti, Hikmah Fauziyah, Siti Khuzaimah dan Syaikhiyah Adiba Thaib, terima kasih penulis haturkan kepada kalian yang selama kurang lebih 4 tahun telah bersama mengukir setiap harap dan asa, semoga Allah SWT senantiasa menjaga setiap dari kita.
8. Ucapan terima kasih juga penulis haturkan pada Sisca Utami sahabat yang telah menjadi penolong dan pendorong penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Segenap Pasukan Asrama Ibu Ema tersayang: Mba Luth, Mba Arin, Mba Ilma, Mba Mia, Mba Ana, Hajei, Khuz, Echa, Sehi dan Wati
vii
kalian yang berjuang bersama semoga Allah SWT mudahkan langkah kita.
10. Sahabat Perum Community Ahmad Faris, Risda Atsari, Barkah al- Fitri, Muthya Kariema Fajrin, Novalia Junita, Aflahah Pijar, Rizki Yuniarti Rahayu penulis ucapkan banyak terima kasih atas segala dukungan dan do‟a yang selalu tercurah untuk penulis.
11. Semua pihak yang telah membantu peneliti dalam menyelesaikan skripsi ini baik moril maupun materil.
12. Seluruh teman-teman seperjuangan angkatan 2014, perjuangan kita tak terhenti sampai di sini, semoga Allah SWT selalu memudahkan dan meridhoi setiap langkah kita.
Semoga bantuan yang telah diberikan kepada penulis tercatat sebagai amal shalih yang diterima oleh Allah SWT. Serta setiap iringan langkah kaki kita selalu dipenuhi dengan ridha-Nya.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan.
Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun senantiasa peneliti harapkan demi kesempurnaan skripsi ini.
Akhirnya semoga Allah SWT memberikan manfaat bagi peneliti dan bagi siapapun yang membacanya, sebagai khazanah ilmu dan telaah diri dalam dunia pendiidkan. Amin.
Jakarta, 18 Agustus 2018 Penulis
Tamara Shoppia
viii DAFTAR ISI
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... i LEMBAR PENGESAHAN ... ii PERNYATAAN PENULIS ... iii PERSEMBAHAN ... iv KATA PENGANTAR ... v DAFTAR ISI ... viii ABSTRAK ... xi PEDOMAN TRANSLITERASI ... xii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ... 1 B. Identifikasi Masalah ... 6 C. Pembatasan Masalah ... 7 D. Perumusan Masalah ... 8 E. Tujuan dan Manfaaat Penelitian ... 8 F. Tinjauan Pustaka ... 9 G. Sistematika Penulisan ... 15 BAB II KAJIAN TEORI
A. Guru ... 17 1. Pengertian Guru ... 17 a. Menurut Bahasa dan Istilah ... 17 b. Pengertian Guru dalam Islam ... 20 2. Peran Guru Pendidikan Agama Islam ... 23 3. Syarat Guru Pendidikan Agama Islam ... 29 4. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam ... 31
ix
B. Motivasi Secara Umum ... 33 1. Pengertian Motivasi Secara Bahasa dan Istilah ... 33 2. Macam-macam Motivasi ... 36 3. Upaya Meningkatkan Motivasi ... 38 C. Tahfidz Al-Qur‟an Secara Umum ... 40 1. Pengertian Al-Qur‟an Secara Bahasa dan Istilah ... 40 2. Pengertian Tahfidz Al-Qur‟an Secara Bahasa dan Istilah ... 41 3. Keutamaan Menghafal Al-Qur‟an ... 43 4. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Menghafal Al-Qur‟an ... 44 BAB III METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 47 B. Pendekatan dan Metode Penelitian ... 47 C. Subjek dan Objek Penelitian ... 48 D. Sumber Data ... 48 E. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data ... 49 F. Teknik Analisis Data ... 54 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 55 1. Profil Sekolah ... 55 2. Visi dan Misi dan Tujuan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1
Kota Tangerang Selatan ... 58 3. Kurikulum Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota
Tangerang Selatan ... 59 4. Data Guru dan Staf Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota
Tangerang Selatan ... 60
x
5. Data Siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 62 6. Sarana Prasarana Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota
Tangerang Selatan ... 63 B. Analisis Data ... 63
1. Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri
(MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 63 2. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Meningkatkan
Motivasi Sisa Menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 65 3. Cara yang Digunakan untuk Meningkatkan Motivasi Sisa
Menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 66 4. Tanggapan dan Respon Peserta Didik atas Motivasi yang
Diberikan oleh Guru di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 66 5. Guru sebagai Teladan bagi Peserta Didik di Madrasah
Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan ... 67 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ... 69 B. Saran ... 70 DAFTAR PUSTAKA ... 71 LAMPIRAN
xi ABSTRAK
Tamara Shoppia, judul “Peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Motivasi Siswa Menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan”. Program Studi Penedidikan Agama Islam 2018.
Latar belakang dari penelitian ini adalah pendidikan merupakan suatu yang mutlak bagi kehidupan manusia yang harus dipenuhi sepanjang hayat.
Guru merupakan bagian penting dalam keberlangsungan pendidikan, guru adalah motivator, pembimbing, dan korektor, guru harus membantu peserta didik memecahkan setiap masalah. Dalam proses menghafal Al-Qur‟an perlu diupayakan beberapa cara agar dapat mempengaruhi motivasi intrinsik dan ekstrisik melalui metode yang tepat sehingga dapat medorong timbulnya motivasi menghafal. Berkaitan dengan masalah peran guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur‟an, apa faktor penghambat dan pendukung dalam memberikan motivasi kepada siswa, dan bagaimana hasil motivasi guru terhadap siswa dalam menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan.
Penelitian dilaksanakan dalam bentuk penelitian lapangan (field reseach) yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi serta analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan guru Pendidikan Agama Islam sebagai motivator dan penggerak dalam meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur‟an di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan, upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan motivasi menghafal ada tiga, dengan cara: menceritakan kisah-kisah inspiratif para penghafal Al-Qur‟an yang dapat membangkitkan kembali semangat siswa, memberikan kebebasan kepada siswa untuk menyetorkan hafalan di waktu senggang di dalam sekitaran sekolah dan mengajak siswa untuk terus mengulang hafalan yang telah didapat. Faktor pendukung dalam meningkatkan motivasi siswa menghafal Al-Qur‟an adalah keinginan siswa dan dukungan orang tua. Sedangkan faktor penghambat adalah banyaknya jumlah siswa dalan satu kelas dan kurang jumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Tangerang Selatan.
xii
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Transliterasi Arab-Latin yang digunakan dalam skripsi ini berpedoman kepada buku “Petunjuk Teknis Penulisan Proposal dan Skripsi” yang diterbitkan oleh Institut Ilmu Al-Qur‟an (IIQ) Jakarta (Edisi Revisi) pada 25 Mei 2017.
1. Konsonan
ARAB LATIN ARAB LATIN
ا A ط Th
ة B ظ Zh
ث T ع „
ث Ts غ Gh
ج J ف F
ح H ق Q
خ Kh ك K
د D ل L
ذ Dz م M
ز R ن N
ش Z و W
س S ه H
ش Sy ء ,
ص Sh ي Y
ض Dh
2. Vokal
Vokal tunggal vocal panjang vocal rangkap Fathah : a ا : a ْي….: ai Kasrah : i ي: I ْو….: au Dhammah : u و: u
xiii 3. Kata Sandang
a. Kata sandang yang diikuti alif lam (لا) al-qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan bunyinya. Contoh:
ةسقبلا : Al-Baqarah تنيدملا : al-Madînah
b. Kata sandang yang diikuti oleh alif lam (لا) as-syamsiyah ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan sesuai dengan bunyinya. Contoh:
لج ّسلا : Ar-Rajul ةدّيّسلا : As-Sayyidah سمشلا : Asy-Syams يمزاّدلا : Ad-Dârimî
c. Syaddah (Tasydid)
Syaddah (Tasydid) dalam sistem aksara Arab digunakan lambang ( ّّ), sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydid. Aturan ini berlaku secara umum, baik tasydid yang berada di tengah kata, diakhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyah. Contoh:
ِللبِب بَّنَمآ : Âmanna billâhi ءبَهَفُّسلا َهَمآ : Âman as-Sufahâ‟u َهْيِرَّلا َّنِا : Inna al-Ladzîna d. Ta Marbuthah
Apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata sifat (na‟at), maka huruf tersebut dialih aksarakan menjadi huruf “h”.
Contoh:
ةدئفلاا :al-Af’idah
xiv e. Huruf Kapital
Sistem penulisan huruf arab tidak mengenal huruf kapital, akan tetapi apabila telah dialih aksarakan maka berlaku ketentuan Ejaan yang di sempurnakan (EYD) Bahasa Indonesia, seperti penulisan awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri dan lain=lain. Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri dengan kata sandang, maka huruf yang ditulis kapital adalah awal nama diri, bukan kata sandang. Contoh: Ali Hasan al-Aridh Khusus untuk penulisan kata Al- Qur‟an dan nama-nama surahnya menggunakan huruf kapital. Contoh:
Al-Qur‟an, Al-Baqarah, Al-Fatihah dan seterusnya.