PENDAHULUAN
Pertanyaan Penelitian
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Nur Ahmad berjudul “Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri TPA Al-Huda Desa Gaya Baru 4 Kecamatan Seputih Kota Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun 1436 H/2015 M”. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Ahmad merupakan penelitian yang membahas tentang dukungan orang tua terhadap motivasi dan kemampuan membaca Al-Qur’an terkait dengan penelitian yang akan peneliti lakukan.
LANDASAN TEORI
Pengertian Motivasi Membaca Al-Qur’an
Menurut sebagian besar ulama, kata Al-Qur'an, berdasarkan bahasa, mashdar merupakan bentuk kata qara'a, yang berarti membaca atau apa yang tertulis di atasnya. Dari beberapa definisi Al-Qur’an menurut para ulama, dapat dipahami bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah SWT.
Teori Motivasi
Berdasarkan uraian teori-teori motivasi tersebut di atas, dapat dipahami bahwa dengan menerapkan manajemen kasus, pendidikan dapat menangani situasi kelas dan dapat menggunakannya sebagai alat untuk memotivasi siswa. Oleh karena itu, dalam pandangan behavioris, motivasi dikendalikan oleh kondisi lingkungan, sehingga terserah kepada pendidik untuk menyesuaikan lingkungan kelas agar siswa termotivasi dalam belajar.
Ciri-ciri Motivasi
Oleh karena itu, dalam pandangan behavioris, motivasi dikendalikan oleh kondisi lingkungan, sehingga terserah kepada pendidik untuk menyesuaikan lingkungan kelas agar siswa termotivasi dalam belajar. e) Cepat bosan dengan tugas-tugas rutin. Berdasarkan ciri-ciri motivasi tersebut dapat dipahami bahwa seseorang memiliki motivasi dalam belajar atau motivasi membaca Al-Qur’an yaitu orang yang tekun dalam menghadapi tugas serta mampu mendorong dan memelihara semangat yang ada dalam dirinya. sehingga mereka dapat mencapai tujuan mereka.
Jenis-jenis Motivasi
Kedua, motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor di luar situasi belajar, seperti nilai kredit, ijazah, tingkat penghargaan dan hukuman. Motivasi ekstrinsik ini tetap diperlukan di sekolah karena tidak semua pengajaran di sekolah sesuai dengan minat atau kebutuhan siswa.
Fungsi Motivasi Membaca Al-Qur’an
Mampu membangkitkan motivasi internal dan eksternal merupakan hal yang tidak mudah, oleh karena itu guru memiliki peran dan harus memiliki kemampuan menggunakan berbagai cara yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa agar dapat belajar dengan baik. Antara kebutuhan, perilaku atau tindakan, tujuan dan kepuasan, terdapat hubungan dan keterkaitan yang erat.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi Membaca Al-
Selain itu, suatu kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan tanpa adanya motivasi tentunya tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, begitu pula dalam membaca Al-Qur’an. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi membaca Al-Qur’an di atas, dapat dipahami bahwa motivasi bagi peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan prakarsa, dapat menimbulkan kegigihan dalam melakukan kegiatan belajar.
Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Orang yang membaca Al-Quran adalah orang yang paling baik dan orang yang paling utama. Jadi orang yang mahir membaca al-Quran mempunyai jiwa yang bersih, dekat dengan Allah SWT. Orang yang membaca Al-Quran akan mendapat pahala yang berlipat ganda, satu huruf mendapat sepuluh kebaikan.
Seseorang yang membaca Al-Qur'an akan mendapatkan banyak manfaat bagi dirinya sendiri dan orang lain, terutama bagi orang tuanya. Orang tua memiliki anak yang belajar Al-Qur'an, sehingga lebih baik dari dunia dan seisinya. Berdasarkan hadits di atas dapat dipahami bahwa seseorang yang membaca Al-Qur'an akan memberikan banyak berkah bagi dirinya dan orang tuanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam
- Pengertian Guru Pendidikan Agama Islam
- Peranan Guru sebagai Motivator
Peran guru dalam pendidikan agama Islam dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur'an siswa menjadi bacaan Al-Qur'an siswa. Setelah hukuman dijatuhkan, dapat dikatakan persentase siswa yang tidak mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an mengalami penurunan. Berdasarkan observasi peneliti mengenai kondisi motivasi membaca Alquran pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Raman Utara.
Analisis Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Motivasi Membaca Al-Qur'an Siswa Motivasi Membaca Al-Qur'an Siswa. Berdasarkan ketiga metode di atas, dapat dipahami bahwa peran guru pendidikan agama Islam adalah untuk meningkatkan motivasi membaca Al-Qur’an. Mencermati cara guru menghukum siswa yang tidak mengikuti kegiatan membaca Al Quran.
Apakah guru lain sering memarahi Anda jika Anda tidak mengikuti kegiatan membaca Al Quran? Suasana Kegiatan Membaca Al Quran dan Kegiatan Belajar Mengajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Raman Utara.
Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan
Jenis dan Sifat Penelitian
- Jenis Penelitian
- Sifat Penelitian
Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian kualitatif adalah penelitian yang diungkapkan dan dijelaskan melalui bahasa/kata-kata. Oleh karena itu, bentuk data yang akan digunakan bukan berupa angka, angka atau nilai yang biasanya dianalisis dengan perhitungan matematis/statistik. Peneliti akan mengungkapkan fenomena yang ada dilapangan dengan menjelaskan, menggambarkan/menggambarkan dengan kata-kata yang jelas dan rinci melalui bahasa yang tidak berbentuk angka/angka.
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, “penelitian kualitatif deskriptif adalah suatu metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek menurut apa adanya.”31 Penelitian deskriptif. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik karena sifat data yang dikumpulkan adalah kualitatif, bukan kuantitatif karena tidak menggunakan alat ukur.
Sumber Data
Sumber data sekunder adalah “sumber data yang tidak secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau melalui dokumen”. Berdasarkan pengertian di atas, dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan sumber data sekunder adalah sumber data kedua, yaitu sumber data yang diperoleh dari sumber lain yang tidak berkaitan langsung, seperti profil sekolah, kondisi guru, denah, dan data diperoleh dari kepustakaan, termasuk daftar pustaka yang membahas fokus penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi yang dilakukan penulis adalah pengamatan langsung mengamati kegiatan mengajar guru PAI di kelas dan mengamati kegiatan membaca Al-Quran siswa di pagi hari sebelum menyampaikan materi pelajaran, atau peran yang dilakukan guru PAI mampu meningkatkan Al Quran siswa. -Motivasi membaca Al Quran di SMA Negeri 1 Raman Utara. Wawancara atau wawancara adalah “pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan gagasan melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksi makna dalam suatu topik tertentu”.37 Pendapat lain mengatakan bahwa wawancara adalah “proses pengumpulan informasi untuk tujuan penelitian yang diperoleh melalui interogasi, sedangkan penanya atau pewawancara dengan penjawab atau responden menggunakan alat yang disebut pedoman wawancara. Dalam pelaksanaannya, pewawancara menyiapkan beberapa pertanyaan tentang peran guru PAI dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur’an bagi siswa SMA Negeri 1 Raman Utara yang nantinya akan ditanyakan kepada narasumber agar hasilnya digunakan dan dianalisis. akan dilakukan setelah penelitian ini selesai.
Dokumentasi adalah “suatu cara yang digunakan untuk mencari informasi tentang suatu hal atau variabel dalam bentuk catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, keterangan, risalah rapat, agenda, dll.” Peneliti menggunakan metode ini untuk mendapatkan data dari catatan sekolah yaitu sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Raman. Utara, rincian guru, visi misi sekolah, struktur organisasi sekolah dan status siswa SMA Negeri 1 Raman Utara.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Teknik Analisis Data
- Sejarah Berdirinya SMA Negeri 1 Raman Utara
- Visi dan Misi SMA Negeri 1 Raman Utara
- Keadaan Guru SMA Negeri 1 Raman Utara
- Keadaan Siswa SMA Negeri 1 Raman Utara
- Keadaan Sarana dan Prasarana SMA
- Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Raman Utara
Kepala sekolah pertama bernama Dra Sulimasdiu dengan 3 guru negeri dan 11 guru honorer, 1 tenaga administrasi umum dan 2 tenaga administrasi honorer, 120 siswa. Data terkait tenaga pengajar, peneliti peroleh melalui dokumentasi yang tersedia di SMA Negeri 1 Raman Utara. Berikut tabel data guru yang peneliti peroleh melalui dokumentasi yang tersedia di SMA Negeri 1 Raman Utara.
13 Pristiyani, S.Pd Pendidik Matematika Matematika 14 Sukartini, S.Pd B. Bahasa Inggris B. Guru Bahasa Inggris 15 Yuliana Tri I, S.Pd Guru Sejarah Sejarah. 28 Patricia Yeni D, S.Pd Guru Geografi Geografi 29 R.A Fitri Maryana, SE Guru Akuntansi Akuntansi 30 Devi Kurniati, S.Pd Guru Biologi Biologi. 33 Sartika Fitriyani, S.Pd Guru Kimia Kimia 34 Ni Putu Yuli W, S.Ag Guru Seni Rupa 35 Pramudi Astuti, S.Pd Guru Seni Rupa 36 Baroroh Anita S, S.Pd B. Guru Indonesia B.Indonesia37 Asih , SE Guru Seni dan Seni Rupa.
Gambaran Umum Variabel Penelitian
- Peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam
- Motivasi Membaca Al-Qur’an Siswa
Saya ikut senang karena beliau baik hati dan tidak pelit dengan nilai, bagi kita yang melakukan kegiatan membaca Al-Quran akan mendapat nilai plus.” kegiatan di sekolah Ada beberapa anak yang tidak pernah mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an di sekolah, sehingga perlu adanya sanksi bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an.
Mirip dengan wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, terlihat bahwa hukuman telah dikenakan kepada siswa yang tidak berpartisipasi dalam pembacaan Al-Qur'an. Secara umum guru-guru lain membantu memotivasi siswa untuk membaca Al-Qur'an, terutama bagi siswa yang cukup sulit untuk dibimbing. Jika saya tidak bisa membimbing siswa untuk membaca Al-Qur'an di sekolah, guru lain akan menggantikan saya."
Analisis Peranan Guru Pendidikan Agama Islam
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa masih ada siswa yang tidak ikut membaca Al-Qur’an sehingga dihukum oleh guru pendidikan agama. Berdasarkan pemaparan data di atas, melalui hasil wawancara dan observasi yang dilakukan peneliti dapat diketahui bahwa hukuman diterapkan kepada siswa yang tidak ikut membaca Al-Quran. Namun perlu dipahami bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur'an siswa sudah dapat dikatakan cukup baik, hal ini dibuktikan dengan 6 dari 10 siswa yang.
Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa peran guru agama Islam dalam meningkatkan motivasi membaca Al-Qur’an siswa cukup baik, meskipun belum optimal. Sanksi bagi santri yang tidak ikut membaca Al-Qur'an berupa penulisan 5 ayat Al-Qur'an dan mendapat surat dispensasi. Setelah selesai membaca Al-Qur'an, guru pendidikan agama Islam memberi saya pujian, kalimat tajam yang membuat hati saya senang.
PENUTUP
Saran
- Surat Bimbingan Skripsi
- Kartu Konsultasi Bimbingan Skripsi
- Surat Izin Research
- Surat Tugas Research
- Surat Keterangan Research di SMA Negeri 1 Raman Utara
- Alat Pengumpul Data
- Hasil Wawancara
- Surat Keterangan Bebas Pustaka
- Foto Kegiatan Penelitian
- Daftar Riwayat Hidup
Guru menghukum siswa yang tidak mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an dengan hal-hal yang dapat meningkatkan motivasi siswa untuk membaca Al-Qur'an, seperti hukuman hapalan surat-surat pendek dalam Al-Qur'an. Bagi kepala sekolah dan pengurus perlu meningkatkan kerjasama untuk meningkatkan motivasi siswa membaca Al-Qur'an yaitu dengan melakukan pengecekan tempat-tempat yang sering digunakan siswa untuk bersembunyi ketika ada kegiatan membaca Al-Qur'an berlangsung. Nur Ahmad, Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Motivasi dan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Santri TPA Al-Huda Kelurahan Gaya Baru 4 Kec.
Jawab: “Tidak wajib karena disediakan di sekolah, tetapi siswa wajib menyalin ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan bahan tadarus.” Jawaban: “Ada anak yang tidak pernah mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an di sekolah, sehingga diperlukan sanksi bagi siswa yang tidak mengikuti kegiatan membaca Al-Qur'an. Jawaban: “Umumnya guru-guru lain membantu memotivasi siswa untuk membaca Al-Qur'an, terutama bagi siswa yang sangat sulit dibimbing.
Jawab: “Saya hanya membawa Al-Qur’an ke sekolah satu kali dan disuruh oleh guru pendidikan agama Islam, selain Al-Qur’an yang diantarkan di sekolah.” Jawab: “Saya pernah dihukum karena mengambil surat pengabaian catatan pelanggaran dan menulis 5 ayat Alquran karena selama membaca Alquran saya bersembunyi di kantin.”