• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Islam di Luar Makkah

N/A
N/A
hisyam ms

Academic year: 2024

Membagikan " Perkembangan Islam di Luar Makkah"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

DAKWAH RASULULLAH SAW, PERKEMBANGAN ISLAM DI LUAR MAKKAH, DAN BAI’AT AL-‘AQABAH

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sirah Nabawiyah

Disusun oleh :

Nursia Fatukaloba (232104020014) Moh. Hisyam MS (U20182041)

Imam Bukhori () Fauzan

Dosen Pengampu : Ahmad Fajar Shodiq, Lc.M.Th.I

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KH. ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS USHULUDDIN ADAB DAN HUMANIORA

PROGRAM STUDI ILMU HADIS

APRIL 2024

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah nya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sirah Nabawiyah yang diampu oleh Ahmad Fajar Shodiq, Lc.M.Th.I.

Selain itu makalah ini juga bertujuan memperkaya diskursus kita mengenai Sirah Nabawiyah, khususnya tentang Dakwah Rasulullah SAW, Perkembangan Islam di Luar Makkah, dan Bai’at al-‘Aqabah.

Penulis menyadari, bahwa makalah yang disajikan kali ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik dan saran demi kesempurnaan makalah ini. Semoga dengan adanya makalah sederhana ini mampu memberikan manfaat berupa surplus pengetahuan terhadap pembacanya.

Jember, 27 April 2024

Penulis

(3)

iii

DAFTAR ISI

Hal Halaman Judul ...

Kata Pengantar ...

Pedoman Transliterasi ...

BAB I PENDAHULUAN ...

A. Latar Belakang ...

B. Rumusan Masalah ...

C. Tujuan Penulisan ...

BAB II PEMBAHASAN ...

A. Dakwah Rasulullah SAW ...

B. Perkembangan Islam di Luar Makkah ...

C. Bai’at al-‘Aqabah ...

BAB III PENUTUP ...

A. Kesimpulan ...

B. Saran ...

Daftar Pustaka ...

(4)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Islam adalah al-di>n al-haq (agama yang benar) sebagai pedoman hidup yang lurus dan sempurna. Ajarannya mencakup seluruh bidang kehidupan manusia. Islam merespon positif seluruh permasalahan kehidupan dunia yang sangat kompleks. Penyebaran ajaran Islam keseluruhan alam di lakukan oleh para s}a>hib al-da’wah dengan berbagai karakteristik perjuangannya. Rasulullah SAW adalah s}a>hib al-da’wah yang utama dan pertama. Sebagai s}a>hib al- da’wah, Rasulullah SAW adalah peletak dasar ajaran Islam. Oleh karena itu sejarah dakwah Rasulullah SAW harus menjadi referensi wajib bagi akademisi dan praktisi dakwah di sepanjang zaman.

Sejarah dakwah Rasulullah SAW telah menjadi kajian dan penelitian para ilmuwan di dunia, penelitian dan pengkajian tentang sejarah dakwah Rasulullah SAW tidak pernah habis. Tulisan ini mencoba membingkai dakwah tersembunyi (sirri>yah) dan terbuka (jahri>yah) karena, pembahasan ini merupakan materi pokok dan dasar dalam pengkajian sejarah dakwah di dunia. Selain itu dalam tulisan ini juga akan dibahas mengenai beberapa hal yang berkaitan dengan dakwah yang dimulai oleh Rasulullah SAW, mulai dari para penganut Islam generasi pertama, perkembangan Islam di luar Makkah, hingga peristiwa Bai’at al-‘Aqabah.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah tentang dakwah Rasulullah SAW?

2. Bagaimana sejarah perkembangan Islam di luar Makkah pada era awal dakwah Rasulullah SAW?

3. Bagaimana sejarah Bai’at al-‘Aqabah?

(5)

2

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui sejarah dakwah Rasulullah SAW.

2. Untuk mengetahui sejarah perkembangan Islam di luar Makkah pada era awal dakwah Rasulullah SAW.

3. Untuk mengetahui sejarah Bai’at al-‘Aqabah.

(6)

3

BAB II PEMBAHASAN

A. Dakwah Rasulullah SAW

a. Dakwah sirri>yah

Yaitu Dakwah yang dilaksanakan secara tersembunyi (Sirryyah), Mula terjadinya di kota dengan diangkatnya Nabi SAW sebagai Rasul pada tahun 611 M dengan datangnya Malaikat Jibril menemui Rasulullah dengan membawa sebuah wahyu Allah Yaitu QS. Al-‘Alaq ayat 1-5.

Setelah menerima wahyu pertama itu, Malaikat Jibril tidak pernah menemui Rasulullah lagi untuk beberapa waktu, sedangkan Nabi Muhammad SAW terus mendatangi gua hira menantikan malaikat Jibril.

Dalam masa menanti itulah turun sebuah wahyu yang membawa perintah kepada beliau, yakni QS. Al-Mudatstsir ayat 17. Dengan turunnya ayat ini mulailah Rasulullah Saw berdakwah. Rasulullah Saw berdakwah secara Sirriyah (Rahasia) selama 3 tahun. Pada tahap awal Nabi menyebarkan Islam kepada orang-orang yang paling dekat dengan beliu yaitu keluarga beliau dan teman/sahabatnya. Orang yang pertama beriman adalah istri Nabi Saw yaitu Khadijah Binti Khuwailid, kemudian disusul oleh mantan budak.

b. Dakwah jahri>yah

Sebelum berdakwah kepada umatnya, Rasulullah SAW berdakwah kepada ahli keluarganya. Rasulullah mengumpulkan mereka dalam jamuan makan (Iqram) untuk menyampaikan bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah SWT. Dakwah kepada kerabat terdekat ini sesuai perintah Allah SWT dalam surat Syu'ara ayat 214 yang artinya: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." Setelah mendapat wahyu pertama, Nabi Muhammad mulai berdakwah secara diam-diam. Beliau mengajak para sahabat terdekat dan istrinya, Khadijah. Sampai suatu ketika Allah menurunkan ayat untuk

(7)

4

mengumumkan dakwah secara terbuka. Allah berfirman dalam surat al- Hijr ayat 94:

َْيمكمرْشُمْلا منَع ْضمرْعَاَو ُرَمْؤُ ت اَمبِ ْعَدْصاَف

Artinya: "Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”

Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan di dalam bukunya: sejak itu, Rasulullah mulai berdakwah secara terbuka.

Setelah Rasulullah melakukan dakwah secara terang terangan, satu per satu orang mulai menjadi mualaf. Melihat semakin banyak orang yang masuk Islam, masyarakat Quraisy tidak terima melihat kenyataan tersebut.

Mereka mulai berani menghina agama Islam dan mencela Allah. Mereka juga sering melakukan perlawanan kepada Rasulullah dan para sahabatnya .Allah melindungi Rasulullah melalui jasa pamannya, Abu Thalib karena dia adalah seorang bangsawan yang sangat dihormati di tengah kaum Quraisy. Akibatnya, penduduk Makkah tidak ada yang berani terang- terangan menyakiti Rasulullah. Beberapa sahabatnya yang memiliki keluarga, mereka akan dilindungi dari teror warga Quraisy. Tetapi, tidak semua sahabat Nabi memiliki keluarga. Pada akhirnya mereka menjadi sasaran siksaan kaum Quraisy.

Di antaranya adalah Ammar bin Yasir dan ibunya Samiyah.

Mereka disiksa karena masuk Islam dan tetap beriman kepada Allah.

Setiap kali melewati orang-orang Quraisy, mereka disiksa dengan kejam.

Menanggapi itu, Rasullah menghibur dan mengatakan “Bersabarlah wahai keluarga Yasir karena sesungguhnya yang dijanjikan kepada kalian adalah surga,” (HR at-Thabarani). Selain itu, ada pula sahabat nabi yg di siksa yaitu Bilal bin Rabah. Beliau juga disiksa dengan sangat kejam karena masuk islam dan tetap beriman kepada Allah.

(8)

5

B. Perkembangan Islam di Luar Makkah

Semenjak Rasulullah SAW melakukan dakwahnya, Islam mulai menyebar tidak hanya di Makkah akan tetapi juga di luar Makkah. Dalam Sirah Nabawiyah Ibn Hisyam, awal menyebarnya Islam di luar Makkah dimulai sejak Rasulullah SAW melakukan dakwah secara terang-terangan dan para sahabatnya mendapatkan siksaan yang begitu keras dari kaum Quraisy.

Karena Rasulullah SAW tidak bisa melindungi para sahabatnya maka untuk pertama kalinya Rasulullah SAW memerintahkan para sahabat untuk berhijrah ke negeri Habasyah yang kemudian rajanya yang bernama Najasyi memeluk agama Islam.

Sejak saat itulah beberapa upaya Rasulullah SAW untuk mencari perlindungan bagi para sahabatnya terus dilakukan mulai dari mencari pertolongan ke Thaif hingga kemudian sampai pada suatu masa di mana Rasululullah SAW bertemu dengan suku-suku lain. Pada saat itulah awal mula Islamnya kaum Anshar sebagaimana dijelaskan oleh al-Buthy dalam Fiqh Sirah Nabawiyah.

Pada masa Rasulullah SAW, Islam mengalami perkembangan yang signifikan di luar Makkah. Ada beberapa wilayah di Arab dan di luar Arab yang menerima ajaran Islam dengan baik dan mengikutinya. Pertama, Madinah. Setelah Hijrah, Rasulullah SAW dan para sahabatnya pindah ke Madinah. Kota ini menjadi pusat Islam yang baru, di mana masyarakat Madinah secara massal memeluk Islam. Mereka membentuk sebuah negara Islam yang pertama, dengan Rasulullah sebagai pemimpinnya.

Kedua, Yatsrib. Sebelum Hijrah, Madinah dikenal sebagai Yatsrib.

Pada awalnya, beberapa suku di sana telah mendengar tentang Islam dan telah menerima beberapa utusan Islam. Setelah kedatangan Rasulullah dan para pengikutnya, banyak dari penduduk Yathrib yang memeluk Islam.

Ketiga, kota-kota dan suku-suku di Arab. Sejumlah kota dan suku di Arab juga menerima Islam. Misalnya, suku-suku seperti Banu Tsaqif di Tha'if dan Banu Amir di Najd, serta suku-suku di daerah sekitarnya, menerima

(9)

6

dakwah Islam. Begitu pula dengan suku-suku di Jazirah Arab utara seperti Tsamud dan Ghassan.

Keempat, perjanjian dengan negara-negara lain. Rasulullah SAW juga mengirim utusan untuk menyebarkan ajaran Islam ke negara-negara di luar Arab. Misalnya, surat-surat kepada Kaisar Romawi, Raja Persia, dan penguasa-penguasa lainnya. Beberapa di antaranya menerima Islam, meskipun tidak semuanya.

Perkembangan Islam di luar Makkah pada masa Rasulullah SAW menjadi landasan yang kuat bagi penyebaran Islam ke wilayah-wilayah yang lebih luas pada masa setelahnya.

C. Bai’at Al-‘Aqabah

Bai'at Aqabah adalah peristiwa penting dalam sejarah awal Islam di mana sekelompok Muslim dari Madinah bertemu dengan Rasulullah SAW di Aqabah, sebuah lembah dekat Makkah, untuk memberikan sumpah setia (bai'at) kepada beliau. Peristiwa ini terjadi pada tahun ke-13 kenabian Rasulullah.

Bai'at Aqabah yang pertama terjadi pada tahun 620 M di Aqabah, dekat Makkah. Sebuah delegasi dari suku Khazraj, yang merupakan salah satu suku Ansar di Madinah, bertemu dengan Rasulullah SAW yang baru saja menyelesaikan ibadah haji. Mereka menyatakan keinginan untuk memeluk Islam dan mengundang Rasulullah serta para pengikutnya untuk pindah ke Madinah.

Bai'at Aqabah yang kedua terjadi setahun kemudian, pada tahun 621 M. Pada kesempatan ini, jumlah orang yang melakukan bai'at bertambah banyak. Mereka berjanji untuk mendukung Rasulullah dan agama Islam, melindungi beliau sebagaimana mereka melindungi keluarga mereka sendiri, dan bersedia memerangi musuh-musuh Islam. Perjanjian ini menjadi langkah penting dalam persiapan Hijrah (migrasi) Rasulullah dan para pengikutnya ke Madinah.

(10)

7

Bai'at Aqabah memainkan peran penting dalam sejarah Islam, karena itu menjadi landasan bagi pendirian negara Islam pertama di Madinah.

Dengan bantuan dari suku-suku Ansar di Madinah yang telah berbai'at, Rasulullah dan pengikutnya berhasil membangun masyarakat Islam yang kokoh di Madinah, yang kemudian menjadi basis untuk penyebaran Islam di seluruh Arab dan di luar Arab.

Ubadah bin Ash-Shamit meriwayatkan peristiwa ini: “Jumlah kami dua belas orang laki-laki. Rasulullah Saw. bersabda kepada kami, ‘Marilah berbai’at kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan apa pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kalian, tidak berdusta untuk menutup-nutupi apa yang ada di depan atau di belakangmu, dan tidak membangkang perintahku dalam perkara yang patut. Barangsiapa memenuhi bai’atnya maka pahalanya terserah kepada Allah. Barangsiapa melanggar sesuatu dari bai’atnya, lalu dihukum di dunia maka hukuman itu menjadi kafarat (penebus dosa) baginya. Barangsiapa melanggar sesuatu dari bai’atnya, lantas Allah menutupi aibnya maka urusannya terserah kepada Allah, apakah mengazabnya ataukah memaafkaannya.’ Maka, kami berbai’at kepada beliau untuk semua itu.”

(11)

8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan paparan sederhana di atas dapat disimpulkan bahwa dakwah Rasulullah SAW yang penuh dengan rintangan merupakan benih dari menyebarnya ajaran Islam ke luar Makkah. Adapun menyebarnya Islam ke luar Makkah merupakan fondasi awal menyebarnya Islam ke seluruh penjuru dunia. Dakwah tersebut dimulai dari dakwah secara sembunyi-sembunyi hingga terang-terangan. Hingga kemudian sebelum berhijrah ke Madinah, datang 12 orang laki-laki menemui Rasulullah dan berbai’at kepada beliau.

(12)

9

DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Karen. ISLAM: Sejarah Singkat. Yogyakarta: Penerbit Jendela, 2002.

Hitti, Philip K. HISTORY OF THE ARABS. Jakarta: PT. Serambi Ilmu Semesta, 2002.

Ishaq, Ibn, Sirah nabawiyah : sejarah lengkap kehidupan Rasulullah SAW.

Jakarta: Akbar Media, 2018.

Ramadhan Al-Buthiy, Muhammad Sa'id, The Greate Episodes of Muhammad SAW. Bandung: Noura Religi. 2015

Referensi

Dokumen terkait

Islam masuk ke Sei Kepayang melalui cara politik dari pihak Kesultanan Asahan, selain itu jalur tasawuf dan dakwah banyak memberikan dampak dalam perkembangan Islam

Perkembangan Islam khususnya di Patani didukungi oleh gerakan-gerakan dakwah yang dipelopori oleh ulama Patani sendiri. Gerakan-gerakan dakwah di Patani yang wujud

Ruang lingkup pada makalah ini membahas tentang diantaranya : pengertian Perkembangan Hubungan Sosial, Karakteristik Perkembangan Sosial,

Artikel ini membahas tentang bagaimana perkembangan prosa Arab pada masa permulaan Islam, perkembangan serta karakteristiknya. Dibahas juga macam dan tokoh prosa Arab pada masa

makalah ini membahas perkembangan pemikiran fisafat sejak yunani kuno hingga masa

Makalah ini membahas tentang sistem politik Islam dan demokrasi dalam

Makalah ini membahas tentang sejarah dan perkembangan ilmu

Makalah ini membahas tentang sejarah perkembangan kurikulum