• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari Anak Bodoh Menjadi Psikiater Renowned

N/A
N/A
rehan singgih

Academic year: 2023

Membagikan " Dari Anak Bodoh Menjadi Psikiater Renowned"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

A. Perkembangan Terapi adler 1. Umum

Pengalaman masa kanak-kanak Adler memberikan pengaruh bagi pembentukan teorinya.

Adler merupakan salah satu contoh sosok yang berupaya untuk menentukan hidupnya sendiri terlepas dari apa yang telah ditentukan oleh takdir. Adler adalah siswa yang bodoh. Gurunya menyarankan agar ayahnya mempersiapkan Adler kelak sebagai seorang pembuat sepatu.

Namun, dengan usahanya yang gigih Adler akhirnya mampu menjadi yang paling unggul di kelas. Ia kemudian meneruskan pendidikannya pada bidang kedokteran di Universitas Wina, mengikuti kursus privat sebagai seorang dokter mata, namun kemudian berpindah pada bidang kedokteran umum. Ia akhirnya memutuskan untuk mengambil spesialisasi neurologi dan psikiatri dan sangat tertarik pada penyakit anak-anak yang tidak dapat disembuhkan.

Setelah mengabdi sebagai petugas medis pada Perang Dunia I, Adler mendirikan 32 klinik bimbingan anak di sekolah-sekolah publik di Wina dan mulai melatih guru, pekerja sosial, dokter, dan para profesional lainnya. Bersama dengan Freud dan Jung, Adler merupakan salah satu kontributor pertama dari pendekatan psikodinamik.

Setelah berkolaborasi selama 8-10 tahun, Freud dan Adler berpisah. Adler mengundurkan diri sebagai Presiden Masyarakat Psikoanalitik Wina pada 1911 dan mendirikan Masyarakat Psikologi Individual pada tahun 1912.Di kemudian hari, beberapa psikoanalis menyusul langkah Adler dan berpisah dari pandangan Freud yang ortodoks. Para revisionis teori Freud, seperti Karen Horney, Erich Fromm, dan Harry Stach Sullivan, setuju bahwa faktor hubungan relasi, sosial, dan budaya berperan signifikan dalam membentuk kepribadian.

Ketiganya berpindah dari perspektif Freud yang biologis dan deterministik menuju perspektif Adler yang sosio-psikologis dan teleologik (berorientasi pada tujuan).

2. Perbedaan Teori Freud dan Adler

Sebenernya ada cukup banyak perbedaan teori antara Adler dan Freud. Salah satunya adalah cara mereka berdua menganggap manusia.

Freud membagi kepribadian menjadi komponen-komponen, sedangkan Adler menganggap kepribadian harus dipelajari secara utuh. Freud menganggap kesadaran dan ketidaksadaran manusia terpisah, sementara Adler menganggap alam sadar dan tidak sadar

(2)

bekerja dalam harmoni. Bagi Adler, alam sadar adalah sesuatu yang disadari oleh orang tersebut, sementara alam tidak sadar adalah sesuatu yang belum disadari.

Adler kurang setuju dengan konsep ini, maka dari itu ia membuat aliran sendiri yang disebut psikologi individual. Individu sendiri berasal dari kata un-divided, yang artinya tidak bisa dibagi. Menurut Adler, pribadi adalah suatu yang perlu dipelajari secara utuh, bukannya dipecah-pecah. Adler juga kurang suka dengan pemikiran Freud yang terlalu fokus pada aspek seks dalam teorinya. Adler percaya bahwa pribadi juga dibentuk dari aspek budaya dan sosial. Atas dasar itu, Adler menciptakan teori berbeda, dan bahkan model terapi psikologi yang berbeda pula.

Adler lebih menekankan pada kesatuan kepribadian dan menyatakan bahwa manusia hanya dapat dimengerti jika menjadi makhluk yang lengkap dan integratif. Pandangan ini juga mendukung fungsi dasar dari perilaku, yakni bahwa dari mana kita berasal itu bukanlah yang lebih penting dari ke mana kita akan menuju. Adler memandang manusia, baik sebagai ciptaan maupun pencipta dari hidupnya sendiri, sehingga manusia mengembangkan gaya hidup yang unik sebagai sebuah langkah dan wujud dari tujuan-tujuan hidupnya. Dengan kata lain, manusia membentuk langkahnya sendiri daripada dibentuk oleh pengalaman masa kecilnya.

3. Tujuan Terapi

Konselor Adlerian mendidik klien dengan cara baru dalam memandang diri sendiri, orang lain, dan kehidupan. Melalui proses menyediakan "peta kognitif" baru kepada klien, pemahaman mendasar tentang tujuan perilaku mereka, konselor membantu mereka dalam mengubah persepsi mereka. Mosak dan Maniacci (2008) mendaftar tujuan-tujuan ini untuk proses pendidikan terapi:

• Menumbuhkan minat sosial

• Membantu klien mengatasi perasaan kecil hati dan rendah diri

• Memodifikasi pandangan dan tujuan klien - yaitu mengubah gaya hidup mereka

• Mengubah motivasi yang salah

• Mendorong individu untuk mengakui kesetaraan di antara orang-orang

• Membantu orang untuk menjadi anggota masyarakat yang berkontribusi

(3)

Hoffman, Edward, The Drive For Self: Alfred Adler And The Founding Of Individual Psychology, Addison-Wesley, 1994

http://journalpsyche.org/alfred-adler-personality-theory/

https://www.psikologihore.com/biografi-alfred-adler/

Referensi

Dokumen terkait

Allen (2010) menjelaskan tentang tahapan perkembangan anak usia 3-5 tahun meliputi:.. Perkembangan motorik: 1) Naik turun tangga tanpa dibantu dengan menggunakan kaki kiri dan

Gangguan RETT dikenalkan oleh Andreas Rett pada tahun 1965 untuk menjelaskan perkembangan 22 anak perempuan yang mengalami perkembangan normal selama sekurangnya enam bulan,

Teori Erikson (1902), atau lebih dikenal dengan teori psikososialnya menjelaskan bahwa perkembangan anak dari berbagai aspeknya juga tidak akan pernah lepas dari peran

Mengerti dan mampu menjelaskan pola pertumbuhan anak dan remaja, kurva pertumbuhan anak dan remaja, pertumbuhan anak dan remaja, ciri-ciri perkembangan anak dan remaja,

Dokumen ini membahas tentang perkembangan fisik anak usia dini dan proses pembelajaran yang berlangsung secara

Dokumen ini berisi tentang kumpulan referensi buku dan jurnal yang membahas tentang psikologi perkembangan anak usia

Dokumen ini berisi aspek-aspek perkembangan anak sekolah

Dokumen ini membahas tentang pentingnya pendidikan dan perhatian keluarga dalam perkembangan karakter