• Tidak ada hasil yang ditemukan

Psikologi Industri (Psychology Industri)

N/A
N/A
fachrul shidiq

Academic year: 2024

Membagikan "Psikologi Industri (Psychology Industri)"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

Psikologi industri dan organisasi adalah prinsip-prinsip yang diterapkan dengan menggunakan metode psikologis untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan perilaku manusia di tempat kerja (Berry & Houston, 1993). Psikologi industri dan organisasi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku manusia, termasuk sebagai karyawan dan sebagai konsumen, bertindak secara individu maupun kelompok, dengan tujuan agar temuannya dapat diterapkan pada industri atau organisasi sehingga organisasi tersebut dapat mengambil manfaat darinya (Munandar, 2012 ). . Hal ini bermula dari diangkatnya Slamet Santoso Imam sebagai Ketua Jurusan Psikologi Universitas Indonesia sehingga terbentuklah Jurusan Psikologi Indonesia.

Berawal dari diangkatnya Slamet Santoso Imam sebagai Ketua Jurusan Psikologi Universitas Indonesia, sehingga menjadi cikal bakal Jurusan Psikologi Indonesia. Kemudian pada tahun 1960, jurusan psikologi berkembang menjadi fakultas dengan dekan pertama, Slamet Santosa Imam, hingga digantikan oleh lulusan pertama jurusan psikologi, Bapak. Fuad Hasan (psikologiku.com, 2015).

SELEKSI DAN

PENEMPATAN TENAGA KERJA

Pengertian Seleksi dan Penempatan Tenaga Kerja

Agar pekerja dapat menduduki formasi pada tingkat jabatan tertentu, perlu dilakukan seleksi ketat terhadap sejumlah calon yang terdaftar. Seleksi ini diharapkan menghasilkan tenaga kerja yang sesuai dengan kompensasi yang memadai, menilai organisasi dan daya tarik formasi, serta kompensasi yang ditawarkan. Setelah selesai melakukan proses seleksi, langkah selanjutnya adalah menempatkan calon pekerja pada formasi yang disesuaikan dengan hasil seleksi, sehingga perlu diperhatikan spesialisasi dalam formasi tersebut yang dapat mempengaruhi tingkat produktivitas.

Penempatan tenaga kerja yang tepat akan mendorong calon pekerja untuk bekerja karena cocok dengan bidang yang diminatinya. Proses pemilihan dan penempatan tenaga kerja sebagai formasi yang sesuai hendaknya dilakukan setelah selesainya proses rekrutmen.

Perbedaan Individual

Berikut adalah ciri kepribadian

Strategi Seleksi

Kemudian terjadi interpretasi oleh ahli klinis (psikolog) terhadap nilai-nilai yang diperoleh dari alat tes tersebut, tanpa melakukan wawancara dan observasi terhadap calon karyawan. Pengumpulan dan pemrosesan data mekanis bertujuan untuk memprediksi kinerja pekerjaan manajerial dan menggunakan informasi biografi dan nilai seperangkat alat tes. Peramalan dilakukan berdasarkan wawancara atau observasi tanpa menggunakan informasi objektif, yang berfungsi untuk pengumpulan dan pengolahan data yang dilakukan secara klinis.

Ini merupakan kombinasi pengumpulan data mekanis dan klinis, sedangkan pemrosesannya dilakukan secara klinis.

Peranan Test Psikologi dan Wawancara dalam Proses Seleksi Tenaga Kerja

Ujian, tes psikologi tertulis dan tes wawancara psikologi Pemeriksaan ini bertujuan untuk menggali aspek psikologis calon mahasiswa baik secara tertulis maupun lisan. Penilaian akhir bertujuan untuk mengevaluasi hasil serangkaian tes dan wawancara untuk menentukan apakah kandidat diterima atau ditolak. Selain itu, pelamar yang dinyatakan lolos pengumuman akhir (kandidat) akan menerima surat keputusan dari instansi atau perusahaan, mengenai pernyataan diterima menjadi pegawai pada instansi atau perusahaan tersebut.

Pentingnya penentuan alat uji sebagai alat ukur dalam menentukan kualifikasi pekerjaan diperlukan dalam analisis pekerjaan yang berperan sebagai prediktor.

Alat psikotes yang sering digunakan berdasarkan

Model Penelitian dalam Keabsahan Seleksi

Dalam seleksi menggunakan penelitian psikologi, tujuannya adalah untuk mencapai tingkat validitas dan reliabilitas yang tinggi. Oleh karena itu, sebelum melakukan kajian psikologi perlu dilakukan penelitian terhadap instrumen peramalan yang digunakan. Hal ini dilakukan agar skor alat ukur dapat dikaitkan dengan suatu kriteria melalui tingkat hasil kinerja yang menunjukkan rentang yang tinggi.

Dalam membangun Konsep hal penting yang harus dilakukan

Assesment Centres

Metode Assessment Center merupakan suatu sistem penilaian khusus terhadap seleksi dan penetapan pegawai baru yang ditentukan oleh suatu perusahaan berdasarkan hasil skor kelayakan kerja pada bidang terkait. Bila menggunakan metode assessment center, alat utama yang digunakan adalah uji coba atau tes dengan berbagai aspek yang tingkat sebarannya sesuai dengan fungsi dan tujuannya masing-masing. Terdapat perbedaan dalam cara memilih calon karyawan terbaik berdasarkan seberapa cocok mereka dengan perusahaan yang mencarinya dan seberapa memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan.

Tahapan penilaian yang wajib di lakukan oleh seluruh pegawai baru yaitu

Perusahaan yang menerapkan suatu metode, ada beberapa

PENGEMBANGAN TENAGA KERJA

  • Pengertian
    • Pelatihan dan Pengembangan
    • Tujuan Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja
    • Perencanaan SDM dan Pengadaan Tenaga Kerja
    • Metode-Metode Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Kerja
  • Teori-Teori Pembelajaran
  • Konsep dan Prinsip Pembelajaran
  • Menyusun Program Pelatihan dan Pengembangan
  • Model Penilaian Keefektifan Program Pelatihan dan

Sikula mengemukakan bahwa pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek yang menggunakan prosedur sistematis dan terorganisir dimana pekerja non-manajerial memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis dengan tujuan terbatas. Pengembangan adalah proses pendidikan jangka panjang yang mengikuti prosedur sistematis dan terorganisir, dimana karyawan memperoleh pengetahuan konseptual dan teoritis dengan mencapai tujuan tertentu. Perencanaan sumber daya manusia (human resources) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sistematis yang tujuannya untuk menilai kebutuhan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia suatu organisasi atau perusahaan.

Ada berbagai keadaan akibat relokasi, kerjasama dan bisnis atau aliansi dan pengembangan bisnis lainnya. Pengadaan tenaga kerja (purchasing) merupakan suatu proses yang bertujuan untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang diinginkan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan. Proses rekrutmen karyawan dapat dilakukan secara internal maupun eksternal perusahaan atau organisasi tergantung kebutuhan.

Metode adalah suatu cara yang dijalankan secara terus-menerus, yang digunakan untuk melakukan suatu pekerjaan agar dapat tercapai sesuai dengan yang kita inginkan. Contohnya adalah pelatihan pemagangan. Diantaranya adalah metode pelatihan yang meliputi: on the job, vestibule, demonstrasi dan pilot, simulasi, pemagangan, kegiatan di dalam kelas dan metode lainnya. Teori koneksionisme merupakan teori yang pertama kali ditemukan dan dikembangkan oleh Edward L. Merupakan teori pembelajaran yang lebih fokus pada perilaku manusia.

Belajar merupakan dasar tingkah laku yang dilakukan manusia, sehingga belajar merupakan perubahan yang relatif permanen yang diperoleh melalui latihan dan pengalaman sebagai hasil respon terhadap suatu stimulus. . A. Dengan mendukung dan memberikan kesempatan, mereka dapat mempraktikkan keterampilan yang baru dipelajarinya agar dapat berkembang sehingga kemampuannya meningkat.

Pengembangan

Pelaksanaan proses pengembangan dan pelatihan memerlukan pengukuran hasil yang dicapai dengan maksud baik atau tidak, agar pengukuran tersebut dapat digunakan untuk menyimpulkan apakah pengembangan dan pelatihan yang kita lakukan perlu diganti atau ditingkatkan.

Rangkuman

PENGEMBANGAN DAN BUDAYA ORGANISASI

Pengertian dan Rancangan Organisasi

  • Organisasi Menurut Stone
  • Organisasi Menurut James D. Mooney
  • Organisasi Menurut Chester I. Bernard

Organisasi diartikan sebagai suatu sistem yang saling bekerjasama, bertujuan untuk mencapai tujuan atau suatu struktur kelompok kerja yang mempunyai sistem kerja sama antara sekelompok individu yang menguasai suatu kedudukan untuk bekerja sama mencapai tujuan. Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan antara orang-orang yang dikendalikan oleh manajer untuk mencapai suatu tujuan. Bernard mengatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem kegiatan kerjasama yang dihasilkan dari kerjasama dua orang atau lebih.

Chester I. Bernard menyatakan bahwa organisasi adalah suatu sistem aktivitas kerjasama hasil kolaborasi oleh dua orang atau lebih

Rancangan Organisasi

Birokrasi

Struktur Matrik

Jenis - Jenis Organisasi

  • Formal Stucture
  • Informal Structure

Struktur formal adalah struktur yang dibuat dalam bentuk gambar, umumnya dibuat secara formal dan dilaksanakan pada perusahaan atau organisasi besar. Memberikan kejelasan pembagian kerja antar bagian, kekurangannya adalah banyaknya aturan yang sesuai dengan struktur yang ada, yang akan menjadi kendala jika organisasi terus berkembang, hal ini berkaitan dengan hambatan birokrasi yang berlaku. Struktur informal adalah hubungan yang terjalin, namun hanya dalam bentuk semu atau informal, namun tetap ada kerjasama yang dilakukan antara anggota dengan anggota lainnya yang dilakukan secara langsung.

Functional Structure

Pengembangan Organisasi

  • Teori Pengembangan organisasi
  • Dilakukan melalui proses dalam kondisi sadar dan terencana
  • Orientasi yang digunakan berdasar pada belajar sambil memecahkan masalah dan memecahkan masalah sambil belajar
  • Menggunakan pendekatan system
  • Merupakan bagian integral dan aktivitas manajemen
  • Goal yang ingin dicapai adalah kemajuan, efesiensi, keefektifan dan kesehatan organisasi

Pengembangan organisasi menurut Richard Beckhart, 1969 dalam (Tyson dan Jackson, 2001) adalah suatu upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan serta melibatkan organisasi menyeluruh yang dikelola dari atas ke bawah untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas dan kesehatan organisasi. organisasi melalui intervensi terencana dalam proses yang terjadi dalam organisasi dengan menggunakan pengetahuan atau ilmu perilaku. Sedangkan Edgar Schein yang dikutip Handoko (2003) menyatakan bahwa proses pengembangan organisasi yang terdiri dari seluruh kegiatan merupakan hasil kesepakatan yang dilakukan oleh manajer, pegawai dan pihak lain yang kemudian bertujuan untuk menciptakan dan memelihara kesehatan organisasi. organisasi. organisasi sebagai suatu sistem total. Wendel French dan Cecil Bell menyatakan dalam Handoko (2003) bahwa proses pengembangan organisasi adalah upaya jangka panjang untuk meningkatkan proses pemecahan masalah dan pembaharuan organisasi, terutama melalui penggunaan manajemen budaya organisasi yang dilakukan secara efektif dan kolaboratif, melalui penekanan khusus pada budaya, dilakukan oleh tim kerja formal, dengan bantuan agen perubahan, katalis, dan penggunaan teori dan teknologi ilmiah melalui perilaku terapan, termasuk kegiatan penelitian.

Tujuan Pengembangan Organisasi

  • Membangun hubungan yang harmonis antara leader dengan anggota di dalam organisasi 2. Mewujudkan transparansi dalam pemecahan persoalan organisasi
  • Keterbukaan dalam komunikasi terus di tingkatkan
  • Semangat kerja yang dilakukan oleh anggota organisasi terus ditingkatkan termasuk pengendalian diri

Budaya Organisasi

  • Susanto
  • Robbins
  • Gareth R. Jones

Menurut Susanto, pengertian budaya organisasi adalah suatu nilai yang digunakan sebagai pedoman sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi permasalahan eksternal dan sebagai upaya adaptasi dan integrasi ke dalam organisasi, yang mengharuskan setiap anggota organisasi itu sendiri patuh dan patuh. Robbins memahami bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem makna bersama yang dijadikan pedoman oleh anggota dan menjadi ciri khas di antara organisasi lainnya. Jones mendefinisikan budaya organisasi sebagai persepsi bersama yang dijadikan pedoman oleh anggota organisasi.

PERILAKU KONSUMEN

  • Pengertian Perilaku Konsumen
  • Keperluan dan Kebutuhan Konsumen
    • Analisis Pemahaman Perilaku Konsumen
  • Aspek Kepribadian
    • Pendekatan Nilai Guna Kardinal Pendekatan nilai guna kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif menganggap
    • Pendekatan Nilai Guna Ordinal. Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis kurva indeference menganggap
    • Persamaan Nilai Guna Kadinal dengan Ordinal. Persamaan Kardinal dan Ordinal yaitu sama-sama menjelaskan tindakan
    • Perbedaan Nilai Guna Kadinal dengan Ordinal. Nilai guna kardinal menganggap bahwa besarnya utility dapat dinyatakan
  • Aspek Pengambilan Keputusan
    • Pengenalan masalah terhadap produk yang ingin dibeli Proses pembelian akan terjadi jika konsumen memiliki rangsangan atas
    • Pencarian informasi sejumlah produk sejenis sebagai altenatif begitu pentingnya munculnya rangsangan kebutuhan dan keinginan pemebuhan yang
    • Melakukan evaluasi dari beberapa alternatif yang muncul Proses Evaluasi yang dilakukan oleh konsumen berdasarkan model terbaru, bahwa proses
    • Membuat keputusan pembelian atas produk Pada dasarnya pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen dalam membeli
  • Proses Penawaran

Perilaku konsumen merupakan kajian yang berkaitan dengan beberapa satuan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk memperoleh, menggunakan dan menentukan barang, jasa dan ide. Dalam mendefinisikan perilaku konsumen menggunakan istilah unit pengambilan keputusan, hal ini dikarenakan keputusan dapat diambil oleh individu atau kelompok. Selain itu pengertian perilaku konsumen menjelaskan bahwa konsumsi merupakan suatu proses yang diawali dengan penerimaan, konsumsi dan diakhiri dengan penentuan (disposisi).

Secara umum pengertian perilaku konsumen adalah “Interaksi dinamis antara afek dan kognisi, perilaku dan peristiwa di sekitar kita, dimana terdapat aspek pertukaran di dalamnya”. Dari berbagai definisi perilaku konsumen di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa dalam definisi perilaku di atas terdapat tiga faktor, yaitu dinamika yang meliputi interaksi antara afek dan kognisi, perilaku dan peristiwa di sekitarnya, serta adanya aspek pertukaran. Yang berdampak tidak hanya pada kajian perilaku konsumen, namun juga pada upaya pengembangan strategi pemasaran yang lebih modern.

Perilaku konsumen merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dan berkaitan dengan proses pengambilan keputusan untuk memperoleh, menggunakan barang atau jasa ekonomi, yang selalu dan sepanjang waktu bersifat dinamis. Tidak terencana (predominant unplanned behavior) Barang yang dibeli adalah barang yang sebelumnya direncanakan untuk dibeli, namun didasarkan pada ketertarikan individu terhadap barang tersebut. Religius (religius) Faktor religi merupakan faktor yang paling penting dalam kehidupan konsumen, hal ini mempengaruhi cara berpikir mereka terhadap suatu produk, sehingga produk yang mempunyai simbol keagamaan akan lebih populer dibandingkan produk yang tidak.

Pendekatan nilai guna ordinal atau sering disebut analisis kurva indiferen berasumsi bahwa manfaat yang diperoleh masyarakat dari konsumsi suatu barang tidak bersifat kuantitatif/tidak dapat diukur. Nilai pakai kardinal mengasumsikan bahwa jumlah utilitas dapat dinyatakan. Cardinal berasumsi bahwa besarnya utilitas dapat dinyatakan dalam angka. Aspek penawaran ini penting untuk diketahui agar dalam proses pengambilan keputusan konsumen, konsumen dan produsen mempunyai kedudukan yang sama, yaitu konsumen dapat memenuhi kebutuhannya dengan harga yang tepat dan produsen berproduksi pada saat harga di pasar sedang. juga bagus.

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan pembelajaran umum : Mahasiswa dapat memahami tentang psikologi konsumen, perilaku konsumen, alasan mempelajari perilaku konsumen dan keputusannya dalam

PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI 2. Adinda

Mahasiswa memahami kaidah-kaidah dan proses psikologi yang melandasi perilaku manusia dalam konteks industri dan organisasi. Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan

Sekarang, perilaku manusia dalam kaitan dengan kegiatan industri dan organisasi dipelajari untuk perkembangan teori, aturan dan prinsip psikologi baru yang berlaku

Definisi dari psikologi industri/organisasi adalah “Studi tentang hubungan antara manusia dengan dunia kerja, yang bertujuan menyesuaikan pekerja dengan tempat

Akan tetapi, penjelasan yang lebih detail disampaikan oleh Cascio dalam Rothmann dan Cooper, 2008 bahwa Psikologi Industri dan Organisasi adalah suatu cabang terapan dari ilmu psikologi

Sejarah Psikologi Industri & Organisasi PIO • Penelitian mulai mengarah ke motivasi & kepuasan karyawan 1970’s 1970’s • Melibatkan metode statistika dalam penelitian

PERANG DUNIA 2 Selama Perang Dunia II, Psikologi Industri dan Organisasi memainkan peran kunci dalam berbagai aspek konflik global ini: • Seleksi dan Penempatan Personel • Motivasi