Nurhandini (11210162000010) Pendidikan Kimia 5A
“Resume Uji Terhadap Lipid”
➢ Tujuan
Lebih memahami sifat lipid yang secara teoritis telah diperoleh dari kuliah teori.
➢ Dasar Teori
Lipida atau lemak merupakan senyawa organik yang banyak ditemukan dalam sel jaringan, tidak larut dalam air, larut dalam zat pelarut non polar seperti (eter, kloroform, dan benzena). Lipid bersifat non polar atau hidrofolik. Penyusun utama lipida adalah trigliserida, yaitu ester gliserol dengan tiga asam lemak yang bisa beragam jenisnya. Rumus kimia trigliserida adalah CH2COOR-CHCOOR’- CH2-COOR‖ dimana R, R’ dan R‖ masing-masing adalah sebuah rantai alkil yang panjang. Ketiga asam lemak RCOOH, R’COOH dan R‖COOH (Mamuaja, 2017: 1).
Penyusun lipida lainnya berupa gliserida, monogliserida, asam lemak bebass, lilin (wax), dan juga kelompok lipida sederhana yang mengandung komponen asam lemak) seperti derivate senyawa terpenoid/isoprenoid serta derivate steroida. Lipida sering berupa senyawa kompleks dengan protein (Lipoprotein) atau karbohidrat (Glikolipida). Lipid merupakan komponen membran plasma, hormon, dan vitamin (Komala & Arsyadin, 2022: 55).
Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hari, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Asam lemak penyusun lipida ada dua macam, yaitu asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh molekulnya mempunyai ikatan rangkap pada rantai karbonnya. Halogen dapat bereaksi cepat dengan atom C pada rantai yang ikatannya tidak jenuh (peristiwa adisi) (Mamuaja, 2017: 2)
Lipida yang paling sederhana dan paling banyak mengandung asam lemak sebagai unit penyusun adalah triasilgliserol, juga seringkali dinamakan lemak, lemak netral, atau trigliserida. Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel tumbuhan dan hewan tapi umumnya tidak dijumpai pada membrane.Lemak disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebgagai sumber energi yang utama untuk proses metabolism tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari
makanan dan hasil produksi organ hari, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi (Campbell, dkk, 2002: 72).
Gliserin adalah senyawa organik polar yang terdiri atas tiga atom karbon yang mengikat tiga gugus hidroksil (-OH). Ketiga gugus karboksil ini bersifat reaktif dan dapat diesterifikasi oleh asam lemak. Dari ikatan dengan asam lemak yang beragam jenisnya, dapat dihasilkan juga jenis lemak yang beragam. Kolesterol adalah lemak yang terdapat dalam aliran darah atau berada dalam sel tubuh, yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon, namun apabila kadar kolesterol dalam darah berlebihan, akan mengakibatkan penyakit jantung koroner dan stroke.
Uji kelarutan lemak/lipid dapat dilakukan dengan menambahkan sedikit contoh lemak ke dalam beberapa mili liter pelarut lemak dan kemudian diselidiki kelarutannya. Derajat kelarutan dapat ditentukan secara langsung yaitu dengan mengidentifikasikan lemak tersebut setelah dikeringkan atau larutan yang pelarutnya diuapkan diatas penangas air yang mendidih. Ada atau tidak adanya sisa, memperlihatkan bahwa zat tersebut dapat atau tidak dapat larut dalam pelarut tersebut. Uji kelarutan ini bertujuan untuk mengetahui kelarutan lipid pada pelarut tertentu/pelarut terbaik untuk lipid, pada umumnya minyak tidak dapat larut dalam air, tetapi sedikit larut dalam pelarut- pelarut tertentu, seperti pada percobaan uji kelarutan ini, minyak atau sampel yang di uji coba pada penambahan larutan Ethanol dan Klorofrom minyak atau lemak dapat larut (Siswati, dkk, 2022: 67).
Persamaan reaksi
Uji akrolein adalah uji yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan molekul trigliseraldehida dan untuk menguji kualitas lipid dari bau yang dihasilkan dari proses pembakaran sampel. Apabila bau yang dihasilkan tengik, maka kualitas lipid tersebut kurang baik. Dan apabila bau yang dihasilkan tidak memiliki bau yang
terlalu menyengat, maka lipid tersebut
berkualitas baik. Lemak atau lipid terbagi menjadi dua, yaitu lemak jenuh dan
lemak tak jenuh. Lemak jenuh terdapat di dalam tubuh dan tidak memiliki ikatan rangkap, misalnya gliserol. Sedangkan lemak tak jenuh yaitu memiliki ikatan rangkap dan diperoleh dari luar tubuh misalnya minyak kelapa dan minyak malinda.
Gliserol didehidratasi dengan KHSO4 anhidrat membentuk suatu aldehid tak jenuh yaitu akrolein. Akrolein mempunyai bau tak sedap (Rahmi & Kusuma, 2020: 187).
Persamaan reaksi
Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol.
Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform. Setelah itu, asam sulfat pekat ditambahkan. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus C kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5-kolestadiena. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif. Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua.
Persamaan reaksi
➢ Alat dan Bahan
Alat yang digunakan tabung reaksi, kertas saring, pipet tetes, rak tabung reaksi, dan gelas ukur.
Bahan yag digunakan air, alcohol dingin, alcohol panas, kloroform, minyak goreng, olive oil, gliserol atau sedikit asam palmitat, KHSO4, kolesterol, asam asetat anhidrida dan asam sulfat pekat.
.
➢ Langkah Kerja 1. Uji kelarutan lipid
a. Sediakan 4 tabung reaksi dan tambahkan ke dalamnya:
Tabung 1: tambahkan 2 mL air
Tabung 2: tambahkan 2 mL alkohol dingin Tabung 3: tambahkan 2 mL alkohol panas Tabung 4: tambahkan 2 mL kloroform
b. Kemudian masukkan ke dalam tiap-tiap tabung 0,2 ml minyak goreng, kocok hati-hati.
Pada waktu air ditambah minyak goreng kemudian dikocok akan terjadi emulsi, tetapi setelah didiamkan, berubah kembali pada keadaan semula, merupakan lagi suatu campuran. Emulsi adalah suatu peristiwa, di mana terkesan cairan minyak terdispersi pada cairan lainnya: garis tengah tetesan cairan tersebut antara 0,1 sampai 1,01 mikron, jadi lebih besar dari pada dalam sol. Emulsi umumnya tidak stabil.
c. Ambil 2-3 tetes dari masing-masing tabung di atas dan teteskan pada kertas saring. Noda yang tertinggal pada kertas saring lalu keringkan. Adanya noda yang tertinggal pada kertas saring menunjukkan lemak/lipid yang larut dalam pelarut.
2. Penentuan gliserin melalui pembentukan acrolein
a. Sediakan 3 tabung reaksi yang bersih dan kering, lalu ke dalam masing-masing tabung masukkan 10 tetes olive oil, gliserol atau sedikit asam palmitat.
b. Ke dalam masing-masing tabung tambahkan sejumlah volume yang sama KHSO4, lalu dipanaskan pelan-pelan langsung di atas api. Perhatikan bau akrolein yang menusuk hidung. Jangan dikacaukan antara bau akrolein dan bau SO₂
3. Uji Lieberman-burchard untuk kolesterol
a. Larutkan sedikit kolesterol dalam kloroform sampai seluruhnya larut.
b. Tambahkan 10 tetes asam asetat anhidrida dan dua tetes asam sulfat pekat, kocok perlahan-lahan dan biarkan beberapa menit. Perhatikan perubahan warna.
Warna yang timbul ini tidak tetap sifatnya, dapat berubah dari merah ke biru dan hijau.
➢ Daftar Pustaka
Campbell, dkk. 2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Komala & Arsyadin. 2022. Biology Notes. Banyumas: CV ZT Corpora Mamuaja, C.F. 2017. LIPIDA. Manado Unsrat Press
Rahmi & Kusuma. 2020. Ilmu Bahan Makanan. Malang: UB Press Siswati, dkk. 2022. Kimia Analisis Bahan Pangan. Padang: GET Press