• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup Protokol Budaya dalam CASEL

N/A
N/A
Yizhan Wangxian

Academic year: 2024

Membagikan "Ruang Lingkup Protokol Budaya dalam CASEL"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Nama Kelompok : Kelompok 5

1. Diah Arum Ningsih (2330111721880) 2. Lisa Mahfuziah (2330111722087) 3. Maharani Amalia (2330111721925)

Kelas : A PGSD PPG Prajabatan Gelombang 1 Tahun 2024 Mata Kuliah : Pembelajaran Sosial Emosional

Dosen Pengampu : Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D

Topik 1 – Ruang Kolaborasi (LK 1.8)

Tabel 1. 8 Ruang Lingkup Protokol (Budaya/ Tata Tertib) dalam CASEL

Ruang Lingkup

Kompetensi Pembelajaran

Sosial Emosional

Teknik Pembelajaran Kse

(Sesuai Dengan Jenjang Pendidikan Murid)

Protokol (Budaya atau

Tata Tertib)

Kesadaran diri pengenalan emosi

1. Teknik:

Memeriksa ketaatan diri terhadap aturan kelas.

2. Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru:

Guru meminta peserta didik untuk menyiapkan selembar kertas dan menuliskan tata aturan yang ada di kelas.

3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

• Silakan beri tanda ceklis pada peraturan kelas yang telah kalian laksanakan.

• Beri tanda silang pada peraturan kelas yang belum kalian laksanakan dengan jujur dan penuh tanggung jawab.

4. Penjelasan tentang tujuan:

Peserta didik menyadari dirinya telah melaksanakan atau belum melaksanakan kewajiban menaati tata tertib kelas.

Pengelolaan diri -mengelola emosi dan

fokus

1. Teknik:

Pembiasaan sambut mentari/ 5S, melaksanakan salat dhuha, dzuhur, ashar berjamaah, tadarus, literasi, dan berdoa sebelum melaksanakan pembelajaran.

2. Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru:

Guru mendampingi peserta didik untuk melaksanakan salat dhuha, dzuhur, ashar berjamaah, tadarus, dan literasi.

3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Guru mendampingi peserta didik melakukan kegiatan tersebut. Peserta didik mengikuti arahan dari guru.

(2)

4. Penjelasan tentang tujuan:

Kegiatan sambut mentari/ 5S, melaksanakan salat dhuha, dzuhur, ashar berjamaah, tadarus, literasi, dan berdoa bertujuan untuk memperkuat emosional dan fokus peserta didik dalam persiapan proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.

Kesadaran sosial - keterampilan

berempati

1. Teknik:

Pembiasaan infaq one day one thousand untuk disalurkan ke lazismu.

2. Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru:

Guru mengajak peserta didik untuk mengumpulkan Rp 1.000 setiap hari untuk selanjutnya disalurkan ke lembaga lazismu.

3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Guru memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang infaq one day one thousand. Kegiatan ini berhubungan dengan kesadaran sosial dan keterampilan berempati peserta didik terhadap lingkungan sosial di sekitarnya. Guru akan memberikan penjelasan bahwa dana infak yang disalurkan ke lazismu akan digunakan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan. Peserta didik akan memahami bahwa memberi dukungan kepada orang lain merupakan bagian penting dari kesadaran sosial dan keterampilan berempati.

4. Penjelasan tentang tujuan:

Tujuan kegiatan dari one day one thousand ini adalah untuk meningkatkan kesadaran sosial peserta didik dan menumbuhkan empati peserta didik terhadap lingkungan disekitarnya.

Keterampilan berhubungan sosial -

daya lenting (resiliensi)

1. Teknik:

Mengucap salam dan menyapa saat bertemu guru atau teman.

2. Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru:

Guru memberi teladan kepada peserta didik dengan memberi salam, senyum, menyapa, dan menunjukkan sikap sopan dan santun baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Guru menjelaskan kepada peserta didik bahwa mengucap salam dan tersenyum dengan sesama merupakan bentuk pilihan silaturahmi antar sesama muslim. Salah satu kewajiban muslim satu dengan lainnya adalah menjawab salam. Dengan demikian, jalinan persaudaraan dan sosial akan terbentuk.

4. Penjelasan tentang tujuan:

(3)

Membiasakan peserta didik untuk ramah, sopan, dan santun saat bertemu orang lain atau teman.

Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab

1. Teknik:

Penanganan peserta didik yang bermasalah.

2. Penjelasan tentang apa yang dilakukan guru:

• Guru tidak acuh terhadap peserta didik yang melanggar peraturan.

• Guru bisa memanggil atau mengajak berbincang secara personal agar mereka yang melanggar mengakui dan tidak mengulanginya kembali.

3. Penjelasan tentang apa yang dikatakan pada murid:

Peserta didik yang melanggar bisa menceritakan keluh kesah dan alasan mengapa mereka melanggar peraturan. Guru di sini mendengarkan dan menjadi orang yang paling mengerti bagi peserta didik, dengan ini peserta didik akan percaya dengan guru dan akan mau mendengarkan solusi yang buruk berikan. Guru perlu menjelaskan bahwa semakin dewasa peserta didik harus belajar tanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan. Setiap apa yang dilakukan memiliki konsekuensi.

4. Penjelasan tentang tujuan siklus:

Membiasakan peserta didik untuk berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan serta dapat bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan.

Referensi

Dokumen terkait

unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-.. kelompok sosial serta lapisan-lapisan

 Ekserp informative adalah ringkasan dokumen yang lebih lengkap dan berisi pokok permasalahan yang terkandung dalam sebuah dokumen... Menyiapkan alat dan bahan. Menyusun peta

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PEMBELAJARAN SOSIAL-EMOSIONAL Nama Sekolah : SDN Puraseda 01 Kelas : 6

Teks di atas berisi tentang pengertian dan ruang lingkup

Dokumen ini berisi informasi umum tentang rencana pelaksanaan pembelajaran suatu materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di tingkat sekolah dasar kelas

Makalah ini membahas tentang hakikat dan ruang lingkup Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) beserta dengan tujuannya dalam membantu mahasiswa memahami hubungan timbal balik manusia dengan

Dokumen ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas IX semester 1 yang membahas perubahan sosial budaya akibat globalisasi, khususnya dampak

Dengan penerapan model Collaborative Academic, Social and Emotional Learning CASEL, pembelajaran kearsipan dapat mengembangkan kecakapan akademik, sosial, dan emosional peserta didik