• Tidak ada hasil yang ditemukan

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ): Efusi Pleura

N/A
N/A
FAUZIAH YASIKA RAHMI

Academic year: 2024

Membagikan "SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ): Efusi Pleura "

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP ) Pokok Bahasan : Efusi Pleura

Sub Pokok Bahasan : - Pengertian penyakit Efusi Pleura

- Tanda dan gejala penyakit Efusi Pleura - Penyebab penyakit Efusi Pleura

- Jenis penyakit Efusi Pleura

- Penanganan penyakit Efusi Pleura Sasaran : Pasien dengan Efusi Pleura di ruang perawatan RS Unand Padang

Hari / Tanggal : Senin, 14 September 2023 Waktu : 40 menit

Tempat : Aula RS Unans Penyuluh / Petugas : Fauziah dkk

A. LATAR BELAKANG

Efusi pleura adalah penimbunan cairan di antara pleura parietal dan visceral, yang disebut rongga pleura. Penyakit ini dapat terjadi dengan sendirinya atau disebabkan oleh penyakit di sekitar parenkim seperti infeksi, keganasan, atau kondisi peradangan. Efusi pleura merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas paru (Kugasia, et al.

2019).

Menurut WHO (2008), efusi pleura merupakan suatu gejala penyakit yang dapat mengancam jiwa penderitanya. Secara geografis penyakit ini terdapat diseluruh dunia, bahkan menjadi problema utama di negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia. Di negara-negara industri, diperkirakan terdapat 320 kasus efusi pleura per 100.000 orang. Amerika Serikat melaporkan 1,3 juta orang setiap tahunnya menderita efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif dan pneumonia bakteri

B. TUJUAN

1. Tujuan Intruksional Umum

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan pasien dan keluarga mengetahui dan memahami tentang Efusi Pleura serta pencegahan dan penanganannya.

(2)

2. Tujuan Intruksional Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan kesehatan selama 30 menit, Pasien dan keluarga dapat menjelaskan kembali tentang :

a. Menjelaskan pengertian efusi pleura b. Menjelaskan klasifikasi dari efusi pleura c. Menjelaskan penyebab dari efusi pelura d. Menjelaskan tanda dan gejala efusi pleura e. Menjelaskan penatalaksanaan efusi pleura f. Menjelasakan Komplikasi efusi pleura C. MATERI (terlampir)

Berisi materi-materi yang akan diberikan dalam kegiatan penyuluhan.

D. MEDIA

 Leafleat/brosur E. METODE

 Ceramah

 Tanya jawab

F. KEGIATAN PENYULUHAN

No Kegiatan penyuluh Respon peserta waktu

1. Pembukaan

- Memberi salam

- Perkenalan dan Menanyakan kabar

- Menjelaskan tujuan penyuluhan

- Menyebutkan

materi/pokok bahasan yang akan disampaikan

- Kontrak waktu

Menjawab salam serta mendengar dan memperhatikan

5 menit

2. Pelaksanaan Menyimak dan 15 menit

(3)

 Menjelaskan materi penyuluhan

secara berurutan dan teratur.

Materi :

- Menjelaskan Pengertian efusi pleura

- Menjelaskan kalsifikasi efusi pleura

- Menjelaskan penyebab efusi pleura

- Menjelaskan tanda dan gejala efusi pleura

- Menjelaskan

penatalaksanaan efusi pelura - Menjelasakan komplikasi

dari efusi pleura

memperhatikan

3. Diskusi/ Tanya Jawab

- Memberi kesempatan kepada pasien untuk bertanya

- Memberi kesempatan kepada pasien untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan

Bertanya dan menjawab

pertanyaan serta Memperhatikan

10 menit

3. Evaluasi

- Menyimpulkan inti penyuluhan

- Menyampaikan secara singkat materi penyuluhan

Memperhatikan 5 menit

(4)

4. Penutup

- Menyampaikan terimakasih atas perhatian dan waktu yang telah diberikan kepada pasien

- Mengucapkan salam

Menjawab salam 5 menit

G. Evaluasi

1. Evaluasi Struktur

 Kelompok penyuluh dan keluarga pada posisi yang sudah direncanakan

 Seluruh pasien dan keluarga menghadiri penyuluhan

 Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan 2. Evaluasi Proses

 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan

 Seluruh pasien dan keluarga dapat mengikuti acara atau kegiatan penyuluhan sampai selesai

 Keluarga berperan aktif selama kegiatan berjalan 3. Evaluasi Hasil

 60% yang mengikuti penyuluhan dapat memahami pengertian efusi pleura

 70% yang mengikuti penyuluhan dapat memahami penatalaksanaan efusi pluera

 60% yang mengikuti penyuluhan dapat menyebutkan 5 dari 10 tanda dan gejala efusi pleura

H. Sumber

Kugasia IAR, Kumar A, Khatri A, Saeed F, Islam H, Epelbaum O. Limfoma efusi primer pada ruang pleura: Laporan komplikasi transplantasi jantung yang jarang terjadi dengan tinjauan literatur. Transpl Menginfeksi Dis. Februari 2019; 21 (1):e13005. [ PubMed ]

(5)

I. Lampiran Materi Efusi Pleura A. Pengertian

Efusi pleura adalah kondisi medis yang terjadi ketika cairan mengumpul di antara lapisan pleura dalam rongga dada. Pleura adalah membran tipis yang melapisi paru-paru dan dinding dada. Efusi pleura dapat disebabkan oleh berbagai penyakit atau kondisi, seperti infeksi, penyakit jantung, penyakit paru-paru, atau kanker.

Efusi pleura adalah penumpukan cairan di antara pleura parietal dan visceral, yang disebut rongga pleura. Penyakit ini dapat terjadi dengan sendirinya atau disebabkan oleh penyakit di sekitar parenkim seperti infeksi, keganasan, atau kondisi peradangan. Efusi pleura merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas paru.

Semua manusia sehat memiliki sejumlah kecil cairan pleura yang melumasi ruang dan memfasilitasi pergerakan normal paru-paru selama pernapasan. Keseimbangan cairan yang halus ini dipertahankan oleh tekanan onkotik dan hidrostatik serta drainase limfatik; gangguan pada salah satu sistem ini dapat menyebabkan penumpukan cairan pleura (Kugasia, et al. 2019).

B. Klasifikasi Efusi Pleura

Berdasarkan jenis cairan yang terbentuk, cairan pleura dibagi menjadi transudat, eksudat dan hemoragis.

Berdasarkan lokasi cairan yang terbentuk, efusi dibagi menjadi unilateral dan bilateral. Efusi yang unilateral tidak mempunyai kaitan yang spesifik dengan penyakit penyebabnya akan tetapi efusi yang bilateral ditemukan pada penyakit- penyakit dibawah ini :Kegagalan jantung kongestif, sindroma nefrotik, asites,infark paru, lupus eritematosus systemic, tumor dan tuberkolosis

C. Penyebab efusi Pleura

Efusi pleura diakibatkan oleh kelebihan cairan dapat berupa cairan rendah protein (transudatif) atau kaya protein (eksudatif). Penyebab paling umum efusi pleura transudatif (cairan encer) meliputi gagal jantung, emboli paru, sirosis, dan bedah jantung pascaoperasi. Sementara itu efusi pleura eksudatif (cairan protein) paling sering

disebabkan oleh pneumonia, kanker, emboli paru, penyakit ginjal, dan penyakit inflamasi.

Selain dua penyebab utama diatas penyebab efusi pleura lain yang kurang umum

(6)

antara lain tuberkulosis, penyakit autoimun, perdarahan (karena trauma dada), chylothorax (karena trauma), infeksi dada dan perut, efusi pleura abses ( karena paparan asbes), sindrom Meig (karena tumor ovarium jinak), dan sindrom hiperstimulasi ovarium.

Obat-obatan tertentu, operasi perut, dan terapi radiasi juga dapat menyebabkan efusi pleura. Efusi pleura dapat terjadi pada beberapa jenis kanker termasuk kanker paru-paru, kanker payudara, dan limfoma. (Boka, 2017).

D. Tanda dan Gejala efusi pleura

Efusi pleura beberapa gejalanya disebabkan oleh penyakit dasar pneumonia akan menyebabkan demam, mengigil, dan nyeri dada pleuritik. Efusi maligna dapat mengakibatkan dispneu dan batuk. Ukuran efusi akan menentukan keparahan gejala.

1) Efusi luas :

sesak napas, bunyi pekak atau datar pada saat perkusi di atas area yang terisi cairan, bunyi napas minimal atau tak terdengar dan pergeseran trakea menjauhi tempat yang sakit.

2) Efusi ringan sampai sedang :

dispneu bisa tidak terjadi. (Ketut & Brigitta, 2019).

Terdapat gejala tambahan seperti:

 Batuk

 Dispnea bervariasi

 Adanya keluhan nyeri dada (nyeri pleuritik)

 Pada efusi yang berat terjadi penonjolan ruang interkosta

 Pergerakan dada berkurang dan terhambat pada bagian yang mengalami efusi

 Perkusi meredup diatas efusi pleura

 Egofoni diatas paru yang tertekan dekat efusi

 Suara nafas berkurang diatas efusi pleura

 Fremitus fokal dan raba berkurang

E. Penatalaksanaan Efusi Pleura

Menurut Nurarif et al, 2015 Penatalaksanaan pada efusi pleura yaitu:

a) Tirah baring

(7)

Tirah baring bertujuan untuk menurunkan kebutuhan oksigen karena peningkatan aktifitas akan meningkatkan kebutuhan oksigen sehingga dispneu akan semakin meningkat pula.

b) Thoraksentesis

Drainase cairan jika efusi pleura menimbulkan gejala subjektif seperti nyeri,dispneu, dan lain lain. Cairan efusi sebanyak 1 - 1,5 liter perlu dikeluarkan untuk mencegah meningkatnya edema paru. Jika jumlah cairan efusi pleura lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutnya baru dapat dikalkukan 1 jam kemudian.

c) Antibiotic

Pemberian antibiotik dilakukan apabila terbukti terdapat adanya infeksi. Antibiotik diberi sesuai hasil kultur kuman

d) Pleurodesis

Pada efusi karena keganasan dan efusi rekuren lain, diberi obat melalui selang interkostalis untuk melekatkan kedua lapisan pleura dan mencegah cairan terakumulasi kembali

e) Water seal drainage (WSD)

Water seal drainage (WSD) adalah suatu system drainase yang menggunakan water seal untuk mengalirkan udara atau cairan dari cavum pleura atau rongga pleura.

F. Komplikasi efusi pleura

 Fibrotoraks

Efusi pleura yang berupa eksudat yang tidak ditangani dengan drainase yang baik akan terjadi perlekatan fibrosa antara pleura parietalis dan pleura viseralis. Keadaan ini disebut dengan fibrotoraks. Jika fibrotoraks meluas dapat menimbulkan hambatan mekanis yang berat pada jaringan- jaringan yang berada dibawahnya. Pembedahan pengupasan (dekortikasi) perlu dilakukan untuk memisahkan membran - membran pleura tersebut

 Atalektasis

lektasis adalah pengembangan paru yang tidak sempurna yang disebabkan oleh penekanan akibat efusi pleura.

(8)

 Fibrosis paru

Fibrosis paru merupakan keadaan patologis dimana terdapat jaringan ikat paru dalam jumlah yang berlebihan. Fibrosis timbul akibat cara perbaikan jaringan sebagai kelanjutan suatu proses penyakit paru yang menimbulkan peradangan. Pada efusi pleura, atalektasis yang berkepanjangan dapat menyebabkan penggantian jaringan paru yang terserang dengan jaringan fibrosis

 Kolaps Paru

Pada efusi pleura, atalektasis tekanan yang diakibatkan oleh tekanan ektrinsik pada sebagian/semua bagian paru akan mendorong udara keluar dan mengakibatkan kolaps paru.

 Empiema

Kumpulan nanah dalam rongga antara paru-paru dan membran yang mengelilinginya (rongga pleura). Empiema disebabkan oleh infeksi yang menyebar dari paru-paru dan menyebabkan akumulasi nanah dalam rongga pleura. Cairan yang terinfeksi dapat mencapai satu gelas bir atau lebih, yang menyebabkan tekanan pada paru-paru, sesak napas dan rasa sakit

(9)
(10)

Referensi

Dokumen terkait

Judul Penelitian : Sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan CEA cairan pleura dalam diagnosis efusi pleura ganas karena kanker paru.. Nama Peneliti : Sri

+apat ditemukan peningkatan respiratory rate karena penyakit lanjut +apat ditemukan peningkatan respiratory rate karena penyakit lanjut dan fibrosis paru (parenkim& dan

Populasi dari penelitian ini adalah pasien efusi pleura yang dirawat inap di bagian paru RSUP Haji Adam Malik Medan.. Sampel penelitian adalah semua pasien efusi pleura pada

Px mengatakan pernah mempunyai riwayat penyakit TB paru kurang lebih 5 tahun yang lalu dan MRS pada bulan April 2015 didiagnosa efusi pleura MRS selama 13

Akibat dari efusi pleura adalah penekanan pada paru oleh cairan sehingga menimbulkan rasa nyeri.g. Pola aktivitas

15 Pada kasus efusi pleura bila tidak ditemukan sel ganas pada cairan atau hasil biopsi pleura tetapi ditemukan kanker primer di paru atau organ lain,

Jenis histopatologi pasien efusi pleura dikarenakan keganasan paru yang paling sering ditemukan adenokarsinoma (42,9%). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara

Penelitian ini memeriksa hasil GeneXpert® dari sampel cairan pleura pada penderita efusi pleura TB dan membandingkan dengan hasil pemeriksaan histopatologi dari jaringan