• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "SISTEM KOMUNIKASI INTERPERSONAL - Spada UNS"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

SEKOLAH VOKASI

UNIVERSITAS SEBELAS

MARET

(2)

DEFINISI KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Penyampaian pesan oleh satu orang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Devito, 1989)

Perilaku seseorang dalam komunikasi

interpersonal sangat bergantung pada persepsi interpersonal

(3)

Bagaimana Anda memandang diri Anda?

Bagaimana orang

lain memandang

Anda?

(4)
(5)

Johari Window

(6)

Wilayah terbuka (open area)

kegiatan yg dlkn komunikator disadari sepenuhnya oleh yg bersangkutan & juga oleh org lain

kepribadian, kelemahan & kekurangan diketahui diri sendiri dan orang lain

semakin lebar/ luas area terbuka maka komunikasi akan semakin baik & sebaliknya.

(7)

Wilayah buta (blind area)

perbuatan komunikator diketahui org lain tetapi diri sendiri tdk menyadari apa yg dia lakukan.

Semakin lebar wilayah buta maka akan terjadi kesulitan dalam komunikasi.

Wilayah buta ini ada pd setiap manusia &

sulit dihapuskan tp bs dikurangi dgn bercermin pd nilai, norma, hukum yg diikuti org lain

(8)

Wilayah tersembunyi (hidden area)

Wilayah ini kebalikan dari blind area (apa yg dilakukan komunikator disadari

sepenuhnya oleh dirinya sendiri tp org lain tdk mengetahuinya)

Ini berarti komunikator bersikap tertutup dia merasa apa yg dilakukannya tdk perlu diketahui org lain.

(9)

Wilayah tak dikenal (unknown area)

Wilayah yg paling kritis dlm komunikasi, sebab selain diri kita yg tdk mengenal diri sendiri, org lain jg tdk mengetahui siapa kita.

Dlm kehidupan sehari hari

kesalahpahaman/ kesalahan perlakuan biasa tjd krn kita tdk saling mengenal kelebihan, kekurangan ttg diri sendiri maupun org lain

(10)

KONSEP DIRI

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita

‘Those physical, social and psychological perceptions of ourselves that we have derived from experiences and our

interactions with others’

(William D.Brooks, 1974)

(11)

HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN

PERILAKU KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Konsep diri adalah faktor yang sangat menentukan dalam komunikasi interpersonal karena setiap orang bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya.

Dari konsep diri yang positif, lahirlah pola perilaku komunikasi

interpersonal yang positif pula, yakni melakukan persepsi yang lebih cermat dan membuat orang lain menafsirkan kita dengan lebih cermat pula.

(12)

Saya cantik

Saya pintar

Saya baik hati

Saya jujur

Saya bahagia

(13)

PROSES PEMBENTUKAN KESAN

Penilaian terhadap seseorang berdasarkan kelompoknya.

Penilaian terhadap seseorang berdasarkan kelompoknya.

Stereotyping Stereotyping

Setiap orang punya konsepsi tersendiri tentang sifat- sifat yang saling berkaitan.

Setiap orang punya konsepsi tersendiri tentang sifat- sifat yang saling berkaitan.

Implicit Personality Theory Implicit Personality Theory

Proses menyimpulkan motif, maksud dan karakteristik orang lain dengan melihat perilakunya yang tampak.

(Baron&Byrne)

Proses menyimpulkan motif, maksud dan karakteristik orang lain dengan melihat perilakunya yang tampak.

(Baron&Byrne) Atribusi

Atribusi

(14)

PROSES PENGELOLAAN KESAN

Self Presentation: Bagaimana kita mempresentasikan diri kita untuk mendapatkan kesan tertentu dari orang lain.

Self presentation menggunakan peralatan lengkap yang disebut Front. Terdiri dari: panggung (setting),

penampilan (appearance) dan gaya bertingkah laku (manner).

(15)

ATRAKSI INTERPERSONAL

Ketertarikan yang timbul antara satu orang dengan orang lain

Mengetahui siapa tertarik pada siapa, atau siapa menghindari siapa kita dapat meramalkan arus komunikasi interpersonal yang terjadi

Makin tertarik kita pada seseorang, makin besar

kecenderungan kita untuk berkomunikasi dengan orang tersebut

(16)

FAKTOR-FAKTOR PERSONAL YANG MEMPENGARUHI ATRAKSI

INTERPERSONAL

Kesamaan karakteristik personal Kesamaan karakteristik personal

Orang-orang yang memiliki persamaan dalam nilai-nilai, sikap,

keyakinan, tingkat sosial ekonomi, agama dan keyakinan yang sama cenderung saling menyukai

Tekanan emosional Tekanan emosional

Kita membutuhkan orang lain ketika kita berada di bawah tekanan emosional yang melampaui batas

Harga Diri yang rendah Harga Diri yang rendah

Orang yang rendah diri cenderung lebih mudah menerima orang lain

Isolasi sosial Isolasi sosial

Manusia tidak akan tahan berlama-lama hidup terisolasi, tingkat isolasi sosial berpengaruh terhadap kesukaan kita terhadap orang lain.

(17)

FAKTOR-FAKTOR SITUASIONAL YANG

MEMPENGARUHI ATRAKSI INTERPERSONAL

Daya tarik fisik Daya tarik fisik

Daya tarik fisik sering menjadi penyebab utama atraksi personal. Mereka, pada gilirannya sangat mudah memeroleh simpati dan perhatian orang.

Ganjaran (reward) Ganjaran (reward)

Kita menyenangi orang yang memberikan bantuan kepada kita, dorongan moral, pujian, atau hal-hal yang meningkatkan harga diri kita.

Familiarity Familiarity

Semakin sering subjek melihat wajah tertentu, ia makin menyukainya. Tak kenal maka tak sayang

Kedekatan jarak (proximity) Kedekatan jarak (proximity)

Persahabatan lebih mudah tumbuh di antara tetangga yang berdekatan, maupun mahasiswa yang duduk berdampingan.

Kemampuan (Competence) Kemampuan (Competence)

Kita cenderung menyenangi orang orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi daripada kita, atau lebih berhasil dalam kehidupannya.

(18)

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Komunikasi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik.

Content Relationship

(19)

TEORI HUBUNGAN INTERPERSONAL

Hubungan interpersonal dipandang sebagai suatu transaksi dagang. Individu cenderung senang berada dalam sebuah hubungan sosial, selama hubungan itu memuaskannya atau menguntungkan.

Terdapat 4 konsep dalam teori ini

MODEL PERTUKARAN SOSIAL

(20)

Ganjaran : setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan

Ganjaran : setiap akibat yang dinilai positif yang diperoleh seseorang dari suatu hubungan

Biaya : akibat yang dinilai negatif yang diperoleh dalam suatu hubungan

Biaya : akibat yang dinilai negatif yang diperoleh dalam suatu hubungan

Laba/hasil : ganjaran dikurangi biaya Laba/hasil : ganjaran dikurangi biaya

Tingkat perbandingan : ukuran baku (standar) yang

digunakan untuk menilai hubungan yang sedang dijalani, bisa merupakan hubungan yang terjadi di masa lalu yang dijadikan ukuran.

Tingkat perbandingan : ukuran baku (standar) yang

digunakan untuk menilai hubungan yang sedang dijalani, bisa merupakan hubungan yang terjadi di masa lalu yang dijadikan ukuran.

(21)

TEORI HUBUNGAN INTERPERSONAL

Hubungan interpersonal dilihat sebagai sebuah panggung sandiwara, orang harus memainkan

peranannya sesuai “naskah” yang dibuat masyarakat.

(naskah di sini bisa diartikan sebagai norma2, aturan, nilaii).

Konflik peranan akan terjadi bila seorang individu dinilai gagal dalam menjalankan perannya sesuai dengan yang diharapkan masyarakat

MODEL PERANAN

(22)

TEORI HUBUNGAN INTERPERSONAL

Dalam model ini, orang-orang berhubungan dalam bermacam-macam

permainan. Kita menampilkan salah satu dari tiga kepribadian dan orang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu tiga kepribadian ini.

(see P.123)

MODEL

PERMAINAN

(23)

Ada tiga bagian kepribadian yang mendasari permainan

Orang tua: aspek kepribadian yang kita terima dari orang tua/ yang menurut kita pantas dituakan

Orang tua: aspek kepribadian yang kita terima dari orang tua/ yang menurut kita pantas dituakan

Dewasa: kepribadian yang mengolah informasi secara rasional sesuai dengan situasi dan berkenaan dengan

masalah-masalah penting yang memerlukan pengambilan keputusan secara sadar

Dewasa: kepribadian yang mengolah informasi secara rasional sesuai dengan situasi dan berkenaan dengan

masalah-masalah penting yang memerlukan pengambilan keputusan secara sadar

Anak: kepribadian yang berasal dari pengalaman kita ketika kanak-kanak

Anak: kepribadian yang berasal dari pengalaman kita ketika kanak-kanak

(24)

TEORI HUBUNGAN INTERPERSONAL

Memandang hubungan interpersonal sebagai sebuah sistem yang terdiri dari beberapa subsistem yang saling bergantung satu sama lain.

Untuk menganalisa hubungan interpersonal sebagai sebuah sistem kita melihat pada karakteristik individu yang terlibat, sifat kelompok, dan sifat lingkungan di mana kelompok tersebut berada.

MODEL

INTERAKSIONAL

Model Interaksional menggabungkan model pertukaran, peranan, dan permainan

(25)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi 0,625dengan sig = 0,000; p < 0,001 artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara konsep diri

Hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik dari. interaksi belajar mengajar yang merupakan keluaran dari suatu

HUBUNGAN TIMBAL BALIK RECIPROCAL RELATIONSHIP Ciri : hubungan yang tidak mungkin segera dapat menggolongkan mana variabel yang independent sebab dan mana yang dependent akibat Contoh

Sedangkan nilai-nilai αB1 dan αB2 dapat diperoleh dari persamaan sudut belahan akibat beban luar; L1, L2 dan L3 diketahui dari soal; demikian pula Mc diperoleh dari P2 x L4 Setelah

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN • Kenaikan titik didih larutan Jika suatu zat terlarut tidak mudah menguap ditambahkan ke dalam suatu pelarut, titik didihnya meningkat Sifat larutan yang

Empirical observations and intuitive hypothesis • Saat kita tidak mengerti sebab dan akibat yang terlibat pada suatu sifat maka, kita tidak mempunyai petunjuk dari parameter yang

Karena kecerdasann seseorang ditentukan oleh jumlah dan kompleksitas hubungan antara miliaran dari sel-sel otak.Sedangkan perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh lingkungan.Lingkungan

 Karier: semua pekerjaan atau jabatan yg dipunyai atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang  Bagi banyak orang, pekerjaan tsb merupakan suatu bagian dari rencana yg disusun